Salaam - E - Dostana 2 ( Iqbal & Isyana ) Bab. 2

Suatu Siang,saat pulang dari mencari makan siang dari Kafe,Rama dan Iqbal mendapati satu keributan kecil terjadi di Halte. Keributan terjadi disebabkan oleh dua Anak SMP yang sedang berkelahi. Prank berujung insiden perkelahian kecil hingga terjadi momen tarik menarik tas milik  Si Korban Prank. 

Seorang Gadis berusaha melerai ketiga Anak ini. Tapi Tiga anak ini mengabaikan Keberadaan Gadis ini. Perhatian Iqbal tersita oleh Gadis yang mencoba melerai Anak - anak Nakal ini.

Ternyata Gadis Penari kemarin ! Iqbal pun dengan sigap mendekati mereka. Perkelahian ini malah membuat mereka turun ke badan jalan raya. Arus lalu lintas yang ramai menambah keadaan menjadi sulit.

Saat ini adalah jam pulang Anak Sekolah. Jumlah Siswa yang kembali pulang menambah keramaian jalan.

Mata Iqbal menangkap satu bus yang melaju dengan sangat kencang dari kejauhan. Iqbal mempercepat larinya dan membuang gelas minumannya begitu saja.

Laju bus ini semakin mendekati Anak - anak Nakal ini dan Gadis penari. Sopir Bus ini telat refleks,Ia terkejut dan menekan klakson dan menahannya. Iqbal merasa kehabisan waktu untuk menyelamatkan Mereka.

Tapi,pada detik - detik terakhir,Iqbal berhasil mendorong Ketiga Anak SMP dan Gadis penari itu. Namun sayang,Iqbal tak bisa menghindari kedatangan Bus ini.

“ BRUAKK !!”,

“ AH ! TIDAK !!”, Gadis Penari itu menjerit saat melihat siapa yang menyelamatkannya.

Tubuh Iqbal tertabrak Bus besar ini hingga terpental ke bahu jalan. Badannya menabrak Trotoar. Rama yang menyusul Iqbal,langsung meraih Badan Iqbal. Ia terkejut sebelumnya karena Ia tak menyadari Iqbal akan melakukan Aksi Heroik ini.

Rama mengangkat badan Iqbal. Gadis Penari itu mendekati Rama dan Iqbal. Pelipis Iqbal lecet mengucurkan darah,begitunya Hidungnya yang mengalirkan darah.

“ Me..Mereka ber..hasil selamat,Ram ?”. Iqbal langsung jatuh pingsan.

Telepon berdering tanda panggilan masuk ke Hp Arjun. Ia tengah bersama Indra di Toko Perabotan. Arjun menjawab panggilan itu.

“ Halo,Ram. Apa ? Ini bukan Prank untuk mengerjaiku Bukan ? Apa ? Okey,maaf. Aku segera menyusulmu. Jaga adikku baik - baik “,

Arjun memberitahu kejadian ini pada kakaknya. Mereka bergegas ke Rumah Sakit,di mana Rama membawa Iqbal.

Sementara itu di UGD Rumah Sakit Umum Kota. Rma tengah menunggu Iqbal mendapatkan Pertolongan Pertama. Gadis penari itu ikut ke UGD,ia merasa bersalah atas kejadian ini. Gadis itu juga sudah mengantongi Identitas tiga Anak SMP yang berkelahi barusan. Gadis itu mendekati Rama. Ia tampak syok.

“ Maaf, Apa dia baik - baik saja ?”, tanya gadis itu pelan - pelan pada Rama.

“ Aku harap begitu. Beruntung Sopir Bus tadi menolong kita membawa Iqbal ke sini. Jadi Iqbal bisa cepat mendapat pertolongan “,

“ Jadi dia namanya Iqbal. Dan kalo boleh tahu,Siapa namamu ?”,

“ Namaku Rama. Aku dan Iqbal kerja di kafe “SAHABAT “,

“ Oh Ya. Kemarin lusa Aku datang ke kafe itu bersama temanku. Iqbal sempat menyambut kedatanganku. Ia sangat ramah “,

“ Mmm..”, Rama mengangguk - angguk “, Aku tidak tahu kedatanganmu. Mungkin Aku sedang libur “,

Rama melihat kedatangan arjun dan Indra.

“Ram. Bagaimana keadaan Iqbal ?”,

“ Sudah setengah jam Adikmu berada di dalam,tapi Tim medis belum memberi kabar “,

“ Bagaimana ini bisa terjadi ? Apa ia terlalu berulah bersamamu sehingga Ia tertimpa kemalangan seperti ini ?”,

“ Bos,tenang,tenang”, Rama memegang kedua lengan Arjun “, justru Adikmu baru saja melakukan Aksi heroik ! “Rama menunjukkan keberadaan Gadis penari “, Iqbal baru saja menyelamatkan gadis ini dan beberapa Anak SMP dari tabrakan bus “,

Gadis Penari itu mendekati Arjun. Raut Mukanya tampak ketakutan. Perasaan Arjun bercampur aduk. Mata gadis itu berlinang Air  mata. Rasanya takutnya terasa membesar.

“ Anda pasti kakaknya Iqbal ?”, Tanya gadis itu dengan hati - hati,

“ Ya benar,Nona. “, Arjun mengangguk pelan,berusaha tenang”,Aku kakak Sepupu Iqbal. Namaku Arjun.Dan yang berada di belakangku ini,kakak kandungku”,

Gadis itu mengatupkan Kedua tangannya untuk Memohon Maaf “Kakak,Saya mohon maaf. Kecelakaan ini Akulah penyebabnya”, kata gadis ini dengan badan gemetar”, Kejadiannya sangat cepat dan mengejutkan. 

Aku terkejut ketika tubuhku terdorong ke tepi jalan.,Aku spontan berteriak saat tahu Ada Seseorang yang telah menyelamatkanku dari kecelakaan tadi,ternyata Iqbal lah yang  telah mendorongku ke tepi jalan “, lelehan Air mata itu seolah - olah meyakinkan diri Arjun,menyentuh hati Arjun agar Arjun merasa Iba.

Kakak, aku terlena waktu itu,Aku berusaha melerai Anak - Anak SMP yang tengah berkelahi. Mereka sedang menjahili temannya. Namun tindakan mereka berakhir dengan keributan. Si korban kejahilan itu mencoba merampas Tas milik salah satu Anak yang menjahilinya. Mereka pun tarik menarik tas itu.

Aku yang pulang dari latihan dari Alun - alun,berusaha melerai mereka. Dua Anak SMP sempat melawanku dan menghalangiku menolong Anak korban kejahilan itu. 

Aku berhasil menguasai mereka. Kedua Anak tarik menarik tas itu terlalu kuat dan keras kepala untuk dipisah. Aku kewalahan…”,

Ya ! Hati Seorang Arjun bagai setipis Tisu. Arjun tak bisa mendengar Cerita Gadis ini lebih lama lagi,bukan  Karena Membayangkan sengitnya kejadian yang diceritakan. 

 Tapi,Ia teringat Kenangan Pahitnya Saat Menyelamatkan Niel dari Kecelakaan waktu SMP dulu. Mata Arjun terlalu mudah untuk basah

“ Cukup Nona,Cukup”, Arjun meminta Gadis itu berhenti bicara”,Ini Sudah Tuhan takdirkan untukku dan Adikku.

Aku melihat Hidup Adikku ini seperti tak semakin bahagia dari hari ke harinya. Tapi sekarang dia malah…”, kata - kata Arjun yang terdengar sedikit Emosional. Ia enggan memandang Gadis Penari itu.

Indra hadir dari belakang Arjun. Ia perlahan memegang kedua lengan Arjun,berusaha menenangkan Arjun.

“ Aku tahu ini mengejutkanmu,Arjun. Aku bisa melihat bagaimana kau mencemaskan Iqbal”, Indra berbisik di telinga Arjun “, Aku mohon tenangkan dirimu,Arjun. Keadaan tidak akan lebih baik Jika kau bertahan dalam  kecemasanmu”,

Arjun mengangguk tanpa berkata - kata. Indra melepas tangannya,kemudian beralih ke Gadis Penari itu.

“ Nona, Apa kau sendiri baik - baik saja ?”,tanya Indra merendahkan Suaranya,

“ Tubuhku tak terluka sedikit pun,kakak. Tapi, hatiku masih takut dan Cemas. Aku takut keadaan Iqbal akan menjadi lebih parah”,

Indra berusaha tersenyum “ Nona,Takdir Manusia di tangan Tuhan.

Aku merasa tidak perlu ada kekhawatiran lagi terhadap Iqbal,Iqbal sudah mendapat perawatan. Aku sudah merasa tenang. Hanya saja Kakaknya Iqbal yang satunya itu belum bisa tenang.

Adik kandungku memang seperti itu,Agak Sensitif. Itu karena Ia yang menjaga dan merawat Iqbal setiap hari. Jadi Kuharap Kau bisa memakluminya,Nona.Dan Untuk Kesembuhan Iqbal,Kenapa tidak Kau mendo’akan Iqbal ?

Tuhan akan mengabulkan do’a Hamba-Nya dengan setulus hati. Aku mohon padamu,gadis cantik “ Mendengar Sikap Indra seperti ini,Arjun tak punya pilihan lain. Ia membuang nafas dengan perasaan lega” Terima Kasih. Kau sudah membawa Iqbal ke  Rumah sakit”,

Gadis itu merasa sedikit lega “Baik,kakak. Terima Kasih sudah Memaafkanku. Aku akan mendo’akan Iqbal. Aku yakin Iqbal akan pulih lebih cepat “, Gadis itu beralih mendekati Arjun“ kakak,sekali lagi Aku mohon maaf “,

“ Yah. Aku Memaafkanmu “,Arjun tergerak memandang gadis itu. Arjun melihat kedua mata Gadis itu tampak basah “ Bagaimana pun. Andai kau tahu Apa yang Iqbal ceritakan padaku di setiap malam padaku,tentang Seseorang yang telah menarik Perhatiannya.

Andai kau tahu Siapa Sosok yang Adikku kagumi sampai Aku tak percaya melihatnya bahwa Ia mulai berubah.  Aku tahu Keadaan Hidup Adikku bagaimana Kurang beruntungnya,Tapi semenjak Ia merasakan ketertarikan pada Seseorang,Aku merasa Raut Iqbal mulai berubah, perhatiannya terhadap beban hidupnya mulai teralihkan. 

Andai kau tahu siapa Sosok yang dikagumi oleh Adikku Iqbal,Nona ?”,tanya Arjun 

Gadis itu merasa setengah yakin bahwa Sosok yang dimaksud itu adalah dirinya “ Kalau boleh tahu Siapa yang dikagumi oleh Iqbal ,kakak ?”,

“ Nona, kemarin malam Iqbal merengek,meminta padaku untuk Libur satu hari. Karena Ia ingin menonton Karnaval, Ia ingin menonton Jalannya Karnaval.

Tapi,maksud Iqbal bukan untuk menonton Barisan Karnaval. Aku paham maksud Iqbal,Ia  berkata padaku Ia ingin menyaksikan Seorang gadis tampil di Karnaval,gadis yang ternyata datang kafe milikku beberapa waktu lalu “,kata - kata Arjun meyakinkan diri Gadis itu bahwa dirinya lah yang dikagumi Iqbal.

Gadis itu merasa terharu “Oh Iqbal. Kenapa Aku baru tahu hal ini”, gadis itu mengusap keningnya “, Kakak,aku akan memberi tahu Kedua Orang tuaku.Aku akan meminta mereka untuk membantu Pengobatan Iqbal.

Aku berjanji ! Aku berjanji demi membalas kebaikan dan Keberanian Iqbal.Dan,Demi menebus kesalahanku”, Gadis itu menunduk.

“ Tapi,Semua ini bukan sepenuhnya karena karena Kesalahanmu,Nona “,

“ Aku tahu,kakak. Aku sudah memiliki Identitas Anak - Anak SMP tadi. Aku akan mengantar Mereka ke hadapan Kakak.

Aku berjanji,Aku akan membuat mereka meminta maaf di hadapan Kakak dan Iqbal “, Kata gadis itu meyakinkan Arjun.

Arjun bernafas lega “ Aku hargai Sikapmu,Nona. Kita tidak perlu merasakan cemas lagi “, Arjun melirik Indra. Indra mengangguk. Arjun tergerak membelai Kepala gadis itu,membuat hati gadis itu sepenuhnya terasa lega”, Kau sudah melakukan hal yang benar. Aku juga perlu berterima kasih padamu. Semoga Ada Orang - orang di luar sana seperti dirimu. Semoga Tuhan selalu membimbingmu”,Arjun melepas tangannya

Gadis itu mengangguk,menghapus air matanya “ Baik kakak. Aku harap Iqbal akan baik - baik saja “,

“ Aku yakin dia akan baik - baik saja Karena Kau dan Rama segera membawa Adikku kemari. Dan Iqbal akan sangat senang sekali Ia akan bertemu denganmu “,

Tak berapa lama kemudian,Tim Medis keluar ruangan UGD . Mereka membawa Kabar baik. Iqbal sudah selesai mendapatkan Pertolongan Darurat.

Tim Medis memberitahu bahwa Iqbal mengalami cedera bahu dan lengan Kanan. Keadaan kepalanya baik - baik saja. Luka - luka lecet di wajah Iqbal sudah ditangani. Iqbal masih terbaring di ranjang dalam ruangan UGD. Mungkin butuh waktu semalam agar keadaan menjadi lebih baik.

Tim Medis memberi Ijin kepada Keluarga untuk melihat keadaan Iqbal. Indra mengajak Rama kembali ke kafe,setelah melihat Keadaan Iqbal sebentar. Iqbal belum sadar dengan wajah masih terpasang ventilator. 

Gadis itu tak menyangka keadaan Iqbal akan sampai separan ini. Arjun tampak tenang melihat keadaan Adik Sepupunya. Gadis Penari itu berusaha menyamarkan ekspresi syok tampak pada wajahnya.

“ Nona,Ini sudah larut malam. Aku sudah mengurus kepindahan Iqbal ke Ruangan Opname. Apa Kau tak ingin pulang ? Aku akan menjaga Iqbal lebih lama lagi,sampai Ibuku datang untuk menggantikanku “,

“ Kakak,Aku masih merasa bersalah karena kejadian ini.Aku masih merasa cemas Jika Iqbal belum sadar “,

“ Tapi,Bukankah Kau akan tampil di Karnaval besok ?”,

“ Aku sudah mempersiapkan diriku sebaik mungkin untuk Penampilanku besok. Tapi Karena Keadaan Iqbal,Aku mohon pada Kakak, ijinkan Aku menjaga Iqbal untuk malam ini “, 

“ Baiklah. Aku tidak ingin menghalangi niatmu. Karena Aku sudah tahu Bagaimana dirimu dengan Ceritamu tentang Kejadian siang tadi. 

Jaga dirimu baik - baik dan Pastikan keadaan Adikku baik - baik “,Arjun tergerak menggenggamkan Beberapa 

Lembar uang ke tangan gadis itu “, ini sedikit untukmu. Sekarang Aku tidak hanya mengkhawatirkan Iqbal,aku juga perlu menjamin kau akan menepati janjimu tanpa kekurangan apapun. Do’akan iqbal agar keadaannya cepat membaik “,

Gadis itu kembali mengatupkan kedua tangannya “ Baik,kakak. Terima kasih. Terima kasih atas ijin yang kau berikan. Aku anggap ini sebagai berkat untukku “,

Arjun meninggalkan Gadis itu dan Iqbal di Rumah Sakit. Arjun tak perlu memanggil Ibunya untuk menjaga Iqbal.

Arjun mempercayakan Iqbal pada Gadis itu. Niat Gadis itu begitu kuat. Gadis itu enggan melepas Perhatiannya dari Iqbal.

Waktu semakin larut malam. Iqbal belum kunjung siuman. Rasa Cemas belum kunjung hilang dari Pikiran gadis itu. Ada Rasa takut muncul membuatnya sedih. Tidak ada Peningkatan pada keadaan Iqbal.

Hawa dingin AC ruangan IGD menambah keresahan dan ketakutannya semakin menjadi. Gadis itu berdiri,Ia menyelimuti badan Iqbal. Hatinya merasa pilu keadaan wajah Iqbal. Satu tetes Air matanya jatuh di dada Iqbal. Postur tubuh Iqbal cukup berisi dan atletis karena Hobi berolahraga.

Gadis itu mengusap Air matanya. Ia menahan tangisnya “ Tuhan,Kenapa ini bisa terjadi ? Kenapa Aku bisa sampai selengah tadi ? Aku tidak bisa membayangkan Apa yang terjadi pada diriku Andai saja kau tidak menghadirkan dia.

Tuhan, Sembuhkanlah dia,Sadarkanlah dia,Segera “,Gadis itu terisak - isak “, Aku akan menjaga dirinya. Aku akan merawat dirinya sampai dia sembuh dan sehat seperti sedia kala. Ini janjiku padanya, Tuhan. Sadarkan dia,segera Ku mohon.

Demi Nafas,Jiwa dan Raga yang telah Ia selamatkan ini. Aku bersaksi dia adalah Seorang baik,tulus dan Pemberani. Jangan Engkau terlalu berat memberi Rasa Sakit pada Tubuhnya “,Gadis itu mendekatkan wajahnya ke wajah Iqbal . Air matanya sekali lagi jatuh ke pergelangan tangan Iqbal “ Dengarkan Do’aku untuk kesembuhannya,Tuhan. 

Air mata ini menjadi Saksi Apa yang aku rasakan dan ketulusan hati ini. Amin “, Gadis itu kembali duduk setelah Ia menumpahkan kegundahannya. Waktu semakin larut. Gadis itu mulai tertidur di samping Iqbal. 

***


Siang hari,Setelah Gadis Penari menyelesaikan Penampilannya di Karnaval Budaya. Ia teringat Iqbal. Ia buru - buru melepas Kostumnya. Ia secepat mungkin menghapus make upnya. Ia meminta salah satu temannya untuk mengantarnya ke Rumah Sakit.

Di Rumah Sakit,Iqbal sudah di pindah ke Ruang Rawat Intensif. Keadaan Iqbal mengalami Kemajuan. Tim Medis baru saja melepas ventilator. Iqbal menunjukkan sedikit gerakan jarinya.

Tak berapa lama,Akhirnya Iqbal siuman. Orang yang pertama Ia lihat adalah Kakak Sepupunya,Arjun. Keadaan Iqbal tampak lemah. Kesadaran Iqbal perlahan kembali. 

Wajah Cemas Arjun bisa terlihat jelas saat Iqbal perlahan membuka matanya. Arjun mengusap punggung tangan Iqbal perlahan. Usapan ini bisa terasa oleh Iqbal,begitu juga pancaran kecemasan Arjun yang tampak raut dari muka Arjun.


Iqbal tersenyum sebagai respon dari tindakan Arjun. Arjun merasa terharu dan mulai merasa tenang. Perlahan Arjun kepala Iqbal,Ia mengusap kening Iqbal kemudian mencium kening itu.

“ Alhamdulillah. Syukurlah “, Arjun bernafas lega “,Akhirnya Kau sadar,jagoan. Kau merasa baikan ?”,tanya Arjun dengan berbisik,

Iqbal mengangguk,tangannya berusaha menggenggam lengan Arjun. Telunjuk Iqbal perlahan menerobos frame kacamata Arjun untuk menghapus titik air mata di sudut kelopak mata Arjun.

“ Aku akan memberi kabar pada Semuanya. Tunggu sebentar”, Arjun beranjak dari ranjang,ia mengambil hp dari saku celananya. Arjun keluar ruangan untuk menelpon keluarganya.

Pintu Ruangan ini terbuka sedikit. Sesaat kemudian bergerak diiringi hadirnya wangi parfum dari kedatangan Seseorang. Pintu itu terbuka. Gadis Penari itu membuka Pintu. Ia melihat Iqbal yang telah sadar.

Nafasnya terburu - buru berakhir dengan nafas lega. Gadis itu terharu Do’anya semalam terkabul. Matanya berkaca - kaca. Ia mendekati Iqbal.

“ Iqbal “, Panggil Gadis itu menahan Tangis 

Iqbal tersenyum menyambut Kehadiran Gadis ini. Sesekali menahan Nyeri di sekujur tubuhnya. Senyum Iqbal membuat hati Gadis ini lega.

“ Syukurlah,kau sudah siuman. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku takut keadaanmu lebih parah “,

“ Aku senang kau baik - baik saja,Putri.Tidak sia - sia mendorongmu,kemarin “, Nada Bicara Iqbal terdengar lemah

“ Putri ? Kau memanggilku Putri ?”,

“ Ya, karena Aku belum tahu Siapa namamu. Jadi Aku memanggilmu Putri. Karena kau cantik seperti Putri kerajaan”, Kata - Kata Iqbal membuat Gadis itu tersipu malu,

Gadis itu duduk di tepi Ranjang . Tangan halusnya menggenggam tangan Kanan Iqbal yang kaku. Bahunya tampak terbalut perlahan. Iqbal bengong melihat tindakan gadis ini.

“Iqbal “, Gadis itu memandang Wajah Iqbal “, Namaku Isyana. Harusnya Aku memperkenalkan diriku saat Kita bertemu di Kafe dulu. Bagaimana Aku bisa lupa “,

“ Oh,hai Isyana , Putri Isyana “,

“ Cukup Isyana Saja “, gadis itu,Isyana memelankan Suaranya,

“ Baiklah Isyana. Aku senang kau baik - baik saja “,

“ Tapi kenapa kau melakukan tindakan seperti kemarin untukku ? Itu malah membuatmu celaka “,

“ Bersyukurlah Tuhan mengirim Seseorang untuk menyelamatkanmu. Aku takut Jika Kau celaka,Semua orang akan sedih,terlebih teman -temanmu. Kau tidak akan bisa tampil di karnaval.

Aku takut Jika Kau sampai terluka parah atau bahkan kehilangan Nyawa. Jika Tuhan tidak menggerakkan diriku untuk menyelamatkanmu “, Kata - kata iqbal membuat Isyana tercengang

“ Harus dengan Apa aku menebus Rasa bersalahku ini,Iqbal ? Harus dengan cara Apa aku berterima kasih padamu dan membalas jasamu ?

Aku sudah merasa lega kau sudah siuman. Tapi, Aku masih khawatir belum bisa membalas jasamu”,

“ Aku sudah mendapat Apa yang aku inginkan,Isyana “,

“ Apa maksudmu iqbal ?”,

“ Aku mengagumimu saat Pertama kali melihatmu,waktu itu Saat Latihan di Alun - alun “, Kata - kata yang  tak terduga terucap dari Bibir Iqbal” kau tahu,Aku selalu menyempatkan waktu untuk melihatmu Latihan ,beberapa kali “, Isyana tak menyangka pada Apa yang Iqbal perbuat” Aku harap Aku bisa datang padamu dan menyapamu. Namun,Aku tahan diriku karena setelah Latihan Gurumu langsung memanggilmu.

Akhirnya Kita bisa bertemu denganmu saat kau datang ke kafe,tempatku bekerja “,

“ Jadi kau bekerja di situ ?”,

“Aku sangat senang bisa menyambutmu saat itu.Sepertinya keberuntungan berpihak padaku. Ya,Aku bekerja di situ,Isyana. Serangkaian peristiwa kemarin terjadi padaku. Meski harus mendapat rasa sakit dan berdarah - darah,serta melewati Masa Kritis. Aku bisa mendapatkan Hikmahnya.

Keberuntungan masih berpihak padaku. Akhirnya,Kau datang padaku,Aku bisa berkenalan denganmu,Isyana”,Cerita Iqbal melelehkan hati Isyana. 

Perlahan Isyana menarik tangan Kiri Iqbal” Terima Kasih,Iqbal”,Isyana mengusap Punggung tangan ini”, Aku menjagamu semalam”,

“ Apa ?Kau menjagaku semalam ? Saat Aku belum sadar”,

“ Di Ruangan IGD ini ,semalaman Iqbal,Aku benar - benar takut keadaanmu akan menjadi lebih buruk. Aku tidak tahu harus ke mana lagi untuk menumpahkan kesedihanku,ketakutanku.

Aku berbicara pada Tuhan tentang Segala Apa yang Aku rasakan “, Isyana menatap kedua mata Iqbal dalam - dalam “ Aku Berdo’a untukmu Iqbal. Aku berdo’a supaya Tuhan segera membuatmu sadar”,

Iqbal tercengang mendengar Apa yang Isyana katakan,Ia sekuat tenaga berusaha bangkit untuk meraih tangan Isyana.

“ Iqbal, Apa yang mau kau lakukan ?”, Isyana membantu Iqbal bersandar. Isyana menyelipkan bantal di belakang Punggung Iqbal. Tangan Kiri Iqbal meraih tangan Isyana. Kedua Anak Muda ini saling memandang.

“ Ternyata Aku mendapat lebih Apa yang aku harapkan “,

“ Apa itu ?”,

“ Aku tidak menyangka Kau menungguku Semalaman. Bagaimana bisa ?”,

“ Itu adalah Janjiku untukmu Iqbal ! Aku berjanji pada kakakmu untuk menjagamu semalam. Aku juga berjanji pada diriku sendiri,Aku harus menjagamu selama Kau sakit. 

Aku berjanji akan merawatmu sampai Kau sehat seperti sedia kala”,

“ Kau tidak perlu repot - repot seperti itu Isyana. Aku akan pulih sendiri dengan cepat. Kakak dan Keluarga Bibiku akan merawatku “,

Isyana menggenggam tangan Iqbal. Ia berlutut di samping ranjang tidur ini. Perlakuan ini membuat Iqbal terperangah.

“ Kau sudah menyelamatkan Jiwa dan Ragaku dengan mengorbankan dirimu. Dan Aku bersyukur Kau bisa Selamat. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri,bahkan pada Tuhan di hadapan Badan lemahmu semalam.

Aku berjanji Aku akan menjagamu dan merawatmu sampai benar - benar pulih. Aku mohon padamu,Iqbal “, Kedua mata Isyana tampak bergetar dan berkaca - kaca “Ijinkan Aku menepati janjiku. Kumohon “,


Iqbal mengangguk tersenyum. Isyana bangkit dan merebahkan badan Iqbal. Dan Sejak saat itu,Isyana rutin mendatangi Iqbal untuk merawat Iqbal.

Berawal dari sini,kedekatan Iqbal dan Isyana mulai terjalin. Hingga Tiba Saatnya,Iqbal bisa kembali Ke Kafe ,ditemani Isyana. Semua Orang menyambut kembalinya Iqbal. Rama yang menjadi Paling Bahagia menyambut Kehadiran Iqbal. Arman tak ketinggalan menyambut Iqbal.

.....

Sincerely,

Dunia Di Kala Fajar

Fajar Adi


Salaam - E - Dostana 2

Komentar

Postingan Populer