Salaam-E-dostana Bab 5




Arjun belum sadarkan diri semenjak 3 hari yang lalu,Ia sudah dipindahkan di ruang rawat intensif.Keadaannya tak terlalu parah.Ada beberapa bagian tubuhnya yang terluka namun tidak mengalami patah tulang dan gagar otak.Orang tuanya tampak begitu sedih melihat keadaan Arjun,terlebih Kakaknya.

Indra selalu menunggui Adiknya di rumah sakit.Ia masih tidak menyangka apa yang adiknya lakukan hingga membuatnya celaka,namun Ia merasa bangga terhada Adiknya karena bisa menyelamatkan Orang meski harus membahayakam dirinya sendiri.Namun Orang yang diselamatkan Arjun adalah Niel dan Temannya.Perasaan Indra bercampuk aduk.

Dan semenjak itu,Marvin selalu menjenguk Arjun.Marvin berpikir tentang apa yang Arjun omongkan padanya,ternyata Arjun tak main - main.Marvin juga membayangkan andai saat itu dia lah yang terjebak dalam keadaan bahaya,pasti Arjun juga akan melakukan hal yang sama.Dan Andai Arjun tidak akan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Marvin,maka Marvin juga bernasib seperti Arjun.

Dan di sisi lain,Semenjak melihat langsung apa yang terjadi pada Arjun.Niel juga merasa syok.Niel juga tidak menyangka Arjun berani menyelamatkan dirinya dan temannya.Ia selalu merenungkan apa yang Arjun lakukan padanya.

'Aku ingin kita baikan lagi,Niel.Maafkan Aku jika telah menyakiti hatimu.Andai kau bisa menerimaku,Aku akan berusaha membuatmu bahagia dan teman - temanmu.Namun bila kau tidak mau menerimamu,maka Aku ingin selalu menjagamu agar kau tetap terlihat baik - baik saja saat Aku melihat.Bagaimana pun caranya?...'.

Melihat Arjun yang berlumuran darah,tubuh Niel pun gemetar.Melihat keadaan Arjun yang parah Niel pun mulai luluh.Niel tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila Arjun tidak menyelamatkannya.

Niel sadar selama ini telah keras kepala pada Arjun.Niel tidak mau memaafkan Arjun.Ia juga merasa sangat menyesal pada Arjun.

Niel pun menemui Marvin untuk mencari tahu di mana Arjun dirawat.Niel mengajak Marvin ke kantin.
"Marvin...".
"Ada apa kau mengajakku kemari?".
"Kau tahu di mana Arjun sekarang?di mana Ia dirawat sekarang ?".
"Dia dirawat di Rumah Sakit Medica Husada.Ruangan Akasia...".
"Apa kau sudah menjenguknya?"
"Setiap pulang sekolah Aku menjenguknya,Aku kasian padanya...";
"Bagaimana Keadaan Arjun?".
"Keadaannya parah,Ia belum sadarkan diri setelah terjadi kecelakaan itu.Untunglah ia tidak gagar otak...".
"Syukurlah...".
"Lalu kenapa kau bertanya hal ini kepadaku Niel?".
"Aku ingin melihat Arjun,Aku merasa sangat bersalah pada Arjun.Aku tidak menyangka Arjun seberani itu.Aku sangat menyesal Marvin atas perbuatanku padanya,Apalagi aku telah mengejeknya hingga Satu sekolahan ikut mengejeknya...Aku ingin melihat Arjun,Marvin...".
"Pulang sekolah Aku akan menjenguk Arjun,Niel.Kalau Kau mau kau boleh ikut denganku?Aku akan mengantarmu sekalian..".
"Benarkah?...".
"Iya"
"Terima Kasih Marvin,Aku akan ikut denganmu...".

Siang harinya,Niel ikut Marvin menjenguk Arjun.Niel ingin melihat keadaan Arjun.Ia merasa bersalah pada Arjun.Namun Ia takut pada Indra kalau nanti Indra marah padanya.Niel pun siap menerima reaksi Indra.

Mereka tiba di depan pintu Ruang Akasia.Marvin meminta Niel untuk menunggu di luar.Marvin masuk menemui Indra dan memberitahukan kedatangan seseorang,Ia tidak menyebutkan namanya,Ia hanya meminta Indra menemui orang itu di luar.
Indra pun keluar menemui orang itu,Niel.Indra menemui Niel.Niel menghadap Indra.Indra menatap Niel agak lama,Niel merasa takut hingga sedikit gemetar.

"Masuk...".Indra mengajak Niel masuk.
Niel pun bisa melihat keadaan Arjun yang parah.Ia sangat terpukul melihat keadaan Arjun.Marvin duduk di samping Arjun.Indra berdiri di dekat jendela tanpa menyambut Niel.Niel tahu keadaan ini.Ia pun mendekati Indra.
"Kak...".Panggil Niel,Indra tak menoleh pada Niel",Kak Indra,Aku ingin bicara sesuatu pada Kakak...".
"Bicaralah...".Indra tetap membuang muka pada Niel.
"Arjun telah menyelamatkanku dari bahaya Kak.Aku tidak bisa membayangkan jika Ia tidak menyelamatkanku.Aku tahu Kakak marah padaku,Aku mohon maaf Kak.Aku mohon maaf Kak,Aku telah bersikap buruk pada Arjun....".

Indra mendekati Niel dan Menatap wajahnya.
"Kau lihat Adikku itu,Keadaannya sampai seperti ini,Ia melakukan ini untuk apa?Ia melakukan tindakan itu untuk siapa ?Kau tahu kan?",Indra menunjuk Arjun",Untukmu Niel,untukmu!!!",Indra menekan dada Niel dengan telunjuknya",Ia tidak ingin melihat Kau celaka.Adikku ingin selalu melihatmu dalam keadaan baik - baik saja.Ia tidak ingin melihatmu ada cacat sedikit pun di tubuhmu.
Kau tidak melakukan kesalahan apa - apa padaku,dan Kau sudah tahu kepada siapa kau berbuat salah.

Niel,Jika Aku memohonkan Maaf Adikku padamu.Apa kau akan menganggap ini adalah hal yang tidak penting bagimu?Apa kau tidak akan memaafkan Arjun?.Kau tahu,Kau tidak memaafkan Arjun itu adalah Penyesalan terbesar bagi Arjun.Ia selalu merasa bersalah padamu.Dan Ia selalu menikmati penyesalan itu sebagai hukuman atas kesalahannya padamu.Ia ingin merasakan sakit hati yang kau rasakan karena perbuatan Arjun.

Sekarang Kau minta maaf padaku,Bagaimana jika Aku tidak akan memaafkanmu?Bagaimana perasaanmu?Apa kau juga akan menyesal?

Arjun berbuat apa padamu hingga kau tidak bisa memaafkannya?Arjun sudah meminta maaf padamu,Namun Kau tidak memberinya Maaf.Kau juga mengejeknya Homo,coba kau lihat Adikku.Bagaimana perasaanmu jika kau berada di posisi Arjun?Apalagi di posisiku?.

Seburuk itu kah Adikku ini di Matamu?Seburuk itu kah Kesalahan Adikku hingga kau tidak memaafkannya?Kau menjuluki adikku Homo,hingga teman - temanmu dan satu sekolah juga menjuluki Adikku Homo.Dan seharusnya Kau sangat malu,Niel.Bila kau menganggap Adikku Homo,menyukai sesama jenis.Bukan kah menyukai Dirimu?Iya Kan?!.Kau seharusnya Malu,Niel.Dan atas dasar ini kan kau tidak mau memaafkan Adikku.Seharusnya Kau berpikir dulu jika kau ingin menjuluki Adikku dan ingin menjatuhkan Adikku.Okey Kau berhasil menjatuhkan Adikku,hingga Malu sampai Ia terus menahan Malunya,serta Penyesalan.Tapi Apa kau malu sebagai Murid Favorit Kau bertindak seperti ini?Camkan Itu,Niel",Indra meluapkan Amarahnya",

Aku tidak pernah mendidik Adikku ini untuk menjadi seperti apa yang kamu ejekkan.Aku tahu Banyak orang menjuluki adikku Homo,dan penyebabnya Adalah Kau.Apa kau tidak berpikir tentang perasaan orang tua anak yang kau ejek ini Niel?.Aku sangat tersinggung jika Arjun dijuluki seperti itu,dan Aku ingin memberi pelajaran kepada siapa saja yang berani berkata seperti itu pada Arjun,terlebih yang menyebabkan semua orang ikut menjuluki Arjun seperti itu",Mata Indra basah dengan Mukanya yang merah.Niel terkejut mendengar perkataan Indra",Namun Arjun menahanku untuk tidak membalas perbuatan ini.Aku bisa saja melaporkanmu ke BP atas sikapmu pada Arjun di sekolah.Namun,Aku tahu reputasimu di sekolah,begitu pun Arjun.Aku tahu kau memiliki reputasi baik di sekolah hingga kau menjadi Murid Favorit.Arjun tidak ingin menjatuhkan reputasimu karena sikapmu pada Arjun.

Kau memang Murid Favorit di sekolah,sedangkan Arjun,Ia hanya anak yang selalu kagum padamu dan selalu mengamati.Kau terpilih jadi Murid Favorit saja,Arjun sangat merasa senang dan bangga.Ia ingin memberimu selamat,namun ia tidak berani karena Ia ingat kesalahannya padamu.Ia tak ingin membuat malu di hadapan semua murid di sekolah.Arjun selalu mengamatimu,Namun kau selalu membuang muka saat Ia melihatmu.
Apa ada yang salah dengan Adikku?hingga Kau membuang muka darinya,Apa kau malu dilihat oleh Adikku?Apa kau malu hingga kecewa pada Adikku?".
Marvin gemetar mendengar luapan Amarah Indra kepada Niel.Ia berpikir Andai Ia memperlakukan Arjun dengan sikap yang buruk pasti Nasibnya akan seperti Niel.Marvin juga merasa menyesal.Ia mengenggam tangan Arjun dan tetap menjaganya.
"Sekarang Kau puas melihat Adikku seperti ini,Kau boleh marah pada Adikku tapi jangan sampai kau menjulukinya Homo karena Ia menulis surat untukmu hingga temanmu tahu.Bukan kah teman - temanmu puas melihat Anak yang menjadi Bahan ejekannya setiap hari hingga seperti ini?.Kau puaskan Niel...".Emosi Indra memuncak,Ia mengayunkan Tangannya hendak menampar Pipi Niel dengan keras.Namun...

"Jangan...Kak...",Akhirnya Arjun sadar dan menahan Kakaknya.Indra mengurungkan Niatnya",Kakak...jangan...menyakiti...Niel,Ku Mohon...Kak...".Kata Arjun terbata - bata lemah.Arjun berusaha meraih jemari Kakaknya.Tangannya masih terasa sakit,"Adek..Mohon,Kak.Kakak..jangan..marah..lagi..pada..Niel,".
Indra hanya terdiam.Arjun melihat Niel.Ia tersenyum pucat pada Niel,Matanya basah.
"Maaf..kan..Kakakku,Niel..".Niel hanya diam",Syukurlah..kau..tidak..apa - apa..Niel,Aku..sangat..senang..kau..baik baik..saja..".
Niel mendekati Arjun.Niel melepas tasnya.Niel menatap wajah Arjun yang sembab lama.Niel langsung mendekap tubuh lemah Arjun dan memecah tangis.Niel menumpahkan Kesedihan atas penyesalan.Mata Marvin membasah.Ia mengusap punggung Niel.
"Maafkan Aku Arjun...".kata - kata Niel di sela tangisnyan.Arjun mengangguk.
Niel melepas dekapannya,dan menghapus Air matanya.Hatinya terasa lega.
Marvin kembali mengenggam tangan Arjun.
"Marvin...Kamu?".
"Arjun,Jika kau berusaha untuk menjaga Niel agar Ia tak mempunyai cacat sedikit pun.maka Aku pun akan menjagamu,Agar kau tidak merasa sendirian lagi...Aku berjanji Arjun".Marvin juga mendekap tubuh Arjun,"Terima kasih sudah memperhatikanku selama ini Arjun...Kau baik sekali...".
"Iya,Marvin...".
Niel duduk di samping Marvin.Indra masih berdiri.
"Arjun,mulai sekarang kami akan menjagamu.Kau begitu baik pada kami,hingga berani berkorban seperti ini.Terima kasih Arjun...".Kata Niel
"Kami tidak akan membiarkanmu sendirian lagi Arjun.Aku berjanji..".
"Terima..Kasih,Niel.Terima..Kasih,Marvin..Aku..ingin..kalian..bisa..menerimaku..di..sisi..kalian...Aku..ingin..".
"Iya,Arjun.Kita akan selalu bersama...".
Arjun tersenyum bahagia karena keinginannya bisa terpenuhi.
"Kakak..Adek..benarkan?Niel..dan..Marvin..orang..yang..baik".

Indra menepuk bahu Marvin dan Niel.
"Arjun benar,Aku mohon kalian jaga Arjun.Niel kakak mohon hentikanlah ejekan yang masih ada untuk Arjun.".
"Maaf Kak,Aku tidak bisa menghentikan mereka untuk mengejek Arjun.Tapi,Aku bisa meninggalkan mereka untuk Arjun.Kakak benar jika Arjun menyukai Aku,maka Aku akan menyukai Arjun juga.Sebagai sahabatnya.Tak perlu memikirkan reputasi kak,Meski Reputasiku jatuh Aku tak peduli,karena Arjun juga akan menerimaku apa adanya....".
"Baguslah Niel,Terima kasih...".
"Iya,Kak....".
"Aku juga akan seperti Niel kak,Kami akan menyukai satu sama lain sebagai sahabat.Kami akan kompak hingga semua orang iri pada kekompakan kita....".
"Iya Marvin...Kakak senang kalian berkata seperti itu....".

***

Pagi ini terasa berbeda untuk mereka.Hawa pagi yang dihirup ini terasa berbeda bagi mereka.Upacara baru saja usai,Mereka kembali ke kelas.Niel mencari Marvin dan Arjun.

"Aku kira kalian sudah masuk ke kelas ?".tanya Niel terengah - engah.
"Belum Niel,Kami malah menunggumu".jawab Marvin
"Kau tampil sempurna tadi Niel di belakang pak kepsek...".ujar Arjun takjub
"Ah,Jujur Arjun aku sangat gugup malah...Aku takut salah..".
"Kau harus terbiasa Niel,bagaimana nanti kau akan berpidato di depan teman - teman saat penyambutan even Mas dan Mbak?Kami akan merasa malu jika kau sampai gemetar...".
"Atau kita perlu mengajarinya,Marvin...".
"Eh,kalian tidak perlu repot...Aku akan berusaha...Owh perutku lapar teman - teman,Aku lupa sarapan tadi..".
"Sebab itulah kau gugup Niel,Kau tidak punya tenaga untuk berdiri...".Arjun menyela.
"Ganti haluan ke Kantin,Hari ini cuma klassmeeting,kita makan sepuasnya di kantin..".Marvin merangkul Arjun dan Niel.
"Kau yang traktir kami?",tanya Arjun.
"Eh!!".
"Siapa duluan dia akan mendapat dua porsi",Niel langsung berlari ke kantin.Arjun menyusul.
"Bukan begitu,Ah....sudahlah,".Marvin menyusul mereka.

Di kantin,Marvin memesan tiga porsi Mie ayam.Ia mentrkatir Niel dan Arjun.Tak lama mereka menunggu makanan mereka.Tiga mangkuk Mie ayam menggugah Nafsu Makan mereka.

"Ini untukku",Marvin mendekatkan Satu mangkok dihadapannya,"Ini untuk Arjun",,Marvin menggeser satu mangkok ke arah Arjun",Dan ini untuk Niel...".Marvin menggeser mangkok terakhir di hadapan Niel.Lalu datang Satu porsi lagi.

"Lhoh,yang ini untuk siapa Marvin?",tanya Niel mengambil sendok.
"Karena hari ini kau sudah melaksanakan tugasmu dengan baik,Aku mentraktirmu dua mangkok..".
"Apa?!...tidak Marvin,Aku satu saja cukup,terima kasih...".tolak Niel
"Niel,Kau lapar sekali kan?Kau harus makan banyak sekarang...".Arjun mengambilkan Sendok.
"Kami akan menyuapimu Niel...Kau tampak kelaparan...".Marvin menyisihkan mangkok miliknya.
"Ti..tidak,Marvin...".
"O ya,Kau mau saos Niel....".Arjun menuang sedikit saus sambal diatas Mie milik Niel.
"Kupikir Niel suka Asin,Aku akan menambah Garam...".Marvin menaburi sedikit garam di atas Mie milik Niel.Arjun langsung menyuap Niel dengan agak memaksa Niel.Niel mengunyah Mie nya dengan pelan - pelan karena Kepanasan.
"Teman kita sangat menikmatinya,Marvin.Tambah kecap...".Arjun mengambil tissu mengelap mulut Niel yang penuh sisa kuah.Arjun terus menyuap Niel.
"Huaahhh,Huahh...".Niel tampak kepanasan dan kepedasan.
"O Marvin,Niel haus ini...kau bisa mengambilkannya Minum...",Arjun tetap menyuap Niel.
"Baiklah Aku akan mengambilkan Air...".Marvin mengambilkan Niel minuman bersoda satu kaleng",Ini Arjun....Niel sangat suka Aku mentaktirnya...".
Niel tampak kewalahan mengunyah Makanannya.Ia tak bisa berbuat apa - apa Saat Arjun menyuapinya seperti Anak bayi.Mulut Niel penuh minyak sisa kuah Mie.
"Mangkuk kedua giliranku menyuap Niel...".Marvin mengambil mangkok satunya.
"Oh,Niel ingin tambah kecap...".Arjun menaruh Kecap
"Oh oh tunggu,Ia ingin sambel cabe tampaknya...".Marvin menambah Sambal.
"Marvin cepat suap dia,Niel masih lapar ini...".Arjun menyuruh Marvin.Niel menarik Nafas",Niel,ronde kedua....".

Marvin menyuap Niel tanpa henti.Arjun membersihkan mulut Niel yang penuh minyak.Niel tak berkutik.Niel memaksa dirinya Mengunyah cepat.Setelah Mangkuk kedua habis,Marvin memberi Minumannya kepada Niel.

"Ini minummu kawan..."Marvin memberikan minuman soda itu kepada Niel",Kau harus menghabiskannya...".
Niel meminum minuman soda itu sampai habis.Niel tampak kekenyangan.Matanya membuka menutup.Arjun mengambil mangkuknya.
"Niel,Ronde ketiga?".Arjun menawari Niel mie milikknya.
"AEEEEWWWWGGGGHHHH.....".Niel bersendawa sangat panjang.
"Oke Arjun.Niel sudah kenyang.Ayo kita Makan....".Marvin menyantap Makanannya.Arjun juga begitu.

Niel merangkul Marvin dan Arjun.Ia tampak kekenyangan.Niel mendekatkan kepala Marvin dan Arjun ke muka nya sementar Marvin dan Arjun makan.
"Kalian baik sekali,Teman - teman....".


"Oh di sini rupanya kamu sekarang Niel",Teman Niel,Arman dan teman Niel lain",Kau bersama dia",Arman menunjuk Arjun dengan nada mengejek",Kurasa kalian benar - benar...".Arman dan teman - temannya tertawa lepas.

"Memangnya kenapa?Kalo Aku sama dia he...",timpal Niel dengan Nada mengejek juga.
"Kurasa Mereka iri Niel,Atau tidak suka kau bersamaku,Atau dia tak mau kalah saing denganku,Apa Ia juga sama seperti ku?...Mereka ternyata juga menyukaimu Niel...".tambah Arjun dengan nada yang sama.Arman dan teman - temannya langsung diam.
"Ku harap dia tidak menangis saat Niel bersama kita,Dia takut kita merebut Niel Arjun..."lagi Marvin menambah.
"Masih ada cowok lain Marvin,bukan begitu Niel?".
"Yah,Yah...kau benar sekali Arjun..".Kata Niel membungkam Arman dan teman - temannya,"Kuharap dia tidak risi satu kelas denganku....".Arman dan teman - temannya berpaling dari Niel,Marvin dan Arjun.

Niel menikmati saat - saat bersama Arjun dan Marvin.Mereka menikmati waktu bersama mereka.Mereka selalu bercanda.Arjun selalu mengajak bercanda keduanya.

"Ya ampun...".Niel terkesiap menepuk dahinya.Ia ingat sesuatu.
"Kenapa Niel?...Kau masih lapar?".tanya Arjun
"Aku lupa menyiapkan kostumku buat acara besok !!".
"yaaah?!...Kenapa kau sampai lupa,Niel?".sela Marvin
"Tenang teman - teman.Niel ini masih siang,sebentar lagi pulang,Kami akan menemanmu mencari kostum untuk acara besok,Oke?!".
"Baiklah...".
"Aku bisa Niel...".
"O ya Niel,Ini minum lagi,minumanmu masih setengah....".
"AAEEEEWWWWGGGHHHH...".Niel kembali bersendawa.
"iiihh,Kau paling tidak sopan sekali...".seloroh Arjun memencet hidungnya.

Mereka pun tertawa lepas.

****

Salaam-E-Dostana
Sincerely...


Fajar Adi

Komentar

Postingan Populer