Salaam-E-dostana Bab 6

Hari ini akan diadakan Pameran Seni Rupa di sekolah Arjun. Pentas seni juga akan diselenggarakan untuk memeriahkan perayaan Acara Pemilihan Mas dan Mbak Sekolah.

Arjun dan Marvin sejak pagi sudah sibuk di rumah Niel.Mereka membantu Niel untuk merias dirinya.Mereka mendandani Niel dengan memakai pakaian Adat.Mereka sibuk di kamar Niel.Persiapan sudah berjalan setengah bagian.

"Teman - teman,Kumohon kalian tidak mendandaniku seperti topeng monyet ?".Niel duduk diam di atas kursinya.Sementara Marvin sibuk merias wajah Niel.Arjun mempersiapkan baju Niel.

"Niel,Apa yang kau pikirkan ? Dari mana Kami bisa mencarikanmu monyet.Jadi untuk apa kami mendandanimu seperti itu?".ujar Marvin masih sibuk.

"Kami ingin menjadikanmu seorang Raja sehari di sekolah nanti.Semua orang akan memperhatikanmu sepanjang hari.Percaya pada kami Niel ! ",Tambah Arjun 

"Kau boleh mengatakan bahwa kami Amatir,tapi nanti hasilnya akan berbicara.Aku yakin ibu kepala sekolah akan mengajakmu foto narsis setiap saat...".Seloroh Marvin.

"Setidaknya tidak dengan tukang kebun itu,Aku kapok kepergok foto selfi bersamanya.Dia mengejar - ngerjarku untuk mengajakku foto selfi,Huff !!".

"Oh,rupanya temanku ini sudah punya fans fanatik di sekolah? Sayang sekali Kita hampir saja meninggalkan sekolah".Arjun membawakan Pakaian Niel kepada Niel.

"Kukira Fansmu Anak - anak kelas ekstra menari saja,Mereka tampak histeris saat foto bersamamu ! 

Kadang perutku sampai sakit saat Aku tertawa melihatmu tak berdaya diajak foto selfi bersama dengan berbagai pose,Kau tampak terpaksa dan terintimidasi oleh mereka".Marvin memeriksa wajah Niel,

" Kau merasa senang melihatku seperti itu ,Marvin ? Hal Ini membuatku menyesal dengan menjadi salah satu Murid Pintar dan Populer di sekolah ",

Marvin menepuk bahu Niel" Aku merasakan Apa yang Kau rasakan,Teman. Andai Aku bisa seperti dirimu ",Marvin mengecek Wajah Niel",Ku rasa ini cukup Niel.Arjun silahkan pakaiannya...".Marvin membereskan alat riasnya.Niel berdiri.Kini giliran Arjun memakaikan pakaian Niel.

"Baju ini kelihatan pas dan proporsional untuk kau pakai,Niel.Kau akan tampak sempurna menjadi seorang Raja di sekolah...",Arjun 

"Sempurna di Pandangan Kalian,Tapi Kalian tak merasakan betapa Gugupnya diriku ",

"Kami akan mendampingimu nanti,Niel. Kau tidak perlu khawatir. Baiklah,Aku akan memakaikan kain ini Niel",Arjun membalut bagian bawah badan Niel dengan kain batik.

Lalu mengikat pinggang Niel dengan tali ikat pinggang sekolah.Tak sengaja Perut Niel berbunyi",Oo...Ku kira Ikat pinggangnya terlalu kencang hingga perutmu menjerit,atau Kau...".

"Hehe,Aku belum sarapan Arjun...".

"Oh oh.maafkan Hamba Baginda,Hamba belum menyiapkan makan pagi untuk anda...tunggu aku akan mintakan sarapan pada ibumu teman".Marvin keluar kamar mengambilkan Niel sarapan.

"Kami juga belum sarapan Niel...".

"Kenapa kamu tidak bilang sekalian pada Marvin supaya dia membelikanmu sarapan di luar ?".

"Just Relax ! Santai saja,Tuan Muda.Sebelum rajaku ini siap,Aku belum berselera untuk makan baginda...".

"Oh jadi kalian benar - benar memperlakukanku seperti Raja hari ini".

Arjun membantu Niel mengenakan bajunya.
" Seperti yang Kubilang sebelumnya ! Tentu saja,teman.Hari ini adalah hari spesial bagimu.Semua teman telah memilihmu dan menunggu.Rakyatmu telah menunggu rajanya datang....".

"Kau bercanda lagi Arjun?".

"Aku hanya berusaha mengulur rasa laparmu.Kau sangat lapar Niel ! ".

"Ku harap maagku tidak mengganggu acaraku pagi ini...".

Marvin datang membawa sarapan.Marvin menaruh di atas meja.Ia membawa sarapan untuk mereka bertiga.

"Waw!!,"Marvin mendekati Niel",Kau memang seperti Raja ! Wajahmu sangat bersih dan cerah,Tubuh tegap dan berwibawa.Kau sempurna,Niel".

"Tapi satu yang kurang Marvin dari Raja kita ini...".Arjun menyela Marvin yang takjub pada Niel.

"Apa itu Arjun?"

 "Raja kita sedang lapar teman,Mana sarapannya?".Arjun melirik Niel.Niel tampak loyo.

 "Oh tentu,tentu Marvin mengambilkan Niel sarapan",Maafkan hamba,Gusti prabu,Maafkan hamba,silahkan Gusti prabu.Makanannya sudah siap".Marvin menggoda Niel dengan mempersembahkan sarapan di hadapan Niel.

"Arjun,Marvin menggodaku,Aku lapar sekali,Marvin menggodaku.",Niel merengek manja.

"Marvin,sudahlah ! Kasian Raja kita ini,dia sangat kelaparan. Mana Nasinya".Arjun meminta Sarapan Niel pada Marvin.

"Ayo ayo,Niel.Ayo sarapan sini,Oh kasian,anak mama belum makan ya ?Sini nak sini".Arjun mengajak Niel duduk untuk sarapan.

"Arjun,Kumohon,Aku bukan Anak Manja seperti yang mau bayangkan ",Niel melihat Arjun dengan ekspresi wajah merana,

" Aku hanya menirukan Ibuku bagaimana Ia memanjakanku,Niel ",

Niel sedikit mendorong bahu kiri Arjun dengan telunjuknya,dengan rasa gemas" Sebetulnya Kau yang Manja",

"Lalu Kenapa Niel ?Kau iri padaku ?",

"Ah lupakan",

Arjun dan Marvin tertawa.Niel menghabiskan sarapannyan

"Bagaimana nanti dengan kalian berdua? Kalian tidak berdandan?Masak cuma pakai seragam?...".Tanya Niel menyingkirkan piringnya.

"Tenang Niel,Urusan itu gampang,Marvin akan mendandaniku.Iya kan Marvin?".Arjun melihat Marvin.

"Iya Arjun,Kau juga akan mendandaniku kan?".

"Oh..."Arjun terdiam",baiklah...".

"Aku ingin kalian berpakaian seperti perdana Menteri atau tumenggung nantinya..".sela Niel meledek Marvin dan Arjun

"Niel...".Arjun dan Marvin melihat Niel dengan tatapan setengah tajam,

"Eh...itu hanya saran saja kok...hehe...".

Mereka pun tertawa bersama.

***

Tiba di sekolah,Niel dengan kostum adatnya di sambut meriah oleh seluruh siswa dan guru yang ada di sekolah.Mereka bertepuk tangan dan salut pada penampilan Niel.Marvin dan Arjun mengiringi Niel di belakangnya.

Dan di lapangan di gelar pameran seni rupa,Banyak anak yang datang ke pameran itu.Dan saat Niel datang mereka juga menyambut kedatangan Niel.

"Aaa...lihat,Mereka antusias sekali menyambut Niel",kata Arjun pada Marvin",ada yang sampai lompat - lompat kegirangan,kayak ada Artis datang saja...Oh,lihat mereka...".

"Yaah,Arjun.Aku senang sekali mereka menyambut Niel dengan semeriah ini...".

"O o lihat,ada yang meneriaki Niel,Mereka seperti orang gila melihat penampilan Niel...".Arjun menunjuk barisan anak perempuan yang kegirangan memfoto Niel.

"Niel tampak bersemangat hari ini,Aku berhasil membuatnya seperti Raja hari ini....",Kata Marvin bangga pada Arjun.

"Oh itu lihat,Mbak sekolah menunggu Niel...Ia tampak sangat menawan cantik duduk di kursi itu...".

"Iya Marvin dia tampak seperti Ratu...Sangat cantik...Aku akan memfotonya nanti saat Niel bersanding dengannya...".

"Iya Arjun",Marvin merangkul Arjun",Tapi Arjun,Aku capek,Aku masih ngantuk ?".Marvin memasrahkan kepalanya di pundak Arjun.

"Kita ke kelas saja Marvin,kau bisa tidur sebentar...".

"Baiklah Arjun,Ayo kita ke kelas...".

Sementara Marvin tidur di kelas,Arjun sibuk memfoto Niel yang menjadi Mas dan Mbak di atas podium yang dibuatkan sekolah.Hari ini sangat cerah,Wajah mereka pun begitu.Semua Siswa enggan beranjak dari sekitar podium itu.

Arjun melihat keadaan sekolah,dan keadaannya sekarang.Ia sangat bersyukur atas perubahan yang terjadi padanya.Ia melihat Niel dengan pakaian adatnya.Ia sangat senang bisa baikan kembali dengan Niel.Arjun menoleh ke dalam kelas,Marvin tampak tertidur pulas,Arjun dan Marvin sama - sama memakai baju batik biru.Ia sangat senang Marvin mau menerimanya sebagai sahabat,apalagi setiap saat Marvin selalu ada bersamanya.Ia melihat foto yang ada di dalam kamera milik Niel.Ada Foto Arjun,Marvin,dan Niel.Ia tersenyum bahagia melihatnya.

Ia lalu memfoto kemeriahan sekolahan itu.Ia tidak akan melupakan acara ini.Tak lupa Arjun juga memfoto pameran seni rupa.Seperti biasa,Para siswa melihat Arjun dengan pandangan yang berbeda,pandangan yang kurang mengenakkan hati Arjun.Tapi Arjun mengabaikannya,Ia melihat Niel.Niel melihat Arjun melambainya.Niel memberi jempol dan senyum padanya.

Di atas podium,Niel tampak percaya diri.Bersama Mbak Sekolah,Ia terus menampilkan wajah cerah mereka.Semua Siswa memilih mereka untuk jadi Mas dan Mbak di sekolah ini.

"E,Niel...Bajumu bagus,Penampilanmu juga...Ngomong - ngomong kamu ke salon mana ?".tanya Si Mbak,Anita namanya.

"Ah,aku tidak ke salon.Aku berdandan di rumah.Aku tidak memanggil orang salon...".

"Oow..lalu siapa orang yang membuatmu berpenampilan sempurna seperti ini?".tanya Anita keheranan.

"Kau lihat dua anak itu...".Niel menunjuk Arjun dan Marvin.Anita melihat anak yang dimaksud Niel.Ia tidak percaya apa yang ditunjukkan Niel",Mereka yang membuatku seperti ini.Mereka membantuku merias diri...".Kata Niel bangga.

"Kau dengan si Anak Homo itu?".tanya Anita keheranan

"Ku rasa dia tidak seperti itu.Dia sahabatku,Bagaimana pun dia?Kalau dia Homo,Aku juga Homo kan.Karena Semua menuduhnya Homo dan Ia menyukaiku,dan tentunya Aku juga Homo kan...

Kamu sudah tahu kan apa yang Ia lakukan padaku saat Upacara menjelang Acara Mas Mbak tahun lalu ?".

"Yah,Yah...Dia menyelamatkanmu,tapi malah dia yang tertabrak Mobil.ternyata dia sangat baik ya Niel.Aku salut padanya...".

"Marvin juga,Ia membantuku menemui Arjun...".

"Bagaimana pun kalian dan dia,terserahlah...Kalian hebat,Kalian kompak,Kalian sahabat yang hebat...".

"Iya...".

Saatnya Niel berpidato memberi sambutan untuk Acara ini.Semua yang hadir menyimak pidato Niel dengan seksama.Arjun dan Marvin mengamati Niel dari suatu sudut.

"Oh Niel,kawanku.Dia sangat sempurna hari ini,Mereka tampak seperti Raja dan Ratu hari ini.Aku membuatnya sempurna...".

"Iya Marvin,Kuharap bedaknya tidak luntur karena keringatnya,Hari ini lumayan panas.Aku sudah memberinya Sapu tangan tadi",Arjun terus melihat Niel.

"Sapu tangan?Maksudmu ini?".Marvin menunjuk sapu tangan berwarna abu -abu.

"Marvin!!..Ku kira Aku sudah memasukkan ke dalam sakunya Niel.tapi..".

"Arjun,bukannya kamu menyuruhku untuk menyimpannya saat berangkat tadi ? Kemudian kau memintaku untuk menyerahkan pada Niel saat tiba di sekolah ?.

"Uh Ya Ampun.Aku harus memberikan Sapu tangan ini pada Niel",Arjun mengambil sapu tangan yang dipegang Marvin",tapi tidak bisa,Niel di atas panggung"

"Ah bisa,Ayo kita ke Niel".Marvin langsung mengajak Arjun naik ke atas podium.

"Tapi,Marvin,Tapi..".

"Ayolah Arjun,tidak apa - apa...".

Marvin mengajak Arjun ke atas podium untuk memberikan sapu tangan kepada Niel.Arjun merasa malu diajak naik podium.Niel senang Marvin dan Arjun naik ke podium.Marvin menyerahkan Sapu tangan milik Niel.Niel menerimanya.

"Dan Teman - teman ini dia yang membuat penampilanku tampak bagus seperti ini.Inilah Mereka juru tata rias saya,Marvin dan Arjun....".Kata Niel bangga.Semua siswa bertepuk tangan untuk Marvin dan Arjun.

Begitu juga Guru -guru.Semua tersenyum bangga pada Mereka bertiga.Niel merangkul Marvin dan Arjun.Mereka pun di foto."terima kasih teman - teman...".bisik Niel pada Marvin dan Arjun. "Iya Niel...".

Acara itu berlangsung semakin meriah dengan perlombaan seni tari.

***

Dan di suatu saat...

Pagi ini sangat cerah,Matahari terbit dengan sinarnya yang hangat.Langit tampak biru luas membentang dengan beberapa awan tipis berarakan.

Angin bertiup menghempas dedaunan yang runtuh dan kering itu bersama debu di halaman sekolah.Tampak sekolah begitu hening.Jam kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung.Di beberapa kelas terdengar kegaduhan siswa yang jam pelajarannya kosong karena gurunya absen hadir.

Dan di sebuah kelas,Saatnya pergantian mata pelajaran.saatnya guru meninggalkan kelas,dan ada selang waktu sedikit untuk beristirahat.

"Teman - teman,coba dengarkan tentang apa yang aku lihat tadi pagi saat masuk sekolah di pintu Gerbang...".Ujar Niel membangkitkan rasa penasaran.

"Ada apa?Ada apa?Ada murid yang dihukum kah?Ada guru yang marah -marah kah?....".tanya Marvin yang duduk di samping Niel berlainan meja.Ia terlihat penasaran.

"Bukan,Bukan.Ini menarik lagi,dengarkan dulu".

"Kau membuat Marvin penasaran Niel,cepatlah bicara ada apa?".Kata Arjun yang duduk di samping Niel satu meja menyela mereka.

"Iya Iya....Kalian tahu apa yang aku lihat tadi pagi?".

"Apa ?Apa?Aku tidak tahu....".Marvin bertambah Penasaran.

"Awalnya ku kira dia murid baru di sekolah ini,Kita sudah dua bulan di sekolah ini,begitu pun dia.Tapi aku baru menjumpainya tadi pagi ini tadi. Dan di pagi ini,Aku tak sengaja bertemu dengannya. Ketika Aku sampai di gerbang,Angin membawa wangi parfumnya menuju hidung.Wanginya menyita perhatianku.

Dan aku pikir Cewek yang memakai wewangian ini pasti menawan.Masalah Cantik,tidak usah dipertanyakan.Aku pun mencarinya. Akhirnya,Aku menemukannya.Dia berjalan sendiri,Angin menerpa rambutnya yang panjang.Aku langsung terpesona oleh pemandangan ini.Tubuhnya yang tingginya kira - kira sebahuku,namun semampai.

Wajahnya putih bersih.Tatapan matanya tajam mempesona siapa saja yang bertemu pandang dengannya.Pagi ini dia memakai Jaket warna krem.Ia selalu menyapa siapa saja yang berpapasan.dan membuat mereka tak bisa beranjak memandangi dirinya yang terus berjalan.

Begitu pun Aku,Aku melihatnya dari kejauhan.Mataku pun tertuju pada dirinya juga.Pesonanya membuat mataku enggan beranjak dari wajahnya yang cerah.

Saat Ia berjalan,Angin selalu mengiringinya,dan sesekali menyibak rambutnya dengan halus.Ia mengedipkan matanya dengan perlahan juga.

Aku pun mengikuti ke mana Ia pergi,ke kelas mana Ia akan masuk.Setiap Ia berjalan orang selalu memperhatikannya.

Dan Akhirnya Ia masuk di kelas 10-3,...".Jelas Niel panjang lebar terkagum -kagum.

"Ia sangat cantik,pastinya.Aku ingin menemuinya langsung Niel...Kau bisa mengantarkanku menemuinya?". "Tentu Marvin",Niel menepuk bahu Marvin.

"Kau tampak tertarik sekali...".

"O ya,Kau sudah tahu Namanya belum?".

"Sayangnya belum,Padahal semua anak sudah berkenalan dengannya...".

"Ah sayang sekali..."

"Dan sayang sekali kalian harus berhenti sejenak bercerita tentang bidadari ini karena Pak Guru sudah datang.

Dan berharap hari ini tidak kekacauan lagi seperti kemarin...".Arjun menyela Niel dan Marvin yang asyik bercerita",O ya Marvin,Bagaimana Keadaan Dahimu sekarang?Apa masih sakit?....".

Marvin meraba dahinya",Auw,masih agak perih,Arjun. Bisakah kau mengompresnya lagi dengan Es nanti ?",

"Ya ya...Aku heran dengan guru satu ini,dia seorang guru matematika atau Atlit tolak peluru,Kepalamu sampai sakit dilemparnya penghapus...".

"Sudahlah Arjun,Ku lihat kemarin Pria ini sedang dalam masalah pribadi,jadi Ia luapkan Amarahnya kepada muridnya...".

"Bagaimana Kau tahu Niel?".

"Hari ini dia berangkat ke sekolah tanpa Naik sepeda Motor,tak seperti biasanya.Aku coba berbasa basi dengannya.Ia pun cerita padaku Bahwa Ia sempat berebut motor dengan Istrinya yang hendak pergi arisan.Ia pun mengalah...".

"Kenapa mereka tidak berboncengan saja?...".

"Entahlah Arjun...Mereka sempat bertengkar hebat...".

"Bagaimana Kau tahu Niel?".

"Kau tidak melihat Kacamata yang Ia pakai Itu retak Kawan...".

"Owh...hebat!!pengamatan yang jeli Niel..".

Bel istirahat pertama pun berbunyi,semua Siswa dan guru pun menghentikan kegiatan mengajar sejenak.

"Ayo Marvin,Ayo kita temui dia...Aku sudah tidak sabar...".Ajak Niel memasukkan bukunya ke dalam laci.
"Oke Oke,kawan...Ayo".Marvin berdiri merapikan seragamnya.

"Arjun,Ayo ikut kami menemui cewek itu...".Ajak Niel pada Arjun.

"Ummm...Maaf Niel,Aku tidak bisa,Aku nggak enak badan kayaknya....".Arjun mencoba menolak Niel dengan halus.

"Ayolah Kawan,Mungkin setelah kau menemuinya kau akan merasa baikan...".

"Ooh,apa dia akan memberiku obat setelah aku menemuinya?...atau dia akan mengantarku ke klinik setelah aku menemuinya...".

"Ooh,Arjun kumohon...".bujuk Niel berdiri

"Iya Arjun,Kumohon temani kami...".rayu Marvin duduk di kursi Niel.

"Oke Oke,baiklah",Arjun berdiri",Kalian memaksaku.Kalian harus membelikanku teh hangat nanti.".

Marvin mengapit lengan Arjun dan mengajaknya jalan keluar"Itu bisa diatur kawan,Aku juga akan membelikanmu Roti bakar juga....".

"Emmmh,tidak usah Marvin.Teh saja cukup bagiku....".

Niel dan Marvin mengajak Arjun ke kantin.Mereka memesankan teh hangat untuk Arjun.Dan di tengah mereka berada di kantin.Arjun menunjukkan seseorang pada Niel.

"Ooh,Niel temanku...Kau lihat apa yang ku lihat?".

"Ya Arjun.Ada apa?".Niel berbalik badan.

"Pagi ini kau sangat beruntung,coba lihat siapa di sana yang duduk sendiri...".Arjun mengarahkan pandangan Niel.

Angin menerpa Rambutnya dengan halus.Wajah cerahnya membuat orang merasakan desiran halus di dalam hatinya.Cewek yang Niel lihat tadi pagi,tengah duduk sendiri di bawah pohon.

Niel tersenyum lebar dengan merasakan bunga - bunga yang bermekaran di dalam hatinya.Dan desiran halus itu pun mengalir di relung hati Niel.

"Marvin...".Panggil Niel.

"Ya Niel..."Marvin mendekati Niel.

"Itu bidadari yang aku lihat tadi pagi...Ini kesempatan emas untuk mendekatinya.Ayo kawan...".

"Ooh.."Marvin juga terpukau melihat cewek itu",Iya teman...".

Niel dan Marvin langsung mendekati cewek itu.Arjun geleng - geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya.

"Ku harap cupid kehabisan anak panahnya...".kata Arjun.

"Hai...".sapa Niel pada cewek itu berdiri di hadapannya.Cewek itu melihat Niel dan Marvin,Ia mengamati mereka sebentar.

"Hai juga...",sapa Cewek itu dengan senyumnya.

"Boleh Aku duduk...".pinta Niel.

"Emmm...Maksudku kami berdua boleh duduk dekat denganmu..?".sela Marvin.Cewek itu terdiam melihat tingkah mereka berdua.

"Yaaah silahkan...buatlah Kalian nyaman duduk di sampingku..".Sambut cewek itu hangat.Marvin dan Niel langsung duduk di kedua sisi cewek itu.

"Namaku Niel...Aku anak kelas 10-1...".tanpa basa basi Niel memperkenalkan diri.Cewek itu senang melihat Niel.

"Aku anak kelas 10-1 juga,Namaku Marvin...".sela Marvin.Mereka berdua langsung menyodorkan tangannya bersama di hadapan cewek itu.

"Ouw....",Cewek itu menyatukan tangan Niel dan Marvin dan menjabat tangan mereka",senang berkenalan dengan kalian..."

"Lalu bagaimana dengan dirimu?".tanya Niel

"Namamu,kau kelas berapa dan apa,di mana rumahmu,Kau suka makan apa,Kau suka minum apa,Kau suka warna apa,Siapa idolamu,berapa nomer telfonmu,Apa akun facebookmu,dan....".tanya Marvin panjang lebar.

"Ku rasa pertanyaanmu terlalu kompleks Marvin,temanku...".seloroh Niel",Eee...Kau boleh tahu siapa Namamu Temanku?Kami berdua sudah memperkenalkan diri...".

"Ok Baiklah,Niel.Namaku Nikita,Panggil saja Niki,Aku sangat suka dipanggil Niki,terdengar imut...".

"Ow begitu...".timpal Niel

"Baiklah Niki,Kau kelas apa?".

"Aku yakin kau masih kelas satu dan kau kelas 10-3...".

"Dan itu jawaban yang tepat untuk pertanyaan Marvin...Terima Kasih Niel,Kau tepat sekali...".

Niel merasa unggul saat ini.

"O ya Niki,Kau ke sekolah menggunakan apa?Naik bis,Motor Sendiri,diantar,atau rumahmu sekitar sini,hingga kau cuma jalan kaki saja...".

"Rumahku agak jauh Niel,Aku selalu diantar dan dijemput Ayahku...".

"Mmm...Kalo begitu biar nanti aku anter kamu pulang,bagaimana?".tawar Niel.

"Atau denganku saja...".tambah Marvin.

"Mmm...",Nikita tengah menimbang tawaran keduanya,Bel pun berbunyi tanda istirahat pertama selesai",Coba kita lihat nanti,Aku masuk ke kelas duluan...".Nikita meninggalkan Niel dan Marvin dengan lambaian rambutnya yang halus.

"Daaaaaaaaaa....".Niel dan Marvin terpesona melihat Nikita.


Dan semenjak Mereka berdua berkenalan dengan Nikita,Marvin dan Niel selalu bersemangat untuk sekolah.Kehadiran Nikita membawa warna sendiri di hari - hari mereka.

Niel sangat menyukai Nikita,begitu pun Marvin.Mereka selalu menemui Nikita bersama.Keduanya selalu beradu gaya bergombal di depan Nikita.

Niel,Marvin dan Arjun terpilih menjadi Anggota PasKiBraKa di sekolah.Mereka mulai latihan rutin di lapangan.Namun Niel dan Marvin tetap tak melupakan Nikita.

Mereka mempunyai Sahabat baru yang Cantik.


Salaam-E-Dostana
Sincerely



Fajar Adi


Komentar

Postingan Populer