PAINMATE
Taman Kota di Saat ini. waktu sudah beranjak dari tengah hari. perlahan terik matahari mulai terasa memudar. Angin segar bertiup ke seluruh penjuru taman.
Bunga bunga itu,kuncup kuncupnya yang berwarna. Kolam dengan bentuk bundar dengan air mancur yang airnya terpancar tinggi. Tanaman teratai dan bunga yang tampak goyah mengikuti riak air.
Beberapa Gazebo dengan beberapa remaja bermain di dalamnya. jalan setapak tampak bersih. rumput rumput tertata rapi.
Kursi - Kursi panjang dari besi berada di sepanjang pinggir taman. beberapa kosong,beberapa lain ada yang digunakan untuk duduk,makan dan tidur siang sejenak.
Tertuju pada Seorang Anak muda yang duduk di salah satu kursi ini. Duduk membisu,masih mengenakan jaket dan topi. sepanjang waktu hanya tertunduk namun di kepalanya terjadi kekacauan.
Masalah di kampus dan pacarnya. ia mengangkat pandangannya. seorang tukang kebun tampak memotong daun daun yang layu di sebrang tempatnya duduk.
Problem karena pacarnya,membuat
dirinya menjadi sasaran bully oleh teman pacarnya. ia menyalakan handphonenya. ia membuka Instagram. muncul banyak notifikasi tentang komentar di salah satu postingan terakhirnya.
Tak sedikit Direct Message juga yang ia terima,sayangnya isinya sama semua,mengejek dirinya,menghujat dirinya,dan membully dirinya.
"ANAK KORUPTOR !! ANAK ORANG FIKIRANNYA KOTOR!!",bahasa yang sarkas saat ia membaca Direct Message yang ketiga.
Ia masih merasa menggenggam sesuatu. ia membuka tangannya. sebuah origami yang terkoyak. baru saja terkoyak oleh pacarnya.
Ia mengalihkan perhatiannya dari Handphone,ternyata malah menambah kekacauan di fikirannya. ia menghela nafas.
Beberapa saat kemudian,Seorang anak Gadis duduk di ujung lain kursi. begitu saja Gadis itu memecah tangis. ia melihat handphonenya.
"Kalo kamu masih gak mau berubah,lebih baik kita putus!! aku udah muak pacaran sama kamu,kamu tiba tiba berubah...??"satu pesan WhatsApp itu yang menjadi penyebab kesedihan dan rasa sakit itu.
Gadis ini menangis cukup lama. Pemuda di sebelahnya pun mulai terganggu karena keras suara tangisnya.
Ia terus mengusap air mata. Kemudian seseorang menyodorinya tissue. ia berhenti terisak dan melihat siapa yang pemilik tissue ini. Pemuda yang ada di sebelahnya.
Senyum yang samar untuk sedikit menenangkan hati. Gadis itu menerima tissue itu dan membersihkan wajahnya.
"Thanks Ya...",
"Iya...",
Pemuda itu kembali duduk dan membisu. Gadis itu bertanya tanya siapa pemuda ini. ia melihat pemuda ini dari ujung kepala sampai ujung kaki. ia melihat Origami rusak yang ada di sebelah Pemuda itu.
"Maafin aku ya...",Gadis itu segan untuk menoleh ke arah pemuda itu.
"Maaf ? Maaf buat apa?",Pemuda itu menoleh namun pandangannya tertuju pada handphone gadis itu.
"Aku udah nangis tadi,keras banget,aku nangis gitu aja,aku pikir kamu pasti keganggu...",
"Oh,nggak kok. santai aja lagi...",sikap pemuda ini sangat dingin.
"Thanks ya buat tissuenya"
"Yah sama sama...",
"Ternyata masih ada orang baik sama aku ?"
pemuda itu terdiam."maksud kamu ?",
"aku baru tahu hari ini tadi,banyak temen aku yang munafik,jahat sama aku di belakang aku",
"yah,mo gimana lagi. kayaknya kamu samaan sama aku...",
Gadis itu menoleh"samaan gimana ?",
"ketika kita terjatuh,atau kena sial,kena masalah,pasti beberapa orang dari temen kita bakal jauhin kita,atau bahkan ada yang diam diam nusuk kita dari belakang,karena ngrasa dia sudah punya power,punya kuasa buat nyaingin kita. This so damn freak,,rite ?",
"Kamu betul...",keadaan si Gadis mulai membaik",dengan begitu kita bakalan tahu mana saja yang benar benar jadi sahabat ato teman kita dengan tulus,beneran dan saling support,sahabat sejati...",
"Masalah bikin kita dewasa,Masalah melatih otak kita untuk berpikir mencari solusi buat nyeleseinnya,Masalah melatih mental kita supaya kita tegar dan kuat,tahan banting. tapi bukan kayak smack down,"si Pemuda sedikit menghadirkan kata kata Canda",salah salah badan kita yang ancur...",
si Gadis tertawa ringan. Mukanya mulai menampakkan rona ceria. Si Pemuda agak membuka topinya ke atas.
Tampak wajahnya yang putih bersih.
"kamu sedikit lucu juga yaa";
"Kalo aku bisa bikin banyak kelucuan,,pasti aku bakalan juara Stand Up Comedy",Si Pemuda membuang muka dan sedikit membentuk senyum.
Si Pemuda berhasil membuat si Gadis terbahak bahak. Tekanan karena masalahnya tak begitu ia rasakan. Sama halnya dengan si Pemuda.
Mereka mengobrol lebih lama. kemudian mereka berpisah. Keduanya melangkah dengan ringan,tak seperti sebelum mereka bertemu.
Si Gadis tergerak menoleh ke belakang untuk melihat Pemuda itu. Senyum lebar pertanda hilang sudah rasa gundah,ia kembali melihat ke depan.
Sama halnya Si Pemuda,Ia menoleh ke Gadis. Senyum di Ujung bibir kirinya. Ia menarik Topinya ke bawah untuk kembali menutupi Wajahnya. Ia kembali melihat ke depan.
***
"aku mergokin mereka cerita di depan aku kemarin pas pulang kampus. aku gak langsug nglabrak mereka,biar aku tahu sedikit demi sedikit apa yang mereka rencanain di belakang aku...",
"Buat ngejatuhin kamu ?",
"Absolutely,right,"Si Gadis melirik kemudian melanjutkan ceritanya",Gina sama Irene,Gina awalnya sahabat karib aku,trus Irene dateng,temenan sama Gina,and Instantly with me also,
tapi, awalnya aku punya negative thinking sama Irene,ada sesuatu hal yang nggak beres bakal terjadi suatu saat nanti. dan alhasil,Irene berhasil membuat Gina berubah,berubah jauhin aku.
setiap aku nanya sama Gina kenapa,dia bilang gak apa apa, dia bilang Irene mulai sering ngajak dia Hang Out.
Okey,fine,jujur aku bukan tipikal cewek yang suka hang out ke sana ke mari.
i just realize,aku kuliah,banyak tugas ini itu,harus selesai tepat waktu,so i always think How could i work till don't waste my time,Right ?",
Si Pemuda meminum Ice Coffeenya. sesekali mengangguk dan mendengarkan cerita si Gadis.
"gak cuma Gina,Nina,temen lain aku juga mulai dideketin sama Irene,Nina rupanya punya rasa gak seneng sama aku udah lama,gak tahu kenapa,yang jelas aku sempet denger mereka bilang mau suruh Nina nemuin aku,eksekusi aku...",
"Sorry,ngelabrak kamu mungkin ?",
"It may be happened,i just wait that time,aku juga bakal sikat mereka,sakit tahu nggak rasanya punya temen temen yang diam diam berkhianat sama nusuk dari belakang...",
"sakit banget,sakit banget beneran,aku juga ngrasain kayak kamu kok",
"Oh ya ?,gimana ceritanya ?",tidak sengaja mata si Gadis menangkap Si pemuda menggenggam sebuah kertas yang terbentuk menjadi origami,namun origami rusak,terkoyak",lhoh,itu apaan ?boleh aku liat nggak ?",
"Ah ini,nggak penting",Si pemuda menunjukkan origami rusak,
"kalo nggak penting,kenapa kamu masih pegang ?kenapa coba ?",Si gadis dengan rasa ingin tahu yang cukup besar,
"Okey,fine,ini masalah aku,origami sama pacar aku,Malvika",Si pemuda menaruh gelas coffeenya,
"Okey,cerita aja,aku siap dengerin kamu kok...",
Si pemuda sejenak melirik si gadis,ia menarik ujung bibirnya untuk membentuk senyum kecil.
"Koran masih memuat berita tentang kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum,dan sekarang udah naik ke pengadilan. Papa aku jadi salah satu tersangkanya,awalnya aku gak percaya kalo papa aku sampe keseret kasus ini,padahal papa aku kerjanya fine fine aja.
tapi,entah gimana bisa,atau mungkin ada rekayasa supaya papa aku involved in this case. damn !!",Tangan kanannya memukul telapak tangan kirinya",sampe sampe kasus ini masuk koran,laman berita di media tingkat kota sama propinsi ini.
sialnya lagi,hal ini jadi bahan bullyan aku sama rival aku,Beny,di kampus. dia berhasil bikin berita ini viral di kampus. orang satu kampus bully aku Anak Koruptor,Tikus Koruptor,aku nggak terima dijulukin sama di bully kayak gini.
parahnya lagi,Benny sekongkol sama temen temen Malvika yang nggak welcome sama aku pacarin Malvika,mereka mulai deketin Malvika,jelek jelekin nama aku. Malvika sebenernya sayang sama aku,aku kena masalah ini juga dia tetep setia sama aku,ngehibur aku,
Orang orang jahat sama sirik ada aja caranya buat pisahin kita,Benny ngajak anak anak satu kampus buat bully Malvika yang masih keep faith sama aku. temen temen Malvika disuruh Benny buat jauhin Malvika,
Damn !! Malvika dilema,and finally,dia mulai jaga jarak sama aku,aku pun berusaha gimana caranya biar bisa deket terus sama Malvika,dan...",Si Pemuda menunjukkan Origami itu",Malvika kasih aku challenge buat bikin Origami,awalnya aku nggak bisa,
tapi aku tetep nyoba supaya bisa,tapi sia sia, Malvika give up and turn hate me like another one...",suasana melow yang mulai membawa pemuda ini dalam rasa sedih,
"That is so terrible circumstances,tapi kamu lebih parah...",
"Yah,aku sadar kok,roda itu selalu berputar,and i just be at down side...",
"be patient,boys. time will change everythings",
"Even her feelings toward me ?",
"The truth will be revealed and this will become begining...",
"aku harap ini bakalan terjadi,and always keep trying...",
"Trying about What ?",
Si pemuda melirik Origami yang ia pegang. ia mengurungkan niatnya untuk membuangnya.
"Well,Marvel kamu gak usah kepikiran lagi,aku bakalan bantu kamu. aku bakalan kasi tahu gimana caranya bikin origami,yang bagus...",
"Thanks,Sha. kayaknya lebih baik kita temenan aja...",Si Pemuda,Marvel mengulurkan tangannya.
"Of Course,Marvel",Marsha menjabat tangan Marvel",lets make a good thing in the beginning",
Mario tersenyum dan memakai topi. Marsha mendekap bukunya. Mereka berpisah. Mereka berjalan bertolak arah.
***
Marvel tidak sengaja bertemu Marsha di kota. Marsha hendak pergi ke suatu sanggar. Marvel menemani perjalanan Marsha.
"Bulan depan Kampus ngadain acara ulang tahun kampus,banyak yang mau kasihspontanitas sama performance gitu...",
"jadi kamu tertarik buat ikutan tampil di accara itu ?",
"Awalnya,aku nggak mau ikutan kasih penampilan,,tapi gara gara irene,yang udah berhasil ngerebut semua temen aku,nyinyirin aku di depan Mario masalah aku ini anak yang gak bisa apa apa padahal irene juga mau ikut tampil,mereka mau dance group katanya.
Mario nggak bilang sama aku juga kalo dia mau tampil,Mario mulai ngabaiin aku,Mario mulai gak suka sama aku,padahal kita udah enam bulan pacaran dan selama ini fine fine aja,
tapi semenjak irene dateng ke aku bikin masalah sedemikian rupa ke aku,Mario pun kena imbasnya,kalo diceritain sih panjang lebar,intinya Marvel,kita berdua lagi samaan,lagi kena sial...",
"Oke,so What will you do ?",
"aku mau perform nyanyi,so aku ke teman papa aku,om william buat latihan nyanyi di punya sanggar sama studio,dia bakal jadi coach aku nyanyi,
aku liat di sanggar juga banyak yang latihan main alat musik,Om william juga membina satu Band yang personilnya anak anak muda. dilatih sama Om william penampilan mereka gak kalah kok sama band band yang udah populer....",
"main alat musik ?Ngeband ?",Marvel menyangga dagunya sesekali mengusapnya dengan jari telunjuk",bolehlah boleh,kayaknya aku juga tertarik,O ya,kira kira Om william masih terima murid lagi nggak buat latihan nyanyi...",
"iya masih,vel. siapa yang mau gabung ?",
"aku...",
"kamu ?",
"Ya",
"Why ?"
"jenuh juga sih tiap hari nerima DM an dari orang orang yang isinya bully aku ejek aku,capeknya juga gara gara susah ngajak Malvika ngechat.
kayaknya dia udah males sama aku,apalagi aku juga belum bisa bikin origami...",
Marsha terkesiap. dan menoleh ke Marvel.
"Oh sorry ya Marvel. aku belom ada waktu buat itu...",
"Gak papa,gak papa. santai aja lagi,yang penting sekarang kamu temuin aku sama Om William,kayaknya latihan main gitar bakalan enak,bisa ngilangin jenuh...",
"Iya iya,percaya deh sama aku...",
***
Semenjak itu,dengan pergi ke sanggar untuk menekuni Hobi Baru. Marsha mulai antusias menekuni latihan Vokalnya bersama Om William,Pemilik Sanggar sekaligus teman Mamanya.
Awalnya,ia berlatih vokal hanya untuk menjawab tantangan Irene yang menyindirnya di hadapan Mario,Pacarnya. Namun,hari demi hari,passion untuk bisa mengolah suaranya menjadi lebih baik tumbuh secara alami.
Sama halnya dengan Marsha,saran Marsha pun berhasil terjadi pada Marvel. Om William mengarahkan Marvel untuk bergabung bersama grup akustik binaannya.
Beberapa Pemuda binaan Om William yang sama mempelajari cara bermain Gitar. Gio,Tian,Javed,dan Dion,semuanya menerima baik kehadiran Marvel. Alah bisa karena biasa,terbiasa berlatih bersama teman teman barunya,Marvel dengan cepat menguasai cara bermain Gitar ala profesionalis.
Dengan begitu,perhatian mereka perlahan teralihkan. Setiap Sepulang kampus,baik Marvel atau Marsha selalu bergegas untuk pergi ke sanggar. Walau sesekali masih mendapat ejekan dan bullyan dari siapa pun seperti mulai tak berpengaruh pada Marvel dan Marsha. Keduanya selalu membangun energi untuk mengabaikannya. setiap tantangan yang diberikan Om William setiap harinya selalu menyita perhatian mereka.
Suatu Sore,Marsha dan Marvel berpisah di suatu halte. Bus yang akan digunakan Marsha sudah tampak dari kejauhan.
"Nervous abis liat Evaluasi latihan kamu hari ini,aku pikir kontrol suara kamu mulai bagus,Vibra kamu mulai terdengar smooth dan mantap...",
"Emh,thanks Vel."Marsha menggeleng", kamu juga,aku tadi gak sengaja liat kamu jamming sama temen temen,tahu nggak harmonisasi permainan gitar kamu gak kalah sama band yang udah top ! btw,aku tadi shoot kamu...",
"What ?! shoot aku ?!,jangan jangan kamu bikin story di Instagram ?",
"yah gak sengaja,abis bagus sih,aku juga tag nama kamu kok di situ...",
Marvel menepuk dahinya"duh,gimana kalo sampe Malvika liat ?",
"So,what's matter ? lagian udah bisa kan bikin origaminya...:,
"aku khawatir kalo nanti bakalan jadi bahan buat orang orang bully aku,apalagi Malvika,,Ah Whatever...",Marvel sedikit menjambak rambutnya",Origami ?Oh ya Origami,aku punya planning dengan Origami...",
"What's that ?",
"Ada deh,nanti aku mau diskusiin sama kamu,soal ultahnya Malvika...",
"Okey,fine,O ya Marvel,wish me luck buat performance aku nanti di Acara yah...",
"Always...",Marvel mengangguk menyertai senyum.
Marsha pun naik ke Bus.
"Thanks Bro...Keep Happy..Bye...", Bus Marsha pun langsung melaju. Marvel melambaikan tangan ke arah Bus.
***
Pagi hari,pagi yang cerah,Marsha sudah sampai di halaman kampus. Papanya mengantarnya ke kampus.
Ia masih mendapat ejekan dari beberapa gadis yang lewat di hadapannya. dulu reaksi wajahnya cemberut atau hingga menunjukkan Kepalan tangannya,namun sekarang,ia hanya tersenyum samar dan spontan mengalihkan pandangan.
Mengalihkan Pandangan tak sengaja melihat Mario berkelahi di Parkiran dengan personil tim lawan basket Mario. Mario dikeroyok,Marsha awalnya ragu untuk menolong Mario karena hatinya masih sakit menerima sikap Mario yang terpengaruh oleh Perilaku Irene.
Namun,rasa sayang menyingkirkan keraguan,Marsha segera berlari ke arah Parkiran. Seseorang hendak memukul Mario namun Marsha segera merentangkan tangan dan menjadikan badannya sebagai tameng untuk Mario.
Terkejut kehadiran Marsha,Ketiga pemuda ini diam. kekuatan Marsha pada tatapannya,Kekuatan yang diam diam menciutkan nyali siapa saja yang tercengkram oleh tatapannya.
Marsha merenggut kerah Pemuda yang ada di hadapan dan sekuat tenaga menariknya.
"aku tahu kalian jago main basket,badan kalian gedhe,siapa takut ?!",Kata Marsha geram",kalo kalian sampe berani,nyentuh Mario secuil pun aku bakal teriak,atau bayangin aja,lutut aku kalo sampe melayang naik ke atas dengan keras...",Marsha melihat
Pemuda ini menelan ludah.
Mario tak menyangka Marsha akan seberani ini. salah satu pemuda ini nekad menyerang Marsha. Marsha pun kalap,ia segera menghujamkan lututnya sekuat tenaga ke kemaluan pemuda yang kerahnya ia renggut.
Ia melipat sikunya dengan kuat kemudan menyerang perut pemuda yang menyerangnya. Terlalu keras dan besar kekuatan Marsha,pemuda itu meringis kesakitan dan mundur berangsur.
Marsha melihat Pemuda satunya. sedikit terlihat bergidik,Marsha menatap pemuda ini. Perlahan ia mengambil sendal hak tingginya yang terbuat dari kayu.
"Sendal aku ini berat lho. nggak nyangka kan kalo cewek bisa pake sendal seberat ini ?",Marsha menunjukkan Sendalnya. Mario mengusap darahnya di ujung bibir. ",kalo kamu lempar bola ke aku beratnya gak seberapa,gimana kalo sendal aku ini ke kepala kamu,sayang kan kalo kamu besok gak ikut main basket sama temen kamu ?",ancaman Marsha semakin menakutkan"satu kayaknya mana cukup ?dua boleh ?",
Pemuda ini kakinya gemetaran dan tergerak untuk berbalik.
"Eh mau ke mana ?",Aksi Marsha ini mulai mengundang perhatian",mau ke mana ?takut ? kalian aja berani ngeroyok cowok. kenapa kalian nggak berani sama aku. kalian mau juga aku tambahin sendal ?",Marsha melihat dua pemuda yang peringisan ini. Mereka pun bangkit dan meninggalkan Marsha.
Marsha memeriksa keadaan Mario. Mario membuang muka seperti biasa ia lakukan. Marsha selalu tersinggung dengan sikap ini.
Marsha berusaha memadam rasa sakit yang sedikit tersulut dalam hatinya. ia rasa tak perlu lama lama melihat dan merasakan sikap ini. Marsha pun beranjak.
Namun,Mario menahan tangan Marsha dan berbalik muka,begitu juga Marsha.
"Apa Gimana rasanya sakit hati kamu sama rasanya kayak aku dikeroyok barusan gini ?",
Marsha sedikit menghela nafas"Kalo kamu ngrasa sama seperti mereka, mukulin badan aku,nonjokin badan aku,mungkin kayak gitu. kalo ditonjok sama tangan di pipi,kamu pasti bakal bisa liat pipi aku lebam.
coba kalo kamu mukulin hati aku,nonjokin perasaan aku,apa kamu bisa liat gimana hati aku sama perasaan aku ?",kata kata Marsha membuat Mario tak berkutik.
Mario mengangguk"aku ngerti aku ngerti,so,kenapa kamu masih mau nolongin aku kayak gini ?padahal aku udah nyakitin kamu sama benci banget sama kamu...",
"Adakalanya aku menjadi orang lain buat kamu,adakalanya aku jadi orang spesial buat kamu,orang yang kamu sayangin,adakalanya aku jadi orang jahat dan hina buat kamu,orang yang paling kamu benci,semua itu terjadi cuma dalam satu fase.
orang lain atau bukan orang lain buat aku,sesama manusia wajib tolong menolong,soal kena masalah atau tidak,setidaknya mengabaikan keadaan gak bakalan memperburuk keadaan...",Marsha menguraikan perkataannya dengan pelan dan jelas.
Mario semakin merasa malu di hadapan Marsha.
Mario melepas tangan Marsha.
"apa kamu juga benci sama aku ?karena sikap aku ke kamu ?",
"Kalo aku benci sama kamu,aku udah ninggalin kamu. kalo kamu mikir aku tipe cewek yang berpikir Cowok gak cuma satu,masih ada yang lain,untuk apa aku latihan kuat sama sabar nanggepin semua ini,ngadepin keadaan kayak gini.
Cowok boleh bilang hati cewek itu rapuh,karena ia takut kalo cowok yang ia sayangin sampe berpaling dari dia.
Cowok boleh bilang cewek itu cengeng,karena ia takut kalo cowok sampe gak bales kesetiaannya sama ketulusannya. nggak tahu atau nggak,mungkin di luar sana masih ada cewek yang munafik...",Marsha pun meninggalkan Mario dengan hati yang lega setelah bisa mengutarakan itu semua.
Mario terdiam,hanya bisa memandang Marsha meninggalkannya. Ia bangkit berdiri,penyesalan dan dilema mulai terasa di dalam hati.
Ia masih mencintai Marsha,namun Keadaan yang kacau karena ulah teman temannya mempengaruhi hubungannya dengan Marsha.
Mario bisa tahu bagaimana perasaan Marsha dari Cara Bicara Marsha yang tak biasa. Cara Bicara yang tenang,tanpa tergesa gesa,namun mengena sekali setiap perkataannya. Tak disangka.
Mata Marsha bisa menyampaikan gambaran keadaan hatinya dengan jelas. namun sekarang yang jelas,Mario telah membuat Cinta Marsha sia sia.
Dilema,Mario masih enggan datang pada Marsha kemudian memeluknya untuk menghiburnya. ia berpikir dan berharap saat yang tepat akan datang padanya.
Marsha menghapus sebulir air mata yang terasa ada di ujung kelopak mata kanannya. ia menarik nafas dan bergegas menuju kelas.
***
Sementara itu,di taman biasa,Marvel tampak melamun. ia menyangga dagunya,angin sore berlalu di depan wajahnya.
Begitu juga ingatan tentang kejadian kemarin sore di pintu gerbang Kampus. Sore dengan mendung yang tebal,tetes tetes air hujan menjadi tanda bahwa hujan deras sebentar lagi turun.
Tak sengaja Marvel berpapasan dengan Malvika. Malvika menahan pergelangan tangan Marvel tanpa memandang wajah dulu. Marvel terkesiap,dan melirik ke arah belakang.
Wajah Malvika bisu namun dalam hatinya siap mengatakan dan mencurahkan segala isi hatinya. keduanya berbalik.
"jangan pergi...dulu...",kata Malvika langsung memandang Marvel,
Marvel mengangguk pelan,namun dalam hati ada kekhawatiran. Marvel melihat ada yang lain pada diri Malvika,ia tampak gundah.
Malvika enggan melepas Marvel kali ini " kamu ke mana aja ?...",masih dengan nada yang berat Malvika bertanya",Kamu ke mana aja ? aku telfon kamu berapa kali,kamu gak angkat,kamu gak jawab.
aku chat ke kamu,tapi kamu nggak bales,apalagi DM,kamu gak ada reaksi sedikit pun ke aku. kamu ke mana aja,kemarin ?",
"aku nemenin papa aku sidang seharian. aku nemenin papa ketemu sama pengacara sama nyelesein...",
"segitunya kamu sampe gak sempet balesin chat aku ? ato nelfon balik aku ?",
Keadaan terasa lain sekarang,apalagi Malvika. kenapa Malvika berubah lagi ? kenapa dia berubah jadi merasa butuh Marvel sekarang ?padahal biasanya dia mengabaikan Marvel.
Marvel hanya diam. Marvel tidak tahu harus berbicara apa. Malvika benar benar ingin Marvel bicara seperti biasanya,Marvel selalu Care padanya.
Namun,ia ingat keadaan sedang tidak biasa. ia menyadari satu kekeliruan.
Mata Malvika sembab "oke fine,Marvel,aku ngerti kok,aku ngerti...",Malvika mengusap telapak tangan Marvel",kamu nyanyi bagus juga,kamu lagi belajar main gitar juga ya,bagus juga...",suara gemuruh menyelingi pembicaraan ini.
Marvel enggan bereaksi. namun,tidak disangka Malvika akan bersikap seperti ini.
"aku liat kamu di insta story kamu,bagus banget,nggak nyangka,kamu hebat,Marvel....",
"biasa aja,hobi baru...",sikap Marvel terkesan dingin.
"Oh,kamu sekarang punya hobi baru,apaan ?nyanyi ? main gitar ? di mana ?di mana kamu latihan ?",Malvika berusaha mencairkan suasana.
"nanti kalo aku kasih tahu,kamu bakal kasih tahu temen kamu,trus nanti...",Marvel membuang muka",mereka...Arrrgh...udahlah...",Marvel menarik tangannya hingga Malvika terkejut.
Malvika tahu Marvel hendak meninggalkannya namun Ia mengikuti Marvel,hingga ia menahan tas Marvel. Marvel berbalik tajam,ia ingin membentak Malvika.
Namun tidak bisa,tetes air mata yang sudah mengalir dari kedua mata Malvika. Malvika terisak isak. Ia berusaha mengikat Marvel dengan tatapannya.
Malvika menggeleng. Marvel menurunkan emosinya. rintik hujan mulai turun.
"kamu sampe benci aku kayak gini ?kamu sampe marah sama aku kayak gini ?",Malvika melepas tangannya dari Tas Marvel.
Saat - saat Malvika perlahan lahan melepaskan kegalauannya di hadapan Marvel. tangan yang perlahan menjamah kedua pipi itu. Malvika melihat sikap Marvel ini.
"kamu sampe benci aku kayak gini ?",
"Ssst...",Marvel menggeleng",respect...",
"Respect ?",
"Yeah,,Respect...",
"What's that mean ?",
"aku ngehargain kamu sama temen temen kamu,aku nggak mau egois karena udah milikin kamu. trus seolah olah bikin kamu ignore temen temen kamu....",
"tapi,ternyata sampe kayak gini ? aku
capek munafik kayak gini,hati aku capek,masalah ini aku juga yang sebabin",
"Apa aja bisa terjadi,just keep respect...",Marvel membelai rambut Malvika yang ada di telinganya.
"i can't respect any longer time,lama lama aku buta perasaan sama kamu...",
"masalah bakalan bikin kita dewasa...",
"tapi,kamu udah benci kan sama aku ?",
"Sssh...",Marvel membuat Malvika terdiam dengan sikap yang halus",dengerin,respect,kamu udah benci sama aku,tapi kamu nggak ninggalin aku,kamu nggak ngelepasin aku,aku udah seneng kok. i really respect about this...",
Malvika tak menyangka Marvel berkata seperti ini. Marvel tak membenci dirinya. Kata kata yang di luar dugaan.
"and sorry for Origami..",
"aku nggak butuh origami,aku butuh kamu Marvel. aku butuh kamu. aku kasih tahu kamu,mereka nyumpahin aku putus sama kamu...",Malvika masih terisak. Marvel menaruh ujung keningnya pada ujung kening Malvika",mereka baik di awal aja,tapi lama lama mereka jahat juga sama aku....",titik titik basah baju di bahu Marvel dan Malvika. Malvika berbagi kesedihan dengan Marvel. Marvel membiarkan semuanya terjadi mengalir begitu saja.
Marvel mengusap air mata Malvika",putus atau nggak kita yang nentuin, bukan mereka. jadian atau nggak dulunya mereka nggak ngasih apa apa ke kita. kita bahagia sama sama,sedih sama sama,marahan kapan aja,bercanda kapan aja,mereka cuma pemirsa. right ?",Marvel berusaha membuat Malvika tersenyum.
Malvika tersenyum dengan Mata Sembab.
"Sweet !!",kata Marsha setelah mendengar cerita Marvel barusan
Marvel melirik Marsha sambil tersenyum.
"ini artinya kamu udah baikan dong sama Vika. bener kan ?",
"Yah,bisa dibilang begitu. cuma sekarang aku tuh khawatir sama dia...",
"khawatir ? maksud kamu ?",
"Temen temen Vika mulai mojokin dia,mungkin karena dia keras kepala,dia ternyata selalu ngebela aku kalo ada yang ngomongin aku ,jelekin aku di hadapan Malvika.
aku khawatir dia jadi ikut ikutan dibully,Malvika tuh cengeng dan aku tuh paling gak bisa lihat cewek cengeng, gampang nangis...",
"takutnya kalo kamu jelas jelas keliatan baikan sama Malvika malahan nanti stress karena dibully ini itu sama anak anak kampus...",
"itu juga,hei Sha,kasih aku solusi dong ?aku harus gimana ?",
"Backstreet,sama bilangin Vika buat stop share apapun yang dia lakuin ke medsos,manusia jaman now tuh paling handal kepoin privasi sama urusan orang,lebih lebih nyinyirin orang,apalagi keadaannya kayak kamu sama Vika gini.
bisa bisa kalian gak tenang,apalagi kamu,kamu harus ekstra sabar buat support papa kamu. right ?",
"O yeah,by the way,ngomong soal papa,kemarin pas sidang ada yang kasih laporan,ternyata Nama Papa aku tidak ada di daftar tersangka,soalnya papa aku kan tidak ikut tanda tangan pas rapat akhir bulan dulu,
baru inget,papa waktu itu dapat tugas dinas keluar kota. syukur
Alhamdulillah...lega rasanya,papa bahagia banget dia gak jadi kena kasus...",
"Mmm....aku ikut seneng Marvel,akhirnya...O ya,,Origami? katanya Malvika udah gak mau lagi lanjutin challenge nya ke kamu...",
"Origami tetep,tapi aku mau bikin kejutan ke dia nanti pas Birthday Partynya...",
"O ya,gimana gimana ?",
"kita omongin nanti aja,kita susun rencana bikin surprize buat Malvika...",
"Sip !!,Eh tau nggak,kemarin aku juga udah ngomong sama Mario...",
"How did this happened?",
"Mario waktu itu dikeroyok temennya,aku tolongin,aku berhasil nolong Mario. disitu Mario nanya aku soal hubungan kita,aku jujur aja sama Mario.
aku bilang kalo aku tuh masih sayang sama Mario,padahal Mario nanya aku pake kata kata yang cukup nyindir aku. kayaknya Mario mikir mikir nih,jujur yah,berantem sama anak anak basket itu gak gampang jug lhoh...",
Marvel tersenyum lebar mendengar cerita Marsha.
"kamu cewek jagoan...",
"iya jagoan,demi Mario,Vel. tapi aku agak gak suka sikap Mario masih aja kayak biasanya...Oh forget it,,Marvel. o ya,Marvel,lusa aku udah mau perform di kampus lhoh,,kasih aku support yaah,aku mau bikin video teaser performance aku,video kayak aku latihan latihan sama Om William gitu,aku mau upload di Insta sama di Youtube aku,kasih like sama Comment buat aku yah,plisss...",
"Okey Okey,siap...",Marvel menoleh ke Marsha,wajah Marsha yang berbinar",yang penting nanti kamu bantu aku buat bikin surprize di ultahnya Malvika...",
"Of Course...",
Marvel mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Marsha.
"Thanks for being My Friend...",
Marsha mengaitkan kelingkingnya
"You are welcome...",
Marvel dan Marsha pun berpisah. mereka meninggalkan kursi ini. Keduanya selalu mendapat fikiran yang segar setelah saling bertemu,mengutarakan isi hati dan berbagi solusi dari setiap masalah pribadi mereka.
Teman di saat lara dan gundah terasa dalam hati. Teman berbagi sedih dalam hati. Teman saling menyemangati diri.
***
Semua tamu acara ulang tahun kampus ini telah menyaksikan penampilan Mario dan teman teman Marsha bernyanyi.
Giliran Marsha setelah dua kali penampil,Marsha menyelinap ke ruang make up. ini ia lakukan agar tidak ketahuan oleh Mario.
Ia menyiapkan semuanya dengan cepat dan sigap. ia tahu acara ini tidak hanya ulang tahun kampus,hari ini juga ulang tahun pernikahan bapak rektor yang nanti akan dilaksanakan pemotongan kue setelah acara lain lain ini.
Marsha menyiapkan sebuah proyektor kecil ia serahkan pada tim properti. Marsha segera berdandan. sekilas Masrha melihat Mario dan teman temannya merayakan keberhasilannya setelah sukses tampil.
Tiba,saatnya Marsha tampil,penampilan dirahasiakan oleh siapa pun,termasuk Mario. Marsha telah baku atur dengan sang pembawa acara.
Mario terkejut saat nama Marsha disebutkan dan terdengar lewat speaker. suasana panggung menjadi redup,namun lampu lampu kecil yang memberi penerangan dan menciptakan suasana tenang.
Marsha duduk di atas kursi dan stand mic di hadapannya. musik diputar dan Marsha pun memulai penampilannya.
teman teman Marsha,yang telah benci pada Marsha,heran dan tidak menyangka Marsha juga akan memberikan penampilan pada acara ini. mereka segera mendekat panggung dengan wajah yang sungut dan tidak senang.
Mario berdiri di pojok depan panggung. penampilan Marsha membuat matanya tak berkedip,aksi panggung yang tenang dengan suasana romantis.
lewat proyektor ini,Marsha memberikan kejutan pada ibu dan bapak rektor,ia membuat gambar animasi kolase foto foto bapak ibu rektor dari jaman muda hingga sampai saat ini.
Keduanya terkesima,Marsha menyampaikan salam dan hormatnya dengan menunduk. ibu rektor mengatupkan tangannya dan bapak rektor tak berhenti bertepuk tangan untuk Marsha.
Suara Masrha berhasil terdengar di setiap telinga hadirin dengan halus dan merdu. pernjiwaan yang baik,maksud lagu ini pun bisa tersampaikan. dan bisa sangat dinikmati.
Namun,bagi Mario,inilah semua isi hati Marsha yang ia ingin sampaikan padanya. Marsha juga menunjukkannya pada semua orang.
untuk penampilan Marsha,semua hadirin berdiri dan tepuk tangan yang tiada hentinya. Bapak rektor bersedia membungkuk untuk salah satu mahasiswinya ini.
Marsha juga mendapat potongan kue ini dari ibu rektor. Marsha juga menyempatkan waktu mengobrol dengan bapak dan ibu. Marsha mendapatkan pelukan tanda sayang dari ibu rektor.
Melihat wajah wajah yang tak membuatnya nyaman ini,dari teman temannya sedari tadi,wajah yang menyampaikan rasa iri dan cemburu karena penampilannya,Marsha merasa ia tak perlu lebih lama lagi berada di tempat ini. ia pun pamit.
Ketika beranjak,tak sengaja Marsha dan Mario bertemu pandang,sejenak. Marsha mengabaikan Mario. ia segera bergegas. namun Mario segera meninggalkan Acara untuk mengejar Marsha.
"My, My, My,tunggu My, plis....",teriak
Mario menghentikan Marsha. My adalah panggilan khusus Mario untuk Marsha,karena My berarti milikku.
Marsha berhenti tanpa berbalik. jantung yang berdegup kencang.
"my,plis,stop,kasih aku waktu sebentar,aku mau ngomong...",
Marsha berbalik. Mario gugup,Mario tidak tahu harus memulai dengan berbicara apa apa.
"my...my...my,aku..kamu...",Mario gagap.
"penampilan kamu bagus...",potong Marsha
"yah,penampilan kamu bagus..",
"bukan,tapi penampilan kalian",sikap Marsha terkesan acuh tak acuh,
"No my,tapi penampilan kamu,really..that was Surprize...",
"cuma itu saja ?..okey,Bye...", Marsha merasa tak perlu lama lama menghadapi Mario.
tapi,Mario meloncat ke depan Marsha bermaksud menahannya. Marsha terkesiap.
"my, my, my, plis,plis jangan pergi dulu...",
Marsha membuang muka.
"my,kamu kenapa ?",
"gak apa apa..",
"kalo gak apa apa,kenapa sikap kamu kayak gini ke aku ?",
Marsha sedikit melotot.
"okey fine,sekarang aku balik nanya ke kamu,aku tanya sekali lagi ke kamu,kenapa sikap kamu selama ini ke aku ? kamu tiba tiba berubah ke aku," Marsha mulai mengeluarkan semua isi hatinya pada Mario",kamu udah gak perhatian lagi sama aku,,kadang kamu diemin aku,
kadang kamu jalan sama irene,trus diemin aku,trus gitu aja bentak aku di depan irene sama temen temen. tahu nggak,mereka tuh udah benci sama aku,udah nganggep aku jadi musuh mereka,aku sendirian.
aku harepin kamu,tapi kamunya malah berubah,dideketin irene akhirnya terpengaruh sama irene buat jauhin aku,
aku tahu semua pada jealous sama aku,karena aku udah berhasil deket sama senior paling ganteng sama paling hitz di kampus. sampe jadian.
kamu pasti udah tahu sendiri,gimana semuanya udah terjadi.
aku awalnya respect sama kamu,soalnya kamu lebih tua dari aku,tapi lama lama aku suka sama kamu,semua orang suka sama kamu. gak salah kan kalo ada yang sampe suka,deketin apalagi jadian sama kamu ? gak salah kan kalo aku jadiin kamu orang yang paling spesial di hidup aku ?sampe sampe aku harus ngesampingin temen aku. awalnya respect trus suka ,cinta dan akhirnya kayak gini,gara gara ada aja orang yang sirik ke aku sampe sampe ngrusak keadaan sampe kayak gini..''
Mario belum mendapat celah untuk berbicara balik
"bisa nggak kalo aja aku rubah rasa cinta aku kembali jadi rasa respect ke kamu ?",mata Marsha mulai berkaca kaca,
Mario terkejut dan memotong kata kata Marsha,
"okey fine,my. okey,aku ngaku salah,aku minta maaf,"Mario langsung berlutut untuk menguasai keadaan",aku minta maaf buat selama ini,irene bener bener jahat sama licik. aku cuma jaga keadaan aja,biar keadaan gak kacau,
tahu nggak,my,setiap kali irene ato mereka jelekin kamu di hadapan aku,aku rasa rasa mau gampar mereka",Kata Mario ini membuat Marsha terkesiap",tapi aku tahan,kenapa ?,bayangin aja kalo aku gak sabar kayak gini,mungkin kamu udah berantem tiap hari di kampus sama anak anak,jujur my,aku gak mau kamu kayak gitu,aku sayang banget kamu,my...",
setiap desiran jantung Marsha perlahan melelehkan emosinya,bahkan mulai pada air matanya.
"aku paling gak suka liat cewek berantem,cakar cakaran,jambak jambakan,risih tau nggak,aku tuh juga sakit my pas aku terpaksa bentak kamu,aku diemin kamu,aku jauhin kamu kenapa ?
tiap kali aku mau deketin kamu,aku tuh dibuntutin sama salah satu cewek mantan temen kamu,coba aja sekali aku ketemuan sama kamu,apalagi ngomong kamu,bisa bayangin nggak gosipnya separah apa nanti di kampus,aku nggak bisa ngebayanginnya nanti seberapa kacaunya kamu nanti kalo kamu sampe denger gosip ato nyinyir dari mereka,
aku gak mau kamu sampe sedikit pun sampe stress,my,jaga keadaan itu gak gampang,my,biar aku harus benci kamu,"
perlahan Marsha mengusap pipi Mario,air matanya meleleh,ia merasa terharu mendengar semua cerita Mario ini. ada satu gadis yang memergoki, Mario ketemuan dengan Marsha,ia segera mengambil handphonenya dan merekam apa yang keduanya lakukan.
"make a relationship is easy,but keep this well is not easy,my,aku cuma kamu pengen denger ini",
"just forgive me,my...",Marsha menunduk,
Mario berdiri dan mengusap air mata
Marsha.
"coba kamu tahu,my,apa yang sedang aku pikiran ?",
"apa ?",
"gimana rasanya saat saat sebelum kena masalah ini,my? gimana rasanya kita baru jadian,my ? o ya,tahu nggak kenapa aku pilih kamu ? kenapa kamu berhasil mencuri perhatian aku ?",
"apa itu ?",
"kamu tuh gak kayak yang lain my,kamu selalu keliatan kalem selama masa masa orientasi,kamu gak pernah cengeng dihukum ini itu,kamu tuh Unexplainable,wajah kamu,my,"kata kata Mario seperti mengubah desiran jantung Marsha menjadi hawa hawa segar yang menyejukkan hati Marsha",aku cuma pengen bisa ngulang waktu sebelum kita kena pengaruh irene,kita barusan jadian,rasanya tuh damai,bahagia,dan having fun everyday,coba aja kita bisa kayak gitu lagi,my",
Marsha meraih tangan Mario dan mengusapnya,
"waktu memang nggak bisa diputar ulang,tapi membuka lembaran baru dan mengisinnya dengan apa yang udah kita lakuin,itu yang aku pikirin,semua kita yang tentuin,ada di tangan kamu",Mario menggenggam tangan Marsha,
"sama tangan kamu juga,my",Mario mencium punggung tangan Marsha. Mario memergoki cewek tadi,belum Mario berteriak padanya,cewek itu sudah lari",my,temen kamu,tuh liat,aduh nanti bakalan kacau deh...",
"my,if we believe each other,everything will be fine,we face everything together,i am with you,now i feel strong,i feel no fear inside my heart,and how about you ?",
Mario menghela nafas dan tersenyum yakin,
"it is about our moment and happiness,bersama kita bisa,bersama kita kuat menghadapi semua ini,because...I love you...",
"same much love from me to you...",Marsha tersenyum bahagia,
"O ya,ikut aku yuk",
"ke mana ?",
"ayo lah...",
Akhirnya,hubungan Mario dan Marsha membaik. dan,mereka kembali bersatu. Mario mengajak Marsha ke sebuah restoran mewah. satu ruangan untuk pasangan. ruangan dengan Balkon memiliki pemandangan kota dengan lampu yang indah.
Makan malam dengan suasana romantis,yang diam diam Mario pesankan untuk Marsha,ini adalah sebagai bentuk apresiasi atas penampilan Marsha,dan mereka yang telah bersatu kembali.
"You gave me a great performance,my", Wajah Mario yang terpulas cahaya lilin,
"You give me a great moment,then...thanks,My",kali ini Marsha tak akan kehilangan wajah ceria dan bahagianya hingga kapan pun.
Marsha dan Mario menikmati acara makan malam ini. Mario mengajak Marsha berdansa sebentar di atas Balkon sambil menikmati pemandangan kota di malam hari. Such A complete Happy Moment...
***
Malam tiba,Malam Minggu,malam perayaan Ulang Tahun Malvika di Rumahnya. dengan Konsep Pesta Kebun, Halaman Rumah Malvika yang luas disulap menjadi Indah dan apik dengan dekorasi nuansa Merah muda dan Coklat Muda.
Marvel,yang tampak belum siap siap,berbicara pada Pemilik Dekor untuk suatu keperluan. Marvel menyampaikan Keinginannya pada Pemilik Dekor.
Marvel ingin memberi kejutan untuk Malvika lewat permainan konsep Dekorasi nanti saat di tengah tengah Acara. Marvel menjelaskan Rencananya.
Sementara itu,Malvika tengah merias dirinya di kamar dengan jasa Salon Panggilan. Malvika tampak melamun,ia memikirkan suatu hal. Satu Kekhawatiran yaitu Marvel. Marvel,Acara Ini dan Teman - temannya. satu pertanyaan yang terus mengganjal hatinya,Bagaimana ini nanti akan terjadi ?Mungkinkah akan baik baik saja ?
Dirinya sudah berdamai dengan Marvel,namun teman - temannya belum tahu itu. dan,Marvel juga melaksanakan saran Marsha untuk Backstreetan dengan Malvika.
Malvika tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang akhirnya tahu Marvel sudah baikan dengannya,
Satu bisikan Marvel yang ingat dan berkelebat di telinganya singkat,
" Respect !!",
Ya,Respect,Malvika perlu bertindak,bertindak bisa membuat semua orang tahu dan menghargai dirinya dan Marvel,sebagai pacarnya. setiap orang perlu bagaimana sebenarnya Marvel dan Malvika harus bisa membuat semua orang bisa respect terhadap Marvel. ini yang baru disadari oleh Malvika.
Ia menghela nafas untuk membangun percaya diri. ia berusaha tersenyum,mengambil handphone,menyalakannya,dan disitu foto Marvel yang ia jadikan wallpaper layar kunci tampak tersenyum padanya,menambah semangat untuk menyambut acara spesialnya malam ini
Menjelang tiba saatnya acara,para tamu mulai datang. teman Malvika mulai datang satu per satu,Malvika menyambutnya dengan suka cita.
tampak Marsha dan Mario datang ke acara ini,tentu saja Marvel telah meminta Malvika untuk turut mengundang mereka berdua,Malvika pun mengijinkannya.
Marvel belum tampak datang. tak sengaja Malvika menoleh ke arah podium yang ada di kebun. Marvel tampak berdiri dan tersenyum mengangguk pada Malvika.
Malvika sangat bahagia ternyata Marvel telah hadir dengan kue ulang tahun yang telah siap di hadapannya.
Acara pun dimulai. Sambutan dari Ayah Malvika kepada Para Tamu.
Malvika yang mendengarkan dengan seksama,rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah Malvika.
Marvel tentu saja duduk di hadapan Malvika,satu meja dengan kedua orang tua,dan kakak adiknya. pandangan tak enak tampak samar dari beberapa wajah teman Malvika. Apa yang
Malvika khawatirkan tadi trerjadi.
Semua tamu berdiri dan bertepuk tangan menyambut acara tiup lilin Malvika. Mereka bernyanyi lagu selamat ulang tahun mengiringi Malvika meniup lilin dan memotong kue ulang tahunnya.
Suapan pertama untuk kedua orang tuanya,kedua untuk kakak adiknya,dan ketiga untuk Marvel,mereka begitu menikmati momen spesial ini.
Beberapa pandangan yang masih sama iri dan kurang menyenangkan masih tampak dari beberapa teman akrab Malvika,terutama mereka yang tidak suka pada Marvel. namun,keadaan itu diabaikan oleh Malvika.
Acara lain - lain,acara ini diisi dengan spontanitas yang diberikan oleh teman -teman dan sanak saudara Malvika. tiba - tiba,Lampu mati untuk beberapa menit,beberapa orang pun mengecek apa yang terjadi.
Aksi panggung yang Marvel rancang pun mulai dilancarkan. podium menyala dengan lilin yang dinyalakan dengan cepat. Marsha sudah siap di atasnya,Mario sudah siap untuk memutar musik. penampilan pertama oleh Marsha.
Marsha mulai menyanyikan lagu dengan nuansa gembira dan semangat. Mario yang menjaga musik diputar. Malvika kebingungan karena Marvel tak di sampingnya. ia mengamburkan pandangannya ke segala arah,namun ia tak dapatkan Marvel.
Lampu taman mulai menyala saat suara Marvel terdengar bernyanyi bersama suara Marsha. Malvika mencari asal suara Marvel. dari arah paling belakang.
Benar,Marvel muncul dari belakang. perlahan satu per satu lampu menyala saat Marvel mendekati Malvika. Ia bernyanyi berkolaborasi dengan Marsha.
Saat lampu semua menyala,kejutan pertama terjadi,di kedua sisi tempat ini,telah tergantung barisan - barisan Origami dengan berbagai warna yang digantungkan dengan tali. origami yang sangat banyak,sengaja dibuat oleh Marvel dan Marsha sebagai kejutan untuk Malvika.
Di situ Malvika tahu Marvel telah bisa membuat origami dan mempersembahkan padanya sebanyak ini dengan cara yang menakjubkan di momen spesial ini. Mata Malvika berkaca kaca dengan rasa kagum yang besar pada Marvel.
Masih menyanyi,Marvel meraih tangan kanan kiri,ia menggenggamkan sesuatu di situ. Malvika membukanya,satu lagi origami berbentuk burung sama dengan yang tergantung di kedua sisi ini. Malvika semakin terharu,matanya basah.
Marvel terus bernyanyi dengan Marsha,Marsha di podium dan Marvel di hadapan Malvika. Lagi,Marvel meraih tangan kanan Malvika,ia menggenggamkan sesuatu di situ,Malvika segera membuka tangannya,satu origami berbentuk hati khusus dari Marvel,bukti cinta dari Marvel.
Ini di luar perkiraan Malvika,ternyata Marvel memberi kejutan yang sangat spesial,rangkaian peristiwa ini dan penampilannya bersama Marsha.
Malvika berhasil dibuat menangis terharu oleh Marvel,sontak Malvika pun memeluk Marvel.
"tell me that i always in your every heartbeat,like it happened to me. i love you,wish you have special moment and day,This will be unforgetable Birthday,ever...",bisik Marvel ke telinga Malvika,
Malvika melepas pelukannya. semua orang telah berdiri dan bertepuk tangan. mereka kagum menyaksikan rangkaian peristiwa ini. Malvika mengangguk bahagia,
"for all respect that i get,thank you and i love you too...",Malvika menggenggam tangan Marvel dan menempelkan ke dadanya. mereka berbagi kebahagiaan malam ini.
Night Origami of Birthday,
***
Siang ini,Marvel dan Marsha bertemu di taman,keadaan telah berubah sekarang,tak seperti pertama kali mereka bertemu.
Dari Orang lain menjadi sahabat sejati,sahabat yang saling mengerti dan menyemangati. Marsha bahagia,keadaan telah kembali seperti semula,Mario selalu bersama setiap hari.
Begitu juga Marvel,Malvika berkata padanya ia selalu menaruh sepasang origami sebagai hiasan di kamarnya. Malvika tidak bisa melewatkan waktu sedetik pun tanpa Marvel.
Mereka berpisah,mereka berjabat tangan sebelumnya. Marvel tak memakai topi untuk menutupi mukanya saat ini, Marsha tak punya hal hal yang mengkhawatirkan sebagai alasannya untuk menangis saat ini.
Marvel memberi Marsha selembar kertas,Marsha membuka dan membacanya.
"Whole Gratefull i present to you,Nice to meet you,and Thank so much for being My Friend...Best Friend,Ever....
Marvel...",
Marsha merasa kebahagiaannya bertambah,ia tidak hanya mendapatkan pacarnya,Mario,kembali,namun ia juga telah mendapatkan sahabat baik,Marvel.
Begitu juga,Marvel,ia merasa hutang budi pada Marsha atas pelajaran membuat Origami. Ia bahagia Malvika bisa kembali dan Marsha,yang selama ini menjadi seseorang yang selalu ia bagi rasa sedih,keluh,kesah dan gundah.
PAINMATE sekaligus Sahabat Sejati.
always be good friend,
Dunia Di Kala Fajar
Fajar Adi



Komentar
Posting Komentar