PROMISE


Bagaimana bisa Seseorang mengubah perasaannya menjadi Kebencian dengan begitu saja,tanpa alasan yang jelas ?

padahal,setelah sekian lama,Keduanya saling cinta. keduanya saling mencintai dan selalu melalui saat saat yang berbahagia bersama. hingga,terucap janji,janji untuk saling setia,menjaga perasaan dan rasa setia,suatu ketika.

Cinta,tanpa janji dan kesetiaan ibarat kau punya beberapa tangkai bunga namun kau tiada mengikatnya. mengapa demikian ?

Coba bayangkan,jika saja suatu saat kau terlena sebab suatu hal hingga kau tanpa sengaja melepas bunga - bunga tiada terikat itu,pasti mereka akan terurai,bercerai berai hingga kau harus mengumpulkannya menjadi satu,kembali.

kau kehilangan cinta,tapi tiada kau ikat dengan kesetiaan dan janji,seketika kau akan kehilangan kenangan kenangan,,ingatan akan momen momen bahagia yang telah kau buat bersamanya dan hari hari yang ceria dan bermakna ke depannya tanpa orang yang kau cinta.
...

"tanpa sebab yang jelas Adrian ninggalin aku gitu aja kemarin...",

"gimana bisa,Beb ?kok Adrian setega itu sama kamu,ada apa dengan Adrian ?",

"aku nggak tahu kenapa,yang jelas Adrian beda banget pas pertama kali hadir ke Pesta Ulang tahun Vania kemarin,

dia diam aja sama aku selama Pesta,aku ajak makan dia nggak mau,aku kasih dia minum dia cuma pegang aja gelasnya,malahan ia taruh di meja,

pas Selfie sama Vania sama temen temennya dia cuma kasih muka yang datar aja,dia gak senyum atau kasi tunjuk ke kita kalo dia enjoy pesta malam itu...",

"pasti ada yang nggak beres. pasti kalian pernah berantem akhir akhir ini ?ato kalian diam diam marahan...",

"Nggak Ngel,We just Fine Every day,No Matter happened,cuma Adrian aja yang tiba tiba aja berubah...",

"mungkin Adrian nyembunyiin masalah dan dia gak mau sharing ke kamu,pasti sangat rahasia,menyangkut privasinya sendiri,mungkin Masalah keluarga ?"

"probably this is right...."

"Okey...sabar aja Alin,Sayang. tetep aja perhatiin Adrian,jagain perasaan Adrian,orang yang lagi punya masalah apalagi keluarga butuh perhatian yang lebih" 

"Thanks Angel,aku bakal jagain Adrian. By the Way,udah jam nya aku nyiramin bunga bunga aku ditaman.

Yuk,ikut aku gih,nanti aku petikin bunga buat bawa pulang...",

"Nah gitu dong,udah nggak sedih lagi.Okey Okey,nanti aku pilih sendiri yang mana bunganya,"

"Okey Sip....",

***
Tetap menjaga keadaan walaupun tidak tahu apa yang terjadi. Tetap menjaga perasaan meski perubahan pada dirinya tiba - tiba itu membuat tidak nyaman dan cemas.

Tetap membiarkan masalah mengacaukan fikiran,Siapa Orangnya yang mampu bertahan dalam waktu yang lama ?

Berkompromi dengan waktu tidak mungkin,yang jelas keadaan semakin sulit dan memburuk.

Tetap Acuh dan tiada peduli keadaan,Masalah mengikis kesabaran perlahan. Emosi dan Amarah adalah hal yang paling riskan,hal paling vatal jika suatu saat sampai terlibat dan kau tidak bisa mengkontrolnya.

Perubahan sebab tiada bisa mengontrol Emosi dan antisipasi masalah akan mengubah keadaan sekitar. jangan sampai mereka yang tidak tahu apa apa haru terpaksa terlibat. jangan sampai memperburuk keadaan.
....

Alin bertemu dengan Adrian di Koridor Kampus. Alin menghentikan Adrian. Adrian tetap saja diam dalam keadaan yang sama. Raut muka yang dingin dan seolah olah menahan amarah. seperti terjadi kekacauan di fikirannya.

"Ian,nih,coba liat ,aku bawain kamu makanan,pasti kamu belom makan,nih makan nih,,Yuk aku temenin,kita duduk di bangku situ...",Alin menunjukkan Rantang yang Ia bawa pada Adrian.

Adrian tak bergeming,Ia malah membuang muka. Alin kembali cemas.

"Adrian kamu kenapa ?nih coba liat,aku bikin makanan kesukaan kamu,aku yang masak sendiri lhoh...",,Alin meraih tangan Adrian kemudiam menyerahkan Rantang itu ke tangan  Adrian.

Sekejap,Adrian menatap mata Alin tajam. Tatapan yang perlahan menumbuhkan ketakutan pada diri Alin.

Tiba - tiba Adrian malah membanting Rantang itu. Insiden ini membuat Orang orang yang berada di sekitar Mereka terkejut dan spontan mendekati mereka.

Alin sangat terkejut. Ia tidak menyangka Adrian akan membuang makanan yang ia buat. Alin melihat Adrian dengan raut muka yang marah.

"Adrian,kamu kenapa ?kok makanan aku kamu buang gini",Alin gemetar",kamu nggak suka ya,kamu nggak mau makan Ya ?",

"DIAM !!!",Bentak Adrian.  ia melihat semua orang sudah mengerubunginya.

"Adrian,kamu kok jadi marah gini sama aku,,salah aku sama kamu apa ?kalau kamu nggak mau makan bilang aja nggak usah kayak gini...",

"Ngeliat aja udah bikin aku eneg,apalagi makan,gak usah sok bisa masak. gak usah sok perhatian perhatian kamu malah bikin nambah masalah...",

Alin terisak isak. kata kata Adrian menyinggung Hati Alin. Alin memungut makanan yang dibuang Adrian  sambil mengusap Air mata.

Vania,teman Alin muncul menegur Adrian.
"Adrian,ada apa ?kok kamu tega kayak gini sama Alin. dia kan udah baik sama kamu,bikin makan buat kamu,Eh kamu malah buang...",kata Vania berusaha menjaga sikapnya baik baik di hadapan orang orang ini

"Eh,kamu diam !kamu tahu apa ?tutup mulut kamu aja gak usah sok mau tahu..."ketus Adrian

"Tunggu bentar,Adrian. kamu udah jahat sama sahabat  aku,Alin. Alin tuh pacar kamu,dia tuh sayang banget sama kamu,dia nggak ada kurangnya sama kamu.

dia nyayangin kamu tulus,kamu kok tiba tiba kayak gini. kamu mendadak berubah,kenapa sih ?kalo ada maslah bilang baik baik,gak usah kasar kayak gini.

Alin gak tahu apa apa,Alin udah berusaha jagain kamu. Eh malah kamunya kayak gini,aku nggak terima kamu nyakitin dia...",

"Gak usah sok nasihatin aku ya !kamu itu siapanya aku ?!bilang sama dia juga ya,bilang mulai sekarang gak usah perhatian sama aku lagi,gak usah repot repot jagain aku lagi,percuma! "

Adrian pun meninggalkan Vania dan Alin. Alin menangis merapikan rantangnya. Vania menenangkan Alin.

***
Lelah dan Putus Asa,tempat akhir ketika kau tak mampu menghadapi untuk lebih lama lagi. Air Mata,terkadang bisa menjadi media untuk menguraikan Kesedihan yang memperburuk keadaan,bersandar pada lelah dan Pasrah.

Ketika Sakit hati dan rasa  sedih mulai perlahan pudar lewat aliran air mata,mulai dari situ lah saatnya untuk menata diri seperti semula. bersiap siap untuk ke depannya,meski keadaan baru mau tidak mau harus dilalui,meski pengorbanan harus dilakukan,namun jangan pernah berhenti berharap,,ketika kau melakukan pengorbanan dengan rela hati suatu saat kau akan mendapat ganti yang lebih baik

lalu,bagaiman jadinya jika hal itu berkaitan dengan Cinta,orang yang kau cinta,dan Janji yang kalian buat dan jaga selama ini ?harus kau korbankan untuk memulai hidup yang baru disebabkan karena suatu hal yang tidak bisa dielakkan.

Cinta,Perasaan,Hati dan yang terpenting Janji,mereka berharga dalam hidup. Ada yang menjaganya sebaik mungkin hingga maut mengakhiri,Ada yang menyia nyiakannya begitu saja tanpa mempertimbangkan baik buruknya,Ada juga yang bermain dengan barang barang berharga ini seolah olah tiada berarti.

lalu,bagaimana hal ini menjadi dilema ?Mau tidak mau kau harus melepasnya meski rasa sakit mendalam di hati dan  teramat sesak di dada. Air mata dan  ratapan tak cukup untuk mengungapkan perasaan.
....

Tiba tiba saja Adrian mengirim SMS pada Alin. Adrian meminta Alin untuk menemuinya di taman dermaga sungai saat ini. Alin pun bergegas.

Tiba tiba saja Hujan turun cukup deras. namun,demi Adrian,Alin mengabaikannya. Alin pantang sakit hati kali ini. Besar Rasa Cintanya pada Adrian menghapus semuanya.

Gemuruh terdengar menggelegar,Hujan sudah tak lagi deras. Alin perlahan mendekati Adrian dari belakang.

Tangannya menepuk bahu Adrian pelan. Adrian berbalik dan melihat Wajah Alin yang penasaran. Adrian tersenyum pada Alin.

Alin membalasnya namun masih penasaran. Adrian mendekat. Kedua tangannya mengusap kedua pipi Alin. Pandangannya melihat Sekujur Badan Alin.

"kamu pasti marah sama aku kan ?",tanya Adrian pelan

"Enggak Ian,aku cemas aja sama kamu,kamu kenapa ?kok tiba tiba berubah kayak kemarin. kamu tiba tiba marah sama aku.

kamu pasti punya masalah,cerita aja sama aku..."

"Sayang...",Adrian menghela nafas

"Iya...",

"Aku tuh capek ,aku lelah ngadepin semua ini,aku cuma mau pengen duduk aja,kamu temenin aku duduk Yah...",kata Adrian lirih 

"Iya Iya..."

Adrian dan Alin duduk di kursi panjang yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Adrian melirik Alin. Pakaian Alin masih seluruhnya basah.

Mata berkaca kaca. hati yang terasa berat. Ingin memecah tangis dengan beragam arti. namun tidak bisa karena ia tidak ingin Alin sampai tahu apa yang ia rasakan,apalagi ikut merasa sedih dan terbebani.

Namun...

"aku jahat banget kemarin kan Lin ?sampe tega bersikap kasar sama kamu kemarin",

"seseorang berubah jahat pasti ada sebab,Ian. sebenarnya ada apa Adrian ?"Alin mengusap paha Adrian"Ayok cerita sama aku,gak apa apa,kamu gak usah khawatir,aku bakal ngertiin kamu..."

Mata Adrian gemetar.

"Mama sama papa aku cerai,Lin. mereka abis beranten beberapa hari yang lalu"Adrian menunduk",Papa gak mau ngaku kalo dia ketahuan ada main dengan perempuan lain,Temen mama aku yang kasih  tahu ke mama. 

awalnya mama gak percaya,tapi  setelah liat video rekaman punya temen mama,mama langsung marah. mereka berantem,baku pukul di depan aku,aku sempet kena tampar papa aku Lin..."Adrian terisak isak. Alin memegang kedua bahu Adrian,ia mengangkatnya.

dari situ Alin akhirnya tahu sebab perubahan sikap Adrian.

"aku gak tahu harus ngapain Alin,aku...aku..."

"Sabar Ian,sabar..."Alin menghapus airmata yang ada di kedua ujung kelopak mata Adrian.

"aku capek Lin,aku capek liat keadaan mama papa aku kayak gini Lin,lama lama aku bisa stress..."

"sabar sayang,,ada aku. crita aja semua sama aku,aku masih sayang kamu,masih ada temen temen juga...kita bakal ngehibur kamu Ian..."

"tapi..."

"tapi ?"

"tapi mama bikin keputusan yang gak bisa aku trima tapi aku harus ikutin. aku gak bisa nolak,lin. aku harus nurutin apa yang mama mau. 
ini juga menyangkut soal kita,dan terpenting kamu..."

"apa itu Adrian ?"

"mama ngajak aku pindah ke luar negeri,mama maksa aku buat ikut sama dia,dia bilang kalo aku nolak trus ikut papa,hidup aku bakal sengsara. jadi,mau gak mau aku harus..."

Alin terkejut mendengar kata - kata  Adrian dengan nada yang berat. Alin tentu saja belum bisa menerima keputusan ini. 

Terpaksa berpisah dengan Adrian,mungkin selamanya.
dan  Cintanya,entah jadinya bagaimana. Alin hanya diam. Dilema,Sungguh keadaan yang tak terduga. Alin membuang muka,Ia hendak menyembunyikan kesedihannya.

namun Adrian mengetahuinya,Adrian memegang pipi Alin kemudian membalikkannya. Mata Alin berkaca kaca. bagai kaca yang tembus pandang,,bisa tampak jelas terlihat perasaan Alin.

"maafin aku lin,aku terpaksa...ninggalin...kamu",Adrian mengenggam tangan Alin"dan Janji aku,Cinta aku ke kamu...aku gak tahu harus gimana ?aku takut kalo kamu sedih banget dan..."

Perlahan tersungging senyum pada Bibir Alin.

"kali ini baru aku bisa bilang kalo kamu jahat...",

Adrian heran mendengar kata Alin.
"aku bilang kamu jahat,kamu mau ninggalin aku sama janji kita,tapi aku nggak bisa nganggep kamu orang jahat karena aku cinta banget sama kamu "

"Emh...maafin aku Alin,maafin aku..."

"Ini udah keputusan mama kamu,aku gak mau jadi penghalang buat kamu,aku yakin kamu bakal bahagia setelah kamu gak lagi sama aku,aku yakin kamu bakal dapet sesuatu yang lebih berharga dari cinta aku..."

"Trus gimana dengan Janji kita ?"

"selama kita gak saling membenci,kita masih baik baik aja,aku bakalan tetep cinta dan sayang sama kamu,aku bakalan tetep jagain janji kita..."

Adrian  tersenyum dengan lelehan air mata haru. Adrian merasa lega meski harus tersisa rasa sakit di dalam hatinya. sama halnya Alin,rasa sakit dan takut yang sama. 
Adrian mengajak Alin berdiri. Ia melihat Alin sebelum ia berangkat besok. 

Perpisahan,belum tentu menjadi akhir segalanya.

"I just...Love You..",Adrian menempelkan genggaman tangan Alin ke dadanya. hujan mulai turun kembali.

"I just...Life for You..."

"Embrace me before I'm leaving. forgive me about my promise,keep it for my sake. this is my time say Good Bye..."

"I wish No Good Bye would be said,but This is what must be happened to Us..."



Alin memeluk Adrian sejenak. Adrian meninggalkan Alin. Air mata yang mengalir bersama tetes air hujan yang membasahi Wajah Adrian. Alin berbalik meninggalkan Adrian. perpisahan,seharusnya tidak terjadi namun terjadi karena takdir.

"Okey,aku nggak bakalan ngambek lagi,nangis lagi. kamu udah nyadarin aku
tahu nggak,Adrian. setiap manusia perlu kontrol emosinya,dari kamu aku belajar kapan harus marah,kapan harus cengeng,,bahkan kapan harus bisa romantis sama orang yang aku suka.

tapi,yang paling penting adalah aku belajar berani,kamu cowok gak punya takut,so aku mikir untuk apa aku takut selama aku benar. sama,aku berani ngungkapin perasaan ke kamu.

aku sayang kamu,aku cinta kamu,I...Love..You,And I Promise to be dare faces every problem,I promise to keep this Love inside my heart"kata kata Alin yang terngiang ngiang di telinga Adrian.

"aku suka sama kamu,Lin. aku sayang banget  sama kamu,so,aku gak bisa jahat sama satu orang di kampus ini yaitu kamu. 

Orang boleh aku nganggep aku orang jahat,tapi pas pertama kali aku suka sama kamu,,sejak itulah aku sadar,,Cinta sama kasih sayang adalah hal yang lebih indah dari pikiran jahat.

I Love You...I Promise to Always Love You..."kata kata Adrian yang terngiang ngiang di telinga Alin saat itu

setelah beberapa langkah,Alin berhenti,Ia berbalik melihat punggung Adrian. langkah Adrian sangat berat. Tak kuasa menahan harunya,,Alin mengejar Adrian.

Alin mendekap badan Adrian  dari belakang di bawah hujan yang deras. Adrin berhenti. Keduanya memadu tangis di bawah deras hujan ini.

***
"Seoul..."

"Seoul ?Korea  selatan ?Adrian pindah ke sana bersama mamanya..."tanya Vania

"Iya Nia,mau gimana lagi?aku nggak mau ngeganggu keputusan mamanya Adrian. kita harus pisah,kita harus putus,mendadak. sebenernya sakit  tahu nggak..."

"Sabar Alin,Sayang,Sabar,pelan pelan rasa sakit itu bakalan ilang..."

"iya aku tahu,aku nggak tahu harus ngapain sekarang,udah nggak ada Adrian rasanya kurang semangat,sekarang aku  sendirian..."

"Eh,ada aku,Angel,Sabrina,Afifa sama temen temen yang lain. kita bakal ngehibur kamu,bikin momen momen yang lebih indah ke depannya,iya nggak ?"Vania berusaha membangkitkan semangat

Alin tersenyum pucat.
"Tapi,apa bakalan ada cowok kayak Adrian buat aku ya ?"

"Alin,sayang,Setiap manusia diciptakan punya pasangannya sendiri,jika nggak sekarang ,mungkin nanti. jika nggak di tempat yang dekat,mungkin suatu saat di bakal dateng ke kamu.

ini Janji Tuhan pada Hamba-Nya,Alin. suatu saat hidup kamu bakal indah dengan kedatangan dia,cepat atau lambat...",

***
Cinta lama telah lama pergi. terjadi kekosongan dalam hati,hingga sedikit hilang semangat hidup dalam diri. Berpikir dan bertanya tanya akankah selamanya hidup menyendiri ?

Tidak,Tuhan menciptakan setiap makhluk itu berpasangan. Jodoh,Kekasih,atau Pujaan hati,jika bukan sekarang tapi nanti,suatu saat,cepat lambat. Jika tak berada di dekat kita,mungkin dia akan datang pada kita atau kita akan mendapatkannya dalam pertemuan,secara tidak sengaja.

Promise,believe me,even I believe to My Lord,,Allah.
....

Makan malam yang diadakan untuk menyambut kedatangan tamu,teman Ayah Alin. Alin tampak sibuk membantu Ibunya menyiapkan malam. Semua hidangan telah siap. Lilin lilin sebagai pemercantik suasana telah  dinyalakan.

Tamu sepertinya telah datang,Alin masih menata piring dan sendok di atas meja makan. Terdengar sedikit berisik di ruang tamu.

"DUM PYARR !!!",terdengar sesuatu yang pecah dari ruang tamu,Alin memeriksanya.

Ternyata Vas kesayangannya yang ia taruh di sudut ruangan tak sengaja tersenggol oleh seorang pemuda yang bermain dengan seorang anak laki laki.

Alin segera memunguti pecahan Vas ini. Alin melihat hanya dua orang ini yang berada di ruang tamu. Ayah dan Kedua orang tua orang ini melihat lihat halaman rumah  Alin yang terdapat taman bunga,taman ini dibuat oleh Alin sendiri.

Pemuda ini hendak meminta maaf pada Alin,namun Alin buru buru kembali ke dapur. Alin tampak sangat kesal  dan marah.

Saatnya makan malam tiba,Semua orang telah duduk di kursi masing masing. ternyata Alin mendapat kursi di sebelah pemuda itu.

Alin masih tampak cemberut dan kesal. Pemuda itu hendak menegur Alin,namun Ia merasa takut dan segan karena kesalahannya. Selama makan,Alin tak menampakkan wajah ramahnya sesaat pun. Ia masih menyayangkan Vasnya yang pecah,apalagi orang yang memecahkannya berada di sebelahnya,sungguh menyebalkan.

Esok harinya,ketika Alin pulang dari Kampus,Ia tiba di rumah sore hari. Ia masuk ke kamarnya. Ia melihat sesuatu di atas meja riasnya.

Setangkai bunga Mawar merah dan selembar surat. Alin membaca  surat itu.


"Cantik...
Maafin aku Yah,aku udah pecahin Vas kamu,aku gak bakalan ngulangin lagi,

I Promise

Alva"

jadi Nama pemuda semalam adalah  Alva. Alin merasa sedikit tersentuh dengan surat ini,dan  setangkak bunga Mawar merah ini,menjadi tanda permohonan Maaf untuk Alin dari Alva.

***
Datangnya Cinta,kali ini,mungkin dengan jalan atau cara yang lain. Awalnya Rasa tidak suka dalam hati,ini karena insiden tak terduga dan tak diharapkan malah memperburuk keadaan,namun di kemudian hari,,siapa yang tahu apa yang akan terjadi ?

Masalah hati,Permainan Hati,Waktu berjalan perlahan mengubah keadaan. Janji,tetap akan terjaga dalam Hati. Cinta,setiap Roh dan Jiwa tidak akan merasakan nikmatnya hidup jika tanpa menjaga rasa Cinta.
...


Sore ini,Alin menelpon Ayahnya,Ia meminta untuk dijemput. Sementara Ayahnya tengah bersama Ayahnya Alva meeting,jadi Ia menyuruh seseorang untuk menjemput Alin.

Alin sedikit resah,Ia bertanya tanya siapa yang akan menjemputnya nanti. Ia mulai berjalan menyusuri trotoar. Alin tampak lesu dan murung.

Tak jauh melangkah,lalu datang seseorang dengan motor besarnya,berhenti di samping Alin. Alin berhenti dan melihat siapa yang menghentikannya,apakah dia yang disuruh Ayahnya untuk menjemput dirinya.

Helm dibuka,Alin terkejut melihat Siapa dia. Alva !,Alva yang menjemput Alin. Awalnya Alin menolak Alva dan memilih pulang sendiri. Alin kembali berekspresi Kesal dan Gusar,ia masih ingat masalah Vasnya.

Alva membujuk Alin untuk ikut bersamanya. dengan terpaksa,Alin akhirnya mau duduk di jok belakang motor Alva. Alva melaju pelan,Ia melihat wajah Cemberut Alin melalui kaca spionnya.

Singgah di Penjual sebentar,Alva membeli serangkai bunga,dibungkus. Alin masih mengacuhkan Alva. Mereka kembali meneruskan perjalanan.

Tiba di rumah  Alin,Akhirnya. Alin turun dari Motor Alva. Alva juga turun. Alin bergegas membuka pintu pagarnya. 

Namun,Ia berhenti saat Satu rangkaian Bunga hadir di sampingnya. Seseorang memberikannya.
Alin berbalik,ternyata Alva. Alva tersenyum.

"Aku yakin kamu masih marah sama aku,Aku pikir kamu belum maafin aku. So,dengan Bunga ini,,siapa tahu kamu mau maafin aku,kayaknya itu Vas kesayangan kamu ?"kata Alva halus

Alin menerima Bunga itu.  Alva merasa sedikit lega.
"Maaf ?kalo aja Vas aku bisa kamu balikin seperti semula,baru aku maafin kamu..."Sindir Alin dengan kata kata yang mengena di hati Alva. Ia tersenyum samar pada Alva.

Alin pun meninggalkan Alva. Ia masuk rumah dengan sedikit membanting Pintu. Perkiraan Alva benar. Ia pun kembali pulang.
...

Pulang dari rumah Sabrina,Alin terperanjat melihat Sesuatu yang ada di sudut ruang tamunya. Sebuah Vas dari Kaca Kristal dengan bunga bunga pemberian Alva sebagai isinya.

Alin mendekatinya,Alin berpikir pasti ini dari Alva. Sepertinya Alva pantang menyerah. Alin hendak masuk ke kamarnya,namun Ibunya memanggilnya.

Ibunya bercerita bahwa Alva,Putra Pak Anand,teman Ayah  Alin,mengaku telah memecahkan Vas milik Alin. Alva datang membawa Vas baru dan diserahkan pada ibunya Alin.

Ibunya  Alin menaruh Vas itu di tempat Vas pertama diletakkan,di sudut ruang tamu. Alva meminta Ibunya  Alin menaruh Bunga yang Alva berikan pada Alin ke dalam  Vas baru ini.  Tampak lebih indah dan segar.

Lagi,Alva mengirim surat untuk Alin,ditaruh pada tempat yang sama. Surat bersama Setangkai bunga Mawar.

"Aku tidak bisa berkata seribu bahasa,aku tidak tahu harus berkata sebagaimana dan sebanyak apa agar bisa membuatmu baik dan kembali seperit sedia kala. 

Namun,aku hanya bisa menyampaikan keinginanku lewat setangkai bunga,dan semua yang telah aku berikan untukmu...

No more fault,More Promise for get Your Forgive

Alva..."

Alin tak bisa berkata apa apa. Jantungnya berdebar kencang menyaksikan semua ini. Kali ini,,Alin benar benar takjub pada Seorang  Alva. 

Ia memegang setangkai Mawar ini. Ia mencium kuntumnya,wangi harum  dan segar. Perlahan menyirnakan semua fikiran buruk tentang Alva dalam hatinya. 

Perlahan tersungging senyum di Wajah 
Alin.

***
Waktu berjalan merubah segalanya. Masalah hati mulai bermetamorfosis. Seperti Ulat yang melewati masa masa kepompong,,berakhir pada saatnya sepasang Sayap terkembang indah,,Sayap kupu kupu yang indah siap hinggap di hati mana pun.

Perlahan Akan tiba pada Masa masa indah,akan tiba pada masa yang paling indah,Cinta. Cinta bersemi dan bermekaran mengalahkan Indahnya kuntum kuntum Bunga.
...

kebetulan Alva lewat di depan kampus Alin. Tampak beberapa orang keluar kampus. Sepertinya ada yang sudah menyelesaikan kuliahnya hari ini. Alva mengira Alin telah selesai kuliah untuk hari ini.

Perkiraannya benar,Ia melihat Alin berjalan tak jauh di depannya. Alva menyusul Alin. merasakan kehadiran seseorang,Alin melihat kiri kanannya. Ada Alva yang berjalan mengiringinya pelan.

Alva menawarinya boncengan. Alva membuka helmnya. Alin berpikir sejenak,Ia membuang muka. Alva merasa Alin mengacuhkannya untuk kesekian kali. Ia pun tergerak untuk meninggalkan Alin.

Namun,Alin membuka tangannya ke hadapan Alva. Alva menoleh. kali ini,Alin tersenyum,senyum sehangat matahari sore ini.

"No More fault,More Promise for Give You Forgive,How ?",Alin mengangkat Alisnya. 

Alva merasa bahagia melihat reaksi Alin. Alva menggenggam tangan Alin.

Alin pun naik ke jok belakang motor Alva. Alva pun melaju.

"Thanks for Special gift,Thanks for More Attention...",bisik Alin ke telinga Alva. 

Seketika,Alva pun bertambah bahagia dan ceria.

Begitu juga terjadi pada Alin,wajah samar samar dan kian jelas bahagia dan Ceria.

***

Seperti menempuh jalan dengan pemandangan yang Gersang dan menjenuhkan,namun kau tetap berkonsisten untuk menempuh jalan lain,sama halnya menjaga Cinta,Cinta yang telah hilang,semangat dan Gairah hidup yang membuat semua terlihat indah pun hilang,namun kau tetap menjaga perasaan dan Rasa Cinta yang ada dirimu,dan melupakan kesedihan dan Masalah di masa lalu,meski kau lakukan bukan unntuk seseorang,setidaknya untuk menyadarkan dirimu mensyukuri hidup.

dan sampailah pada jalan yang berada di antara lembah dengan pemandangan yang menakjubkan dan Indah,Padang padang bunga bermekaran dan hawa kesejukan terasa di setiap langkah,tetap menjaga Rasa Cinta membawamu pada keadaan yang lebih baik,keadaan yang Indah pada waktunya. Jalan Cinta mempertemukanmu pada seseorang yang jauh lebih baik dan Tujuan Akhir untuk memberikan Rasa Cintamu dan memulai lembaran baru yang lebih indah dan lebih baik.
...

Alva mulai sering menjemput Alin. Alin mulai suka Alva menjemputnya pulang kuliah. Terkadang Alva mengajak Alin berjalan jalan,singgah di suatu tempat untuk melepas lelah dan kejenuhan sejenak atau berhenti sejenak untuk bermain di Taman Rumah Alin.

Suatu ketika,Alin dan Alva bersama Adik Alin,Alea bermain di Taman. Bunga Bunga bermekaran,tampak indah. Alin melihat kuntum kuntum bunga mulai mekar,ia pun bergegas memetiknya setangkai untuk Alva.

Namun,Alea berebut memetik bunga dengan Alin. Tak sengaja,Jari Manis Alin tergores duri tangkai Mawar. Alin berteriak,Alva mendengarnya kemudian melihat apa yang terjadi.

Alva meraih jari Alin yang berdarah,Ia menghapus darah itu dengan bajunya. Alin melihat apa yang  Alva lakukan. Alea bergegas membeli plester luka di Toko yang berada di seberang Taman 

Alva mengajak duduk Alin di Kursi taman yang tak jauh dari tempat mereka berada.Alea kembali dengan membawa Beberapa botol minuman dingin dan tak lupa plester luka.Alea menyerahkan plester luka pada Alva.

Alva membalut Jari Alin dengan plester luka. Sementara Alin bergeming melihat tindakan Alva,Namun dalam Hatinya Ia sangat terkesan pada tindakan Alva.

"Ini bakalan cepet sembuh,percaya deh..."spontan Alva mencium jari Alin. sekejap kemudian Alva kemudian Alva menyadari Apa yang telah Ia lakukan. Alva membuang muka malu malunya.

"Emh...Terima Kasih,Al. Beruntung Kau cepat bertindak sekali,Aku takut sekali kalo jariku terlalu perih",Muka Alin tempak memerah,Sentuhan Tangan Alin pada pergelangan tangan Alva terasa halus.

" Ya,Aku takut Kalau Kau terluka sedikit pun,Alin ",Alva menole ke arah Alin. Ia menatap Mata Alin dengan tatapan Matanya yang teduh.


****

Suatu ketika,Alva mengundang Alin dan keluarga untuk datang ke Acara Ulang Tahun Pernikahan Kakek dan Nenek Alva. Alin mau dan akan hadir bersama keluarganya.

Tiba saatnya Acara,Alva menyambut kedatangan Alin dan keluarga. Pesta Kebun yang diadakan di halaman rumah Alva. Suasana hangat dan meriah.

Kue Ulang tahun khusus untuk Kakek dan Nenek Alva. Semua Tamu dan Anggota Keluarga  Alva bernyanyi mengiringi proses pemontongan Kue oleh Kakek dan Nenek Alva.

Tepuk tangan yang meriah,Suapan potongan kue yang romantis untuk setiap anggota keluarga. kemudian diadakan Acara Dansa,Kakek Alva mengumumkan ini akan menjadi  acara Lomba Dansa.

Kakek memanggil Alva dan memintanya untuk memilih salah satu dari Gadis di antara tamu tamu ini sebagai pasangannya berdansa. Tatapan yang ditebarkan. Pada sekian Gadis dengan penampilan yang menarik.

Alva mulai melangkah untuk mendekati siapa yang hendak ia pilih menjadi Pasangannya berdansa. Tatapan mantap yang tertuju satu wajah.
Tangan yang terbuka di hadapannya,Ekspresi muka yang terkesiap. 

Ternyata Pilihan Alva jatuh padanya.
"Come with me,Alin. Please...",Alva masih berharap mau dan menggenggam tangannya. Alin melihat Ayah dan 
Ibunya,keduanya mengangguk setuju. 

"I come with You",Alin menggenggam tangan Alva.

Kakek dan Nenek menyambut Alva dan Alin. Lomba Dansa pun dimulai. Semua tamu berdansa menikmati alunan musik. Alva dan Alin tampak tak canggung berdansa.


Alin sesekali menatap mata Alva. Desiran kuat dalam hati Alin,,satu pertanyaan yang mulai berdengung kuat di kepala Alin.

"Apa Alva mulai suka sama aku ?apalagi..."

Kedua tatapan mata yang bertemu. Senyum Alva yang membuat Alin terkesima. Selesai Dansa,Pemenangnya bukanlah Alin dan Alva,namun Orang lain.

setelah Menyerahkan Hadiah Lomba Dansa,Nenek memanggil Alin yang hendak meninggalkan Alva. Alin menahan langkahnya.

Nenek berbicara suatu hal pada Alin. Nenek mengamati Alva dan Alin berdansa sepanjang waktu tadi. di antara pasangan Dansa yang ada,hanya Alva dan Alin yang tampak serasi.

Nenek bisa membaca sikap dan perasaan Alin. Ia mengutarakan sesuatu pada Alin. 

"Nona,aku ingin memberi tahumu sesuatu,ini berkenaan dengan cucuku,Pemuda yang memilih dirimu sebagai pasangannya berdansa",Nenek menarik tangan Alva dan mendekatkannya ke hadapan Alin",dia,pemuda ini dulunya adalah seorang anak kecil yang sangat manja dan selalu mengutarakan segala sesuatu yang ia alami dan ia dapatkan kepada diriku,Neneknya.

termasuk apa yang terjadi akhir akhir ini,dia bercerita dia telah bertemu dan berkenalan dengan seorang Gadis yang katanya Cantik,menawan dan telah mencuri perhatiannya",kata kata ini berisi sindiran untuk Alva,Alva tersenyum malu malu di belakang bahu Nenek",tapi,lihatlah sikapnya,dia mengatakan ada rasa ketertarikan dan rasa suka pada dirinya terhadap Gadis ini namun ia malu untuk mengutarakannya pada gadis tersebut.

dia sudah bercerita banyak hal tentang gadis yang baru ia kenal ini. ia sudah menunjukkan foto gadis yang membuatnya terfikirkan olehnya setiap malam. sepertinya pemuda ini sedang dilanda keraguan atau ketakutan ?",

"kalau boleh tahu Nenek,siapa gadis yang Nenek dan Alva maksud ?",

Nenek meraih tangan Alin",dengan memilih siapa pasangan berdansanya baru saja,aku harap dia akan tidur nyenyak malam ini,setelah aku akan memberitahumu bahwa dia menyukaimu",Nenek melirik Alva namun Alva salah tingkah",dia selalu berkata padaku bahwa dia sangat menyukaimu namun besarnya rasa takut dan ragu pada dirinya membuatnya enggan,dan saat ini ,di hadapanmu,aku akan membantunya menaklukkan rasa takutnya dan mengajarinya bahwa rasa ragu hanya akan membuang buang waktu.
dia menyukaimu,Anak Gadis",

Alin terkesiap dan tidak menyangka ternyata Alva diam diam menyukainya,dalam Hati Alva terasa lega perasaan sukanya bisa tersampaikan pada Alin meski lewat Neneknya dengan cara yang tidak terduga.

"lalu,bagaimana dengan dirimu,Anak Gadis ?apakah kau merasa hal yang sama terhadap Alva ?aku selalu berkompromi dengan pemuda ini,perasaan suka terhadap seseorang itu tidak bisa dipermainkan,dia pun segera mengucap janji padaku,janji bahwa ia tidak akan seperti aku dugakan padanya....",

Mata Bergetar,Gema Teriakan Kebahagiaan mulai terasa di dalam Hatinya,Seolah olah Ia tak percaya dan tak sadar ini kenyataan.

Alva melihat reaksi Alin ini. Ia memberanikan dirinya untuk mendekati Alin. Dalam hati terasa kuat tekad untuk meyakinkan Alin tentang perasaannya.

Nenek memberi jalan untuk Cucunya ini. Perlahan senyum haru dan bangga tercipta di wajahnya.

"Honestly,aku nggak ingin lebih lama lagi bersembunyi di balik Nenek. nggak lebih lama menjadikan Nenek sebagai Tabir Perasaan yang aku milikin,buat kamu...",

Tatapan Mata Basah yang beralih pada Wajah Alva. 

"Nenek udah nyampein perasaan aku ke kamu,dan sekarang sekali lagi,aku mo tanya sama kamu",Alva berkata lirih",I have Feeling on You,Love Feeling that make me can't be patient...

I can't be patient for listen you have same Feeling on me....",

Bibir Alin bergetar dan kata kata terhembus perlahan"I will feel Guilty if I let you stuck in this situation for  any longer time....",Alin mengulurkan tangan ke arah Alva",Just put you feeling on my hand,first. And Take my Love belonga to You...",

Alva pun menggenggam tangan Alin dengan berjuta rasa bahagia. Ia pun mengajak Alin ke tengah tengah Taman. Suara Air Mancur yang menyelingi keheningan.

Alva menyerahkan setangkai bunga Mawar untuk Alin.

"My Promise about My Love will seem this Rose's Beauty alike...",

Alin pun mencium kuntum bunga Mawar itu,Harum yang melelehkan Hatinya. Alva pun mendekap Alin penuh rasa kasih dan Sayang. Senyum Bahagia Alin secantik kuntum bunga yang dipegangnya.


Promise me...
Dunia Di Kala Fajar
Fajar Adi.


Komentar

Postingan Populer