Salaam-E-dostana Bab 10
Malika tengah berkumpul dengan temannya di taman Kota.Mereka senang bisa mendapat masa libur yang agak lama.Pagi ini sungguh cerah,Banyak orang yang tengah menikmati suasana taman kota.
Lalu lalang kendaraan tak begitu ramai di saat hari libur.Malika mengajak teman - temannya untuk sarapan di situ.
"Kita harus bersyukur,Akhirnya kita bisa liburan.Aku sudah menantikan saat - saat ini.Aku bisa terbebas dari tugas - tugas yang bikin pusing itu,dan dosen - dosen yang tanpa ampun membebani kita tugas,presentasi dan apapun yang membuat capek....".keluh Nina
"Calm down,beib.Kamu benar,Nikmatin aja.Setidaknya kita bisa memulihkan mental kita sejenak.Beruntung Aku sudah menyerahkan tugas terakhir ke dosen.Akhirnya Accept!!dan bisa liburan dengan lega...".tambah Alena melirik Karin yang tengah menikmati sarapannya.
"Aku tahu kalau kau tahu kalau tugasku belum ke accept sama dosen,kan Alena?...".kata Karin mengusap mulutnya dengan tissu
"Iya sayang.Niatnya aku mau endorse kamu buat tugas ini.tapi kemarin kamu menolak,jadinya tugasmu masih pending.Kupikir kau masih mencari materi tambahan untuk menyempurnakannya atau kau sibuk dengan hal lain.tumben juga kau tidak seperti biasanya,selalu konsultasi tugas padaku.Ada apa Karin sayang ?".tanya Alena memegang tangan Karin.
"Riki yang membuatku sibuk,Lena.Kalian tahu,dia kan kecelakaan beberapa waktu lalu.Cowok ini manja sekali,harus minta ditemenin di Rumah Sakit setiap hari.Otomatis nasib tugasku nggantung deh...".
"Kita ngerti kok,say",Sela Malika"O ya kalian sudah tahu kalau ada barang baru di Angels Collection,kalian sudah cek instagramnya belum?ini beib semua...coba liat".Malika menunjukkan Hp nya ke semua temannya.
"Ou,Sepatu ini fix banget buat jalan - jalan...".kata Nina
"Eh semua,kasih advice ke aku dong jogger ini cocok nggak buat kado ultahnya Angga nanti ?".Alena menunjukkan Hpnya.
"Iya,keren kok buat angga...".kata Karin
"Mungkin yang abu - abu atau hitam akan membuat Angga keliatan cool,sayang...".tambah Malika.
"O ya,Lik.Mana Marvin?tumben dia nggak jemput kamu pergi ke mana gitu?atau ajak kamu main gitu?".tanya Nina.
"Sebentar lagi dia ke sini,Aku sudah kasih tahu dia kalau aku di taman sama kalian..."
Tak lama kemudian,Marvin hadir.
"Aku bangun jam 8 tadi Lik.Maaf kalau Aku nggak langsung bales BBM mu cepat...".
Malika berdiri",Nggak apa - apa kok,tapi Aku tidak membelikanmu sarapan,gimana dong ?".
"Tidak usah khawatir.Aku sudah sarapan.Mmm...ke mana kita hari ini?"
"Aku ingin jalan - jalan,Teman".
"Tentu.Ke mana?".
"Tapi Aku ingin mengajak teman - temanku semua,bagaimana ?".
"Oh,akan lebih seru jika kita pergi bersama...".
"Lalu bagaimana dengan Niel dan Arjun ?"
"Kau tidak usah mengkhawatirkan mereka.Niel masih tidur kok.Arjun ada acara dengan Kak Indra...".
"Oh syukurlah...".
"So ?"tanya Marvin mengangkat Alis.
Malika berbalik ke teman - temannya"Ladiess?gimana?..."
Mereka mengangguk setuju.Marvin menengok cewek - cewek itu.Mereka tersenyum cerah melihat cowok ganteng ini.
"Mereka mau dan..."Malika berpaling ke arah Marvin.
"Beib,di Mall sekarang lagi ada barang - barang bagus dan diskonnya gila,ada yang sampai 50 % lhoh,gimana?".kata Karin.
"ternyata barang - barangnya Angel sudah di Mall juga,"tambah Alena
"ada barang - barang cuci gudang,bagus - bagus juga lho....!".tambah Nina
"Uuh,kenapa kalian tidak bilang dari tadi?".gumam Malika terbelalak.Jiwa Shopaholicnya pun kambuh.
Marvin menarik Nafas.
***
Mereka akhirnya ke Mall untuk menyerbu barang - barang yang dimaksud Karin.Cewek - cewek ini antusias menyerbu pakaian dengan diskon yang lumayan besar.Tempat ini lumayan sesak dan kebanyakan cewek.
Malika dan teman - teman tidak mau kalah mencari barang - barang kesukaan mereka dengan pembeli yang lain.Sementara Marvin berjalan mengikuti ke mana mereka berjalan dengan santai.
Marvin duduk di sebuah Kursi dengan tetap melihat Malika dan teman - temannya.Mereka asyik memilih dan melihat pakaian.Tas,sepatu,baju,celana dan lain - lain.Para Cewek ini terlihat bergairah berbelanja barang yang terpasangi papan keterangan Diskon.
Tak lama kemudian Malika datang mendekati Marvin,
"Marvin,kau temanku yang paling baik.Maukah kau menjaga barang - barang ini?".pinta Malika menunjukkan belanja yang belum banyak.
"Marvin,kau temanku yang paling baik.Maukah kau menjaga barang - barang ini?".pinta Malika menunjukkan belanja yang belum banyak.
"Oh tentu,Mana ?".
"Kau baik sekali,Aku sayang padamu...".Malika menyerahkan semua barangnya kepada Marvin.Malika dengan sigap kembali ke teman - temannya.
Marvin tersenyum menerima barang Malika.Namun tiba- tiba,Teman - teman Malika yang lain datang kepada Marvin untuk memintanya menjagakan barangnya.Barang para Cewek ini sangat banyak.Marvin menarik nafas.
Tidak hanya menjaga barang para cewek ini,Marvin juga membawakannya ke mana pun mereka pergi.Mereka mengelilingi Seluruh Mall.Setiap beberapa langkah bawaan Marvin bertambah.Awalnya Marvin tak keberatan.Namun Lama kelamaan Marvin mulai kewalahan.
"Kita sangat beruntung teman - teman,karena ada Marvin yang mau membawakan barang - barang kita...".kata Alena berjalan sesekali melihat harga barang.
"Aku yakin dia kuat membawa barang kita."kata Nina menengok Marvin sempoyongan.Cewek - cewek ini pun menengok Marvin juga.
"Oww..kurasa Ia mulai lelah...".kata Karin merasa kasihan.
"Tidak. jika Aku memberikan senyumanku padanya...".Malika tersenyum pada Marvin dan melambainya dengan jemari yang halus.
Marvin membalas senyuman Malika sambil berusaha merapikan bawaannya."Aku menyukai Cowok ini teman - teman,dia terlihat menggemaskan saat ia kerepotan seperti itu...Mungkin kalian tidak bisa menikmati wajah seperti itu setiap hari ".
"Eh,di sebelah sana ada sepatu yang bagus...".teriak Karin mengalihkan pandangan teman - temannya.
Marvin tampak kelelahan.
***
Seseorang mengetuk Pintu Rumah Arjun.Arjun pun membukanya.Lalu Orang itu hendak ambruk karena kelelahan namun Arjun menahannya.
"Liburanmu hari ini sangat menyenangkan pastinya ?...hingga kau kecapekan seperti ini...".tanya Arjun
"Aduh Arjun kau seperti senang melihat temanmu ini kelelahan...".keluh Marvin terengah - engah.
Di Kamar Arjun .
"Aoooo....kau memijitnya terlalu keras kawan...".teriak Marvin kesakitan saat Arjun memijit lengan Marvin.
"Apa yang mereka lakukan padamu Marvin seharian ini?Apa mereka menghajarmu habis - habisan?atau..."
"Mereka menyerbu Mall dan berbelanja dengan liar...Mereka memintaku membawakan semua barangnya...Aku jadi Kuli mereka Arjun...Aoooo".Marvin mengerang.
"Kau sedikit terkilir di bagian siku Marvin....Aku akan memanggil Kak Indra untuk mengatasinya,Ku harap Kak indra nggak sampai meremukkan tanganmu..".
"Hah !!!!".
***
Pagi ini Marvin mengajak Malika berangkat ke kampus menggunakan Bis.Karena Hujan turun tiba - tiba dengan deras saat Marvin sampai di rumah Malika.Marvin duduk di sebelah Malika.
"E Marvin,bagaimana pakaianku hari ini?Apa terlihat menarik seperti biasanya?....Kau tidak usah bertanya cantik apa tidak...".Tanya Malika membelai - belai rambut dan sesekali membetulkan pakaiannya.
"Emmh...".Marvin tersenyum ringan sambil melihat Malika",Yaah...kau selalu membuat penampilanmu menarik Malika,tapi Oh,apa ini yang di bawah bibirmu?jerawat atau bekas noda hitam yang lupa kau bersihkan...".
"Apa ?!".Malika terperanjat lalu mengambil tempat bedak dan bercermin.Ia segera memoleskan bedak ke dagunya dengan tergesa - gesa.Sesekali ia memeriksa lipstik yang ia oleskan ke bibirnya.Begitu pun mata dan alisnya.
Marvin tertawa",Kau terlalu berlebihan Malika...Kupikir kau tidak perlu takut pada noda satu titik saja..".
"Kau bilang berlebihan Marvin ?!",Malika menoleh ke Marvin dengan tajam",Kurasa ini adalah hal yang wajar bagi seorang cewek.Perlu memperhatikan penampilan sedetil mungkin.
Dengan begitu,aku juga bisa tetap terlihat menarik di mata setiap orang yang melihatku dari setiap sisi..ini sudah Naluri seorang cewek...".
"Meski ada noda atau satu jerawat yang kecil di wajahmu,kurasa kau tidak usah pusing Malika.Orang juga tidak akan melihat sejeli itu..".
"Setiap Manusia,Laki - laki atau perempuan akan menampilkan segala sesuatu yang indah dan baik.Tapi menurutku lebih,perlu memperhatikan kesempurnaan dari keindahan dan kecantikan itu sendiri.Karena tidak semua orang yang masa bodoh dengan penampilan kita.
Kesempurnaan ketampanan atau kecantikanmu itu tergantung dari seberapa kritis dan detil memperhatikan penampilanmu di setiap titik badan dan wajahmu maupun pakaian apapun yang kau kenakan.
Karena Orang menilai dari penampilan kita.Baik buruknya akan menciptakan imej tersendiri di mata mereka....".
"Kupikir seorang cowok menilai seorang cewek dari kecerdasan dan kepintarannya...".sela Marvin.Bus terus melaju membelah derasnya hujan.
"Cerdas atau pintar adalah modal utama untuk menarik perhatian seorang cowok.Tapi kecantikan?...Cowok mana yang tidak akan membelalakkam matanya ke arah cewek yang memperhatikan kecantikannya.
Otak boleh cerdas,Kau boleh juga pintar jika sebagai seorang cewek.tapi jika kau tak memperhatikan penampilanmu,Mungkin orang tidak akan melirikmu.
Setidaknya sebagai seorang cewek yang cerdas dan berwawasan,perlu mengikuti perkembangan mode dan gaya berpakaian.
Setidaknya dengan mengikuti perkembangan,Kita tidak hanya akan pintar tapi kita juga akan kreatif...".Malika membelai rambutnya.Marvin merasakan sebuah desiran yang mengalir di hatinya.
"Oh...ini akan membuat kita perlu mengeluarkan banyak dana hanya untuk memperhatikan penampilan kita...".
Bus berhenti.Malika dan Marvin berdiri.Hujan sudah reda.Malika keluar dulu disusul Marvin.
"Oh Marvin,mengertilah !! ,,seberapa banyak uang yang diperlukan seorang Model untuk membuat tubuh mereka terlihat sempurna dan match menggunakan pakaian apapun?".
Di saat sampai pintu,Malika terhenti ada beberapa cowok yang menggodanya.Ia merasa risi saat mendengar celotehan dan godaan mereka.Ia mengabaikan para cowok ini.
Halte bus terletak agak jauh dari Kampus Malika.Marvin mengantar Malika ke kampusnya.Malika berjalan duluan.Udara terasa dingin,beruntung sudah memakai sweaternya.Marvin berjalan di belakang sambil mengenakan jaketnya.
"Kau tahu Marvin apa yang kupikirkan tentang para cowok jahil itu ?".tanya Malika tetap berjalan.
"Mereka hanya ingin menyapamu saja Malika..Kau tidak usah merasa tidak nyaman dengan mereka...".
"Ini bukan masalah nyaman atau tidak nyaman Marvin.Aku memikirkan mereka yang jauh dari sosok Gentlemen...apa kebanyakan pria seperti itu hanya untuk menggoda wanita agar tertarik pada pria itu sendiri ?..".
"Yah.Rata - rata...".
"Awalnya mereka menggoda wanita dengan polah seperti itu.Ketika wanita tertarik dengan memberikan sedikit senyuman kepada mereka,pasti Mereka akan sangat girang dan bersuka ria seperti bertemu sesosok bidadari yang entah mereka tidak tahu maksud senyum dari bidadari itu sendiri.Tersenyum senang karena bahagia diperhatikan,atau tersenyum muak karena melihat tingkah memalukan mereka.
Hari berikutnya,pria ini menggoda wanita lain.Mereka berhasil berpegangan tangan atau membelai lengan mereka dan wanita itu tak bereaksi apapun terhadap tindakan ini.Mereka akan berguling - guling di sepanjang trotoar ini.Mereka terlalu bereuforia terhadap perasaan mereka.
Hari berikutnya,berhasil tahu namanya.Sekaligus nomor Hp dan Identitas Sosial Media Si Cewek.Mereka lalu dengan liar menggoda si wanita lewat media sosial ini. kadang mereka terlalu tinggi dalam mengembangkan fantasi mereka.Mengedit foto diri mereka dengan wanita yang mereka kagumi tanpa tahu apakah si wanita mengetahui tindakan pria ini atau tidak.
Seterusnya,Mereka akan pintar bergombal dengan wanita mana pun.Ternyata Pria - pria seperti ini sangat pintar dan pandai.Otak mereka berkembang sangat pesat dalam hal usaha menarik lawan jenisnya..."
"Tapi kadang ada wanita yang tidak mudah tertarik.Tapi mereka tidak pernah menyerah untuk menggaet wanita yang sama...".
"Itu tergantung usaha mereka Marvin.Semakin keras batu yang perlu kau pecahkan semakin banyak pula tenaga yang kau kumpulkan untuk memecahkan batu ini.Rata - rata pria akan mencari wanita yang iman dan prinsipnya lemah,
Lalu pria dengan mudah untuk mengajak wanita ke mana pun ia pergi,membelikan ini,kadang berusaha memaksa untuk menerima apa yang berikan.Kadang Pria ini hanya membuat kagum seorang wanita dengan polahnya."Malika menepuk dahinya.
"Bagaimana dengan cewek yang centil ?apa mereka tidak melakukan hal yang sama?".
Malika berhenti dan berbalik arah.Marvin terkesiap dan ikut berhenti.Ia hampir menubruk Malika.
"Kau mengalihkan pembicaraan Marvin ?".tanya Malika ketus.Ia lalu berbalik arah dan melanjutkan jalannya.Ia berjalan agak cepat.
Marvin menyusul.
"O Malika,Ayolah.Aku hanya bertanya.Apa kau tersinggung?".
"Setidaknya aku tidak seperti mereka Marvin.Itu masalah mereka dalam mengatur watak dan attitude mereka.Jika kau merasa dirimu wanita yang baik dan memikirkan derajatmu sebagai seorang wanita,kau perlu memperhatikan attitudemu dengan benar.Wanita seperti itu hanya ingin membuat kagum pria juga dengan rayuan yang keluar dari bibir merah dan menggoda mereka.
Bagaimana caramu menanggapi seorang Pria akan menimbulkan imej wanita itu sendiri di mata pria?
ketika wanita centil dan mudah terkena bujuk rayu bertemu dengan pria jahil seperti mereka.Kedua makhluk ini berhasil meluapkan nafsu dan taktik mereka untuk saling menggaet.Namun jika salah satunya pria atau wanita yang pandai menjaga sikap,usaha mereka gagal"
"Lalu bagaimana jika Pria dan wanita yang pandai menjaga sikap ini bertemu dan mengagumi satu sama lain,apa yang akan mereka lakukan?".
"Mereka akan berpikir tentang bagaimana cara mereka berinteraksi.Mereka akan berpikir bagaimana cara yang baik untuk menarik perhatian satu sama lain tanpa membesarkan euforia dari nafsu mereka yang terlihat memalukan."
"Dan seorang Gentlemen akan memikirkan bagaimana caranya untuk menarik perhatian wanita dengan jalan pikiran yang rumit,bukan begitu?".
"Setidaknya tanpa membesarkan kepanikan dan fantasi mereka.Ia akan tetap tenang dan terlihat cool meski ia berpikir seribu cara untuk menarik perhatian.Tanpa sikap berlebihan seorang gentlemen akan cepat membuat wanita bertekuk lutut."
"Jadi seorang Gentlemen itu sama dengan wanita dengan iman yang kuat ?".
"intinya tanpa bersikap berlebihan kita harus bisa berpikir kritis dan cepat untuk menampilkan caranya menarik perhatian lawan jenis kita.Ada yang lain?".
"Coba kau lihat aku Malika,Aku termasuk yang mana?pria gentlemen atau pria jahil yang pandai merayu untuk membuatmu takjub?".tanya Marvin mendekatkan wajahnya ke telinga Malika
"Aku sudah bilang Marvin.Aku tidak suka dengan pria yang jahil seperti tadi.Dan aku berharap bisa bersanding dengan seorang gentlemen...".jawab Malika berapi - api".kau terus bertanya Marvin,Aku mulai lelah...".
"Tapi Aku suka wanita yang nggak centil,tapi pandai menjaga sikap dan penampilannya...".
"Apa yang bisa diharapkan dari seorang wanita yang centil ?dan sampai kapan kau akan berharap wanita yang pandai dalam segala hal bisa menjadi milikmu?..."
"Sorry Malika,sorry...Kau marah?Aku hanya bertanya padamu tentang diriku...".
Malika tiba - tiba berhenti,Suasananya berubah.Ia terdiam.Marvin juga berhenti.Ia melihat wajah Malika di hadapannya.Mereka saling bertemu pandang.Marvin mengangkat senyum.
"Emmhhh...Kau bukan pria yang jahil.Namun,Kau tidak perlu jadi seorang gentlemen.Apa yang ada pada dirimu sudah membuatku takjub...".Malika membelai pipi Marvin.
Desiran itu semakin deras terasa di hati Marvin."Kau tidak perlu berlebihan Marvin.Kau tidak harus mengambil cara yang rumit untuk membuatku tertarik padamu....".
"Kau suka padaku,Malika?".tanya Marvin mendekat wajahnya ke wajah Malika perlahan.Malika juga mendekatkan Wajahnya.Mereka ingin melakukan satu hal.
Namun,tiba - tiba mereka terkejut oleh kehadiran Niel yang langsung menjewer telinga Marvin.
"No No No No Marvin...ini masih pagi..."Niel menarik telinga Marvin mendekati Arjun yang siap dengan motornya.Niel melambaikan tangan ke arah Malika.Malika tersenyum mengangguk" lipstik Malika masih basah kawan,Kau tidak malu kalau nanti semua orang di kampus memandangmu dengan tatapan aneh karena ada bekas bibir di pipimu...No No No No Marvin....".
"i..i..i..iya Niel,Ampun.tolong lepaskan tanganmu...sakit sakit,adoo...".
***
Pagi ini Indra mengantar Ibunya ke Pasar.Pasar terletak di tengah kota.Pasar terbesar di kota ini.Ibu Nawang membeli sayuran dan kebutuhan dapur lain.Pasar pagi ini cukup ramai.Banyak yang menjajakan dagangan.Banyak motor dan sepeda yang terjejer rapi di area parkir yang terlihat bersih itu.
Pagi ini juga sangat cerah.Langit tampak begitu bersih.Sesekali Angin bertiup halus untuk mengusir rasa panas.Kain - kain batik dan selendang yang terpajang di deretan penjual pakain itu melambai - lambai gemulai terterpa angin.Indra berjalan bersama Bu Nawang menuju penjual perabotan plastik.
"Ingat ayahmu saat makan malam semalam,Nak ?".tanya Bu Nawang menenteng tasnya yang berisi sedikit sayuran.
"Kakak pikir Ayah sangat menikmatinya,Bu.Ayah makan terlalu kenyang.Aku dan Adek masak mie lagi jam 11 malam...".
"Emmmmh.tapi Menurut Arjun,masakan ibu terlalu asin.apa masakan ibu tidak keasinan?,dan ibu cicipi memang terlalu asin.Aduh ibu terlalu sibuk menerima telfon dari Ibu Kades yang mengajak pergi ke undangan acara nikah tetangga kita...".
"Mungkin bagaimana pun masakan ibu,ayah selalu menikmatinya.Ayah sangat menghargai apa yang ibu masak...".
"Tapi,Adekmu juri masak yang terlalu kritis.dia punya cita rasa yang tinggi...".
"Itu karena ibu sering mengajarinya masak,dan selalu memberikan informasi dari berbagai bahan makanan...".
"Kakak benar...".
"Adek sering berkomentar tentang makanan di setiap tempat ke mana kakak mengajaknya pergi..."
Di tengah Indra berbincang dengan Ibunya.Satu sosok wanita terlihat oleh Indra dibalik gemulainya selendang yang melambai tadi.Indra tetap memandanginya.Wanita itu menenteng beberapa kain yang terlipat rapi.Wajahnya tak kalah bersinar dengan matahari pagi ini.Angin bertiup lembut di sekeliling Indra.
"Aku ingin bertemu denganmu sayang,temuilah dia...".Angin itu membawa kata - kata yang membisiki telinganya,Ivana.
Sementara Ibu Nawang mencari perabotan.Indra mengikuti ke mana Wanita itu pergi.Wanita itu,Indira berhenti di satu penjual kain.Indira memberikan kain yang ia bawa dan menerima uang yang diberikan si penjual pakaian dengan ramah.
Saat Indira berbalik,Ia terkejut saat tahu Indra telah berdiri di belakangnya sejak tadi.
"oh...".
"Selamat Pagi...".sapa Indra dengan senyum khasnya.
"Selamat Pagi.Indra kamu di sini mencari apa ?aku sangat kaget...".
"Maaf Indira,Aku mengantar ibu ke pasar.Kebetulan Aku melihatmu dan Aku menemuimu.Apa yang kau lakukan di sini...".
Indira mengajak Indra berjalan
"Aku memberikan dagangan kepada pelanggan - pelangganku di sini..".
"Dagangan?kau berjualan?atau..."
"Ya,Aku memang berjualan.Aku membantu Ibuku mengantar dagangan ibuku ke pelanggan - pelanggan di sini.Tidak hanya di pasar ini.Hampir di setiap pasar di kota ini Ibu punya pelanggan..."
"Dan,kau berjualan Pakaian dan Kain ?".
"Yaa.O ya di mana Ibumu?.Aku boleh menemuinya?...".
"Tentu.Beliau lagi mencari perabotan.Tak jauh dari sini..".
Indra mengajak Indira menemui Ibu Nawang.Ibu Nawang tengah sibuk mencari piring - piring dan beberapa Loyang.Ia mengumpulkan barang ia pilih di satu tempat.
"bu,ibu sudah mendapatkan barang yang ibu cari?".tanya Indra.
"ya kurang satu lagi..".jawab Bu Nawang tanpa melihat Indra.
"Ada yang mau bertemu dengan Ibu...".
Bu Nawang berbalik melihat Indra.Ia melihat Indra bersama seorang wanita muda.Bu Nawang baru melihatnya namun ia seperti sudah mengenal wanita muda ini sejak lama.
"Siapa Anak muda ini Nak?".
"Namanya Indira,Bu.Teman kakak.."
"Anda terlihat sibuk Bu,"Indira mengajak Bu Nawang berkenalan.ia mencium tangan bu Nawang dengan lembut."Nama saya Indira.Boleh saya membantu Ibu ?Ibu terlihat kerepotan...".
"Tidak Usah Indira,Kau baik sekali.Ibu jadi merepotkanmu...".
"saya akan merasa senang jika bisa membantu ibu...".
Bu Nawang tersenyum bangga dan membelai dagu Indira",Kau Cantik sekali,Nak.Di mana kau tinggal?".
"Tidak jauh dari pasar ini,ibu.Aku tinggal dengan Ibu dan Bapak di rumah."
"Apa yang kau lakukan di pasar ini Nak?".
"Aku mengantarkan dagangan ibuku,bu.Ibu membuat pakaian jadi di rumah.Kadang menerima pesanan kain,dan menerima jahit dan vermak pakaian..".
"Kau juga anak yang berbakti.kau mengantar dagangan setiap pagi?".
"Iya Bu.Tapi tidak hanya di pasar ini.Di pasar lain,atau di tempat pelanggan ibu saya..."
"Kau sangat tekun,Ibu salut padamu.."
Indira tesipu malu."Saya mohon Ibu dan Indra bisa mampir ke rumah...".
"Insya Allah,Anakku.".
***
Pagi ini Malika sudah tiba di halte dekat kampusnya.Ia berangkat ke kampus pagi tanpa diantar Marvin.Karena Marvin memberitahu bahwa pagi ini akan mengantar adiknya ke sekolah.
Malika tengah berjalan di trotoar menuju kampusnya.Jalan raya dan trotoar sangat ramai pagi ini.Ada gerombolan anak sekolah yang berjalan dengan bermain - main tanpa memperhatikan jalan mereka.Itu membuat Malika mengalah turun ke bahu jalan raya karena ia tidak bisa melewati anak - anak ini.Malika juga tengah asyik memperhatikan hpnya.
Namun tiba - tiba Sebuah Sedan melaju kencang ke arahnya.Malika tak memperhatikannya.Dan beruntung ia tak tertabrak karena seseorang dengan sigap menariknya.
Tubuh Malika tertarik oleh tangan orang itu.Dan Orang itu menerima Tubuh Malika.Malika sangat kaget,Marvin menariknya.Jantungnya berdegup kencangnya.Mata Malika melotot syok menatap Marvin.
Marvin tersenyum dengan merasakan desiran yang deras mengalir di jantungnya.Marvin masih memegang tubuh Malika.Malika masih terkesiap melihat Marvin.
"Oh...aku kaget sekali Marvin...".Malika melepas pegangan Marvin.
"Untung aku langsung bergegas menarikmu Malika,jika tidak ?".
"Untunglah Marvin",Malika berjalan meninggalkan Marvin",jika tidak,Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi?".Malika berbalik sejenak dan meninggalkan Marvin.
Marvin menyusul Malika",Kau baik- baik saja kan,Malika ?".
"Ya seperti yang kau lihat...".jawab Malika berjalan masih melihat Hp nya.
"Aku sangat khawatir tadi ".
"Aku juga tidak sadar kenapa sampai lengah seperti tadi ".kata Malika masih memperhatikan Hpnya
"Lain kali waspada ya Malika,Aku nggak mau kau kenapa - napa".
"Entah sampai berapa kali lagi Aku bisa waspada Marvin,jika tidak ada yang menjagaku berjalan...".Kali ini Malika berbalik sebentar",kali ini Aku beruntung ada kau,dan kau cepat mengantar adikmu.
Tapi kau juga beruntung kau bisa menyelamatkanku jika tidak,Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padamu bila aku celaka,tubuh dan wajahku akan kenapa - napa jika sampai ada luka sedikit pun".Malika langsung meninggalkan Marvin.
Ada maksud tersembunyi dari perkataan Malika yang dirasakan Marvin.Marvin tahu itu.Marvin berubah lesu.
Sore harinya Hujan turun dengan deras.Marvin mengajak Arjun pulang ke rumahnya setelah Ia memintanya untuk menemaninya mencari sebuah buku perpustakaan.Marvin mengajak Arjun mengobrol di teras.
Marvin membuatkan teh untuk mereka berdua.
"Aku tahu apa yang temanku butuhkan saat hawa dingin seperti ini...".Kata Marvin menyuguhkan secangkir teh untuk Arjun.Hujan masih terdengar bergemuruh deras.
"Emhh..terima kasih Marvin...".
"O ya,Ada keripik dan biskuit yang aku beli di supermarket tadi sama Marvel...".Marvin mengambil keripik dan biskuit dari dalam tasnya.
"Kau ingin membuatku gemuk,Marvin?".
"Tidak,cuma aku tidak bisa kalau di saat seperti ini rahangku diam saja tanpa memakan apa pun...".Marvin menaruh nampan.
"Makanlah sendiri,teh cukup bagiku dan mungkin Aku bisa makan keripiknya...".Arjun melirik bungkusan keripik
"Makanlah sesuka hatimu Arjun...".Marvin menaruh semuanya di meja
Arjun dan Marvin menikmati makan.Sesekali Marvin membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan.
"Arjun...".panggil Marvin menengok apa yang tengah dilakukan Arjun.
"Ya..."
"Dulu...".Marvin menutup bukunya".waktu kita SMP,kau selalu menolongku,kau selalu membantuku.Saat kita ujian kau selalu berbagi jawaban denganku.Kau selalu meminjamiku LKS saat aku lupa mengerjakan PR di pagi hari.
Dan kau selalu mengikutiku ke mana saja bersama temanku yang lain saat istirahat.Namun...".
"Namun apa Marvin?".tanya Arjun berhenti mengunyah.Arjun tahu keadaan Marvin.Marvin tengah gundah
"Namun aku tidak pernah memperhatikanmu,tidak pernah melihat keberadaanmu.Aku tidak pernah mentraktirmu jajan sementara aku mentraktir mereka jajan.Aku membiarkanmu Arjun.
Maafkan Aku sebelumnya,Arjun.Apa kau tidak nyaman aku memperlakukanmu seperti itu?"
"Marvin,yang berlalu biarkan berlalu.itu masa lalu,lupakan saja....".
"Tidak,Arjun.Apa kau kecewa aku membiarkanmu sementara ternyata aku baru tahu saat kau kecelakaan dulu dan aku ke rumah mu,aku melihat kau menyimpan fotoku dan Niel.kau merawat foto - foto itu dengan baik?Apa kau...".
"Marvin,cukup".Arjun meminta Marvin berhenti bicara."dengar Marvin...".Arjun tersenyum",Emhh...Aku tidak pernah mendengar kau berkata kasar padaku.Aku tidak pernah mendengar kau membicarakan keburukanku dengan temanmu...."
"tapi Aku pernah mengejekmu Homo..."
"semua orang mengejekku Homo,namun Akhirnya Niel menerimaku.Aku tak merasakan ejekan itu.karena mereka dan kau tidak pernah melihatku dan Niel berbuat seperti itu bukan ?".
"Yaaah.Kenapa aku sampai sebodoh itu?"
.
"Aku hanya minta maaf pada Niel lewat surat.Namun Niel tak membalasnya sama sekali.Aku tahu keadaan Niel saat itu.Dan lupakan...."
"Aku hanya minta maaf pada Niel lewat surat.Namun Niel tak membalasnya sama sekali.Aku tahu keadaan Niel saat itu.Dan lupakan...."
"tapi bagaimana denganku Arjun?".
"Marvin,kau tidak pernah mengusirku saat aku mengikutimu ke mana pun kau pergi saat istirahat.Kau tidak pernah memalingkan mukamu saat aku melihatmu.Kau tidak pernah merasa risi saat aku bersamamu dan teman - temanmu.
Satu yang tidak akan pernah akan ku lupa,Kau bersedia menulis di bukuku saat aku menggantikanmu menulis di papan tulis.Kau bersedia menulis di bukuku Marvin.Dan Aku masih merawat tulisanmu itu."kata Arjun membuat Marvin terkesiap",mungkin orang lain tidak akan sudi melakukan itu jika aku menggantikan tugasnya.
Namun kau ?".kata - kata Arjun membuat Marvin berpikir"Jangan pernah menyesal kau memperlakukan aku seperti itu,Marvin.Karena kau pernah berbuat baik padaku juga.Semua perlakuanmu itu tak berarti apa - apa bagiku.Seribu kali kau mengecewakanku,Lalu kau sekali kau berbuat baik padaku.dan seribu kekecewaan itu akan hilang dari hatiku.
Kau telah memberi satu hal yang sangat berharga padaku,Marvin..".
"Apa itu ?".Tanya Marvin sedikit merasa lega
"Janji.Kau yang pertama berjanji padaku untuk menjagaku,dan tetap bersahabat denganku.setelah Niel memaafkanku.Masih ingat Marvin?"tanya Arjun tersenyum.
"Yaaaah.....".jawab Marvin.Hujan bertambah deras.
"So,apa masalahnya Marvin?".tanya Arjun meminum tehnya"Oo Marvin,ku mohon lain kali kurangi gulanya,teman.ini terlalu manis."
"Oh Maaf Arjun,Aku lagi banyak pikiran.ups!!".Marvin menutup mulutnya.Arjun melihat Marvin masih meneguk minumannya.
"Malika ?".
"Yaa..."
"Ceritakan semuanya...".
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Malika hari ini.aku tidak mengantarnya ke kampus pagi tadi.Karena Aku mengantar Marvel ke sekolah karena Ayah sakit hari ini.Dan beliau sudah baikan.Karena kecapekan dan tiap hari kehujanan saat pulang kerja.
Aku sempat menyelamatkannya dari sedan yang melaju kencang pagi tadi.kami sempat saling menatap lama.Aku senang ia tidak apa - apa.Tapi,entah kenapa,setelah aku menyelamatkannya,Ia meninggalkanku begitu saja.Aku mengajaknya bicara sejenak namun jawabannya agak kurang mengenakkan hatiku.
Ia bilang 'entah sampai berapa kali bisa waspada jika tidak ada yang menjagaku berjalan.Dan apa yang terjadi padamu nanti jika aku sampai terluka.Aku tidak bisa membayangkan jika sampai tubuh dan wajahku terluka apa yang terjadi padamu '
Apa ia kecewa karena Aku absen mengantarnya pagi ini?".
"bisa jadi.dan kata - kata yang ia lontarkan padamu adalah bentuk protes secara halus darinya.hanya saja ia tidak mau menyinggung perasaanmu dengan kata - kata yang agak kasar.
tenang kawan,kau baru absen satu kali."
"tapi kata - katanya yang terakhir seolah - olah membuatku merasa seperti laki - laki yang berharap bisa menikmati tubuh dan kecantikannya saja.padahal Aku tidak punya niat seperti itu..."
"tapi itu sifat Alami laki - laki,temanku.seandainya kau di posisi Malika dan kau berkata 'Andai kau tidak menyelamatkanku,Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padamu jika tubuh gagah dan wajah gantengku ini sampai tergores sedikit pun ',apa kau merasa jika Malika akan tersinggung?pasti kau tahu ia akan tersinggung.
Dan untuk tujuan ini lah,Malika berkata seperti itu padamu.Selain protes secara halus,ia juga mengingatkanmu dan membuatmu waspada untuk menjaganya.Ia tahu kalau kau sangat menyayanginya,Marvin."
"Tapi bagaimana jika aku tidak bisa setiap hari bisa menemani dan mengantarnya ?Apa ia akan berkata yang lebih pedas padaku?".
"setidaknya Ia mengerti jika kau memberitahu dia sebelumnya alasanmu.Apa yang terjadi pada kita ke depannya kita tidak tahu?"
"Yah kau benar,Arjun".Marvin merasa lega".Aku sangat menyayanginya Arjun."
"Dan Ia perlu bukti bahwa kau menyayanginya".
"Baiklah.Aku akan berusaha Arjun."
"Kau juga perlu membuatnya yakin teman,jika kau benar - benar menyayanginya....".
"Mungkin Aku perlu menikahinya besok pagi...".kata Marvin meledek Arjun.
"Dan besoknya kau perlu memberinya anak,Marvin".kata Arjun tambah kacau.
Mereka tertawa ditengah gemuruh hujan.
"Kau bisa gila,saat Aku gila Arjun...".Marvin merangkul Arjun.Ia benar - benar merasa lega
Arjun tersenyum melihat Marvin.
Sincerely,
Salaam-E-dostana
Fajar Adi
Komentar
Posting Komentar