Mannat (Wish Of Love)
Pagi dengan semilir angin ini,Sudah dibuat panggung yang agak luas dan sudah dihias sedemikian rupa di halaman Kampus ini.Beberapa Mahasiswa masih tampak merampungkan dekorasinya,Beberapa Mahasiswa tampak menyiapkan sound sistem,tampak juga lalu lalang anak yang membawa naik alat - alat musik ke atas panggung.
Semua ini nantinya dipergunakan untuk acara penggalangan dana dan bakti sosial.Dana yang terkumpul akan disalurkan ke Yayasan anak yatim,Panti Asuhan,dan Panti Jompo.
Waktu beranjak siang,Panggung sudah siap seluruhnya,mulai banyak Mahasiswa yang berdatangan ke panggung ini.Yang tampil di panggung nanti adalah Salah Seorang Mahasiswa dengan Band bentukannya di Kampus ini.Pemuda ini menjadi Mahasiswa Idola Kampus ini.Sebelumnya,dia selalu mengisi acara - acara yang dibuat kampus ini.
Tidak hanya karena wajahnya yang membuat setiap mahasiswi yang melihatnya terpana dan jatuh hati padanya, bakat menyanyinya juga luar biasa.Penampilannya tak kalah bagus dengan Band - band yang terkenal di negeri ini.
Namun,yang selalu menjadi perhatian adalah dia mampu menciptakan suasana dan atmosfer yang berbeda dan khas di setiap penampilannya.Dia seorang pemuda yang pendiam dan sopan.Tapi,dia sangat ramah pada siapa saja yang menyapanya,Fans - fans yang selalu meneriakkan namanya.
Dan Pemuda ini akhirnya menampakkan dirinya di atas panggung,Sekejap teriakan penonton pun membahana.Halaman Kampus segera menjadi sesak Para Mahasiswi yang ingin menyaksikan Penampilan Idolanya.
Beruntung sekali pagi ini sangat cerah dengan angin yang berhembus tak terlalu kencang.
Teriakan yang serentak,Teriakan untuk Satu Nama.
"RANDY !!RANDY !!RANDY !!",terdengar tak ada hentinya,kebanyakan dari Para Fans Gadisnya.Ia berdiri di depan Micrphononya,ia melambai semua penonton yang hadir.
Satu lambaian itu mengundang sorakan yang semakin membahanakan namanya hingga ke langit.
Musik pun mulai dimainkan,suaranya yang paling ditunggu - tunggu.Tidak hanya merdu,Setiap suara yang terdengar di telinga - telinga penonton seperti menyihir diri mereka.
Suaranya benar - benar meluluhkan hati setiap Penonton yang kebanyakan Gadis remaja.inilah Idola mereka,inilah penampilan yang mereka tunggu kali ini.
Dana yang terkumpul oleh Konser ini mulai tampak banyak.Sebuah Kotak yang disiapkan untuk menampung uang - uang sumbangan itu dengan cepat terpenuhi dengan lembaran - lembaran uang.
Ada tiga tempat yang digunakan untuk penempatan kotak sumbangan itu,dan setiap dari kotak itu penuh dengan uang sumbangan dari seluruh penonton ini.
Di sisi lain,Tampak seorang Gadis yang datang membawa bungkusan Bunga.Matanya juga tertuju pada penampilan idola kampus ini.
Ia bergabung dengan penonton yang berada di samping panggung.Seseorang,temannya memanggilnya,
"Rinata !!aku disebelah sini,kemarilah
",Seorang yang berada di antara penonton
yang tampak serempak melambaikan tangan mereka.
Ia,Rinata mendekat.
"Via ?!aku mencarimu dari tadi,ternyata kau di sini ",
"Oh,maafkan aku,Rin.aku tidak memberitahumu dulu",Ia,Via melihat bunga yang dibawa Rinata.",Rinata,bunga ini untuk siapa ?hei,pasti untuk Randy,ya ?kau pasti sudah menyiapkan ini untuk Randy ya,ciye ciye ciye",Kata Via menggoda Rinata.
"Ah,apaan sih Via?!ini bukan untuk Randy,ini bunga pesanan Ibu Hani,tadi pagi dia menelponku,dia ingin mengganti bunga yang ada di kantornya,jadi aku membawakannya ke kampus dan nanti aku akan mengantarnya ke sana"
"Oh begitu,Ngomong - ngomong, kau sudah memberikan sumbangan belum ?",
"Sudah,Via.Namun secukupnya uangku.Uang dari Ibu Hani dan pesanan - pesanan yang kemarin aku antar akan ku kumpulkan dan kuserahkan pada Bibi Ira.
Tadi pagi dia bilang kalau bahan makanan di dapur sudah habis,aku kasihan pada mereka Via,Orang - orang tua itu.beruntung usaha Karangan Bunga kami lumayan lancar.Jadi,Kami tidak terlalu kesusahan uang untuk menghidupi mereka",
"Rinata,temanku,sayang,aku selalu salut dan kagum padamu.Hatimu sangat mulia,kau bersedia mengurus kakek dan nenek itu dengan ikhlas",Via mengajak Rinata keluar dari kerumunan penonton,mereka hendak menuju kantor Bu Hani",semoga Allah membalas jasa baikmu ini,beserta seluruh pengurus Panti itu",
"Amin.Terima Kasih,Via.sebenarnya ini amanah dari Almarhum ibuku untuk meneruskan pekerjaannya mengurus panti itu.Ibuku juga mendapat amanah yang sama dari Nenekku,Via."
"Jadi ini sudah turun temurun di keluargamu,wah,luar biasa"
"Iya via,ayo kita segera ke kantor Bu Hani,sekarang sudah jam 10 tepat,aku sudah berjanji akan datang jam 10 tepat,beliau pasti sudah menunggu",
"ayo ayo,aku selalu suka bertemu dengan Ibu Hani,dia dosen paling baik yang pernah aku temui",
Rinata tersenyum,senyum yang menawan.Senyum yang mempercatik wajahnya,secantik kuntum - kuntum bunga segar yang ada di gendongannya itu.Dan konser masih berlangsung,dengan histeria yang belum padam dari penonton.
***
Esok harinya,di satu Panti Jompo,Beberapa orang berkunjung ke tempat itu.Mobil tampak terparkir di halaman.Tampak orang - orang tua itu bekerja di satu kebun yang di beri naungan dari jaring - jaring.
Luas sekali,bisa terlihat hamparan berbagai macam tanaman bunga yang mulai bermekaran dalam setiap barisan.Melihat keindahannya akan membuat siapa saja betah berada di situ.Namun,Kebun ini digunakan untuk budidaya bunga.Dan bunga yang sudah mekar nantinya untuk digunakan bahan Karangan Bunga.
Di Ruang Penerimaan Tamu Panti,Rinata hadir membawa satu nampan dengan beberapa gelas teh hangat di atasnya untuk Tamu mereka pagi ini.Melihat siapa saja tamu yang hadir ini,Rinata terkesiap.
Matanya tertuju pada Seorang Pemuda,Pemuda Idola Kampus yang tempo hari menjadi pengisi acara konser amal dan bakti sosial.Rinata mulai merasa grogi saat menyerahkan gelas teh hangat ke setiap hadapan tamunya sambil memberikan senyuman sambutan pada Mereka.
Tampak Bu Hani di antara Mereka.Pandangan Pemuda Idola dan Rinata itu bertemu dalam beberapa detik namun Rinata bergegas kembali ke dapur.Pemuda itu berdiri dan menyusul Rinata.Tamu - tamu ini hendak menyerahkan sedikit bantuan uang untuk Panti Jompo.
Bibi Ira,Pengurus Panti ini,menerima Bantuan ini dengan senang hati.Ia tampak terharu karena panti ini bisa terpilih untuk menerima Bantuan ini.
Kembali ke Pemuda tadi dan Rinata,Ia memanggil Rinata.
"Hai...",panggilannya membuat Rinata berhenti,Rinata tampak sangat grogi",kenapa kau ada di sini ?",
Rinata berbalik",Ya.Kau ikut Ibu Hani untuk menyerahkan bantuan itu kah untuk kami ?",
Pemuda itu,Randy mendekati Rinata ",Aku mewakili teman - teman Band untuk ikut bersama mereka.O ya,apa kau bekerja di Panti ini atau kau tinggal di sini ?",
Rinata tersenyum sambil menyelipkan rambutnya ke telinga",Randy,aku tinggal di sini,bersama mereka,"Rinata menunjuk ke arah Halaman,Orang - orang lansia dengan aktifitas masing - masing",aku mengurus Mereka bersama Bibi Ira,dia yang duduk di kantor itu",
"oh begitu,Kau mengurus dan merawat orang - orang tua ini.Kau luar biasa...",Randy mengangkat alisnya bermaksud bertanya",maaf siapa namamu ?",
"Rinata...",Rinata tampak malu - malu menyebutkan namanya,karena ia telah menerima pujian dari Randy
"Yah,Rinata,kau luar biasa.Dan di luar tadi,kulihat banyak orang yang bekerja di kebun,,dan di kebun itu banyak sekali bunga,apa yang mereka lakukan dengan bunga - bunga itu ?",
"Mereka merawat dan melakukan Budidaya tanaman bunga untuk dijual,Randy.Dan,uang penjualan bunga nanti digunakan untuk biaya kehidupan kami sehari - hari di Panti ini",
"Apa ?!",Randy terkesiap",juga untuk seluruh orang tua di tempat ini ?"
"Ya ,benar sekali",
Randy menggeleng - gelengkan kepala sebagai ekspresi takjubnya pada Rinata.Ada rasa ketertarikan dalam diri Randy pada tempat ini.Dan satu asal hadirnya rasa itu adalah Rinata.
Di hadapan Rinata,ia merasa menjadi bukan siapa - siapa meski ia seorang idola semua orang di kampusnya,sedangkan Rinata hanya mahasiswi biasa.dan sekarang,ia tahu Rinata melebihi apa yang ada pada seorang Idola,pujaan banyak orang seperti dirinya.
Kemuliaan Hati Seorang Rinata,Ketulusan Seorang Rinata,Sosok sebenarnya Seorang Rinata menjadi Pemilik sekaligus Pengurus Panti jompo ini.Randy meminta Rinata untuk mengajak berkeliling melihat segala aktifitas orang - orang tua ini.Ada yang berkebun,Menjahit pakaian,membuat kerajinan tangan,hingga mengaji Kitab Suci Al Qur'an.
"Rinata,aku boleh bertanya padamu tidak ?",
"Apa itu ?",
"Bolehkah aku sekali - kali bermain ke tempat ini ?aku suka tempat ini sepertinya",
"Boleh...boleh",Rinata tak menyangka Randy akan bertanya hal ini",Boleh kok,kapan saja ?asalkan jangan malam hari karena Mereka mulai beranjak tidur mulai jam setengah sembilan ",
Randy tersenyum untuk Rinata",tidak untuk malam hari,mungkin jika hari libur atau pulang kampus,boleh kan ?",
"Yah yah,boleh Randy.Nanti aku akan mengajakmu bermain di kebun bunga yang ada di depan.Kau akan betah dan senang bermain di sana,aku yakin !",kata Rinata tampak sedikit masih grogi,bahagia dan bersemangat.
"Baiklah,aku juga suka bermain di kebun Rinata,apalagi Kebun budidaya bunga.aku akan memberti tahumu jika aku ingin bermain ke sini,bagaimana?bisa ?",
"Baiklah Randy",
***
Suatu hari Randy mengunjungi Panti Jompo itu,Ia ingin melihat semua aktifias yang dilakukan Para Lansia di tempat ini.Tidak hanya ingin mengetahui Kegiatan apa saja di tempat itu,Randy juga bermain - main bersama mereka.
Ia mengajak Para Lansia bernyanyi dan menghibur diri,bersama Rinata.Kedatangan Randy membawa kebahagiaan dan hiburan tersendiri untuk seluruh Lansia itu.
Bibi Ira juga ikut bahagia dan kagum setelah tahu siapa sebenarnya Pemuda yang sudah beberapa kali mengunjungi tempatnya.Rinata mengatakan bahwa Randy adalah Mahasiswa Favorit di kampus,dan berkat Randy juga dana untuk sumbangan bisa terkumpul sangat banyak.
Dengan bermain gitar,Randy membuat Para Lansia itu melupakan kejenuhan mereka sejenak.Randy sangat disukai oleh Mereka.Kunjungannya selalu dinanti oleh Kakek dan Nenek di Panti.terkadang Rinata selalu ditanya apakah Randy akan berkunjung hari ini atau tidak.
Hingga di suatu sore,Randy melihat Rinata sedang berada di tempat penjualan Bunga.Rinata sedang mengantarkan pesanan bunga untuk pemilik tempat ini.Randy mendekati Rinata.Rinata memberi tahu Randy kalau ia sedang mencari bibit tanaman bunga yang baru,ia sudah mendapatkan beberapa dan pemilik tempat ini akan mengantarnya ke rumah.
Randy juga melihat - lihat bibit bunga ini.Seorang Pegawai tempat itu menawarinya sebuah bibit bunga mawar.Bibit ini sudah laku keras terjual dan pembeli bibit adalah orang kaya menjadi kolektor - kolektor bunga langka dan impor.
Randy terbujuk untuk membeli bibit bunga ini,karena hanya tersisa satu dan akan susah untuk mendapatkannya lagi,bibit ini diimpor langsung dari negara asal bunga ini.
Randy menunjukkan bibit itu pada Rinata.
"Wah !!ini bibit bunga Mawar mister lincoln,Randy,dari mana kau mendapatkannya ?",tanya Rinata memeriksa bibit bunga ini.
"Dari pegawai penjual bunga tadi ?",
"Apa ?!kenapa dia tidak memberi tahuku kalau ada bibit bunga ini ?Mawar ini adalah salah mawar yang aku kagumi kecantikannya,Randy",
"Entahlah,Rinata",Randy melirik Rinata",Kau ternyata punya banyak pengetahuan tentang tanaman Bunga",
"Ya,benar.Aku juga suka bunga Lili,tulip dan Krisan.aku sudah punya beberapa jenis bunga krisan di kebun,dan aku masih memesan bunga tulip pada Penjual bunga di sana tadi",
Randy berhenti dan Rinata juga berhenti.
"Ada apa Randy?kenapa kau berhenti ?",
Randy menatap mata Rinata dengan tatapan yang dalam,Rinata tampak kebingungan",Dan kali ini kau akan mempunyai satu jenis Mawar lagi di kebunmu,Rinata",Randy meraih tangan Rinata lalu ia menyerahkan bibit bunga itu kepada Rinata",ini menjadi milikmu Rinata.Tanamlah dan Rawatlah dengan baik",
"Be...benarkah ?ini untukku Randy?",tanya Rinata gugup
"Iya,aku yakin ketika aku melihat bunga mawar ini mekar dan merekah.lalu kau memetiknya untukku saat itulah aku akan melihat Dua Kecantikan yang sama, datang dari Kuncup Mawar yang merekah merah itu dan Manisnya Senyummu yang selalu menghiasi wajahmu",Jelas Randy lirih.
Dan kata - kata ini membuat Hati Rinata serasa melayang.Rinata tak bisa berkata apa - apa,matanya bergetar seperti hatinya.Seperti Randy menanam bibit bunga itu di hatinya,dan suatu saat kuncup - kuncup itu akan bersemi dan menghadirkan sebuah perasaan.Rinata seperti terhipnotis oleh sikap dingin tetapi menghanyutkan dan mengagumkan seorang Randy.
Tiba - tiba gerimis turun menerpa Mereka.Spontan,Randy melepaskan jaket kulit yang ia pakai lalu membentangkannya di atas kepalanya dan Rinata.
Sekali lagi,Rinata tidak menyangka akan mendapat momen seperti ini.Ia melihat wajah Randy dan masih menggenggam bibit bunga mawar itu.
"Mungkin gerimis ini akan menjadi deras jika kita tidak bergegas pulang Rinata,ayo...",
"Ya Ya.Baiklah..."
Randy dan Rinata berjalan cepat untuk segera pulang.Mereka membelah gerimis ini.Randy tetap fokus pada Rinata tanpa memperdulikan gerimis yang semakin padat.
Rumah Rinata sudah di depan mata.Mereka tiba di teras Rumah dan seketika Hujan langsung turun dengan deras.
***
Pagi ini,Rinata mendapatkan pagi yang cerah dengan matahari bersinar terang begitu juga Pemandangan langit.Berjalan di sepanjang trotoar,ia merasa bahagia diiringi kicuan burung.Kicuan yang seolah - seolah terdengar menyemarakkan Keceriaannya.Ia tiba di salah satu Koridor Kampus.
"Ini dia gadis Pembawa bunga itu ",Seorang pemuda tiba - tiba hadir di hadapan Rinata",,ya !!pasti dia yang diceritakan Randy semalam ?Hai,Selamat pagi,kau pasti Rinata, kan ?",sapa Pemuda itu ramah.
"Selamat pagi,Kamu siapa ?",tanya Rinata sedikit mengangkat Bukunya
"Tunggu sebentar,kau pasti Rinata kan ?",Pemuda berwajah berseri itu mendekatkan wajahnya.
"Ya benar.Bagaimana kau tahu namaku ?",
"Hai,aku Reynan.aku temannya Randy",Ia,Reynan mengajak Rinata berkenalan",dia menceritakan dirimu panjang lebar semalam di rumahku",
Rinata menjabat tangan Reynan dan membalas keramahan Reynan",O ya.Kalian pasti bersahabat ?",
"Ya ya.Kami bersahabat semenjak kelas tiga SD.Ia selalu bercerita apa saja padaku ",Reynan melihat Buku yang dibawa Rinata",dan Tumben Kau tak membawa rangkaian Bunga seperti Setiap Paginya ?",
"Aku sebenarnya mendapat pesanan Bunga dari temanku,Tapi Aku masih ragu tentang Jenis bunga Apa yang jadi pesanan temanku.ia ingin merayakan aniversarinya nanti siang dan ia memesan bunga padaku untuk pacarnya",
"Jadi kau menerima pesan antar juga,Rinata ?bagus sekali,aku pasti juga bisa memesan bunga padamu ?",
"Tentu.untuk siapa Reynan ?",
"Pembantuku di rumah ",
"Apa ?!",
Reynan tertawa,Rinata juga ikut.
"Benarkah ?",tanya Rinata memegangi Bunganya masih tertawa",kau perhatian sekali dengan Pembantumu ?",
"Yah,Karena tidak ada ibu di rumahku",
Jawaban Reynan membuat Rinata langsung terdiam "apa maksudmu ?",
"Ibuku dia entah di mana,Ayahku bilang dia di luar negeri,tapi dia tidak memberi tahuku di negara mana ?",
"Kau tidak bertanya pada ayahmu lagi,Reynan ?pasti membosankan jika tidak ada seorang ibu di rumah ",tanya Rinata sedikit memancing canda Reynan
"Tidak mau,ayah sangat sibuk dengan pekerjaannya.dan ia selalu menghindar jika aku bertanya hal ini",
"Bagaimana jika kau tahu di negara mana ibumu berada?",
"Aku akan mencarinya",
"Lalu,bagaimana dengan Pembantumu,Reynan ?",kembali Rinata memancing Reynan.
"Rinata,Ibu yang melahirkan diriku,bukan pembantu yang melahirkan diriku.Meski aku tahu ibuku berada di kutub selatan sekali pun aku akan mencarinya,dan semoga aku tidak menemui Beruang kutub di sana",Reynan tetap menjaga cara bercandanya.
Rinata kembali tertawa",Baiklah.Baiklah.Aku salut padamu,Reynan.Kau sangat menyayangi ibumu.O ya,memesan bunga ?jika kau ingin memesan bunga lebih baik kau datang ke rumahku,dan memilihnya sendiri sesuka hatimu",
"Mm...Benarkah?!aku ke rumahmu ?tapi aku belum tahu di mana rumahmu?",
"Tenang Reynan,Kau teman Randy,kau bisa ikut aku ke rumah nanti saat pulang dari kampus",
"Ya,aku teman Randy,dan bagaimana dengan Rinata dan Reynan ?apa mereka juga bisa berteman ?",tanya Reynan membuang muka malu dan berharapnya.
"Tentu,Reynan",
"Oh,baiklah.Kita berteman sekarang ",Reynan mengulurkan tangan ke Rinata",bagaimana kalau aku mengantarmu ke kelas sekarang ?,ini akan menjadi awal yang baik untuk pertemanan kita",
Rinata menggenggam tangan Reynan",Aku beruntung sekali mendapat teman baru yang luar biasa sepertimu pagi ini,Reynan",
***
Rinata mulai menyita perhatian Randy.Rinata yang mengisi lamunan Randy setiap saat,Senyum itu,Senyum yang khas dan menawan,mungkin ia tidak akan mendapatkannya dari wajah - wajah ceria Fansnya.
Senyum itu memberikan bekas tersendiri di hati Randy,dan bekas itu menghadirkan perasaan di hati Randy.Berawal dari inilah,Randy kerap mengunjungi Panti Jompo milik Rinata,bahkan setiap hari Ia tidak pernah absen untuk menemui Rinata.
Suatu hari,Randy mengajak Rinata ke rumahnya.Ia memperkenalkan Rinata kepada Mamanya.Tak lupa,Rinata membawakan bunga untuk Mamanya Randy.
Namun,sayangnya,Sambutan Bu Lisa,mamanya Randy,sangat dingin.ia terkesan cuek dan kurang ramah.Saat menyerahkan Bunga yang ia bawa,Rinata tak mendapatkan sedikit pun senyum dan keramahan dari Wanita ini.
Bahkan,Ia sampai mendengar Bu Lisa bergumam dan berkata 'Ini akan menyibukkanku dan menggangguku.Lebih baik anak ini tak memberiku apa - apa.Atau tidak usah pernah datang ke sini.menyebalkan'.
Walaupun terdengar lirih,namun kata - kata itu menyinggung perasaan Rinata.Sikap Bu Lisa membuat imejnya buruk di mata Rinata.ia bertanya - tanya dalam hati 'apakah sikap seorang ibu yang mulia itu seperti ini sebenarnya ?seorang ibu yang menjadi sumber kasih sayang setiap manusia '.
Randy dan Reynan menyaksikan sendiri hal ini.Randy merasa sedikit malu,Reynan hanya terdiam.Dalam beberapa menit saja Rinata berada di rumah Randy.Ia merasa tidak nyaman dengan sikap Bu Lisa.Reynan mengantar Rinata pulang.
"Rinata,ada apa ?kenapa kau diam begitu ?kok murung ?",
"Entah kenapa aku merasa sedikit kurang nyaman dengan Mamanya Randy,Rey ",Rinata mengusap tengkuknya.
"Oh masalah itu.Tante Lisa memang orangnya seperti itu,Rin.apa kau tersinggung dengan sikapnya ?",
"Tidak terlalu,namun aku merasa penasaran.Penasaran tentang apa yang membuatnya hingga seperti itu Rey?apa dia selalu bersikap seperti itu pada orang - orang yang bertamu ke rumahnya,terlebih teman Gadisnya Randy",Rinata menoleh Reynan.
"Maklum lah Rinata.Beberapa waktu yang lalu,Tante Lisa memergoki Om Renold,papanya Randy,berselingkuh di suatu Hotel.Sudah lama Kecurigaan Tante Lisa timbul karena Om Renold jarang pulang ke rumah dan selalu mengelak saat Tante Lisa menyambutnya.Keduanya memutuskan untuk bercerai.
Padahal,sebelumnya,Mereka mempunyai kehidupan yang harmonis dan bahagia.Namun,Nafsu Seorang pria mengalahkan segalanya.Om Renold kepergok berselingkuh,Mereka bertengkar,Tante Lisa memutuskan untuk bercerai."Jelas Reynan mengangkat Bahunya.",Bahkan sikapnya terhadap Fans - fans Randy yang sering mengunjungi rumah itu sama saja.Dingin dan kurang ramah.Banyak fans gadisnya Randy yang tidak pernah berlama - lama bermain di rumahnya",
"Oh,Astaghfirullah.Pantas saja,Randy langsung membuang muka dariku tadi,Rey",
"Keadaan ini mulai mengubah kepribadian Randy,dulu dia selalu ceria dan bersemangat.
Namun semenjak melihat Orang tuanya bertengkar hingga baku pukul di depan matanya,Sifat Randy mulai berubah,sekarang ia sering melamun,sedih dan kehilangan semangat hidupnya..Kuharap kau mengerti keadaan Randy yang sedang menghadapi masalah ini,Rinata",
"dia tidak pernah menceritakan padaku sebelumnya",
"Karena ia tidak ingin masalah dan aib keluarganya diketahui orang,sekaligus ia tidak mau orang yang kenal baik dengannya ikut merasakan penderitaan hidupnya",
"Lalu,bagaimana denganmu Reynan ?bukankah kau juga orang lain di keluarga Randy ?",
"Memang aku orang lain di keluarga Randy.Tapi,Randy juga manusia biasa Rinata,manusia yang membutuhkan teman untuk membagi masalah dan kesedihannya secara pribadi.dia sudah seperti saudaraku sendiri,Rinata.
Sudah puluhan kali Randy menangis di hadapanku sendiri karena merasakan ketidak berdayaannya menghadapi masalah keluarganya.
Mungkin jika tidak ada diriku atau tidak ada seorang sahabat,Randy akan frustasi dan kemungkinan depresi atau bunuh diri.
Ketika Seorang Sahabat sudah merasa seperti seorang Saudara,kita harus mengambil tindakan secara langsung untuk segara mengatasi keadaan sahabat kita itu.
Manusia tidak bisa hidup tanpa Manusia lain,Randy tidak bisa hidup tanpaku,kami bersahabat sejak kecil,aku juga tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya merasakan masalah dalam keluarga,ini selalu menjadi pelajaran buatku,Rinata",
Kata - kata Reynan membuat cara pandang Rinata terhadap Bu Lisa berubah.Ia merasa simpati terhadap Bu Lisa.Terhadap Randy juga,Ia sadar sekarang.
Randy semakin sering datang ke panti dan menghibur para Lansia itu untuk tujuan apa Rinata mulai tahu.Randy selalu betah berada di antara orang - orang tua itu,ia mulai tahu sebabnya.
Bahkan,Randy selalu tampak menyendiri di salah satu sudut Kebun Bunga,ia mulai tahu apa maksudnya.Kesedihannya,Kesedihan yang mendorongnya untuk mencari hiburan dan semangat untuk dirinya.
"andai aku bisa hidup bersama ibuku,apa aku akan mengalami kejadian yang sama dengan Randy,Rey ?",
"Kenapa kau bertanya seperti itu padaku,Rin ?bagaimana dengan ibumu ?dan di mana juga ibumu ?",
"Nanti aku akan kuberi tahu dia di mana ",
Rinata mengajak Reynan singgah ke rumah untuk mengambil sekeranjang bunga mawar.Lalu,Mereka menuju sebuah tempat,ke kompleks Pemakaman.Reynan tekejut saat Rinata menunjukkan makam Ibunya.Rinata duduk dan membacakan doa untuk arwah ibunya.
"Yang aku tahu,ibuku sangat menyayangiku dan ayah di saat ia masih hidup",Rinata menaburkan bunga di sepanjang makam ibunya,Ia mengusap nisan ibunya",yang aku tahu,ibuku selalu menyayangiku.
dia selalu menyuapiku sarapan saat aku masih kecil,saat aku kanak - kanak.dia selalu mendadaniku sehabis mandi,sebelum aku pergi ke sekolah.dia selalu menciumku di depan pintu gerbang sekolah.
dia selalu membimbingku belajar.dia selalu menemaniku saat beranjak tidur,mengusap rambutku sambil membacakan cerita untukku.Tidak ada yang kurang dari sosok ibuku,Rey",Mata Rinata berkaca - kaca.
"Maafkan aku Rin.jika aku sempat berkata hingga menyinggung perasaanmu",
"Aku belum mendengar kau menyinggung perasaanku dengan ucapanmu,Rey,pertama kali kita bertemu,kau selalu menghiburku dengan candamu.Terima kasih",
Setelah dari makam ibunya,Rinata singgah ke masjid untuk melaksanakan sholat 'Asar.Reynan menunggunya di luar masjid.Reynan seorang Nasrani,Ibunya seorang Nasrani tapi ayahnya seorang muslim.
Hati kecilnya menggerakkan dirinya untuk mengintip Rinata yang sedang melaksanakan sholat.Wajah yang lain dalam kekhusyukan beribadah.Dalam balutan mukena,Wajah Rinata tampak bercahaya di pandangan Reynan.Pemuda ini takjub melihat Wajah dan kekhusyukan Rinata dalam beribadah.
Keanehan terjadi saat ia berbalik dari tempatnya mengintip,satu bisikan yang membujuk dirinya untuk kembali berbalik melihat sesuatu menyambangi telinganya.
Sejenak ia berusaha mengabaikannya,namun bisikan itu mengeras dan semakin sering terdengar di telinganya.Merasa terganggu,ia pun akhirnya menuruti suara itu.Ia mengikuti asal suara itu,ia berbalik.
Ia merasa suara itu bergema dari arah ruangan imam dan mimbar masjid itu.Ia melihat tulisan kaligrafi Lafaz Allah dan Muhammad.Ia temenung sejenak.Seperti tangan seseorang meraih tangannya untuk mendekat ke arah mimbar.ia tampak seperti terhipnotis.
Rinata menyadarkannya dari kelengahannya itu dengan menepuk bahunya.Rinata mengajak Reynan pulang.Namun,sekali lagi,bisikan itu kembali terdengar di telinga Reynan,ia memutar hadapannya ke arah masjid.sekali lagi,dari arah mimbar suara itu berasal.
"Asyhadu ala ilaha ilallah,Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah",kata - kata yang menyambangi telinga Reynan.ia tidak tahu apa maksud kata - kata itu.Ia bukan seorang muslim jadi ia pun mengabaikannya.
***
Randy meminta Reynan untuk menemani Rinata berbelanja kebutuhan dapur panti jompo.sebelumnya,ia sudah berjanji pada Rinata untuk menemaninya,tapi karena ada seseorang yang ingin menemuinya secara mendadak jadi ia harus membatalkan janjinya dan meminta Reynan untuk menggantikannya.
Siang itu,Reynan dan Rinata sudah selesai berbelanja.Reynan mengajak Rinata beristirahat di salah satu kedai penjual es tak jauh dari Supermarket.
"tadi pagi Randy menelponku untuk menggantikannya menemanimu berbelanja,Rin.kau tidak keberatan kan ?",tanya Reynan mengambil gelasnya.
"Tidak Rey,Randy juga sudah memberi tahuku sebelumnya.aku merasa senang ada teman yang menemaniku berbelanja seperti saat ini.Terima kasih,Rey",Rinata mengaduk - aduk esnya.
"Baiklah,sama - sama.Randy baru saja mengirimkan SMS padaku,isinya dia sedang bertemu dengan seorang produser musik yang menawarinya rekaman bersama bandnya.aku senang sekali mendengarnya,Rinata.sepertinya cita - cita Randy akan tercapai",
"Wah !!Hebat sekali.Jadi Cita - cita Randy ingin menjadi musisi",
"Ya.dia mempunyai bakat dan kualitas yang mampu bersaing dengan penyanyi yang sudah terkenal.dia selalu berlatih dengan giat dan keras untuk bisa bernyanyi.hingga ia mulai kuliah,ia mulai membentuk band dengan teman - temannya.kau pasti sependapat denganku kan Rinata ?Randy akan memikat Produser itu",
"Tentu.aku berdoa semoga Randy berhasil mendapat kontrak rekaman,dan tidak lama lagi Ia akan menjadi orang terkenal",
"Ya".Reynan meminum Esnya.
***
Malam ini,Reynan pulang dari kampus pada malam hari.Ia masuk ke rumah.Suasana yang tak biasa ia temui kali ini,suasana yang sepi tanpa ada suara televisi atau Ayahnya yang sibuk menelpon klien - klien kerja.Ia mencari Ayahnya.
Hingga ke kamar Ayahnya,Reynan melihat Ayahnya sedang berdiri di atas sajadah,Ia melaksanakan Sholat Isya'.Reynan melihat Perilaku Ayahnya yang tak biasa.Tumben sekali Ayahnya melaksanakan Sholat kali ini,biasanya ia sama sekali tidak pernah melaksanakannya.
Reynan berdiri di antara pintu hingga Ayahnya selesai Sholat.Pak Riswan,Ayah Reynan memanjatkan doa kepada Allah S.W.T.Ia lalu melipat Sajadahnya.
"Tumben sekali,Ayah sholat seperti ini",Reynan mengangkat badannya dari bersandar pintu.
"Di saat aku menghadapi semua masalah ini,aku selalu lari pada hal - hal yang duniawi,bersenang - senang,berpesta di sana - sini,namun sayangnya aku belum bisa mendapat hiburan dan ketenangan yang benar - benar senantiasa kurasakan dalam diriku,Reynan.Dunia ini hanya memberikan ketenanganku sementara.
Dan Akhirnya,Setelah aku bersujud dan rukuk di hadapan Tuhanku,aku mendapatkan ketenangan dan hiburan dari masalahku yang sebenarnya.
aku mengadukan semuanya pada Tuhanku,Manusia itu punya kekuatan seberapa jika ia tak berdaya lagi dan tersudut oleh berbagai macam masalah hidup yang datang padanya ?.Dan yang memiliki semua kekuatan dan kebesaran itu ya Tuhanku sendiri,Anakku.Allah...",Pak Riswan duduk menghela nafas",Dia akan memberikan ketenangan dan kekuatan pada Hamba-Nya yang mau kembali berserah diri dan tunduk pada-Nya,terlebih di saat Hamba-Nya itu mendapat Musibah dan Masalah.Itu akan terasa lebih baik",
"Oh,begitu.Baiklah....",Kata Reynan tak sedikit pun menampakkan emosionalnya kepada Ayahnya.
"Reynan,aku ingin meminta padamu sesuatu hal ?",
"Apa itu Ayah ?",
"Ibumu boleh saja tak bersama kita,bagaimana pun keputusan darinya nanti aku akan menerimanya dengan ikhlas.Dan,Andai saja kau mau dan bersedia mengikutiku,aku akan menjadi Ayah yang paling bahagia dan bangga...",
Reynan mendekati Ayahnya",Ayah,aku sekarang bersama Ayah.aku tidak bisa berbuat apa - apa jika ingin menemui ibu.aku pasrah saja hidup bersama Ayah.Walau tanpa Ibu,Bi Inah setidaknya bisa menggantikan sosok seorang Ibu di rumah ini...",
"Bukan itu yang Ayah maksud,Anakku ?"
"Lalu ?",
Pak Riswan meraih tangan Reynan dan menyerahkan Sajadah yang barusan ia pakai untuk Sholat.Reynan tahu maksud Ayahnya sekarang,Ia keheranan melihat Ayahnya",Andai saja kau bisa mengikutiku,Anakku.Aku akan merasa bahagia dan bangga menjadi seorang Ayah",
Terjadi pergolakan batin dalam diri Reynan,Emosinya sedikit menang untuk mempengaruhi pikirannya.Reynan langsung membuang Sajadah itu di samping Ayahnya",Tidak,Tidak Ayah.Tidak untuk sekarang,Ayah",Reynan membuang muka dan beranjak meninggalkan Ayahnya.
"Tapi,Anakku.Kumohon...",
"Tidak,Ayah.tidak...",
"Umur manusia siapa yang tahu,Anakku ?Ku mohon mengertilah keinginan Ayahmu ini",
Reynan berhenti sejenak.Namun,Pendiriannya sangat kuat untuk menolak Ayahnya.Ia pun keluar kamar Ayahnya dengan sedikit rasa sebal dan gusar.Dan,Pak Riswan pun tertunduk lesu.
***
Semakin sering Reynan menemani Rinata ke mana pun pergi dan kapan pun bertemu,Ia mulai merasakan timbulnya suatu perasaan dalam hatinya.
Rinata,seorang gadis dengan kecantikan dan pesona yang lengkap dalam dirinya.Postur tubuhnya,Wajah,Penampilannya dan kepribadiannya selalu membuat Reynan seolah - olah melupakan dunia.
Terkadang Mereka,Randy,Reynan dan Rinata menghabiskan waktu bersama.Mereka menjalin hubungan pertemanan dengan baik.
Namun,di sisi Reynan,Ia mengharapkan suatu hubungan yang melebihi dari Pertemanan.Ia ingin mengungkapkan isi hatinya pada Rinata,namun ia masih malu - malu dan segan dengan keberadaan Randy yang selalu berada di samping Rinata.
Randy mengundang Rinata untuk ikut di acara Peluncuran Album dan Single pertama milik Randy dan Teman - teman.Randy tentunya mengajak Reynan juga ke acara ini.Randy merasa bahagia,akhirnya cita - citanya menjadi seorang penyanyi dan musisi akan tercapai.Acara akan dilaksanakan Sore nanti.
Tiba waktunya untuk dimulai acara Peluncuran tersebut,Randy dan Reynan berangkat menuju tempat acara dan sebelumnya mereka menghampiri Rinata di rumahnya.Tiba di Panti jompo,Rinata sudah siap dengan penampilan yang benar - benar membuat dua pemuda ini terpana.Rinata juga menyiapkan Bunga untuk Randy sebagai ucapan selamatnya.
Tiba - tiba Handphone Reynan berdering,panggilan dari Ayahnya.Ia mengangkatnya.Wajah Reynan mendadak syok setelah mendapat kabar duka dari Ayahnya.Reynan pun meninggalkan Randy dan Rinata,ia memberi tahukan alasan pada Mereka bahwa Saudara Reynan sudah datang di rumahnya dan sangat ingin bertemu Reynan.Randy pun mengijinkan Reynan pergi.
Pak Riswan meminta Reynan untuk pergi ke rumah Neneknya.Dan di rumah itu,Rumah orang tua Ibu Rena,Ibu Reynan sendiri sudah tampak banyak orang berdatangan.Semua memakai Pakaian serba hitam.Suasana duka meliputi rumah ini.Salah satu keluarga mereka ada yang meninggal.Sayangnya,Ibu Rena lah yang meninggal.
Seorang Pemuda menemui Pak Riswan.Ia menanyakan keberadaan Reynan.
"Paman,aku turut berduka cita atas meninggalnya bibi",Pemuda itu memeluk Pak Riswan.
"Iya terima kasih,Marvin",Pak Riswan mengusap air matanya.
"Lalu,di mana Reynan ?"
"Oh,dia sedang menyendiri di teras belakang,mungkin ia tidak ingin menampakkan kesedihannya di hadapan semua orang.Temuilah dia,pasti kau bisa menghiburnya...",
"Baiklah,Paman.aku akan menemuinya",
Reynan berdiri dengan tatapan yang kosong.Ia tidak menyangka duka ini akan datang padanya.Ia bisa menahan kesedihannya sebenarnya.
Namun,setelah ia melihat Handphonenya,ada seorang teman mengupload foto Randy yang sedang berlutut di hadapan Rinata di Facebook.
Dari foto itu ia tahu,Randy sudah menembak Rinata untuk menjadi pacarnya.
Patah hati,jelas tergambar di wajahnya.Duka dan Patah hati yang ia rasakan membuatnya tak bisa berbuat apa - apa.
Ia terpaksa harus mengubur perasaannya dalam - dalam untuk Rinata.Ia hanya bisa berdiam diri dan menyendiri.Ia menguraikan kesedihannya dan kekecewaannya.Ia berharap,andai ada seseorang yang bisa mengerti perasaannya.
Seseorang menepuk bahunya,Reynan berbalik untuk melihatnya.Kakak Sepupunya,Marvin datang menemuinya.Sepertinya harapannya barusan begitu cepat terpenuhi,seorang yang tepat,seorang yang selalu menjadi teman curhatnya.dia paling dekat dengannya.
"Aku harap kau baik - baik saja,Rey.Yang sabar ya,yang tabah,aku tahu kau anak yang tabah",Marvin mengusap Bahu Reynan.
"Aku baik - baik saja,Kakak.Hanya saja aku kesepian sekarang ini",
"Ya,aku bisa melihatnya.aku datang untuk menemanimu",
Reynan langsung mendekap Marvin.Marvin pun menenangkan Reynan.
"Kakak,aku ingin bercerita pada Kakak sesuatu.aku ingin kakak mau mendengarkannya",kata Reynan dengan nada berat.
Marvin melepas Reynan",Apa itu ?ceritakan semuanya...",
Reynan menunjukkan foto Randy dan Rinata kepada Marvin.Reynan duduk untuk menceritakan semuanya pada Marvin.Dan di situ Marvin tahu adik sepupunya dalam keadaan yang kurang beruntung.
"Apa yang harus aku lakukan kakak?",
"apa yang terjadi padamu ini aku pernah mengalaminya,Rey.Waktu itu aku masih SMA,aku harus mengalah pada temanku,Niel,untuk seorang gadis,Namanya Nikita.
Kami sempat bersitegang hanya karena ingin mempertebutkan gadis ini,Niel sempat ingin menamparku.
Namun,Indra,kakak dari temanku yang lain,Arjun namanya menahan tangan Niel.Namun,Gadis itu sebenarnya mempunyai pacar.Niel juga sempat kecewa dan patah hati setelah tahu.Akhirnya,Gadis itu malah meninggal karena suatu penyakit.
Rasa cemburu,kecewa dan sakit hati benar - benar menggelapkan mataku.aku sempat berpikir apakah aku harus menjauhi sahabatku sendiri.aku menghapus pikiranku itu untuk menghormati Arjun.
Arjun selalu mendamaikan kami dan menghibur kami ketika kami terlibat pertengkaran.aku mengalah dan Arjun selalu melakukan tugasnya untuk menenangkan temannya,termasuk diriku.
Beruntung kau menceritakan ini cepat padaku,Rey.Dan jangan sampai kau sepertiku dulu,harus bertengkar dengan sahabatku sendiri.
Mengalah bukan berarti harus bertekuk lutut pada keadaan dan menggugurkan harapan itu begitu saja di hadapan satu gadis.Manusia diciptakan untuk mempunyai pasangan.
Jika ia belum bisa menjadi jodohmu,bersabarlah dan menarik dirilah darinya perlahan.melupakan dirinya dan mengobati rasa sakit hatimu.Masih ada gadis yang lebih baik darinya untuk dirimu",
"Ya,menarik diri dan mengobati rasa sakit hati,coba lihat kakak,aku tak punya seorang pun untuk menghiburku,dan aku mustahil untuk menceritakan semua perasaanku tentang ini kepada Randy,sementara Kakak punya teman bernama Arjun yang selalu menghibur kakak,lalu bagaimana denganku?apa aku harus datang kepada teman kakak yang bernama Arjun ini,dan berkata 'Hai,aku Reynan,aku sedang sedih dan tolong hiburlah aku',begitu ?",
Marvin tertawa ringan mendengar kata - kata Reynan",jika kau ingin menemui Arjun,kau bisa pergi bersamaku datang padanya.dia selalu menerima dengan baik siapa saja yang menemuinya",
"Bahkan Pasien gangguan jiwa sekali pun bisa sembuh dengannya ?",
Marvin menguyek kepala Reynan dan semakin keras tertawa namun ia menahannya",sepertinya kau menganggap dirimu seperti pasien gangguan jiwa itu ya ?",
"Eh,kakak,bukan begitu maksudku.Ah,ayolah,ajak aku menemui dia.Mungkin ini bisa menarik diriku dari mereka dengan bertemu teman - teman kakak itu",
"Ya ya,kau akan mendapat teman - teman jika kau berkunjung ke tempat kak indra.di sana ada Rama dan Iqbal yang selalu kami ajak berkumpul untuk berbagi hiburan dan duduk bercerita bersama",
"sepertinya menyenangkan,o ya,apa aku akan mendapat teman gadis di sana nanti ?apa aku bisa bertemu Kak Malika,kakak ?",
Marvin keheranan mendengar pertanyaan Reynan.Kehadiran Marvin setidaknya bisa sedikit mengalihkan perhatian dan perasaan Reynan.
Dan semenjak itu,Reynan mulai menjauhi Rinata dan Randy.Reynan selalu beralasan sibuk dengan kegiatan barunya,namun Ia tidak memberi tahukan kematian Ibunya kepada Randy,sahabat karibnya sendiri.
Sekali lagi,ia tidak ingin mengganggu Randy dan Rinata dengan memberi kabar duka ini.Dan ia ingin benar - benar bisa mendapat kelancaran dalam proses menarik dirinya dari perhatian dan kehidupan Randy,terlebih Rinata.
Meski Rinata sulit untuk dilupakan,namun Reynan selalu mencari hal lain untuk mengalihkan Perhatiannya dari Rinata.Tapi,Reynan masih menyimpan harapan dan perasaannya untuk Rinata.
Hingga,Ia berdoa,Ia meminta jika Suatu saat Ia sampai tak mendapat Seorang Gadis pun dan Tuhan mengubah takdirnya dengan menetapkan Rinata sebagai jodoh dan belahan jiwanya,ia akan menerimanya dengan senang hati.
Bukan untuk Nama lain Reynan meminta,Bukan untuk Hati yang lain Reynan menaruh harapan,Bukan untuk Cinta yang lain Reynan mengkhususkan doanya.Satu Nama,Satu Hati,Satu Cinta dalam satu Permintaan,Rinata.
***
Sebuah Lagu,Ya,Lewat sebuah lagu,Randy mengungkapkan Perasaannya kepada Rinata.Randy mengutarakan semua Perasaan,Keinginan,dan Kekagumannya pada Seorang Rinata,dan yang lebih penting adalah Cinta.Sebuah lagu yang Randy buat diam - diam untuk Rinata.
Dari dan Untuk Rinata.Dari Rinata,Inspirasi itu datang dari Wajah dan Kecantikan Wajah Rinata,Awalnya.Semakin Randy mengakrabkan dirinya dengan Rinata,ia semakin tahu tentang Kepribadian Rinata.Sempurna,Penilaian dari Randy untuk Rinata.Pesona Rinata menjadi Semangat dan Makna dari Lagu yang Randy buat.
Untuk Rinata,tak pandang tempat Randy merangkai kata demi kata,hingga bait demi bait.Di mana Randy berada dan bersama Rinata,Ide itu selalu ada diiringi debar jantungnya yang selalu terasa cepat.Di Kampus,Di Perpustakaan,Di Sepanjang Jalan,Di Panti Jompo itu bahkan Di Kebun Bunga yang penuh berbagai Macam bunga itu.
Senyum ekspresi kekaguman Randy selalu begitu saja tampak saat Ia melihat Keceriaan Wajah Rinata berada di antara Kuntum - kuntum bunga yang mekar itu.
"Bahkan,jika aku melihat senyum itu di antara Bunga - bunga yang mekar,sama halnya aku mendapat dua kecantikan yang sama Indahnya...",Katanya dalam Randy.
Tentu Saja ini menjadi Kebahagiaan yang tak terduga oleh Rinata ketika Randy mengungkapkan perasaan padanya.
Menjadi Seseorang yang dikagumi oleh Seorang Idola banyak orang adalah hal luar biasa yang terjadi dalam hidupnya.
Tentu saja Rinata menerima Randy menjadi Kekasihnya.Apalagi Randy sudah mempersembahkan Sebuah Lagu khusus untuknya.
Dan Momen - momen spesial yang romantis dan tidak akan pernah ia lupakan,Makan malam dengan berdua Randy.Candle Light dinner di sebuah ruangan khusus dengan hiasan rangkaian bunga Mawar merah di setiap sisinya setelah Acara Peluncuran Album pertama Band Randy.
Rinata terharu melebihi Kebahagiaan yang Ia rasakan.Ternyata Randy diam - diam menyukainya,dan bukan pada Gadis lain.Ia merasa menjadi Sosok yang spesial di Mata Randy.
Lagu persembahan itu akan menjadi salah satu single di Album Band Randy nanti.Dalam sekejap waktu,Lagu ini pun sudah siap diunduh di dunia maya untuk dinikmati.Ini akan menjadi lagu yang paling berkesan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Dengan ketulusannya,dengan Rasa Kasih sayangnya dan dengan penuh Rass Cintanya kepada Rinata.Lagu ini akan dikenal dan dinikmati banyak Orang.
***
Seperti Waktu berlalu sudah agak lama.Randy mulai jarang menemui Reynan karena Kesibukan barunya.Dan di saat Pulang Kampus,Randy bertemu dengan Reynan.Mereka berdua berbicara di taman kampus.
Reynan juga bahagia akan keberhasilan Randy.Reynan tak kunjung menghilangkan senyumnya untuk Randy saat Ia melihatnya.
"besok aku ada jadwal tampil di Mall jam setengah empat.kau harus datang menontonku,Rey...".Pinta Randy merangkul Reynan.
"Bisa...bisa...aku akan di barisan penonton paling depan,atau aku akan berdiri di samping kameramen jika penampilanmu ini nanti disiarkan oleh stasiun TV",
Randy tertawa ringan",tentu Reynan.ini penampilan On Air nanti.Kau harus datang,atau kalau perlu kau aku kuajak untuk bernyanyi di atas panggung",
"Apa ?!di atas panggung?oh tidak tidak,semua penontonmu akan angkat kaki jika aku ikut kau menyanyi,atau rating acaramu ini nanti akan anjlok jika mukaku ini tampak di televisi",
Randy menonjok lengan Reynan pelan",kau ini ada - ada saja.Ayolah,aku tidak akan melakukan itu.Kau cukup mendengarkan aku bernyanyi saja...",
"Oh ya,apa aku boleh Request lagu nanti ?",
"Lagu apa itu ?",
"Lagu potong Bebek Angsa !",
"Apa ?!Hahahahah....",
Randy dan Reynan tertawa terbahak - bahak.
"Kau masih belum hafal liriknya Rey ?",
"Ah,tidak tidak.Ah sudahlah,lupakan !",
"O ya,aku akan mengajak Rinata nanti",
Mendengar kata itu,Keceriaan Reynan hilang begitu saja.Patah hati itu terasa lagi.Reynan membuang muka.
"Hei,kau kenapa Rey?kok tiba tiba diam seperti itu",
"Tidak apa - apa Ran",
Randy heran kenapa Reynan berubah sikap setelah mendengar nama Rinata",Rinata...dia,aku akan mengajaknya datang ke acara itu",
"Ya...",
"Ada Apa Rey ?,O ya,Rinata menanyakan dirimu padaku kemarin",
Reynan menoleh ke Randy",apa yang ia tanyakan ?",
"Sepertinya kau mulai jarang menemuinya.kau mulai jarang bermain - main ke Panti.dia sering menanyakanmu padaku.Kita padahal satu kampus,kenapa kau sampai tidak bisa menemuinya sesekali Rey ?atau...",
Reynan tersenyum untuk menutupi perasaannya",Kakakku Marvin sekarang sering mengajakku bermain ke tempatnya.Ia mengajakku menemui teman - temannya.Ia juga sering mengajakku bermain futsal.aku sering menginap di rumahnya",
"Oh,begitu.Tidak apa - apa,tapi Rinata ingin bertemu denganmu Rey ?",
Reynan membuang muka lagi dan menampakkan muka murungnya sejenak",Yah.Aku akan menemuinya besok,Ran",
***
Kebahagiaan di setiap saat dan setiap hari.Keceriaan di Setiap Pagi yang cerah.Semua itu Rinata rasakan di hidupnya saat ini.Rasa bangga menjadi kekasih dari Pemuda menjadi Idola banyak Orang.Semangat,Semangat datang dari kebanggaan itu.Kebahagiaan Rinata menebarkan Semangat dan Keceriaan kepada Seluruh Penghuni Panti Jompo ini.Selalu terjaga dalam keadaan yang dama dan tenang.
Dan Tanaman Bunga Mawar yang Randy berikan padanya waktu itu,Rinata sudah menanamnya di tempat khusus dengan perawatan yang khusus dan teliti juga.
Tentunya dengan Cinta,Pemberian dari Kekasihnya ini selalu ia rawat dan ia jaga dengan baik.Rinata selalu memberikan saat - saat terbaik di mana Matahari memberikan sinar terbaiknya untuk Bunga itu.
Bunga Mawar itu tumbuh dengan subur dan mulai menumbuhkan Kuncup - kuncup yang bersiap untuk mekar.
Perkembangan Karir Randy mulai mengalami kemajuan.Ia mulai menerima tawaran untuk tampil di berbagai tempat.Ia juga mendapat seorang yang siap membuatkannya konser di setiap daerah.
Randy dan teman - teman mulai terkenal dan digandrungi Semua orang,terlebih gadis - gadis Remaja.Sekejap waktu,Ia mendapatkan beberapa Fans Club disetiap daerah,Sekolah dan Universitas.
Randy beberapa kali mengajak Rinata hadir di setiap Konsernya.Namun,Belum banyak orang yang tahu tentang siapa Rinata bagi Randy.Setiap pertanyaan yang datang pada Randy tentang Rinata,Ia menjawab Rinata adalah Sahabatnya.
Tak sedikit gadis yang menggoda Randy mengatakan bahwa Rinata pasti Kekasih Randy.Namun,Randy membantah mereka dengan canda ringan dan sikap malu - malunya.Justru itu malah membuat Penggemarnya semakin suka dan mencintai Randy.
Hingga Perhatian Randy mulai tersita untuk Penggemarnya,Waktu Randy untuk Rinata mulai berkurang.Namun,Randy berusaha mengatur waktunya antara untuk Penggemar dan Untuk Rinata.Rinata sadar akan keadaan ini,ia bisa maklum.Dan Ia semakin mencintai Randy juga,dan semakin semangat untuk merawat bunga Mawar itu.Satu - satunya Bunga Mawar Impor yang ada di kebunnya.
Dan Reynan,Ia selalu berusaha untuk melupakan perasaannya untuk Rinata.Ia hanya bisa berusaha memendam gejolak perasaannya di hatinya.Patah Hati,Harapan,Putus asa,dan Rasa Cinta.Mereka berlomba - lomba bergejolak untuk menguasai diri Reynan.
Semenjak meninggalnya Bibinya,Marvin tidak tega untuk membiarkan Sepupunya itu kesepian.Apalagi ia juga merasakan keadaan Adiknya itu.Marvin sering memergoki Reynan melamun dalam waktu yang lama,Pastilah yang berputar di pikirannya adalah Patah Hati,Cinta dan Gadis yang dikaguminya,Rinata.Untuk itu,Marvin berusaha mengalihkan perhatian Reynan untuk memberikan hiburan Reynan.
Marvin mengajak Reynan bertemu Arjun,Niel,Indra,dan Malika.Reynan mengagumi Indra,kakak Arjun.Siapa saja yang menemuinya dan bisa akrab dengannya,seolah - olah Ia bisa menjadi kakak bagi siapa saja.Sama dengan Reynan,Ia juga bisa cepat akrab dengan Indra dan Narendra.
Bercanda bersama Arjun adalah cara jitu untuk Reynan melupakan Kegalauannya.Dan benar apa yang dikatakan Marvin,Arjun selalu bisa membuat siapa saja yang merasakan sedih datang kepadanya menjadi lupa dan berubah suasana hatinya.Tidak hanya untuk Marvin dan Niel,Arjun juga menerapkan sikap yang sama terhadap Reynan.
***
Gerimis di siang ini,Rinata berjalan sendiri menyusuri jalan sepulangnya dari kampus.Wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi Bahagia dan ceria.Ia menebarkan pandangannya.Beberapa Pemuda berjalan dengan Kekasihnya,Mereka tertawa,bercanda dan menampakkan kemesraan.
Rinata melihat dirinya,berjalan dengan payung sendirian.Merasakan Keirian dan rindu akan kebersamaan bersama kekasih dan temannya,Randy dan Reynan.Hanya berteman hawa dingin di siang ini.
Ia berada di keadaan yang tidak memihak pada dirinya saat ini.Sampai di Rumah,Rinata berdiri di samping tiang di salah satu sisi teras.Hujan masih turun dengan deras.Gemuruh suara hujan ini seperti suara - suara cibiran dan ejekan yang ia dapatkan itu.
Ia tahu maksud mereka mengatakan kata - kata itu padanya.Kecemburuan dan Keirian yang mengarah padanya.Semua orang sudah tahu siapa dirinya bagi Randy.Ia adalah Kekasih Randy,pujaan hati Mereka.
Setiap hari,setiap saat,Setiap dirinya tampak di hadapan Gadis - gadis penggemar Fanatik Randy,Ia mendapat ejekan,hujatan,dan Kebencian.
Tidak hanya Secara langsung lewat mata kepala dan telinganya sendiri,Ia mendapatkan ungkapan Rasa Iri dan Cemburu itu.Lewat Akun - akun Media sosial miliknya.Di media ini tampak lebih parah,Ia menyaksikan Iri,Cemburu dan Dengki yang mengarah padanya dari Fans yang cemburu padamya dan Haters Randy.
"...karena dia seorang Pengurus panti jompo,jadi Randy berbelas kasihan padanya.Ia pasti juga mengemis - ngemis perhatian pada Randy.Cewek macam apa dia ini ?Murahan...",
"Ah !!dia ini merayu Randy dengan kegenitannya,apalagi dengan bunga - bunga yang terlihat konyol itu,dia ini ingin pamer di depan mata kita....Cewek gatel dia ini !!"
"Paling dia juga mau cari popularitas dengan jadi pacaranya Randy,Cewek tidak tahu malu...",
Ia mengabaikan mereka.Namun dalam hatinya,Kata - kata itu benar - benar menyayat hatinya.Dan dari situ ia tahu,mana Fans Randy yang baik padanya dan mana Fans Randy yang tidak mau mengakui status dirinya sebagai Kekasih Randy.Dan sayangnya,Jumlah Fans yang membencinya lebih banyak.
Randy semakin sibuk dengan kegiatan dan skejul Bandnya.Waktunya semakin tersita untuk memperhatikan Rinata.Memang Randy dan Band sedang mengalami kemajuan karir yang pesat,dan mulai menuju puncaknya.Randy melakukan tour show ke berbagai kota di luar daerah.
Ibu Lisa,Mama Randy menjadi Manajer Band Anaknya sendiri.Terkadang Randy menyempatkan waktu untuk menelpon Rinata,namun Mamanya sangat membatasi waktunya.Sangat jelas bahwa Ibu Lisa tidak suka Randy berhubungan dengan Seorang Gadis.
Reynan ?,seperti ia menghilang dari dirinya.Ia tidak pernah menemuinya lagi.Ia tidak mendapatkan canda dan tawa Reynan lagi.Ia mulai merindukan Reynan.Mata Rinata basah saat menatap foto Reynan.Entah kenapa ia merasa lebih membutuhkan Reynan saat ini daripada Randy,kekasihnya.
Mungkin karena perbedaan sifat kedua pemuda ini.Randy yang cenderung diam dan kaku dengan pembawaan yang halus.Reynan yang aktif dan selalu mendapatkan ide untuk membuat percakapan,dan sesekali Reynan menyelipkan canda dan humor di dalamnya.
Rinata membuat perbandingan di antara keduanya.Rinata merasa Canda tawa dan Keceriaan Reynan lah yang mampu mengobati kesedihan dan kerisauannya.
Samar - samar mulai terasa rasa kecewa pada Randy,Ia kekasihnya namun Ia tak mendapatkan apa - apa di dalam menjalin hubungan ini.Dengan lewat telefon,Mereka berbicara dan bercerita segala hal,itu pun dalam waktu yang tidak lama.
Itu tidak cukup membuat Rinata puas,malah membuatnya semakin rindu dan berharap - harap bisa menelponnya dalam waktu yang lebih lama lagi,Pertemuannya dengan Randy sekali pun dalam satu waktu.Randy dan Kesibukannya,Kesendiriannya dan Rasa Cemasnya serta sedikit rasa irinya saat melihat Randy berada di sekeliling Fansnya yang Ia dapatkan.
Di kampus pun,Rinata merasa kesulitan untuk menemui Reynan.Kedatangan dan kepulangannya susah bagi Rinata untuk menebaknya.Ia ingin sekali mencurahkan semuanya pada Reynan.Bahkan Nomer Hp Reynan sudah tidak bisa dihubungi lagi.Akun Facebook,twitter,dan media sosial lainnya pun sudah di blokir oleh Reynan.
Rinata merasa mulai kehilangan kesabarannya.Keadaan ini pun membuat Rinata enggan untuk memperhatikan pertumbuhan tanaman Bunga Mawar itu.
Rinata lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar,melamun di setiap sudut Panti jompo,atau menangis secara sembunyi - sembunyi di balik Pohon ketika ia merasa tidak ada cara lain untuk menguatkan dirinya setelah mendengar dan menyaksikan sendiri gosip - gosip negatif tentang dirinya dan Randy.
Seperti malam ini,Rinata menatap Foto Reynan dan Randy yang tertempel di dinding dengan terisak - isak.Bagaimana ini bisa terjadi ?Andai saja ia tidak pernah mengenal dua pemuda ini,apa dia akan mengalami saat - saat seperti ini ?.
Namun,Memori Kebahagiaan dirinya bersama mereka berusaha untuk meredam Kesedihannya.Batinnya bergejolak,Ia berusaha sabar.Rinata kehilangan semangatnya.Sikap dingin Randy hingga Kabar yang sudah jarang ia kirimkan pada Rinata setiap hari menjulangkan Kesedihan dan Kecemburuannya yang membesar.
Namun,Canda tawa dan Kekonyolan Reynan yang ada saja untuk dirinya kemudian terlintas kembali di benaknya,Ini sedikit bisa menahan timbulnya kesedihan dan kecemburuan itu.Rinata merasa tak berdaya di hadapan senyuman Dua pemuda yang ada di Foto itu.
Rinata mengusap Foto Reynan",Jujur,aku ingin kau ada di hadapanku sekarang.Aku sudah tidak punya siapa - siapa lagi.Kau tahu ?",Tetesan Air mata yang memantulkan cahaya lampu merembet turun di pipi Rinata",
Semua orang membenciku untuk kesalahan yang tidak ada sebabnya dan iri yang tidak beralasan yang jelas padaku,dan kau menghilang begitu saja dariku",Pandangannya beralih ke foto Randy sejenak",
sementara dia,dia sibuk dengan teman - temannya dan Fansya di luar sana.aku harap dia tidak lupa siapa diriku baginya ?",Rinata menghela nafas dan mengedipkan matanya,dua tetes air
mata yang menetes dari matanya",
Tanpa dirimu,Reynan.Bagaimana jadinya hidupku saat ini ?sementara aku merana dalam keadaan seperti ini.Kau selalu menghiburku,namun kenapa kau tidak ada untuk sekarang ini ?kenapa ?.Bagaimana jadinya hidupku ini,Reynan ?Tanpa dirimu.kau sahabatku,kau tempat curahan hati dan kesedihanku.Kumohon datanglah sekarang juga padaku...",
Sesorang sudah memperhatikan Rinata dari tadi.Seorang laki - laki paruh baya memakai pakaian gamis berperawakan agak besar dan tinggi.Ia mendekati Rinata.
Rinata merasakan kehadiran seseorang.Rinata melihat siapa yang mendekatinya.Hatinya merasa lega dengan kedatangannya.Ia segera memeluk Pria itu erat - erat.
Mereka duduk di ranjang.Pria itu mengusap air mata Rinata.
"Apa yang terjadi,Anakku ?",
"pernahkah Ayah mengecewakan seorang wanita ?",
"Tidak,Rinata",
"Bagaimana Ayah bisa sampai mencintai ibu ?Apa Ayah pernah mengecewakan ibu ?"
"Karena rasa cinta itu sendiri,rasa keinginan yang kuat,keinginan yang membawa Kemurnian dan ketulusan cinta Ayah untuk Ibumu.Cinta yang suci kami bersatu.Ayah tidak pernah mengecewakan ibumu,pernah kami bertengkar dan marah satu sama lain.Namun,Entah kenapa ada sesuatu yang membuat kami membaik kembali,tentu saja perasaan Cinta itu sendiri.
Dan kehadiran dirimu membuat Ibumu semakin menyayangi Ayah .Hingga Ibumu meninggalkan Ayah lebih dahulu.Ia merasa berat dan tidak rela untuk menghadapi ajal yang menjemputnya saat itu.Ibumu sangat menyayangi Ayah,dan menyayangimu melebihi apa pun yang paling berharga di dunia ini.
Ibumu bertanya pada Ayah,apa ia bisa meminta penundaan untuk tiba waktu ajalnya,namun Ayah bertanya pada Ibumu, bagaimana Allah bisa mengubah ketetapan-Nya yang sudah ia tulis dalam kitab Lauh Mahfudz untuk ajal ibumu itu,Anakku",
Rinta merasa sangat tersentuh dengan cerita Ayahnya itu.
"Permintaan Ibumu hanya satu,Anakku",
"Apa itu Ayah ?"
"Cinta.Ayah datang pada Ibumu untuk Cinta.Ayah menikahi Ibumu hanya untuk Cinta.Kami menyambut dirimu dengan penuh Cinta.Ayah mengikhlaskan Kepergian ibumu dalam kekuatan Cinta.
Ayah menyayangimu,Ayah tidak bisa membuat perbedaan seberapa besar Cintaku terhadap dirimu dibanding Ibumu.Aku menyayangimu sama seperti menyayangi ibumu.Ayah merawat dan membesarkanmu dengan penuh rasa Cinta.
Ibumu meminta Ayah untuk menanamkan pada dirimu Rasa Cinta,Cinta yang tulus dan Ikhlas.Karena ia tidak akan bisa mengajarimu secara langsung apa itu Cinta.
Semua tentang Cinta,Permintaan Untuk Cinta.Cinta Ayah,Cinta Ibu dan Cinta untukmu,Anakku",Ayah Rinata,Bapak Dinata mengusap Airmata Rinata hingga menyibak rambut Rinata.
"Ayah pasti sudah melihat semua yang terjadi padaku tadi ?",
"Ayah tahu,Anakku.Kebencian dan Kedengkian itu merusak Hati dan Cinta itu.Ayah bisa merasakan,kau sudah menerima banyak Kebencian dan kedengkian dari siapa saja.Mana yang kau cintai ?",
Rinata menunjuk Foto Randy dengan gerakan yang berat.Rasa berat yang tergerak oleh rasa kecewa.
"Ayah juga sudah tahu siapa dia,Ayah sudah tahu semua yang terjadi di antara kalian.Berita dan gosip tentang kalian sudah sampai ke telinga Ayah.
Kau begitu larut dalam kesedihan ini,Rinata",
"Bagaimana aku tidak demikian ?aku tidak mempunyai siapa - siapa kemarin,Ayah ?bagaimana aku bisa meredam kesedihanku?Bagaimana bisa aku bisa mendapatkan seseorang untuk menjadi tempat berbagi dan masalahku ini,Ayah ?.
Sementara teman - temanku berubah membenciku setelah mereka tahu siapa diriku sebenarnya bagi Pemuda yang ada di foto itu.aku selalu ingat Ayah,aku rindu padamu Ayah",Rinata kembali terisak - isak.
Pak Dinata menenangkan Putrinya itu"Dan sekarang Ayah sudah datang padamu,dan Ayah melihat dirimu terlalu larut dalam kesedihan ini,Rinata.Kesedihan yang membuatmu lupa akan ada sosok yang lebih dan paling menyayangimu,bahkan jika Ayah tidak mungkin pulang malam ini,sayang",
Rinata menatap wajahnya terdiam bertanya - tanya.
"Siapa Ayah ?siapa dia ?",
Pak Dinata mengambil sesuatu dari saku celananya,Rinata melihat Ayahnya menggenggamkan sesuatu ke tangannya.Rinata melihat benda apa itu,Sebuah tasbih.
"Allah,Tuhan Maha Pengasih Tuhan Maha Penyayang.Kesedihan ini datang untukmu dari Allah,karena Allah ingin kau bisa kembali mengingat-Nya seperti kau mengingat Ayah,sekalipun jika Ayah tidak bisa pulang menemuimu,Ingatlah Dia,Anakku.
Meski Ayah jauh darimu,tapi Allah lebih dekat dari keberadaan Ayahmu.Allah Yang Maha membolak - balikkan Hati Manusia.Dengan kesedihan ini,Allah ingin membuka matamu,Allah ingin kau tahu bahwa Dia Maha Menyayangi Hamba-Nya.Allah ingin menyampaikan rasa Cinta-Nya padamu.
Puji Syukur,Alhamdulillah,jika kau termasuk dalam Hamba - hamba yang di Kasihi oleh Tuhanmu,Anakku.Tak perlu lewat surat dan kata - kata romantis itu,Rinata,dengan hidayah dan membaca Ayat - ayat Al Qur'an itu Allah akan menaungimu dengan Rahmat dan Kasih-Nya untukmu.
Subhanallah,Alhamdulillah,Allahuakbar,dan Lailahailallah,empat kalimat ini jika sampai kau mengucapkannya dengan Khusyuk dan Ikhlas,itu akan membuatmu lebih baik,Ingatlah Allah,Anakku.Allah akan memberi ketenangan dan kedamaian pada Hatimu.
Mari Anakku....",
Pak Dinata menuntun Rinata mengambil Air wudhu.Mereka melaksanakan Sholat Isya' bersama.Dalam empat rakaat itu,dalam rukuk dan sujudnya,dalam rintihan doanya,Rinata mendapatkan bukti bahwa Allah memberikan kedamaian dan ketenangan hati untuknya.
Jika Allah mencintai Hamba-Nya,maka ia akan memberikan ujian pada Hamba-Nya,Ujian untuk menyadarkan dan mengingatkan Seorang Hamba bahwa tidak ada kekuatan dan kekuatan yang paling besar selain hanya Milik Allah.
"Innallaha 'alla kulli syai'in qodir...bukankah demikian,Wahai Saudaraku Sekalian ?",
***
Beberapa bulan Kemudian...
Siang itu di salah satu ruangan Dokter,Ibu Lisa tengah membicarakan keadaan Randy dengan Seorang Dokter Wanita.Bu Lisa tampak putus asa,Ia akhirnya membuat sebuah keputusan untuk Randy.
"Singapura...",Bu Lisa melihat Wajah Dokter
"Anda ingin membawa Anak Anda ke Singapura,Bu ?",tanya Bu Dokter dengan halus.
"Yaa.aku akan membawa Anakku ke Singapura.Kurasa Randy akan mendapat Pengobatan yang terbaik di sana.Aku yakin keadaannya akan membaik di sana",Mata Bu Lisa tertuju ke arah Luar Jendela.
"Baiklah,jika itu keputusan Anda ibu,Silahkan.Kami sudah memberikan Usaha kami yang terbaik untuk Anak Anda.Saya Mohon Maaf jika ada beberapa Kekurangan Kami dalam melayani Keluarga Anda...",
"Iya.Terima Kasih,Dok",Bu Lisa mengangkat tasnya hendak bangkit dari Kursi
"Terima Kasih Ibu sudah mempercayakan Anak Anda kepada Kami.Semoga dia mendapat kesembuhan,Bu",Bu Dokter.
Bu Lisa sedikit tersenyum untuk berbasa basi",Iya Dok.Saya Permisi dulu,Selamat Siang",
Bu Lisa meninggalkan ruangan dokter itu.
Dan di hari berikutnya,Reynan pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk Seseorang.Reynan masuk ke sebuah ruangan rawat VIP.Tampak Randy terbaring lemah dengan selang infus terpasang di pergelangan tangannya.Kepalanya masih terbalut Perban.Tak Seorang pun yang menemaninya di ruangan itu.
Terjadi kecelakaan yang dialaminya di suatu malam pulang dari Studio Musik setelah melakukan latihan.Ia berjalan pulang sendiri mengendarai motor.Karena terlalu lelah,Ia memaksakan diri untuk melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memakai Helmnya.Hingga Ia terkejut mendapati sebuah Mobil Sedan melintas di depannya tiba - tiba.
Motornya menabrak Sedan itu dengan keras.Tubuhnya terpelanting ke atas hingga terjatuh di atas kap mobil bagian depan.Kepalanya yang paling awal mendarat.Seketika darah segar mengucur dari pelipis dan telinganya setelah mengalami benturan yang cukup keras.Randy tak sadarkan diri.
Reynan duduk di ujung ranjang ini.Randy merasakan kehadiran Reynan.Ia membuka matanya perlahan,Wajah cemas Reynan yang pertama ia lihat.Senyum di wajah pucat dan lemah itu,senyum dengan maksud untuk menenangkan Hati Reynan.
"Terima kasih,sudah menjengukku Rey",
"Ya.Sama - sama.Bagaimana keadaanmu sekarang ?",
"Seperti aku hendak bersiap naik panggung untuk tampil,Rey",dalam Keadaan lemah itu Randy ingin mengajak Reynan bercanda.
"Tapi...",
"Sudahlah,Reynan.Aku ingin membicarakan sesuatu hal denganmu",
"Apa itu ?",
"Apa kau sudah menemui Rinata ?",
Reynan membuang muka lagi,Randy melihat Sikap Reynan.Tangan lemah itu perlahan meraih tangan Reynan.
"Kenapa Reynan ?Apa yang sebenarnya terjadi padamu ?Ada apa denganmu dan Rinata ?",
"Tidak apa - apa,Randy.Kami baik saja - saja",
"Tidak mungkin sesuatu hal yang tidak wajar tidak terjadi di antara kalian hingga kau berubah seperti ini saat aku bertanya tentang Rinata padamu.Kau selalu membuang muka dan menyembunyikan sesuatu",
Reynan membisu.Patah Hati itu kembali
datang di hatinya.
"Aku tahu apa yang terjadi padamu Rey.Perasaanmu dan Rinata.Aku tahu perasaanmu pada Rinata.Mungkin jika aku musuhmu,kau akan segera merebut Rinata dari tanganku,Bukan ? Iya Kan ?",
Reynan tetap membisu.
"Maafkan Aku sebelumnya Reynan.Aku ingin menceritakan semuanya padamu,semua hal yang aku pendam dan aku tahan selama ini.mungkin saat inilah titik penghujungku kehabisan kekuatan untuk bersabar.Kumohon dengarkan semuanya,Reynan.Maafkan aku,jika ini akan menyinggung perasaanmu",
Reynan menoleh ke Randy.Mata Reynan berkaca - kaca,pertama kali Randy mendapati Reynan berwajah sedih hingga berkaca - kaca seperti ini.
"Yah,aku benar ternyata.Kau menyimpan perasaanmu terhadap Rinata",
"Ceritakan Semuanya Ran",Reynan menghela Nafas",jangan khawatirkan diriku",Kata - kata Reynan dengan bibir yang bergetar.
"Aku sudah menembak Rinata saat Acara Launching Album waktu itu.Aku sudah menjadi kekasih Rinata,Gadis yang aku kagumi.Wajahya,kepribadiannya,Sifatnya dan Kerja Kerasnya.Meski aku seorang Pujaan banyak Orang,aku merasa diriku bukan siapa - siapa di hadapan Rinata.Aku bahkan memuja dan menyayangi Rinata,Mereka,Anak - anak Gadis penggemarku,tidak ada apa - apanya dibandingkan Rinata",Randy menghela Nafas dan kembali tersenyum",
Menjadi kekasihnya,aku berharap bisa memberikan kebahagiaan pada hidupnya,awalnya.Setidaknya aku sudah memberikan sedikit kebahagiaan padanya.
Namun,bersamaan dengan keinginanku untuk meraih cita - citaku,aku tetap berusaha untuk bisa turut memberinya kebahagiaan dan tetap membuatnya tersenyum.
Hingga aku mulai bisa meraih apa yang aku cita - citakan,dan semua sudah sampai sejauh ini.aku yakin dia akan bahagia juga dengan keberhasilanku.Rinata dan Cita - cita yang sudah aku capai ini,awalnya aku harap bisa mendapatkan semuanya.aku harap.
Namun,itu malah menjadi dua pilihan yang sangat sulit bagiku.aku kekasih Rinata,Reynan.aku harus mencintainya,aku harus memberinya perhatian,menyayanginya dan paling tidak selalu ada di sampingnya kapan saja.itulah yang seharusnya ku lakukan.
Tapi,aku sudah menjadi diriku yang ada di impianku dan cita - citaku,aku tidak mau meninggalkannya dan berpaling dari semua ini begitu saja.aku sudah bekerja keras dan bersusah payah untuk mencapainya.Semua orang sudah mengenal dan mengagumiku,ini yang kuinginkan.mereka menyukaiku dan kami.aku sudah mendapatkan yang aku ingin sejak dulu,Rey",Randy menggenggam pergelangan tangan Reynan lebih erat",
Kenyataan yang terjadi tidak seperti yang kuharapkan,Entah apa yang dia rasakan dengan menghadapi keadaanku kemarin.Kesibukan itu dan Pengabaianku terhadap Rinata.aku berusaha semampu mungkin untuk tetap memperhatikan Rinata,namun ini adalah hal yang sulit aku lakukan.
Aku terjebak dalam keterbatasan dalam hubunganku bersama Rinata.
Mungkin kau sudah melihat apa yang terjadi di kampus,apa yang terjadi pada Rinata.kau pasti berpikiran bahwa aku hanya diam begitu saja melihat semua hal yang Rinata dapatkan di balik keberhasilanku ini,Rey ?.
Tidak,Tidak,aku merasakan apa yang Rinata rasakan.aku melihat semua orang iri padanya,meluapkan kecemburuannya dengan sikap yang buruk pada Rinata,dan Mereka memojokkan Rinata,itu semua karena diriku.Semuanya berdampak pada Rinata,perasaan dan jiwanya.Ini hal tersulit yang harus aku lakukan.aku tidak membayangkannya hingga sampai terjadi seperti ini.
aku ingin sekali menemui Rinata dan menghiburnya,namun sekali lagi,aku terjebak dalam aturan dan batasan yang Mamaku terapkan,Rey.Dengan larangan darinya membuatku tidak mungkin bisa menemuinya",Di sudut mata kiri Randy sudah tampak sebulir air mata",
Mungkin dia sudah kecewa padaku,Mungkin Hatinya sudah terlalu terluka Reynan.Jika kau berada di posisiku,pasti kau bisa merasakannya,bukan ?.aku selalu berusaha untuk menenangkannya dan memberinya harapan untuk memberikan waktu dan pertemuan padanya.aku selalu berkata aku masih tetap mencintainya.
Sayangnya,aku hanya memberinya janji dan harapan,tanpa pernah menepatinya.Aku mencintainya Reynan,namun aku selalu berontak dengan keadaan ini,keadaan ingin aku mengalah namun aku selalu berusaha untuk berontak.
Hingga aku merasa lelah dan putus asa,Keadaan ini membuatku untuk menuruti Egoku,Ego untuk mengabaikan keadaan Rinata.ini yang selama ini aku lakukan Rey,setiap saat,setiap aku berpikir untuk memperbaiki keadaan Cintaku pada Rinata.
Aku mencintainya Reynan,aku mencintainya...namun kenyataanya aku malah membuatnya terluka dengan keadaan ini,pengabaianku yang membuatku tak berdaya ini.aku harap ini tak membuat Rinata mengubah perasaannya padaku,aku harap tidak demikian.
Bagaimana aku bisa hidup lebih lama lagi dalam keadaan ini ?Bagaimana aku bisa hidup dengan melihat Rinata semakin terluka dan kekecewaannya padaku ?
Lalu,Bagaimana bisa aku harus melepas semua Pencapaianku ini hanya demi memberikan hidupku kepada Rinata,Reynan ?Tidak,mungkin.Aku harap aku bisa mencintai Rinata dan menjalani hidupku bersamanya dengan cita - cita yang sudah aku capai.Ini adalah Harapan yang mustahil bagiku Reynan",Dalam mata yang basah itu,Randy menatap Mata Reynan dalam - dalam",
Kau mencintainya,Rey ?",
Reynan hanya diam dan menahan kata Iya yang hendak Ia ucapkan di lidahnya.
"Kenapa Reynan ?kenapa kau diam seperti ini ?katakan bahwa kau juga mencintai Rinata Reynan ?katakan....",,tanya Randy berusaha bangkit dari pembaringannya.
Reynan terpaksa menggeleng dengan hati yang seolah - olah hampir hancur.Dalam hatinya membuat pertimbangan,Mengatakan ya dan nanti akan membuat Randy menyesal atau mengatakan tidak dan nanti dia harus menyembuhkan hatinya kembali dalam waktu yang cukup lama.
"Kau bohong Reynan...Kau menyembunyikannya dariku,kau...",
Kali ini Randy pertama kali melihat Reynan terisak - isak.Ini Pertama kali Randy melihat Reynan menangis.Randy tahu apa yang Reynan rasakan.
Randy menggenggam tangan Reynan",Jika kau takut untuk menyinggung perasaanku,jangan lakukan itu Reynan.Demi persahabatan kita,aku tahu perasaanmu.Katakan sejujurnya,Kau juga mencintai Rinata....",
Dengan bibir yang bergetar,Reynan mulai bicara ",Ya.Aku mencintai Rinata,namun aku telah salah memelihara Perasaan ini",Sedikit rasa Lega di hati Reynan.
"Yaah.akhirnya,kau berkata jujur.Apa yang membuatmu merasa bersalah Rey ?",
"Kau mencintai Rinata,Aku tidak tahu sebelumnya.Mungkin juga kau tidak tahu sebaliknya ?",
"Kau takut melukai perasaanku jika kau mengungkapkan perasaanmu pada Rinata terlebih dulu ?",
Reynan mengangguk.
"Lakukan saja Reynan jika waktu bisa di putar kembali",
Reynan terkesiap mendengar apa yang Randy katakan.
"atau Lakukan saja jika waktu sudah tidak bisa di putar kembali...",
"Kau mencintainya,Kau kekasihnya sekarang,Randy ",
"Ya,aku mencintainya tapi aku tidak bisa memberikan sosok seorang kekasih pada Rinata,Reynan",
"Tapi,belum terlambat untukmu Randy,semua bisa diperbaiki meski kita tidak bisa memutar kembali waktu.Aku akan membantumu ",
"Tapi,kau mencintai Rinata,Reynan.Lalu,bagaimana dengan Perasaanmu ?",
Reynan diam.
"Mama akan membawaku ke Singapura,besok lusa Reynan.Semuanya sudah siap,bagaimana aku bisa memperbaiki semua ini dalam waktu yang sekejap ?,
aku harus melepas karirku di sini,aku harus meninggalkan semua di sini,dan aku harus meninggalkan...",Randy meneteskan Air Mata",Rinata di sini,Reynan.Mama ingin mengajakku menetap di sana bersama Suami barunya.Lalu,Bagaimana dengan Cintaku dan Rinata,Reynan ?",
Reynan tak menyangka Randy memberi tahunya keputusan ini.Randy mengambil Sebuah kotak,bisa terlihat isinya sebuah kalung,dengan liontin berbentuk bunga Mawar merah.Randy menyerahkan pada Reynan.
"Aku masih mencintai Rinata,Rey. Tapi,aku akan segera meninggalkannya.Meninggalkan dirinya yang dengan hati terluka dan Putus Asa.Mungkin ini tidak akan bisa di maafkan.Tapi,aku tidak berdaya dengan keadaan ini seperti ini Reynan,entah apakah aku akan bisa hidup lebih lama lagi di dunia ini ?",
"Jangan Katakan itu,Randy.aku akan membawa Rinata kemari untukmu...",
"Jangan Rey,jangan.Aku takut nanti dia akan terpukul melihat keadaanku dan itu akan mempersulit kepergianku bersama Mama.Tolong mengertilah Reynan,Kawanku...",
"Lalu,apa yang harus aku lakukan ?",
"Penuhi Permintaanku Reynan,Kumohon...kau pasti bisa melakukannya",
"Apa itu ?",
"Aku takut jika Rinata terus hidup dalam kesedihan dan Keputus asaannya Reynan.Aku yakin Rinata mulai kehilangan Harapannya,dan itu salahku Rey.Namun,harus bagaimana lagi ?dan Cintanya,Hatinya akan terus membuat permintaan akan Sebuah Pertemuan denganku,Namun bagaimana itu akan terjadi ?.Kesedihan,Keputus asaan dan Mungkin Rinata akan segera kecewa padaku.
Satu hal yang paling indah yang Ia miliki Reynan,satu hal yang tidak bisa kutemukan di mana pun,ialah Senyuman Rinata.Senyuman Kebahagiaan dan Kebanggaan dari Ketulusan Hati dan Cintanya.aku tidak ingin Rinata kehilangan Senyum itu di wajahnya Reynan.
Aku masih mencintainya,Reynan.Kau juga mencintainya kan ?",Tanya Randy penuh harap.
"Ya.Aku mencintai Rinata,Ran",:
"Tolong....",Randy menghela nafas dengan sedikit tersengal",Penuhi Permintaanku Reynan,Jangan biarkan semua hal tadi terjadi pada Rinata,Rey.Kau menyayangi Rinata dan kau juga tidak mau itu terjadi padanya,bukan ?",
Reynan mengangguk.Randy menggenggamkan Kotak berisi Kalung Emas Putih itu.
"Katakan pada Rinata bahwa Kau mencintainya Reynan,ungkapkan perasaanmu padanya,kau akan membuat kebahagiaan baru dan lebih baik bagi Rinata,aku yakin kau bisa.
Ini untuk Rinata Reynan.Berikan padanya,Aku juga mencintainya Reynan,ini lambang Cintaku untuk Rinata.Bersama Cinta mu dan Cinta yang ada di liontin untuk Rinata,aku harap aku bisa menebus semua kesalahan ini pada Rinata.Dan
Cintamu untuk Rinata akan membawanya pada Hidup yang baru.Entah akankah dia melupakanku atau tidak,aku masih akan tetap mencintainya.
Kumohon Reynan,Kau sahabat baikku,kau seperti saudaraku sendiri....",Randy melepas Kotak itu dari genggaman Reynan.
Perasaan yang ada di hati Reynan tidak bisa dijelaskan.Ia melihat sekujur badan Randy.Reynan langsung mendekap Randy dan menumpahkan tangisnya.Perasaan
yang sulit untuk bisa dijelaskan.
***
Rinata berusaha untuk menyembuhkan hati dan perasaannya.Dengan mematikan Akfitiasnya di dunia maya,dia tidak akan mendapat semua berita dan gosip negatif tentang dirinya yang akan membuatnya semakin terpuruk.Meski harus sedikit jauh dari Kabar dan Perkembangan Randy,ia tetap melakukannya.
Demi perasaannya,Rinata memberanikan dirinya.Ia mengabaikan semua ejekan dan hujatan dari Orang - orang yang sudah iri dan Dengki padanya.Ia mulai terbiasa dengan keadaan ini.
Namun dengan berjalannya waktu,Rinata menyadari Semua itu berangsur berkurang dan hilang.Awalnya ia ingin mencari tahu apa sebabnya semua orang membicarakan Randy dan mengaitkan dengan dirinya yang kemudian menjadi Fitnah baginya.
Namun,Ia berusaha tetap mengabaikannya.Demi kesembuhan hatinya,Ia rasa memperhatikan keadaan yang berangsur hilang ini adalah Hal yang sia - sia.
Ia mulai membangun kembali semangatnya seperti semula.Dan statusnya sebagai kekasih Randy,Ia tidak perlu berbangga diri lebih lama karena itu adalah beban bagi dirinya.Yang lebih penting adalah ia harus berpikir bagaimana caranya berbahagia dengan caranya sendiri.Ia menata kembali semua seperti semula.
Keceriaannya,Semangatnya,dan Hari - hari yang terasa suram awalnya,ia akan mengubahnya menjadi bersinar dan segar seperti kuntum - kuntum bunga yang ia petik setiap paginya.
Dan di suatu siang,Saat Ia ada jam kuliah Siang,Rinata sudah tiba di halaman.Ia membawa Bunga pesanan salah satu dosennya.Ia berjalan menuju Ruangan Dosen tersebut.Ia berjalan penuh semangat dengan wajahnya yang ceria dan tetap menunjukkan keramahannya.
Reynan tampak berjalan dari arah yang berlawanan,Ia hendak pulang.Keduanya
semakin berjalan mendekat.Namun mereka tidak saling menyadari.
Hingga beberapa jengkal jarak keduanya,Barulah Mereka saling menatap.Rinata menyadari kehadiran Reynan,begitu juga sebaliknya.Keduanya pun berlalu.
Namun,saat mendapatkan satu langkah ke depan,Rinata berhenti lebih dulu.Ia terkesiap.Begitu juga Reynan,Ia berhenti.Angin berhembus di antara mereka.
"Selamat Siang,Reynan",Rinata menyapa Reynan namun Ia tidak mendapat keramahannya.Mereka saling membelakangi.
Reynan terdiam sejenak",Selamat siang,Rinata",
Rinata berbalik"hai....Bagaimana kabarmu ?"
Reynan sedikit heran dengan keadaan Rinata.Ia berbalik dengan sedikit kecanggungan",Aku,baik - baik saja",Kali ini Reynan seperti Reynan yang berbeda.
"Syukurlah...Kau mau ke mana ?",tanya Rinata dengan keramahan yang tak pernah hilang.
"Aku mau pulang,kau ?",
"Aku ada jam kuliah siang hari ini",
"Oh,"Reynan melihat bunga yang Rinata bawa ",dan bunga ini ?Ah !!!kenapa aku harus bertanya lagi ?",Reynan menepuk dahinya,Sepertinya sikap suka bercandanya timbul kembali.
Rinata tersenyum",Ini untuk Bu Risma Reynan",Hatinya merasa lega,akhirnya bisa bertemu dengan Reynan.
"Oh begitu,baiklah...aku duluan ya...",sayangnya kali ini tidak ada percakapan seperti Mereka pertama kali bertemu.
Rinata menghilangkan muka cerianya.Ia kembali berjalan menuju Ruangan Bu Risma.
Sore di lain hari,Rinata menunggu bis untuk pulang.Mendung mempergelap langit dan siap menumpahkan Hujannya.Gerimis pun turun,Bis yang ia nanti pun tiba.Banyak orang yang masuk ke dalam bus,Ia tampak tidak bisa mendapat celah untuk masuk sementara Hujan kian deras.Ini adalah bis terakhir hari ini.
Sayangnya Rinata tak bisa masuk ke dalam Bis dan harus kehujanan.Rinata berusaha mengejar bis itu namun Bis itu terlanjur melaju dengan cepat.Rinata tersandung satu lubang jalan yang penuh genangan air.Ia terjatuh di tengah Hujan yang lebat ini.
Ia merasa sedih tidak bisa segera pulang.Ia menangis di tengah derasnya hujan itu.Lalu,Seseorang tampak memberinya naungan dengan Jaket.Rinata menyadari hal ini.
Ia menoleh ke atas untuk melihat siapa yang menaunginya.Reynan.Reynan mengulurkan tangannya,Rinata meraih tangan Reynan dan berdiri.Lututnya terasa sakit untuk berjalan.
Reynan langsung menggendong Rinata di punggungnya.Rinata memegang Jaket Reynan sebagai Naungan Mereka.Reynan mengajak Rinata pulang ke rumahnya.Kejadian yang tak terduga,Rinata menuruti ke mana Reynan akan membawanya.Di sepanjang jalan ia hanya melihat Wajah Reynan saja dari arah belakang.
Reynan menundudukkan Rinata di kursi Ruang tamunya.
"Kakak,aku pulang,tolong bawakan handuk untukku....",,panggil Reynan pada Seseorang.
Marvin hadir membawakan Handuk untuk Reynan",Ini Rey...",Marvin terdiam melihat siapa yang Reynan bawa ke rumahnya.
Reynan mengambil handuk itu dan menyerahkannya pada Rinata.Reynan duduk di samping Rinata.
"dia kak Marvin,Rin.Kakak Sepupuku.kau baru menemuinya kan ?",
Marvin mendekati mereka",Hai,nama saya Marvin.Dan Pemuda yang duduk di sebelahmu itu adalah Reynan,adik sepupuku.Senang berkenalan dengan Anda....",Marvin memperkenalkan diri dengan gaya bercanda.
Rinata pun tertawa melihat tingkah Marvin.Reynan juga tertawa.Ia memeriksa lutut Rinata.Lalu,ia masuk ke kamarnya.Tak lama kemudian,Reynan datang dengan nampan dengan Tiga gelas teh hangat dan kantung berisi Obat luka.
Reynan meletakkan nampan itu di atas meja.Tubuh Rinata sudah tampak sedikit kering.
"Lukamu harus segera ditangani Rinata",Reynan menuangkan Obat pembersih luka di kapas dan langsung mengusapkannya pada lutut Rinata dengan cukup kuat.
"Ah !!",Rinata berteriak kesakitan.
"Oh,maaf...",Reynan menarik tangannya
seketika.
"Sakit sekali Reynan...",,Rinata mengusap sekitar lututnya yang terluka.
"Mungkin aku terlalu kuat menekan",
"I..iya..",
"Baiklah,aku akan lebih pelan...tahan sedikit Rinata",
Reynan pun membersihkan luka Rinata dengan sabar.Setelah Hujan reda,Ia mengantar Rinata pulang.Dalam hati Rinata memanjatkan puji syukur untuk apa yang terjadi hari ini bersama Reynan.Pertolongan dan Penanganan Luka oleh Reynan yang penuh kesabaran
padanya.Ia sangat terharu.
***
Sebelum berangkat ke kampus,Rinata memandang foto Reynan untuk beberapa saat.Kebahagiaan yang ia rasakan.Sejenak matanya bergeser pada Foto Randy,Perasaan sedih dan Harap - harap cemas itu datang lagi.Ia ingin mencari tahu kabar Randy,Keduanya masih terikat hubungan ini,Cinta.
Namun,Kembali melihat Foto Reynan membuat Rinata berubah enggan untuk mencari tahu kabar Randy.Ia ingin menikmati saat - saat ini,hanya ada dirinya dan Reynan,Sahabat Terdekatnya.Ia lalu berangkat ke kampus.
Semangat untuk merawat Bunga Mawar pemberian Randy tumbuh lagi.Meski tanpa kehadiran Randy,tidak apa - apa.kali ini keberadaan Reynan memberi Nuansa sendiri di hari - hari Rinata.Namun,Rinata tetap masih mencintai dan mengharapkan Randy.
Jam kuliah Rinata di akhir pekan ini tidak lama,sama juga dengan Reynan.Keduanya bisa pulang bersama.Reynan menenami Rinata pulang.
"Rinata...",
"Ya,Rey...",
"Bagaimana dengan keadaan Lututmu ?apa masih terasa sakit ?",tanya Reynan menoleh ke Rinata.
"Alhamdulillah,sudah membaik,terima kasih Reynan.Kau sudah merawatku dan menolongku kemarin",
"Yah,sama - sama.kalau belum sembuh bilang saja,aku akan menggendongmu setiap berangkat dan pulang kampus",
Rinata terkesiap ",Apa ?!",Ia menoleh ke Reynan.
Reynan tertawa ringan,Rinata juga ikut tertawa.
"Benarkah ?",
"Yah.atau aku akan menjemputmu dengan motorku setiap hari",
"Ah !!kenapa aku tadi tidak bilang lukaku belum membaik?",Rinata menepuk dahinya.
Reynan tetap tertawa.
"Kau terlalu baik Reynan.",
"Tapi,kau yang membuatku untuk selalu berbuat baik Rinata,aku tulus melakukannya untukmu",
Rinata terdiam mendengar hal itu,kata - kata Reynan begitu saja menyentuh hatinya.Rinata terbengong.
"Rinata,hei Rinata...",Reynan menyadarkan Rinata.
"Oh...ya.,ada apa ?",
"Ah sudahlah.Ada yang ingin aku sampaikan padamu ",
"Apa itu ?katakanlah",
"Maukah kau datang ke rumahku untuk makan malam bersama Ayahku nanti malam ?",
Rinata mendadak grogi menerima ajakan Reynan.Satu hal lagi yang akan mendatangkan kebahagiaan padanya.
"Makan Malam ?ke rumahmu ?",
"Yah.Bersama Kak Marvin,dan Kak Malika akan ikut juga nanti malam.Maukah tidak ?",
Rinata tersenyum",Terima Kasih Reynan sebelumnya,aku akan datang.Ini akan menjadi makan malam yang spesial nanti",
"Yaah...",Reynan tak sengaja menatap kedua mata Rinata,jantungnya berdegup kencang",Yaah,dan kedatanganmu akan membuat makan malam nanti menjadi momen yang spesial untuk ku,khusus untukku,hanya untukku...",Kata - kata itu begitu saja keluar dari Reynan.Ia seperti tersihir oleh tatapan Rinata.
"Ya...Ini akan mengesankan.Apalagi kalau ada Kak Marvin",Rinata juga larut dalam pandangan Reynan.
Keduanya berhenti dan saling menatap.Suara klakson bis yang kencang membuat keduanya terkejut dan sadar dari momen pandang memandang itu.Reynan tampak malu - malu membuang muka,begitu juga Rinata.Mereka melanjutkan perjalanan.
Jam setengah delapan malam,Rinata sudah sampai di rumah Reynan.Ia mengetuk pintu.Semua orang di dalam rumah mendengarnya.
"Itu pasti Rinata...",Pekik Reynan bersemangat.
"Biar aku yang menyambutnya Reynan,kau berganti baju lah",Malika mengambil langkah.
"Oh,baiklah.Silahkan...",Reynan menuju kamarnya.
Malika membuka Pintu dan mempersilakan Rinata masuk.Sejurus kemudian Reynan hadir dengan pakaiannya yang rapi.Ia melihat Rinata membawa Bunga.
"Hei...ayo,sambut dia Rey,kau jangan bengong di situ",Marvin mendorong lengan Reynan.
"Iya Kakak...",
Reynan mendekati Rinata.
"Selamat malam Reynan,Aku datang untuk malam ini ke rumahmu",Rinata melihat siapa saja yang ada di rumah ini.
"Yah.Oh,kau ke mana saja pasti membawa bunga.Termasuk ke Rumahku...",Reynan melihat Karangan Bunga Rinata.
"Ini Khusus aku siapkan untuk...",
"Untukku ?",
Rinata terdiam canggung melihat Malika.Marvin hadir di sampingnya.Tak sengaja Rinata melihat Ayah Reynan lewat.
"Ini Untuk Ayahmu,Rey...",
"Hah ?!,lalu bagaimana dengan diriku ?",
"Emhh,kau bisa datang ke rumahku kapan saja untuk memetik bunga sesuka hatimu Reynan.",
"Ah !!benar sekali...",Reynan tertawa menggaruk - garuk kepala.
"Ee..sayang,kenapa kau tak membawakanku bunga untukku tadi seperti Reynan dan Rinata ?",tanya Marvin lirih.
"Umm...Anda tidak memberi tahu saya
sebelumnya,tuan",Jawab Malika mengajak Rinata menuju Ruang Makan.
Rinata,Marvin,Malika,dan Reynan berjalan menuju Ruang Makan.Namun,tak sengaja,Rinata melihat Pintu kamar Reynan sedikit terbuka.Dan ia tampak sedikit terkesiap saat melihat sebuah foto yang terpasang di salah satu sudut kamar Reynan,itu adalah Foto dirinya.Bersebelahan dengan Salib yang terpasang di dinding.
Ia penasaran kenapa Reynan memasang fotonya di kamar.Ia terus menebak apa maksud Reynan memasang fotonya.Jangan - jangan ?!,Rinata beralih melihat Punggung Reynan.dia selalu bercanda bersama Marvin.Matanya berkaca - kaca.
Pak Riswan mempersilakan semuanya duduk.Hidangan Makan malam sudah siap.Marvin duduk di sebelah Malika.Reynan duduk di sebelah Rinata.Mereka pun segera menyantap hidangan ini.
Rinata masih menebak - nebak apa maksud
Reynan memasang foto dirinya di kamar.Ia sesekali melirik Reynan makan.Tetapi,Reynan selalu tersenyum padanya dan menikmati makanan saat mereka bertemu pandang.perlahan Rinata membuat satu senyuman kecil,satu senyuman berasal dari sedikit isyarat hatinya.
Mungkinkah Reynan juga mempunyai rasa itu pada dirinya ?
***
Tepuk tangan dari seluruh Pemirsa di satu Gedung Opera ini untuk Seorang Pemuda yang sudah berdiri di tengah - tengah pangung ini.Perlahan cahaya Lampu sorot merambat menuju tempatnya berdiri.Ia siap untuk memberikan penampilannya malam ini.
Alunan musik mulai terdengar diiringi
Suaranya yang terdengar Merdu dan Sendu.Ia selalu menciptakan suasana penampilan panggungnya yang Khas.Suaranya perlahan menyihir Para Penonton ini.Ia begitu menjiwai apa yang ia tampilkan lewat alunan suaranya.
"Saya merasa bangga dan senang bisa menampilkan bintang - bintang baru di Panggung saya ini,Nyonya.Salah satunya putra anda ini,dia benar - benar menguasai panggung dan seluruh penonton ini,begitu juga saya.Saya yakin dia akan segera berada di jejeran Bintang - bintang Papan atas di negeri ini",Seorang Laki - laki membuka percakapan.
"Emh,Saya harap juga demikian,Tuan Chen.Terima Kasih atas Kesempatan yang anda berikan untuk Putra saya hingga bisa tampil di tempat Anda ini",Seorang wanita yang duduk di sebelahnya,Ibu Lisa masih memperhatikan Monitor yang menampilkan Putranya.
"Sama - sama,Nyonya.Dari sekian Bintang - bintang baru yang tampil di Panggung saya ini,Sepertinya Putra anda yang memberikan aksi panggung paling baik,dia juga berhasil mencuri Perhatian saya,Nyonya.Dan Saya harap Anda tidak merasa keberatan kepada saya yang merasa terburu - buru untuk segera membicarakan kontrak untuk Putra Anda,Nyonya...",
"Oh,Secepat itu ?Mungkin alangkah baiknya,kita mengambil waktu Lusa,Tuan Chen.Saya yakin Putra saya akan menjadi bintang baru di negeri ini dalam waktu yang tidak lama",
"Tentu,Nyonya",Laki - laki itu,Tuan Chen mendapat satu pesan di Handphonenya"Maaf sebentar nyonya,saya mendapat satu Pesan di Handphone saya",
"Silahkan Tuan",
"Nyonya,ini pesan dari Mr.Raymond,dia Pemilik Luxury Star Internasional Hotel,dia meminta pada saya untuk memberi tahu dari mana saya mendapat satu Pemuda luar biasa ini.Putra Anda juga sudah menarik perhatian Mr.Raymond Nyonya,menakjubkan...",
"Lalu,Apa yang dia inginkan Tuan Chen ?",
"dia ingin sekali Putra Anda bisa tampil di Acara Ulang Tahun Hotelnya Bulan depan,Nyonya",,
"Oh,kabar bagus.Katakan saja pada Mr.Raymond,Ibunya bersama Anda.Jika dia ingin menemui saya,kita berada di balik panggung ini",
"Of Course,Nyonya",
Di suatu pagi,Ia sudah membuka matanya.Cahaya Matahari sudah menyoroti dinding kamarnya.Ia membuka Handphonenya.Beberapa Pemberitahuan facebook,Pesan dan Instagram.Ia membuka galerinya.Ia terus menelusuri foto - fotonya hingga muncul foto lamanya.
Hingga Ia menemukan satu foto yang sudah lama masih tersimpan di Handphonenya ini.Ya,Senyuman Khas itu,Senyuman terindah itu,Senyuman yang tidak bisa ia dapatkan di tempat mana pun.Seyum milik Rinata.
Ia bangkit dari pembaringannya.Matanya masih tertuju pada Foto itu.Ia masih menyimpan kenangan - kenangan itu dengan baik dalam ingatannya.Setiap Momen bersamanya tidak bisa dengan mudahnya hilang dari benaknya.Kenangan bersama Rinata.
Ia membuka aplikasi pemutar musik.Ia memilih satu lagu untuk Ia putar.Ya,satu lagu persembahan untuk Rinata.Masih terdengar suaranya di lagu itu,Kenangan Masa Lalu terputar kembali di benaknya seiiring jalannya lagu itu.Ia masih menyimpan perasaan itu sebenarnya.Bersalah,Putus asa,menyesal dan Rasa Cinta itu sendiri.
Ia berjalan menuju balkon.Ia melihat ke seluruh penjuru Kota ini.Pandangannya tertuju pada satu titik tempat,Sebuah Air Mancur yang terpancar dari mulut Patung Singa berekor Sirip Ikan.dia berada di negara ini sekarang.Namun,Rinata berada jauh di sana,di suatu tempat.
***
Kabar Gosip tentang dirinya dan Randy itu sampai juga di telinganya.Dan hal ini semakin memanas,saat - saat sulit itu kembali datang.Yang terjadi adalah semua orang mempertanyakan keberadaan Randy,dan mereka menebak - nebak sebab kenapa Randy,idola mereka,menghilang begitu saja.
Ada yang mengatakan Randy sedang mengadakan liburan ke luar negeri.Ada yang mengatakan Randy sedang jatuh sakit.Ada yang mengatakan Randy sedang pergi ke suatu tempat yang sangat Rahasia.Mereka saling membantah mengenai Keberadaan Randy.Dan Akhirnya Rinata yang menjadi sasaran Kepenasaran Mereka.
Rinata kembali menerima sikap yang tidak baik dari Penggemar Randy yang ada di Kampusnya.Masalah ini datang lagi,Namun Rinata berusaha sabar dan Kuat.Setiap pertanyaan yang datang padanya tentang keberadaan Randy,Ia menjawab Tidak tahu.Saat Ia ditanya masalah hubungannya dengan Randy,dengan mantap Rinata menjawab Keduanya sudah putus hubungan.Namun,Reaksi Mereka tetap saja sama buruknya terhadap Rinata.
Setiap hari,Setiap Saat,di mana pun,Ia selalu mendengar Pembicaraan gosip tentang dirinya.Tak sedikit juga Rinata mendapat sindiran dan ejekan dari Penggemar Randy yang tak menyukai karena ketidak tahuannya dan keacuhannya terhadap Randy.
Awalnya Rinata hanya membisu dan acuh menghadapi keadaan ini.Namun,hari demi hari berlalu,Kesabaran Rinata mulai luntur.dia juga merasa perlu tahu tentang keberadaan Randy,dan bagaimana keadaan Randy sekarang.Dan Orang yang mengetahui segalanya tentang Randy ialah Reynan,Sahabat Karib Randy.
Hingga,sekali lagi,Rinata kedatangan beberapa gadis penggemar Randy yang menyerangnya dengan pertanyaan - pertanyaan tidak ingin ia jawab karena ini menyangkut privasinya bersama Randy.Berulang kali Rinata menjawab tidak tahu dan memberi tahukan bahwa jawaban pertanyaan mereka adalah Rahasia dan Privasi hidupnya bersama Randy.Namun,Mereka melontarkan hujatan,Ejekan dan Kata - kata Kasar Padanya.
Sakit hati,memang,mendapatkan Serangan Seperti itu secara langsung membuat Emosi Rinata begitu saja bangkit.Rinata pun mengambil sigap tegas dan berusaha membela diri.Sampai Ia kewalahan menghadapi Orang - orang ini,Rinata memutuskan untuk menghindar.
ketika Rinata meninggalkan gadis - gadis itu,Ia sekilas melihat Reynan berdiri menyaksikan dirinya yang di serang Penggemar Randy barusan.Rinata tetap menghindar tanpa meminta Pertolongan Reynan untuk membela dirinya.Muka Rinata tampak basah karena berkali - kali Airmatanya yang ia usapkan ke seluruh wajahnya.
Apa yang dia bisa perbuat jika ia tidak bisa melakukan sebuah tindakan lagi untuk memperpanjang kesabarannya dan meredam Sakit hatinya untuk lebih lama ?Airmata itu,tak ada jalan lain.Gadis rapuh seperti Rinata hanya bisa meluapkan Emosinya lewat Airmatanya.Rinata terus bergegas,Ia mempercepat langkahnya di sepanjang Koridor Kampus ini.
Hingga sampai Aula,Ia berpapasan dengan Reynan.Keduanya berhenti dan saling melihat.Tatapan Nanar Rinata memberi tahu pada Reynan tentang keadaan Rinata saat ini.Reynan hanya diam,sesekali membuang mukanya.Ia mengambil langkah untuk pulang,namun Rinata menahannya.
"Reynan,tunggu sebentar...",
Reynan menahan langkahnya tanpa memperhatikan muka Rinata.
"Kumohon Reynan,Kebetulan sekali kita bertemu,aku ingin bertanya padamu...",
"Ada apa ? bertanyalah...",kata Reynan dengan ekspresi yang dingin.
"Kau sudah melihat apa yang ada di hadapanmu barusan kan ?kau sudah melihat apa yang terjadi padaku baru saja kan Rey ?",
"Ya...",
"Kau juga pasti sudah tahu,sudah berapa lama mereka mulai bersikap seperti itu padaku.Mereka terus saja bertanya tentang Randy padaku,lalu mereka menghujatku,menyindirku dan mengejekku juga.
Dan kau Rey,Kau sahabat Randy,aku bertanya padamu,Di mana Randy sekarang ?apa yang terjadi padanya ?Bagaimana kabarnya ?",
"Aku tidak tahu...",Reynan langsung memotong kata - kata Rinata.
"Apa ?!Tidak tahu?!,bagaimana kau tidak tahu ?kau sahabat karib Randy",kali ini Rinata mulai meluapkan emosinya pada Reynan",Bagaimana kau bisa tidak tahu keberadaan Randy sedangkan kalian sudah seperti Saudara kandung sendiri ?kaulah yang seharusnya tahu segala tentang Randy,Reynan",
"Aku tidak tahu,Rinata.Aku benar - benar tidak tahu ",Reynan berusaha mengelak dengan menekan sedikit nada bicaranya kepada Rinata.
"Kau tidak tahu ?!sahabat macam apa kau ini ?!,Begitu saja kau tidak tahu,aku tahu Randy sibuk.kau juga melihat keadaanku bagaimana di rumah,kau juga melihat keadaan Randy bagaimana dengan kesibukkannya,tinggal kau yang tidak mempunyai kesibukkan apa pun.Kau bisa lebih leluasa menemui Randy,kau bisa lebih banyak mendapat informasi dan kabar dari Randy jika kau benar - benar memang Sahabat Randy,Reynan ",Rinata mulai kehilangan kesabaran.
"Urusan apa kau dengan Persahabatan Kami,Rinata.Kenapa kau menyangkut paut Persahabatan kami ?",Reynan tampak menutup - nutupi sesuatu",Persahabatan kami tidak ada hubunganya dengan masalah kalian,mengerti !",
"Kau tersinggung Reynan ?Kau marah ?,aku hanya ingin bertanya padamu saja",
"aku tidak suka sikapmu Rinata,kau bertanya seperti kau melihat aku selalu mengikat Leher Randy dengan rantai hingga aku bisa menyeretnya Ke mana - mana,hingga aku bisa melihat keadaan Randy kapan saja ",
Kali ini Perkataan Reynan mengena di hati Rinata",Kau juga berkata kasar padaku Reynan,kau ternyata juga jahat padaku Rey,kau punya rasa tega juga padaku seperti mereka",Emosi Rinata menurun karena ia merasa perkataan Reynan seperti mencabik - cabik hatinya.
"Semua orang bisa melakukannya,termasuk diriku",
"Kau tahu Reynan.Andai kau tahu satu hal yang lebih menyakiti hati seorang Gadis sepertiku daripada kau berkata Kasar di hadapanku secara langsung,andai kau tahu apa itu Reynan ?",
Emosi Reynan juga mereda setelah Ia melihat Lelehan Air mata Rinata di kedua pipinya.Mata Rinata tetap tergenang airmata.Ia merasa khilaf sudah mengeluarkan perkataan seperti barusan pada Rinata.
beberapa orang mulai mendatangi Mereka,setelah mendengarkan Keributan kecil di Aula.
"Apa itu ?",Tanya Reynan berat.
"Harapan Palsu,Harapan Palsu Reynan.Di setiap Kesibukannya,Randy selalu menelponku.Ia selalu berjanji untuk menemuiku suatu saat,ia selalu berkata ia akan membawakan sesuatu di saat pertemuan kita nanti.Selalu seperti itu,Reynan.dia selalu memberi janji padaku,dan aku selalu berharap pada apa yang ia sampaikan padaku di saat - saat itu Reynan.aku hanya berharap,aku selalu berharap.
Reynan membisu dan hendak memalingkan dirinya.
"Ku mohon Reynan,tolong Reynan...",Rinata mendekati Reynan yang beranjak.
Reynan tetap ingin meninggalkan Rinata.
"Kau sahabatku Reynan,Ku mohon Reynan.Tolong Jangan hindari aku,",Rinata tetap merajuk pada Reynan.
Rinata juga mengikuti Reynan,
"Reynan,Reynan,kenapa kau diam seperti ini ?kenapa kau tidak bicara ?kenapa ?apa yang terjadi padamu ?kenapa kau tak peduli padaku?",Rinata menahan Bahu Reynan,Rinata terus merajuk dengan terisak - isak ",Kenapa Reynan?Kenapa kau menghindariku ?kenapa Reynan ?REYNAN !!!!!",Rinata berteriak memanggil Reynan.
Reynan seketika berbalik dan menghempaskan tangan Rinata dengan keras,Rinata terkejut",Karena Aku Mencintaimu,Rinata !!!",Reynan langsung menatap Mata Rinata tajam.
Rinata terkesiap mendengar Kata Reynan sedetik yang lalu,kata - kata itu terdengar jelas dan terngiang di telinga Rinata.
"Karena Aku mencintaimu Rinata !!!Aku mencintai dirimu !!!",Tatapan Nanar juga mulai tampak di Mata Reynan",Dan,andai kau tahu bagaimana perasaanku,
dulu,ibuku meninggal,aku merasa sedih dan terpukul.Namun,aku merasa lebih sedih dan putus asa lagi,ketika aku melihat Semua orang mengupload foto Randy yang sedang menembakmu di Facebook.Andai kau tahu,Rinata,aku merasa aku hanya berangan - angan saja di atas perasaan Cintaku padamu.
Aku sudah memelihara perasaan yang salah terhadapmu.Aku hanya berangan - angan saja.Aku menyimpan perasaanku,mengabaikannya,dan lebih memilih menjauhi kalian.aku takut mengganggu hubungan kalian,dan yang lebih aku takutkan adalah Rasa patah hati yang mungkin akan menghantuiku dalam waktu yang cukup lama.Andai kau tahu itu apa yang terjadi padaku,Rinata.
Dan sekarang,andai kau juga merasa apa yang kurasakan Rinata",Setetes Airmata dari Mata Kanan Reynan menjadi awal kelegaan hatinya",Aku mencintaimu Rinata !!",Semua orang menyaksikan kejadian ini.Reynan langsung meninggalkan Rinata disaksikan orang - orang ini,juga Para Gadis tadi pun ikut menyaksikan kejadian itu.
Rinata masih berdiri dan merasa rasa penasarannya sudah terjawab.Entah Apa yang harus ia rasakan ?.Bagaimana bisa ia dengan mudah mengubah rasa Kecewa dan sakit hati dari Keputus asaannya menerima harapan palsu dari Randy menjadi Perasaan haru dan bahagia setelah Ia mendengar Reynan berkata bahwa Reynan mencintai dirinya ?.
Reynan menghapus Airmatanya di sepanjang koridor.Tiba - tiba Kata - Kata Randy terngiang - ngiang di telinganya.
"Lakukan saja Reynan jika waktu bisa di putar kembali...atau Lakukan saja jika waktu sudah tidak bisa di putar kembali...Penuhi Permintaanku Reynan,Kumohon...kau pasti bisa melakukannya...Katakan pada Rinata bahwa Kau mencintainya Reynan,ungkapkan perasaanmu padanya,kau akan membuat kebahagiaan baru dan lebih baik bagi Rinata,aku yakin kau bisa....",
Di malam dengan hujan turun dengan deras,Rinata berdiri termenung di jendela.Mukanya tampak seperti orang tak berdaya.Gemuruh suara hujan seolah - olah kalah dengan kata - kata Reynan yang terus terulang di telinganya.
"Karena Aku mencintaimu Rinata...",Rinata beranjak dan beralih ke dinding di mana terdapat foto Reynan dan Randy",...aku merasa lebih sedih dan putus asa lagi,ketika aku melihat Semua orang mengupload foto Randy....",Rinata memandang Senyuman Reynan di foto itu,perlahan tangannya menjamah bingkai",...Aku sudah memelihara perasaan yang salah terhadapmu.Aku hanya berangan - angan saja...",Rinata melepas Foto Reynan",...yang lebih aku takutkan adalah Rasa patah hati yang mungkin akan menghantuiku dalam waktu yang cukup lama.Andai kau tahu itu apa yang terjadi padaku,Rinata...",Rinata begitu saja bersimpuh dan masih menggenggam foto Reynan",...Aku mencintaimu Rinata !!",Rinata langsung memeluk Foto Reynan,Ia menumpahkan Semua perasaan yang ia tahan selama ini.Tebakannya benar.Ia sudah menemukan sebab kenapa Fotonya terpasang di dinding kamar Reynan,seperti Foto Reynan ia pasang di kamarnya.
Di setiap isakan tangisnya,Ia merasakan kelegaan.Bagaimana ini bisa terjadi pada dirinya ?Harapan palsu itu,perasaan cinta yang terpendam itu,Ketidak berdayaannya.Dan,Akhirnya Rinata tahu,Reynan mencintai dirinya.
Reynan membiarkan dirinya dirundung derasnya hujan.Ia tak memperdulikan Hawa dingin dari Air hujan ini.Yang ia fikirkan hanyalah ia sudah bisa mengatakan Perasaan Cintanya pada Rinata.Menerima Curahan Hati Rinata,tentu membuatnya merasakan apa yang Rinata rasakan.
Yang membuatnya menyesal adalah Ia sampai gelap mata menyinggung perasaan Rinata.Ia mengira Rinata akan sakit hati.Namun,bagaimana itu bisa terjadi sedangkan dia sudah menyatakan Cinta dalam keadaan yang tidak ia inginkan ?.Perasaan berkecamuk,Ia ingin berteriak,ia ingin marah pada dirinya sendiri.
Sampai di rumah,Ia masuk dan merasakan hawa yang berbeda di dalam rumahnya.Kesejukan dan Ketenangan yang perlahan menyusup ke dalam hatinya.Ia melangkah menuju ruang keluarga.
Terdengar bunyi - bunyi orang membaca Ayat - ayat Al qur'an.Benar,Tampak beberapa Orang di ruangan keluarga sedang mengaji.Pak Riswan sedang menyimak seorang pemuda membaca Al Qur'an di hadapannya.
Mengetahui kehadiran seseorang,Pak Riswan meminta pemuda itu berhenti sejenak.Ia berdiri menyambut Reynan.Reynan heran melihat Apa yang Ayahnya lakukan.
"Apa yang Ayah lakukan dengan orang - orang ini ?",
"Ayah sedang mengadakan Pengajian dengan Mereka.Teman Ayah,pak Burhan mengenalkan",Pak Riswan menuntun Reynan menemui Tamu Ayahnya,Mereka pun berdiri menyambut Reynan",Temannya pada Ayah,Ayah mengutarakan Keinginan Ayah untuk belajar Al Qur'an dan membuat pengajian di rumah ini.Dan dialah...",Pak.Riswan menunjuk satu orang yang berdiri di belakang pemuda pembaca Kitab tadi",orang yang pak Burhan kenalkan pada Ayah...",
Reynan melihat siapa saja di hadapan mereka",dia siapa Ayah?",
"Namanya Pak Ali,Ali Zakariya.Dan di depan Pak Ali,ada putranya,Namanya Karim.
Reynan menyambut mereka dengan berusaha tersenyum.Reynan melihat Karim,Karim mengucapkan Salam.Reynan menjawab Ya.Namun,aneh,Saat di hadapan Karim,kata - kata itu datang lagi ke telinganya,bunyi - bunyi seperti saat Ia mengintip Rinata melaksanakan Sholat dulu.
Ia merasa ketenangan di hadapan Orang - orang ini,Ia tidak tahu kenapa.Ia menahan rasa herannya.Ia merasakan Kedamaian dan gejolak perasaannya mulai reda berdiri di hadapan Karim dan Pak Zakariya.
Reynan menuju kamarnya.Pak Riswan kembali melanjutkan Pengajiannya.Satu langkah di hadapan pintu kamarnya,Kata - kata itu terdengar lagi,Reynan berusaha mengabaikannya meski terdengar semakin keras dan jelas.
"Asyhadu ala Ilaha ilallah,Wa Asyhadu anna Muhammadarrasulullah...",
Semakin Ia berusaha mengabaikan Bisikan ini,Semakin Keras dan Jelas pula terdengar.Hingga Reynan menutup telinganya tetap saja Bisikan itu terdengar.Hatinya berontak menggerakkan Reynan untuk mengabaikan bisikan itu.
Tak sengaja,Ia melihat Foto Rinata yang bersebelahan dengan Salib.Reynan tampak seperti orang terhipnotis.Senyuman Rinata itu seolah - olah menjinakkan Hati Reynan yang dari tadi berontak.Reynan menurunkan tangannya.
Bisikan itu tetap terdengar di telinganya,kali ini Bisikan itu menjelma menjadi seperti lantunan bacaan ayat - ayat Al Qu'an yang dibacakan oleh Karim di ruang Keluarga.Hati Reynan sudah bisa tunduk pada Bisikan ini.
Perlahan Ia berbalik.Ia melangkah keluar kamar.Ia melihat Ayahnya tampak Khusyuk mendengarkan Karim membacakan Ayat Al Qur'an.Ia teringat kata - kata Ayahnya dulu saat Ia menolak Ayahnya memberikan sajadah.
"Umur Manusia siapa yang tahu,Anakku ?...Kumohon Ikutilah Ayah...andai saja kau mau mengikutiku,aku akan menjadi Ayah yang paling bahagia dan bangga...",Tubuh Reynan bergetar ikut mendengar lantunan Ayat - ayat Al Qur'an ini.
Ia terus melihat Ayahnya.Ia ingat permintaan Ayahnya.Matanya berkaca - kaca.Ia sudah kehilangan Ibunya,selama ini Ia melihat Ayahnya murung dan terkesan menutup diri tanpa mengakrabkan diri pada Reynan.
Ia tahu kenapa hal itu bisa terjadi.Penolakan dari dirinya terhadap Keinginan Ayahnya.Pak Riswan kini sudah berubah,Ia lebih rajin beribadah.Berpikir tentang keadaan Ayahnya yang seperti itu membuat Reynan luluh.
"Andai aku tahu bagaimana caranya bisa mengikuti Ayah ?.Mungkin jika rasa bangga yang Ia dapatkan dengan mengikutinya,akan membuat Ia bahagia,akan aku lakukan.Namun,andai aku tahu bagaimana aku tahu caranya ?",kata Reynan dengan lirih.
***
Di setiap Barisan - barisan tanaman Bunga ini terlihat perpaduan Warna yang Indah.Sama Indahnya seperti Uraian warna pelangi selepas Hujan.Tampak Segar dan Harum setiap kuncupnya.Ketika berjalan di antaranya,yang ada hanya Kesejukan dan Keasrian saat memandang Bunga - bunga ini.Keharuman dari setiap jenis Bunga membuat Siapa saja yang berada di situ enggan cepat - cepat beranjak.
Hilir mudik ke sana ke mari Kupu - kupu hinggap di atas Kuncup ini secara bergantian.Lebah - lebah yang tengah berburu sari - sari makanan menambah Keindahan dan Keasrian Suasana Kebun Bunga Panti ini.
Beberapa orang datang untuk memilih dan memesan bunga.Bibi Ira juga ikut melayani Pengunjung - pengunjung ini dengan ramah dan sabar.Salah satu Pengunjung itu ialah Malika.Malika datang untuk Memesan Bunga.Bunga itu nantinya akan digunakan untuk dekorasi Kafe Milik Indira.Akan ada suatu acara di sana .
Malika menanyakan Rinata pada Bibi Ira.Bibi Ira meminta Salah satu Pegawainya untuk memanggilkan Rinata.Rinata datang menemui Malika.Malika dan Rinata berbincang - bincang sambil memilih Bunga untuk dekorasi.
Sebelum Malika beranjak pulang,Rinata menitipkan sebuah Pesan untuk Reynan.Rinata meminta Malika untuk menyampaikan pada Reynan bahwa Rinata ingin bertemu Reynan di salah satu tempat di Kota.Ia sudah memberi tahukan Tempat dan Jamnya pada Malika.Malika pun menyanggupinya.Rinata menitipkan beberapa tangkai Bunga untuk Marvin.
Petang ini,Reynan bersiap - siap untuk menemui Rinata.Ia akan pergi ke salah satu kafe yang ada di pusat kota.Ia tampak bersemangat.Bisa dilihat dari senyumnya yang tampak dari cermin.Ia mengenakan jaketnya.Reynan lalu berangkat.
Sementara itu,Rinata menunggu Reynan di sebuah Halte.Ia mengharapkan kedatangan Reynan.Sesekali Ia melihat sepanjang jalan untuk menemukan tanda - tanda kedatangan Reynan.Jalan Raya sangat ramai saat ini.
Beberapa menit kemudian,Pandangannya tertuju ke arah seberang jalan.Lalu,tampak orang saling mengejar.Seorang Jambret yang membawa tas dikejar oleh Seorang Pemuda,dan pemuda itu adalah Reynan.Rinata kaget melihat kejadian ini.Dari arah belakang,dalam jarak agak jauh tampak seorang Ibu dan Bapak serta beberapa orang yang ikut mengejar jambret itu.
Reynan berhasil meraih tubuh Jambret.Ia berusaha menahannya dengan mendekap punggungnya erat - erat.Badan Reynan dan Jambret itu sama besar.Jambret itu memberontak.Namun,Reynan tetap mengerahkan kekuatannya untuk tetap menahan Jambret itu.Reynan hampir kewalahan.
Si Jambret kemudian menghujamkan sikunya ke arah perut Reynan dengan kuat beberapa kali.Reynan merasa kesakitan namun Ia tahan dan tetap menahan Jambret itu.Ia juga menghujamkan sikunya ke bahu jambret itu.Terjadi adu kekuatan antara Reynan dan jambret itu.
Rinata yang berada di seberang tampak panik,Ia ingin membantu Reynan menangkap jambret itu.
"REYNAN !!!...",Rinata berteriak melihat Jambret menusukkan benda itu,Pisau,ke perut Reynan.Seketika Reynan terbelalak merasakan tusukan pisau yang tiba - tiba itu.
Rinata memberanikan diri untuk menyeberang jalan.Beberapa Klakson mobil terdengar untuk menghalau kenekadannya ini.Rinata mengabaikannya,ia hanya berusaha untuk mencapai Reynan secepat mungkin.
Reynan pun mengerang kesakitan.Bajunya segara basah oleh darah segar yang keluar dari perutnya.Rinata memecah tangisnya saat sampai di seberang jalan.Ia mengangkat kepala Reynan dan mendekapnya.
Beruntung Jambret itu bisa tertangkap berkat Reynan yang menahannya meski Ia harus mendapat tusukan.Beberapa Orang langsung mendekati Reynan dan Rinata.
"Reynan,Reynan,bertahanlah...bertahanlah...kumohon",Rinata mengusap kepala Reynan.
Tangan Reynan meraba sakunya perlahan.Ia mengambil Handphonenya.Lalu,Ia menyerahkannya pada Rinata.Tangannya tampak berlumur darah.
"Pa...pangg..gil Ka..kak Marv..vin",Reynan langsung pingsan setelah menyerah Handphonenya kepada Rinata.
Sementara itu,di sebuah acara di Kafe milik Indira,acara ulang tahun Nira.Handphone Marvin berdering,Marvin mengangkatnya.Sekejap Marvin tampak kaget mendengar Rinata memberi kabar Reynan mendapat kecelakaan.Rinata tengah membawa Reynan ke rumah sakit bersama Ibu dan Bapak pemilik tas tadi.
Marvin bergegas menuju rumah sakit bersama Malika.Reynan segera dimasukkan ruang UGD untuk mendapat pertolongan Pertama.Rinata menunggu di luar ruangan.Ia tampak syok setelah menyaksikan kejadian tadi secara langsung.Apalagi saat Reynan mendapat tusukan pisau dari Jambret.
kemudian Ia melihat seorang wanita lewat di depannya.Ia menemui seorang Perawat.Ia menanyakan Salah seorang dokter.Dokter yang ia cari sedang memberi pertolongan pertama pada Pasien Kecelakaan barusan.Tak sengaja,Ia melihat Rinata yang syok.Ia merasa kasihan.
Perlahan wanita yang memakai jilbab tadi mendekati Rinata.
"Selamat Malam...",sapanya dengan halus.
Rinata menjawab sapaanya",selamat malam...",Rinata menghapus air matanya.
"Boleh saya duduk di samping anda,Nona ?",
"Iya,iya,silahkan...",
Ia duduk di sebelah Rinata.
"Maaf Nona,kalau boleh tahu anda kenapa ?apa anda menunggu seseorang ?",tanyanya dengan kata halus.
"Ya.iya.Saya menunggu teman saya yang sedang dirawat di dalam",Jawab Rinata terisak isak.
"Apa yang terjadi,Nona ?maaf kalau boleh saya tahu nama Anda...",
"Nama saya Rinata.Anda siapa kak ?apa yang Anda lakukan di sini ?",
Ia tersenyum untuk menghibur Rinata",Nama saya Andhita.Saya juga sedang menunggu dokter yang sedang menangani teman Anda,Rinata",
"teman saya,Reynan mendapat tusukan dari seorang Jambret,Kakak Andhita",
"Inalillahi wa inna ilaihi rojiun,bagaimana itu bisa terjadi ?",
"Ia berusaha menangkap jambret yang merampas tas ibu yang di sebelah kakak.Namun,Jambret itu menusuknya.Saya melihatnya secara lang..sung",Rinata kembali menangis.
Perlahan tangan Andhita mengusap Rambut Rinata,ia berusaha menenangkan Rinata",Nona,sabar ya...jangan khawatir,berdoa untuknya saja,mari berdoa...Maaf,apa Nona juga muslim ?",
"Iya Kakak Andhita",
"Oh,Alhamdulillah,Mari Nona,Kita doakan teman Anda.Semoga Allah segera memberikan kelancaran dalam penanganan teman Anda,Reynan di dalam",
"Iya",
Andhita mengajak Rinata berdoa untuk kelancaran Penanganan Reynan.Rinata mulai merasakan ketenangan setelah Seorang Wanita,Andhita mendekatinya dan menghiburnya.
Sesaat kemudian,Seorang dokter keluar dari ruang UGD.Ia melihat Andhita dan Rinata di kursi tunggu.Ia melihat Andhita.Andhita berdiri dan mengajak Rinata bangkit.
Dokter itu mendekati Andhita dan Rinata.
"Ehmmm....sampai repot - repot menjemputku",Kata Dokter itu pada Andhita.
"Iya.Ibu sudah menyiapkan malam di rumah,Sayang.Beliau masih menunggumu",
"Oh,"Ia,dokter itu,Ya,Aditya melihat jamnya",Kuharap belum terlalu lama aku membuat Ibu dan Bibi Sakina menunggu",
"Tidak sepertinya,jika kita langsung pulang.Oh,ya,Pak Dokter ini ada temannya pasien yang sedang di rawat di dalam",
Andhita menunjukkan Rinata.Rinata menyapa Aditya.
"Maaf,Pak dokter,bagaimana keadaan teman saya ?",
"Dia baik - baik saja,Saya sudah menjahit lukanya,lukanya cukup lebar.Darah yang keluar tidak terlalu banyak,Nona.dia masih belum sadar",
Rinata bernafas lega",dia akan cepat sembuh kan Pak dokter ?",
"Insya Allah,besok pagi mungkin dia akan siuman",
"Tetaplah berdoa untuknya Nona Rinata.Allah pasti akan menyembuhkannya",
"Amien",sahut Aditya pelan.
Aditya mengajak Andhita meninggalkan Rinata.
"Sampai ketemu lagi Nona,Assalamu'alaikum...",
"Wa'alaikum salam,Kakak.Terima Kasih.",
Andhita mengangguk dan tersenyum saat berjalan di samping Aditya.Rinata kembali duduk.Ia merasa tenang setelah bertemu dengan Dokter Aditya dan Andhita.
Pagi dengan semilir Angin ini.Cahaya Matahari Pagi sudah tampak menerobos masuk ruangan di mana Reynan dirawat.Reynan masih terbaring tak sadarkan di ranjang itu.Marvin masih setia menemani Adik sepupunya ini.
Marvin sudah mendengar cerita dari Rinata selengkapnya.Marvin merasa bangga Reynan bisa berusaha memberikan pertolongan kepada Orang meski Ia harus mendapat perlawanan hingga mendapat tusukan di perutnya.Ia juga berdoa untuk kesembuhan Adiknya ini.
Lalu,Malika datang bersama Rinata.Malika meminta Marvin untuk pulang Istirahat.Mereka bergantian untuk menjaga Reynan.Rinata duduk di samping Reynan.Matanya bergetar melihat Reynan.Hatinya terus memanjatkan doa untuk Reynan.
Mata Rinata menangkap jari Reynan yang mulai bergerak.Malika melihat Mata Reynan terbuka perlahan.Reynan mulai siuman.Satu wajah yang pertama kali yang ia lihat adalah Rinata.Rinata dengan wajah Cemasnya.
"Reynan,Alhamdulillah...Kau sudah siuman...",
Reynan tersenyum pucat dan mengangguk pelan.Reynan meminta duduk di ranjangnya.Rinata menyanggupinya.Keduanya ingin berbicara empat Mata.Malika keluar ruangan dan membiarkan keduanya tinggal di ruangan ini.
Reynan menarik nafas sejenak,namun Ia merasakan nyeri yang ada luka tusukannya.Rinata masih tampak cemas.Reynan melihat jaketnya terlipat di atas lemari samping ranjangnya.
"Maafkan aku Rinata,jika aku membuatkanmu menunggu...",
"Tidak apa - apa Reynan.Kau sudah merasa lebih baik kan ?",
Reynan berusaha duduk.Rinata membantu Reynan bangkit.
"Inilah saatnya Rinata",
"Ada apa ?",
"Maafkan aku Rinata,Maafkan sikapku kemarin padamu",
"Aku juga Reynan.aku sangat emosi saat itu",
"Rinata,Maafkan aku juga sebelumnya,jika selama ini aku sudah bungkam dan tidak mau tahu tentang Randy.Aku tahu semuanya tentang Randy.
Rinata,Randy mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu.",
Rinata terkejut.",Astaghfirullah,lalu bagaimana dengan keadaannya Rey",
"Keadaannya sangat parah.Dan Tante Lisa memutuskan untuk membawa Randy berobat ke Singapura dan menetap di sana.Rinata,Randy menceritakan semuanya padaku.Ketakutannya,Kekecewaaannya,Rasa bersalahnya dan Penyesalannya akan keadaanmu.Ia merasa Kau pasti terlalu sakit hati dan terluka menghadapi keadaanmu waktu itu.Kau harus menerima resiko dari kesuksesannya.kecemburuan dari Penggemar Fansnya.Terlebih,Rinata,harapan palsu...",
Rinata tampak berkaca - kaca,namun Ia merasa lega setelah tahu semua tentang Randy.Reynan meminta Rinata untuk mengambilkan jaketnya.
"Rinata...",Reynan mengambil sesuatu dari dalam tasnya."Aku juga merasa bersalah padamu,Aku sudah mengacuhkanmu,keadaanmu,dan Perasaanmu.Aku melihat apa yang terjadi padamu semuanya semenjak Randy mulai melakukan rekaman hingga terakhir Randy konser.
Jujur,Jika menurutmu aku salah dengan mempunyai Perasaan padamu,maka abaikan saja diriku Rinata,mungkin ini...",
"Tidak Reynan",Rinata mengusap tangan Reynan",Tidak.Tidak ada yang salah pada dirimu dan perasaanmu.Memang aku merasa sakit hati dan terluka karena Randy.Namun,Kau tahu,kau sahabatku,Keberadaan dirimu malah menjadi penghilang kesedihanku dan penghibur hatiku.Andai saja tidak ada dirimu,mungkin aku sudah depresi menghadapi saat - saat sulit itu,Reynan.Terima Kasih,Reynan.",Setetes Air mata keluar dari Mata Rinata.Rinata menggenggam tangan Reynan",aku tidak mempunyai siapa - siapa lagi Reynan.Randy sudah meninggalkanku,mungkin dia akan melupakanku.Aku masih merasakan Luka dan kesedihan ini Reynan.
Aku selalu berharap aku bisa mendapatkan seseorang,Aku selalu berdoa agar aku mendapat seseorang yang benar - benar bisa menghilangkan Lukaku ini dan memberikan kebahagiaan baru untukku.Andai saja aku bisa mendapatkan siapa orang itu ?",Tatapan Rinata itu memberi Isyarat kepada Reynan.
"Andai saja Hatimu menggerakkan tanganmu untuk melepas genggaman tanganmu ini,mungkin aku akan merasa bukan akulah orangnya.Namun,jika...",
"Tidak Reynan,tidak",Perlahan Rinata mengangkat tangan Reynan,Ia perlahan mencium tangan Reynan",Aku tidak akan melepaskan tanganku dari tanganmu Reynan.Tidak akan...",
Reynan tersenyum bahagia.Ia sejenak memandang Rinata.
"Aku tidak akan melepaskan tanganku ini,Karena Aku mencintaimu,Reynan",Rinata langsung memeluk Reynan.
Reynan juga memeluk Rinata",Dan aku merasa akulah orang yang akan memberi kebahagiaan baru itu padamu.Kita akan membuka lembaran baru",
Reynan melepas Rinata.Ia menunjukkan kalung pemberian Randy.Reynan juga menjelaskan Permintaannya untuk Rinata.Reynan pun memakaikan Kalung itu pada Rinata.Rinata akhirnya bisa tersenyum bahagia.
Reynan membelai Rambut Rinata.Ia meminta Rinata untuk mendekatkan wajahnya.Rinata memejamkan Mata.Perlahan Reynan mencium kening Rinata.Dua tetes Air mata pertanda kebahagiaan Rinata menjejal dari Matanya.Dan Liontin itu menjadi saksi bersatunya cinta Mereka,Reynan dan Rinata.
***
Rinata bersama Ayahnya datang ke salah satu Masjid atas permintaan Reynan.Mereka sudah tiba di Halaman Masjid.Tampak Orang tak begitu banyak berkumpul di masjid.Rinata datang memakai Pakaian Gamis.
Rinata tampak kebingungan mencari keberadaan Reynan.Lalu,Seorang Wanita berpakaian gamis datang menyambut mereka.
"Assalamu'alaikum,selamat siang...",Sapanya mengucap salam
"Wa'alaikum Salam",jawab Rinta dan Pak Dinata.
"Maaf,anda Pasti Nona Rinata dan Pak Dinata ?",tanyanya dengan nada yang halus.
"Iya,saya Rinata dan Pak Dinata.Anda Siapa ?",
"Saya Karina.Semua orang sudah menunggu kedatangan Nona,dia juga sudah menunggu kedatangan Anda.Mari...",Karina mengajak Rinata dan Pak Dinata masuk ke Masjid.
Rinata bisa melihat banyak orang berkumpul mengelilingi Reynan.Ada Pak Riswan,Pak Ali Zakariya bersama Karim duduk di depan Reynan.Ya,Reynan yang memakai pakaian Gamis juga.
"Asyhadu Ala ilaha Ilallah,Wa Asyhadu Anna Muhammadarasulullah...",Reynan bisa fasih mengucapkan Kalimat dua syahadat Itu.Rinata tahu apa yang terjadi.Reynan sudah menjadi Mualaf.Ini menambah kebahagiaan Rinata.
Reynan melihat kehadiran Rinata bersama Pak Dinata.Rinata tersenyum padanya.Reynan menyambut Rinata,Reynan menjabat dan mencium tangan Pak Dinata.
Lalu,diadakan Khutbah sebentar yang disampaikan oleh Pak Ali Zakariya.Semuanya menyambut baik Kemualafan Reynan.Pak Rizwan terharu,akhirnya Anaknya bisa mengikutinya.Ia merasa lega dan bangga.Reynan duduk di antara Pak Rizwan dan Karim.Rinata duduk bersebelahan dengan Karina.
Reynan berjalan berdampingan dengan Rinata dalam perasaan Bahagia,dalam perasaan Cinta.Keduanya saling menggenggam tangan.Tampak di belakang Mereka,Karim yang berdiri berdampingan dengan Karina.Karim dan Karina melihat Kebahagiaan Reynan dan Rinata.
"Sungguh,Allah Maha Penyayang Maha Pengasih,Ustadz.Bisa aku rasakan pada Kebahagiaan Mereka.Semoga Kemuliaan selalu menyertai Mereka...",
"Iya,Subhanallah,aku bahagia dan bersyukur kita bisa bersatu dalam Naungan Kasih dan Sayang Allah,Ustadzah.",
"Aku juga,O ya,Jangan lupa,Adikmu Kirana akan mengkhatamkan Al Qur'an nanti malam.Aku sudah menyiapkan Kitab yang baru untuknya.Lalu,apa kau sudah menyiapkan hadiah untuknya ?",
"Oh,Astaghfirullah,aku hampir lupa",Karim membuka tangan Kepada Karina dan mengambil langkah",Ustadzah,kau tentu tahu hadiah terbaik apa yang pantas aku berikan untuk Kirana nanti ?",
Karina menggenggam tangan Karim",Ku rasa tidak perlu,Ustadz.Kupikir dia sudah mendapat Hadiah terbaiknya",
"Apa itu ?",
"Kau dan Kemuliaan Hatimu,Ustadz.Kau sudah menjadi Kado Ulang tahun bagi Kirana.dia memintaku untuk mencarikan Ustadz dulu",
"Oh,begitu.Baiklah.dan aku dan kemuliaan hatiku akan menjadi milikmu juga,Ustadzah...",
Karina tersenyum malu - malu berjalan di samping Karim.
***
Sian ini Reynan membawa Rinata ke kebun Bunga.Reynan menutup mata Rinata dan menuntunnya berjalan ke kebun bunga.Ia bermaksud memberikan kejutan untuk Rinata.Rinata merasa penasaran.
Ketika tiba di hadapan Hamparan Bunga - bunga itu,Reynan melepas tangannya.Rinata perlahan membuka tangannya.Ia mendapat sesuatu yang baru di kebunnya.Ya,Bunga Mawar Pemberian Randy itu sudah mendapatkan teman.Ada Beberapa Pot Bunga Tulip di sebelah Kiri Bunga Mawar itu,dan beberapa Bunga Lily di sebelah kanannya.
Rinata sangat bahagia mendapat kejutan dari Reynan.
"Bagaimana kau tahu jika aku menyukai ketiga Bunga ini,Reynan ?",Rinata menjongkok dan membelai Bunga Tulip dan Lily itu.
"Bibi Ira yang bercerita padaku.dia bilang kamu sangat menginginkannya",
"Terima Kasih,Reynan.Semua ini yang kuharapkan.Aku bahagia dan denganmu kebahagiaanku sudah lengkap ",Rinata bangkit dan berbalik
"Lalu,bagaimana denganku,Rinata ?aku masih Permintaan untukmu..."
"Apa itu ?Apa Permintaanmu padaku ?",Rinata mendekati Reynan.
"Permintaan Cinta,Rinata",Reynan membuka tangan ke arah Rinata",Kau tahu Rinata,hanya satu nama,satu hati dan sata cinta yang selalu aku sebutkan dalam doaku",Reynan menatap Mata Rinata dalam - dalam,Rinata menggenggam tangan Reynan",Yaitu Kau,Rinata...",
Mata Rinata berkaca - kaca mendengar semua ini",Dan Permintaanmu sudah terkabul Reynan...",
Reynan lalu mengajak Rinata berjalan - jalan Rinata ke taman kota.Rinata memetik Beberapa Bunga untuk Ia bawa.Ya,Rinata tidak bisa ke mana pun tanpa membawa Setangkai Bunga.
Reynan dan Rinata bersatu dalam Cinta,satu Kebahagiaan,dan satu Permintaan.Permintaan Cinta.
With All Feeling for You,
"Jadi kau menerima pesan antar juga,Rinata ?bagus sekali,aku pasti juga bisa memesan bunga padamu ?",
"Tentu.untuk siapa Reynan ?",
"Pembantuku di rumah ",
"Apa ?!",
Reynan tertawa,Rinata juga ikut.
"Benarkah ?",tanya Rinata memegangi Bunganya masih tertawa",kau perhatian sekali dengan Pembantumu ?",
"Yah,Karena tidak ada ibu di rumahku",
Jawaban Reynan membuat Rinata langsung terdiam "apa maksudmu ?",
"Ibuku dia entah di mana,Ayahku bilang dia di luar negeri,tapi dia tidak memberi tahuku di negara mana ?",
"Kau tidak bertanya pada ayahmu lagi,Reynan ?pasti membosankan jika tidak ada seorang ibu di rumah ",tanya Rinata sedikit memancing canda Reynan
"Tidak mau,ayah sangat sibuk dengan pekerjaannya.dan ia selalu menghindar jika aku bertanya hal ini",
"Bagaimana jika kau tahu di negara mana ibumu berada?",
"Aku akan mencarinya",
"Lalu,bagaimana dengan Pembantumu,Reynan ?",kembali Rinata memancing Reynan.
"Rinata,Ibu yang melahirkan diriku,bukan pembantu yang melahirkan diriku.Meski aku tahu ibuku berada di kutub selatan sekali pun aku akan mencarinya,dan semoga aku tidak menemui Beruang kutub di sana",Reynan tetap menjaga cara bercandanya.
Rinata kembali tertawa",Baiklah.Baiklah.Aku salut padamu,Reynan.Kau sangat menyayangi ibumu.O ya,memesan bunga ?jika kau ingin memesan bunga lebih baik kau datang ke rumahku,dan memilihnya sendiri sesuka hatimu",
"Mm...Benarkah?!aku ke rumahmu ?tapi aku belum tahu di mana rumahmu?",
"Tenang Reynan,Kau teman Randy,kau bisa ikut aku ke rumah nanti saat pulang dari kampus",
"Ya,aku teman Randy,dan bagaimana dengan Rinata dan Reynan ?apa mereka juga bisa berteman ?",tanya Reynan membuang muka malu dan berharapnya.
"Tentu,Reynan",
"Oh,baiklah.Kita berteman sekarang ",Reynan mengulurkan tangan ke Rinata",bagaimana kalau aku mengantarmu ke kelas sekarang ?,ini akan menjadi awal yang baik untuk pertemanan kita",
Rinata menggenggam tangan Reynan",Aku beruntung sekali mendapat teman baru yang luar biasa sepertimu pagi ini,Reynan",
***
Rinata mulai menyita perhatian Randy.Rinata yang mengisi lamunan Randy setiap saat,Senyum itu,Senyum yang khas dan menawan,mungkin ia tidak akan mendapatkannya dari wajah - wajah ceria Fansnya.
Senyum itu memberikan bekas tersendiri di hati Randy,dan bekas itu menghadirkan perasaan di hati Randy.Berawal dari inilah,Randy kerap mengunjungi Panti Jompo milik Rinata,bahkan setiap hari Ia tidak pernah absen untuk menemui Rinata.
Suatu hari,Randy mengajak Rinata ke rumahnya.Ia memperkenalkan Rinata kepada Mamanya.Tak lupa,Rinata membawakan bunga untuk Mamanya Randy.
Namun,sayangnya,Sambutan Bu Lisa,mamanya Randy,sangat dingin.ia terkesan cuek dan kurang ramah.Saat menyerahkan Bunga yang ia bawa,Rinata tak mendapatkan sedikit pun senyum dan keramahan dari Wanita ini.
Bahkan,Ia sampai mendengar Bu Lisa bergumam dan berkata 'Ini akan menyibukkanku dan menggangguku.Lebih baik anak ini tak memberiku apa - apa.Atau tidak usah pernah datang ke sini.menyebalkan'.
Walaupun terdengar lirih,namun kata - kata itu menyinggung perasaan Rinata.Sikap Bu Lisa membuat imejnya buruk di mata Rinata.ia bertanya - tanya dalam hati 'apakah sikap seorang ibu yang mulia itu seperti ini sebenarnya ?seorang ibu yang menjadi sumber kasih sayang setiap manusia '.
Randy dan Reynan menyaksikan sendiri hal ini.Randy merasa sedikit malu,Reynan hanya terdiam.Dalam beberapa menit saja Rinata berada di rumah Randy.Ia merasa tidak nyaman dengan sikap Bu Lisa.Reynan mengantar Rinata pulang.
"Rinata,ada apa ?kenapa kau diam begitu ?kok murung ?",
"Entah kenapa aku merasa sedikit kurang nyaman dengan Mamanya Randy,Rey ",Rinata mengusap tengkuknya.
"Oh masalah itu.Tante Lisa memang orangnya seperti itu,Rin.apa kau tersinggung dengan sikapnya ?",
"Tidak terlalu,namun aku merasa penasaran.Penasaran tentang apa yang membuatnya hingga seperti itu Rey?apa dia selalu bersikap seperti itu pada orang - orang yang bertamu ke rumahnya,terlebih teman Gadisnya Randy",Rinata menoleh Reynan.
"Maklum lah Rinata.Beberapa waktu yang lalu,Tante Lisa memergoki Om Renold,papanya Randy,berselingkuh di suatu Hotel.Sudah lama Kecurigaan Tante Lisa timbul karena Om Renold jarang pulang ke rumah dan selalu mengelak saat Tante Lisa menyambutnya.Keduanya memutuskan untuk bercerai.
Padahal,sebelumnya,Mereka mempunyai kehidupan yang harmonis dan bahagia.Namun,Nafsu Seorang pria mengalahkan segalanya.Om Renold kepergok berselingkuh,Mereka bertengkar,Tante Lisa memutuskan untuk bercerai."Jelas Reynan mengangkat Bahunya.",Bahkan sikapnya terhadap Fans - fans Randy yang sering mengunjungi rumah itu sama saja.Dingin dan kurang ramah.Banyak fans gadisnya Randy yang tidak pernah berlama - lama bermain di rumahnya",
"Oh,Astaghfirullah.Pantas saja,Randy langsung membuang muka dariku tadi,Rey",
"Keadaan ini mulai mengubah kepribadian Randy,dulu dia selalu ceria dan bersemangat.
Namun semenjak melihat Orang tuanya bertengkar hingga baku pukul di depan matanya,Sifat Randy mulai berubah,sekarang ia sering melamun,sedih dan kehilangan semangat hidupnya..Kuharap kau mengerti keadaan Randy yang sedang menghadapi masalah ini,Rinata",
"dia tidak pernah menceritakan padaku sebelumnya",
"Karena ia tidak ingin masalah dan aib keluarganya diketahui orang,sekaligus ia tidak mau orang yang kenal baik dengannya ikut merasakan penderitaan hidupnya",
"Lalu,bagaimana denganmu Reynan ?bukankah kau juga orang lain di keluarga Randy ?",
"Memang aku orang lain di keluarga Randy.Tapi,Randy juga manusia biasa Rinata,manusia yang membutuhkan teman untuk membagi masalah dan kesedihannya secara pribadi.dia sudah seperti saudaraku sendiri,Rinata.
Sudah puluhan kali Randy menangis di hadapanku sendiri karena merasakan ketidak berdayaannya menghadapi masalah keluarganya.
Mungkin jika tidak ada diriku atau tidak ada seorang sahabat,Randy akan frustasi dan kemungkinan depresi atau bunuh diri.
Ketika Seorang Sahabat sudah merasa seperti seorang Saudara,kita harus mengambil tindakan secara langsung untuk segara mengatasi keadaan sahabat kita itu.
Manusia tidak bisa hidup tanpa Manusia lain,Randy tidak bisa hidup tanpaku,kami bersahabat sejak kecil,aku juga tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya merasakan masalah dalam keluarga,ini selalu menjadi pelajaran buatku,Rinata",
Kata - kata Reynan membuat cara pandang Rinata terhadap Bu Lisa berubah.Ia merasa simpati terhadap Bu Lisa.Terhadap Randy juga,Ia sadar sekarang.
Randy semakin sering datang ke panti dan menghibur para Lansia itu untuk tujuan apa Rinata mulai tahu.Randy selalu betah berada di antara orang - orang tua itu,ia mulai tahu sebabnya.
Bahkan,Randy selalu tampak menyendiri di salah satu sudut Kebun Bunga,ia mulai tahu apa maksudnya.Kesedihannya,Kesedihan yang mendorongnya untuk mencari hiburan dan semangat untuk dirinya.
"andai aku bisa hidup bersama ibuku,apa aku akan mengalami kejadian yang sama dengan Randy,Rey ?",
"Kenapa kau bertanya seperti itu padaku,Rin ?bagaimana dengan ibumu ?dan di mana juga ibumu ?",
"Nanti aku akan kuberi tahu dia di mana ",
Rinata mengajak Reynan singgah ke rumah untuk mengambil sekeranjang bunga mawar.Lalu,Mereka menuju sebuah tempat,ke kompleks Pemakaman.Reynan tekejut saat Rinata menunjukkan makam Ibunya.Rinata duduk dan membacakan doa untuk arwah ibunya.
"Yang aku tahu,ibuku sangat menyayangiku dan ayah di saat ia masih hidup",Rinata menaburkan bunga di sepanjang makam ibunya,Ia mengusap nisan ibunya",yang aku tahu,ibuku selalu menyayangiku.
dia selalu menyuapiku sarapan saat aku masih kecil,saat aku kanak - kanak.dia selalu mendadaniku sehabis mandi,sebelum aku pergi ke sekolah.dia selalu menciumku di depan pintu gerbang sekolah.
dia selalu membimbingku belajar.dia selalu menemaniku saat beranjak tidur,mengusap rambutku sambil membacakan cerita untukku.Tidak ada yang kurang dari sosok ibuku,Rey",Mata Rinata berkaca - kaca.
"Maafkan aku Rin.jika aku sempat berkata hingga menyinggung perasaanmu",
"Aku belum mendengar kau menyinggung perasaanku dengan ucapanmu,Rey,pertama kali kita bertemu,kau selalu menghiburku dengan candamu.Terima kasih",
Setelah dari makam ibunya,Rinata singgah ke masjid untuk melaksanakan sholat 'Asar.Reynan menunggunya di luar masjid.Reynan seorang Nasrani,Ibunya seorang Nasrani tapi ayahnya seorang muslim.
Hati kecilnya menggerakkan dirinya untuk mengintip Rinata yang sedang melaksanakan sholat.Wajah yang lain dalam kekhusyukan beribadah.Dalam balutan mukena,Wajah Rinata tampak bercahaya di pandangan Reynan.Pemuda ini takjub melihat Wajah dan kekhusyukan Rinata dalam beribadah.
Keanehan terjadi saat ia berbalik dari tempatnya mengintip,satu bisikan yang membujuk dirinya untuk kembali berbalik melihat sesuatu menyambangi telinganya.
Sejenak ia berusaha mengabaikannya,namun bisikan itu mengeras dan semakin sering terdengar di telinganya.Merasa terganggu,ia pun akhirnya menuruti suara itu.Ia mengikuti asal suara itu,ia berbalik.
Ia merasa suara itu bergema dari arah ruangan imam dan mimbar masjid itu.Ia melihat tulisan kaligrafi Lafaz Allah dan Muhammad.Ia temenung sejenak.Seperti tangan seseorang meraih tangannya untuk mendekat ke arah mimbar.ia tampak seperti terhipnotis.
Rinata menyadarkannya dari kelengahannya itu dengan menepuk bahunya.Rinata mengajak Reynan pulang.Namun,sekali lagi,bisikan itu kembali terdengar di telinga Reynan,ia memutar hadapannya ke arah masjid.sekali lagi,dari arah mimbar suara itu berasal.
"Asyhadu ala ilaha ilallah,Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah",kata - kata yang menyambangi telinga Reynan.ia tidak tahu apa maksud kata - kata itu.Ia bukan seorang muslim jadi ia pun mengabaikannya.
***
Randy meminta Reynan untuk menemani Rinata berbelanja kebutuhan dapur panti jompo.sebelumnya,ia sudah berjanji pada Rinata untuk menemaninya,tapi karena ada seseorang yang ingin menemuinya secara mendadak jadi ia harus membatalkan janjinya dan meminta Reynan untuk menggantikannya.
Siang itu,Reynan dan Rinata sudah selesai berbelanja.Reynan mengajak Rinata beristirahat di salah satu kedai penjual es tak jauh dari Supermarket.
"tadi pagi Randy menelponku untuk menggantikannya menemanimu berbelanja,Rin.kau tidak keberatan kan ?",tanya Reynan mengambil gelasnya.
"Tidak Rey,Randy juga sudah memberi tahuku sebelumnya.aku merasa senang ada teman yang menemaniku berbelanja seperti saat ini.Terima kasih,Rey",Rinata mengaduk - aduk esnya.
"Baiklah,sama - sama.Randy baru saja mengirimkan SMS padaku,isinya dia sedang bertemu dengan seorang produser musik yang menawarinya rekaman bersama bandnya.aku senang sekali mendengarnya,Rinata.sepertinya cita - cita Randy akan tercapai",
"Wah !!Hebat sekali.Jadi Cita - cita Randy ingin menjadi musisi",
"Ya.dia mempunyai bakat dan kualitas yang mampu bersaing dengan penyanyi yang sudah terkenal.dia selalu berlatih dengan giat dan keras untuk bisa bernyanyi.hingga ia mulai kuliah,ia mulai membentuk band dengan teman - temannya.kau pasti sependapat denganku kan Rinata ?Randy akan memikat Produser itu",
"Tentu.aku berdoa semoga Randy berhasil mendapat kontrak rekaman,dan tidak lama lagi Ia akan menjadi orang terkenal",
"Ya".Reynan meminum Esnya.
***
Malam ini,Reynan pulang dari kampus pada malam hari.Ia masuk ke rumah.Suasana yang tak biasa ia temui kali ini,suasana yang sepi tanpa ada suara televisi atau Ayahnya yang sibuk menelpon klien - klien kerja.Ia mencari Ayahnya.
Hingga ke kamar Ayahnya,Reynan melihat Ayahnya sedang berdiri di atas sajadah,Ia melaksanakan Sholat Isya'.Reynan melihat Perilaku Ayahnya yang tak biasa.Tumben sekali Ayahnya melaksanakan Sholat kali ini,biasanya ia sama sekali tidak pernah melaksanakannya.
Reynan berdiri di antara pintu hingga Ayahnya selesai Sholat.Pak Riswan,Ayah Reynan memanjatkan doa kepada Allah S.W.T.Ia lalu melipat Sajadahnya.
"Tumben sekali,Ayah sholat seperti ini",Reynan mengangkat badannya dari bersandar pintu.
"Di saat aku menghadapi semua masalah ini,aku selalu lari pada hal - hal yang duniawi,bersenang - senang,berpesta di sana - sini,namun sayangnya aku belum bisa mendapat hiburan dan ketenangan yang benar - benar senantiasa kurasakan dalam diriku,Reynan.Dunia ini hanya memberikan ketenanganku sementara.
Dan Akhirnya,Setelah aku bersujud dan rukuk di hadapan Tuhanku,aku mendapatkan ketenangan dan hiburan dari masalahku yang sebenarnya.
aku mengadukan semuanya pada Tuhanku,Manusia itu punya kekuatan seberapa jika ia tak berdaya lagi dan tersudut oleh berbagai macam masalah hidup yang datang padanya ?.Dan yang memiliki semua kekuatan dan kebesaran itu ya Tuhanku sendiri,Anakku.Allah...",Pak Riswan duduk menghela nafas",Dia akan memberikan ketenangan dan kekuatan pada Hamba-Nya yang mau kembali berserah diri dan tunduk pada-Nya,terlebih di saat Hamba-Nya itu mendapat Musibah dan Masalah.Itu akan terasa lebih baik",
"Oh,begitu.Baiklah....",Kata Reynan tak sedikit pun menampakkan emosionalnya kepada Ayahnya.
"Reynan,aku ingin meminta padamu sesuatu hal ?",
"Apa itu Ayah ?",
"Ibumu boleh saja tak bersama kita,bagaimana pun keputusan darinya nanti aku akan menerimanya dengan ikhlas.Dan,Andai saja kau mau dan bersedia mengikutiku,aku akan menjadi Ayah yang paling bahagia dan bangga...",
Reynan mendekati Ayahnya",Ayah,aku sekarang bersama Ayah.aku tidak bisa berbuat apa - apa jika ingin menemui ibu.aku pasrah saja hidup bersama Ayah.Walau tanpa Ibu,Bi Inah setidaknya bisa menggantikan sosok seorang Ibu di rumah ini...",
"Bukan itu yang Ayah maksud,Anakku ?"
"Lalu ?",
Pak Riswan meraih tangan Reynan dan menyerahkan Sajadah yang barusan ia pakai untuk Sholat.Reynan tahu maksud Ayahnya sekarang,Ia keheranan melihat Ayahnya",Andai saja kau bisa mengikutiku,Anakku.Aku akan merasa bahagia dan bangga menjadi seorang Ayah",
Terjadi pergolakan batin dalam diri Reynan,Emosinya sedikit menang untuk mempengaruhi pikirannya.Reynan langsung membuang Sajadah itu di samping Ayahnya",Tidak,Tidak Ayah.Tidak untuk sekarang,Ayah",Reynan membuang muka dan beranjak meninggalkan Ayahnya.
"Tapi,Anakku.Kumohon...",
"Tidak,Ayah.tidak...",
"Umur manusia siapa yang tahu,Anakku ?Ku mohon mengertilah keinginan Ayahmu ini",
Reynan berhenti sejenak.Namun,Pendiriannya sangat kuat untuk menolak Ayahnya.Ia pun keluar kamar Ayahnya dengan sedikit rasa sebal dan gusar.Dan,Pak Riswan pun tertunduk lesu.
***
Semakin sering Reynan menemani Rinata ke mana pun pergi dan kapan pun bertemu,Ia mulai merasakan timbulnya suatu perasaan dalam hatinya.
Rinata,seorang gadis dengan kecantikan dan pesona yang lengkap dalam dirinya.Postur tubuhnya,Wajah,Penampilannya dan kepribadiannya selalu membuat Reynan seolah - olah melupakan dunia.
Terkadang Mereka,Randy,Reynan dan Rinata menghabiskan waktu bersama.Mereka menjalin hubungan pertemanan dengan baik.
Namun,di sisi Reynan,Ia mengharapkan suatu hubungan yang melebihi dari Pertemanan.Ia ingin mengungkapkan isi hatinya pada Rinata,namun ia masih malu - malu dan segan dengan keberadaan Randy yang selalu berada di samping Rinata.
Randy mengundang Rinata untuk ikut di acara Peluncuran Album dan Single pertama milik Randy dan Teman - teman.Randy tentunya mengajak Reynan juga ke acara ini.Randy merasa bahagia,akhirnya cita - citanya menjadi seorang penyanyi dan musisi akan tercapai.Acara akan dilaksanakan Sore nanti.
Tiba waktunya untuk dimulai acara Peluncuran tersebut,Randy dan Reynan berangkat menuju tempat acara dan sebelumnya mereka menghampiri Rinata di rumahnya.Tiba di Panti jompo,Rinata sudah siap dengan penampilan yang benar - benar membuat dua pemuda ini terpana.Rinata juga menyiapkan Bunga untuk Randy sebagai ucapan selamatnya.
Tiba - tiba Handphone Reynan berdering,panggilan dari Ayahnya.Ia mengangkatnya.Wajah Reynan mendadak syok setelah mendapat kabar duka dari Ayahnya.Reynan pun meninggalkan Randy dan Rinata,ia memberi tahukan alasan pada Mereka bahwa Saudara Reynan sudah datang di rumahnya dan sangat ingin bertemu Reynan.Randy pun mengijinkan Reynan pergi.
Pak Riswan meminta Reynan untuk pergi ke rumah Neneknya.Dan di rumah itu,Rumah orang tua Ibu Rena,Ibu Reynan sendiri sudah tampak banyak orang berdatangan.Semua memakai Pakaian serba hitam.Suasana duka meliputi rumah ini.Salah satu keluarga mereka ada yang meninggal.Sayangnya,Ibu Rena lah yang meninggal.
Seorang Pemuda menemui Pak Riswan.Ia menanyakan keberadaan Reynan.
"Paman,aku turut berduka cita atas meninggalnya bibi",Pemuda itu memeluk Pak Riswan.
"Iya terima kasih,Marvin",Pak Riswan mengusap air matanya.
"Lalu,di mana Reynan ?"
"Oh,dia sedang menyendiri di teras belakang,mungkin ia tidak ingin menampakkan kesedihannya di hadapan semua orang.Temuilah dia,pasti kau bisa menghiburnya...",
"Baiklah,Paman.aku akan menemuinya",
Reynan berdiri dengan tatapan yang kosong.Ia tidak menyangka duka ini akan datang padanya.Ia bisa menahan kesedihannya sebenarnya.
Namun,setelah ia melihat Handphonenya,ada seorang teman mengupload foto Randy yang sedang berlutut di hadapan Rinata di Facebook.
Dari foto itu ia tahu,Randy sudah menembak Rinata untuk menjadi pacarnya.
Patah hati,jelas tergambar di wajahnya.Duka dan Patah hati yang ia rasakan membuatnya tak bisa berbuat apa - apa.
Ia terpaksa harus mengubur perasaannya dalam - dalam untuk Rinata.Ia hanya bisa berdiam diri dan menyendiri.Ia menguraikan kesedihannya dan kekecewaannya.Ia berharap,andai ada seseorang yang bisa mengerti perasaannya.
Seseorang menepuk bahunya,Reynan berbalik untuk melihatnya.Kakak Sepupunya,Marvin datang menemuinya.Sepertinya harapannya barusan begitu cepat terpenuhi,seorang yang tepat,seorang yang selalu menjadi teman curhatnya.dia paling dekat dengannya.
"Aku harap kau baik - baik saja,Rey.Yang sabar ya,yang tabah,aku tahu kau anak yang tabah",Marvin mengusap Bahu Reynan.
"Aku baik - baik saja,Kakak.Hanya saja aku kesepian sekarang ini",
"Ya,aku bisa melihatnya.aku datang untuk menemanimu",
Reynan langsung mendekap Marvin.Marvin pun menenangkan Reynan.
"Kakak,aku ingin bercerita pada Kakak sesuatu.aku ingin kakak mau mendengarkannya",kata Reynan dengan nada berat.
Marvin melepas Reynan",Apa itu ?ceritakan semuanya...",
Reynan menunjukkan foto Randy dan Rinata kepada Marvin.Reynan duduk untuk menceritakan semuanya pada Marvin.Dan di situ Marvin tahu adik sepupunya dalam keadaan yang kurang beruntung.
"Apa yang harus aku lakukan kakak?",
"apa yang terjadi padamu ini aku pernah mengalaminya,Rey.Waktu itu aku masih SMA,aku harus mengalah pada temanku,Niel,untuk seorang gadis,Namanya Nikita.
Kami sempat bersitegang hanya karena ingin mempertebutkan gadis ini,Niel sempat ingin menamparku.
Namun,Indra,kakak dari temanku yang lain,Arjun namanya menahan tangan Niel.Namun,Gadis itu sebenarnya mempunyai pacar.Niel juga sempat kecewa dan patah hati setelah tahu.Akhirnya,Gadis itu malah meninggal karena suatu penyakit.
Rasa cemburu,kecewa dan sakit hati benar - benar menggelapkan mataku.aku sempat berpikir apakah aku harus menjauhi sahabatku sendiri.aku menghapus pikiranku itu untuk menghormati Arjun.
Arjun selalu mendamaikan kami dan menghibur kami ketika kami terlibat pertengkaran.aku mengalah dan Arjun selalu melakukan tugasnya untuk menenangkan temannya,termasuk diriku.
Beruntung kau menceritakan ini cepat padaku,Rey.Dan jangan sampai kau sepertiku dulu,harus bertengkar dengan sahabatku sendiri.
Mengalah bukan berarti harus bertekuk lutut pada keadaan dan menggugurkan harapan itu begitu saja di hadapan satu gadis.Manusia diciptakan untuk mempunyai pasangan.
Jika ia belum bisa menjadi jodohmu,bersabarlah dan menarik dirilah darinya perlahan.melupakan dirinya dan mengobati rasa sakit hatimu.Masih ada gadis yang lebih baik darinya untuk dirimu",
"Ya,menarik diri dan mengobati rasa sakit hati,coba lihat kakak,aku tak punya seorang pun untuk menghiburku,dan aku mustahil untuk menceritakan semua perasaanku tentang ini kepada Randy,sementara Kakak punya teman bernama Arjun yang selalu menghibur kakak,lalu bagaimana denganku?apa aku harus datang kepada teman kakak yang bernama Arjun ini,dan berkata 'Hai,aku Reynan,aku sedang sedih dan tolong hiburlah aku',begitu ?",
Marvin tertawa ringan mendengar kata - kata Reynan",jika kau ingin menemui Arjun,kau bisa pergi bersamaku datang padanya.dia selalu menerima dengan baik siapa saja yang menemuinya",
"Bahkan Pasien gangguan jiwa sekali pun bisa sembuh dengannya ?",
Marvin menguyek kepala Reynan dan semakin keras tertawa namun ia menahannya",sepertinya kau menganggap dirimu seperti pasien gangguan jiwa itu ya ?",
"Eh,kakak,bukan begitu maksudku.Ah,ayolah,ajak aku menemui dia.Mungkin ini bisa menarik diriku dari mereka dengan bertemu teman - teman kakak itu",
"Ya ya,kau akan mendapat teman - teman jika kau berkunjung ke tempat kak indra.di sana ada Rama dan Iqbal yang selalu kami ajak berkumpul untuk berbagi hiburan dan duduk bercerita bersama",
"sepertinya menyenangkan,o ya,apa aku akan mendapat teman gadis di sana nanti ?apa aku bisa bertemu Kak Malika,kakak ?",
Marvin keheranan mendengar pertanyaan Reynan.Kehadiran Marvin setidaknya bisa sedikit mengalihkan perhatian dan perasaan Reynan.
Dan semenjak itu,Reynan mulai menjauhi Rinata dan Randy.Reynan selalu beralasan sibuk dengan kegiatan barunya,namun Ia tidak memberi tahukan kematian Ibunya kepada Randy,sahabat karibnya sendiri.
Sekali lagi,ia tidak ingin mengganggu Randy dan Rinata dengan memberi kabar duka ini.Dan ia ingin benar - benar bisa mendapat kelancaran dalam proses menarik dirinya dari perhatian dan kehidupan Randy,terlebih Rinata.
Meski Rinata sulit untuk dilupakan,namun Reynan selalu mencari hal lain untuk mengalihkan Perhatiannya dari Rinata.Tapi,Reynan masih menyimpan harapan dan perasaannya untuk Rinata.
Hingga,Ia berdoa,Ia meminta jika Suatu saat Ia sampai tak mendapat Seorang Gadis pun dan Tuhan mengubah takdirnya dengan menetapkan Rinata sebagai jodoh dan belahan jiwanya,ia akan menerimanya dengan senang hati.
Bukan untuk Nama lain Reynan meminta,Bukan untuk Hati yang lain Reynan menaruh harapan,Bukan untuk Cinta yang lain Reynan mengkhususkan doanya.Satu Nama,Satu Hati,Satu Cinta dalam satu Permintaan,Rinata.
***
Sebuah Lagu,Ya,Lewat sebuah lagu,Randy mengungkapkan Perasaannya kepada Rinata.Randy mengutarakan semua Perasaan,Keinginan,dan Kekagumannya pada Seorang Rinata,dan yang lebih penting adalah Cinta.Sebuah lagu yang Randy buat diam - diam untuk Rinata.
Dari dan Untuk Rinata.Dari Rinata,Inspirasi itu datang dari Wajah dan Kecantikan Wajah Rinata,Awalnya.Semakin Randy mengakrabkan dirinya dengan Rinata,ia semakin tahu tentang Kepribadian Rinata.Sempurna,Penilaian dari Randy untuk Rinata.Pesona Rinata menjadi Semangat dan Makna dari Lagu yang Randy buat.
Untuk Rinata,tak pandang tempat Randy merangkai kata demi kata,hingga bait demi bait.Di mana Randy berada dan bersama Rinata,Ide itu selalu ada diiringi debar jantungnya yang selalu terasa cepat.Di Kampus,Di Perpustakaan,Di Sepanjang Jalan,Di Panti Jompo itu bahkan Di Kebun Bunga yang penuh berbagai Macam bunga itu.
Senyum ekspresi kekaguman Randy selalu begitu saja tampak saat Ia melihat Keceriaan Wajah Rinata berada di antara Kuntum - kuntum bunga yang mekar itu.
"Bahkan,jika aku melihat senyum itu di antara Bunga - bunga yang mekar,sama halnya aku mendapat dua kecantikan yang sama Indahnya...",Katanya dalam Randy.
Tentu Saja ini menjadi Kebahagiaan yang tak terduga oleh Rinata ketika Randy mengungkapkan perasaan padanya.
Menjadi Seseorang yang dikagumi oleh Seorang Idola banyak orang adalah hal luar biasa yang terjadi dalam hidupnya.
Tentu saja Rinata menerima Randy menjadi Kekasihnya.Apalagi Randy sudah mempersembahkan Sebuah Lagu khusus untuknya.
Dan Momen - momen spesial yang romantis dan tidak akan pernah ia lupakan,Makan malam dengan berdua Randy.Candle Light dinner di sebuah ruangan khusus dengan hiasan rangkaian bunga Mawar merah di setiap sisinya setelah Acara Peluncuran Album pertama Band Randy.
Rinata terharu melebihi Kebahagiaan yang Ia rasakan.Ternyata Randy diam - diam menyukainya,dan bukan pada Gadis lain.Ia merasa menjadi Sosok yang spesial di Mata Randy.
Lagu persembahan itu akan menjadi salah satu single di Album Band Randy nanti.Dalam sekejap waktu,Lagu ini pun sudah siap diunduh di dunia maya untuk dinikmati.Ini akan menjadi lagu yang paling berkesan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Dengan ketulusannya,dengan Rasa Kasih sayangnya dan dengan penuh Rass Cintanya kepada Rinata.Lagu ini akan dikenal dan dinikmati banyak Orang.
***
Seperti Waktu berlalu sudah agak lama.Randy mulai jarang menemui Reynan karena Kesibukan barunya.Dan di saat Pulang Kampus,Randy bertemu dengan Reynan.Mereka berdua berbicara di taman kampus.
Reynan juga bahagia akan keberhasilan Randy.Reynan tak kunjung menghilangkan senyumnya untuk Randy saat Ia melihatnya.
"besok aku ada jadwal tampil di Mall jam setengah empat.kau harus datang menontonku,Rey...".Pinta Randy merangkul Reynan.
"Bisa...bisa...aku akan di barisan penonton paling depan,atau aku akan berdiri di samping kameramen jika penampilanmu ini nanti disiarkan oleh stasiun TV",
Randy tertawa ringan",tentu Reynan.ini penampilan On Air nanti.Kau harus datang,atau kalau perlu kau aku kuajak untuk bernyanyi di atas panggung",
"Apa ?!di atas panggung?oh tidak tidak,semua penontonmu akan angkat kaki jika aku ikut kau menyanyi,atau rating acaramu ini nanti akan anjlok jika mukaku ini tampak di televisi",
Randy menonjok lengan Reynan pelan",kau ini ada - ada saja.Ayolah,aku tidak akan melakukan itu.Kau cukup mendengarkan aku bernyanyi saja...",
"Oh ya,apa aku boleh Request lagu nanti ?",
"Lagu apa itu ?",
"Lagu potong Bebek Angsa !",
"Apa ?!Hahahahah....",
Randy dan Reynan tertawa terbahak - bahak.
"Kau masih belum hafal liriknya Rey ?",
"Ah,tidak tidak.Ah sudahlah,lupakan !",
"O ya,aku akan mengajak Rinata nanti",
Mendengar kata itu,Keceriaan Reynan hilang begitu saja.Patah hati itu terasa lagi.Reynan membuang muka.
"Hei,kau kenapa Rey?kok tiba tiba diam seperti itu",
"Tidak apa - apa Ran",
Randy heran kenapa Reynan berubah sikap setelah mendengar nama Rinata",Rinata...dia,aku akan mengajaknya datang ke acara itu",
"Ya...",
"Ada Apa Rey ?,O ya,Rinata menanyakan dirimu padaku kemarin",
Reynan menoleh ke Randy",apa yang ia tanyakan ?",
"Sepertinya kau mulai jarang menemuinya.kau mulai jarang bermain - main ke Panti.dia sering menanyakanmu padaku.Kita padahal satu kampus,kenapa kau sampai tidak bisa menemuinya sesekali Rey ?atau...",
Reynan tersenyum untuk menutupi perasaannya",Kakakku Marvin sekarang sering mengajakku bermain ke tempatnya.Ia mengajakku menemui teman - temannya.Ia juga sering mengajakku bermain futsal.aku sering menginap di rumahnya",
"Oh,begitu.Tidak apa - apa,tapi Rinata ingin bertemu denganmu Rey ?",
Reynan membuang muka lagi dan menampakkan muka murungnya sejenak",Yah.Aku akan menemuinya besok,Ran",
***
Kebahagiaan di setiap saat dan setiap hari.Keceriaan di Setiap Pagi yang cerah.Semua itu Rinata rasakan di hidupnya saat ini.Rasa bangga menjadi kekasih dari Pemuda menjadi Idola banyak Orang.Semangat,Semangat datang dari kebanggaan itu.Kebahagiaan Rinata menebarkan Semangat dan Keceriaan kepada Seluruh Penghuni Panti Jompo ini.Selalu terjaga dalam keadaan yang dama dan tenang.
Dan Tanaman Bunga Mawar yang Randy berikan padanya waktu itu,Rinata sudah menanamnya di tempat khusus dengan perawatan yang khusus dan teliti juga.
Tentunya dengan Cinta,Pemberian dari Kekasihnya ini selalu ia rawat dan ia jaga dengan baik.Rinata selalu memberikan saat - saat terbaik di mana Matahari memberikan sinar terbaiknya untuk Bunga itu.
Bunga Mawar itu tumbuh dengan subur dan mulai menumbuhkan Kuncup - kuncup yang bersiap untuk mekar.
Perkembangan Karir Randy mulai mengalami kemajuan.Ia mulai menerima tawaran untuk tampil di berbagai tempat.Ia juga mendapat seorang yang siap membuatkannya konser di setiap daerah.
Randy dan teman - teman mulai terkenal dan digandrungi Semua orang,terlebih gadis - gadis Remaja.Sekejap waktu,Ia mendapatkan beberapa Fans Club disetiap daerah,Sekolah dan Universitas.
Randy beberapa kali mengajak Rinata hadir di setiap Konsernya.Namun,Belum banyak orang yang tahu tentang siapa Rinata bagi Randy.Setiap pertanyaan yang datang pada Randy tentang Rinata,Ia menjawab Rinata adalah Sahabatnya.
Tak sedikit gadis yang menggoda Randy mengatakan bahwa Rinata pasti Kekasih Randy.Namun,Randy membantah mereka dengan canda ringan dan sikap malu - malunya.Justru itu malah membuat Penggemarnya semakin suka dan mencintai Randy.
Hingga Perhatian Randy mulai tersita untuk Penggemarnya,Waktu Randy untuk Rinata mulai berkurang.Namun,Randy berusaha mengatur waktunya antara untuk Penggemar dan Untuk Rinata.Rinata sadar akan keadaan ini,ia bisa maklum.Dan Ia semakin mencintai Randy juga,dan semakin semangat untuk merawat bunga Mawar itu.Satu - satunya Bunga Mawar Impor yang ada di kebunnya.
Dan Reynan,Ia selalu berusaha untuk melupakan perasaannya untuk Rinata.Ia hanya bisa berusaha memendam gejolak perasaannya di hatinya.Patah Hati,Harapan,Putus asa,dan Rasa Cinta.Mereka berlomba - lomba bergejolak untuk menguasai diri Reynan.
Semenjak meninggalnya Bibinya,Marvin tidak tega untuk membiarkan Sepupunya itu kesepian.Apalagi ia juga merasakan keadaan Adiknya itu.Marvin sering memergoki Reynan melamun dalam waktu yang lama,Pastilah yang berputar di pikirannya adalah Patah Hati,Cinta dan Gadis yang dikaguminya,Rinata.Untuk itu,Marvin berusaha mengalihkan perhatian Reynan untuk memberikan hiburan Reynan.
Marvin mengajak Reynan bertemu Arjun,Niel,Indra,dan Malika.Reynan mengagumi Indra,kakak Arjun.Siapa saja yang menemuinya dan bisa akrab dengannya,seolah - olah Ia bisa menjadi kakak bagi siapa saja.Sama dengan Reynan,Ia juga bisa cepat akrab dengan Indra dan Narendra.
Bercanda bersama Arjun adalah cara jitu untuk Reynan melupakan Kegalauannya.Dan benar apa yang dikatakan Marvin,Arjun selalu bisa membuat siapa saja yang merasakan sedih datang kepadanya menjadi lupa dan berubah suasana hatinya.Tidak hanya untuk Marvin dan Niel,Arjun juga menerapkan sikap yang sama terhadap Reynan.
***
Gerimis di siang ini,Rinata berjalan sendiri menyusuri jalan sepulangnya dari kampus.Wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi Bahagia dan ceria.Ia menebarkan pandangannya.Beberapa Pemuda berjalan dengan Kekasihnya,Mereka tertawa,bercanda dan menampakkan kemesraan.
Rinata melihat dirinya,berjalan dengan payung sendirian.Merasakan Keirian dan rindu akan kebersamaan bersama kekasih dan temannya,Randy dan Reynan.Hanya berteman hawa dingin di siang ini.
Ia berada di keadaan yang tidak memihak pada dirinya saat ini.Sampai di Rumah,Rinata berdiri di samping tiang di salah satu sisi teras.Hujan masih turun dengan deras.Gemuruh suara hujan ini seperti suara - suara cibiran dan ejekan yang ia dapatkan itu.
Ia tahu maksud mereka mengatakan kata - kata itu padanya.Kecemburuan dan Keirian yang mengarah padanya.Semua orang sudah tahu siapa dirinya bagi Randy.Ia adalah Kekasih Randy,pujaan hati Mereka.
Setiap hari,setiap saat,Setiap dirinya tampak di hadapan Gadis - gadis penggemar Fanatik Randy,Ia mendapat ejekan,hujatan,dan Kebencian.
Tidak hanya Secara langsung lewat mata kepala dan telinganya sendiri,Ia mendapatkan ungkapan Rasa Iri dan Cemburu itu.Lewat Akun - akun Media sosial miliknya.Di media ini tampak lebih parah,Ia menyaksikan Iri,Cemburu dan Dengki yang mengarah padanya dari Fans yang cemburu padamya dan Haters Randy.
"...karena dia seorang Pengurus panti jompo,jadi Randy berbelas kasihan padanya.Ia pasti juga mengemis - ngemis perhatian pada Randy.Cewek macam apa dia ini ?Murahan...",
"Ah !!dia ini merayu Randy dengan kegenitannya,apalagi dengan bunga - bunga yang terlihat konyol itu,dia ini ingin pamer di depan mata kita....Cewek gatel dia ini !!"
"Paling dia juga mau cari popularitas dengan jadi pacaranya Randy,Cewek tidak tahu malu...",
Ia mengabaikan mereka.Namun dalam hatinya,Kata - kata itu benar - benar menyayat hatinya.Dan dari situ ia tahu,mana Fans Randy yang baik padanya dan mana Fans Randy yang tidak mau mengakui status dirinya sebagai Kekasih Randy.Dan sayangnya,Jumlah Fans yang membencinya lebih banyak.
Randy semakin sibuk dengan kegiatan dan skejul Bandnya.Waktunya semakin tersita untuk memperhatikan Rinata.Memang Randy dan Band sedang mengalami kemajuan karir yang pesat,dan mulai menuju puncaknya.Randy melakukan tour show ke berbagai kota di luar daerah.
Ibu Lisa,Mama Randy menjadi Manajer Band Anaknya sendiri.Terkadang Randy menyempatkan waktu untuk menelpon Rinata,namun Mamanya sangat membatasi waktunya.Sangat jelas bahwa Ibu Lisa tidak suka Randy berhubungan dengan Seorang Gadis.
Reynan ?,seperti ia menghilang dari dirinya.Ia tidak pernah menemuinya lagi.Ia tidak mendapatkan canda dan tawa Reynan lagi.Ia mulai merindukan Reynan.Mata Rinata basah saat menatap foto Reynan.Entah kenapa ia merasa lebih membutuhkan Reynan saat ini daripada Randy,kekasihnya.
Mungkin karena perbedaan sifat kedua pemuda ini.Randy yang cenderung diam dan kaku dengan pembawaan yang halus.Reynan yang aktif dan selalu mendapatkan ide untuk membuat percakapan,dan sesekali Reynan menyelipkan canda dan humor di dalamnya.
Rinata membuat perbandingan di antara keduanya.Rinata merasa Canda tawa dan Keceriaan Reynan lah yang mampu mengobati kesedihan dan kerisauannya.
Samar - samar mulai terasa rasa kecewa pada Randy,Ia kekasihnya namun Ia tak mendapatkan apa - apa di dalam menjalin hubungan ini.Dengan lewat telefon,Mereka berbicara dan bercerita segala hal,itu pun dalam waktu yang tidak lama.
Itu tidak cukup membuat Rinata puas,malah membuatnya semakin rindu dan berharap - harap bisa menelponnya dalam waktu yang lebih lama lagi,Pertemuannya dengan Randy sekali pun dalam satu waktu.Randy dan Kesibukannya,Kesendiriannya dan Rasa Cemasnya serta sedikit rasa irinya saat melihat Randy berada di sekeliling Fansnya yang Ia dapatkan.
Di kampus pun,Rinata merasa kesulitan untuk menemui Reynan.Kedatangan dan kepulangannya susah bagi Rinata untuk menebaknya.Ia ingin sekali mencurahkan semuanya pada Reynan.Bahkan Nomer Hp Reynan sudah tidak bisa dihubungi lagi.Akun Facebook,twitter,dan media sosial lainnya pun sudah di blokir oleh Reynan.
Rinata merasa mulai kehilangan kesabarannya.Keadaan ini pun membuat Rinata enggan untuk memperhatikan pertumbuhan tanaman Bunga Mawar itu.
Rinata lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar,melamun di setiap sudut Panti jompo,atau menangis secara sembunyi - sembunyi di balik Pohon ketika ia merasa tidak ada cara lain untuk menguatkan dirinya setelah mendengar dan menyaksikan sendiri gosip - gosip negatif tentang dirinya dan Randy.
Seperti malam ini,Rinata menatap Foto Reynan dan Randy yang tertempel di dinding dengan terisak - isak.Bagaimana ini bisa terjadi ?Andai saja ia tidak pernah mengenal dua pemuda ini,apa dia akan mengalami saat - saat seperti ini ?.
Namun,Memori Kebahagiaan dirinya bersama mereka berusaha untuk meredam Kesedihannya.Batinnya bergejolak,Ia berusaha sabar.Rinata kehilangan semangatnya.Sikap dingin Randy hingga Kabar yang sudah jarang ia kirimkan pada Rinata setiap hari menjulangkan Kesedihan dan Kecemburuannya yang membesar.
Namun,Canda tawa dan Kekonyolan Reynan yang ada saja untuk dirinya kemudian terlintas kembali di benaknya,Ini sedikit bisa menahan timbulnya kesedihan dan kecemburuan itu.Rinata merasa tak berdaya di hadapan senyuman Dua pemuda yang ada di Foto itu.
Rinata mengusap Foto Reynan",Jujur,aku ingin kau ada di hadapanku sekarang.Aku sudah tidak punya siapa - siapa lagi.Kau tahu ?",Tetesan Air mata yang memantulkan cahaya lampu merembet turun di pipi Rinata",
Semua orang membenciku untuk kesalahan yang tidak ada sebabnya dan iri yang tidak beralasan yang jelas padaku,dan kau menghilang begitu saja dariku",Pandangannya beralih ke foto Randy sejenak",
sementara dia,dia sibuk dengan teman - temannya dan Fansya di luar sana.aku harap dia tidak lupa siapa diriku baginya ?",Rinata menghela nafas dan mengedipkan matanya,dua tetes air
mata yang menetes dari matanya",
Tanpa dirimu,Reynan.Bagaimana jadinya hidupku saat ini ?sementara aku merana dalam keadaan seperti ini.Kau selalu menghiburku,namun kenapa kau tidak ada untuk sekarang ini ?kenapa ?.Bagaimana jadinya hidupku ini,Reynan ?Tanpa dirimu.kau sahabatku,kau tempat curahan hati dan kesedihanku.Kumohon datanglah sekarang juga padaku...",
Sesorang sudah memperhatikan Rinata dari tadi.Seorang laki - laki paruh baya memakai pakaian gamis berperawakan agak besar dan tinggi.Ia mendekati Rinata.
Rinata merasakan kehadiran seseorang.Rinata melihat siapa yang mendekatinya.Hatinya merasa lega dengan kedatangannya.Ia segera memeluk Pria itu erat - erat.
Mereka duduk di ranjang.Pria itu mengusap air mata Rinata.
"Apa yang terjadi,Anakku ?",
"pernahkah Ayah mengecewakan seorang wanita ?",
"Tidak,Rinata",
"Bagaimana Ayah bisa sampai mencintai ibu ?Apa Ayah pernah mengecewakan ibu ?"
"Karena rasa cinta itu sendiri,rasa keinginan yang kuat,keinginan yang membawa Kemurnian dan ketulusan cinta Ayah untuk Ibumu.Cinta yang suci kami bersatu.Ayah tidak pernah mengecewakan ibumu,pernah kami bertengkar dan marah satu sama lain.Namun,Entah kenapa ada sesuatu yang membuat kami membaik kembali,tentu saja perasaan Cinta itu sendiri.
Dan kehadiran dirimu membuat Ibumu semakin menyayangi Ayah .Hingga Ibumu meninggalkan Ayah lebih dahulu.Ia merasa berat dan tidak rela untuk menghadapi ajal yang menjemputnya saat itu.Ibumu sangat menyayangi Ayah,dan menyayangimu melebihi apa pun yang paling berharga di dunia ini.
Ibumu bertanya pada Ayah,apa ia bisa meminta penundaan untuk tiba waktu ajalnya,namun Ayah bertanya pada Ibumu, bagaimana Allah bisa mengubah ketetapan-Nya yang sudah ia tulis dalam kitab Lauh Mahfudz untuk ajal ibumu itu,Anakku",
Rinta merasa sangat tersentuh dengan cerita Ayahnya itu.
"Permintaan Ibumu hanya satu,Anakku",
"Apa itu Ayah ?"
"Cinta.Ayah datang pada Ibumu untuk Cinta.Ayah menikahi Ibumu hanya untuk Cinta.Kami menyambut dirimu dengan penuh Cinta.Ayah mengikhlaskan Kepergian ibumu dalam kekuatan Cinta.
Ayah menyayangimu,Ayah tidak bisa membuat perbedaan seberapa besar Cintaku terhadap dirimu dibanding Ibumu.Aku menyayangimu sama seperti menyayangi ibumu.Ayah merawat dan membesarkanmu dengan penuh rasa Cinta.
Ibumu meminta Ayah untuk menanamkan pada dirimu Rasa Cinta,Cinta yang tulus dan Ikhlas.Karena ia tidak akan bisa mengajarimu secara langsung apa itu Cinta.
Semua tentang Cinta,Permintaan Untuk Cinta.Cinta Ayah,Cinta Ibu dan Cinta untukmu,Anakku",Ayah Rinata,Bapak Dinata mengusap Airmata Rinata hingga menyibak rambut Rinata.
"Ayah pasti sudah melihat semua yang terjadi padaku tadi ?",
"Ayah tahu,Anakku.Kebencian dan Kedengkian itu merusak Hati dan Cinta itu.Ayah bisa merasakan,kau sudah menerima banyak Kebencian dan kedengkian dari siapa saja.Mana yang kau cintai ?",
Rinata menunjuk Foto Randy dengan gerakan yang berat.Rasa berat yang tergerak oleh rasa kecewa.
"Ayah juga sudah tahu siapa dia,Ayah sudah tahu semua yang terjadi di antara kalian.Berita dan gosip tentang kalian sudah sampai ke telinga Ayah.
Kau begitu larut dalam kesedihan ini,Rinata",
"Bagaimana aku tidak demikian ?aku tidak mempunyai siapa - siapa kemarin,Ayah ?bagaimana aku bisa meredam kesedihanku?Bagaimana bisa aku bisa mendapatkan seseorang untuk menjadi tempat berbagi dan masalahku ini,Ayah ?.
Sementara teman - temanku berubah membenciku setelah mereka tahu siapa diriku sebenarnya bagi Pemuda yang ada di foto itu.aku selalu ingat Ayah,aku rindu padamu Ayah",Rinata kembali terisak - isak.
Pak Dinata menenangkan Putrinya itu"Dan sekarang Ayah sudah datang padamu,dan Ayah melihat dirimu terlalu larut dalam kesedihan ini,Rinata.Kesedihan yang membuatmu lupa akan ada sosok yang lebih dan paling menyayangimu,bahkan jika Ayah tidak mungkin pulang malam ini,sayang",
Rinata menatap wajahnya terdiam bertanya - tanya.
"Siapa Ayah ?siapa dia ?",
Pak Dinata mengambil sesuatu dari saku celananya,Rinata melihat Ayahnya menggenggamkan sesuatu ke tangannya.Rinata melihat benda apa itu,Sebuah tasbih.
"Allah,Tuhan Maha Pengasih Tuhan Maha Penyayang.Kesedihan ini datang untukmu dari Allah,karena Allah ingin kau bisa kembali mengingat-Nya seperti kau mengingat Ayah,sekalipun jika Ayah tidak bisa pulang menemuimu,Ingatlah Dia,Anakku.
Meski Ayah jauh darimu,tapi Allah lebih dekat dari keberadaan Ayahmu.Allah Yang Maha membolak - balikkan Hati Manusia.Dengan kesedihan ini,Allah ingin membuka matamu,Allah ingin kau tahu bahwa Dia Maha Menyayangi Hamba-Nya.Allah ingin menyampaikan rasa Cinta-Nya padamu.
Puji Syukur,Alhamdulillah,jika kau termasuk dalam Hamba - hamba yang di Kasihi oleh Tuhanmu,Anakku.Tak perlu lewat surat dan kata - kata romantis itu,Rinata,dengan hidayah dan membaca Ayat - ayat Al Qur'an itu Allah akan menaungimu dengan Rahmat dan Kasih-Nya untukmu.
Subhanallah,Alhamdulillah,Allahuakbar,dan Lailahailallah,empat kalimat ini jika sampai kau mengucapkannya dengan Khusyuk dan Ikhlas,itu akan membuatmu lebih baik,Ingatlah Allah,Anakku.Allah akan memberi ketenangan dan kedamaian pada Hatimu.
Mari Anakku....",
Pak Dinata menuntun Rinata mengambil Air wudhu.Mereka melaksanakan Sholat Isya' bersama.Dalam empat rakaat itu,dalam rukuk dan sujudnya,dalam rintihan doanya,Rinata mendapatkan bukti bahwa Allah memberikan kedamaian dan ketenangan hati untuknya.
Jika Allah mencintai Hamba-Nya,maka ia akan memberikan ujian pada Hamba-Nya,Ujian untuk menyadarkan dan mengingatkan Seorang Hamba bahwa tidak ada kekuatan dan kekuatan yang paling besar selain hanya Milik Allah.
"Innallaha 'alla kulli syai'in qodir...bukankah demikian,Wahai Saudaraku Sekalian ?",
***
Beberapa bulan Kemudian...
Siang itu di salah satu ruangan Dokter,Ibu Lisa tengah membicarakan keadaan Randy dengan Seorang Dokter Wanita.Bu Lisa tampak putus asa,Ia akhirnya membuat sebuah keputusan untuk Randy.
"Singapura...",Bu Lisa melihat Wajah Dokter
"Anda ingin membawa Anak Anda ke Singapura,Bu ?",tanya Bu Dokter dengan halus.
"Yaa.aku akan membawa Anakku ke Singapura.Kurasa Randy akan mendapat Pengobatan yang terbaik di sana.Aku yakin keadaannya akan membaik di sana",Mata Bu Lisa tertuju ke arah Luar Jendela.
"Baiklah,jika itu keputusan Anda ibu,Silahkan.Kami sudah memberikan Usaha kami yang terbaik untuk Anak Anda.Saya Mohon Maaf jika ada beberapa Kekurangan Kami dalam melayani Keluarga Anda...",
"Iya.Terima Kasih,Dok",Bu Lisa mengangkat tasnya hendak bangkit dari Kursi
"Terima Kasih Ibu sudah mempercayakan Anak Anda kepada Kami.Semoga dia mendapat kesembuhan,Bu",Bu Dokter.
Bu Lisa sedikit tersenyum untuk berbasa basi",Iya Dok.Saya Permisi dulu,Selamat Siang",
Bu Lisa meninggalkan ruangan dokter itu.
Dan di hari berikutnya,Reynan pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk Seseorang.Reynan masuk ke sebuah ruangan rawat VIP.Tampak Randy terbaring lemah dengan selang infus terpasang di pergelangan tangannya.Kepalanya masih terbalut Perban.Tak Seorang pun yang menemaninya di ruangan itu.
Terjadi kecelakaan yang dialaminya di suatu malam pulang dari Studio Musik setelah melakukan latihan.Ia berjalan pulang sendiri mengendarai motor.Karena terlalu lelah,Ia memaksakan diri untuk melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memakai Helmnya.Hingga Ia terkejut mendapati sebuah Mobil Sedan melintas di depannya tiba - tiba.
Motornya menabrak Sedan itu dengan keras.Tubuhnya terpelanting ke atas hingga terjatuh di atas kap mobil bagian depan.Kepalanya yang paling awal mendarat.Seketika darah segar mengucur dari pelipis dan telinganya setelah mengalami benturan yang cukup keras.Randy tak sadarkan diri.
Reynan duduk di ujung ranjang ini.Randy merasakan kehadiran Reynan.Ia membuka matanya perlahan,Wajah cemas Reynan yang pertama ia lihat.Senyum di wajah pucat dan lemah itu,senyum dengan maksud untuk menenangkan Hati Reynan.
"Terima kasih,sudah menjengukku Rey",
"Ya.Sama - sama.Bagaimana keadaanmu sekarang ?",
"Seperti aku hendak bersiap naik panggung untuk tampil,Rey",dalam Keadaan lemah itu Randy ingin mengajak Reynan bercanda.
"Tapi...",
"Sudahlah,Reynan.Aku ingin membicarakan sesuatu hal denganmu",
"Apa itu ?",
"Apa kau sudah menemui Rinata ?",
Reynan membuang muka lagi,Randy melihat Sikap Reynan.Tangan lemah itu perlahan meraih tangan Reynan.
"Kenapa Reynan ?Apa yang sebenarnya terjadi padamu ?Ada apa denganmu dan Rinata ?",
"Tidak apa - apa,Randy.Kami baik saja - saja",
"Tidak mungkin sesuatu hal yang tidak wajar tidak terjadi di antara kalian hingga kau berubah seperti ini saat aku bertanya tentang Rinata padamu.Kau selalu membuang muka dan menyembunyikan sesuatu",
Reynan membisu.Patah Hati itu kembali
datang di hatinya.
"Aku tahu apa yang terjadi padamu Rey.Perasaanmu dan Rinata.Aku tahu perasaanmu pada Rinata.Mungkin jika aku musuhmu,kau akan segera merebut Rinata dari tanganku,Bukan ? Iya Kan ?",
Reynan tetap membisu.
"Maafkan Aku sebelumnya Reynan.Aku ingin menceritakan semuanya padamu,semua hal yang aku pendam dan aku tahan selama ini.mungkin saat inilah titik penghujungku kehabisan kekuatan untuk bersabar.Kumohon dengarkan semuanya,Reynan.Maafkan aku,jika ini akan menyinggung perasaanmu",
Reynan menoleh ke Randy.Mata Reynan berkaca - kaca,pertama kali Randy mendapati Reynan berwajah sedih hingga berkaca - kaca seperti ini.
"Yah,aku benar ternyata.Kau menyimpan perasaanmu terhadap Rinata",
"Ceritakan Semuanya Ran",Reynan menghela Nafas",jangan khawatirkan diriku",Kata - kata Reynan dengan bibir yang bergetar.
"Aku sudah menembak Rinata saat Acara Launching Album waktu itu.Aku sudah menjadi kekasih Rinata,Gadis yang aku kagumi.Wajahya,kepribadiannya,Sifatnya dan Kerja Kerasnya.Meski aku seorang Pujaan banyak Orang,aku merasa diriku bukan siapa - siapa di hadapan Rinata.Aku bahkan memuja dan menyayangi Rinata,Mereka,Anak - anak Gadis penggemarku,tidak ada apa - apanya dibandingkan Rinata",Randy menghela Nafas dan kembali tersenyum",
Menjadi kekasihnya,aku berharap bisa memberikan kebahagiaan pada hidupnya,awalnya.Setidaknya aku sudah memberikan sedikit kebahagiaan padanya.
Namun,bersamaan dengan keinginanku untuk meraih cita - citaku,aku tetap berusaha untuk bisa turut memberinya kebahagiaan dan tetap membuatnya tersenyum.
Hingga aku mulai bisa meraih apa yang aku cita - citakan,dan semua sudah sampai sejauh ini.aku yakin dia akan bahagia juga dengan keberhasilanku.Rinata dan Cita - cita yang sudah aku capai ini,awalnya aku harap bisa mendapatkan semuanya.aku harap.
Namun,itu malah menjadi dua pilihan yang sangat sulit bagiku.aku kekasih Rinata,Reynan.aku harus mencintainya,aku harus memberinya perhatian,menyayanginya dan paling tidak selalu ada di sampingnya kapan saja.itulah yang seharusnya ku lakukan.
Tapi,aku sudah menjadi diriku yang ada di impianku dan cita - citaku,aku tidak mau meninggalkannya dan berpaling dari semua ini begitu saja.aku sudah bekerja keras dan bersusah payah untuk mencapainya.Semua orang sudah mengenal dan mengagumiku,ini yang kuinginkan.mereka menyukaiku dan kami.aku sudah mendapatkan yang aku ingin sejak dulu,Rey",Randy menggenggam pergelangan tangan Reynan lebih erat",
Kenyataan yang terjadi tidak seperti yang kuharapkan,Entah apa yang dia rasakan dengan menghadapi keadaanku kemarin.Kesibukan itu dan Pengabaianku terhadap Rinata.aku berusaha semampu mungkin untuk tetap memperhatikan Rinata,namun ini adalah hal yang sulit aku lakukan.
Aku terjebak dalam keterbatasan dalam hubunganku bersama Rinata.
Mungkin kau sudah melihat apa yang terjadi di kampus,apa yang terjadi pada Rinata.kau pasti berpikiran bahwa aku hanya diam begitu saja melihat semua hal yang Rinata dapatkan di balik keberhasilanku ini,Rey ?.
Tidak,Tidak,aku merasakan apa yang Rinata rasakan.aku melihat semua orang iri padanya,meluapkan kecemburuannya dengan sikap yang buruk pada Rinata,dan Mereka memojokkan Rinata,itu semua karena diriku.Semuanya berdampak pada Rinata,perasaan dan jiwanya.Ini hal tersulit yang harus aku lakukan.aku tidak membayangkannya hingga sampai terjadi seperti ini.
aku ingin sekali menemui Rinata dan menghiburnya,namun sekali lagi,aku terjebak dalam aturan dan batasan yang Mamaku terapkan,Rey.Dengan larangan darinya membuatku tidak mungkin bisa menemuinya",Di sudut mata kiri Randy sudah tampak sebulir air mata",
Mungkin dia sudah kecewa padaku,Mungkin Hatinya sudah terlalu terluka Reynan.Jika kau berada di posisiku,pasti kau bisa merasakannya,bukan ?.aku selalu berusaha untuk menenangkannya dan memberinya harapan untuk memberikan waktu dan pertemuan padanya.aku selalu berkata aku masih tetap mencintainya.
Sayangnya,aku hanya memberinya janji dan harapan,tanpa pernah menepatinya.Aku mencintainya Reynan,namun aku selalu berontak dengan keadaan ini,keadaan ingin aku mengalah namun aku selalu berusaha untuk berontak.
Hingga aku merasa lelah dan putus asa,Keadaan ini membuatku untuk menuruti Egoku,Ego untuk mengabaikan keadaan Rinata.ini yang selama ini aku lakukan Rey,setiap saat,setiap aku berpikir untuk memperbaiki keadaan Cintaku pada Rinata.
Aku mencintainya Reynan,aku mencintainya...namun kenyataanya aku malah membuatnya terluka dengan keadaan ini,pengabaianku yang membuatku tak berdaya ini.aku harap ini tak membuat Rinata mengubah perasaannya padaku,aku harap tidak demikian.
Bagaimana aku bisa hidup lebih lama lagi dalam keadaan ini ?Bagaimana aku bisa hidup dengan melihat Rinata semakin terluka dan kekecewaannya padaku ?
Lalu,Bagaimana bisa aku harus melepas semua Pencapaianku ini hanya demi memberikan hidupku kepada Rinata,Reynan ?Tidak,mungkin.Aku harap aku bisa mencintai Rinata dan menjalani hidupku bersamanya dengan cita - cita yang sudah aku capai.Ini adalah Harapan yang mustahil bagiku Reynan",Dalam mata yang basah itu,Randy menatap Mata Reynan dalam - dalam",
Kau mencintainya,Rey ?",
Reynan hanya diam dan menahan kata Iya yang hendak Ia ucapkan di lidahnya.
"Kenapa Reynan ?kenapa kau diam seperti ini ?katakan bahwa kau juga mencintai Rinata Reynan ?katakan....",,tanya Randy berusaha bangkit dari pembaringannya.
Reynan terpaksa menggeleng dengan hati yang seolah - olah hampir hancur.Dalam hatinya membuat pertimbangan,Mengatakan ya dan nanti akan membuat Randy menyesal atau mengatakan tidak dan nanti dia harus menyembuhkan hatinya kembali dalam waktu yang cukup lama.
"Kau bohong Reynan...Kau menyembunyikannya dariku,kau...",
Kali ini Randy pertama kali melihat Reynan terisak - isak.Ini Pertama kali Randy melihat Reynan menangis.Randy tahu apa yang Reynan rasakan.
Randy menggenggam tangan Reynan",Jika kau takut untuk menyinggung perasaanku,jangan lakukan itu Reynan.Demi persahabatan kita,aku tahu perasaanmu.Katakan sejujurnya,Kau juga mencintai Rinata....",
Dengan bibir yang bergetar,Reynan mulai bicara ",Ya.Aku mencintai Rinata,namun aku telah salah memelihara Perasaan ini",Sedikit rasa Lega di hati Reynan.
"Yaah.akhirnya,kau berkata jujur.Apa yang membuatmu merasa bersalah Rey ?",
"Kau mencintai Rinata,Aku tidak tahu sebelumnya.Mungkin juga kau tidak tahu sebaliknya ?",
"Kau takut melukai perasaanku jika kau mengungkapkan perasaanmu pada Rinata terlebih dulu ?",
Reynan mengangguk.
"Lakukan saja Reynan jika waktu bisa di putar kembali",
Reynan terkesiap mendengar apa yang Randy katakan.
"atau Lakukan saja jika waktu sudah tidak bisa di putar kembali...",
"Kau mencintainya,Kau kekasihnya sekarang,Randy ",
"Ya,aku mencintainya tapi aku tidak bisa memberikan sosok seorang kekasih pada Rinata,Reynan",
"Tapi,belum terlambat untukmu Randy,semua bisa diperbaiki meski kita tidak bisa memutar kembali waktu.Aku akan membantumu ",
"Tapi,kau mencintai Rinata,Reynan.Lalu,bagaimana dengan Perasaanmu ?",
Reynan diam.
"Mama akan membawaku ke Singapura,besok lusa Reynan.Semuanya sudah siap,bagaimana aku bisa memperbaiki semua ini dalam waktu yang sekejap ?,
aku harus melepas karirku di sini,aku harus meninggalkan semua di sini,dan aku harus meninggalkan...",Randy meneteskan Air Mata",Rinata di sini,Reynan.Mama ingin mengajakku menetap di sana bersama Suami barunya.Lalu,Bagaimana dengan Cintaku dan Rinata,Reynan ?",
Reynan tak menyangka Randy memberi tahunya keputusan ini.Randy mengambil Sebuah kotak,bisa terlihat isinya sebuah kalung,dengan liontin berbentuk bunga Mawar merah.Randy menyerahkan pada Reynan.
"Aku masih mencintai Rinata,Rey. Tapi,aku akan segera meninggalkannya.Meninggalkan dirinya yang dengan hati terluka dan Putus Asa.Mungkin ini tidak akan bisa di maafkan.Tapi,aku tidak berdaya dengan keadaan ini seperti ini Reynan,entah apakah aku akan bisa hidup lebih lama lagi di dunia ini ?",
"Jangan Katakan itu,Randy.aku akan membawa Rinata kemari untukmu...",
"Jangan Rey,jangan.Aku takut nanti dia akan terpukul melihat keadaanku dan itu akan mempersulit kepergianku bersama Mama.Tolong mengertilah Reynan,Kawanku...",
"Lalu,apa yang harus aku lakukan ?",
"Penuhi Permintaanku Reynan,Kumohon...kau pasti bisa melakukannya",
"Apa itu ?",
"Aku takut jika Rinata terus hidup dalam kesedihan dan Keputus asaannya Reynan.Aku yakin Rinata mulai kehilangan Harapannya,dan itu salahku Rey.Namun,harus bagaimana lagi ?dan Cintanya,Hatinya akan terus membuat permintaan akan Sebuah Pertemuan denganku,Namun bagaimana itu akan terjadi ?.Kesedihan,Keputus asaan dan Mungkin Rinata akan segera kecewa padaku.
Satu hal yang paling indah yang Ia miliki Reynan,satu hal yang tidak bisa kutemukan di mana pun,ialah Senyuman Rinata.Senyuman Kebahagiaan dan Kebanggaan dari Ketulusan Hati dan Cintanya.aku tidak ingin Rinata kehilangan Senyum itu di wajahnya Reynan.
Aku masih mencintainya,Reynan.Kau juga mencintainya kan ?",Tanya Randy penuh harap.
"Ya.Aku mencintai Rinata,Ran",:
"Tolong....",Randy menghela nafas dengan sedikit tersengal",Penuhi Permintaanku Reynan,Jangan biarkan semua hal tadi terjadi pada Rinata,Rey.Kau menyayangi Rinata dan kau juga tidak mau itu terjadi padanya,bukan ?",
Reynan mengangguk.Randy menggenggamkan Kotak berisi Kalung Emas Putih itu.
"Katakan pada Rinata bahwa Kau mencintainya Reynan,ungkapkan perasaanmu padanya,kau akan membuat kebahagiaan baru dan lebih baik bagi Rinata,aku yakin kau bisa.
Ini untuk Rinata Reynan.Berikan padanya,Aku juga mencintainya Reynan,ini lambang Cintaku untuk Rinata.Bersama Cinta mu dan Cinta yang ada di liontin untuk Rinata,aku harap aku bisa menebus semua kesalahan ini pada Rinata.Dan
Cintamu untuk Rinata akan membawanya pada Hidup yang baru.Entah akankah dia melupakanku atau tidak,aku masih akan tetap mencintainya.
Kumohon Reynan,Kau sahabat baikku,kau seperti saudaraku sendiri....",Randy melepas Kotak itu dari genggaman Reynan.
Perasaan yang ada di hati Reynan tidak bisa dijelaskan.Ia melihat sekujur badan Randy.Reynan langsung mendekap Randy dan menumpahkan tangisnya.Perasaan
yang sulit untuk bisa dijelaskan.
***
Rinata berusaha untuk menyembuhkan hati dan perasaannya.Dengan mematikan Akfitiasnya di dunia maya,dia tidak akan mendapat semua berita dan gosip negatif tentang dirinya yang akan membuatnya semakin terpuruk.Meski harus sedikit jauh dari Kabar dan Perkembangan Randy,ia tetap melakukannya.
Demi perasaannya,Rinata memberanikan dirinya.Ia mengabaikan semua ejekan dan hujatan dari Orang - orang yang sudah iri dan Dengki padanya.Ia mulai terbiasa dengan keadaan ini.
Namun dengan berjalannya waktu,Rinata menyadari Semua itu berangsur berkurang dan hilang.Awalnya ia ingin mencari tahu apa sebabnya semua orang membicarakan Randy dan mengaitkan dengan dirinya yang kemudian menjadi Fitnah baginya.
Namun,Ia berusaha tetap mengabaikannya.Demi kesembuhan hatinya,Ia rasa memperhatikan keadaan yang berangsur hilang ini adalah Hal yang sia - sia.
Ia mulai membangun kembali semangatnya seperti semula.Dan statusnya sebagai kekasih Randy,Ia tidak perlu berbangga diri lebih lama karena itu adalah beban bagi dirinya.Yang lebih penting adalah ia harus berpikir bagaimana caranya berbahagia dengan caranya sendiri.Ia menata kembali semua seperti semula.
Keceriaannya,Semangatnya,dan Hari - hari yang terasa suram awalnya,ia akan mengubahnya menjadi bersinar dan segar seperti kuntum - kuntum bunga yang ia petik setiap paginya.
Dan di suatu siang,Saat Ia ada jam kuliah Siang,Rinata sudah tiba di halaman.Ia membawa Bunga pesanan salah satu dosennya.Ia berjalan menuju Ruangan Dosen tersebut.Ia berjalan penuh semangat dengan wajahnya yang ceria dan tetap menunjukkan keramahannya.
Reynan tampak berjalan dari arah yang berlawanan,Ia hendak pulang.Keduanya
semakin berjalan mendekat.Namun mereka tidak saling menyadari.
Hingga beberapa jengkal jarak keduanya,Barulah Mereka saling menatap.Rinata menyadari kehadiran Reynan,begitu juga sebaliknya.Keduanya pun berlalu.
Namun,saat mendapatkan satu langkah ke depan,Rinata berhenti lebih dulu.Ia terkesiap.Begitu juga Reynan,Ia berhenti.Angin berhembus di antara mereka.
"Selamat Siang,Reynan",Rinata menyapa Reynan namun Ia tidak mendapat keramahannya.Mereka saling membelakangi.
Reynan terdiam sejenak",Selamat siang,Rinata",
Rinata berbalik"hai....Bagaimana kabarmu ?"
Reynan sedikit heran dengan keadaan Rinata.Ia berbalik dengan sedikit kecanggungan",Aku,baik - baik saja",Kali ini Reynan seperti Reynan yang berbeda.
"Syukurlah...Kau mau ke mana ?",tanya Rinata dengan keramahan yang tak pernah hilang.
"Aku mau pulang,kau ?",
"Aku ada jam kuliah siang hari ini",
"Oh,"Reynan melihat bunga yang Rinata bawa ",dan bunga ini ?Ah !!!kenapa aku harus bertanya lagi ?",Reynan menepuk dahinya,Sepertinya sikap suka bercandanya timbul kembali.
Rinata tersenyum",Ini untuk Bu Risma Reynan",Hatinya merasa lega,akhirnya bisa bertemu dengan Reynan.
"Oh begitu,baiklah...aku duluan ya...",sayangnya kali ini tidak ada percakapan seperti Mereka pertama kali bertemu.
Rinata menghilangkan muka cerianya.Ia kembali berjalan menuju Ruangan Bu Risma.
Sore di lain hari,Rinata menunggu bis untuk pulang.Mendung mempergelap langit dan siap menumpahkan Hujannya.Gerimis pun turun,Bis yang ia nanti pun tiba.Banyak orang yang masuk ke dalam bus,Ia tampak tidak bisa mendapat celah untuk masuk sementara Hujan kian deras.Ini adalah bis terakhir hari ini.
Sayangnya Rinata tak bisa masuk ke dalam Bis dan harus kehujanan.Rinata berusaha mengejar bis itu namun Bis itu terlanjur melaju dengan cepat.Rinata tersandung satu lubang jalan yang penuh genangan air.Ia terjatuh di tengah Hujan yang lebat ini.
Ia merasa sedih tidak bisa segera pulang.Ia menangis di tengah derasnya hujan itu.Lalu,Seseorang tampak memberinya naungan dengan Jaket.Rinata menyadari hal ini.
Ia menoleh ke atas untuk melihat siapa yang menaunginya.Reynan.Reynan mengulurkan tangannya,Rinata meraih tangan Reynan dan berdiri.Lututnya terasa sakit untuk berjalan.
Reynan langsung menggendong Rinata di punggungnya.Rinata memegang Jaket Reynan sebagai Naungan Mereka.Reynan mengajak Rinata pulang ke rumahnya.Kejadian yang tak terduga,Rinata menuruti ke mana Reynan akan membawanya.Di sepanjang jalan ia hanya melihat Wajah Reynan saja dari arah belakang.
Reynan menundudukkan Rinata di kursi Ruang tamunya.
"Kakak,aku pulang,tolong bawakan handuk untukku....",,panggil Reynan pada Seseorang.
Marvin hadir membawakan Handuk untuk Reynan",Ini Rey...",Marvin terdiam melihat siapa yang Reynan bawa ke rumahnya.
Reynan mengambil handuk itu dan menyerahkannya pada Rinata.Reynan duduk di samping Rinata.
"dia kak Marvin,Rin.Kakak Sepupuku.kau baru menemuinya kan ?",
Marvin mendekati mereka",Hai,nama saya Marvin.Dan Pemuda yang duduk di sebelahmu itu adalah Reynan,adik sepupuku.Senang berkenalan dengan Anda....",Marvin memperkenalkan diri dengan gaya bercanda.
Rinata pun tertawa melihat tingkah Marvin.Reynan juga tertawa.Ia memeriksa lutut Rinata.Lalu,ia masuk ke kamarnya.Tak lama kemudian,Reynan datang dengan nampan dengan Tiga gelas teh hangat dan kantung berisi Obat luka.
Reynan meletakkan nampan itu di atas meja.Tubuh Rinata sudah tampak sedikit kering.
"Lukamu harus segera ditangani Rinata",Reynan menuangkan Obat pembersih luka di kapas dan langsung mengusapkannya pada lutut Rinata dengan cukup kuat.
"Ah !!",Rinata berteriak kesakitan.
"Oh,maaf...",Reynan menarik tangannya
seketika.
"Sakit sekali Reynan...",,Rinata mengusap sekitar lututnya yang terluka.
"Mungkin aku terlalu kuat menekan",
"I..iya..",
"Baiklah,aku akan lebih pelan...tahan sedikit Rinata",
Reynan pun membersihkan luka Rinata dengan sabar.Setelah Hujan reda,Ia mengantar Rinata pulang.Dalam hati Rinata memanjatkan puji syukur untuk apa yang terjadi hari ini bersama Reynan.Pertolongan dan Penanganan Luka oleh Reynan yang penuh kesabaran
padanya.Ia sangat terharu.
***
Sebelum berangkat ke kampus,Rinata memandang foto Reynan untuk beberapa saat.Kebahagiaan yang ia rasakan.Sejenak matanya bergeser pada Foto Randy,Perasaan sedih dan Harap - harap cemas itu datang lagi.Ia ingin mencari tahu kabar Randy,Keduanya masih terikat hubungan ini,Cinta.
Namun,Kembali melihat Foto Reynan membuat Rinata berubah enggan untuk mencari tahu kabar Randy.Ia ingin menikmati saat - saat ini,hanya ada dirinya dan Reynan,Sahabat Terdekatnya.Ia lalu berangkat ke kampus.
Semangat untuk merawat Bunga Mawar pemberian Randy tumbuh lagi.Meski tanpa kehadiran Randy,tidak apa - apa.kali ini keberadaan Reynan memberi Nuansa sendiri di hari - hari Rinata.Namun,Rinata tetap masih mencintai dan mengharapkan Randy.
Jam kuliah Rinata di akhir pekan ini tidak lama,sama juga dengan Reynan.Keduanya bisa pulang bersama.Reynan menenami Rinata pulang.
"Rinata...",
"Ya,Rey...",
"Bagaimana dengan keadaan Lututmu ?apa masih terasa sakit ?",tanya Reynan menoleh ke Rinata.
"Alhamdulillah,sudah membaik,terima kasih Reynan.Kau sudah merawatku dan menolongku kemarin",
"Yah,sama - sama.kalau belum sembuh bilang saja,aku akan menggendongmu setiap berangkat dan pulang kampus",
Rinata terkesiap ",Apa ?!",Ia menoleh ke Reynan.
Reynan tertawa ringan,Rinata juga ikut tertawa.
"Benarkah ?",
"Yah.atau aku akan menjemputmu dengan motorku setiap hari",
"Ah !!kenapa aku tadi tidak bilang lukaku belum membaik?",Rinata menepuk dahinya.
Reynan tetap tertawa.
"Kau terlalu baik Reynan.",
"Tapi,kau yang membuatku untuk selalu berbuat baik Rinata,aku tulus melakukannya untukmu",
Rinata terdiam mendengar hal itu,kata - kata Reynan begitu saja menyentuh hatinya.Rinata terbengong.
"Rinata,hei Rinata...",Reynan menyadarkan Rinata.
"Oh...ya.,ada apa ?",
"Ah sudahlah.Ada yang ingin aku sampaikan padamu ",
"Apa itu ?katakanlah",
"Maukah kau datang ke rumahku untuk makan malam bersama Ayahku nanti malam ?",
Rinata mendadak grogi menerima ajakan Reynan.Satu hal lagi yang akan mendatangkan kebahagiaan padanya.
"Makan Malam ?ke rumahmu ?",
"Yah.Bersama Kak Marvin,dan Kak Malika akan ikut juga nanti malam.Maukah tidak ?",
Rinata tersenyum",Terima Kasih Reynan sebelumnya,aku akan datang.Ini akan menjadi makan malam yang spesial nanti",
"Yaah...",Reynan tak sengaja menatap kedua mata Rinata,jantungnya berdegup kencang",Yaah,dan kedatanganmu akan membuat makan malam nanti menjadi momen yang spesial untuk ku,khusus untukku,hanya untukku...",Kata - kata itu begitu saja keluar dari Reynan.Ia seperti tersihir oleh tatapan Rinata.
"Ya...Ini akan mengesankan.Apalagi kalau ada Kak Marvin",Rinata juga larut dalam pandangan Reynan.
Keduanya berhenti dan saling menatap.Suara klakson bis yang kencang membuat keduanya terkejut dan sadar dari momen pandang memandang itu.Reynan tampak malu - malu membuang muka,begitu juga Rinata.Mereka melanjutkan perjalanan.
Jam setengah delapan malam,Rinata sudah sampai di rumah Reynan.Ia mengetuk pintu.Semua orang di dalam rumah mendengarnya.
"Itu pasti Rinata...",Pekik Reynan bersemangat.
"Biar aku yang menyambutnya Reynan,kau berganti baju lah",Malika mengambil langkah.
"Oh,baiklah.Silahkan...",Reynan menuju kamarnya.
Malika membuka Pintu dan mempersilakan Rinata masuk.Sejurus kemudian Reynan hadir dengan pakaiannya yang rapi.Ia melihat Rinata membawa Bunga.
"Hei...ayo,sambut dia Rey,kau jangan bengong di situ",Marvin mendorong lengan Reynan.
"Iya Kakak...",
Reynan mendekati Rinata.
"Selamat malam Reynan,Aku datang untuk malam ini ke rumahmu",Rinata melihat siapa saja yang ada di rumah ini.
"Yah.Oh,kau ke mana saja pasti membawa bunga.Termasuk ke Rumahku...",Reynan melihat Karangan Bunga Rinata.
"Ini Khusus aku siapkan untuk...",
"Untukku ?",
Rinata terdiam canggung melihat Malika.Marvin hadir di sampingnya.Tak sengaja Rinata melihat Ayah Reynan lewat.
"Ini Untuk Ayahmu,Rey...",
"Hah ?!,lalu bagaimana dengan diriku ?",
"Emhh,kau bisa datang ke rumahku kapan saja untuk memetik bunga sesuka hatimu Reynan.",
"Ah !!benar sekali...",Reynan tertawa menggaruk - garuk kepala.
"Ee..sayang,kenapa kau tak membawakanku bunga untukku tadi seperti Reynan dan Rinata ?",tanya Marvin lirih.
"Umm...Anda tidak memberi tahu saya
sebelumnya,tuan",Jawab Malika mengajak Rinata menuju Ruang Makan.
Rinata,Marvin,Malika,dan Reynan berjalan menuju Ruang Makan.Namun,tak sengaja,Rinata melihat Pintu kamar Reynan sedikit terbuka.Dan ia tampak sedikit terkesiap saat melihat sebuah foto yang terpasang di salah satu sudut kamar Reynan,itu adalah Foto dirinya.Bersebelahan dengan Salib yang terpasang di dinding.
Ia penasaran kenapa Reynan memasang fotonya di kamar.Ia terus menebak apa maksud Reynan memasang fotonya.Jangan - jangan ?!,Rinata beralih melihat Punggung Reynan.dia selalu bercanda bersama Marvin.Matanya berkaca - kaca.
Pak Riswan mempersilakan semuanya duduk.Hidangan Makan malam sudah siap.Marvin duduk di sebelah Malika.Reynan duduk di sebelah Rinata.Mereka pun segera menyantap hidangan ini.
Rinata masih menebak - nebak apa maksud
Reynan memasang foto dirinya di kamar.Ia sesekali melirik Reynan makan.Tetapi,Reynan selalu tersenyum padanya dan menikmati makanan saat mereka bertemu pandang.perlahan Rinata membuat satu senyuman kecil,satu senyuman berasal dari sedikit isyarat hatinya.
Mungkinkah Reynan juga mempunyai rasa itu pada dirinya ?
***
Tepuk tangan dari seluruh Pemirsa di satu Gedung Opera ini untuk Seorang Pemuda yang sudah berdiri di tengah - tengah pangung ini.Perlahan cahaya Lampu sorot merambat menuju tempatnya berdiri.Ia siap untuk memberikan penampilannya malam ini.
Alunan musik mulai terdengar diiringi
Suaranya yang terdengar Merdu dan Sendu.Ia selalu menciptakan suasana penampilan panggungnya yang Khas.Suaranya perlahan menyihir Para Penonton ini.Ia begitu menjiwai apa yang ia tampilkan lewat alunan suaranya.
"Saya merasa bangga dan senang bisa menampilkan bintang - bintang baru di Panggung saya ini,Nyonya.Salah satunya putra anda ini,dia benar - benar menguasai panggung dan seluruh penonton ini,begitu juga saya.Saya yakin dia akan segera berada di jejeran Bintang - bintang Papan atas di negeri ini",Seorang Laki - laki membuka percakapan.
"Emh,Saya harap juga demikian,Tuan Chen.Terima Kasih atas Kesempatan yang anda berikan untuk Putra saya hingga bisa tampil di tempat Anda ini",Seorang wanita yang duduk di sebelahnya,Ibu Lisa masih memperhatikan Monitor yang menampilkan Putranya.
"Sama - sama,Nyonya.Dari sekian Bintang - bintang baru yang tampil di Panggung saya ini,Sepertinya Putra anda yang memberikan aksi panggung paling baik,dia juga berhasil mencuri Perhatian saya,Nyonya.Dan Saya harap Anda tidak merasa keberatan kepada saya yang merasa terburu - buru untuk segera membicarakan kontrak untuk Putra Anda,Nyonya...",
"Oh,Secepat itu ?Mungkin alangkah baiknya,kita mengambil waktu Lusa,Tuan Chen.Saya yakin Putra saya akan menjadi bintang baru di negeri ini dalam waktu yang tidak lama",
"Tentu,Nyonya",Laki - laki itu,Tuan Chen mendapat satu pesan di Handphonenya"Maaf sebentar nyonya,saya mendapat satu Pesan di Handphone saya",
"Silahkan Tuan",
"Nyonya,ini pesan dari Mr.Raymond,dia Pemilik Luxury Star Internasional Hotel,dia meminta pada saya untuk memberi tahu dari mana saya mendapat satu Pemuda luar biasa ini.Putra Anda juga sudah menarik perhatian Mr.Raymond Nyonya,menakjubkan...",
"Lalu,Apa yang dia inginkan Tuan Chen ?",
"dia ingin sekali Putra Anda bisa tampil di Acara Ulang Tahun Hotelnya Bulan depan,Nyonya",,
"Oh,kabar bagus.Katakan saja pada Mr.Raymond,Ibunya bersama Anda.Jika dia ingin menemui saya,kita berada di balik panggung ini",
"Of Course,Nyonya",
Di suatu pagi,Ia sudah membuka matanya.Cahaya Matahari sudah menyoroti dinding kamarnya.Ia membuka Handphonenya.Beberapa Pemberitahuan facebook,Pesan dan Instagram.Ia membuka galerinya.Ia terus menelusuri foto - fotonya hingga muncul foto lamanya.
Hingga Ia menemukan satu foto yang sudah lama masih tersimpan di Handphonenya ini.Ya,Senyuman Khas itu,Senyuman terindah itu,Senyuman yang tidak bisa ia dapatkan di tempat mana pun.Seyum milik Rinata.
Ia bangkit dari pembaringannya.Matanya masih tertuju pada Foto itu.Ia masih menyimpan kenangan - kenangan itu dengan baik dalam ingatannya.Setiap Momen bersamanya tidak bisa dengan mudahnya hilang dari benaknya.Kenangan bersama Rinata.
Ia membuka aplikasi pemutar musik.Ia memilih satu lagu untuk Ia putar.Ya,satu lagu persembahan untuk Rinata.Masih terdengar suaranya di lagu itu,Kenangan Masa Lalu terputar kembali di benaknya seiiring jalannya lagu itu.Ia masih menyimpan perasaan itu sebenarnya.Bersalah,Putus asa,menyesal dan Rasa Cinta itu sendiri.
Ia berjalan menuju balkon.Ia melihat ke seluruh penjuru Kota ini.Pandangannya tertuju pada satu titik tempat,Sebuah Air Mancur yang terpancar dari mulut Patung Singa berekor Sirip Ikan.dia berada di negara ini sekarang.Namun,Rinata berada jauh di sana,di suatu tempat.
***
Kabar Gosip tentang dirinya dan Randy itu sampai juga di telinganya.Dan hal ini semakin memanas,saat - saat sulit itu kembali datang.Yang terjadi adalah semua orang mempertanyakan keberadaan Randy,dan mereka menebak - nebak sebab kenapa Randy,idola mereka,menghilang begitu saja.
Ada yang mengatakan Randy sedang mengadakan liburan ke luar negeri.Ada yang mengatakan Randy sedang jatuh sakit.Ada yang mengatakan Randy sedang pergi ke suatu tempat yang sangat Rahasia.Mereka saling membantah mengenai Keberadaan Randy.Dan Akhirnya Rinata yang menjadi sasaran Kepenasaran Mereka.
Rinata kembali menerima sikap yang tidak baik dari Penggemar Randy yang ada di Kampusnya.Masalah ini datang lagi,Namun Rinata berusaha sabar dan Kuat.Setiap pertanyaan yang datang padanya tentang keberadaan Randy,Ia menjawab Tidak tahu.Saat Ia ditanya masalah hubungannya dengan Randy,dengan mantap Rinata menjawab Keduanya sudah putus hubungan.Namun,Reaksi Mereka tetap saja sama buruknya terhadap Rinata.
Setiap hari,Setiap Saat,di mana pun,Ia selalu mendengar Pembicaraan gosip tentang dirinya.Tak sedikit juga Rinata mendapat sindiran dan ejekan dari Penggemar Randy yang tak menyukai karena ketidak tahuannya dan keacuhannya terhadap Randy.
Awalnya Rinata hanya membisu dan acuh menghadapi keadaan ini.Namun,hari demi hari berlalu,Kesabaran Rinata mulai luntur.dia juga merasa perlu tahu tentang keberadaan Randy,dan bagaimana keadaan Randy sekarang.Dan Orang yang mengetahui segalanya tentang Randy ialah Reynan,Sahabat Karib Randy.
Hingga,sekali lagi,Rinata kedatangan beberapa gadis penggemar Randy yang menyerangnya dengan pertanyaan - pertanyaan tidak ingin ia jawab karena ini menyangkut privasinya bersama Randy.Berulang kali Rinata menjawab tidak tahu dan memberi tahukan bahwa jawaban pertanyaan mereka adalah Rahasia dan Privasi hidupnya bersama Randy.Namun,Mereka melontarkan hujatan,Ejekan dan Kata - kata Kasar Padanya.
Sakit hati,memang,mendapatkan Serangan Seperti itu secara langsung membuat Emosi Rinata begitu saja bangkit.Rinata pun mengambil sigap tegas dan berusaha membela diri.Sampai Ia kewalahan menghadapi Orang - orang ini,Rinata memutuskan untuk menghindar.
ketika Rinata meninggalkan gadis - gadis itu,Ia sekilas melihat Reynan berdiri menyaksikan dirinya yang di serang Penggemar Randy barusan.Rinata tetap menghindar tanpa meminta Pertolongan Reynan untuk membela dirinya.Muka Rinata tampak basah karena berkali - kali Airmatanya yang ia usapkan ke seluruh wajahnya.
Apa yang dia bisa perbuat jika ia tidak bisa melakukan sebuah tindakan lagi untuk memperpanjang kesabarannya dan meredam Sakit hatinya untuk lebih lama ?Airmata itu,tak ada jalan lain.Gadis rapuh seperti Rinata hanya bisa meluapkan Emosinya lewat Airmatanya.Rinata terus bergegas,Ia mempercepat langkahnya di sepanjang Koridor Kampus ini.
Hingga sampai Aula,Ia berpapasan dengan Reynan.Keduanya berhenti dan saling melihat.Tatapan Nanar Rinata memberi tahu pada Reynan tentang keadaan Rinata saat ini.Reynan hanya diam,sesekali membuang mukanya.Ia mengambil langkah untuk pulang,namun Rinata menahannya.
"Reynan,tunggu sebentar...",
Reynan menahan langkahnya tanpa memperhatikan muka Rinata.
"Kumohon Reynan,Kebetulan sekali kita bertemu,aku ingin bertanya padamu...",
"Ada apa ? bertanyalah...",kata Reynan dengan ekspresi yang dingin.
"Kau sudah melihat apa yang ada di hadapanmu barusan kan ?kau sudah melihat apa yang terjadi padaku baru saja kan Rey ?",
"Ya...",
"Kau juga pasti sudah tahu,sudah berapa lama mereka mulai bersikap seperti itu padaku.Mereka terus saja bertanya tentang Randy padaku,lalu mereka menghujatku,menyindirku dan mengejekku juga.
Mereka mengatakan aku cewek pengemis perhatian,aku cewek penggoda,aku...",Rinata menghela nafas",hanya mau numpang tenar saja dengan Randy.Aku hanya menjawab tidak tahu,aku membantah mereka,aku berusaha mengabaikan mereka.Namun,mereka tetap saja tak menyerah untuk menyerangku Reynan.
Pertanyaan itu,di mana Randy sekarang ? kenapa Randy bisa sampai menghilang begitu saja ?Seharusnya akulah yang mengetahui semuanya.Tapi,aku benar - benar seperti orang bodoh,Reynan,Randy kekasihku,aku tidak tahu apa - apa tentang dia.Inilah yang membuat mereka berpikir bahwa aku ini bodoh dan keterlaluan.
Dan kau Rey,Kau sahabat Randy,aku bertanya padamu,Di mana Randy sekarang ?apa yang terjadi padanya ?Bagaimana kabarnya ?",
"Aku tidak tahu...",Reynan langsung memotong kata - kata Rinata.
"Apa ?!Tidak tahu?!,bagaimana kau tidak tahu ?kau sahabat karib Randy",kali ini Rinata mulai meluapkan emosinya pada Reynan",Bagaimana kau bisa tidak tahu keberadaan Randy sedangkan kalian sudah seperti Saudara kandung sendiri ?kaulah yang seharusnya tahu segala tentang Randy,Reynan",
"Aku tidak tahu,Rinata.Aku benar - benar tidak tahu ",Reynan berusaha mengelak dengan menekan sedikit nada bicaranya kepada Rinata.
"Kau tidak tahu ?!sahabat macam apa kau ini ?!,Begitu saja kau tidak tahu,aku tahu Randy sibuk.kau juga melihat keadaanku bagaimana di rumah,kau juga melihat keadaan Randy bagaimana dengan kesibukkannya,tinggal kau yang tidak mempunyai kesibukkan apa pun.Kau bisa lebih leluasa menemui Randy,kau bisa lebih banyak mendapat informasi dan kabar dari Randy jika kau benar - benar memang Sahabat Randy,Reynan ",Rinata mulai kehilangan kesabaran.
"Urusan apa kau dengan Persahabatan Kami,Rinata.Kenapa kau menyangkut paut Persahabatan kami ?",Reynan tampak menutup - nutupi sesuatu",Persahabatan kami tidak ada hubunganya dengan masalah kalian,mengerti !",
"Kau tersinggung Reynan ?Kau marah ?,aku hanya ingin bertanya padamu saja",
"aku tidak suka sikapmu Rinata,kau bertanya seperti kau melihat aku selalu mengikat Leher Randy dengan rantai hingga aku bisa menyeretnya Ke mana - mana,hingga aku bisa melihat keadaan Randy kapan saja ",
Kali ini Perkataan Reynan mengena di hati Rinata",Kau juga berkata kasar padaku Reynan,kau ternyata juga jahat padaku Rey,kau punya rasa tega juga padaku seperti mereka",Emosi Rinata menurun karena ia merasa perkataan Reynan seperti mencabik - cabik hatinya.
"Semua orang bisa melakukannya,termasuk diriku",
"Kau tahu Reynan.Andai kau tahu satu hal yang lebih menyakiti hati seorang Gadis sepertiku daripada kau berkata Kasar di hadapanku secara langsung,andai kau tahu apa itu Reynan ?",
Emosi Reynan juga mereda setelah Ia melihat Lelehan Air mata Rinata di kedua pipinya.Mata Rinata tetap tergenang airmata.Ia merasa khilaf sudah mengeluarkan perkataan seperti barusan pada Rinata.
beberapa orang mulai mendatangi Mereka,setelah mendengarkan Keributan kecil di Aula.
"Apa itu ?",Tanya Reynan berat.
"Harapan Palsu,Harapan Palsu Reynan.Di setiap Kesibukannya,Randy selalu menelponku.Ia selalu berjanji untuk menemuiku suatu saat,ia selalu berkata ia akan membawakan sesuatu di saat pertemuan kita nanti.Selalu seperti itu,Reynan.dia selalu memberi janji padaku,dan aku selalu berharap pada apa yang ia sampaikan padaku di saat - saat itu Reynan.aku hanya berharap,aku selalu berharap.
Dan hingga sekarang,aku mulai merasa kehilangan harapan itu.Aku selalu bersabar menunggunya,tapi keasabaran manusia itu seberapa,Reynan,apa kau tahu ?
Aku juga mencintainya Reynan.Aku bahagia dia menjadikanku kekasih,namun aku tak mendapatkan apa - apa dari hubungan ini.Status dan Harapan Palsu Reynan.Kau juga sahabatku Reynan,ku harap kau pasti mengerti keadaanku",
Aku juga mencintainya Reynan.Aku bahagia dia menjadikanku kekasih,namun aku tak mendapatkan apa - apa dari hubungan ini.Status dan Harapan Palsu Reynan.Kau juga sahabatku Reynan,ku harap kau pasti mengerti keadaanku",
Reynan membisu dan hendak memalingkan dirinya.
"Ku mohon Reynan,tolong Reynan...",Rinata mendekati Reynan yang beranjak.
Reynan tetap ingin meninggalkan Rinata.
"Kau sahabatku Reynan,Ku mohon Reynan.Tolong Jangan hindari aku,",Rinata tetap merajuk pada Reynan.
Rinata juga mengikuti Reynan,
"Reynan,Reynan,kenapa kau diam seperti ini ?kenapa kau tidak bicara ?kenapa ?apa yang terjadi padamu ?kenapa kau tak peduli padaku?",Rinata menahan Bahu Reynan,Rinata terus merajuk dengan terisak - isak ",Kenapa Reynan?Kenapa kau menghindariku ?kenapa Reynan ?REYNAN !!!!!",Rinata berteriak memanggil Reynan.
Reynan seketika berbalik dan menghempaskan tangan Rinata dengan keras,Rinata terkejut",Karena Aku Mencintaimu,Rinata !!!",Reynan langsung menatap Mata Rinata tajam.
Rinata terkesiap mendengar Kata Reynan sedetik yang lalu,kata - kata itu terdengar jelas dan terngiang di telinga Rinata.
"Karena Aku mencintaimu Rinata !!!Aku mencintai dirimu !!!",Tatapan Nanar juga mulai tampak di Mata Reynan",Dan,andai kau tahu bagaimana perasaanku,
dulu,ibuku meninggal,aku merasa sedih dan terpukul.Namun,aku merasa lebih sedih dan putus asa lagi,ketika aku melihat Semua orang mengupload foto Randy yang sedang menembakmu di Facebook.Andai kau tahu,Rinata,aku merasa aku hanya berangan - angan saja di atas perasaan Cintaku padamu.
Aku sudah memelihara perasaan yang salah terhadapmu.Aku hanya berangan - angan saja.Aku menyimpan perasaanku,mengabaikannya,dan lebih memilih menjauhi kalian.aku takut mengganggu hubungan kalian,dan yang lebih aku takutkan adalah Rasa patah hati yang mungkin akan menghantuiku dalam waktu yang cukup lama.Andai kau tahu itu apa yang terjadi padaku,Rinata.
Dan sekarang,andai kau juga merasa apa yang kurasakan Rinata",Setetes Airmata dari Mata Kanan Reynan menjadi awal kelegaan hatinya",Aku mencintaimu Rinata !!",Semua orang menyaksikan kejadian ini.Reynan langsung meninggalkan Rinata disaksikan orang - orang ini,juga Para Gadis tadi pun ikut menyaksikan kejadian itu.
Rinata masih berdiri dan merasa rasa penasarannya sudah terjawab.Entah Apa yang harus ia rasakan ?.Bagaimana bisa ia dengan mudah mengubah rasa Kecewa dan sakit hati dari Keputus asaannya menerima harapan palsu dari Randy menjadi Perasaan haru dan bahagia setelah Ia mendengar Reynan berkata bahwa Reynan mencintai dirinya ?.
Reynan menghapus Airmatanya di sepanjang koridor.Tiba - tiba Kata - Kata Randy terngiang - ngiang di telinganya.
"Lakukan saja Reynan jika waktu bisa di putar kembali...atau Lakukan saja jika waktu sudah tidak bisa di putar kembali...Penuhi Permintaanku Reynan,Kumohon...kau pasti bisa melakukannya...Katakan pada Rinata bahwa Kau mencintainya Reynan,ungkapkan perasaanmu padanya,kau akan membuat kebahagiaan baru dan lebih baik bagi Rinata,aku yakin kau bisa....",
Di malam dengan hujan turun dengan deras,Rinata berdiri termenung di jendela.Mukanya tampak seperti orang tak berdaya.Gemuruh suara hujan seolah - olah kalah dengan kata - kata Reynan yang terus terulang di telinganya.
"Karena Aku mencintaimu Rinata...",Rinata beranjak dan beralih ke dinding di mana terdapat foto Reynan dan Randy",...aku merasa lebih sedih dan putus asa lagi,ketika aku melihat Semua orang mengupload foto Randy....",Rinata memandang Senyuman Reynan di foto itu,perlahan tangannya menjamah bingkai",...Aku sudah memelihara perasaan yang salah terhadapmu.Aku hanya berangan - angan saja...",Rinata melepas Foto Reynan",...yang lebih aku takutkan adalah Rasa patah hati yang mungkin akan menghantuiku dalam waktu yang cukup lama.Andai kau tahu itu apa yang terjadi padaku,Rinata...",Rinata begitu saja bersimpuh dan masih menggenggam foto Reynan",...Aku mencintaimu Rinata !!",Rinata langsung memeluk Foto Reynan,Ia menumpahkan Semua perasaan yang ia tahan selama ini.Tebakannya benar.Ia sudah menemukan sebab kenapa Fotonya terpasang di dinding kamar Reynan,seperti Foto Reynan ia pasang di kamarnya.
Di setiap isakan tangisnya,Ia merasakan kelegaan.Bagaimana ini bisa terjadi pada dirinya ?Harapan palsu itu,perasaan cinta yang terpendam itu,Ketidak berdayaannya.Dan,Akhirnya Rinata tahu,Reynan mencintai dirinya.
Reynan membiarkan dirinya dirundung derasnya hujan.Ia tak memperdulikan Hawa dingin dari Air hujan ini.Yang ia fikirkan hanyalah ia sudah bisa mengatakan Perasaan Cintanya pada Rinata.Menerima Curahan Hati Rinata,tentu membuatnya merasakan apa yang Rinata rasakan.
Yang membuatnya menyesal adalah Ia sampai gelap mata menyinggung perasaan Rinata.Ia mengira Rinata akan sakit hati.Namun,bagaimana itu bisa terjadi sedangkan dia sudah menyatakan Cinta dalam keadaan yang tidak ia inginkan ?.Perasaan berkecamuk,Ia ingin berteriak,ia ingin marah pada dirinya sendiri.
Sampai di rumah,Ia masuk dan merasakan hawa yang berbeda di dalam rumahnya.Kesejukan dan Ketenangan yang perlahan menyusup ke dalam hatinya.Ia melangkah menuju ruang keluarga.
Terdengar bunyi - bunyi orang membaca Ayat - ayat Al qur'an.Benar,Tampak beberapa Orang di ruangan keluarga sedang mengaji.Pak Riswan sedang menyimak seorang pemuda membaca Al Qur'an di hadapannya.
Mengetahui kehadiran seseorang,Pak Riswan meminta pemuda itu berhenti sejenak.Ia berdiri menyambut Reynan.Reynan heran melihat Apa yang Ayahnya lakukan.
"Apa yang Ayah lakukan dengan orang - orang ini ?",
"Ayah sedang mengadakan Pengajian dengan Mereka.Teman Ayah,pak Burhan mengenalkan",Pak Riswan menuntun Reynan menemui Tamu Ayahnya,Mereka pun berdiri menyambut Reynan",Temannya pada Ayah,Ayah mengutarakan Keinginan Ayah untuk belajar Al Qur'an dan membuat pengajian di rumah ini.Dan dialah...",Pak.Riswan menunjuk satu orang yang berdiri di belakang pemuda pembaca Kitab tadi",orang yang pak Burhan kenalkan pada Ayah...",
Reynan melihat siapa saja di hadapan mereka",dia siapa Ayah?",
"Namanya Pak Ali,Ali Zakariya.Dan di depan Pak Ali,ada putranya,Namanya Karim.
Reynan menyambut mereka dengan berusaha tersenyum.Reynan melihat Karim,Karim mengucapkan Salam.Reynan menjawab Ya.Namun,aneh,Saat di hadapan Karim,kata - kata itu datang lagi ke telinganya,bunyi - bunyi seperti saat Ia mengintip Rinata melaksanakan Sholat dulu.
Ia merasa ketenangan di hadapan Orang - orang ini,Ia tidak tahu kenapa.Ia menahan rasa herannya.Ia merasakan Kedamaian dan gejolak perasaannya mulai reda berdiri di hadapan Karim dan Pak Zakariya.
Reynan menuju kamarnya.Pak Riswan kembali melanjutkan Pengajiannya.Satu langkah di hadapan pintu kamarnya,Kata - kata itu terdengar lagi,Reynan berusaha mengabaikannya meski terdengar semakin keras dan jelas.
"Asyhadu ala Ilaha ilallah,Wa Asyhadu anna Muhammadarrasulullah...",
Semakin Ia berusaha mengabaikan Bisikan ini,Semakin Keras dan Jelas pula terdengar.Hingga Reynan menutup telinganya tetap saja Bisikan itu terdengar.Hatinya berontak menggerakkan Reynan untuk mengabaikan bisikan itu.
Tak sengaja,Ia melihat Foto Rinata yang bersebelahan dengan Salib.Reynan tampak seperti orang terhipnotis.Senyuman Rinata itu seolah - olah menjinakkan Hati Reynan yang dari tadi berontak.Reynan menurunkan tangannya.
Bisikan itu tetap terdengar di telinganya,kali ini Bisikan itu menjelma menjadi seperti lantunan bacaan ayat - ayat Al Qu'an yang dibacakan oleh Karim di ruang Keluarga.Hati Reynan sudah bisa tunduk pada Bisikan ini.
Perlahan Ia berbalik.Ia melangkah keluar kamar.Ia melihat Ayahnya tampak Khusyuk mendengarkan Karim membacakan Ayat Al Qur'an.Ia teringat kata - kata Ayahnya dulu saat Ia menolak Ayahnya memberikan sajadah.
"Umur Manusia siapa yang tahu,Anakku ?...Kumohon Ikutilah Ayah...andai saja kau mau mengikutiku,aku akan menjadi Ayah yang paling bahagia dan bangga...",Tubuh Reynan bergetar ikut mendengar lantunan Ayat - ayat Al Qur'an ini.
Ia terus melihat Ayahnya.Ia ingat permintaan Ayahnya.Matanya berkaca - kaca.Ia sudah kehilangan Ibunya,selama ini Ia melihat Ayahnya murung dan terkesan menutup diri tanpa mengakrabkan diri pada Reynan.
Ia tahu kenapa hal itu bisa terjadi.Penolakan dari dirinya terhadap Keinginan Ayahnya.Pak Riswan kini sudah berubah,Ia lebih rajin beribadah.Berpikir tentang keadaan Ayahnya yang seperti itu membuat Reynan luluh.
"Andai aku tahu bagaimana caranya bisa mengikuti Ayah ?.Mungkin jika rasa bangga yang Ia dapatkan dengan mengikutinya,akan membuat Ia bahagia,akan aku lakukan.Namun,andai aku tahu bagaimana aku tahu caranya ?",kata Reynan dengan lirih.
***
Di setiap Barisan - barisan tanaman Bunga ini terlihat perpaduan Warna yang Indah.Sama Indahnya seperti Uraian warna pelangi selepas Hujan.Tampak Segar dan Harum setiap kuncupnya.Ketika berjalan di antaranya,yang ada hanya Kesejukan dan Keasrian saat memandang Bunga - bunga ini.Keharuman dari setiap jenis Bunga membuat Siapa saja yang berada di situ enggan cepat - cepat beranjak.
Hilir mudik ke sana ke mari Kupu - kupu hinggap di atas Kuncup ini secara bergantian.Lebah - lebah yang tengah berburu sari - sari makanan menambah Keindahan dan Keasrian Suasana Kebun Bunga Panti ini.
Beberapa orang datang untuk memilih dan memesan bunga.Bibi Ira juga ikut melayani Pengunjung - pengunjung ini dengan ramah dan sabar.Salah satu Pengunjung itu ialah Malika.Malika datang untuk Memesan Bunga.Bunga itu nantinya akan digunakan untuk dekorasi Kafe Milik Indira.Akan ada suatu acara di sana .
Malika menanyakan Rinata pada Bibi Ira.Bibi Ira meminta Salah satu Pegawainya untuk memanggilkan Rinata.Rinata datang menemui Malika.Malika dan Rinata berbincang - bincang sambil memilih Bunga untuk dekorasi.
Sebelum Malika beranjak pulang,Rinata menitipkan sebuah Pesan untuk Reynan.Rinata meminta Malika untuk menyampaikan pada Reynan bahwa Rinata ingin bertemu Reynan di salah satu tempat di Kota.Ia sudah memberi tahukan Tempat dan Jamnya pada Malika.Malika pun menyanggupinya.Rinata menitipkan beberapa tangkai Bunga untuk Marvin.
Petang ini,Reynan bersiap - siap untuk menemui Rinata.Ia akan pergi ke salah satu kafe yang ada di pusat kota.Ia tampak bersemangat.Bisa dilihat dari senyumnya yang tampak dari cermin.Ia mengenakan jaketnya.Reynan lalu berangkat.
Sementara itu,Rinata menunggu Reynan di sebuah Halte.Ia mengharapkan kedatangan Reynan.Sesekali Ia melihat sepanjang jalan untuk menemukan tanda - tanda kedatangan Reynan.Jalan Raya sangat ramai saat ini.
Beberapa menit kemudian,Pandangannya tertuju ke arah seberang jalan.Lalu,tampak orang saling mengejar.Seorang Jambret yang membawa tas dikejar oleh Seorang Pemuda,dan pemuda itu adalah Reynan.Rinata kaget melihat kejadian ini.Dari arah belakang,dalam jarak agak jauh tampak seorang Ibu dan Bapak serta beberapa orang yang ikut mengejar jambret itu.
Reynan berhasil meraih tubuh Jambret.Ia berusaha menahannya dengan mendekap punggungnya erat - erat.Badan Reynan dan Jambret itu sama besar.Jambret itu memberontak.Namun,Reynan tetap mengerahkan kekuatannya untuk tetap menahan Jambret itu.Reynan hampir kewalahan.
Si Jambret kemudian menghujamkan sikunya ke arah perut Reynan dengan kuat beberapa kali.Reynan merasa kesakitan namun Ia tahan dan tetap menahan Jambret itu.Ia juga menghujamkan sikunya ke bahu jambret itu.Terjadi adu kekuatan antara Reynan dan jambret itu.
Rinata yang berada di seberang tampak panik,Ia ingin membantu Reynan menangkap jambret itu.
Namun sayangnya,Keadaan Jalan saat ini sangat Ramai.Hingga Rinata mendapati benda mengkilap yang dikeluarkan oleh Jambret dari dari celananya.Rinata pun bertambah panik setelah tahu barang apa itu.
Dan sayangnya,
Dan sayangnya,
"REYNAN !!!...",Rinata berteriak melihat Jambret menusukkan benda itu,Pisau,ke perut Reynan.Seketika Reynan terbelalak merasakan tusukan pisau yang tiba - tiba itu.
Rinata memberanikan diri untuk menyeberang jalan.Beberapa Klakson mobil terdengar untuk menghalau kenekadannya ini.Rinata mengabaikannya,ia hanya berusaha untuk mencapai Reynan secepat mungkin.
Reynan pun mengerang kesakitan.Bajunya segara basah oleh darah segar yang keluar dari perutnya.Rinata memecah tangisnya saat sampai di seberang jalan.Ia mengangkat kepala Reynan dan mendekapnya.
Beruntung Jambret itu bisa tertangkap berkat Reynan yang menahannya meski Ia harus mendapat tusukan.Beberapa Orang langsung mendekati Reynan dan Rinata.
"Reynan,Reynan,bertahanlah...bertahanlah...kumohon",Rinata mengusap kepala Reynan.
Tangan Reynan meraba sakunya perlahan.Ia mengambil Handphonenya.Lalu,Ia menyerahkannya pada Rinata.Tangannya tampak berlumur darah.
"Pa...pangg..gil Ka..kak Marv..vin",Reynan langsung pingsan setelah menyerah Handphonenya kepada Rinata.
Sementara itu,di sebuah acara di Kafe milik Indira,acara ulang tahun Nira.Handphone Marvin berdering,Marvin mengangkatnya.Sekejap Marvin tampak kaget mendengar Rinata memberi kabar Reynan mendapat kecelakaan.Rinata tengah membawa Reynan ke rumah sakit bersama Ibu dan Bapak pemilik tas tadi.
Marvin bergegas menuju rumah sakit bersama Malika.Reynan segera dimasukkan ruang UGD untuk mendapat pertolongan Pertama.Rinata menunggu di luar ruangan.Ia tampak syok setelah menyaksikan kejadian tadi secara langsung.Apalagi saat Reynan mendapat tusukan pisau dari Jambret.
kemudian Ia melihat seorang wanita lewat di depannya.Ia menemui seorang Perawat.Ia menanyakan Salah seorang dokter.Dokter yang ia cari sedang memberi pertolongan pertama pada Pasien Kecelakaan barusan.Tak sengaja,Ia melihat Rinata yang syok.Ia merasa kasihan.
Perlahan wanita yang memakai jilbab tadi mendekati Rinata.
"Selamat Malam...",sapanya dengan halus.
Rinata menjawab sapaanya",selamat malam...",Rinata menghapus air matanya.
"Boleh saya duduk di samping anda,Nona ?",
"Iya,iya,silahkan...",
Ia duduk di sebelah Rinata.
"Maaf Nona,kalau boleh tahu anda kenapa ?apa anda menunggu seseorang ?",tanyanya dengan kata halus.
"Ya.iya.Saya menunggu teman saya yang sedang dirawat di dalam",Jawab Rinata terisak isak.
"Apa yang terjadi,Nona ?maaf kalau boleh saya tahu nama Anda...",
"Nama saya Rinata.Anda siapa kak ?apa yang Anda lakukan di sini ?",
Ia tersenyum untuk menghibur Rinata",Nama saya Andhita.Saya juga sedang menunggu dokter yang sedang menangani teman Anda,Rinata",
"teman saya,Reynan mendapat tusukan dari seorang Jambret,Kakak Andhita",
"Inalillahi wa inna ilaihi rojiun,bagaimana itu bisa terjadi ?",
"Ia berusaha menangkap jambret yang merampas tas ibu yang di sebelah kakak.Namun,Jambret itu menusuknya.Saya melihatnya secara lang..sung",Rinata kembali menangis.
Perlahan tangan Andhita mengusap Rambut Rinata,ia berusaha menenangkan Rinata",Nona,sabar ya...jangan khawatir,berdoa untuknya saja,mari berdoa...Maaf,apa Nona juga muslim ?",
"Iya Kakak Andhita",
"Oh,Alhamdulillah,Mari Nona,Kita doakan teman Anda.Semoga Allah segera memberikan kelancaran dalam penanganan teman Anda,Reynan di dalam",
"Iya",
Andhita mengajak Rinata berdoa untuk kelancaran Penanganan Reynan.Rinata mulai merasakan ketenangan setelah Seorang Wanita,Andhita mendekatinya dan menghiburnya.
Sesaat kemudian,Seorang dokter keluar dari ruang UGD.Ia melihat Andhita dan Rinata di kursi tunggu.Ia melihat Andhita.Andhita berdiri dan mengajak Rinata bangkit.
Dokter itu mendekati Andhita dan Rinata.
"Ehmmm....sampai repot - repot menjemputku",Kata Dokter itu pada Andhita.
"Iya.Ibu sudah menyiapkan malam di rumah,Sayang.Beliau masih menunggumu",
"Oh,"Ia,dokter itu,Ya,Aditya melihat jamnya",Kuharap belum terlalu lama aku membuat Ibu dan Bibi Sakina menunggu",
"Tidak sepertinya,jika kita langsung pulang.Oh,ya,Pak Dokter ini ada temannya pasien yang sedang di rawat di dalam",
Andhita menunjukkan Rinata.Rinata menyapa Aditya.
"Maaf,Pak dokter,bagaimana keadaan teman saya ?",
"Dia baik - baik saja,Saya sudah menjahit lukanya,lukanya cukup lebar.Darah yang keluar tidak terlalu banyak,Nona.dia masih belum sadar",
Rinata bernafas lega",dia akan cepat sembuh kan Pak dokter ?",
"Insya Allah,besok pagi mungkin dia akan siuman",
"Tetaplah berdoa untuknya Nona Rinata.Allah pasti akan menyembuhkannya",
"Amien",sahut Aditya pelan.
Aditya mengajak Andhita meninggalkan Rinata.
"Sampai ketemu lagi Nona,Assalamu'alaikum...",
"Wa'alaikum salam,Kakak.Terima Kasih.",
Andhita mengangguk dan tersenyum saat berjalan di samping Aditya.Rinata kembali duduk.Ia merasa tenang setelah bertemu dengan Dokter Aditya dan Andhita.
Pagi dengan semilir Angin ini.Cahaya Matahari Pagi sudah tampak menerobos masuk ruangan di mana Reynan dirawat.Reynan masih terbaring tak sadarkan di ranjang itu.Marvin masih setia menemani Adik sepupunya ini.
Marvin sudah mendengar cerita dari Rinata selengkapnya.Marvin merasa bangga Reynan bisa berusaha memberikan pertolongan kepada Orang meski Ia harus mendapat perlawanan hingga mendapat tusukan di perutnya.Ia juga berdoa untuk kesembuhan Adiknya ini.
Lalu,Malika datang bersama Rinata.Malika meminta Marvin untuk pulang Istirahat.Mereka bergantian untuk menjaga Reynan.Rinata duduk di samping Reynan.Matanya bergetar melihat Reynan.Hatinya terus memanjatkan doa untuk Reynan.
Mata Rinata menangkap jari Reynan yang mulai bergerak.Malika melihat Mata Reynan terbuka perlahan.Reynan mulai siuman.Satu wajah yang pertama kali yang ia lihat adalah Rinata.Rinata dengan wajah Cemasnya.
"Reynan,Alhamdulillah...Kau sudah siuman...",
Reynan tersenyum pucat dan mengangguk pelan.Reynan meminta duduk di ranjangnya.Rinata menyanggupinya.Keduanya ingin berbicara empat Mata.Malika keluar ruangan dan membiarkan keduanya tinggal di ruangan ini.
Reynan menarik nafas sejenak,namun Ia merasakan nyeri yang ada luka tusukannya.Rinata masih tampak cemas.Reynan melihat jaketnya terlipat di atas lemari samping ranjangnya.
"Maafkan aku Rinata,jika aku membuatkanmu menunggu...",
"Tidak apa - apa Reynan.Kau sudah merasa lebih baik kan ?",
Reynan berusaha duduk.Rinata membantu Reynan bangkit.
"Inilah saatnya Rinata",
"Ada apa ?",
"Maafkan aku Rinata,Maafkan sikapku kemarin padamu",
"Aku juga Reynan.aku sangat emosi saat itu",
"Rinata,Maafkan aku juga sebelumnya,jika selama ini aku sudah bungkam dan tidak mau tahu tentang Randy.Aku tahu semuanya tentang Randy.
Rinata,Randy mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu.",
Rinata terkejut.",Astaghfirullah,lalu bagaimana dengan keadaannya Rey",
"Keadaannya sangat parah.Dan Tante Lisa memutuskan untuk membawa Randy berobat ke Singapura dan menetap di sana.Rinata,Randy menceritakan semuanya padaku.Ketakutannya,Kekecewaaannya,Rasa bersalahnya dan Penyesalannya akan keadaanmu.Ia merasa Kau pasti terlalu sakit hati dan terluka menghadapi keadaanmu waktu itu.Kau harus menerima resiko dari kesuksesannya.kecemburuan dari Penggemar Fansnya.Terlebih,Rinata,harapan palsu...",
Rinata tampak berkaca - kaca,namun Ia merasa lega setelah tahu semua tentang Randy.Reynan meminta Rinata untuk mengambilkan jaketnya.
"Rinata...",Reynan mengambil sesuatu dari dalam tasnya."Aku juga merasa bersalah padamu,Aku sudah mengacuhkanmu,keadaanmu,dan Perasaanmu.Aku melihat apa yang terjadi padamu semuanya semenjak Randy mulai melakukan rekaman hingga terakhir Randy konser.
Jujur,Jika menurutmu aku salah dengan mempunyai Perasaan padamu,maka abaikan saja diriku Rinata,mungkin ini...",
"Tidak Reynan",Rinata mengusap tangan Reynan",Tidak.Tidak ada yang salah pada dirimu dan perasaanmu.Memang aku merasa sakit hati dan terluka karena Randy.Namun,Kau tahu,kau sahabatku,Keberadaan dirimu malah menjadi penghilang kesedihanku dan penghibur hatiku.Andai saja tidak ada dirimu,mungkin aku sudah depresi menghadapi saat - saat sulit itu,Reynan.Terima Kasih,Reynan.",Setetes Air mata keluar dari Mata Rinata.Rinata menggenggam tangan Reynan",aku tidak mempunyai siapa - siapa lagi Reynan.Randy sudah meninggalkanku,mungkin dia akan melupakanku.Aku masih merasakan Luka dan kesedihan ini Reynan.
Aku selalu berharap aku bisa mendapatkan seseorang,Aku selalu berdoa agar aku mendapat seseorang yang benar - benar bisa menghilangkan Lukaku ini dan memberikan kebahagiaan baru untukku.Andai saja aku bisa mendapatkan siapa orang itu ?",Tatapan Rinata itu memberi Isyarat kepada Reynan.
"Andai saja Hatimu menggerakkan tanganmu untuk melepas genggaman tanganmu ini,mungkin aku akan merasa bukan akulah orangnya.Namun,jika...",
"Tidak Reynan,tidak",Perlahan Rinata mengangkat tangan Reynan,Ia perlahan mencium tangan Reynan",Aku tidak akan melepaskan tanganku dari tanganmu Reynan.Tidak akan...",
Reynan tersenyum bahagia.Ia sejenak memandang Rinata.
"Aku tidak akan melepaskan tanganku ini,Karena Aku mencintaimu,Reynan",Rinata langsung memeluk Reynan.
Reynan juga memeluk Rinata",Dan aku merasa akulah orang yang akan memberi kebahagiaan baru itu padamu.Kita akan membuka lembaran baru",
Reynan melepas Rinata.Ia menunjukkan kalung pemberian Randy.Reynan juga menjelaskan Permintaannya untuk Rinata.Reynan pun memakaikan Kalung itu pada Rinata.Rinata akhirnya bisa tersenyum bahagia.
Reynan membelai Rambut Rinata.Ia meminta Rinata untuk mendekatkan wajahnya.Rinata memejamkan Mata.Perlahan Reynan mencium kening Rinata.Dua tetes Air mata pertanda kebahagiaan Rinata menjejal dari Matanya.Dan Liontin itu menjadi saksi bersatunya cinta Mereka,Reynan dan Rinata.
***
Rinata bersama Ayahnya datang ke salah satu Masjid atas permintaan Reynan.Mereka sudah tiba di Halaman Masjid.Tampak Orang tak begitu banyak berkumpul di masjid.Rinata datang memakai Pakaian Gamis.
Rinata tampak kebingungan mencari keberadaan Reynan.Lalu,Seorang Wanita berpakaian gamis datang menyambut mereka.
"Assalamu'alaikum,selamat siang...",Sapanya mengucap salam
"Wa'alaikum Salam",jawab Rinta dan Pak Dinata.
"Maaf,anda Pasti Nona Rinata dan Pak Dinata ?",tanyanya dengan nada yang halus.
"Iya,saya Rinata dan Pak Dinata.Anda Siapa ?",
"Saya Karina.Semua orang sudah menunggu kedatangan Nona,dia juga sudah menunggu kedatangan Anda.Mari...",Karina mengajak Rinata dan Pak Dinata masuk ke Masjid.
Rinata bisa melihat banyak orang berkumpul mengelilingi Reynan.Ada Pak Riswan,Pak Ali Zakariya bersama Karim duduk di depan Reynan.Ya,Reynan yang memakai pakaian Gamis juga.
"Asyhadu Ala ilaha Ilallah,Wa Asyhadu Anna Muhammadarasulullah...",Reynan bisa fasih mengucapkan Kalimat dua syahadat Itu.Rinata tahu apa yang terjadi.Reynan sudah menjadi Mualaf.Ini menambah kebahagiaan Rinata.
Reynan melihat kehadiran Rinata bersama Pak Dinata.Rinata tersenyum padanya.Reynan menyambut Rinata,Reynan menjabat dan mencium tangan Pak Dinata.
Lalu,diadakan Khutbah sebentar yang disampaikan oleh Pak Ali Zakariya.Semuanya menyambut baik Kemualafan Reynan.Pak Rizwan terharu,akhirnya Anaknya bisa mengikutinya.Ia merasa lega dan bangga.Reynan duduk di antara Pak Rizwan dan Karim.Rinata duduk bersebelahan dengan Karina.
Reynan berjalan berdampingan dengan Rinata dalam perasaan Bahagia,dalam perasaan Cinta.Keduanya saling menggenggam tangan.Tampak di belakang Mereka,Karim yang berdiri berdampingan dengan Karina.Karim dan Karina melihat Kebahagiaan Reynan dan Rinata.
"Sungguh,Allah Maha Penyayang Maha Pengasih,Ustadz.Bisa aku rasakan pada Kebahagiaan Mereka.Semoga Kemuliaan selalu menyertai Mereka...",
"Iya,Subhanallah,aku bahagia dan bersyukur kita bisa bersatu dalam Naungan Kasih dan Sayang Allah,Ustadzah.",
"Aku juga,O ya,Jangan lupa,Adikmu Kirana akan mengkhatamkan Al Qur'an nanti malam.Aku sudah menyiapkan Kitab yang baru untuknya.Lalu,apa kau sudah menyiapkan hadiah untuknya ?",
"Oh,Astaghfirullah,aku hampir lupa",Karim membuka tangan Kepada Karina dan mengambil langkah",Ustadzah,kau tentu tahu hadiah terbaik apa yang pantas aku berikan untuk Kirana nanti ?",
Karina menggenggam tangan Karim",Ku rasa tidak perlu,Ustadz.Kupikir dia sudah mendapat Hadiah terbaiknya",
"Apa itu ?",
"Kau dan Kemuliaan Hatimu,Ustadz.Kau sudah menjadi Kado Ulang tahun bagi Kirana.dia memintaku untuk mencarikan Ustadz dulu",
"Oh,begitu.Baiklah.dan aku dan kemuliaan hatiku akan menjadi milikmu juga,Ustadzah...",
Karina tersenyum malu - malu berjalan di samping Karim.
***
Sian ini Reynan membawa Rinata ke kebun Bunga.Reynan menutup mata Rinata dan menuntunnya berjalan ke kebun bunga.Ia bermaksud memberikan kejutan untuk Rinata.Rinata merasa penasaran.
Ketika tiba di hadapan Hamparan Bunga - bunga itu,Reynan melepas tangannya.Rinata perlahan membuka tangannya.Ia mendapat sesuatu yang baru di kebunnya.Ya,Bunga Mawar Pemberian Randy itu sudah mendapatkan teman.Ada Beberapa Pot Bunga Tulip di sebelah Kiri Bunga Mawar itu,dan beberapa Bunga Lily di sebelah kanannya.
Rinata sangat bahagia mendapat kejutan dari Reynan.
"Bagaimana kau tahu jika aku menyukai ketiga Bunga ini,Reynan ?",Rinata menjongkok dan membelai Bunga Tulip dan Lily itu.
"Bibi Ira yang bercerita padaku.dia bilang kamu sangat menginginkannya",
"Terima Kasih,Reynan.Semua ini yang kuharapkan.Aku bahagia dan denganmu kebahagiaanku sudah lengkap ",Rinata bangkit dan berbalik
"Lalu,bagaimana denganku,Rinata ?aku masih Permintaan untukmu..."
"Apa itu ?Apa Permintaanmu padaku ?",Rinata mendekati Reynan.
"Permintaan Cinta,Rinata",Reynan membuka tangan ke arah Rinata",Kau tahu Rinata,hanya satu nama,satu hati dan sata cinta yang selalu aku sebutkan dalam doaku",Reynan menatap Mata Rinata dalam - dalam,Rinata menggenggam tangan Reynan",Yaitu Kau,Rinata...",
Mata Rinata berkaca - kaca mendengar semua ini",Dan Permintaanmu sudah terkabul Reynan...",
Reynan lalu mengajak Rinata berjalan - jalan Rinata ke taman kota.Rinata memetik Beberapa Bunga untuk Ia bawa.Ya,Rinata tidak bisa ke mana pun tanpa membawa Setangkai Bunga.
Reynan dan Rinata bersatu dalam Cinta,satu Kebahagiaan,dan satu Permintaan.Permintaan Cinta.
With All Feeling for You,
Mannat,Wish Of Love....
Dunia Di Kala Fajar
Dunia Di Kala Fajar
Fajar Adi
Komentar
Posting Komentar