SALAAM - E - DOSTANA 2 ( Arman & Avantika : Menemui Arjun )

Bunyi Kliningan pintu menyela perbincangan di setiap meja para tamu. Arman dan Avantika masuk ke dalam kafe. Kedatangan Mereka menyita perhatian Rama,

Pandangan Rama tertuju pada tangan Avantika yang memegang sekuntum Bunga Mawar. Rama melihat gestur kedua pemuda ini terasa lebih akrab. Sesekali Arman menggenggam tangan Avantika. Rama bisa menyimpulkan Apa yang telah terjadi di antara mereka. 

“ Arman,kau kembali ?Ada Apa ? Ada barangmu yang tertinggal ?”, Tanya Rama mendekati Arman dan Avantika,

“Tidak ada,Ram. Apa Kak Arjun masih berada di kantor ?”’

Pertanyaan Arman membuat Rama penasaran. Ia melihat kedua Pemuda ini dengan penuh tanya dan maksud gerak - gerik bola mata yang tak bisa dijelaskan. Niat Jahilnya seperti biasa muncul.

“ Tumben sekali Kau menanyakan Beliau. Ada maksud Apa ?”,Tanya Rama medekakan wajahnkanya ke Arman.

“ Aku ingin mengantar Avantika bertemu Kak Arjun”,

Rama mengernyitkan dahinya,tatapannya bergeser ke Arah Avantika.

“ Hanya Avantika yang ingin bertemu dengan Bos ? Atau Kau ingin menemui Bos bersama Avantika ? 

Dunia bisa berubah Jika Satu hal luar  biasa terjadi, terlebih Ada  seorang Gadis yang dengan ajaibnya punya keingin bertemu dengan seseorang belum punya Rasa ketertarikan terhadap lawan jenisnya.

Jangan mengantar Avantika berhadapan dengan hal yang beresiko besar,Kawan “,Rama berlagak mengetuk perut Arman,

“Tarik Prasangkamu pada ambang batasnya. Justru prasangka dan kebiasaanmulah yang membahayakan.

Aku dan Avantika hanya ingin bertemu kak Arjun”, Jawab Arman dengan sedikit memberi tatapan tajam kepada Rama,mengimbangi ocehan Rama.

“ Ah ! Semua baik - baik saja,Arman. Lalu,Apa yang ingin Bos lakukan terhadap kalian ? Menjadi konsultan hubungan ? Psikolog bagi kalian yang ingin membicarakan hubungan kalian ?

Oh, How sweet ! Aku punya rasa bangga  padamu,Kawan. Kau telah melalui satu peristiwa yang mengesankan ! “,

“ Aku juga bangga padamu,Rama. Selalu bersama Kak Arjun,kau sepertinya belajar membangun keberanian dan nyali. Kau seperti terdidik olehnya dalam berkata - kata Satir pada orang lain,bahkan pada temanmu sendiri “,

“ Oh tentu. Akulah karyawan yang terlama di sini. Aku bangga menjadi bagian lingkaran orang - orang ini. Ini sudah menjadi ciri khasku “, Rama sedikit membusungkan dadanya,

“ Sebangga itu kau mulai memiliki intensitas kebersamaan lebih banyak dengan Kak Arjun ? 

Aku tak bisa bayangkan jika suatu saat timbul rasa ketertarikan di antara kalian. Aku takut kau malah tertarik pada Beliau”, Arman selalu punya celah untuk mengimbangi Rama “,

 Karena Kesibukan Kak Arjun mengajarimu warisan tingkah laku mereka, Aku khawatir Kak Arjun bisa lupa untuk mengurus dirinya sendiri ,memikirkan dunianya sendiri “,

" Oh,langsung saja suruh Aku memanggilkan dia. Aku akui kau selalu berhasil mengalahkanku untuk Hal ini “, Rama mengangkat salah  satu tangannya dan sedikit membungkukkan badan,Avantika tertawa melihat sandiwara ini,

“ Aku lebih bangga padamu sekarang,Saudara. Kau baik hati mau menunjukkan inisiatif untuk Kami,Bukan begitu ?”,

“ Oh ya,benar !! Kau benar sekali ! “,

“  Kau ingin memanggilkan Kak Arjun,sekarang. Atau ingin memulai pembicaraan dengan topik lain ?”,

“ O baiklah,Romeo.  Tunggu Aku ! Sang Juliet  tak akan dibuat menunggu terlalu lama “,Rama bergegas menuju Kantor.

Arman tertawa ringan merasa unggul di atas Rama. Avantika tertawa lebih keras. Ia menutupi mulutnya saat tertawa.

“ Kau lihat,Avantika. Kau akhirnya tahu,Kenapa Aku merasa nyaman dan betah kerja di sini ?”,

“ Temanmu sangat lucu dan Ramah,Bukan begitu ? Aku kagum pada kalian. Oh Aku terharu “, Avantika mengusap ujung kelopak matanya.

“ Ya. Beberapa Barista di sini punya bakat terpendam. Iqbal pernah sekali menjadi  Superhero. Rama dan Ria terkadang menjadi Pemain Drama dadakan dengan perdebatan hal sepele mereka setiap  hari.

Dan yang baru saja kau lihat,Seorang badut yang terjebak dalam seragam barista,mampu menghibur semua orang “,

“ Dan Kau menjadi Orang yang berperan seperti dalang yang secara Briliant  menciptakan sebuah Komedi seperti barusan ?”,

“ Oh tidak. Aku tak menjadi siapapun di kafe ini. Aku menempatkan diriku sebagai Barista yang biasa saja. Komedi - komedi seperti tadi mengalir begitu saja. 

Hanya saja terkadang Reaksiku malah menciptakan Momen kejutan “,

“Aku bahagia berada di sini,Arman. Dan berada di antara kalian”,Tak sengaja lirikan mata Avantika tertuju pada Piano hitam di sudut kanan “,

Dan tunggu,Arman kau tidak tertarik pada Piano itu “,

“ Piano ?”,

“ Yah. Aku yakin Kau punya bakat lain selama berada di kafe ini. Kupikir Kau pasti bisa bermain bisa bermain Piano ?”,

“ Yah. Kadang - kadang “,

“ Aku benar. Tebakanku benar,bukan ? Kau bisa bermain Piano “,

“ O ya. Setidaknya Aku masih hafal nada - nada lagu “ Ibu Kita Kartini “ sejak SD dulu. Aku masih ingat. Itupun Aku bermain Piano di saat kafe sedang sepi “,

“ Emh. Seperti saat ini. Kau lihat ? Kenapa Kau tak bermain Piano. Aku sangat ingin melihat Kau bermain Piano,Arman  ? “,

“ Apa ? Sekarang ?”,

“ Jika Kau tak keberatan “,

“ Baiklah. Aku hanya bisa bermain Lagu “ Ibu  Kita Kartini “

“ Apapun itu untukku “,

Arman menyanggupi Permintaan Avantika. Arman duduk di atas kursi menghadap Piano. Ia membuka penutup  Barisan Tuts, perlahan. Jemarinya mulai memainkan Irama lagu yang biasa Ia mainkan pada Piano ini.

Avantika berdiri menikmati Permainan Piano Arman. Melihat Avantika terbuai permainan Pianonya,Arman menggeser Badannya sedikit. Arman meminta Avantika duduk di sela kursi yang Ia buat. Avantika  duduk  di samping  Arman. 



Rama membuka pintu kantor kafe ini. Ia mendapati Arjun sedang duduk memandangi Figura foto. Rama bisa merasakan Kerinduan terpancar dari Pandangan Arjun.

“ Bos,Permisi“, Rama menyela momen Arjun

“ Ya Ram. Ada  Apa ? Masuk “,

“ Jika Kau merasa Aku tidak mengganggu waktumu, Aku ingin memberitahku sesuatu padamu “, Rama hadir di samping meja Arjun “, Oh ! foto Kakak Niel dan Kakak Marvin, terakhir kali kalian bertemu sebulan yang lalu,bukan ?”,

“ Ya benar. Apa yang ingin kau sampaikan ?”,

“ Ada dua orang yang sedang menunggu di luar. Sebenarnya tak terlalu penting siapa mereka,menurutku. Mungkin Aku bisa meminta Mereka menemuimu lain kali saja.

Aku tak bisa mengganggu dirimu Ketika Kau merasa membutuhkan waktu untuk melepas Rindu pada Kedua sahabatmu dengan sekedar memandang foto ini “,

“ Jangan begitu,Anak Muda “,Arjun berdiri “, Kesempatan mungkin tak datang dua kali. Aku terbiasa menangguhkan Rasa Rinduku.

Mereka akan menemuiku sore ini. Jadi, Tolong siapkan Meja untuk Pertemuan kami bertiga “,

“ Kau sudah memintaku saat kau baru masuk Kafe tadi, Aku dan Iqbal sudah menyiapkan semuanya. Bila Kau tak keberatan, Apa aku, mungkin serta Adikmu dan Arman , ingin bergabung dengan Pertemuan Kalian nanti ?”,

Arjun memberi uang  tip untuk Rama “ Kerja Bagus, Bujang. Ini untuk kalian. Aku tahu kalian telah bekerja keras  akhir - akhir ini. Semoga ini cukup untuk kalian.

Aku tahu Anak - anakku sudah bisa bekerja secara profesional, silahkan bergabung dengan kami. Tapi tetap pantau keadaan kafe “, Arjun menepuk pergelangan tangan Rama.

Rama menerima Uang ini “ Aku tak berhenti menerima berkat ini. Terima Kasih,kakak. Aku akan mengajak Romi menikmati berkat ini “,

“ So ,Siapa mereka yang menungguku di luar ?”,

“  Oh ! Aku hampir tak percaya Apa yang aku lihat “, Rama sedikit menarik lengan Arjun,mengajak Arjun keluar kantor “, kau juga tak akan percaya Apa yang kau akan lihat “,

“ Kau membuatku Penasaran,Anak Muda. Katakan Saja siapa dia ! “, Arjun mengikuti Rama,

Rama berhenti dan berbalik badan “ Romeo  dan Juliet dari negeri Dongeng datang Ke Kafe Sahabat ! Kedatangan mereka akan membuat Setiap orang merasakan Suasana Indahnya Kisah  Cinta mereka. Kau juga akan merasa hal yang sama,Setelah merasakan Suasana Jiwa yang biasanya Hampa “,

Arjun menjewer Telinga Rama” Kau terlalu banyak berkhayal hingga Pandai membual. Ayo cepat temui mereka “,

“ O maaf,Tuan “,

Arjun melepas tangannya,kemudian mengusap Kepala Rama dengan rasa gemas. Keluar dari kantornya, Arjun bisa menyaksikan sepasang anak  muda duduk berdampingan di kursi Piano. Ternyata Arman dan Avantika.

“ Lihat ! Romeo dan Juliet duduk bersanding dalam suasana Romantis. Aku  bisa merasakan Suasana ini memenuhi Seluruh ruangan ini, sekarang “, Rama merangkul Arjun “, bagaimana denganmu, Tuan ? Apa Suasana Romantis ini mampu menyentuh Suasana hatimu ?”, Tanya Rama tak berhenti menggoda Arjun,

“ Aku akan lebih tersentuh Jika kau bersama dengan gadis yang berhasil takluk dengan Kata - kata manis dan tabiatmu yang duduk di Kursi Piano itu suatu saat,Aku berani mendatangkan Rombongan Pemain Orkestra Ke Kafe ini untuk merayakan Momen Keromantisanmu hingga mampu membuat semua orang merasakan romantisme yang lebih berkesan”, Arjun mencubit Hidung  Rama “, Akhiri Khayalan ini,Anak muda. Ayo temui mereka “,

“  O Manis sekali ! “,

Avantika meminta Arman berhenti bermain saat mengetahui kehadiran Arjun dan Rama. Arman dan Avantika menyambut kedatangan Arjun.

Arman memperkenalkan Avantika pada Arjun. Avantika dan Arjun berkenalan.  Arjun mempersilakan Pasangan ini duduk di Meja terdekat Mereka.

“ Rama,tolong kau buatkan minuman untuk Tamu kita  “

“ Baik Bos. Apa aku perlu menyiapkan minuman Kesukaan Mereka ? Karena aku tahu Apa yang mereka suka ?”,

“ Apapun itu untuk menyambut Tamu Kita. Aku ingin Teh hangat saja “,

“ Siapkan bill untuk minumanku dan Avantika,Ram. Aku akan membayarnya nanti “, 

“ Jangan,Ram. Tidak perlu,Buatkan saja untuk mereka. Jika kau mau minuman yang kau  mau untuk dirimu,buat saja sekalian. Kau bisa bergabung dengan kami Jika kau mau “,

“ Segera siap ! Terima  Kasih “,

“ Tapi Kak Arjun,Aku tidak keberatan untuk membayar Minuman Avantika dan milikku “,

“ Arman,tidak perlu. Avantika dan kau sekarang menjadi Tamuku. Itu bukan Caraku menyambut Tamu. Simpan Uangmu untuk keperluan lain”, Arjun mengusap  lengan Arman “,jadi Apa yang ingin kau bicarakan denganku ?”,

“ Terima kasih,kak Arjun. Ternyata benar apa yang dikatakan Arman. Anda ternyata orang baik Hati “, Kata Avantika memuji Arjun

“ Jangan terlalu formal,Nona. Aku menganggap Karyawan Kafe ini sudah seperti Keluargaku sendiri”,Arjun melihat setangkai Bunga Mawar di atas meja”, Tebakanku Mungkin tak salah tentang Apa yang terjadi di antara kalian 

Arman,kalian sudah saling kenal dan sudah  lebih Akrab. Bukan ?”,

Arman tersipu malu “ Iya kakak “,

“ Ada kalanya Pemuda Pemalu ini menemukan Kebahagiaannya tersendiri sehingga ia sedikit berubah dari keadaan dirinya seperti biasa. Itu wajar terjadi. Semua berhak bahagia atas Apa yang terjadi padanya “,

“ Avantika juga merantau Sendiri di kota ini,kakak. Dia mulai tak nyaman merasakan kesendiriannya di Kota ini. Ia memintaku menjadi salah satu Sahabatnya di Kota ini, Sehingga Ia merasa tak sendirian lagi “,

Arjun  tersenyum “ Bagus sekali. Lalu,kenapa dia tak  memintaku menjadi sahabatnya juga ?”, Pertanyaan Arjun membuat Avantika merasa malu dan terharu “, Anak - anak muda di kafe ini merantau semua,mereka juga menjadi Sahabatku “,

Rama hadir membawa nampan dengan beberapa Minuman di atasnya. Arjun menyajikan minuman untuk setiap Tamunya. Rama mengembalikan Nampan ke meja Bar sejenak,kemudian Ia bergabung dengan meja ini. Arjun mempersilakan Arman dan Avantika minum.

"Anda belum memintaku Menjadi Sahabatmu,Bos. Kenapa Kau belum melakukannya ?”,tanya Rama mencolek tengkuk Arjun dengan halus”, Avantika, Apa minumannya pas ? Aku takut rasanya tak seperti yang Arman buat seperti biasanya “,

“ Rasanya pas Rama. Pasti Arman membuat sesuai Racikan resep Kafe ini “,

“ Tapi, Siapa tahu Arman mengubah resepnya setelah perasaanya berubah saat Ia sudah mengenalmu “,

“ Apa hubungannya dengan meracik minuman Kopi dengan merubah Perasaan ? Rasa kopi tetap nikmat seperti  bagaimana sudah diresepkan. Aku bisa menikmatinya.

Perasaan Arman tak perlu diragukan,Ia selalu melakukan Apapun pekerjaannya dengan setulus hati. Bukan begitu,kakak ?”, tanya Avantika melirik Arjun,

“ Lihat !  Avantika mulai bisa mengikuti kebiasaan kita di kafe ini. Ia sudah belajar setelah Ia beberapa kali ke Kafe ini “, Kata Arman meminum tehnya.

Rama tersenyum kecut “ Aku takut Avantika akan bersahabat dengan Ria. Aku akan sulit melawannya “,

Arjun mengusap kepala Rama “ Ketakutanmu terlalu jauh,Bujang. Persahabatan adalah hak setiap Manusia. 

Ketika dua orang saling bertemu,saling mengenal,kemudian saling memahami,pada Akhirnya terjadi Persahabatan, Tak ada yang perlu dikhawatirkan “, Arjun mengulurkan Tangannya ke hadapan Rama “, Aku memintamu menjadi Sahabatku. Dengan begitu,kau tidak lagi merasakan kecemburuan “,

Rama menjabat Tangan Arjun,tak lupa Ia mencium tangan itu dengan penuh Rasa Hormat. 

“ Aku merasa berkatku lebih lengkap hari ini “, Rama menepuk - nepuk Tangan Arjun “, Aku tidak pernah merasa iri pada  Siapapun sementara Aku merasa memiliki salah satu Orang yang mengerti keadaannku,menerima kekuranganku bahkan membantu mengatasi kesulitan hidupku.

Mungkin Aku tak akan menemukan Sosok yang sama di tempat lain. Terima Kasih,Orang baik “, Senyum Rama sedikit menyingkirkan kesan jahil dari dirinya,

“ Bukan berarti kau bisa menjadikan diriku Orang yang akan berada di Barisanmu “, Arjun menarik tangannya perlahan “ Aku tak mendukung siapapun “,

“ Ah ! Aku hampir saja berhasil merayumu. Aku hampir saja mendapat ‘ Raja ‘ untuk Barisan Bidak Caturku “,

“ Aku tegaskan aku berada di pihak yang netral. Kau ingat itu ! “,

“ Aku merasa Rivalitas ini tak lebih menggairahkan dari waktu ke waktu “,

“ Kau membuat Rivalitas di atas Persahabatan ? Konyol sekali !  Jika perlu,Aku bisa membuat Barisanku sendiri bersama Marvin,Niel,Malika dan Nira untuk melawanmu “,

“ Oh jangan. Orang - orang ini tangguh dengan pengalaman hidup lebih banyak. Jangan lakukan itu “,

Arman dan Avantika mentertawakan Rama yang kalah telak  dalam Permainannya sendiri.

“ Arman,jalani hidupmu dengan caramu sendiri. Nikmati Persahabatan kalian. Jalani hubungan kalian seiring waktu berjalan. Jaga Perasaan kalian masing - masing tanpa melupakan komitmen untuk menjaga satu sama lain  “, Kata - kata Arjun membuat Arman dan Avantika tertegun “, 

Dan bila kalian menghadapi Ujian hidup yang membuat kalian kehilangan banyak tenaga dan pikiran,datanglah padaku,temui diriku. Aku siap memberi dukungan untuk kalian dengan apa yang aku punya.

Aku tumbuh  dan menjalani hidup dengan menjaga dua Insan yang telah berkomitmen menjaga Kebahagiaan hidupku. Kami menjaga satu sama lain. Aku  mendukung setiap hubungan Sahabat -  Sahabatku “, Rama hadir menyela pembicaraan Arjun dengan memberi Figura Foro Niel dan Marvin.

Arjun menunjukkan Foto itu pada Arman dan Avantika “ Aku tak pernah ikut campur pada kelangsungan hubungan mereka. Aku hanya merasa hakku sebatas mendengar keluhan mereka,membantu mengatasi kelelahan mereka.

Terkadang mereka meminta pendapat dan solusi dariku. Aku selalu mendiskusikan pendapatku  dengan mereka,masing - masing. Jika diskusi kami membuahkan solusi tepat untuk mereka,Aku menyemangati mereka untuk membuat hidup mereka lebih bahagia.

Aku cukup banyak memetik pelajaran dari Perjalanan Persahabatan Kami,terutama Niel. Komplek masalahnya, Tapi pada dasarnya Kita perlu menghargai niat Seseorang. Kita perlu memahaminya dan Kita perlu menerima Kebaikan orang itu untuk Kita.

Sekarang kalian bisa lihat, Aku dan kafe milikku akan menjadi tempat di mana kalian bisa menemukan tujuan untuk mencurahkan kegelisahan,masalah dan Kesedihan kalian. Aku akan menjadi salah satu orang yang berusaha mengerti perasaan kalian.

Hidup tak selalu akan berjalan mulus atau lancar,bukan begitu Arman ?”,

Kata - kata Arjun membuat Arman teringat Jasa - jasa Arjun dan Indra. Arman berdiri kemudian memeluk Arjun dari belakang.

“ Aku berkata pada Avantika ‘ aku seperti menemukan Sosok Kakak di Kota ini ‘ ,Apa aku salah ?”,

“ Itu menjadi bentuk penghormatan bagiku. Kau menghormatiku melebihi hubungan atasan dan Karyawan. Kau selalu datang padaku Jika kau merasa lelah “,

Kata - Kata ini membuat Rama bangkit kembali dan seolah - olah mendapat Celah. Arman melepas pelukannya dan kembali duduk. 

“ Aku terlalu bosan tidur lebih lama di kos Jika Aku lelah’,

Rama langsung memotong Pembicaraan Arman “ jadi Kau meminta kak Arjun untuk memijiti seluruh badanmu ? Ternyata lewat Pertemuan ini kau membuat janji  dengan Kak Arjun untuk memijat badanmu ? Kau ternyata punya nyali ! “,sela Rama mencairkan Momen haru ini,

“ Kau bahkan bisa meminta kak Arjun untuk memijat kepalamu agar Pikiranmu kembali waras,Bukan begitu Kakak ?", Arman sedikit menekan Nada Bicaranya

“ Kalian tak akan pernah bisa membayangkan bagaimana Aku menghadapi kekacauan kakakku setelah kehilangan kekasihnya karena kecelakaan atau menghadapi Niel yang depresi menghadapi drama hubungannya dengan Nira.

Kelelahan badan Kalian tak sebanding dengan apa yang selama ini aku dapatkan. Tapi, Aku pastikan kalian akan mendapat servis pijat  badan terbaik dari Terapis langganan kakakku. Kalian mau aku panggilkan ?”,

“ Oh Tidak,tidak, tidak. Aku tak bermaksud merepotkanmu lebih banyak lagi. Aku akan meminta Arman memijit badanku,begitu juga sebaliknya. Arman ,setuju ?’,

“ Aku terganggu dengan kebiasaanmu selalu menunda - nunda mandi.kau kadang lupa memakai deodoran. Keringatmu bau ! “,

“ Oh Romeo ! Bilang saja kau tidak mau. Jangan membicarakan bau badanku di hadapan semua orang “,

Semua Orang tertawa melihat sandiwara ini. Arjun melihat Kembali Figura foto yang Ia genggam. Senyum Dua Sahabatnya semakin menambah Semangat hidupnya.  Anak - anak Muda ini memberi Suasana Riang gembira untukknya.

Arjun tak sabar menanti Kedatang Dua Orang yang ada di Figura foto itu.



Komentar

Postingan Populer