Salaam - E - Dostana Bab 4 ( Remake Bag.2 )

Di Suatu pagi,Saat Niel tiba di kelas. Niel menemukan surat yang dikirimkan Arjun lagi. Surat seperti ini sudah terkirim puluhan kali untuknya. Tidak hanya di laci mejanya,Tidak hanya di sepedanya,Bahkan Niel mulai terganggu dengan ulah Arjun ini karena Ia pernah menemukan surat Arjun di dalam Tasnya. Niel tak menyangka Arjun sampai berbuat selancang ini.

Niel tak tergerak untuk membuang setiap Surat Arjun karena Ia mempunyai Niat untuk melakukan Sesuatu terhadap Arjun suatu saat nanti setelah surat - surat itu terkumpul cukup banyak.

Meski hatinya bergejolak karena semakin hari semakin banyak surat dari Arjun yang Ia dapat. Isi setiap Surat Arjun hanyalah Permohonan Maaf dan ajakan untuk kembali baikan,kembali menjalin Pertemanan. tapi Tak jarang Niel mendapat ancaman dari Arjun yang berniat merusak reputasi dan nama baik Niel.

Suatu ketika,joni menemukan salah satu Surat Arjun yang tak sengaja dibuang oleh Niel di koridor sekolah yang menuju halaman Parkir. Sekali lagi,Joni mendapat Ide untuk melakukan Aksinya menggunakan surat ini.

Kebetulan hari ini Niel sedang mengikuti pertemuan di Gedung kantor DPRD kabupaten. Pertemuan dalam rangka Pembinaan Murid berprestasi sekabupaten.

Kesempatan ini Joni gunakan untuk melakukan suatu hal di sekolah,dibantu oleh teman - temannya/

Joni menemui Para Siswa yang sedang beristirahat di kantin dan di berbagai tempat yang terdapat keramaian siswa. Joni menunjukkan Surat itu pada semua siswa yang dijumpainya.

Ia menjelaskan Apa yang sedang terjadi di antara Niel dan Arjun. Penjelasan yang sama di setiap bertemu dengan setiap Anak yang berbeda.

 Cerita tentang Arjun yang ingin bersahabat dengan Nie didasari Rasa Suka dan ketertarikan terhadap sesama. Joni mengatakan Arjun adalah anak yang mempunyai kelainan !

Sedangkan Niel diceritakan sebagai Anak yang berprestasi namun sikapnya Masa Bodoh terhadap Obsesi Arjun yang memiliki Perasaan terhadapnya. Joni menceritakan bahwa Niel sebenarnya malu - malu mengakui dirinya mau berteman dengan Arjun yang mulai bersikap Aneh dan terkesan suka mencari perhatian di depan Niel.

Joni memperingatkan siapa pun untuk berhati - hati terhadap Arjun yang punya bibit jiwa kelainan seksual,bahkan Ia tak melarang siapa pun untuk mengejek dan menegur Arjun yang punya kelakuan Seperti selama ini terhadap Niel.

Joni memperingatkan Siapa pun untuk berhati - hati terhadap Niel yang mempunyai watak temperamental dan sulit memaafkan kesalahan seseorang,Joni tak melarang siapa pun untuk mengkritik watak Niel.

Dan pada akhirnya Joni berhasil melakukan Aksinya kali ini. Joni terkadang mendapat sedikit bantahan tentang cerita dan Persuasinya,namun dengan sedikit siap keras dan gertakannya,Semua Orang seolah - olah dibuat percaya olehnya.

Joni kemudian merayakan keberhasilannya bersama teman - temannya dengan merokok bersama di salah satu pojok lapangan sekolah.

***

Joni menemui Via sekali lagi untuk meminta tolong menulis surat manipulasi atas nama Arjun untuk Niel. Namun Kali ini Via menolak karena alasan suatu hal.

Joni memaksa Via dan terpaksa mengancam Via dengan membuat Niel akan menjauhi Via.
“Kukira kau teman baikku sehingga Aku bisa mempercayaimu selama ini. Katakan Apa sebabnya menolak Kau permintaanku kali ini ! Apa kau benar - benar tidak menyayangi Niel ?”,

“Aku selama ini menunggu perubahan Sikap Niel terhadapku,seperti yang kau janjikan. 

Tapi aku tak mendapat Apapun,sedikit pun dari penantianku. lalu untuk Apa Aku meladeni Permintaanmu sekali lagi ?”,

“Ah ! Nanti Via,setelah ini Aku akan membuat Niel datang padamu. Aku janji Niel akan menunjukkan Rasa sukanya padamu “,

“Dan Kau akan memintaku untuk menulis surat yang berdasarkan akal - akalanmu untuk membodohi Dua Anak ini ? terutama Arjun.

Aku tidak mau melakukan Perbuatan tidak baik lagi terhadap Arjun “,

Joni langsung memotong perkataan Via”Peduli Apa Kau terhadap Arjun ? Memangnya Kau punya hubungan Apa dengan Arjun ? 

Kurasa Siapa Seorang Arjun tak penting bagimu ? Sekarang kau tidak usah keberatan terhadap Arjun”,

“Arjun adalah Teman sekelasku saat masih Sekolah dasar ! kami berteman baik selama di SD !”,

“Alah hanya teman SD ! Tidak apa - apa kan Jika Ia belum tahu bahwa Kau melakukan hal ini atas Perintahku ?”,

Via Spontan menunjukkan Kalung silver dengan liontin salibnya. Via adalah gadis remaja beragama Kristen,
“Demi Tuhan yang Aku sembah ! Aku tak mau lagi berbuat dosa terhadap Arjun,teman baikku selama di SD.

Untuk Apa Aku rajin beribadah ke Gereja setiap minggu sementara Aku ,dengan tanpa belas kasihnya, secara tidak langsung menyakiti hati temanku !”,

“Jadi,Kau tidak mau lagi menolongku. Baiklah,Apa Aku perlu menggunakan sedikit kekerasan padamu ?’, Ancam Joni menatap Via dengan tatapan yang tajam,

“Beberapa teman Kita sudah tahu kelakuanmu terhadap Niel. Kami menahan diri untuk tidak lapor kepada Niel.

Lakukan saja Apa maumu atau Aku sekarang juga akan berlari ke Kantor Guru untuk melaporkan Ancaman ini”,

“Kalau begitu kembalikan surat - surat Asli Arjun,semuanya padaku !”,

“Terlambat ! Aku sudah membakar semua surat itu. Kurasa semua surat itu tidak penting bagiku. Hanya Akan menjadi Pengingat Dosa bagiku”,

Joni Spontan merenggut lengan Via,Anak - Anak di sekeliling Via terkejut, Via bergeming dengan tetap menatap tajam Joni

”Jangan Sok Suci ,Gadis Sok Pintar !”,

Seorang Remaja lain,bernama Tegar langsung mendorong Badan Joni menjauh dari Via”Jangan sok berkuasa di kelas ini,Sobat ! jangan !

Seorang laki - laki yang merasa dirinya gentle tidak perlu bersikap seperti ini pada seorang gadis. Lihat, teman - teman sudah menyaksikan ulahmu !

Sekarang kau tinggal pilih, menjauh dari Via dan mengakhiri permintaan Konyolmu itu,Biarkan Anak malang yang menjadi Korban kelicikanmu hidup tenang 

Atau silahkan Kau berani sekali lagi melakukan tabiatmu tapi Aku akan memanggil Pak Guru BP menyaksikan Via menulis surat atas akal - akalanmu sekali lagi. Bagaimana ? Setuju dengan pilihanku ?”,

Joni tak bisa berkutik menerima perlawanan ini. Ia pun mendorong Tegar,kemudian pergi menuju Kantin. Joni tampak sangat kesal. Ia sempat membanting pintu kelas ini sebagai Pelampiasan emosinya.

***

Upacara bendera pagi ini terasa spesial bagi Niel. Karena pada kesempatan kali ini,Ibu Kepala sekolah akan menyampaikan Ucapan Selamat Atas keberhasilan Niel yang telah menjuarai Olimpiade Mapel tingkat Provinsi dibarengi siswa dari kelas lain.

Ibu Kepala sekolah juga memberikan Piagam Penghargaan dari sekolah untuk Niel atas Perjuangannya dalam mengikuti Olimpiade Mata Pelajaran.

Sambutan dan tepuk tangan riuh dari seluruh siswa tercipta sebagai ucapan Selamat untuk Niel,tak terkecuali Arjun. Arjun tampak antusias bertepuk tangan. Sesekali Ia melihat Marvin.

Niel mengangkat Piagam dan medalinya dengan penuh rasa bangga. Niel mencium tangan Ibu kepala sekolah,kemudian kembali ke barisan kelasnya.

Cuaca tampak mendung,gerimis baru saja reda. tercipta genangan - genangan air di beberapa titik di jalan depan sekolah ini. Selesai Upacara,banyak siswa yang memberi selamat kepada Niel.

Niel menjabat tangan mereka satu per satu. Bahkan selama Niel berjalan kembali ke kelas,Ia masih meladeni siswa yang memberinya selamat. 

Joni dan teman - temannya mengikuti dari belakang. Joni melihat keberadaan Arjun yang hendak memberi Ucapan selamat pada Niel. Tiba - tiba muncul Niat Jahil Joni untuk sedikit menciptakan keributan. Kebetulan Ada Warga yang lewat menggunakan motor.

Joni mendorong salah satu temannya dengan sekuat,seolah - olah hendak menghindari Motor yang lewat,hingga terdorong ke arah Gerombolan Para siswa yang sedang mengerumuni Niel.

Para Siswa ini ikut terdorong hingga membuat mereka terjatuh,termasuk Arjun. Rombongan siswa yang jatuh malah menimpa badan Niel. sayangnya Medali yang digenggam Niel terlepas dari tangannya hingga jatuh ke kubangan air yang kotor.

Joni berlari sekencang mungkin untuk bersembunyi. Arjun cepat bangkit dari tanah. Niel pun mendapati keberadaan Arjun. Niel berpikir Arjunlah yang mendorong para siswa ini hingga menimpa dirinya. 

Niel sadar bahwa ia tak memegang medalinya. Seseorang memberi medalinya yang tampak basah dan kotor. Melihat kejadian ini,Niel berubah marah dan geram.

Niel menatap tajam Arjun.Ekspresi geram Niel membuat Arjun ketakutan. Arjun tampak tak berkutik. Niel mendekati Arjun dengan penuh amarah.

Arjun menggeleng dan tampak gugup,Ia ketakutan hebat. Salah satu teman Niel dengan sigap menahan badan Niel. Dan teman lainnya menjauhkan Arjun dari Niel.

Arjun diseret oleh teman Niel. Arjun mengatupkan kedua tangannya,berusaha memohon maaf kepada Niel. Namun kata - katanya seolah susah keluar dari Mulutnya. Joni tampak sesekali mengintip dari balik pagar, Ia tampak girang dan Puas melihat salah satu ulahnya berhasil.

Niel merasa puas saat melihat temannya mendorong Arjun ,menjauh darinya hingga hampir terjatuh. Arjun bangkit berdiri pelan - pelan dengan perasaan sedih. Penyesalannya kini mulai terasa mencekik lehernya.

Rasa bersalahnya terasa meredupkan nuansa harinya saat ini. Marvin yang kembali dari membeli minuman melihat insiden ini. Marvin mendekati Arjun.

Marvin mengulurkan tangannya ke arah Arjun,berniat membantu Arjun berdiri. Arjun melihat kehadiran Marvin meski kembali dengan sikap dinginnya.

Marvin mengiringi Arjun kembali ke kelas mereka. Arjun menahan dirinya untuk mengajak Marvin ngobrol. Ia tak mau menerima sikap sini dari Marvin lagi. Keduanya berjalan dalam diam.
“Apa kau akan merasa cukup Jika Aku sekali saja mentraktirmu makan di kantin ?”,tanya Marvin enggan menatap Arjun,

“Apa Maksudmu Marvin ? Tidak Apa - Apa,Jika kau tak mau mentraktirku sama sekali. Tidak usah dipikirkan”,

“Jawab saja pertanyaanku ! Aku hanya ingin mendengar Bagaimana caramu menjawab Pertanyaanku”, Benar dugaan Arjun,Marvin masih bersikap sedikit sinis padanya,

Arjun mengedipkan Matanya untuk menghilangkan Rasa Basah yang terasa,
“Jika diriku memang mendapat jatah traktiran darimu sekali saja. Ya sudah,Marvin. Mau Bagaimana lagi ? Aku terima saja,sekali saja sudah cukup bagiku”,

“Apa Kau tidak meminta traktiran padaku di lain waktu ?”,

“ Bukankah Kita ke sekolah mendapat uang saku ? Setiap Anak sekolah pasti mendapat uang saku dari Orang tuanya.

Ibuku memberi uang saku cukup untukku,terkadang kakakku menambah Uang sakuku Jika Ia mengambil Uang tabungannya dari celengan.

Aku sendiri juga tidak berani mengetahui berapa banyak uang saku siapa pun,termasuk dirimu”,

“Tapi kau membawa bekal nasi saat Les Tutor,Apa uang sakumu kurang ?”,

“Mungkin temanmu benar tentang diriku. Ibuku berharap diriku cepat besar dengan memberiku porsi makan yang banyak”,

“Kau membenarkan omongan Anton bermaksud menekankan sindiran itu padaku ? Kau pasti tersinggung dengan sindiran itu”,

“Setiap Orang mempunyai sikap dan perlakuan yang berbeda terhadap Orang lain,Marvin. 

Jika memang Cara Anton seperti itu bersikap padaku,kenapa harus tersinggung ? Terima saja Bagaimana dia,Kita yang perlu beradaptasi terhadap Bagaimana wataknya”,

“Dan Bagaimana Jika Aku terus bersikap seperti ini padamu,Arjun ? Bagaimana Jika Aku terus bersikap sinis dan apatis terhadapmu,Arjun ?

Apa kau akan tetap beradaptasi dengan Bagaimana diriku ?”,

“Setiap hal punya sisi baiknya,marvin. Sikap dan karaktermu seperti ini Justru mencerminkan dirimu sebagai Orang Bersahaja dan tidak berlebihan. 

Setiap Orang punya watak ,karakter dan Kondisi Jiwanya masing - masing ,tanpa Ada paksaan dari Orang lain.

Kau sekali ini mengajakku bicara tentang hal ini,Apa kau tidak pernah bertanya hal yang sama pada Anton dan Arifin,yang setiap hari berada di dekatmu ? “,Pertanyaan Lugu Arjun seolah - olah menohok Hati Marvin,menyindir tabiat Marvin secara halus.

Dari sini Marvin bisa melihat Bagaimana sebenarnya Seorang Arjun.
“Apa kau pernah marah padaku yang terkadang terlalu sinis padamu sekali saja ?”,

“Melampiaskan Amarahku padamu Mungkin tak akan mampu merubah Bagaimana karaktermu,Marvin.

Bayangkan Jika saja Aku berani marah padamu,dan membuat pelampiasan sekali saja, Mungkin Anton dan Arifin akan membelamu dan melindungimu.  

Bisa saja Mereka berdua akan menyerangku sebagai tindakan kesetia kawanan Mereka di hadapanmu”,

Sekali lagi kata - kata tak terduga dari Arjun seolah - olah mengkritik karakter Marvin,
“Lalu,Sekali saja,Arjun. Lampiaskanlah Amarahmu padaku. Barangkali kau memendam satu kekecewaanmu terhadap diriku “, Marvin mengulurkan tangannya ke hadapan Arjun,

“Marvin Apa Maksudmu ?”,

Arjun merasa ada yang sedang Marvin. Arjun memegang Pergelangan Tangan Marvin”Aku hanya ingin kau mengijinkan Aku supaya Aku bisa selalu berada di dekatmu,sebagai teman akrabmu,Marvin”, Arjun menjabat tangan Marvin”, Aku tak ingin melukai dirimu.

Maafkan Aku,Marvin. Tapi Ijinkan Aku selalu berada di dekatmu sebagai teman akrabmu. 

Aku tak mau meminta apa - apa darimu melebihi keinginanku ini. Tidak untuk ditraktir di Kantin. tidak untuk membalas Rasa bersalahmu “,

Marvin spontan memeluk Arjun. Arjun mendapat Rasa lega setelah mendapat perlakuan ini dari Marvin. Keduanya berpelukan sejenak.

“Ngomong - ngomong,Di Mana Anton dan Arifin ? Tumben Mereka tak bersamamu ?”,
“Arjun,kumohon hari ini saja jangan sebut nama mereka di hadapanku”,
“Kenapa Marvin ? Apa kalian ada Masalah ?”,
“Nanti Aku ceritakan di kelas.”Marvin merangkul Arjun,sedikit berbisik “,O ya,ngomong - ngomong,Apa Masakan Ibumu benar - benar enak ?”,
“Sekali saja,Arjun. Tolong Aku,bawa bekal Ibumu sekalian untukku Juga. Aku mulai lelah Arjun. 

Dua Anak itu sering minta traktiran padaku,padahal Orang Tuaku sedang menabung Uang untuk keperluanku bersekolah di SMA nanti. Ayahku sedang mempersiapkan Dana untuk membelikanku Motor”,
“Oh Begitu. Baiklah. Aku akan membicarakannya pada Ibuku”,
“Jika Ibumu keberatan,tidak usah Arjun. Aku akan mengurangi jajanku untuk sedikit berhemat”,
“Tidak Apa - apa Marvin. Mintalah padaku,Aku akan berusaha memenuhinya”,
“Terima Kasih,Arjun”,
“Sama - sama,Marvin”,

***

Dan di suatu siang,di saat sela - sela Jam istirahat menjelang Jam tutor. Satu Kotak bekal makanan hadir di hadapan Marvin. Arjun perlahan mendorong kotak ini ke hadapan Marvin. 

Marvin tampak bahagia menerima kehadiran bekal makanan ini.
“Kau benar - benar memenuhi Permintaanku,Arjun ! Terima kasih “,

“Bekal Nasi Putih hangat,Sayur Sop dan Ayam goreng has buatan Ibu Nawang ! Marvin,fresh ,baru saja diantar oleh kakakku atas permintaan seorang teman. Kuharap Kau menyukainya,Marivn”,

“Aku ingin kau menemaniku makan,Arjun. kau tak membawa bekalmu ?”,

“Tentu Marvin ! Dan Dua botol Air mineral untuk minum . Apa ini cukup,Marvin ?”,

“Tentu, Arjun. ini sudah cukup bagiku.Ayo kau duduk di sebelahku”, Marvin menggeser posisi duduknya di kursi sebelah

“Baik”,Arjun duduk di samping Marvin. Mereka menikmati makan siang mereka.
***
“ Gosip berhasil tersebar luas ! “,

Kembali ke sekolah,Niel mendapat tatapan - tatapan Aneh dari setiap Anak yang berpapasan dengannya. Pemandangan tak biasa didapat oleh Niel.

Ada beberapa Anak yang tampak ketakutan saat melihat kehadiran Niel,biasanya kebanyakan Anak menyapa Niel dengan sikap yang ramah. Namun kali ini suasana terasa berubah.

Begitu pula Arjun,selama berjalan menuju ke kelas,banyak Anak yang menatap dirinya dengan tatapan Aneh. 

Ada beberapa Anak gadis yang memberikan ekspresi wajah yang menunjukkan rasa jijik terhadap diri Arjun. Arjun mendapat orang - orang yang berjalan di sekitarnya spontan langsung menjauhi dirinya.

Masuk ke kelas,Marvin menyambut Arjun dengan tatapan Anehnya,namun tidak menunjukkan ekspresi jijiknya. 

Marvin mengajak Arjun duduk. Mulai hari ini,Marvin memutuskan untuk duduk sebangku dengan Arjun.

Marvin menepuk bahu Arjun “Arjun,sebelum Aku menjadi salah paham denganmu,jelaskan Apa yang terjadi di antara kau dan Daniel,Anak kelas A itu ?”,tanya Marvin dengan nada lirih,

“Memangnya kenapa Marvin ?”,

“Gosip telah beredar dan kudengar dari gadis - gadis yang duduk di dekat meja Guru itu bahwa kau menyukai Niel. Kau mempunyai kelainan !” Marvin berbisik”Mereka menyebutmu Homo ! dan hal itu kau lakukan terhadap Niel.

Aku tahu Apa itu Homo,dan Aku tak sepenuhnya percaya kau sampai seperti itu ?”,

Arjun sangat terkejut mendengar hal ini “Memang aku sedang ada masalah dengan Niel,Marvin. Niel sedang marah,Marvin. Dan Aku masih merasa kesusahan untuk minta maaf pada Niel”,

“Lalu Kenapa kau sampai punya kelainan Homoseksual ? Apa benar kau seperti itu terhadap Niel ?”,

“Marvin,Aku tidak tahu hal ini terjadi padaku. jujur Aku sangat kaget mendengar hal ini. Kau orang pertama yang mengabariku.

Aku juga tahu Apa itu Homo, Tapi Aku benar - benar tidak tahu sebenarnya maksud Homo itu Apa ? Apa Mereka tidak berpikir Apa seorang Anak SMP seperti diriku punya Jiwa seperti itu ? 

Ini justru menjadi hinaan bagiku,Marvin”,
“Kau berpikir hinaan ini datang dari Niel ?”,
“Bisa jadi,Jika itu memang Niel lakukan sebagai wujud Pelampiasan kemarahannya padaku. Tapi bagaimana Aku pantas diejek sebagai Homo sementara Aku dan Niel masih saling diam dan tidak pernah saling menyapa dalam dua tahun ini.

Bukankah Jika dua Orang saling menyukai harus selalu berdekatan ? Seperti kita ini ?”,

Marvin dan Arjun saling menatap sejenak. Marvin menarik tangannya secara refleks.
“ jadi kamu pikir Aku punya kelainan Homo juga ?”,Tanya Marvin berseloroh,
“Jika kau memang paham apa itu Homo,Bagaimana caramu melihat diriku ? Apa Aku tampak seperti orang dengan kelainan seperti itu ? “,

Marvin tertawa ringan kemudian kembali merangkul Arjun “Aku lebih menyukai Masakan Ibu Nawang yang kau berikan padaku sesekali,daripada mencari sisi menarik dari Anak Polos seperti dirimu”, Marvin mempererat rangkulannya,Marvin kembali melirihkan suaranya”Sepertinya Ada Orang yang sengaja menyebar Gosip,Oh Bukan,Fitnah Arjun !

Aku sempat bertanya dari mana Gosip ini mereka dapat, Mereka menjawab dari teman - teman Niel,Arjun”,
Arjun terkesiap “Joni ?”,
“Joni ? Siapa Joni,Arjun ?”,
“Salah satu teman Niel,Marvin. Apa mungkin Joni yang menyebarkan gosip ini ,Marvin ?
  
Aku selama ini berusaha untuk minta maaf pada Niel hanya lewat surat. Ini Aku lakukan agar tak diketahui siapa pun,tapi pada Akhirnya Joni memergoki tindakanku itu,dan sialnya aku malah menceritakan masalah kami pada Joni,Marvin.”,

“ Bisa jadi Joni adalah Orangnya,Arjun ! Tunggu Aku cari informasi lagi tentang hal ini “, Marvin menepuk bahu Arjun”, kau tetaplah bersikap seperti ini,seolah - olah tampak sedih menjadi sasaran Gosip konyol ini.

Tunjukkan Sikap Meranamu pada Semua Orang,Smentara Aku menyelidiki fitnah ini “,

“Baik Marvin. Aku merasa sedih menerima hal ini “,

“Penilaianmu tentang diriku tak salah ,Arjun. Dan itu membuatku berpikir bahwa Kau adalah Sosok teman yang tepat bagiku.

Aku merasa sudah saatnya Kau keluar dari masa - masa sulit dan menyedihkan ini,Arjun. Aku sebenarnya sudah lama mengamati Bagaimana Kesedihanmu menerima Perlakuan dari Niel”, Kata - kata tak terduga dari Marvin”, Bersabarlah,Arjun. Aku yakin kesedihan ini akan segera berakhir “,

“Iya Marvin. Sejak awal Aku percaya bahwa Kau orang yang baik,terutama padaku “,

“ Dan Apa Anak Baik ini tak mendapat balasan atas kebaikannya ?“, Tanya Marvin sedikit menggoda Arjun dengan wajah ramahnya,

“Apa yang kau mau dariku,Marvin ?”,
“Apa Ibu Nawang bisa membuat Bakso,Arjun ?”,
“Yah Yah ! Kau ingin makan bakso buatan Ibu ?”,
“Iya Arjun. Kau tahu,Aku mulai bosan dengan Bakso yang ada di Kantin,Semakin hari semakin Asin rasanya. Terkadang Micinnya kebanyakan,Eneg !”,
“Okey,Marvin . Aku bilang pada Ibu “,
“ Bu Nawang tak keberatan ?”, Tanya Marvin mengajak “Tos “tangan dengan Arjun,

Arjun menepuk telapak tangan Marvin “Tidak ! Jika Aku yang memintanya,Bakso juga makanan kesukaan Kakakku”,
“Bagus . terima kasih”,
Marvin berhasil membuat Arjun tersenyum di tengah kesedihannya.

.....
Sincerely,
Salaam - E - Dostana 

Fajar Adi

Komentar

Postingan Populer