Salaam-E-dostana Bab 4




Dan Pagi itu,Arjun bersiap - siap untuk berangkat mendaftar ke sekolah menengah pertamanya.Pengumuman Kelulusan sekolah dasarnya satu bulan lalu,Ia mendapat nilai yang memuaskan.Ia sudah mempunyai tujuan sekolah lanjutannya.Ia akan berangkat ke sana.

Ibu Arjun menemani Arjun mendaftar di sekolah itu.Jam setengah tujuh Arjun berangkat bersama Ibunya menggunakan sepeda.Pagi itu begitu cerah dengan hawa yang masih dingin.

Jarak sekolah Arjun tidak begitu jauh.Waktu setengah jam Mereka sampai di gedung Sekolah.Dan pertama kali tiba di tempat itu,Lapangan bola yang hijau dan luas.

Bau rumput yang segar di pagi hari menyambut Arjun.
Setelah menaruh Sepeda di tempat Parkir,Arjun dan Ibunya masuk ke gedung untuk bergegas mengambil tempat.Di sebuah ruangan Arjun berhasil mendapat nomer pendaftaran.Ruangan itu dan gedung sekolah itu penuh dengan Anak dan orang tuanya yang akan mendaftar sebagai siswa di sekolah itu.Hari mulai siang dan panas.

Arjun masih duduk menunggu pengumuman.Lalu datang dua orang di samping Arjun.Seorang bapak dan Anak laki - anak yang juga hendak mendaftar.Sang Bapak menyuruh anaknya duduk,dan Ia duduk di samping Arjun.Arjun masih diam melihat seisi ruangan kelas yang masih penuh.
Arjun melihat anak yang duduk di sampingnya.Begitu pun Ia.

"Kamu sudah mendapatkan nomer pendaftaran ?".tanya Arjun
"Sudah...".Jawab Anak itu tersenyum pada Arjun.
Arjun melihat Ijazah yang di pegang Anak itu.
"Namamu Daniel ya ?".

"Ya,tapi Aku biasa dipanggil Niel.Kau namamu Siapa?coba ku lihat Ijazahmu...".
Arjun memperlihatkan Ijazahnya.
"Namamu Arjun ?".

"Iya".
Arjun dan Niel pun ngobrol satu sama lain.Dan Hari itu pun berlalu.Dan Esok harinya,Arjun sudah tiba di Sekolah.Hari ini akan dilaksanakan Ujian Seleksi.Arjun berada di pintu gerbang.
Dan tak lama,Niel datang diantar ibunya.Niel mendekati Arjun.
"Kamu sudah lama Arjun?".
"Ya lumayan...".
"Sekolah masih sepi,Kau datang pagi sekali...".
"Aku takut kalau telat Niel...".
"Padahal sudah diumumkan kan waktunya..".
"Iya tapi Ibu menyuruhku untuk bangun lebih pagi...".
"Ibuku juga...".
Mereka masuk ke dalam ruangan kelas kemarin.Ujian dilaksanakan hari itu.
Hari berikutnya,Pengumuman dan Pembagian kelas.Arjun dan Niel diterima di sekolah itu.Arjun masuk kelas B dan Niel masuk kelas A.

Di waktu istirahat,Niel berdiri di dekat kantin untuk menghabiskan waktu istirahat.Arjun lewat di depannya dan melihatnya.
"Niel,kenapa kau berdiri di sini?",
"Ah nggak apa - apa...".
"Kau tidak membeli jajan...".
"Mmm...uang jajan ku tertinggal di rumah".
"Ooh...kamu mau jajan denganku,Aku belikan kau jajan...".
"Boleh...terima kasih Arjun,Kau baik sekali".
"Iya,Niel".
Saatnya kembali masuk ke kelas,Arjun duduk di sebuah kursi untuk mengisi sebuah Absen.Lalu,Seorang anak lain duduk di samping Arjun.Anak itu diam saja.Ia tak banyak bicara dengan Arjun.
"tempat tinggalmu jauh ya?",tanya Arjun.
"Yah...".
"Boleh Aku tahu namamu".
"Namaku Marvin...".
"Namaku Arjun...".

***
Saatnya Masa Orientasi Siswa,suatu ketika Arjun berjalan menuju sebuah kelas.Lalu,Niel bersama temannya menghampiri Arjun.Niel mengajak Arjun bercanda dengan mencubitinya.Arjun merasa tidak nyaman dengan Tindakan Niel.Arjun pun kesal dengan Niel.Dan saat itu Arjun pun mengacuhkan Niel.Arjun pun tak memperdulikan Niel.

Waktu pun berjalan seiring Arjun bersekolah di sekolah ini.Arjun masih mengacuhkan Niel.Namun Niel biasa saja.
Arjun kelas 2 SMP,Arjun melihat Niel dari kejauhan.Selama ini Arjun berpikir setiap Anak dengan kelakuan buruk atau kata - kata yang kotor itu adalah anak yang jahat dan patut dijauhi,Pikiran itu sempat muncul di benak Arjun saat Ia bertemu Niel pertama Kali.Ia sempat menerka Apakah Niel termasuk anak yang patut Ia jauhi?Namun Arjun memasukkan Niel ke dalam golongan Anak itu.
Namun,berjalannya waktu,Arjun mengamati selalu mengamati Niel.
Niel selalu memiliki prestasi di atas Arjun.Bahkan Niel menjadi salah satu Murid Unggulan di sekolah ini,sementara Arjun bukanlah siapa - siapa.Ia hanyalah seorang yang selalu mengamati Niel dan mengaguminya.

Di suatu Malam,di kamarnya,Arjun mencurahkan isi hatinya kepada Kakaknya,Indra.Indra duduk bersandarkan bantal sambil memainkan rambut Arjun dan sesekali mengusap - usapnya.Arjun berbaring di samping Indra
"Kak...".
"Iya Dek..".
"Kakak punya sahabat di sekolah?".
"Banyak...".
"Cewek atau Cowok ?"
"Keduanya Arjun,Semua Orang Sahabat Kakak...".
"Kak,Kakak pernah bilang 'Kau harus menjaga hubunganmu dengan temanmu dengan baik apalagi dengan orang yang kau kenal',bukan begitu?".
"Ya,Kau mengingatnya sangat baik...".
"Tapi Aku tidak seperti yang Kakak Katakan...".
"Kenapa?Apa kau punya masalah di sekolah dengan seseorang?Apa kau pernah bertengkar atau berantem?".
"Tidak Kak.Hanya Aku yang salah paham,tapi Aku tidak mengajaknya bertengkar Aku hanya mendiamkannya.Dia Aku kenal di awal Aku SMP,Aku sempat kenal baik dan Akrab dengannya.Tapi karena Ia sempat mencubitiku,Aku menjauhinya dan Menganggapnya Anak yang jahat..",Arjun bangkit dan duduk",Itu dulu Kak,Aku berpikir seperti itu,Kak.Namun lama - kelamaan Aku sadar bahwa pikiranku itu salah.

Namanya Niel.Dia anak yang baik,Ia mencubitiku ia bermaksud mengajakku bercanda,Namun Aku salah persepsi,Aku merasa bersalah kak dan sangat menyesal,Mungkin ini lah Penyesalanku yang fatal,Aku menyia - nyiakan Seseorang yang baik...Aku sangat menyesal Kak...".
"Itu hal wajar,Adikku.Di masa remaja Apapun bisa terjadi,Apalagi seperti dirimu...Kau Merasa bersalah dan Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?".
"Iya,Kak.Aku sudah menulis surat minta maaf padanya,Namun Ia tak membalasnya...Aku bertambah menyesal,Kak.Dan,Teman - temannya tahu malah Mereka menganggap Aku suka pada Niel.Suka sesama Jenis,Kak.Aku semakin menyesal kak..."Arjun melihat Indra berkaca - kaca.
"Emmhh..Tidak usah mendengarkan mereka Arjun",Indra kembali mengusap Kepala Arjun
"Tapi,Itu membuat Niel membenciku Kak,Setiap Kami saling melihat Niel langsung membuang muka dariku,Penyesalanku semakin hari semakin terasa Kak...".
"Kenapa Kau harus menyesal jika itu akan membuatmu putus asa untuk mendapat maaf dari Niel?".
"Untuk itu Kak,Aku tidak pernah menyerah...".
"Aku tidak berani menemui Niel,Dan meminta Maaf langsung padanya,Kak.Aku takut sampai Teman - temannya mengetahuinya.Dan mengejek Niel dan Kami,hingga Niel bertambah membenciku nantinya...".
"Kau tidak perlu takut,Adikku.Temui saja langsung",Indra mendekatkan wajahnya",Kau harus berani sayang,Kau harus berani,jika kau tidak ingin terus menyesal seperti ini,Jangan pedulikan orang lain,hanya Kau dan Niel itu saja...Kau harus berani...".
"Iya Kak,Iya...Aku akan mencobanya...".
***
Di suatu sore saat pulang Les sore di sekolah,Mendung tampak mempergelap langit,Angin bertiup kencang.Arjun berusaha menemui Niel.Ia pun menuju ruangan kelas Niel.

Arjun bertemu Niel di Aula.Arjun meminta Waktu untuk bicara pada Niel.

"Niel,....".panggil Arjun gemetar
"Ada apa kau menemuiku?....".Niel membuang muka
"Aku hanya ingin minta maaf padamu,Niel.Aku telah salah padamu,Aku telah bersikap tidak baik padamu,Maafkan Aku Niel...Aku tahu kau sakit hati dan Kau sangat membenci ku...Namun Ku mohon Niel,Kau jangan marah padaku.Maafkan Aku Niel...".Iba Arjun.
"Itu saja?".tanya Niel tanpa melihat Arjun.
"Iya Niel...Ku mohon Maafkan Aku...".
"Kau menemuiku untuk hal yang tidak penting ini?!..".Kata Niel sinis.
Petir pun menggelegar begitu saja.

"Ini penting bagiku Niel,Aku merasa menyesal dan bersalah padamu,Aku terus merasa bersalah saat kau berpaling muka dariku....Aku tahu kau sangat membenciku,dan Aku siap menerima hukuman darimu Niel.Tapi Ku mohon Maafkan Aku...".
"Dan Ku mohon kau tidak usah lagi menggangguku di sekolah ini....".
"Tapi Niel....Tapi Niel aku tidak bisa,Aku tidak bisa...",
Niel pun mulai meninggalkan Arjun tanpa memperdulikannya.
"Ku mohon Niel,Apa yang harus Aku lakukan ?Apa yang harus Aku lakukan?"
Niel berbalik dan menyerahkan sesuatu.

"Jangan Ganggu lagi diriku,dan simpan kertas - kertas tak berguna ini,Tak ada gunanya,untuk apa maaf bagimu?...Jangan ganggu Aku lagi Homo!!",Kata - kata Niel seperti gemuruh yang terdengar di atas awan.Hujan pun turun mengguyur bumi,dan Arjun.Arjun tidak menyangka Niel akan berkata sepertu itu.Niel meninggalkannya.
Arjun melihat beberapa lembar surat permintaan Maafnya.Ia melipat dan mengantonginya,Ia pun bergegas pulang dengan hati yang hancur.

Sampai di rumah,Indra duduk di teras,Hujan belum reda dan masih deras.Arjun datang dengan raut yang berbeda.Arjun masuk ke teras dan berdiri di hadapan kakaknya.Ia melihat kakaknya dengan menggigil kedinginan.Wajahnya tampak sedih dan pucat.
Arjun mengambil sesuatu dari sakunya.Beberapa surat permintaan Maafnya yang basah.Ia menyerahkan pada Kakaknya.Indra menerimanya.Arjun pun beranjak masuk ke rumah.Namun,hendak membuka pintu,Arjun pun jatuh pingsan.Tubuh lemahnya langsung ambruk.Indra terkejut dan langsung mengangkat tubuh Adiknya.
"Arjun...Arjun...".Indra memeriksa tubuh Arjun.Tubuh Arjun demam tinggi.Wajahnya tampak pucat.
Esok harinya Arjun tidak berangkat sekolah karena sakit.Ia berada di kamar.Indra menemui Adiknya.Wajah Arjun masih pucat.Bola matanya tampak cekung dan gelap.Ia menyerahkan surat Permintaan Maaf milik Arjun yang sudah Ia keringkan semalaman.Indra duduk di samping Arjun.
Indra menggenggam tangan Arjun.Indra bisa merasakan apa yang tengah terjadi pada Adiknya.Indra mendekap tubuh Arjun dari samping.
"Arjun,Kakak sudah membaca semua surat ini.Kau sudah menemui Niel?".
Arjun mengangguk.

"Kau sudah minta maaf padanya?",
Arjun mengangguk.
"Dan Dia?".
Arjun hanya diam.Dan langsung mendekap lengan kakaknya.
"Ia tidak ingin diganggu lagi oleh Seorang Homo sepeti ku,Kak...".Arjun pun terisak - isak",Niel tega berkata seperti itu padaku,Kak".
"Kenapa dia sampai seperti itu?"
"Entahlah,Yang Arjun tahu Ia sangat membenciku.."
"Aku harus...".
"Jangan kak,Ku mohon kakak jangan berbuat apa - apa padanya.Aku tak ingin dia menjadikanku orang yang paling ia benci setelah Kakak berbuat sesuatu padanya.
Niel itu sahabatku,sebenci apapun dia padaku,Aku tidak pernah dendam padanya.Walau pun Ia sampai berkata seperti itu Aku bisa menerimanya.Karena Itulah hukumanku kak atas perbuatanku padanya.Aku ingin merasakan sakit hati yang Niel rasakan,Kak...".

Dan Pagi itu pun berlalu.
***
Dan semenjak itu,Arjun merasa tidak mempunyai seorang teman di sekolah.Semua anak  di sekolah selalu mengejek Arjun dengan ejekan suka sesama jenis.Arjun hanya diam saja ketika seseorang mengejeknya.Semua anak mengejeknya begitu setelah teman - teman Niel menyebarkan berita bahwa Arjun telah menemui Niel,Mereka telah menyebarkan berita ini dengan cara yang buruk.

Banyak yang menjauhi Arjun.Namun Arjun tidak memperdulikannya.Karena Ia berpikir bahwa untuk apa meladeni ejekan itu.Ketika bersekolah Arjun selalu menerima banyak ejekan itu,namun setelah Pulang sekolah semua ejekan yang membebani Arjun itu hilang setelah melihat Indra.Kakaknya selalu menghiburnya.
Suatu saat Ujian tengah semester,Arjun selalu bekerja sama dengan teman - temannya dalam mengerjakan tes.Dan dengan Marvin juga Ia saling menolong.Arjun sangat senang bisa menolong Marvin.Ia senang bisa satu kelas dengan Marvin.
Arjun bisa bekerja sama dengan baik bersama Marvin.Namun setelah selesai Ujian,tidak terjadi apa - apa di antara Arjun dan Marvin.

Arjun selalu menolong Marvin,Marvin senang Arjun menolongnya.Namun,Arjun tidak mendapat perlakuan apa - apa dari Marvin.Selesai Ujian,Arjun pasti ditinggal sendirian.sementara Marvin keluar mencari jajan bersama temannya tanpa memperdulikan Arjun.
Kadang di saat Arjun bersama Marvin dan temannya,Ia hanya diam saja.Marvin tak mengajaknya bicara.
Arjun senang bisa berteman dengan Marvin.Apapun yang Marvin minta pasti ia akan berusaha memberinya,meski Marvin melupakan Apa yang telah Arjun berikan.Asalkan bisa berada dengan Marvin,dan bisa melihat Marvin tersenyum,Arjun rela membantu Marvin.
Dan mengenai Niel,Arjun tetap mengamati Niel.Kadang saat mereka saling menatap Niel spontan membuang muka,Seolah - olah tidak merasa ada seseorang yang memperhatikan.Tersenyum pun tidak.Ketika Arjun melihatnya Saat tertawa,Tawanya pun langsung hilang.Arjun pun semakin merasakan hukumannya.
Antara diacuhkan dan harus bersabar menanggung hukuman batinnya,Arjun berusaha kuat.Indra selalu menasihatinya.

Suatu saat pengambilan Rapot,Indra mengambilkan Rapotnya Arjun.Dan di situ Indra bisa merasakan keadaan yang dirasakan Adiknya.Indra mengajak Arjun membeli makanan.
"Kau mau beli yang mana Dek?",
Arjun tidak menjawab karena Ia melihat Niel dan temannya datang membeli makanan di tempat yang sama.Indra mengerti keadaan Arjun.
"Hei,Arjun...Kok bengong"
"Ah tidak Kak...".
"Masih sakit ya,atau kenapa?".
"Aku nggak apa - apa,Kak...".
Niel datang dan tetap membuang muka saat mengetahui keberadaan Arjun,dan Indra tahu keadaan itu.
"O ya,katanya kamu mencari temanmu,katanya kamu mau mengajaknya makan,siapa orangnya?dua orang ini kah,atau satu dari mereka?".
Niel mendengar apa yang Indra katakan.Dan Ia merasa Orang yang dimaksud Indra adalah dirinya.
"Tapi,Apa ada yang mau makan denganmu?".
"Kakak...".Arjun berusaha membuat Indra diam.
Niel merasa disindir oleh Indr.Namun ia hanya diam saja.
"Apa ada yang mau makan sama anak yang sudah difitnah dengan diejek Homo?".
"Kakak....".
Arjun pun langsung mengajak Indra pergi.Mereka meninggalkan tempat itu.
"Apalagi orang yang langsung mengejekmu Homo hingga kamu sakit?Apa anak itu mau ya?...".
Niel merasa dirinya disindir Indra.Namun Ia hanya diam,karena perasaanya berkecamuk.Marah,sedih,takut,dan cemas.
***
Saat Kenaikan kelas 3,sekolah mengadakan Pemilihan Mas dan Mbak sekolah,Pemilihan Siswa dan Siswi terfavorit di sekolah.Daniel terpilih sebagai Mas di Sekolah itu.Arjun senang mendengar kabar itu,namun Ia ingin memberinya selamat ,ia tidak bisa.

Dan di suatu Pagi,saat melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pramuka,Indra mengantar Adiknya pergi ke upacara dan menunggunya sampai selesai.Upacara berlangsung khidmat di pagi yang sangat cerah.Semua anak memakai seragam dan Atribut lengkap,begitu pun Arjun.
Ia melihat Marvin dengan wajahnya yang cerah.Arjun merasa senang bisa melihat Marvin.Ia juga mencari - cari Niel.Ia melihat Niel yang kepanasan.Ia merasa senang bisa melihat Niel.
Upacara pun selesai,Semua murid bubar barisan.Arjun langsung bergegas menemui kakaknya yang ada disebrang jalan,banyak murid yang hendak menyebrang.
Ada Niel dan temannya yang asyik saling bercanda.Ada juga Marvin.Jalan tak begitu ramai.Teman Niel pun berjalan ke tengah jalan dengan tetap bercanda,tak memperdulikan keadaan jalan.

Tiba - tiba sebuah Mobil penumpang muncul dengan laju yang cepat.Arjun mengetahuinya.Ia melihat Niel dan teman - temannya dalam bahaya.Tanpa Pikir panjang,Arjun berlari mendekati Mereka.Marvin yang berdiri tak jauh dari Arjun terkejut melihat Arjun berlari ke arah Niel dan temannya.
Jarak Mobil dan Niel semakin dekat,Arjun berteriak pada Niel untuk memperingatkannya.Namun Niel tak menggubrisnya,Niel tahu Arjun meneriakinya namun Ia mengabaikannya.
Dan saat mobil sangat dekat dengan Niel,Arjun bisa mendekati Niel dan kawan.Dengan sekuat tenaga Arjun mendorong Niel dan dua orang temannya menjauh dari arah mobil itu.
"LARILAH NIEL...CEPAT!!!!".Teriakan Arjun terdengar di sepanjang jalan pinggir Sekolah itu.Namun sayangnya,
"ARJUUUNNNN!!!!...".Indra terperanjat melihat apa yang terjadi di depan matanya.Terjadi pada Adiknya.Semua orang terkejut,begitu juga Marvin.
'Demi temanku,Aku rela melakukan apa saja yang Ia mau.Demi temanku,Aku rela mengorbankan apa pun untuk kebahagiaannya....'Kata - kata itu terngiang - ngiang jelas di telinga Marvin.Itu Kata - kata Arjun di suatu saat Arjun mengajak Marvin ngobrol.Marvin pikir Arjun hanya omong kosong untuk cari perhatian.Namun pikirannya itu salah,Marvin telah salah menilai Arjun yang selalu bicara tidak jelas padanya.
Namun apa yang dilihatnya saat ini,di depan matanya langsung,Marvin tahu keinginan Arjun terhadap Niel,dan Apa yang terjadi dengan pertemanan mereka.Marvin sadar akan keinginan Arjun selama ini.Marvin gemetar melihat kejadian ini.
Tubuh Arjun terpental dan berguling ke pinggir jalan tanpa daya setelah Mobil tadi menabraknya.Tubuh Arjun berguling begitu saja tanpa daya di depan mata Niel.Niel sangat terkejut melihatnya.Arjun pun tak sadarkan diri.
Indra langsung mendekati Adiknya yang terluka parah.Kepala Arjun berdarah,hidung dan mulutnya.Seragam Pramuka itu pun berlumuran darah.
"Arjuun,Arjun,bertahanlah...bertahanlah...",Indra mengangkat tubuh Arjun yang penuh darah.Niel berdiri gemetar di hadapan Indra.Begitu pun Marvin yang tak jauh.
Ambulance milik PMR pun mendekat,Indra pun langsung mengangkat tubuh Arjun sendiri.Dan Marvin pun datang membantu mengangkat Tubuh Arjun.Muka Marvin basah.matanya memerah.

Arjun langsung dibawa ke UGD di rumah sakit setempat.Indra menunggu Arjun di luar ruangan bersama Marvin.
"Terima kasih ya Dek,sudah membantuku menolong Arjun..".Kata Indra terisak - isak ,Mukanya basah tampak syok.
"Iya kak,Kakak Kakaknya Arjun?".tanya Marvin dengan gemetar.
"Iya dek,Aku indra kakaknya Arjun..kamu siapa?temannya Arjun?".
"Aku teman sekelasnya Arjun Kak..Kak Indra yang sabar ya,Arjun pasti nggak apa - apa...".
"iya iya,...".Indra pun duduk di kursi tunggu dengan lemas.
Marvin melihat keadaan Indra yang masih syok.Marvin sangat menyesal telah memandang sebelah mata seorang Arjun.
"Arjun berusaha menyelamatkan Niel dan temannya kak,namun sayang kak...".
"Iya Marvin,Kasian Arjun...Kasian dia",Indra terus meneteskan Air mata.Mengingat keadaan Arjun dan Niel,"haruskah Arjun seperti ini agar Hati Niel tersentuh dan mau bersikap baik pada Arjun...".
"Arjun teman yang sangat baik Kak...".
"Iya,Namun semua orang menjauhinya Karena Ia diejek Homo,Aku sebagai Kakaknya sangat sakit hati dan ingin memberi pelajaran siapa saja yang mengejeknya Homo!".
Marvin tambah gemetar karena Marvin juga pernah mengejek Arjun begitu namun Arjun tidak tersinggung dan diam saja.Marvin merasa bersalah.
"Kak Indra,Maafkan Aku kak,...".
"kenapa Vin?".
"Maafkan Aku Kak,karena Aku pernah mengejek Arjun seperti itu,Aku mohon Kakak tidak marah padaku...".
"Tidak Marvin,Aku tidak Marah padamu meski kau pernah mengejek adikku seperti itu,Karena kau telah menolongku dan Arjun.Aku senang kau bersikap seperti ini...".
"Terima kasih kak....".
****
Salaam-E-Dostana
Sincerely...
Fajar Adi
x

Komentar

Postingan Populer