Salaam-E-Dostana 2 ( Rama & Ria ) Bab 1


Suara Alarm di Handphone terdengar berisik. Pagi hari dengan cahaya yang sudah sangat terang. Jam tujuh kurang sepuluh menit tersetel di jam alarm itu. Tangan itu meraih Hp hanya untuk mematikan Alarm. Ia kembali melanjutkan tidurnya.


Angin lalu berhembus masuk ke kamar ini,menerpa tirai dengan halus. Sontak, ia bangun tidur, ia geragapan, ia melihat jam. seperampat jam berlalu setelah ia mematikan Alarm. Ia bangun terlambat.


Ia bergegas mandi. dengan terburu - buru Ia melakukan aktifitas paginya kali ini. Ia berlari ke halte bus,berharap Bus arah tempat kerjanya belum tiba.ia merapikan penampilannya di sepanjang jalan. Tiba di halte, Pas sekali Bus tiba, ia segera masuk ke Bus.


Sementara itu di kafe “ SAHABAT “, tampak seorang Gadis sedang mengepel lantai. ia sesekali melihat ke arah pintu masuk kafe. ia tampak menunggu kedatangan seseorang. Ini sudah kesekian kali menengok pintu masuk. Namun masih saja Orang yang ia tunggu belum datang.


Tampak di lain sisi, Karyawan Kafe lainnya sedang menata meja kursi. Enam meja dijadikan satu,Kursi - kursi  di tata memanjang,berhadapan satu sama lain. Gadis itu merasa kali ini Orang yang ia tunggu akan segera datang. Syukurlah ia bisa tiba di halte dekat dengan Kafe “ Sahabat “, tempatnya bekerja.


Ia langsung berlari menuju kafe. Tiba di depan pintu,Ia langsung membuka pintu. Namun, Seseorang telah menghadangnya di balik pintu.


“ Telat lagi ?”, kata Gadis itu menatap Pemuda itu dengan tatapan tajam.


“ Alah…hari ini saja ! ”, Pemuda itu masuk dengan santai.


“ Kemarin kamu telat, hari selasa kamu telat, Minggu telat. dan kamu masih bisa datang dengan tanpa rasa bersalah hari ini ?”,


“ O ya,jelas ! Aku tahu kak Arjun belom datang, jadi kenapa harus panik ?”,


“ tapi Ram, hari ini Kafe dapat bookingan tempat dari Pegawai Kantor Walikota. setengah jam lagi mereka akan datang. dan persiapan belum dapat setengah jalan..”,


“ Apa pegawai Kantor itu juga akan mengajakku ke dalam rapat mereka ? Lagipula,Kulihat Kafeku sudah tampak rapi dan bersih. Kalian kerja bagus ! Apa pekerjaan kalian masing - masing sudah selesai ? Aku tidak perlu terlalu tegang di Pagi yang cerah ini “,


“ O kami sudah hampir selesai,tinggal bagian kamu saja yang belum siap. Aku takut kalau kak Arjun sampai marah kalau tahu kamu datang telat. lagian kamu ke mana saja pagi ini ? jalanan macet ? kamu habis begadang ? ada gangguan di kos kamu ?:,


Rama berbalik “ Ssssh ! dengar baik - baik. Ria, sebelum sampai halte aku ketemu seorang ibu keserempet motor,tidak ada orang yang menghiraukan ibu itu seorang pun di jalan. hanya aku saja,jadi, O beruntungnya diriku, aku punya hati yang baik dan welas asih.


Aku tidak tega melihat seorang sosok ibu terkena musibah,jadi aku menyelamatkan ibu itu,membawa ke klinik terdekat. ya walau pun sebenarnya aku tahu hari ini ada bookingan tempat. tapi, menyelamatkan nyawa seseorang itu lebih utama bukan”,


Ria menghela Nafas, Waktunya drama “ Ooh manis sekali, kau ternyata berhati malaikat “,

 

“ O jelas”,Rama merangkul Ria”, I Am Really An Angel.Kalau saja tiba - tiba aku bertemu nenekmu di jalan kena apa - apa,Aku  benar - benar siap menolongnya “,


“Nenek aku belum berniat menjengukku ke kota ini”,


“ Ya siapa tahu Paman ,bibi, atau Paman kamu di jalan. Ah”, Suara Notifikasi di Hp Rama menyela momen drama Rama “, Ah ! mantap,view video aku nambah lagi, liat Ria, Video kita joget sama anak - anak kemarin naik lagi viewnya.


Benerkan, Koreo aku,gerakan hasil ide aku keren ! aku yakin sampai tengah hari view nya bakalan tembus ribuan kali”,


“ Tunggu ! “ Ria mengamati video itu lebih teliti “gerakan ini  yang aku buat bersama Nayla, atas dasar apa kau berani mengklaim itu idemu”,


“ Ah sama aja, bukan ?lagian uploadnya di akunku, jadi sah - sah saja, aku bilang itu gerakan yang kubuat “,

 

“ Uuu…kau memang seperti itu orangnya!”,Ria berusaha menekan rasa jengkelnya.


Bunyi Kliningan pintu tanda sessorang masuk ke kafe menyela perbincangan Rama dan Ria. Seorang wanita paruh baya masuk. Ibu - ibu sosialita dengan dandanan meriah. Riasan wajah menor dan kontras. Aksesoris serba warna emas. Kacamata terselip di atas dahi sebagai Pemantap penampilan.


“ Mmmm…Maaf bisa bertemu dengan  Rama…”,

 

Ria menyambut kedatangan Ibu itu”O ya bisa ibu,selamat datang di kafe Sahabat, ada yang bisa saya bantu ?”,


“ Apa saya bisa bertemu dengan Rama, Pemuda terkenal di tik tok itu ?”,


Ria menoleh ke arah Rama, ia mengernyitkan alisnya, Rama geragapan. Ria mengisyaratkan Rama untuk mendekati ibu ini.


“ O tentu bisa ibu,ini dia Rama. Ada perlu apa dengan Rama ? silahkan “, Ria kembali menatap sinis Rama


“ Selamat pagi ibu,ada yang bisa saya bantu ?”,


“ Ah ini Rama  yang di tik tok itu ? Ternyata tampan sekali…”, Ibu itu menepuk bahu Rama sedikit keras. Rama melirik Ria. Ria membuang muka dengan samar - samar tertawa geli.


“ Iya benar ibu, saya sendiri Orangnya. Ada perlu apa kalau boleh tahu ? atau mau minum,sarapan di kafe ? boleh saya layani…”,

 

“ Apa aku bermimpi ? Aku dilayani oleh Pemuda terkenal Rama ? “, Ibu ini malah kegirangan 


Rama mulai merasa sedikit risih dengan sikap ibu ini.


“ ya ibu,mau sarapan di kafe ini, saya buatkan roti panggang sama kopi susu ?”,


sekali lagi ibu ini menepuk bahu Rama dengan gemas” Ah tidak, sebenarnya Aku hanya ingin menyusulkan ini, sapu tangan ini padamu”,


Rama terkejut,ternyata Sapu tangannya jatuh di jalan,Ria terperangah melihat adegan ini,ia menerima sapu tangannya “ Maaf bu,kenapa sapu tangan saya bisa ditangan ibu ?”,


“ Segala Sesuatu bisa terjadi,Tampan !”, ibu itu mencubit dagu Rama, Ria terbelalak melihat tindakan ibu ini,nekat juga,”kamu tak sadar, kau tadi  terlalu sibuk melayani teman - temanku  yang mau foto - foto bersama kamu tadi pas di Bis “,


Rama menoleh ke Ria. Ria sontak ingin tertawa namun sekuat tenaga ia tahan


“ Aku bersama teman - teman ku tadi mau piknik ke taman kota, Ibu mau arisan,tadinya mau mengajakmu,siapa tahu kamu bisa diajak membuat konten vidio tik tok,senang pasti bisa tik tokan ditemani Rama,Pemuda yang menjadi Artis tik tok….”,


Rama malah terlihat terintimidasi oleh ibu itu. Ria meninggalkan Rama. Ria menyiapkan apa yang seharusnya jadi pekerjaan Rama. Sesekali Ia menengok Rama meladeni Ibu - ibu rempong.

tak lama, Rama kembali dengan raut muka yang tidak bisa dijelaskan.


Ria medekatinya “ Ibu - ibu yang kamu bilang keserempet tadi bukan ibu itu tadi kan ?”,


“ What ?! bukanlah”,


“ So, ibu - ibu yang rumahnya mana yang kamu tolong ? jangan - jangan ibu yang keserempet tadi  teman ibu - ibu Flamboyan barusan”,


“ mana aku tahu ? “, Rama berubah gusar dan bad mood.


Ria menarik tangan Rama mendekat ke papan Pengumuman Karyawan teladan. Foto Rama terpasang berada paling atas. itu tandanya bahwa  Rama adalah Karyawan paling teladan di kafe Sahabat ini.


“ Rama liat”,Ria mendongakkan kepala Rama, foto Muka Rama tersenyum dengan kumis tipisnya seolah - olah mengejek diri Rama”,Wah bintang empat, orang - orang udah pada tahu kalau Rama itu karyawan paling teladan di kafe ini.


tapi sayangnya, rekor itu ternodai oleh polahnya yang akhir - akhir ini dengan sengaja datang kerja terlambat ! Bukan begitu ?”, Ria menghadapkan badan Rama ke hadapannya”, foto aku pas sekali di bawah foto kamu, jadi awas ! hati - hati ! kapan aja foto aku bisa geser posisi foto kamu !


kamu mau ?  I will be the Best at next time ,mau ?”,


“ Eh jangan, jangan , kamu mau mengadu ke Kak Arjun kan ? jangan ya please ?”,


“ O tentu tidak ! Tapi mesin Absen akan memberi laporan,jadi akan tidak ada kebohongan di antara kita,tidak ada sabotase, apalagi drama ,  No More Drama.  ini dunia kerja , So plis !  Be Profesional ! “,


Rama menghela nafas


“  Anyway, sebenarnya kamu bisa mendapat bintang lagi, karena satu hal, ato setidaknya bisa jadi  excuse buat kamu dari kak Arjun karena merosotnya kinerja kamu..”,


“ maksud kamu ?”,


“ You are the Star, Man “,, Ria meremas kedua bahu Rama 


“  A Star ?”,

 

“  Yah,  You are A Star,You Are famous,  Tik tok, dude !   Open your mind !  kau seorang artis tik tok, kau bisa melakukan apa saja dengan tik tok-mu reputasi,ide,kreatifitas kamu untuk kafe ini “,


“ So, aku harus jual aku tik tok aku yang udah banyak followernya ke Kak Arjun gitu ?”,


“ Bukan,Pemuda Lugu ! ya contoh nyatanya kamu bisa saja  promote ato menawari  ibu - ibu arisan,fans berat kamu, O Tuhan ,Anak ini punya fans berat Ibu - ibu Flamboyan, kamu bisa ajak ibu - ibu tadi bikin even arisan di kafe kita.


Lagian kita punya outdoor venue yang suasananya tak kalah nyaman sama taman kota kan ?”,


“ Ide bagus ! So ?”,


“ Buat tebus kesalahan kamu, kamu harus bikin konten video promosiin Outdoor venue kita,kalo bisa kamu tag nama akun tik tok tadi,tawarin mereka,ajak mereka,bujuk mereka, siapa tau mereka komen di vidio vidio tik tok kamu”,Ria mejambak kerah baju Rama”, Ayo lakuin sekarang ! “,


“ E iya iya, baik…”,

***

Terjadi kerumunan di sebelah halte pagi ini. Banyak di antara mereka adalah Anak - anak SMA yang tengah menunggu datangnya bus sekolah. Namun tiak hanya itu,tampak Ibu - ibu paruh baya yang tak kalah antusias berebut tempat dan kesempatan.


Semua orang ini mengeluarkan Hpnya. Tampak Seseorang tergopoh - gopoh membuka aplikasi kemudian bergabung pada kerumunan. Semua orang ini berebut waktu untuk berfoto dengan Seorang Artis ? Sosok yang sedang viral ? Pejabat ? Bupati ? Presiden ?


Ternyata Rama ! Seseorang di pusat kerumunan. Rama-lah yang menjadi penarik perhatian Orang - orang pagi ini. Dia tampak kewalahan meladeni antusiasme Orang - krang ini Penggemarnya.


Kenapa Rama ? Ada apa dengan Rama ? Kenapa Ia terkenal ? Seseorang menyela kerumunan ini dan memaksa berfoto selfie.


“ Oi Ram ! Video yang kamu dance lagu kemarin keren sekali ! Aku sampai membuat video parodi dengan gerakan yang sama.


Aku sudah upload di akun Tik - tok ku,coba lihat ! “,Seorang Pemuda kurus berkulit hitam menunjukkan Video karyanya. Rama sabar meladeni Pemuda ini.

“ Wah ! Gerakanmu hebat juga !”,

“O ya ?”,

“Bagus !”, Rama menepuk bahu pemuda itu sebagai bentuk Apresiasi dan memberi semanat”, Lanjutkan ! Aku akan memberimu Like nanti “,

“ Boleh aku stitch video aku sama video Aku ?”,

“ Oke. Silahkan ! “,

Perlakuan Rama membuat Pemuda ini girang bukan main. Rama melayani Penggemarnya satu per satu. Beruntung, dengan datangnya Bus sekolah dapat mengurangi Kerumunan ini karena Anak - anak sekolah telah berangkat.

Tersisa beberapa Orang ibu,sepertinya Penjual di pasar. Gaya pakaian mereka cukup stylish dan update fashion.


“Kakak Rama,kami adalah Ibu - ibu Penjual pakaian di pasar. Kita selalu update video - video kamu di Tik Tok lho ! Kami sudah follow akun kamu juga !”,

“ Oeh !”,Saking gemasnya, salah seorang Ibu mencubit Pipi Rama”, Kamu ganteng ! Kamu lebih ganteng dari yang ada di video - video ternyata”,

“ Bu Ismi,jangan begitu. Gemas boleh ! tapi tidak perlu pake mencubit pipinya ! Sadari bahwa kita punya batasan !”,

“ Oh maaf, Ketampanannya membuatku lupa diri,hingga histeris “,


Tampak Ibu yang lain malu - malu melihat Rama. Tiba - tiba Hp Rama berdering. Ria video call. Rama mengabaikan ibu - ibu yang bertambah riweh karena tak kunjung bisa berfoto dengan Rama.


“ Halo Boy,di mana kamu ? Kurang Lima menit,kau tahu ?”,

“ Ya ya,aku tahu. Aku bertemu dengan orang - orang hebat pagi ini”, Rasa lelah,muak dan jengkelnya Ia luapkan dengan menunjukkan Ibu - ibu ini kepada Ria 

“ Wah…ini Siapa Rama ? Cantik juga,pacar kamu ?’,

“ WHAT ?! “, Ria kaget melihat ibu - ibu itu melambaikan tangan padanya. Rama sedikit terbelalak.

“ Menurut ibu, Apa aku pantas jadi siapanya dia ?”,

“ Lho bukannya pacara kamu ? Padahal kamu kelihatan cocok sama dia !”,

“ Ish ! Jangan sampai ,Jangan sampai ! Amit amit”,

“ Kenapa kau seperi itu ? Siapa tahu “,

“ Eh stop! Stop ! Jangan macam - macam ! Kita cuma teman kerja. Bilang sama Fans kamu. Orang - orang yang kau bilang hebat. Itu Fans beratmu ternyata Ibu - ibu. Luar biasa pemuda ini”,

“ So,kenapa Ria ? Jealous ? Ini Prestasi ! Kau ingat itu baik - baik “,

“ Ush ush ush. Lupakan soal prestasi. Kita bicara sudah lima menit. Aku tahu kau sudah di halte itu dan cepat kemari. Kak Arjun mencarimu “,

“ Ternyata Bos muda yang mencari. Katakan lima menit lagi aku akan menemuinya”,

Rama sembari meladeni ibu - ibu ini berfoto. Di kafe,Arjun ternyata sudah di situ. Ria memberikan Hpnya agar Arjun bisa berbicara dengan Rama.

“ Kak Arjun ini Rama. Aku sudah menyuruh datang lebih cepat. Tapi,kakak tahu sendiri. Bagaimana dia ? Siapa dia di luar kehidupan kafe ini “,

“Oke Ria. Aku bisa mengatasinya. Kamu segera siapkan gelas - gelas itu. Setengah jam lagi Kita akan mulai,tamu - tamu akan datang”,

“ Ria,Halo Ria,kamu masih di situ ? “,Rama menengok Hpnya. Ia kaget saat Ia tahu Wajah Arjun berada di layar Hp.

“ Halo,Selamat Pagi,Anakku”, Sapa Arjun dengan Sikap Khasnya “,Hari yang cerah bukan ?”,

Rama gagap diajak bicara Arjun.

“ Oh ya. Hai selamat pagi,Bos. Salam hangat dari matahari pagi ini “,

“ Kau manis sekali. Kau masih di situ ?”,

Rama berusaha menguasai kegagapannya “ Ya. Aku masih di sini,dengan orang - orang ini. Aku masih menjaga Ibu - ibu ini. 

Aku takut preman Jalanan yang biasa mangkal di Halte ini mengganggu mereka. Kau pasti juga bisa membayangkannya bukan ?”,

“ Ya. Justru aku lebih takut jika Ibu - ibu itu malah mengganggumu. Kau tahu,kadang mereka bisa lebih menakutkan saat kau tak kunjung memenuhi keinginan mereka. 

Mereka bisa saja lebih kejam dari Preman karena keposesifan mereka “, kata - kata Arjun membuat Rama terkesial”, Aku takut mereka,mungkin saja,mengikatmu di tiang lampu,di sebelah halte itu,Anakku. Ayo ,kemarilah segera “,


“ Ku rasa aku bisa mengendalikan mereka “,

“ Apa kau merasa terpilih menjadi Avatar berikutnya ?”, Arjun melihat kehadiran kakaknya”,Ah ! Lupakan soal Avatar sepele itu, ada seseorang yang spesial ingin menemuimu”,

“ Siapa bos muda ? Tenanglah,jangan khawatir. Aku akan datang segera. Jangan khawatir”,

Arjun mengoper Hp Ria pada Indra

“ Halo Rama,apa kabar ?’,

Sapaan Indra benar - benar membuat Rama ingin pingsan. Rama segera berlari menuju tempat kerjanya. Indra menyerahkan Hp ke Ria.


Ria menyambut Kehadiran Bos Laki - lakinya,Pemilik Kafe “ SAHABAT “,dialah Indra. Ria menjabat tangan Indra. 

“ Syukurlah tabiat Anak itu bisa diatasi. Aku hampir menyerah untuk mengejar - ngejar Rama. Dengan hadirnya Kak Indra,dia tak mungkin melakukan Perlawanan “, Ria menerima Hpnya

“ Anak itu terkadang licin seperti belut “, Kata Arjun geleng kepala 

“ Bilang pada Rama,Ria.suruh dia menemuiku setelah Ia tiba di kafe “,kata Indra menunjukkan Mimik Wajah Serius.

Ria mendadak cemas “ maaf,kak Indra. Apa Anda marah dengan Rama ? Apa Kak indra selama ini sudah tahu tentang segalanya soal Rama hingga kakak berniat…memberhentikannya..?”,

Indra tersenyum halus. Ria sedikit bernafas lega” Cukup bilang pada Rama,Aku ingin bertemu dengannya di Kantor “

“Ba..baiklah,kak. Siap ! Laksanakan !”,


***

....


Sincerely,

Dunia Di Kala Fajar,

Fajar Adi


Salaam E Dostana 2


Komentar

Postingan Populer