Salaam E dostana Bab 3
Esok hari di kampus Malika,Suasana mulai ramai dengan hawa dingin yang masih terasa karena embun masih lebat melanda bumi ini.Para Mahasiswa mulai lalu lalang melewati pintu gerbang kampus yang terbuka lebar.Jalan raya pun mulai ramai.
Di langit timur sinar matahari mulai menguapkan seluruh embun.Banyak orang berjalan kaki di trotoar sepanjang kampus Malika.Beberapa cewek ini tengah asyik memperbincangkan sesuatu di perjalanan ke kampus mereka melewati trotoar.
"Kalian tahu cowok yang baru aku kenal kemarin?",tanya Malika memandang keramaian jalan raya.
"Siapa?",
"siapa?",Mereka bertanya - tanya.
"Rino itu kah?!",Seorang dari mereka menjawab.Malika menghentikan langkah mereka.
"Kurasa aku sudah menceritakan pria ini beberapa bulan yang lalu.Dia pria kurang ajar teman - teman...".
"Memangnya kenapa?"
"Bukankah Kalian baik - baik saja?,"
"Nina,sayang,Bagaimana perasaan kalian kalau kalian sebagai seorang cewek hanya dijadikan boneka untuk membuat cemburu mantan cewek dari cowok itu sendiri?..Bagaimana perasaan kalian kalau kalian dijadikan pacar oleh pria brengsek seperti Rino itu?",
"Oh separah itu kah,Malika?".
"Kenyataannya seperti itu Karina,Rino menjadikanku pacar hanya bermaksud menunjukkan pada Mantannya kalo dia juga bisa mencari pasangan kembali secepat mungkin seperti mantannya tersebut...",
"Mungkin Rino sudah dimadu sebelumnya oleh Mantan ceweknya...".Alena menyela.
"Fix Alena!!Rino menjelaskan semuanya...Tapi kenyataannya,Mantannya Rino bersungguh - sungguh bahwa ia akan menikah,dan itu terjadi.Akhirnya Rino stress dan memutuskan hubungan kami,Kami sempat bertengkar,Aku sempat memberinya kenang - kenangan untuknya...".
"Oh,kau manis sekali Malika...Apa yang kau berikan?",Sela Karina bertanya.
Malika kembali berjalan.
"Aku menamparnya dengan keras - keras...".kata Malika sadis.
"Uuuuhhh...."
"Owwhhh...Kasian dia".
"Ups...ku harap kau tidak mencakarnya sekalian Malika...".
"Untuk apa aku mencakarnya,Aku baru merawat kuku ku teman - teman.Aku menamparnya saja sudah cukup...".
"Lalu,Kalau bukan Rino,Siapa cowok yang baru kau kenal?".
"Siapa Malika?",
"Siapa sayang?Apa dia orang yang sifatnya sama?".
"Siapa dia temanku kau membuatku penasaran?".
Lalu seseorang datang dengan Motornya dari belakang mereka.Malika menghentikan Langkahnya.Orang itu melepas Helmnya dan turun mematikan Mesin motornya.Semua teman Malika terpana pada orang itu,Ia mendekati Malika.
"Aku ingin mengembalikan tempat makananmu yang kemarin kau antarkan padaku ini,Malika.Sekalian berangkat ke kampus,Aku akan mengembalikan padamu...",Ia menyerahkan sesuatu pada Malika.
"Kau tak perlu repot - repot mengantarnya padaku Marvin.Nanti sore Aku akan mengambilnya ke rumahmu...".Jawab Malika dengan wajah yang cerah.Teman Malika masih terpana pada Wajah Marvin.
"Ku rasa tidak perlu,O ya ibuku membuatkan sarapan untukmu di dalam.Kau akan menyukainya,Malika".Kata Marvin dengan senyumnya.
"Kau repot - repot juga mengantarku sarapan...".
"Aku sahabatmu,Malika.Aku tak pernah merasa repot.Ibuku sangat senang bisa membuatkanmu sarapan,ku harap kau bisa menikmatinya bersama teman - temanmu ini...".Marvin menebar pandangannya ke arah teman - teman Malika.Mereka masih tetap bengong.
"Terima kasih temanku.Katakan pada Ibumu andai beliau bisa membuatku sarapan tiap pagi aku akan ke rumahmu tiap hari...".
"Tentu Malika,Kau terlihat cantik pagi ini....",Kata Marvin menghembuskan hawa segar ke arah jejeran cewek itu.
"Aku sahabatmu Marvin,Aku ingin kau bisa menikmati kecantikanku di tiap pagi."
"Begitu pun teman - temanmu,Mereka tampak cantik dengan wajah mereka...",Marvin pun bergegas meneruskan perjalanannya ke kampus",Sampai jumpa Malika".
Malika melihat teman - temannya.
"Iya Marvin,Semoga harimu sukses...".
Marvin pun langsung tancap gas.Malika melihat sikap teman - teman mereka.Ia memetikkan jari di hadapan wajah teman - temannya.Mereka tersadar dan menatap Malika terbelalak.
"Dialah cowok yang baru ku kenal kemarin teman - temanku....".Malika langsung masuk ke halaman Kampus.
***
Di sela - sela jam kuliahnya,Niel menemui Nira di Taman kampus.Siang ini tak begitu terasa panas karena cuaca tengah berangin.Kali ini,Niel membawakan sebuah Buku Diary kosong untuk Nira.Niel tahu buku Diary milik Nira sudah habis.
Nira duduk di bawah pohon,Ia begitu merasakan rindangnya pohon itu.Tak lama,Niel datang.
"Nira,Maaf ya kelamaan...".Niel duduk di samping Nira.
"Nggak apa - apa,Niel.Aku juga baru duduk di sini...".kata Nira dengan nada yang berbeda,
"Oh ya,ini...",Niel menyerahkan buku Diary yang ia genggam",Aku membawakanmu Buku Diary baru,buku yang lama sudah habis kan?".
Nira tak langsung menerimanya,Ia melihat Buku itu sebentar dan melihat Niel.Ia menerima buku itu.Nira hanya diam.
"Terima Kasih,Niel....".
"Ya sama - sama,Kau tampak beda hari ini?Apa kau sakit ?".
"Tidak,Aku baik - baik saja....".
"Niel,kumohon dengarkan Aku...".pinta Nira halus dengan wajah yang datar.
"Ada apa Nira?Ada apa?Ada yang salah denganku?".tanya Niel penasaran.
"Ku mohon Niel,dengarkan Aku dulu...".
Niel hanya diam sejenak.
"Baiklah Nira...".
"Niel,Selama ini kau selalu memperhatikanku,Kau selalu memperlakukan dengan baik,Kau selalu memberiku benda yang aku suka,dan Kau...",Nira melihat Niel",menyayangiku lebih dari seorang sahabat.
Aku sangat menghargai itu Niel,Aku sangat suka kau bersikap itu padaku,semenjak awal kita bertemu hingga sekarang.Kau cowok yang baik Niel,mungkin orang lain tidak sepertimu",Nira mengeluarkan buku Diarynya yang lama",Setiap hari Aku selalu menulis di buku Diary ini,Aku selalu menumpahkan semuanya dengan menulis di sini...".
"Apa kau ada masalah Nira?",Niel menyela.
"Kau menganggapku sahabat terbaikmu,Niel.Kau menyayangiku melebihi dari seorang sahabat.Kau selalu memberi semuanya Niel.
Semua orang tahu hal ini,Niel.Semua orang melihatnya.Beberapa kali kau memberi barang kesukaanku di depan banyak orang.Jujur Niel,Aku merasa kurang enak dengan mereka,apalagi teman - temanku...".
"Apa selama ini Aku memberi semua yang kamu perlukan dan kamu suka itu tindakan yang salah Nira?".
"Tidak,Niel...tidak.
Namun,beberapa temanku yang akan memberi barang yang sama sengaja Aku tolak dengan halus,karena kau sudah memberinya.
Jadi,Mereka pun melakukan hal yang sia - sia.Awalnya tidak terjadi apa - apa,Namun lama - kelamaan mereka menjauhiku,Niel.
Setiap saat kau selalu ada untukku,Niel.Begitu pun Aku.Setiap saat kau selalu memintaku untuk menemanimu ke mana pun kau pergi.Namun itu tidak bisa memberi waktu untuk temanku memperhatikan diriku,Mereka mulai menjauhiku,Niel.
Ada yang berkata padaku bahwa Aku sudah punya Kamu Niel,jadi untuk apa keberadaan Mereka kalau hanya mereka mengharapkan kehadiranku namun nyatanya tidak bisa.Sikap mereka pun mulai beda Niel padaku.
Mereka mulai tak suka padaku,Memang benar Aku mempunyai dirimu tapi Aku juga perlu mempunyai waktu bersama mereka,Niel.
Keadaan ini mulai terjadi berulang kali.Dan Aku mulai merasa lelah merasakan terasing dengan mereka,Niel....".
"Maafkan,Aku Nira.Aku memang salah...".
Nira menyerahkan beberapa buku Diarynya kepada Niel.
"Maafkan Aku juga,Niel.Maafkan Aku.Aku menyerah dengan keadaan ini.Ku mohon Niel,menjauhlah dariku Niel.Ku mohon Niel,biarkan Aku mempunyai waktu sendiri.Aku ingin merasa bebas sejenak Niel...".
Niel kaget mendengar keputusan Nira ini.
"Tapi,Nira..tapi,Aku tidak bisa.Aku tidak bisa Nira...".
"Ku mohon,Niel.Aku lelah dengan semua ini.Aku ingin sendiri.
Maafkan Aku,Niel.Aku tidak bisa berbuat apa - apa lagi.Aku ingin kau menjauhiku Niel,dan Kumohon Niel...Anggaplah semua ini tidak pernah terjadi.Anggap saja kamu tidak pernah mengenalku...",Nira berdiri dan mulai meninggalkan Niel.
Setiap saat kau selalu ada untukku,Niel.Begitu pun Aku.Setiap saat kau selalu memintaku untuk menemanimu ke mana pun kau pergi.Namun itu tidak bisa memberi waktu untuk temanku memperhatikan diriku,Mereka mulai menjauhiku,Niel.
Ada yang berkata padaku bahwa Aku sudah punya Kamu Niel,jadi untuk apa keberadaan Mereka kalau hanya mereka mengharapkan kehadiranku namun nyatanya tidak bisa.Sikap mereka pun mulai beda Niel padaku.
Mereka mulai tak suka padaku,Memang benar Aku mempunyai dirimu tapi Aku juga perlu mempunyai waktu bersama mereka,Niel.
Keadaan ini mulai terjadi berulang kali.Dan Aku mulai merasa lelah merasakan terasing dengan mereka,Niel....".
"Maafkan,Aku Nira.Aku memang salah...".
Nira menyerahkan beberapa buku Diarynya kepada Niel.
"Maafkan Aku juga,Niel.Maafkan Aku.Aku menyerah dengan keadaan ini.Ku mohon Niel,menjauhlah dariku Niel.Ku mohon Niel,biarkan Aku mempunyai waktu sendiri.Aku ingin merasa bebas sejenak Niel...".
Niel kaget mendengar keputusan Nira ini.
"Tapi,Nira..tapi,Aku tidak bisa.Aku tidak bisa Nira...".
"Ku mohon,Niel.Aku lelah dengan semua ini.Aku ingin sendiri.
Maafkan Aku,Niel.Aku tidak bisa berbuat apa - apa lagi.Aku ingin kau menjauhiku Niel,dan Kumohon Niel...Anggaplah semua ini tidak pernah terjadi.Anggap saja kamu tidak pernah mengenalku...",Nira berdiri dan mulai meninggalkan Niel.
"Nira,Nira tidak Nira.Maafkan Aku Nira...Aku memang salah,tolong maafkan Aku..",Niel menahan tangan Nira.Namun Nira tak memperdulikan Niel.
"Ku mohon,Niel.".
"Aku tidak bisa menganggap ini tidak pernah terjadi,Nira.Aku tidak akan bisa tidak pernah mengenalmu.Kau sahabatku,Nira.Tapi,karena ini permintaanmu,Baiklah Nira..Aku akan berusaha.Aku akan melupakan semuanya Nira".Niel melepas Nira.Dan,Nira pun bergegas meninggalkan Niel.
"Aku juga seperti dirimu Niel...".
setelah Nira agak menjauh..
"Aku tulus menyayangimu Nira.Aku ingin,Kau jangan pernah berkata kau berpisah dariku Nira.itu saja...".
Niel pun bertolak dari tempatnya berdiri dengan wajah yang lesu.
***
Telepon Arjun berbunyi,Panggilan Masuk dari Niel.Arjun tengah berada di pusat kota bersama Indra.Mereka lagi mencari tempat untuk makan.Arjun menjawab telepon Niel.
"Ya Niel,ada apa?".
Niel pun bertolak dari tempatnya berdiri dengan wajah yang lesu.
***
Telepon Arjun berbunyi,Panggilan Masuk dari Niel.Arjun tengah berada di pusat kota bersama Indra.Mereka lagi mencari tempat untuk makan.Arjun menjawab telepon Niel.
"Ya Niel,ada apa?".
"Arjun,Kau berada di rumah ?".
"Tidak.Kakak mengajakku mencari sebuah Kamera untuk meliput tugasnya besok...".
"Kalian sudah mendapatkannya?".
"Ya,Sudah.Kawan,kau sakit?Kau terdengar lesu...".
"Agak sakit,Arjun...".
"Apa kau lapar?...".
"Karena sakit ini Aku menjadi lapar...".
"Kau di mana sekarang,Niel?".
"Aku masih di jalan,Aku mau ke rumah mu.Ku harap kamarmu tidak kau kunci".
"Tidak Niel,Kau bisa meminta kuncinya di ibuku...".
"Terima kasih,Arjun...
".
"Ya kawannku.Kami akan membelikanmu makan sekalian...".
"Ya kawannku.Kami akan membelikanmu makan sekalian...".
"Iya,Aku tunggu".
Arjun mematikan telfonnya.
"Niel?".tanya Indra.
"Iya kak...".
"Ada apa?".
"Entahlah,dia bilang dia sakit.Suaranya terdengar sangat lesu".
"Tak biasanya?".
"Ya baru kali ini,Aku akan membelikannya makan sekalian Kak...".
"Okey....".
Tiba di rumah,Arjun langsung menemui Niel di kamarnya.Saat membuka Pintu,Arjun mendapati Niel tengah termenung di jendela.Niel membuka jendela lebar - lebar.Angin malam masuk ke kamar Arjun.
"Tidak biasanya sahabatku ini seperti ini....".Arjun menyela lamunan Niel.Niel pun sadar dari lamunannya.
"Aku kedinginan Arjun....",kata Niel singkat.
"Kenapa Kau membuka jendela lebar - lebar temanku?".
"Agar hatiku juga bisa ikut dingin....".
Arjun mengambil kursi dan duduk di samping Niel.Ia melihat dua buah buku diary di atas mejanya.
"Dan Aku di sini akan menghangatkan hatimu sahabatku,Apa yang terjadi?Ceritalah semuanya,kau tampak terbebani dengan masalah ini....".
Niel langsung mendekap Arjun.Begitu pun Arjun.
"Kau sahabat terbaikku,Arjun".kata Niel lirih
"Kau juga Niel..."
"Kau sahabatku Arjun,Kau sahabatku yang selalu ada untukku di setiap saat...."
"Tentu saja Niel",
"Saat Aku sakit kau merawatku,Saat Aku bahagia kau melengkapi kebahagiaanku,Saat Aku marah Kau selalu berusaha meredam amarahku,Saat Aku sedih Kau selalu membuatku tersenyum melupakan masalahku.Saat Aku sendiri Kau hadir di sampingku.....".
"Untuk itulah Aku ada untukmu sebagai sahabatmu...".
Niel melepas dekapannya.
"Maafkan Aku Arjun,jika Aku terlalu banyak meminta padamu.Maafkan Aku Arjun,jika Aku pernah marah padamu,atau membuatmu tidak nyaman....",
"Sebanyak apapun kau meminta,Aku akan memberi apa yang kau mau sahabatku...Seberapa besar kesalahanmu tidak akan membuatku dendam kawan...",
"Sebagai sahabatmu,Aku selalu memberi segala yang kau mau,Arjun..",
"Bahkan di setiap Ulang tahunku,Kadomulah yang menjadi Kado paling spesial teman..."
"Begitu pun Marvin..."
"Tidak ada hal baik lagi selain saling mengasihi dan memberi,Niel..."
"Kau benar,Arjun",Niel diam sejenak,"Apa kau senang Arjun?dengan aku memberimu apa saja dan memperhatikanmu?".
"Emh...dengan seperti itu Persahabatan kita bisa lebih berarti dan berkesan,Aku selalu menerima apa pun yang kau beri dengan suka hati Niel,Apalagi kau sangat memperhatikanku,begitu juga Marvin.
Aku,kau,Marvin.Kita bertiga bersahabat.Dari awal kita SMP,kita bersahabat sampai sekarang,Kalian tidak hanya sebagai temanku,tapi kalian sudah seperti keluargaku sendiri Niel.Kalian sudah menjadi bagian keluarga ini Niel.
Kak Indra sudah menganggap Kalian seperti Adik kandungnya sendiri...".
Niel tersenyum polos membuka muka ke arah luar jendela.
"Tapi tidak dengan Nira,Arjun...".
"Apa yang terjadi di antar kalian?".
Niel mengambil dua buah buku diary yang ada di atas meja.Ia menyerahkannya pada Arjun.
"Aku tidak tahu alasan Nira memberi buku diary ini.Dua buku ini ku berikan enam bulan yang lalu padanya waktu masih baru."Niel kembali memandang keluar",Aku tidak tahu alasan Nira memutuskan hubungan kami,hubungan persahabatan Kami,Arjun."
Sembari membaca buku diary itu,"Ceritakan semua Niel...".
"Aku tidak tahu kenapa Nira ingin aku menjauhinya?Bahkan Ia ingin aku menganggap pertemanan kami tidak pernah terjadi dan kita tidak saling mengenal.Aku tidak tahu Arjun apa yang salah pada diriku?
Ia hanya bicara bahwa Ia ingin bebas dariku,dari perhatianku yang sangat menyita waktunya dari teman - temannya.Aku selalu memperhatikannya setiap saat.Dan Aku tidak tahu Nira berubah seperti itu?
Perhatianku membuatnya jauh dari teman - temannya,Arjun.Ia tidak bisa menerima reaksi teman - temannya yang menjauhinya...".
"Seburuk itu kah?".
"Ya,dia mengatakan semuanya.Intinya dia hanya ingin menyendiri sementara waktu ini...".
"Dan Kau tahu untuk alasan apa Niel?".
"Entahlah,Untuk apa sebenarnya?Yang aku tahu dia ingin memperbaiki hubungannya dengan temannya...",
"Apa itu alasan yang sebenarnya?".
"Aku benar - benar tidak tahu Arjun",Niel melihat Arjun
"Kau sudah membaca salah satu diary ini Niel ?".
"Belum Arjun,Setelah menerimanya Aku langsung kemari dan meletakkan di meja tanpa membukanya".
"Untuk teman - temannya Ia ingin kau menjauhinya kan Kawan?,itu salah,itu bukan alasan yang sebenarnya.Coba kamu baca buku ini sebentar saja...",Arjun menyerahkan buku Diary yang Ia baca.Niel membaca Buku diary itu dengan seksama dan lengkap.
'God,help me please.Quit me from these hard choices.Really,I love him,really deep in my heart,Daniel.No matter other boy looking better but He always make my senses everytime better when He beside me.
But Why?I must tied by boy that I don't like with.But Why He must come to our relationship?...Is causes He's son of my dad friend?
So I must befriend with him.Dad want me always to be with him,Dandi.I really don't like him but He pursue me to Love him.However His way to make me fell in his arm..
He always take my chance,He begin ruin my mind terribly...'
"Tuhan,Tolong diriku.Keluarkan aku dari pilihan sulit ini.Sesungguhnya,Aku mencintainya,sungguh di dalam hati ku yang paling dalam,Daniel.Tak masalah bagaimana pun Cowok lain tampak lebih bagus tapi dia selalu membuatku merasa lebih baik setiap saat ketika dia di sampingku.
Tapi kenapa?Aku harus terikat pada cowok yang tidak aku sukai.Tapi kenapa dia harus hadir di hubungan kami?..Apa karena dia anak dari temanku?jadi Aku harus berteman dengannya.Ayah ingin aku selalu bersamanya,Dandi.
Aku benar - benar tidak menyukainya tapi Ia mengejarku untuk mencintainya.Bagaimana pun caranya untuk membuatku jatuh di tangannya....Dia selalu menyita waktuku,dia mulai mengacaukan pikiranku...".
"Jadi untuk ini Nira menjauhiku,Arjun...".
"Jadi untuk ini Nira menjauhiku,Arjun...".
"Iya Niel..."
"Jujur Arjun Aku sangat sakit hati".
"Kau sangat sakit hati,tapi Apa kau dendam dengan cewek yang sangat mencintaimu?".
"Tidak Arjun,Aku kasian padanya.Namun keadaannya,Aku ingin mendekati Nira dan menolongnya.Tapi Nira ingin menjauhiku...".
"Karena Nira ingin menenangkan hatinya dulu,Kawan...".
"Tidak Arjun,Dia ingin memberikan dirinya sepenuhnya pada Cowok itu.Aku ingin mendekatinya...".
"Kau juga mencintainya Niel?".
"Aku tulus menyayanginya,Aku tulus mencintainya,dari awal kami bersahabat Aku selalu tulus menyayanginya Sahabatku...".
"Namun keadaannya sekarang?".
"Itu yang menjadi masalah Arjun".
"Niel,Kawan,Kadang kita harus menyerah pada keadaan.Karena Kita perlu mencari saat yang tepat untuk mengubah keadaan itu.Kita perlu menunggu Niel,sabar.
Nira mencintaimu tapi Ia dihadapkan pada pilihan yang sulit saat ini.Ia tidak ingin kau ikut dalam masalahnya,Kawan.Karena dengan menyendiri Ia akan memperbaiki keadaannya dengan caranya sendiri.
Aku mendukung niatmu Niel,Aku juga merasa kasian pada Nira.Aku sangat senang jika kalian bisa bersatu...".
"Tapi pelan - pelan perasaannya akan berubah terhadap cowok itu".
"Tapi,ia bersungguh - sungguh mencintaimu,Ia memendam rasa cintanya di hatinya yang paling dalam.Percayalah Niel,suatu saat Nira akan datang padamu dengan cintanya.Kita hanya perlu bersabar kawan...".Arjun merangkul Niel.Niel melihat Arjun.Ia tersenyum pada Arjun.
"Dan Aku sekarang seorang diri tanpa Nira,Arjun....".
"Dan Untuk apa aku dan Marvin ada di samping setiap saat?",Arjun menunjuk bulan dengan beberapa bintang di sekelilingnya,"Kawan,lihat itu.Kau bagaikan bulan.
Ada kalanya Cahaya bulan terang atau redup.Itu seperti keadaan hatimu.Tapi coba lihat di sekeliling bulab itu,Bintang - bintang selalu berpijar terang seolah - olah memberi dukungan terangnya pada bulan.
Kau memang sendiri seperti bulan itu,Tapi Aku dan Marvin akan menjadi seperti bintang - bintang itu Sahabatku...Begitupun temanmu yang lain..Kau boleh kehilangan Nira dari sisimu,tapi kami tidak akan pernag hilang dari sisimu,Sahabatku...".Jelas Arjun dengan Nada yang halus.
Niel terus memandang Arjun.
"Aku tahu kau akan selalu menghangatkan hatiku Arjun".Niel pun kembali memeluk Arjun.Arjun mengusap punggung Niel.
Malam itu berlalu dengan Hati Niel yang mulai membaik.Angin lalu dibiarkan masuk menyibak seluruh ruangan.Dan Bulan tetap bersinar di malam itu.
****
Salaam-E-Dostana
Sincerely...
Fajar Adi
Niel terus memandang Arjun.
"Aku tahu kau akan selalu menghangatkan hatiku Arjun".Niel pun kembali memeluk Arjun.Arjun mengusap punggung Niel.
Malam itu berlalu dengan Hati Niel yang mulai membaik.Angin lalu dibiarkan masuk menyibak seluruh ruangan.Dan Bulan tetap bersinar di malam itu.
****
Salaam-E-Dostana
Sincerely...
Fajar Adi
Komentar
Posting Komentar