Salaam-E-Dostana 2 ( Yudha & Yasmin ) Bag. 1
Asap mengepul dari satu teflon adonan martabak. Satu mobil berhenti di seberang warung martabak ini.Seorang Gadis muda tampak keluar dari mobil. Ia berjalan menuju warung martabak. Ia memesan satu porsi martabak manis. Dengan toping coklat dan keju. Penjula martabak mempersilakan gadis itu duduk di bangku antrian.
Gadis itu melihat - lihat suasana sekitar warung martabak. Sesekali mengecek Handphonenya. Aroma martabak yang sedang di masak. Gadis itu melihat ke Arah gerobak Martabak. Ada dua Pemuda yang sedang bekerja membuat pesanan. Namun ada saatu benda yang menyita perhatian Gadis itu.
Gadis itu bangkit dari duduknya satu gantungan kunci berbentuk kuncup melati. Putih kuncup bunga melati imitasi dengan beberapa daunnya. Ia merasa familiar dengan gantungan kunci itu. Bunyi kliningan kecil di gantungan itu membangkitkan kepingan - kepingan Ingatan di kepalanya. Seakan tak percaya,Ia termenung. Kepingan Ingatan lainnya ikut bermunculan.
“ Maaf kakak. Ini pesanan mastabaknya sudah siap,silahkan”, panggilan Penjual Martabak ini membuyarkan lamunannya.
“ O iya mas. Ini Uangnya”, Gadis itu menerima bungkusan Martabak. Hampir saja ingatan - ingatan tentang kenangan Gantungan kunci itu berhasil terangkai.
Gadis itu meninggalkan Warung Martabak. Ia masih merangkai ingatan - ingatannya. Tanpa memperhatikan jalannya,tak sengaja Ia tersenggol oleh Seseorang. Beruntung reflek bagus tubuh Gadis itu diterima Oleh Pemuda yang menyenggolnya barusan.
Keduanyan saling berpandangan. Keduanya tampak syok. Untung bungkusan Martbak itu tidak lepas dari genggaman.
“ O hati - hati kak “,Pmuda itu mendirikan badan Gadis itu”, kamu gak apa - apa kan ?”,
“Aku baik - baik saja. Terima kasih ya. Oh,aku minta maaf . Aku tak melihat jalanku tadi”,
“ Its okey “, Pemuda itu menyadari Gadis itu baru saja membeli Martabak”, Oo, Kamu baru saja beli Martabak ?’’,
“ O ya ,Martabak ! Aku baru saja membeli martabak manis. Papa kau yang mneyuruhku membelikannya tadi’’,
“ Ya ya. Terima kasih ya sudah mampir di Warung Martabak Aku”,
“Warung kamu ?’’,
“ Ya Warung aku “, Pemuda itu sedikit membungkuk memastikan jawaban dairnya.
Panggilan dari Ayah Gadis itu mengakhiri Pertemuan ini. Pemuda itu bergabung dengan rekan kerjanya. Gadis itu tampak berbalik untuk melihat Pemuda Penjual Martbak. Ia kembali masuk ke mobil.
Entah kenapa Iangatan - ingatan tentang Gantungan kunci itu enggan lepas dari kepalanya. Ia mencoba merangkai kembali ingatan - ingatan itu di sepanjang perjalanan pulang.
Tiba di Rumah,
Ia mencari keberadaan Ayahnya. Martabak manis itu pesanan milik Ayahnya. Sperti biasa,Suasana Rumah besar ini selalu sepi. Hanya ada aktifitas Pembantu Rumah tangga yang ada. Bibi memberi tahu bahwa Sang Ayah ada di ruang makan, yang berhadapan langsung dengan halaman belakang. Ada tiga kandang yang berisi Burung Merpati Kipas. Ada saut pasang burung merpati di setiap kandangnya.
Wangi Aroma Martabak ini menyita Perhatian Sang Ayah. Bibi datang memberikan Piring saji untuk menghidangkan Martabak ini.
“Ah, Akhirnya. Stetelah sekian lama,Aku bisa menikmati Martabak kesukaanku. Kau tidak salah tempatkan,Anakku ? Sepertinya aku sudah lupa di mana letak warung Martabak itu”, Tanya Pak baskara mengambil Sepotong irisan Martabak. Uap mengepul halus dari Kotak Pembungkus.
“ Iya Papa. Ya walaupun posisi tempat jualannya agak susah dicari ,Aku tetap berusaha membaca Maps dengan teliti “,
“ Demi Papa ?’’,
“Ya. O ya,Kopi Papa ? Papa mau Kopi ? Aku yang akan membuatkan khusus untuk Papa “,
“ Benarkah ?’’,
“ Tentu Papa. Setelah Sekian lama Aku tidak membuatkan minuman untuk Papa,baru sekarang. Terakhir Aku membuat Kopi saat Papa pulang untuk hadir ke Pernikahan Kakak Nia “,
“Benar ! Betapa beruntungnya Aku. Anak Gadisku sangat memperhatikanku”,
“Sudah sewajarnya Ayah. Seorang Anak perlu melayani Apa yang Orang tuanya inginkan. Tunggu sebentar “,
“ Yasmin …”,
“Ya Papa. Ada apa lagi ?’’,
“ Tolong Kau kurangi gulanya. Aku sudah ke dokter beberapa hari lalu untuk check up kesehatan. Kadar Gulaku nmulai mendekati ambang batas tinggi “,
“ Tapi Papa baik - baik saja ?’’,
“ Ya Aku baik - baik saja. Mulai sekarang aku harus memperhatikan asupan makanan dan minumanku”,
“ Baik. Aku ke dapur sebentar “,
Rasa Manis gurih yang teras di setiap gigitan Martabak ini. Rasa yang menghadirkan Nostalgia. Nikmat Santap sore di teras belakang. Pemandanagn Sepasang Merpati Kipas yang sedang bercumbu di kandang. Yasmin hadir dengan segelas Kopi. Aroma Pahit tercium dari hitam pekatnya kopi. Yasmin duduk menyajikan Kopi.
“ Ini Papa. Hati - hati ini masih panas”,
“ Baik , terim kasih”, Pak Baskara menyeruput Kopi itu.
“ Aku senang sekali Papa kembali,terlebih Papa telah menyelesaikan Pekerjaan Papa di Hongkong. Akhirnya aku tidak berjauhan lagi denganmu Papa “,
“ Ya benar. Pekerjaan kemarin sempat menguras tenaga dan pikiranku. Aku merasa sangat stelah melewati masa - masa Perjuanganku,Kerja kerasku “,
“ Terima Kasih Papa. Aku yakin Papa sangat bekerja keras”,
“ Kembali padamu menjadi Pengobat lelah setelah sekian tahun bekerja “,
“ Aku juga lelah menanggung Kerinduan terhadap Papa. Aku melewati berkali - kali masa sulit tanpa kehadiranmu Papa. Tapi,Aku selalu menelpon Papa untuk meminta semangat dari Papa”,
“ Kau pintar sekali,Putriku. Tak kusangka Kau telah tumbuh menjadi seorang Gadis yang cantik “,
“ Iya Papa “,
Suasana Hening sejenak
“ Aku menerima tetelpon dari Bibi Ros kemarin,Papa “, Kabar ini membuat Raut muka Pak Baskara berubah “, Bibi Ros mengatakan Mama memintaku fatang menjenguknya “,
Pak Baskara membuang muka. Raut mukanya menyimpan satu maksud. Yasmin perlu berhati - hati Jika Ia hendak mengajak Ayhanya berbicara masalah Ibunya.
“ Papa, terakhir kali Aku menjenguk Mama tiga bulan lalu. Berulang kali,Ia memintaku untuk membujukmu agar bersedia menjenguknya,Papa. “, Yasmin mencoba meluluhkan Hati Ayahnya, usapan halus pada lengan itu “, terlebih mama tahu saat Papa pulang untuk cuti.
Tapi,Aku sering mengabaikannya,tanpa menyampaikannya padamu,Papa”, Pak Baskara spontan menoleh ke arah Yasmin”, Aku tidak tahu persis Apa yang terjadi di antara Kedua Orang tuaku selama ini. Tapi berulang kali mendapat reaksi Kurang nyaman dari Papa ketika Aku hendak menyebut nama Mama,Aku mulai berhati - hati menunjukkan Sikapku padamu,Papa”,
Pak Baskara tersenyum tipis. Itu sedikit menepis kecemasan Yasmin.
“ Kau tidak salah tempat membeli Martabak ini, Yasmin. Karena rasa ini benar Rasa Martabak milik teman lamaku,yang sudah lama Aku tidak menjenguknya”, Pak Baskara seolah - olah ingin mengalihkan Pembicaraan”, tolong besok, Kau antar Papa menjenguk temanku,Herman. Aku juga rindu padanya “,
“ Tapi Papa “,
“ Ya benar Yasmin. Martbak ini manis. Dan KOpi buatanmu ini pas rasanya. Namun Jika Aku mengabaikan Rasa manis di dakamnya, yang ada hanyalah Rasa Pahit yang siap bersemayam di Lambung dan ulu hatiku”, Situasi Tatapan Mata Pak Baskara berubah.
“ Apa maksud Papa ?”,
“ Sejauh ini, setelah sekina lama Aku menjalani hidupku. Aku berjuang untuk kehidupan keluargaku,hingga Aku tega mengabaikan Keinginanku untuk menemui Sahabat - sahabat lamaku. Karena di situlah letak salah satu Kebahagiaanku. Aku tega mengabaikan Niatku untuk melakukan Hobiku,kesenanganku. Kau tahu ? Memelihara hewan - hewan “, Pak Baskara menunjuk Kandang - kandang Merpati “, Semua demi Pernikahanku dan Mamamu,demi kehidupanku dan Mamamu,keluarga keciilku.
Semua Perjuanganku demi Anak - anakku,kau dan Kakakmu. Aku mengabaikan Kebahagiaan Pribadiku demi kalian. Tapi berjalannya waktu membuatku lupa dan larut dalam Rasa Prihatin dan Pahitnya hidupku. Aku terlena terlalu lama. Aku ternyata sampai lengah hingga hilang kendali dan Pengawasan.
Ini bukan tentang Kompromi terhadap Egoisme,Yasmin. Tapi ini tentang Dedikasi dan Perjuangan tanpa mengenal lelah. Aku tidak mau Egoi sementara Aku selalu melimpahkan kasih sayang untuk kalian. Satu waktu Aku menpata tamparan keras yang menyadarkanku bahwa Aku telah terlalu lama lengah. Tamparan itu tidak akan pernah sirna Rasanya dari hidupku,selamanya. Dan tamparan itu datang dari Mamamu”, Muka pak Baskara tersamar Merah menyala. Ada Rasa emosi yang tersulut sedikit dari pembicaraan ini.
“ Iya Papa. Apa yang Papa terima dari Mama, sehingga Papa terlalu dalam merasakan kecewa terhadap Mama. Papa kau lihat,Aku sudah Seorang gadis sekarang. Akal dan Pikiranku sudah siap menghadapi Apa yang terjadi di antara kalian.
Ini sudah saatnya Aku tahu tentang masalah keluargaku ini. Masalah yang bahkan membuat Kakakku sendiir terusir dari Rumah ini. Aku tidak bisa menerima hal ini “,
“ Pergi dan tanyakan pada Mamamu sendiri ,Yasmin “, Nada bicara Pak Baskara terdengar pelan namun dengan penuh penekanan karena Emosi yang tertahan”, Atau siapa tahu dengan Kau datang ke sana,jawaban dari pertanyaanmu itu akan datang begitu saja.
Setelah Kau menerima Semua jawabanmu,kau jangan merasa terlahir dari Keluarga yang salah. Sebab dulu,Aku juga tidak tahu. Waktu mempertemukanku dengan Jodohku. Aku kira waktu mengantarku pada Sosok yang tepat. Tapi ternyata kesalahan ini membuat sempat berpikir Apakah Jodohku yang tepat berada di Garis waktu yang lain. Aku berada di takdir yang salah.
Waktu tidak bisa disalahkan.Ketidak-berdayaan Manusia hanya berujung pada Penyesalan. Waktu tidak bisa diputar ulang “, Suasana terasa berubah sedikit pilu,
Yasmin memeluk hangat Ayahnya “ Aku tetap mencintaimu,Papa “.
****
Petang ini di Kafe “ SAHABAT “,suasana Kafe cukup ramai. Anak - anak muda mendominasi meja kursi di dalam kafe ini. Fasilitas yang tersedia lengkap di sini. Suasana dibuat senyaman mungkin.
Kafe dibagi beberapa bagian Ruangan. Dengan beberapa spot tambahan untuk berfoto dan nongkrong di area luar. Ruangan dibagi dan dibuat dengan nuansa yang cocok dengan Setiap kalangan,generasi dan keperluan Acara.
Ada dua Spot khusus bagi tamu yang ingin karaoke. Di lantai dua terdapat ruangan cukup luas,diperuntukkan Acara tamu dengan tamu yang banyak.
Bunyi kliningan Pertanda Seseorang masuk. Seorang Pemuda masuk membawa Paper Bag ukuran sedang berisi makanan. Pemuda ini mendekati rama yang baru saja mengantar pesan.
“ Halo, selamat sore. Saya Yudha dari “ Martabak Selera Rasa “ mau mengantar Pesanan martabak atas nama Kakak Indira. Pesanan ini bisa diterima dengan Siapa ? “, Tanya Pemuda dengan Penampilan sangat rapi. Rambut tertata rapi, dengan pakaian jaket jeans,kaos biru muda dan celana jeans,bersepatu.
“ Halo ,selamat sore,Saya yang akan menerima Pesanan Kak Indira. Mari Kita ke meja kasir sebentar”, Rama mengajak Yudha ke meja Kasir “,Setiap kali Kakak Indira datang ke kafe ini,ia selalu menyempatkan waktu memesan martabak dari tempatmu,
Kakek Indira adalah Istri pemilik Kafe ini. Dia tidak mau martabak dari tempat lain. Tak tahu kenapa ?’’,
“ Martabak kami dibuat dengan bahan - bahan terbaik. Bahan - bahan yang baru setiap hari. Kami tidak pernah menggunakan adonan sisa kemarin untuk dijual hari ini.
Susu yang kami pakai adalah susu Merk terbaik. Begitu juga Keju dan kacangnya. Oh Tunggu ! Bukankah Kamu Rama, Konten Kreator Tik - tok itu ?”,
“ Ya . Kamu benar. Ini uang Martabaknya,Mohon diterima “, Rama menyerahkan Uang Pada Yudha.
Yudha menghitung uang itu “ Rama, uang ini lebih beberapa ribu. Tapi,sayang sekali aku lupa membawa uang kecil untuk kembalian. Bisa Aku berikan padamu besok ?’’,
“ Ah tidak usah. Uang itu dari kakak Indira sendiri. Ia berpesan Jika Ada uang lebih itu untuk Siapa yang mengantar. Jadi tidak perlu ada uang kembali “,
“ Wah ! Uang tip ?! Terima Kasih. Ngomong,aku lihat di akun tik-tok kamu jumlah view di setiap postingan kamu banyak sekali,pasti rating akun kamu bagus ?”,
“ Yah ,aku membangun akunku dari awal. Saat itu viewerku belum banyak. Namun berawal dari iseng - iseng buat video simpel,sampai aku kadang membuat video Lip-sync lagu -lagu Pop,lama - kelamaan jumlah view milikku bertambah.
Setiap hari ada saja ide untuk membuat Video untuk diupload . Sebenarnya masih banyak draft yang ada di handphoneku. Tapi, ya, kau tahu,aku sibuk bekerja di tempat ini. Jadi aku sering menunda Postingan yang harus aku upload “,
“ Aku belajar banyak padamu “,
“ Ah ! Aku iseng - iseng saja,tapi ada saja idenya “,
“ Okey, Rama ,sebenarnya aku ada perlu denganmu. Tapi karena kau sibuk,besok saja aku bicarakan niatku denganmu. Apa boleh aku minta waktu besok ?’,
“ Bisa ,kawan. Datanglah di jam yang sama,aku selalu siap “,
“ Baiklah,terima kasih. Sampai Jumpa “,
****
Pagi ini, Tiga gadis ini, Nina ,Yasmin, dan Tasya berjalan menuju gedung kampus. Pakaian dan dandanan ketiga gadis ini selalu tampak Modis,segar dan manis.
Tasya tampak sibuk membuka story instagram di Hp. Nina dengan hobi selfie-nya,sudah puluhan kali ia berfoto dengan berbagai pose tapi ia masih ragu dengan pilihan foto yang mana hendak diupload ke seluruh akun media sosialnya. Sementar yasmin selalu memperhatikan siapa pun yang lewat dihadapannya.
Seorang Pemuda dengan motor sportnya tiba - tiba berhenti di samping. Ia mengejutkan tiga gadis ini dengan membunyikan klakson. Ketiga gadis ini terkejut dan menoleh tajam ke arah Pemuda ini.
“ Jazz, Good morning,baby “, Adrian,salah satu teman sekelas mereka.
“ Apa - apaan ini ! “, raut muka Tasya tampak merah menyala
“ Ah ! Kenapa kau harus membuat kami terkejut ?”, Nina menepuk lengan Adrian “, Suara mesin motor saja sudah berisik.apalagi Suara klaskonmu ! Kau membuat kami jantungan ! “,
“ Kau tampak Overpride dengan motor sport gagahmu ini ? Kau butuh Pengakuan ? Kau butuh Vaslidasi tentang motor ini ?”,
“ Girls,Girls, Sorry…”, Adrian merogoh saku tasnya. Ia memberi selembar Undangan untuk Yasmin “, I am not being Overpride or anything else,Girls ! Tapi,wangi parfum khas ini membuatku spontan berhenti untuk menyapa seorang Gadis di tengah - tengah kalian ini “,
Yasmin mendekati Adrian. Ia menangkap Pandangan Adrian. Yasmin sedikit keras menepuk pergelangan tangan Adrian untuk memperkuat tatapan matanya seolah - olah menghipnotis Adrian.
Adrian tak berkedip sedetik pun. Sentuhan halus jemari Yasmin di lengan Adrian membuat bulu kuduk berdiri,merinding.
“ Wah ! Matahari pagi masih terasa hangatnya,tapi kau ternyata punya nyali untuk membuat kedua teman - temanku kepanasan karena kehadiranmu.
Terima Kasih,Adrian. Semua orang mengatakan hal yang sama padaku,saat siapa saja berpapasan denganku.
Dan,Ya motormu keren,Penampilanmu, Bahkan jaketmu !”, Kata - kata yasmin terdengar lembut dan membuat Adrian serasa terbang lewat pujian ini.
“ Yah . Aku baru saja membelinya semalam. Aku ingin mengendarainya ke kampus ,untuk pagi ini. Dan Yup kau melihatnya sekarang ! Bagaimana menurutmu ? Bagus ?”,
‘’ Ada Dealer yang buka sampai malam hari ? Luar biasa ! Penampilanmu bagus,Motormu juga,sekali lagi. Kau ingin semua orang melihatmu,bukan ?”,
“ Yah Yah,tentu Jazz “,
“ Kau keren dengan style seperti ini,pertahankan ! “,
“ Aku senang mendengarnya,terlebih kau yang mengatakannya “,
“ Kau senang mendengar pujianku ? Senang sekali ?”,
“ Mungkin pagi ini menjadi keberuntungan bagiku “,
“ Bagus. Tap Adrian,aku tak suka mendengar suara klaksonmu yang terlalu keras “, kata - kata Yasmin membuat Adrian terkesiap “, kau tahu,aku selalu memiliki suasana pagi yang damai dan tenang. Dengan suara kicauan burung yang selalu terdengar dari arah taman.
Tapi,kenapa kau membuat pagiku kali ini berbeda ? “, Yasmin perlahan mengubah tatapan matanya menjadi tajam,membuat Adrian bergidik” terlebih kau mendadak Kau mengejutkan Kami dengan klaksonmu yang sangat mengganggu. Aku tahu kau cari perhatian,dan kau berhasil mendapat perhatian semua orang,bahkan dariku juga “, Nia dan Tasya tampak tertawa cekikikan di belakang Yasmin.
“ Jadi Aku dan Motorku berisik ? Aku sudah mengganggu kalian ?”,
“ Aku tidak tahu Apa sebenarnya niatmu sebelumnya ? Kukira kau cari perhatian pada kamu,terlebih dariku “,
“ Kau merasa terganggu kehadiranku pagi ini “, Mimik wajah Adrian berubah
Yasmin membelai lengan Adrian kembali “ hanya Suara Sirine Mobil pemadam kebakaran yang bisa ditolerir,tapi Suara klakson keras motormu ? Untuk apa ? Kau mengganggu ketenanganku. Kau dan Motormu keren , cool sebenarnya”,Nada Bicara Yasmin yang sedikit berubah,meluluhkan Adrian “, tapi,ada cara lain yang lebih baik untuk menunjukkan penampilan kerenmu Adrian “,
“ Tapi Motorku berisik,Apa aku harus mempertebal peredam Knalpotnya ?”,
“ Bukan begitu,Adrian. Terima Kasih kau sudah bersedia menghafal diriku dengan wangi parfumku. Aku tidak akan mengatakan seberapa mahal harganya. It is not Important. Aku juga tidak mau mengatakan aku memberinya di mana,
Ini motor barumu ? Aku bisa melihat kau senang memilikinya “,
“ Yah ! Papaku yang membelikannya. Ini reward untukku karena aku bisa diterima Kuliah di kampus ini “,
“ Oh ! Selamat ! Kau beruntung sekali. Papamu pasti bangga. Anyway, lupakan kekonyolan barusan. Apa perlu apa kau menemuiku ?’,
“ Aku ingin menyampaikan undangan ini untukmu “,
Yasmin menerima Undangan ini
“Kevin menyuruhku mengantar undangan ini padamu. Acaranya malam minggu besok. Ini baru hari kamis.Kevin berharap sekali kau bisa datang ke acaranya “,
“ Ini untukku saja atau dengan dua gadis di belakangku ini ?”,
“ Aku tidak tahu. Tapi kalian tidak bisa dipisahkan,kau juga tidak mungkin datang sendirian. Kevin sangat berharap kau bisa datang ke Acaranya “,
“ Well ! Sepertinya Ia membuatku menjadi orang istimewa baginya ?”,
“ Kau idola di kampus ini ! Begitu juga mereka. Aku juga mengidolakanmu. Baiklah, Aku sudah melakukan pekerjaanku. Aku akan memarkirikan Motorku “,
“ Yah terima kasih,Tampan “,
Adrian pun pergi. Yasmin berbalik ke arah dua temannya berdiri. Seketika mereka memecah tawa. Yasmin menyerahkan undangan itu kepada Nina. Mereka kembali berjalan menuju kelas.
“ Pemuda polos barusan sangat bekerja keras membangun nyali di depanmu ! Ia bekerja keras untuk percaya diri sekaligus menunjukkan kenarsisannya,
Apa aku harus membuang undangan ini atau menyimpannya,Jazz ?”, tanya Nina
“ Jazsweet,sosok yang paling diidolakan di kampus ini ? Manis sekali kedengarannya “, Tasya tertawa geli,
“ Ah diamlah ! Aku bukan siapa - siapa di kampus ini ! “, Yasmin menepuk lengan Tasya
“ Menggelikan ! Kau buang - buang waktu saja,jaz. Meladeni Anak buah Kevin yang konyol barusan. Seharusnya kau mendepaknya begitu saja,tanpa berbasa - basi seperti barusan. Apa maumu,Jazz ?”,
“ Tidak apa - apa . Just attitude ! Terkadang aku perlu menunjukkan Keramahanku dan Sikap manisku, And No More Sarcasm ! Aku tidak mau terjadi kesalahan.
Jika Aku sadis sekali saja pada salah satu Anak Buah dari penguasa kampus ini,aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.
Pemuda polos itu akan lapor pada Bosnya soal Kesombonganku. Kau tahu Kevin ? Pemuda dengan Dominasi dan Pengaruh yang kuat di kampus ini. Dia Pemuda yang sensitif dan temperamen.
Aku pernah memergoki Ia menghajar anak buahnya habis - habisan karena Pemuda malang ini tak sengaja menggores lumpur di sepatu putih yang Ia pakai. Sebenarnya sikapnya berlebihan karena beruntung Sepatunya tak dibenamkan oleh anak buahnya ke dalam lumpur”,
“Kapan itu terjadi ? Aku baru tahu “,
“Belum lama ini. Aku perlu berhati - hati Jika suatu saat berurusan dengan Tokoh Publik satu ini “,
“ Ya Ya . Kau benar “,
“ Kau tidak gegabah ternyata ! Aku sulur padamu “,
“ Dan apa kalian percaya dengan Kisah Motor milik Adrian ? Itu Reward dari Ayahnya dia bilang. Justru kebohongannya yang perlu award !
Kalian pikir Adrian benar - benar bisa mengendarai motor besar yang berisik barusan ?”,
Pertanyaan Yasmin membuat Nina dan Tasya saling berpandangan.
“ Aku pernah memergoki Adrian kewalahan mengontrol motornya saat berhenti di lampu merah,mungkin pemuda naif itu terbiasa dengan motor matic atau ia berbohong untuk menutupi fakta bahwa ia memakai bis untuk pulang pergi ke kampus ini.
Aku beberapa kali melihat Kevin mengendarai motor itu “,
“ What ?”, Nina dan Tasya memecah tawa
“ Kau serius ?”, Tanya Nina
“ Aku bahkan sering melihat Adrian membonceng Kevin dengan motor itu “,
“ Begitu rupanya “,
“ Girls, kalian terlalu sibuk dengan berita - berita Gosip sepele yang mengekspos aib Artis setiap harinya,sampai kalian Kudet kalau di Akun instagram Kevin sudah ada Video show Off motor itu lengkap dengan nomor plat nomor yang sama, dan konyolnya Motor gagah itu diakui oleh Pemuda naif ,” Anak Papa “ barusan “,
“ O sebentar,aku cek dulu “,
Ketiga gadis ini masuk ke dalam kelas. Sore harinya,saat jam pulang kuliah. Pembicaraan Tiga gadis ini masih seputar Motor Sport dan Kevin. Kevin adalah Salah satu Mahasiswa yang cukup dikenal setiap orang di Kampus. Salah satu sebabnya adalah Karena dia adalah Seorang Anak Salah Satu Pengusaha yang kaya di Kota ini.
....
Sincerely,
Dunia Di Kala Fajar
Dunia Di Kala Fajar
Fajar Adi
Salaam - E - Dostana 2
Komentar
Posting Komentar