Salaam - E - Dostana 2 ( Rama & Ria ) Bab. 2
Siang menjelang sore. Suasana Kafe tak begitu rame. Ada empat meja di dalam ruangan terisi oleh beberapa Tamu. Ada beberapa meja outdoor terisi pengunjung.
Rama mengelap kaca - kaca jendela di sebelah kiri bangunan Kafe,menghadap teras samping. Ada Sepasang pemuda yang tampak bertengkar di pojok Taman. Mereka tampak bersitegang dengan aksi saling tunjuk menunjuk.
Si Gadis tampak menunjuk - nunjuk satu buku,tampak seperti Diary. Tapi Sang pemuda mengabaikannya. Tak lama Sang Pemuda tergerak berdiri. Ia masih mengabaikan Sang gadis yang tak henti - hentinya menunjukkan Diarynya.
Gadis itu sempat menahan tangan si pemuda. Namun,Pemuda itu sekuat tenaga menghempaskan cengkraman tangan gadis. Kemudian Ia meninggalkan gadis itu. Si gadis tampak menahan tangisnya karena Ia sadar keberadaannya.
Kejadian ini sempat menyita Perhatian Rama. Untungnya Pesanan makanan dan minuman di meja itu sudah dibayar oleh Si Pemuda malang tadi. Kembali Pojok Taman,Si gadis mengemasi barang - barangnya. Wajahnya tampak sedih. Gadis itu bergegas pergi dengan Suasana hati yang galau berat.
Rama mengalihkan perhatiannya. Ria tampak serius membersihkan Piano dan pernak - pernik di atasnya. Rama mendekati Ria.
Ria membuat Ria kaget dengan menekan Tuts - tuts Piano. Spontan Ria menepuk Bahu rama dengan keras. Rama mendekati Ria. Rama tertawa terpingkal - pingkal
“ Ah Sial ! Kebiasaan jahilmu pasti akan hilang setelah kau mati ! “,
“ Oh ,Apa kau akan membunuhku ?”,
“ kau ingin menguji nyaliku ?”,
“ Jika begitu,Bunuhlah Aku dengan sentuhan tanganmu yang membuatku mati tanpa merasakan Sakit “,Kata Rama meledek Ria”, Aku melihatmu terlalu sibuk dan serius menggosok Permukaan Piano ini.
Hanya debu tipis yang mengotori Piano ini,tapi kenapa kau selalu mengelapnya sekuat tenaga ?”,
“ Melihat kumis tipismu membuatku ingin menggosok Bibir manismu !
Ini bukan sekuat tenaga. Kau tak tahu Polesan Cat atau Apalah di permukaan Piano ini sangat mahal dan bukan barang murahan sepertinya.
Jadi Aku tidak berani sembarangan mengelapnya.Aku sudah bertanya segala hal tentang perawatan Piano ini pada Kakak Indra
Kau jangan membantah hal ini. Dia sudah memberi Arahan padaku. Dia sudah menyerahkan peralatan kebersihan Piano ini beberapa waktu lalu “,
“ Oke Baik,dimengerti . Aku mengerti,Nona Paling Tahu Segala Hal ! Ngomong - ngomong Apa kau tak tertarik memainkan Piano ini ?”,
“ Apa ? Aku bermain Piano ? Untuk Apa ?”,
“ Agar Piano tak menjadi Barang Pajangan,dan menjadi Barang Berguna ! Aku pikir Apakah tempat ini Museum atau galeri seni,karena banyak barang terpajang di sana sini.
Kau perlu belajar bermain Piano,Ria. Oh “, Rama mendekatkan Wajahnya ke telinga Ria dan berkata dengan suara pelan “, Apa bos Indra belum mengajarimu Piano dengan duduk berdua di atas bangku piano yang empuk ini ?”,
Ria spontan melotot dan merenggut lengan baju Rama” Kau bicara Apa ? Sembarangan ! Kau juga belum tentu bisa bermain Piano ini. Aku tak tertarik bermain Piano ini “,
“ Aku ?Kau pikir malah Aku yang tertarik bermain Piano ini ? O Bukan saatnya ! Belum saatnya”,
“Aku tak memintamu bermain sekarang “,Ria menatap tajam Rama
“ Tapi,Aku tak ingin pamer bahwa aku punya bakat. Ada Orang lain yang sepertinya berbakat “,
“ Orang lain ? Punya bakat,Siapa ?”,
Kebetulan Arman lewat. Rama menarik Arman,Ia menunjukkan Arman pada Riam
“ Lihat ! Orang berbakat yang kumaksud Adalah Arman “, kata - kata Rama membuat Arman terkejut,
“ Oh kau memaksa orang lain untuk berbohong ?! Kau pikir Arman berbakat ? Aku belum pernah sedikit pun melihat Arman mendekati Piano ini “,
Raut muka Arman tampak jengkel menghadapi Dua Orang Konyol yang sedang berdebat ini. Arman menutup kedua telinganya,karena Jika perdebatan Dua Pemain Drama ini terjadi,Suara mereka akan mengeras seiring tensi keduanya yang naik.
“ Ah ! Bukan saatnya kubilang !”,
“ Bukan Saatnya Katamu ? Lalu untuk Apa kau menunjuk Arman berbakat bermain Piano sekarang ?
Kau sebenarnya tak berbakat bermain Piano tapi berbakat menyusun kata - kata untuk mengelabuhi Orang. Bukan Begitu ? Jangan mengelak !”, Ria sedikit menekan hidung Rama ,
“ Kau justru paling cepat dalam berprasangka buruk terhadap Seseorang,Nona ! Kau ingin Arman bermain sekarang sementara Orang - orang sudah mau pergi dari kafe ini “,
“ kau perlu bukti bahwa Aku bukan tipikal orang yang cepat negative thinking ? Aku tak ingin membuatmu menunggu sebenarnya,bisa saja Kumismu akan tumbuh lebat dengan Ajaibnya. “,
Arman spontan tertawa terpingkal - pingkal,menepuk Bahu Rama. Rama refleks menutupi Kumisnya dengan tangannya” kalau begitu biarkan Arman memulai bermain Piano.
Jika bukan untuk tamu di kafe ini,setidaknya “, Rama mulai bersandiwara dengan perlahan meraih tangan Ria “ Arman bersedia bermain Piano untuk kita “, Rama membuka Tangan satunya,seolah - olah merekayasa suasana berubah menjadi Sentimentil Romantis’, Bukan begitu ?”,tatapan Mata Rama yang sendu, seolah - olah mampu menghipnotis Ria
Ria menurut begitu saja dengan menggenggam tangan Rama,berpose seolah olah hendak berdansa “ Untuk kita ? Kau minta Arman bermain Piano untuk kita ? Apa yang ingin kau lakukan dengan mengajakku seperti ini,Ram ?”,
Spontan Mimik Muka Rama berubah “ SENAM PILATES ,NONA BERKEPALA KOSONG !”, Rama sedikit membentak Ria,Ria pun tersadar dari tipu daya Rama “, Arman bermain Piano mengiringi kita yang akan Senam Pilates !
Apa Kau pernah berpikir bahwa Gadis - gadis di Gym itu melakukan Senam Pilates diiringi oleh Seseorang yang sedang bermain Piano ? Sadar ! Pernahkah hal itu terlintas di dalam otakmu ?“,
“ Ah !”,Ria menarik hidung Rama dengan kuat. Rama menahan tangan Ria sambil menahan sakit “,Kau membuatku marah, Psikopat Sialan ! Kau bersandiwara konyol untuk membuatku terlena ! Kurang Ajar ! Kau pandai beralasan “,Ria menepuki Bahu Rama.
Arman berusaha melerai Rama dan Ria “Oeh, Oeh. Hentikan ! hentikan !“, Rama memisahkan Rama dan Ria “, Jika nyali kalian sudah terasa membara di dalam diri kalian masing - masing,katakan padaku,Aku akan membuat Arena di Alun - alun,untuk kalian berdua.
Oh tunggu,untuk apa Aku membuat Arena di alun - alun ? O mungkin Pasangan ini bisa bertanding Mua Thay di tengah Arena itu ? Terdengar menarik ?
Tapi bagaimana bisa Pertandingan Mua Thay dimainkan oleh Dua Pemain Drama ini ? ”,
“ ARMAAN !!”, Rama dan Ria menekan Suaranya,membuat Arman terdiam.
“O Maaf. Dan melihat Antusias Anda tentang Prasangka kalian apa aku berbakat bermain Piano atau tidak,Aku akan menuruti Permintaan Anda berdua !
Kenapa harus berkelahi ? Sementara Kalian berdua bisa meminta padaku secara baik - baik. Bukan begitu ?”,
Rama dan Ria bergeming,masih sama - sama terengah - engah.
“ Allright ! Tunggu,Tuan ,Nyonya. Nantikan Penampilan Eksklusif Permainan Piano di Kafe “SAHABAT “ oleh Saudara Arman pada malam minggu yang akan datang.
Saya yakinkan pada Anda berdua, Penampilan Saya yang akan datang tidak akan mengecewakan kalian “, Arman sedikit menepuk Kedua pipi Ria dengan halus “ Aku akan mengatur jadwal dan ijin pada Kakak Indra,Sayang.
Tenang saja ! Tunggu saja. O ya satu lagi,Kuharap setidaknya dengan sedikit membuat senyum untukku itu menjadi Pujian kecil bagi Keberanianku menuruti Permintaan kalian.
Have nice Afternoon ! Laila,Majnu “,Arman meninggalkan Rama dan Ria yang tampak terperangah.
Arman geleng - geleng karena telah berusaha keras mengakhiri pertengkaran Dua Anak muda yang beradu nyali karena hal - hal konyol barusan.
“ Mungkin hanya di surga,tempat yang benar - benar memberi kedamaian “, Gumam Arman
****
Saat Perjalanan Pulang dari Bekerja pada sore hari. Ria memasang wajah gusar Sejak ia melewati Pintu Kafe. Ria keluar tanpa memperdulikan keberadaan Rama. Tiada hari tanpa Rasa Muak terhadap Rama.
Dalam keadaan Emosi Ria seperti ini,Rama hanya bisa mengacuhkannya saja. Berpikir sepanjang hari seolah - olah tak terjadi apa - apa,Rama sekali - kali mengecek akun Tik - toknya.
Ia terkesiap mendapat satu pesan tik - tok dari Akun Seseorang. Ia abaikan sejenak,ia perlu menyusul Ria yang berjalan tergesa - gesa. Ia sedikit bernyanyi untuk mengalihkan Perhatian Ria. Ria tak sedikitpun bereaksi.
“ O Malaikat,kuharap Tuhan tak membuat Waktu berjalan dengan cepat.Aku takut kemarahan Seseorang dapat mempercepat Kiamat Dunia.”, Kata - kata Rama bermaksud menyidir Ria,
Ria menarik Nafas dengan Rasa yang masih Muak “ Aku harap Malaikat melempar kepala Pemuda ini dengan batu Neraka ! Ia masih belum sadar Apa yang telah Ia perbuat”.Ria tak tergerak menoleh ke Arah Rama
“ O jangan ! Aku semakin takut,Amarah gadis ini akan mengguncang Neraka. Aku bisa merasakan suasana Panasnya lewat Seorang Gadis yang sedang murka ini “, Timpal Rama dengan ringannya
Ria bereaksi dengan secara refleks merenggut kerah Kemeja Rama. Rama sedikit kaget namun tetap memasang wajah mengejek. Ria menatap Rama tajam.
“ Oh Lihat, Tatapan Mata yang Indah !Senja sekarang terasa lebih cerah ! Bukan begitu ?”, Rama mengangkat kedua Alisnya,Sandiwaranya semakin menjadi.
“ Kau masih tak tahu malu ! Mengacaukan Hari tanpa berpikir lebih dulu. Hentikan Ocehanmu itu !”,
“ Aku takut waktu juga ikut berhenti Jika aku berhenti Mengoceh,dan Kau tak kan bisa apa - apa karena waktu berhenti. Kau akan Mati “, Kata Rama setengah berbisik
Ria melepas cengkramannya. Ia kembali berjalan” kau pikir dirimu Dewa ?! Bisa berbuat segala hal ?”,
“ Mungkin terjadi, Jika Aku bisa merayu Tuhan dengan berdo’a pada-Nya “,
“ Oh,Setidaknya Kau masih merasa punya Tuhan. Tapi,tak membuatmu lupa bahwa kau masih punya perasaan “,
“ Tentu ! Aku masih punya perasaan. Makanya Aku merasa Apa yang kau rasakan. Tuhan Maha Penyayang. Dan Kau masih terjebak dalam Perasaan yang membuat Pikiranmu tak nyaman “,
Ria menoleh tajam Ke Arah Rama “ Aku akan membunuhmu tanpa merasa Kesakitan !”, Ria menekan Nada Bicaranya,
“ Okey,Nona. Okey,Aku menyerah “,Rama mengulurkan tangannya,Ekspresi Wajah Rama yang menggoda Ria “, Sorry,Baby ? Aku melihat Tuhan telah menciptakan Seseorang Bagaikan Seorang Dewi dengan Jiwa welas asih “,
Ria menampik Tangan Rama. Ria menghempaskan Rayuan Rama”Seorang Dewi tak butuh mendengar Omong Kosong”,
“ Oh Semoga Jiwamu tak akan pernah dibuat Kosong “,
Ria mengabaikan Rama.
“ Aku ingat Pasangan Anak muda yang kencan barusan. Apa yang Mereka pikirkan ? Mereka datang ke Kafe hanya untuk membuat kekacauan.
Kupikir mereka akan menjadi Pasangan Romantis sehari. Tapi nyatanya,Malah membuat keributan “, Kata - kata Rama memancing Pembicaraan dengan Ria,kembali.
“ Kau yang membuat Keributan ! Apa kau mulai sadar dengan Apa yang sudah kau perbuat ?”, Tanya Ria menghentikan langkahnya,melirik ke Arah Rama
“Kupikir mereka yang kampungan ! Mereka membuat Drama Agar mendapat Perhatian banyak Orang “,
“ Kau yang menjadi Sutradara dalam Drama ini ! “,Ria menunjuk - nunjuk Rama,
“ Apa ? Kau menuduhku menjadi Dalang dari Drama ini ? “,Rama menantang Ria
“ O Malaikat ! Kuharap Tuhan tak membuat Pemuda ini Lupa ingatan tentang kebiasaannya. Dia selalu membuat Drama di balik Drama ! Bagus , lanjutkan kebiasaan Profesional ini ! “,
“ Kau bermaksud membalik Keadaan ?”,tanya Rama mengernyitkan dahinya,
“ Kuharap senja tak cepat berakhir sebelum Aku bisa benar - benar memberimu Pelajaran “,
“ O Silahkan Sayang,katakan Semuanya. Spit it Out,Pal !”,
“ Aku akui Kau kuat dalam punya Nyali. Tapi untuk Ikut campur urusan Orang lain ? Kurasa itu tak perlu kau lakukan !
Setiap Tamu Kafe kita punya Privasi. Sekalipun mereka melakukan sedikit keributan “,
“ Sedikit keributan katamu ?! Aku dan Arman hampir malu mondar - mandir ke meja Mereka hanya untuk melayani mereka yang gonta - ganti pesenan mereka.
Orang dapur hampir menyemprot Kami karena kerepotan ini. Apa kau memikirkan hal ini ?”,
“ Sekalipun begitu,tetap Layani Tamumu dengan Se-Profesional mungkin !”,Ria menekan Perut Rama,
“ Oh,kau mulai melakukan Intimidasi fisik ? Asyik ! Aku suka itu ! Itu tandanya Kau bersemangat. Come On,baby. Let’s Burn it Up !”,
“ karena kau keterlaluan ! Ikut campur masalah Orang tidak termasuk dalam Etika Pelayanan. Andai Saja kak Arjun ada,dia pasti sudah memberimu pelajaran. Kau akan dibuat Kapok olehnya “,
“ Kita satu perguruan,sayang. Kita satu mentor ! Tanpa berhadapan dengan beliau pun,aku sudah merasakan emosi dan tensi yang sama.Aku sudah terbiasa “,
“ Oh karena itulah kau seolah - olah mati Rasa ? Seakan - akan tak punya perasaan. Kau tak pernah bisa menumbuhkan Rasa bersalah kemudian belajar dari kesalahan”,
“Tapi, aku tak pernah se-Over acting ini. Aku tahu kau marah Ria. Aku punya perasaan. Aku tahu apa yang kau rasakan. Kau dengar apa yang kukatakan ini.
Dan ,Apa kau sudah merasa cukup mendengar kata - kata ini keluar dari mulutku ?”,
“ Apa kau memikirkan Perasaan Pemuda yang gagal kencan barusan ? Wajahnya tampak tertekan Saat membayar Billnya “,
“ Dia merasa tertekan dan menyesal karena waktu dan uangnya terbuang sia - sia “,
“ Kau berkata seperti itu Seolah - olah kau merasa paling tahu Siapa Pemuda itu dan Kekasihnya “,
“ Tentu. Ganendra genta, Namanya Genta. Anak Bos,Pemilik Toko Emas di sebelah Alun - alun. Pemuda Manja,salah satu Customer hari Selasa Kafe kita.
Entah apa yang membuatnya selalu datang setiap selasa ? Dia sering datang bersama Gadis yang berbeda - beda di setiap kehadirannya “,
Ria terkesiap,tak percaya “ Kau Bohong ! Tak Ada Pemuda yang sama datang ke Kafe kita setiap Selasa. Aku tak pernah melihat wajahnya “,
“ Apa kita perlu membuat Meja resepsionis di dekat Pintu kafe ? Dan Jika perlu Kau saja yang menjadi Resepsionisnya ? Dengan begitu kau bisa tahu Siapa saja yang datang ke Kafe kita,bahkan menghafal siapa saja Mereka,termasuk Genta. Setuju ?”,
“ Konyol ! Buang - buang waktu !”,
“Genta merasa ada yang ganjal dengan kencannya kali ini. Ia merasa gadis,bernama Mira,tadi punya maksud yang ia sembunyikan di hadapan Genta.
Keraguan Genta membuat dirinya gugup hingga bolak - balik ke Toilet. Dan Satu saat Genta ke Toilet,kebetulan Aku menyajikan Pesanan Mereka,Aku tak sengaja mendengar Percakapan Mira di telepon.
Aku tahu maksud Pembicaraan di telfon itu. Aku sempat menahan diri untuk tak menyampaikan Maksud Pembicaraan di telfon itu pada Genta.Aku membiarkan momen ini mengalir sebagaimana mestinya.
dan Apa kau tahu darimana Satu buket Mawar dengan secarik kertas bertuliskan Pesan tentang Genta akan melamar Mira datangnya ?”,
“Aku tak tahu “,
“Mira melakukan konspirasi dengan Kurir Bunga itu. Kau bisa putar rekaman CCTV teras depan,Mira akan terekam menemui Kurir Bunga itu,Kemudian menyelipkan Selembar Kertas berisi pesan tipuan itu yang diambil dari dalam tas Mira. Gadis ini Brengsek juga !
Dan,BOOM !! Mira histeris saat Ia berpura - pura terkejut bahwa Genta akan melamarnya. Genta sampai tersedak mendengar hal ini ! Akhirnya Genta pun panik,sampai Badannya gemetar.
Kami tak sengaja berpapasan di Toilet. Aku merasa kasihan pada Genta,karena Aku kenal dia. Aku merasa perlu menceritakan Kronologi Peristiwa yang seharusnya Genta perlu tahu. Padahal Jika dibiarkan,Genta tak akan pernah tahu. Mira berhasil menggaet Genta hanya untuk tujuan memeras Pemuda gempal nan malang itu “,
“Oh Begitu rupanya “,
“Kupikir Kau juga akan melakukan hal yang sama,Jika Kau mempunyai Pacar Anak Pemilik Toko Emas seperti Genta “,
“Kau pikir Aku materialistis ? Kau pikir Aku seorang Gadis Intimidatif,ambisius dan Oportunis ?”, Ria menepuk Bahu Rama dengan sedikit tertawa sombong“, Aku bisa saja menjadi gadis seperti itu,tapi Malaikat tak pernah lengah mencatat amal Apa yang aku perbuat.
Aku tak mau menjadi Manusia konyol yang terlena dengan hal - hal Duniawi sepele itu,Aku masih berusaha mengkhatamkan Ujianku untuk hal - hal Duniawi seperti hal itu.Terlebih melatih kesabaranku menghadapi tipikal Manusia sepertimu yang setiap hari,tak sedetikpun Mukamu tak enyah dari pandanganku.Manusia menuai Apa yang Ia perbuat”,
“ Dan Apa yang kau dapat dengan menghabiskan waktumu melatih kesabaranmu dalam menghadapi tipe Pemuda seperti diriku ?
Aku pun tak berharap dirimu menuai hasilmu bersabar dengan mendapatkan diriku sebagai sosok pendampingmu di Masa depan. Tanah di Hati bagai Bumi di dalam diriku ini masih terasa kering !”.
“Aku juga tak berharap demikian ! Aku tak ingin membuat Seseorang menaruh harapan pada diriku untuk menyerahkan hidupku pada siapa dia “,
“Aku katakan Genta Sosok yang Ideal bagimu,Nona Keras kepala. atau Siapa tahu kau akan menjadi Gadis yang kesekian menjadi tambatan hati seorang Genta “,
“Kau bercanda ? Aku tak mau mempunyai ketertarikan dengan pemuda Gempal dengan jambang lebat seperti dia. Menggelikan ! sekalipun Ia Anak Penguasa Kota ini,Aku tak mau dia berniat tertarik pada diriku “,
“Body Shamming tidak termasuk dalam etika pelayanan,sekalipun dalam Pikiran dan Bayanganmu.
Aku tak tahu Apa kau akan punya pikiran seperti Jika saja yang melayani Genta adalah dirimu “,
“Jangan mengada - ada ! beruntung sekali hal itu tak terjadi padaku. So,What’s Next ?’’,
“Aku berusaha menenangkan Genta dan menjelaskan Semuanya. So,Aku tegaskan ini bisa menjadi Bagian dari Etika Pelayanan,karena ini keadaan darurat !
Setelah Genta merasa tenang,Aku mengajarimya satu hal. Aku mengatakan beberapa kalimat yang bisa diandalkan untuk mengatasi keadaan genting ini “.
“Oh dugaanku benar ! Kau piawai dalam mengatur jalannya drama “,
“kau ingin mengetahui sebenarnya atau Kau mau Aku membelokkan Cerita ini menjadi Cerita Drama Karangan ?”,
“Go Ahead,Boy ! Matahari masih terasa hangat sinarnya “,
“Aku menyuruh Genta berkata pada Mira bahwa ‘Aku adalah pemuda dengan Prinsip Idealis dan ingin belajar mandiri,Aku ingin membangun Masa depan hidupku sendiri dan membuat jalan Hidup sendiri,
Aku merasa diriku tak akan berkembang Jika Aku meneruskan Usaha yang Orang Tuaku punya. Orang tuaku hanya menyekolahkanku,tak lebih . Selebihnya Aku ingin membangun hidupku sendiri. Jika kau mau,Aku ingin kau menemani Aku yang belum memiliki Apa - apa ‘
Dan,WOFF !”, Rama menepuk tangannya”,Ending kencan terpaksa berantakan. dan harga diri Seseorang telah terselamatkan. Ah ! Aku merasa bangga pada diriku sendiri “,
“Dan Kau membiarkan Gadis malang itu kabur,keluar dari kafe dengan keadaan kalut dan perasaaan yang tak karuan ? Bahkan Kau tak memperdulikan perasaannya ?”, Tanya Ria tak menaikkan Nada bicaranya,
“Manusia menuai hasil dari perbuatan yang Ia tanam,Ria. Kau mengubur bangkai,kau akan mencium bau busuknya.
Kau berani mematik Nyala Api,kau harus berani merasakan Panasnya. Kau berani berbuat kelicikan,Aku siap bertaruh padamu,sampai berapa lama Kau akan bertahan dengan keadaan hati yang tidak tenang ?”,
“Tapi,kau tak menuai Apa - apa dari Kebaikan yang kau buat barusan,Pemuda Sok Pahlawan !”, Ria menguyek kepala Rama sambil sedikit menjambak rambut itu.
“Malaikat tak pernah menampakkan Catatan Amal Baik manusia secara kasat Mata,Ria “,
“Oh kata - katamu mengejutkan ! Aku tak akan melupakannya,Jika aku bisa “,
Rama mendekatkan wajahnya ke Wajah Ria “Manusia akan pikun seiring waktu berjalan. Tapi,Aku tak berharap Kau akan pikun di masa mudamu . Menyedihkan Jika Itu terjadi “,
“Apa salahnya ? Jika itu terjadi,Aku berharap memori tentang kelakuan konyolmu yang akan lebih dulu hilang “,
“Semoga Tidak segera dengan Rasa Cinta dan Kasih Sayang. Hidupmu akan khatam jika kau kehilangan segalanya yang ada di dalam Otakmu “, Rama sedikit menekan nada bicaranya,
Ria kembali menatap Tajam Rama,sejenak.
“Oh well, Genta pernah bilang padaku ‘ Datanglah pada Gadis yang kau cintai,sehingga kau bisa mendapat Hidup bahagia ‘. Kata - katanya benar juga “,
“ Bagaimana dia bisa benar - benar menemukan kebahagiaannya hidupnya ? Sedangkan dia datang ke hadapanmu dengan gadis yang berbeda berlainan waktu.
Gadis mana yang Ia maksud ? Apa kau paham tipikal gadis yang Pemuda Gempal itu inginkan ? Apa temanmu itu menjelaskan tentang standar Gadis yang benar - benar Ia datangi sebagai Tujuan hidupnya ?” Tanya Ria melanjutkan langkahnya “,
Kau seolah - olah mengerti Kata - kata Pemuda Naif itu. Aku takut kau akan ikut dalam golongan Pemuda - pemuda naif seperti dia “,
“ Kau merasa Aku menuruti perkataan yang salah ?Aku berjalan di atas Jalan hidupku sendiri,di atas Prinsipku sendiri “,
“ Turuti Prinsipmu hingga akhir hidupmu ! Kau membenarkan perkataan Pemuda Naif yang seolah - olah bisa menemukan sosok cinta sejati pada setiap diri Wanita.
Sedangkan Kau pun belum pernah sama sekali punya ketertarikan pada Lawan jenismu . Kesimpulannya,kau tidak mengerti sama sekali “,
“ So,Apa kau punya kata - kata untuk bisa membuatku mengerti ?”,
Ria berhenti dan menatap Rama dengan maksud tatapan berbeda. Rama ikut berhenti dan menatap Ria. Jemari Ria membenarkan Posisi kerah Jaket Jeans Rama dengan sentuhan lentiknya.
“Kau sebenarnya sama keras kepala. Apa yang kau pikirkan ?”, Tanya Ria menepuk Pipi Rama “, Matahari terbenam,kembali pada Ufuknya untuk beristirahat dengan Rasa Nyaman.
Wanita perlu mendapatkan Pria yang mendatanginya,dengan begitu Ia bisa tahu bahwa Pria tersebut benar - benar membawa Rasa Cinta kepadanya,merasa dirinya menjadi Cinta Sejati Bagi Pria yang mendatanginya “,
“ Oh Luar biasa ! Kurasa perkataanmu benar juga “, Rama menggenggam tangan Ria,
Ria menarik tangannya “ Aku tak memaksamu untuk percaya Apa yang kukatakan , Ria kembali berjalan
“ Apa kau berusaha menutupi dirimu yang sama naifnya dan sama - sama Pandai bermain kata - kata ?”,Rama mengejar Ria”, Babes, Wanita perlu mendapatkan Pria yang datang padanya ? Apa Hati ibarat Bus ke setiap Halte untuk menjemput Penumpang yang butuh tumpangan menuju tempat yang Ia inginkan ?
Tapi Hati Manusia tak bisa disamakan dengan Bus Penumpang,Mereka turun dan pergi tanpa memikirkan Apakah Ada Rasa yang tertinggal ?”,
“ Untuk Apa berpikir secara rumit tentang perasaan ?”,
“ Oh, ini ternyata salah satu jalan hidup Seorang gadis seperti dirimu ? Sedikit Berpikir tapi sulit untuk memahami “,
“ Jika itu bisa menjadi pilihan yang pantas diambil, kenapa tidak ? Terlalu banyak berpikir akan membuatmu plin - plan “,Ria memburu Langkahnya untuk bisa secepatnya masuk ke dalam Bus,
“ Uf ! Kenapa Aku sulit menaklukkan gadis ini ?”, Rama menepuk dahinya,kemudian menyusul Ria masuk ke dalam Bis.
.....
Sincerely,
Dunia Di Kala Fajar
Fajar Adi
Salaam - E - Dostana 2
Komentar
Posting Komentar