P A L


Saat itu di Taman Sekolah,Waktu Istirahat...

"Oh Kae...kamu tahu nggak kalo Vina udah mutusin Gifan kemarin siang ?..",

"Lhoh kok bisa,Ah...nggak percaya Ah,kamu pasti bohong...",

"Beneran sumpah...",Sheva menepuk lengan Caesar",gak percaya ?mau aku panggilin Cecil kalo belum percaya,soalnya dia tadi juga ikut nimbrung nenangin Vina yang pagi - pagi udah nangis drama gitu di kelas...Ya ampun,Sesayang banget gitu ya,sampe nangis pun orang satu kelas harus bikin tenang...",

"Si Gifan juga terlalu kebanyakan tingkah,kebanyakan gaya juga,kemarin kemarin aja gandengan tangan,peluk pelukan,rambutnya si vina di belai belaiin,sampe cium ciumin lagi.

Yah,kebayang besok kan gimana mukanya dia gimana,Sama Juteknya Kayak Tukang Kebon yang jengkel kalo liat anak - anak jorok. mereka udah dibilang Romeo and Julietnya sekolah hahah...parah !",

"Tapi,emang dasarnya Si Gifan playboy juga sih,Sok Gaya,sok Always Show off yang ia punya kayak dia yang punya sekolah aja...",

"Gaya selangit tapi selalu ciut pas ngadepin Guru Matematika,Aeh....coba dia smart sedikit kah,biar dia bisa ngimbangin lagaknya...",

"Betul...kayaknya capek juga rasanya kalo punya pacar trus putus nyambung putus nyambung,ganti,putus berantem,Trus nangis,parah lagi bikin perang dingin lewat Insta Story. sindir ini sindir itu,mana si Cowok dibilang cowok setan lah,cowok tampang preman,Nah si ceweknya dibilang muka sok mahal lah,Cewek high Class Ratu Negeri antah berantah...by the way,mana sih negeri antah berantah itu ?",

"Nggak Ngerti !",Sheva menekan Nada bicaranyal",Ih penting banget sih. Jadi cewek juga kalo menurut aku sih harus jaim dikit lah,Enggak di kasih iming iming Kredit Card aja langsung nyantol ke sana ke sini,Ujung ujungnya kere eh akhirnya dikacangin,kasian...

Dan,yang paling penting,Juga Cerdas dikit,eh banyak malahan...Cewek nggak boleh jatuh gitu aja ke pelukan Seorang Romeo yang hatinya Playboy,Jaim dikit boleh ya kalo udah mulai dideketin,Cewek perlu observasi siapa cowoknya yang deket sama dia,jadi nantinya kalo dia udah tahu jeleknya si cowok trus diputusin,dia nggak bakalan terlalu sakit hati..right ?!",Tegas Sheva,

"Smart Cutie Girl !",Caesar menguyek rambut Sheva,dan sheva mencegahnya",Mereka selalu bilang 'Kamu terlalu baik buat aku ' dan bla bla bla...just bullshit ! kalo emang nggak seneng ya udah,leave it without make her/his heart pain.

Kalo emang seneng banget ya nggak usah terlalu pamer ke orang - orang kalo saling sayang,pacaran juga bukan main film kok nggak harus sedramatis,semesra gimana pun,pegangan tangan,romantis romantisan kayak dunia udah milik mereka berdua...",

"Yups...So,ngomong - ngomong,kamu juga jomblo kan? kenapa kamu nggak cari pacar trus bikin drama dunia antah berantah gitu ?",

"What ?! pacaran ?No !kamu aja yang pacaran !",

"What ?! aku ?Nggak juga,aku udah liatin drama drama cengeng putus nyambung sampe - sampe kalo temen aku nangis drama gitu aku cuma jadi tukang tisyu...",

"Eh...tapi,kayaknya,nggak ada salahnya kalo aku deket - deket sama cewek,pilih satu diantara mereka,trus gebet,pacarin  dan bla bla bla ?",Caesar menaruh Kepalanya di bahu Sheva

"Serius ? kali aja aku bisa bantu cariin...",

"Eh...aku butuh cewek yang High Quality,jadi kalo mau nolong nggak boleh sembarangan..",Caesar mengangkat kepalanya dan berbicara dengan rasa percaya dirinya.

"Eleh..Cewek High Quality,nanti juga gampang dikibulin gitu...",Kata Sheva enteng menyindir.

"Eh...Ya nggak lah,Ah kalo kamu nggak mau ya udah...gimana kalo kamu Pacaran sama aku aja...",

"WHAT ?!",Sheva terkejut hingga berdiri

"PLAKKK !!!",satu tamparan di pipi Caesar dari Sheva. Sheva tampak kesal kembali ke kelas.

Seketika itu juga Sheva tersadar dari lamunannya. itu adalah kenangannya bersama Caesar empat tahun lalu. Namun sekarang,Mereka berpisah karena Caesar memilih Kuliah di Oxford,Inggris.

Sedangkan Sheva,Ia kuliah dan kerja part time di salah satu Kafe. Ia kerja part time untuk menambah penghasilan dan memenuhi Hidup Kostnya di kota ini. Antara Kerja dan Kuliah,Sheva masih bisa mengaturnya dengan baik.

Namun yang sedang mengusik dirinya adalah Pacarnya dan keadaan hubungannya.Dari Awal,Sheva hanya ingin fokus ke kuliah dan kerjanya dulu,sebenarnya. Namun,Suatu ketika,Orang tuanya mengenalkannya pada Teman Orang Tuanya,yang notabene dia telah membantu Sheva bisa kerja Part time di kafe saat itu,beserta Anak dari Teman Orang tuanya itu.

Namanya,Kevin,Cowok Introvert yang penampilannya kudet juga apatis terhadap hal - hal berhubungan dengan lawan jenis,terutama Pacaran. Orang Tua Kevin meminta Sheva menjadi Pacaranya Kevin,itu sebagai tanda balas budi orang tua Sheva kepada orang tua Kevin. jadi,keadaan terpaksa.

Sheva,Cewek Normal yang ingin mempunyai segala hal yang dimiliki,dijalani dan terjadi pada orang lain,merasa hubungannya dengan Kevin sangat kaku dan tidak ada semangat,keceriaan dan kebahagiaan sama sekali. Kevin terlalu fokus pada hobinya sebagai seorang Mangaka.

Untuk itulah,dia sampai pada suatu saat kangen pada sosok Sahabat Karibnya,Caesar yang jauh di sana. Ingin sekali ia menemui Caesar di Oxford,Jalan - jalan ke Kota London,keluar dari rutinitas membosankannya,namun sayangnya,Mustahil !

Sheva tak ingin membuat orang tuanya,terutama Mamanya kecewa. Ia mencoba dan,setelah Beberepa bulan berjalan bersabar,ia mulai merasa bosan.

Sheva sudah tak bersama teman - teman Ceweknya. Tapi,sekali - kali mereka pasti ketemuan. Mirisnya ketika Sheva ditanya sudah punya Pacara apa belum,dia terpaksa berbohong dengan mengatakan belum. Terpaksa sabar,ketika dibilang Jomblo Awet. Tak mengapa baginya.

***

Malam ini,Sheva datang ke Rumah Kevin. Masuk ke kamarnya,suasana Gelap Gulita. Hanya Cahaya Monitor Laptop milik Kevin yang terlihat. Kevin duduk di Meja Belajar.
Sheva mendekat. Tampak beberapa lembar sketsa kartun anime yang tersobek,ada yang telah menjadi keping - kepingan bahkan sebagian terhambur.

Kevin tak bergeming saat Sheva hadir. Sheva mengamati apa yang terjadi. Kevin memutar Video kontes animasi siang tadi. Sheva mengamati Kevin,perubahan air muka kevin tampak ketika Tiba saatnya Penyerahan Piagam kejuaraan. Di podium itu tidak Kevin tidak tampak,itu tandanya Kevin telah gagal mengikuti Kontes ini.

Sheva melihat Satu Flashdisk yang remuk dan di sampingnya ada palu,mungkin itu adalah Flashdisk yang isinya kegagalan Kevin. Kartun Anime Karya Kevin yang gagal menang. dan Flashdisk itu pasti Kevin telah rusak dengan palu.

Sheva tergerak untuk membersihkan Meja tanpa bertanya apa yang terjadi. Menghadapi Seorang Kevin harus ekstra hati - hati salah sedikit saja bersikap maka Kevin akan marah dan terburuk Kevin akan mengamuk,

"Kamu mau ngapain ?",tanya Kevin saat Sheva hendak memungut Flashdisk dan palu.

"Aku mau bersihin meja ini,Kev. kan kotor ?",Jawab Sheva pelan mendapat Reaksi Kevin yang menahan marah,

"Biarin aja !",sergah Kevin,tatapannya masih tertuju pada Video yang ia putar sekali lagi.

"Tapi kan ini berantakan,aku mau.. .",Sheva sedikit bersikeras,
BRAKKK !!! tiba - tiba Kevin menggebrak meja,Sheva kaget dan melepas Flashdisk dan palu yang telah ia pungut.

"Udah ku bilang ! gak usah ngapa - ngapain,tahu ?!",Kevin pun marah. Tatapan Matanya menakutkan.

Sheva mengurungkan niatnya. Ia hanya diam,Ini sudah ke sekian kali Kevin bersikap seperti ini. Namun,Sheva mengacuhkannya.

"Kamu pergi aja...ngapain juga malam - malam datang ke sini ? ganggu orang aja",ini adalah Bonus kekesalan Kevin yang semestinya bukan untuk Sheva.

Niat Sheva datang untuk menghibur Kevin. Namun,sayangnya,Kevin malah bersikap seperti ini. Masalah tersinggung hati,Sheva sudah mengalami berulang kali. Tapi,mau bagaimana lagi ?

Sheva pulang. Hatinya menangis di sepanjang jalan. Setiap detik ia selalu bertanya dalam Hati,apakah ini yang selalu ia dapat saat menjalani satu hubungan terutama Pacaran ?

Sheva selalu berusaha mengabaikan keresahan ini. tapi,jujur dalam hatinya,sangat susah membangun rasa suka untuk  Seorang Kevin dengan sebagaimana dirinya.

***

"Pada Nggak percaya kalo Sheva itu udah punya Pacar ?",Nesya menyela obrolan Gaby dan Nia.

"Nggak percaya lah,orang Sheva belom kasih liat muka siapa cowoknya",Jawab Nia,

"Yakin ?",Nesya akan mendekatkan wajahnya ke arah Nia.

"Gaess,Jaman Milleneal yah,kalo nggak punya itu tuh Norak,kampungan atau aduh deh gak usah ngrasa punya muka kali yaa..",Febi nyerocos begitu saja",kalu aku sih,Sheva punya cowok lah,cuman dianya aja nggak mah show off...",

"Bener,aku setuju sama Febi,Gaess kita kan sahabatan,baik banget,udah lama,kalo tiap kali salah satu dari ketemu,sengaja ato nggak sengaja,pasti ngobrol bentar,yaa paling dua ato tiga menit lah,

tapi,kalo Sheva kemarin kayaknya udah beda deh,aku pernah ketemu kan,aku mau ajak dia ngobrol eh dianya nggak mau alasan udah ditunggu seseorang...kayaknya penting banget deh,Sahabat juga kan nggak kalah penting kan ?",

"Bener banget,so kesimpulannya ?",Tanya Nesya menaruh gelas jusnya

"Sheva maybe has a Boyfriend...",tambah Febi meyakinkan semuanya

"soal siapa nya dia masih sembunyiin...",Kata Gaby,

"Tapi,Gaess,kita kan udah janji gak bakalan saling sembunyiin sesuatu,main rahasia rahasiaan,kita semua udah tahu saling tahu nama pacar teman kita masing - masing,kecuali Sheva...",

"So,sebenarnya,ada apa dengan Sheva ? dan,kalian ngamati nggak sikapnya udah beda kan nggak kayak dulu lagi ?",

"Sheva sekarang anaknya tertutup,kadang kayak tertekan gitu,punya masalah banyak kali ya ?",

"Sheva yang sekarang mungkin udah lupa apa itu namanya Make up,menurutku sih ?",

''Ya...Ya...ya bener banget...",

***
Betapa Senangnya Kevin berhasil menerika Piagam dan menjadi Member salah satu Komunitas Mangaka bertaraf internasional berkat kontes Manga Kali ini. dengan begitu,dia bisa mengembangkan Bakatnya.

Ekspresi bahagia luar biasa Kevin kali ini. Ia merasa percaya diri dia bisa terus maju dan lebih baik. Menjadi Animator adalah Cita - citanya.

Sheva tentunya menyaksikan kebahagiaan ini di barisan penonton. Senyum tergambar bermaksud untuk ikut membahanakan kebahagiaan Kevin. sejenak ia bisa keluar dari nuansa hubungan keduanya,yang membosankan.

Karena Ekspresi langka Kevin kali ini. Senyum bahagia dan Bangga milik Kevin yang tak kunjung henti. Kevin turun podium dan hendak mendekati Sheva.

Sheva sebenarnya masih agak kaku,menanggapi ekspresi ceria Kevin kali ini. Ia mengabaikannya. Ia memberi selamat. Kevin yang saat ini adalah bukan Kevin yang seperti biasanya. Namun,sesekali seperti ini tidak ada masalah rasanya.

Saking Bahagianya Kevin spontan memeluk Sheva. Sheva,tentunya,pasrah saja. Ia berusaha membaur dengan suasana.
Saat pulang,Kevin dan Sheva berpapasan dengan salah satu Mangaka Cewek Kevin.

"Kevin...",

"Oh,hei Naomi..."

Bahkan Kevin tak canggung langsung memeluk Cewek Keturunan Jepang itu. Cemburu ? Perasaan tidak nyaman yang Sheva rasakan saat melihat keduanya berpelukan.

Sebenarnya,perasaan ini adalah sebuah keanehan. karena biasanya Sheva acuh tak acuh pada Kevin bila menerima sikap yang tidak mengenakkan Hati.

Sheva segera sadar dan berpikir untuk apa ia cemburu.

"Sorry ,Ya Kev,aku telat,aku tadi hampir aja lupa kalo kamu ada kompetisi Manga di sini,padahal kamu udah invite aku kemarin....",

"Yah...No problem,mending telat dari pada nggak dateng sama sekali,Thanks Ya,udah dateng ke sini,padahal rumah kamu jauh dari sini...",

"Never Mind...Apa sih yang nggak buat Sahabat ?",
Keduanya menyelingi pembicaraan tertawa. Namun,Muka Sheva tampak hambar.

"So,gimana hasilnya ? kamu menang kan ? mereka juga pasti udah recruit kamu jadi member baru kan ?",

Kevan menunjukkan apa yang ia dapat"aku berhasil dan Mereka Welcoming banget buat ajak aku join ke grup...trus ini kamu mau liat mereka di dalam ?",

"Iya Kev,Felix udah misscall aku udah puluhan kali tadi,ya ampun,aku tadi keasyikan ngobrol sama mamah aku coba...",

"Kamu sih,doyan ngobrol juga,Rumpi !...Oke,thanks ya Naomi,kita pulang dulu...bye...",

"ih bisa aja...Yeah,fine...Selamat yaa...nanti kalo ada Even ato pameran aku calling kamu biar kamu bisa show off karya kamu...okey ?!",

"Okey ?! Terima kasih lagi...",

Mereka berpisah. Sheva tetap mengikuti Kevin tanpa mengeinterupsi pembicaraan mereka tadi. biarkan Kevin menikmati Hari ini. Menghalau Sedikit cemburu,senyum samar sebagai tandanya.

Tapi,Tak sengaja,Sheva dan Kevin berpapasan dengan Nesha dan Febi,sahabat Sheva. Sheva sangat terkejut dan gugup hebat. Nesha dan Febi akan menanyakan Siapa Kevin adalah ketakutannya.

"Loh,Shev...kamu dari mana ? kita baru aja ketemuan,nungguin kamu nggak dateng - dateng akhirnya kita udahan,tapi kamunya tetep nggak dateng...kamu di mana tadi ?Gaby nanyain kamu terus tau ?...",Nesha langsung memberondong pertanyaan Sheva.

Sheva tampak salah tingkah.

"By the Way,Sheva. Cowok ini siapa yah ?",Pertanyaan Febi,ketakutan Sheva akhirnya terwujud,

"Sorry ya gaes,aku tadi sibuk sama dia...aku kasian banget sama dia,dia nggak punya temen buat jalan ke acaranya ...sorry banget ya,bilang Gaby gih nanti...",jawab Sheva dengan gugup,
Kevin tampak tak memperdulikan pertemuan ini,terlebih keadaan Sheva.

"Fine...So,dia,cowok ini siapanya kamu ?kamu belum jawab aku,Sheva...",Febi mengulang pertanyaannya.

"E ...di...dia...diaaa...",Sesekali Sheva melirik Kevin,namun Sayangnya ia terpaksa mengambil tindakan yang salah",dia temen aku juga,temen baru datang beberapa minggu kemarin dari luar kota...",

Kevin mendengar Sheva berkata bahwa dirinya adalah temannya bukan Pacarnya. Kevin pun mendadak berubah sensitif dan terpancing emosinya,

"Eh...tunggu bentar ya kalian...diam..",Kevin dengan suara kerasnya memecah pembicaraan Cewek - cewek ini,seketika Mereka diam. Sheva tak tahu harus bagaimana lagi.

"Apa kamu bilang barusan ?....kamu bilang apa ?kamu bilang aku ini apanya kamu ?TEMAN ?!!..SIALAN !!!..",Kevin sekejap menukikkan wajahnya ke arah Wajah Sheva,Sheva terkejut",Ooo...jadi yang kamu anggep pacar ini sekarang kamu anggep teman di depan temen - temen kamu,ternyata kamu ini Cewek Nggak tahu diri,Cewek BRENGSEK juga ya ?!",kata - kata Kevin jelas menjadi hukuman instan buat Sheva atas salah tindakannya.

Nesha dan Febi pun tak luput jadi sasaran kemarahan Kevin.
"dan buat kalian berdua...Gak usah kepo deh !!! gak usah sok tanya - tanya siapa aku sama Sheva !! kalian siapa ?...mulai besok aku bakal pantau kalian semua,Ganggu tahu Nggak !!!", Kevin membentak Nesha dan Febi pada akhirnya. Kevin langsung menarik tangan Sheva,meninggalkan Mereka yang tampak syok menerima sikap Kevin.

"Gila !!! itu orang,main marah - marah gitu aja...",

"kayak kesurupan setan aja....aduh,sampe syok aku nya...",

"Ini nggak bisa dibiarin,ini nggak bisa dibiarin,pokoknya !!! kita lapor semuanya..",

"bener...bener...ayok mendingan kita pergi aja...",

tampak tak berdaya ditarik Kevin,Sheva sesekali menengok Nesha dan Febi. Ia khawatir akan keadaan sahabatnya,dan yang lebih ia takutkan adalah Persahabatannya. Wajah Sheva basah.

...

Malam ini,Langit dengan taburan bintangnya,Bulan telah masuk dalam bentuk sabitnya,Hawa dingin menyeruak pelan ke dalam kamar. Jendela terbuka lebar,Sheva dengan tatapan kosongnya mengurai kegundahan hasil sehari tadi.

Mau tidak mau,Ia harus mengalah demi Kevin. Persahabatannya menjadi taruhannya,namun sayang,itu telah hilang darinya.
Bukan hendak menuruti keegoisan yang ada pada diri Kevin,namun menjalin hubungan dengan seorang berkebutuhan khusus seperti Kevin itu tidak mudah. Tidak perlu menakar tentang kesabaran,karena keadaan susah ditebak.

Tidak perlu tegang akan kehati - hatian,hanya saja harus selalu waspada. Tidak perlu takut untuk sakit hati, karena itu adalah salah satu resiko. Tidak perlu terlalu berharap bahagia,Karena harus lebih memberi banyak pengertian.

Mungkin teman - temannya telah membencinya,ia juga kehilangan Sahabatnya. Tak mengapa,awalnya bagi Sheva. ia akan tetap berusaha memahami Kevin. Ia selalu berusaha menumbuhkan rasa suka dan cinta meski ada bayang - bayang rasa takut dan menyesal.

Timbul firasat tidak enak di hatinya,begitulah setiap harinya,namun Sheva selalu menepisnya. Minimal Kevin sudah menghargai keberadaannya di mana pun mereka bersama dan berada. Jauh dari kesan Pacaran,Sheva terkadang harus menampilkan sikap yang membuat orang bisa tahu bahwa mereka berpacaran.

***
Terdengar pengumuman bahwa Pesawat akan mendarat sepuluh menit lagi,Akhirnya. Ia terbangun. Sayup - sayup masih merasa kantuknya,ia menengok jendela. Langit mulai terang saat subuh telah tiba.

Mendarat mantap dan selamat. Sambutan selamat jalan seorang Pramugari yang ramah disambut udara tanah air yang telah lama ia rindukan. Udara masih sama segar dan dinginnya,namun tak sedingin udara London.

Setelah mengambil Bagasi,beberapa kerabat telah menyambutnya. namun,pada beberapa orang itu tidak ada salah satu sosok yang benar - benar ingin ia temui. siapa dia ?
...

Sebenarnya Sheva merasa keraguan untuk datang menemui Kevin ke Pameran,kali ini. Ada Firasat tidak baik ia rasakan,namun anehnya,Ia merasa ada sesuatu yang mendorongnya untuk menemui Kevin.Tidak biasa terjadi.

Ia memberanikan diri,menepis segala pikiran - pikiran buruk yang membuat tidak nyaman. Udara malam ini tak biasa terasa dingin.
Sedikit hujan embun tak menyurutkan langkahnya. Tiba di lokasi Pameran. Ia bertanya pada beberapa Penjaga Stan tentang Keberadaan Kevin. Kevin tengah makan malam bersama beberapa teman Mangakanya di ruang istirahat.

Sheva segera menemui Kevin. Ia tak membuat langkahnya terburu - buru. Sheva mendapati Kevin tak bersama teman - temannya di ruangan ini. Ada yang memberi tahunya dia sedang ke kamar kecil.
Sheva sedikit merasa lega.

Namun,perasaan aneh dateng lagi,Perasaan ini menggerakkannya untuk menemui Kevin. Pelan - pelan dan mengendap - endap agar tak membuat Kevin kaget.

Sayup - sayup Sheva mendengar Suara Kevin cekikikan dengan seorang Cewek. Sheva mendekat dan rasa penasaran yang semakin kuat.

"Eh tunggu dulu,katanya kamu udah punya cewek ? bener kan ?",Seorang Cewek,seorang mangaka juga,bernama Yuri menahan Kevin yang hendak mendekat Wajahnya.

"cewek ? ",

"Ya...Cewek ? pacar ?",

"Ya emang aku udah punya cewek,keliatannya...",

"Keliatannya ? kok keliatannya ? maksud kamu ?",

"Yaah,orang liatnya aku punya cewek aja ,orang mikirnya aku punyanya orang,padahal mereka nggak tahu masalah aku ada rasa suka atau enggak ?",

"GILAAA juga kamu ya,Gila bener...bisa bisanya kamu kayak gitu...eh,kira - kira Cewek kamu tahu nggak ?",

"Masalah amat dia tahu apa enggak ? itu kan urusan aku sendiri ?ngapain pusing - pusing mikirin orang yang nggak ada di sini...by the way,i miss you,Girl...",Kevin sedikit mencubit pipi Yuri mesra.

Suasana mulai tampak Mesra. Kevin tak enggan untuk menggerayami tangan bahkan Tubuh Yuri,Sahabatnya sekaligus Orang yang diam - diam Kevin sukai.

"Miss you too,boy,tahu nggak sih,aku tuh udah capek kepisah kayak kemarin - kemarin,i don't want be apart any more,you know ? ...",kedua tangan Yuri meraih leher Kevin dan agak mendekatkan wajah Kevin.

"i do....tapi mau gimana lagi ? kamu pindah gih ke Indonesia,biar kita bisa sama - sama...",

"Sama - sama ? jadian ?",
Senyum mantap dan terkembang di wajah kevin,Ia mengangguk yakin.

"So,what about Your Girl ? ...aku kok jadi nggak enak gini ya tiba - tiba...",Yuri menahan tangannya dan sedikit menjauhkan badan Kevin.

"Apaan sih ? udahlah gak usha mikir yang nggak penting...",

"Tapi bener kan dia nggak bakalan kemari ?",

Tiba - tiba seseorang menyahut.

"TENANG AJA ,aku udah ada di sini kok, nggak apa - apa,kalian terusin aja...",Suara Sheva membuat Kevin dan Yuri terperanjat.

"Boy,bener kan apa ku bilang ?",

Kevin tak berkutik. Sheva pasti sudah menyaksikan dari awal sampai akhir. Sheva mendekat dengan wajah basah. Lelehan air mata ini menjadi tanda hancurnya dan anti klimaks rasa penasarannya yang telah terjawab.

"Eh,kamu ngapain ke sini ? emang aku nyuruh kamu ke sini apa ?",Kevin berusaha marah.

"Cukup Kevin !!! gak usah mau banyak bicara ,aku udah tahu semuanya. Nggak nyangka aja,aku udah ngrelain buat jauhin temen aku,kehilangan sahabat aku demi kamu,dan ternyata kamu...",Sheva menatap Kevin nanar,ia semakin mendekat",kayak gini sama aku....aku bilang kamu ini temen aku ke sahabat aku trus kamu marah - marah bilang kalo aku ini pacar kamu...Ah MUNAFIK !!!",

"PLAKKK !!!",sampai Hati satu tamparan ini mengena di pipi Sheva dengan keras. Kevin menunjukkan rasa teganya lewat tangannya.
Apa yang Sheva dapat ini membuat hatinya benar - benar sakit dan perasaannya telah hancur.

"Bener kan aku bilang,Orang Munafik sama Pengecut itu kadang - kadang nggak ada bedanya...",Kata - kata terakhir sebelum Sheva meninggalkan Kevin dan Yuri dengan Keadaan yang tak jelas bagaimana.

Sheva memilih pulang. Ia tidak bisa menahan air matanya di sepanjang perjalanan. Terlalu sakit rasa Hatinya dan Hancur lebur perasaannha. Jera ? mungkin itulah yang membuat Sheva tidak akan pernah lupa.

Lalu lintas Kendaraan ini tak memperdulikannya. Sheva terus berjalan dan memburu langkahnya secepat mungkin supaya segera sampai rumah. Hujan embun semakin lebat dan Hawa dingin semakin pekat. Namun Sheva enggan menghentikan Hujan Air matanya.

Tak memperhatikan langkah,Ia tiba - tiba terhenti dan hampir menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah. Matanya spontan memperhatikan siapa dia.

Sheva terkejut dan merasa tak percaya melihat siapa dia. Ya,dia yang harapkan kehadirannya. Ia merasa bagaikan mimpi,tak nyata. Sheva tak mau melepas tatapannya.

"Shev...kamu bener Sheva kan ?",tanya Cowok itu berusaha membuyarkan lamunan Sheva",Shev,halooo...Sheva...",

Sheva tersadar"Oh Hai,Kae ?",

" Yah,bener aku ini Caesar...Lhoh,kamu kenapa ? abis nangis ya ?",

"Ah Enggak,aku habis kasih tetes matanya ke mata aku,habis semalam begadang sih kerja tugas...",

Caesar mengajak Sheva masuk di kafe terdekat. Akhirnya,Caesar hadir di saat - saat terburuknya.

"Emh....kebetulan banget aku bisa ketemu kamu di jalan,padahal aku mau ke rumah kamu,sekalian kasih oleh - oleh buat kamu..."

"Oleh - oleh ? apaan ? ",

"Ada deh ? nanti kalo aku kasih tahu ke kamu,bukan Surprize dong jadinya,gimana sih ?",

"Iya deh iya..Thanks banget ya,kamu baik banget sih,sampe ingat aku segala ?",

"Yee...Sahabat sendiri masak lupa ...",kata - kata ini meniupkan hawa segar pada diri Sheva.

"Emh...udah jadi Orang London ternyata kamu nggak sombong...",

"Sombong ? aku udah punya apa kok mau sombong ? kecuali kalo tiba - tiba Ratu Inggris ngangkat aku jadi cucunya baru aku sombong,Hahahah...",

"ih...bisa aja sih kamu,kamu kok masih gini - gini aja sih...nggak berubah ?",

"Berubah ? kamu pikir aku Power Ranger apa bisa berubah ?",
Sikap Caesar seolah membuat Sheva lupa pada apa yang telah ia alami barusan. Sheva tertawa lepas dan menepuk Bahu Caesar. masa - masa itu sepertinya akan terulang lagi.

***

Pas Ke Mall antar sepupunya,Caeasar memergoki Sheva yang tengah bersama sahabat - sahabatnya. dari jauh mengamati,Sheva tampak bersitegang dengan kumpulan cewek ini.

Sheva tampak memohon - mohon,Wajahnya tampak tertekan. Reaksi teman - temannya Marah dan meladeni Sheva dengan bertengkar.
Mungkin Sheva dalam masalah dengan mereka. Caesar terkesiap saat Salah satu dari mereka berdiri dan langsung mendorong Sheva hingga jatuh. Sheva berdiri sambil menangis.

Sheva langsung meninggalkan Teman - temannya. Rasa sakit yang bertubi - tubi. Sikap teman - temannya yang menyakitkan hati. Ia tahu ia telah melakukan kesalahan,itu semua karena Kevin.

Tak ingin kehilangan Teman - temannya,Sheva meminta maaf kepada semuanya. Namun,sayang,Mereka mau memaafkan Sheva tapi tidak untuk menerima Sheva menjadi Anggota Geng Mereka.

Mendung menggelapkan Langit bersambung suara Gemuruh yang siap membuyarkan awan - awan sarat airnya. Gerimis mulai turun,bahkan air mata Sheva enggan surut.

Caesar mengikuti ke mana Sheva pergi. Tanpa memperdulikan Gerimis,Caesar ingin mencari tahu apa yang terjadi. Ia tidak ingin terjadi hal yang tak diinginkan pada Sheva,Sahabatnya.
Gerimis semakin deras. begitu juga bullyan dan hujatan teman - temannya yang terdengar berulang - ulang. Sheva duduk bangku di pinggir taman ini. Ia menengadah,ia memecah tangisnya.

Sakit Hati karena ulah Kevin. Sakit hati karena kehilangan Sahabat. Lengkap sudah. Sheva tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia belajar banyak,dan satu yang terpenting,Bersabar menghadapi hal tak penting adalah sia - sia,ia bisa saja meninggalkannya tanpa memikirkan resiko pentingnya karena nantinya ia tidak akan mendapatkan apa - apa,

ia bisa saja lakukan itu,namun Sheva adalah Seorang yang  pandai mengatur kesabarannya. Namun,terkadang ia lengah karena terlalu sabar hingga orang bisa memanfaatkannya.

Sheva merasakan kehadiran seseorang. Caesar. Mata Basahnya tertahan saat kepergok Caesar,tanpa sengaja. Caesar berlutut,Sheva tak bergeming. Kedua tangan Caesar menjamah pipi Sheva dan menhapus air mata Sheva yang menyatu dengan aliran air hujan.

Wajah Caesar tampak serius dengan Rasa ingin tahunya. Ia perlahan menggeleng. Hati Sheva serasa luluh,karena ia akhirnya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dari Caesar.

***

Suatu Malam Caesar datang Ke Kost milik Sheva. Ia mengajak Sheva untuk pergi ke undangan Ulang tahun teman Caesar.
Awalnya Sheva ragu karena suatu hal.  Namun,Caesar merayu dengan segala caranya dan akhirnya Sheva mau. Ada yang aneh pada Sheva yang ia lihat kali ini.

Caesar melihat Sheva lebih pendiam,tertutup terkadang tampak tertekan. Tak seperti Sheva yang dulu. Cheerfull,Semangat dan Blak - blakan,berbalik 180 derajat.

Selama di pesta pun Sheva terkesan diam dan kikuk. Mungkin trauma masih terasa pada diri Sheva karena Kevin. Caesar menebak Sheva hanya terlalu stress karena pekerjaan dan kuliahnya ditambah masalah Persahabatannya.

Sheva tak pernah curhat sedikit pun. Mereka tak saling tahu. Ada tantangan Lomba Dance Couple dadakan yang diadakan oleh si empunya acara.  Semua tamu ulang tahun harus mencari pasangan untuk menari. Hadiah Lomba telah diberitahukan.

"Emh....hari ini capek banget ya..", Caesar bersiap untuk Dance dengan Sheva.

"Yaaa...aku capet banget hari ini Kae...",Tatapan Mata itu selalu dialihkan setiap Caesar menangkapnya

"aku ada Challenge buat kamu,gimana mau nggak ?",Caesar lihat Sheva kurang bergairah.

"aku lihat akhir akhir ini kayak punya banyak masalah ?",

"masalah ?",

"Ya...",

"Masalah apa ?",

"Cuma kamu yang tahu...",tatapan Caesar berhasil menangkap tatapan Sheva",...tapi,aku kan masih Sahabat kamu,aku bingung aja sama keadaan kamu. aku nggak tega sampe liat kamu nangis kayak kemarin,So,What is going on ?",

Sheva membuang muka dan membisu. Musik diputar. Semua mulai menari.

"Shev...",

Wajah murung itu tampak lagi. Perlahan Caesar membalikkan badan Sheva. Mata berkaca - kaca mulai menyampaikan maksud.

"Aku tahu gimana rasanya kehilangan sahabat,tapi Sheva liat...aku tahu kamu udah kangen banget sama aku..so,finally I am here...",

Sheva tersenyum samar"Let What happened to me happened...Biarin aja,kamu nggak usah khawatir aku baik - baik aja and Thanks udah pulang Kae...udah nemuin aku,even We are here..."Jemari Sheva mengusap Pipi Caesar untuk meredam rasa penasaran Caesar",Ngomong - ngomong Challenge ,apaan tuh ? trus kalo aku bisa jawab Challenge kamu,hadiahnya apa ?",

"Gampang aja kok,Kita menangis Dance Competition ini ya,kalo kita berhasil,aku kasih kamu sesuatu yang sebelumnya nggak bakal kamu sangka...",

Sheva penasaran" apa itu ? kayaknya bagus banget ? ",

"London ! ",

"London ? apa maksudnya ?",

Caesar berbisik ke telinga Sheva" aku akan ajak kamu ke London,jalan - jalan...gimana ?",

Sheva terbelalak "What ?! Serius ?",

"Sahabat gak akan pernah bohong. So,How ?",

"Aku akan berusaha,aku akan lakuin yang terbaik buat kamu...eh Kita...Come On..",

"All right...",Caesar Caesar mengulurkan tangannya

"Aha !!...",Sheva menggenggam tangan Caesar.

Setidaknya ini menjadi sedikit Pengalih Kebosanan untuk Sheva. Caesar selalu berusaha membuat Sheva nyaman meski apa yang terjadi padanya. Karena Mereka bersahabat.

...


Berhasil menang Dance Competition,Sheva tampak Girang,bukan Karena Hadiah yang diberikan oleh Empunya Acara Ulang Tahun. Namun,Sheva akan segera pergi ke London bersama Caesar.

Masih ada sedikit Ganjalan dalam hati Caesar ketika melihat Sheva kegirangan. Apa yang membuatnya selama ini berubah ? Hal luar biasa apa yang mampu merubah seorang Sheva ? sehingga ia harus berusaha mengembalikan Sheva yang seperti dulu lagi walau pelan - pelan.

Pertanyaan Hati Caesar terjawab ketika Perjalanan Pulang . Tak sengaja,Caesar dan Sheva berpapasan dengan Kevin.

Seketika berhenti,Kevin mendekati Sheva. Namun,Sheva menghindar. Sementara Caesar bertanya - tanya siapa orang yang mereka temui ? dia membuat Sheva tiba - tiba berubah.

Kevin,dialah jawaban dari rasa penasaran Caesar. Kevin meraih tangan Sheva namun Sheva menampik.

"Shev...Sheva...",Kevin pantang menyerah mendekati Sheva.

Sheva berusaha bersembunyi di balik Badan Caesar.

"Sheva...plis...liat aku bentar...bentar aja...",

Sheva tak bergeming. Tak sengaja Caesar dan Kevin bertemu pandang sekilas. Kevin menyingkirkan Caesar. Sheva berubah ketakutan.

"Shev,kok kamu gitu sih sama aku...",

"Nggak...",Sheva enggan menatap muka Kevin,

Kevin menarik tangan Sheva"Kok kamu kayak gitu sih sama aku...Dasar Cewek
gak tahu diri",Seorang Kevin paling gampang tersulut emosi.

Sheva tampak ketakutan dan gemetaran. Caesar mengambil tindakan.

"Woi Woi Woi...kalem bro...Calm down..",Caesar melepas cengkraman tangan Kevin",gak gini caranya kalo mau ngomong sama dia..."

Sheva menyaksikan tindakan Caesar. Kevin tentu tersinggung dengan ini.

"Eh kamu siapa ? ikut campur urusan aku sama Sheva...",

"Wait ! trus kamu juga siapanya Sheva ?",

"aku pacarnya Sheva,"Jawaban Kevin membuat Caesar terhenyak",kamu sok Heroik banget,siapa sih kamu ? minggir nggak ...",

Sheva akhirnya pasrah setelah Caesar tahu ia sudah punya pacar. Karena selama ini,ia tidak pernah cerita sama Kevin. Termasuk semua masalahnya.

Caesar seolah tak percaya melihat kenyataan yang ada. Namun,Caesar mulai tahu jawaban dari rasa penasarannya. Ketegangan hubungan Antara Kevin dan Sheva.

Mata Sheva gemetar menatap wajah Caesar. Ia khawatir Caesar belum siap menghadapi kenyataan. Caesar adalah Sahabatnya. sosok yang selalu membuat setiap hal baik - baik saja di antara mereka.

Keberanian Sheva tumbuh untuk menghadapi Kevin. wajah basaha itu dengan tatapan yang kuat. Kevin merasa sedikit luluh.

"Dengerin aku baik - baik,bentar aja...Oke,aku tahu kamu tipikal orang kayak gimana ?,

kamu nggak bisa lepas dari Mama kamu,aku juga tahu gimana mama kamu. Orang selama ini baik dan baik sama kita. Fine ! Aku ucapin terima kasih buat mama kamu,

mungkin kamu bakal ngaduin ini ke mama kamu,trus mama kamu bakal bikin masalah sama mama aku gara - gara kita. STOP !! CUKUP !! itu tipikal kamu biasanya,

kamu boleh gak bisa hidup tanpa makan suapan mama. tapi kalo aku,aku nggak mau nyamain diri aku kayak kamu. aku tahu gimana kondisi keluarga aku,begitu juga kamu.

So,Plis Grow Up,kamu boleh nggak respek sama aku,tapi kalo kamu sampe lupa,satu kali aja,nggak respek sama orang,liat aja,kamu bakal tahu gimana rasanya.

Karma ! gak segampang kamu bilang sayang ke siapa pun trus bakalan mikir perasaannya baik - baik aja pas kamu suatu ketika bikin dia kecewa. kamu udah lakuin itu ke aku,udah berapa kali kamu kayak gitu ? kamu bisa jelasin semua ke aku,

jangan jadi pengecut di balik Sifat Pemarah kamu. jangan Munafik kalo kamu bilang Cinta tapi nyata kamu akhirnya bikin kecewa.

so,realistis aja,hidup aku nggak kayak kisah anime atau manga yang bisa kamu mainan gitu aja...",Sheva langsung meninggalkan Kevin bersama menarik tangan Caesar. Caesar tampak tak berdaya. Kevin ? secara tidak langsung Sheva minta putus.

Setelah berjalan cukup dari Kevin. Sheva baru sadar tentang keberadaan Caesar. Tiba - tiba mereka berhenti,Sheva melepas tangan Caesar. Tatapannya kosong sejenak. Kemudian,Ia menunduk dan terisak - isak.

Caesar tak pernah melihat keadaan Sheva seperti ini.

"Maafin aku ya,Kae...kamu malah keikut ngadepin Kevin...aku nggak tau mau gimana lagi ?,Just Sorry !",

Caesar mendekap Sheva perlahan dari belakang untuk menenangkan Sheva. Sheva berhenti terisak. Satu bisikan dari Caesar.

"Its Okey...tapi,kita bakalan tetep ke London kok...gimana ?",

Sheva melirik wajah Caesar. Ia mendekap lengkap kanan Caesar. Perasaan lega dalam hatinya. Sahabat,dia yang selalu ada di berbagai apa pun keadaan kita.

***
Cahaya Matahari terbit memulas Lantai dan tiang - tiang Peron stasiun pagi ini. Satu rangkaian Kereta baru saja berhenti. Proses Muat Bongkar barang  dan Keluar masuk Penumpang tengah berlanjut. Suasana cukup padat kali ini.

Uap - uap halus tercipta pada bibir yang berbicara. Selimut embun pagi yang mulai menguap. Udara dingin masih enggan beranjak dari pagi.

Satu uluran tangan menjulur dari pintu masuk gerbong ini. Sambutan senyum sehangat Cahay matahari pagi ini,Caesar. Tangan Halus menggenggam uluran tangan itu,kemudian ikut masuk ke dalam Gerbong,Sheva. Mereka akan melakukan perjalanan ke kampung Nenek Sheva.

Hamparan Sawah hijau menyejukkan Mata bersambung dengan Rindangnya Hutan Pinus. Kereta melaju cepat dan tenang. Sheva menyodori Caesar kopi.

"Kopi ?",

"Ya,kopi. abisnya aku liat kamu ngantuk - ngantuk gitu dari tadi. nih minum...",Sheva menyerahkan Termos kecilnya kepada Caesar.

"He he...thanks,Ngantuk banget sumpah !! semalem sampe nggak inget waktu pas main game...eh,tadi kaget bangun buat ikut kamu...",Caesar minum kopi pelan - pelan

"keliatan banget muka kamu pas dateng ke rumah aku tadi,so aku sengaja bikin  kopi buat kamu atau buat jaga - jaga..."

Caesar sampe memejamkan Mata menikmati Kopinya " Mantap !!!! Aaah....ternyata kamu bisa bikin kopi seenak ini...",

"Iya dong,by the way itu resepnya persis sama Kopi yang biasa aku buat di restorannya mamanya Kevin loh",

"O yeah,pasti yang training kamu dulu bukan orang sembarangan ?",

"Right ! Namanya Kak Reynal,Salah satu Barista terkenal,dengan racikan kopinya yang paling enak,aku belajar banyak banget resep kopi sama cara meracik kopi sama dia,He is An Expert,Boy...",

"Pantesan,aku habisin gak apa - apa ?",

"Gak apa - apa,aku masih ada dua termos lagi kok,Don't worry..."

"Wesss sip sip !!!",

Kereta terus melaju ke arah timur. Rona - rona ceria dan bahagia tampak di wajah Sheva. Percakapan yang mewarnai sepanjang perjalanan.
Sheva menceritakan Apa yang ia alami selama ini setelah Caesar meninggalkannya ke London. termasuk kisah hubungannya bersama Kevin. dan disinilah Caesar mendapat jawaban atas semua Pertanyaan dan Penasarannya tentang Perubahan sikap Sheva.

Namun,Sheva telah kembali kepada keadaan semula. Periang,Semangat dan Suka Bercanda. Kehadiran Caesar memberu warna baru dalam hidupnya. Bayang - bayang Masa Lalu Kevin mulai pudar.

Caesar menceritakan Pengalamannya di London. Ia menggoda Sheva dengan segapa sesuatu yang ada di London. Ia mempunyai banyak sahabat di London. Cerita Caesar membuat Sheva iri,cerita tentang pengalaman menarik,hal - hal yang akan dilakukan di setiap pergantian Musim.

Mendengar Cerita Caesar,Sheva sudah tidak sabar untuk ikut ke London. Walau sebentar tapi itu akan menjadi Pengalaman paling mengesankan di Hidupnya. Ada yang lebih mengesankan dari Liburan Ke London yang akan datang yaitu Sosok Sahabatnya,Caesar.

Tiba di Tujuan Hari telah sore. Paman dan Nenek Sheva menjemput keduanya di Stasiun. Sheva langsung memeluk Neneknya karena Kerinduannya. Bahagia terasa. Sheva memperkenalkan Caesar pada Neneknya.
Setelah bercengkrama sejenak,Mereka pulang ke rumah Nenek Sheva. Caesar mengiringi Keceriaan dan Kebahagiaan Sheva. Matanya menangkap
Genggaman Nenek dan Cucu ini enggan terlepas.

***
Bangun di pagi Hari disambut Udara pagi yang dingin namun menyegarkan,Caesar duduk di teras dengan muka bantalnya. Kesadarannya belum sepenuhnya pulih. Samar - samar menangkap Halaman Rumah yang terpulas warna kuning matahari pagi.

Satu Piring di atasnya kue - kue dan Secangkir teh yang aroma melatinya mempercepat kesadarannya kembali. Mata Caesar terbelalak karena aroma teh ini. Ia melihat Sheva menyajikan Kue dan Teh itu di sampingnya.

"Morning...",Wajah Sheva tampak lain dengan Rambut yang dikucir belakang,seperti Anak Desa.

"Yeah...Morning...",Caesar masih tampak Loyo,

"Tea ?",

"Of Course,kamu udah bangun duluan ?",

"Iya dong,kalo di kampung gini,aku harus bangun cepet biar bisa bantu nenek buat beres - beres rumah..."

"Emh...",Caesar tersenyum Pucat",Allright,Look ! What do We have Now ?",

Sheva memberi Caesar satu buah Kue Bolu"ini Kue Bolu,Kae...nggak kalah enak sama London punya,cobain deh..",

"Really ?",Caesar menerima Kue itu kemudian memakannya",Mmm....kamu bikin sendiri ?",

"Nggak,aku beli di pasar tadi....ada Kue Lapis,Nagasari,ada Donat juga tuh kalo mau...",

"Oke...satu - satu dulu,one by one,Let me feel its taste completely...tenang aja,Eh aku bolehkan habisin semua ?"

"Silahkan...tapi masih ada sarapan Urap sama Tahu Tempe Bacem nanti,tuh Nenek lagi goreng tahunya,aku juga udah siapin Urapnya ",

"Urap ?! Beneran ?!",

"Yaa...",

"O o o...Urap ?! better breakfast with Urap i think....so,i won't eat all these stuffs ,right ?",

"Iya...iya...aku siapin Sarapan dulu,Kae",Sheva beranjak",O ya,kalo teh nya
terlalu manis bilang ya..."

"Never Mind. tapi,lebih manis kamu lagi,apalagi kamu dikuncir gitu...",goda

Caesar melahap habis bolunya,

"Alah...You don't say...",Sheva langsung ke dapur

"Ha hai...",Caesar tertawa menepuk lututnya.

Esok harinya,Teman - teman Sheva yang ada di Kampung ini menghampiri Sheva. Mereka sudah membuat janji untuk Bersepeda ria pagi hari. Sheva mengajak Caesar dan lebih dulu menyiapkan dua sepeda sebelumnya.

Caesar mau dan tertarik,Teman - teman Sheva tampak senang karena Orang yang mereka bilang Bule Inggris ini mau main sama mereka. Tak Lupa Caesar menyiapkan perlengkapan Kameranya.

Hawa sejuk menyambut Cahaya matahari memulas Bumi. Udara masih terasa dingin. Keceriaan yang tercipta oleh Sheva dan teman - teman. Uap - uap embun yang membentuk kabut.

Titik - titik air yang terlihat di setiap helai daun teh ini. Pada Seluas Kebun Teh nun hijau ini. Sheva dan teman - teman tiba di tempat pertama.

Caesar menyiapkan Kamera dan perlengkapannya. Pemandangan yang tak mungkin ia dapat jika telah kembali ke Inggris nanti. Ia mulai memotret Hamparan Perkebunan Teh nun hijau ini.

Tak lupa,Sheva dan teman - teman diajak oleh Caesar berfoto - foto. Caesar bisa langsung akrab dengan teman - teman Sheva. Tak lama kemudian,Mereka beralih ke tempat selanjutnya.

Pemandangan sejuknya pegunungan,Pohon - pohon hijau tinggi mengeliligi satu danau kecil. Permukaan airnya bersih dan bening,tampak ikan - ikan berenang dalam dinginnya air.

Sheva dan teman - teman bermain - main di pinggir danau ini. Caesar tak mau melewatkan Pemandangan indah satu lagi ini. Ia tampak bersemangat mengambil gambar dari berbagai sudut yang pas.

Sheva dan Teman - teman mengajak Caesar bermain petak umpet. Giliran pertama,Sheva yang harus mencari teman - teman bersembunyi.

Sheva mencari teman - temannya. Satu,dua,ia mulai menemukan. Caesar tampak mengendap - endap di belakang Sheva. Saat Sheva lengah,barulah Caesar menutup mata Sheva dari belakang.
...




Hawa yang sama dinginnya terasa. Caesar masih menutup mata Sheva. Ia mengajak Sheva keluar dari Mobil. Mobil berhenti di salah satu ujung Jembatan.

Sungai Thames dengan lalu lintas air yang tak begitu ramai. Caesar menuntun Sheva keluar,menghadap arah sungai Thames.

"Udah siap ?penasaran ?",Tanya Caesar membuat Sheva tak bisa bersabar.

"iiih..Kae,udah gak sabaran nih,buka cepetan kenapa ?",Sheva menghentak - hentakkan kakinya.

"Okey...aku hitung,One...Two...Three...and...",Caesar membuka tangannya",Four...",

Perlahan membuka Matanya. Sheva melihat suasana Sungai Thames pagi ini dan dermaga yang ada di sebelah kiri.

Sheva terpana pada apa yang ia lihat. seakan tak percaya. Caesar senyum - senyum melihat ekspresi Sheva.

"Wow.. Bagus banget,kae. bagus banget !!!",

"Iya dong,aku yakin kamu bakal kaget kalo aku bawa kamu ke sini...",

"I'm surprized...really. eh,by the way,itu apa namanya ?aku lupa ?"

"That is London's Eye,Wahana Bermain paling hitz,terkenal di London,bahkan di Britania Raya ini. mau naik ?",

"Naik ? mau banget,mau banget,ayo...ayo...",Sheva kegirangan.

"Allright kita putar mobil dulu yah..."

Sheva semakin takjub ketika ia telah berada di posisi puncak bersama Caesar. dia bisa melihat seluruh pemandangan kota London.

Sungai Thames,Menara Big Ben yang berada di seberang,Jembatan Menara,Istana Buckhingham yang ditunjukkan oleh Caesar,Jembatan Westminster yang berada di depan,semuanya.

Sheva benar - benar merasa bahagia dengan semua ini. begitu juga Caesar. Ia terus menjelaskan setiap tempat yang dilihat oleh Sheva.

"are you happy here ?",

"I'm totally Happy,kae...thanks banget ya...",

"gimana udah nggak galau lagi ? masih kepikiran sahabat - sahabat kamu lagi di indonesia ?",

"Galau sih enggak,kae. cuma kalo inget masalah sahabat aku kemarin,sedikit sedih sih,nyesel aja. tapi mau gimana lagi ? semua gara - gara Kevin dan Kevin has gone.

tapi,honestly,aku sempet punya pikiran pengen pergi ke suatu tempat jauh dari mereka. tapi,aku nggak tahu ke mana,intinya pengen nenangin diri aku...",Sheva membuang muka

"dan sekarang nyatanya kamu udah di London sama aku...",

"iya,Kae. cuma seandainya kalo bisa sekalian aku pengen merantau di sini. kalo bisa cari kerja di sini,mulai hidup baru di sini,bikin suasana baru di sini,punya temen - temen baru di sini,dari seluruh dunia. tapi,seandainya kalo bisa...",Sheva memandang lurus pada ujung kota ini

"Bener ?",

"Ya kalo bisa kae",Mata Sheva tampak berkaca - kaca.

Caesar menggenggam tangan Sheva. Senyum itu terasa menyejukkan hati Sheva meski cuaca pagi ini cukup dingin. Namun,Matahari bersinar cerah. Pandangan Sheva penuh tanya.

"Kamu ikut aku aja,sama aku aja"

"Apa ? maksudnya ?",

"aku masih kuliah di sini,nanti aku cariin tempat kerja buat kamu di sini. banyak kok klien - klien Papa aku yang masih menawarkan lowongan pekerjaan. tenang aja,nanti aku sama papa bakalan bantu kamu...",

Sheva terharu mendengarnya"Ooh...Thank you so much Kae...",Sheva spontan memeluk Caesar.

"dan satu lagi...",

"apa itu ?",

"dan dengan begini,aku bisa pastiin sahabat aku ini nggak akan sedih lagi,dapet hidup yang kurang baik lagi,Bully,and any Worse thing More.
karena,aku aja nggak tahan liat penderitaan kamu gara - gara Kevin kemarin.

So,i think you better here...with me....",Caesar mengangkat tangan Sheva. pandangan Sheva yang bergetar bercampur rasa penasaran.

Sheva tak bisa berkata - kata.

"i guess you better with me...because i'll ensure you that i'll be with you whenever...",Caesar mencium tangan Sheva. Ledakan rasa dalam hati Sheva,bertabur berjuta bahagia.

Sheva mengangguk dengan mata basah. Haru biru. Bersama Caesar ,ia akan memulai hidup baru  di tempat baru ini.

Wahana ini pun berputar turun. Caesar turun tanpa melepas tangan Sheva. Matahari bersaksi atas kejadian ini.  Sheva masih seakan tak percaya. Caesar bersikap lebih dari seorang sahabat di matanya.

A Love that will be therr with You
Dunia Di Kala Fajar


Fajar Adi










Komentar

Postingan Populer