Karam-E-Qolb (The Mercy Of Heart)
Sore ini,Ia sedang berada di sebuah rumah makan untuk menghadiri undangan acara ulang tahun temannya.Ia ikut dalam suasana yang bahagia ini.Menikmati makan dan minum bersama,berfoto bersama dan saling bercanda,meriah.Apalagi yang sedang ulang tahun adalah teman akrabnya.
Ketika ia melihat ke meja lain,ia menyaksikan keceriaan sebuah keluarga di mana tertawa,canda dan tawa juga tercipta di situ.Hanya saja yang menyita perhatian dirinya adalah aura kebahagiaan yang terpancar dari wajah seorang Bapak merangkul putri yang berada di sebelah kirinya dan putra di sebelah kanannya,sementara sang Ibu sedang mengambil foto keadaan bahagia ini.keluarga yang berbahagia,kebahagiaan yang terlihat lengkap,kebahagiaan yang tak ia miliki dalam hidupnya,ia terus melihat keluarga ini.
Hingga ia termenung melihatnya,seorang temannya menepuk bahunya dan menyadarkannya.
"Karim !!kenapa ?apa makanannya kurang ?",tanya temannya,Andhika,teman yang berulang tahun.
"Ah,maaf",Ia,Karim terkesiap",aku tidak apa - apa Dik,makanannya sudah cukup untukku ",
"kukira kamu kenapa ?aku lihat kamu melamun dari tadi,kamu melamun apa Rim ?",
"aku tidak melamun Dik.cuma memikirkan kabar yang diberikan ibuku tadi,undangan acara tabligh akbar besok lusa.aku masih memikirkan ayat dari surat apa yang harus baca di acara nanti ",
"Wah !!kamu dapat undangan acara tabligh akbar lagi ?katakan di mana tempatnya,aku akan mengantarmu besok.aku tidak mau sampai tidak bisa dengar kamu membaca al qur'an besok,Rim.Teman - teman pasti juga akan senang jika sampai bisa mendengar kamu membaca al qur'an lagi di acara",tanya Andhika bersemangat.
"Sore ba'da Sholat 'Asar di Masjid Al Kautsar,di masjid Raya Dik,tapi apa kamu tidak repot kalau sampai mengantarku ?kamu tidak ada acara nanti ?",
"Karim,kamu selalu menasihati aku untuk berbuat baik walau sebesar biji sawi,dan itu akan mendapat pahala.Lalu,kalau untuk kebaikan kenapa aku mesti merasa repot?apalagi untukmu,teman"
ia tersenyum",Alhamdulillah,jazakumullah khairah,Dik",
"Amin,Karim.O ya,ayo kita foto - foto lagi sama teman - teman,kita nikmati waktu ulang tahunku sampai selesai di tempat ini",Andhika menarik tangan Karim.
"Ayo...",
Pulang dari Acara ulang tahun Andhika,Karim langsung Mandi.Dan selepas Sholat Isya,ia mengambil Kitab Suci al qur'an,ia membukanya dan menuju sebuah surat.Suasana kamarnya begitu tenang dan sepi.Sejalan ia membaca ayat demi ayat,waktu pun berjalan,malam pun beranjak larut.
"Wa qada robbuka alla ta'budu illaniyyahu wa bil walidaini ihsana,imma yabluganna 'indakal-kibara akhaduhuma au kilahuma fala taqul lahuma uffiw wa la tanhar wa qu lahuma qaulan karima (Q.S. 17 :23)",semakin ia mentartilkan suaranya,ia semakin menghayati ayat - ayat yang ia baca.
Tiba - tiba ia ingat kejadian di rumah makan sore tadi,kebahagiaan keluarga yang ia saksikan.Ia berhenti dan merenung,Andai ia berada di keadaan seperti yang terjadi di sebuah keluarga tadi,maka ia akan merasakan kebahagiaan setiap hari.Namun,tidak kenyataannya,ia berbaik sangka,ia berada di keluarga yang tidak seperti yang ia lihat adalah ujian dan perhatian tersendiri dari Tuhannya yang diberikan untuknya.
Ia bersyukur ia tidak sampai menjadi anak terlantar dan gelandangan,seperti yang ia lihat setiap hari,berangkat dan pergi kuliah.Ia ingat seseorang.Ia bangkit dan menuju kamar lain.Kamar dengan nyala lampu meja yang tidak begitu terang.
Ia membuka pintunya perlahan,Seorang Wanita setengah baya sedang tidur di atas ranjang.Ia sudah nyenyak.Mata Karim berkaca - kaca.Ia melihat tangan itu,tangan Ibunya.Tangan itulah yang memberi kehidupannya sampai detik ini.Wajah yang terlelap itu,wajah yang tersimpan lelah,lelah bekerja keras untuk memberi kehidupan untuknya sampai detik ini.
Seorang yang selalu ia puji,seperti ibu yang paling mulia di dunia ini.Bahkan,ia menganggapnya sama mulianya dengan Ibu Maryam,Ibu Nabi 'Isa A.S.Ia meraih tangan itu dan menciumnya perlahan.Perlahan ia menyibak rambut yang tampak keputihan di beberapa helainya.Karim mencium kening Ibunya,Ibu Maryamah,sekali lagi ibu yang sama mulianya dengan ibu Maryam.
"Robbanagfirlana wali walidayya warhamhuma kama robbayani soghiro...",Ia membisikkan dan memanjatkan do'a untuk ibunya itu.Ia berharap Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya untuk Ibunya dan dirinya.Dan,Allah Maha mendengar do'a hamba-Nya,Allah Maha mengetahui apa yang ada di hati Manusia.
***
Dan suatu pagi,di sebuah rumah,waktunya sarapan,sudah tersedia nasi dengan lauk sayu bayam kuah bening dan beberapa potong tempe.Ia menuang air di setiap gelas yang sudah ada di masing - masing tempat.Ayahnya datang untuk memulai sarapan,disusul adik perempuannya yang siap dengan seragam sekolah dasarnya.
Keduanya duduk,Adiknya duduk di sebelah Ayahnya.saat membuka tudung saji itu,uap keluar dari mangkok yang berisi sayur,menebarkan aroma segar dan sedapnya masakannya.Sanga ayah menghirup bau yang nikmat,lalu melihat ke arahnya.
"Sepertinya enak,Anakku",kata ayahnya mulai mengambil nasi.
"seperti biasanya,Ayah,"ia mengambilkan nasi untuk adiknya.
"kau tidak cepat bersiap - siap untuk berangkat kerja,Karina ?".
Ia,Karin melihat jam dinding",sebentar ayah,yang penting aku sudah mandi,aku ingin menemani ayah dan kirana sarapan,kuharap kalian menikmatinya",karina menyingkirkan tudung saji.
"kau sudah seperti ibumu,anakku.apa yang kau masak sama rasanya dengan masakn ibumu".
"benarkah ayah?meski aku belum pernah belajar memasak pada ibu,ayah bisa menikmati masakanku,itu sudah membuatku bahagia dan bangga",
Seorang laki - laki hadir,Kamal,kakak karina yang tampak baru saja bangun tidur.padahal semua orang di rumah ini sudah siap untum beraktifitas.Kamal melihat apa yang ada di atas meja makan.
"Kamal,kau baru bangun tidur ?ke mana saja kamu semalam?",
"pergi ke surga,ayah",Jawab kamal dengan loyo dan linglung
"apa maksudmu ?",Pak Rasyid agak tersinggung
"semua teman - temanku mengajakku bersenang - senang semalam".
"Mabuk ?"
"Seperti ayah tidak tahu saja kebiasaanku setiap malamnya,kenapa ayah terus bertanya hal yang sama setiap pagi",
Pak Rasyid berusaha menahan emosinya",ayo duduk makan saja,baru kau mandi setelah ini",
"apa?makan?",Kamal melongok makanan yang tersedia",makanan apa ini ?kenapa selalu saja makanan seperti ini?"Kamal menggaruk - garuk dagunya",makanan yang tidak ada rasanya sama sekali,makanan murahan,makanan murahan,makanan yang cuma bikin serak leher saja!!",kata - kata Kamal juga membuat Karina geram.
"Lalu,makanan apa yang menurutmu mahal ?makanan yang selalu dibelikan temanmu itukan,makanan mahal yang orang suka foya - foya beli saja,bukan?.Makanan apa yang bisa melewati kerongkonganmu dengan sangat lincin?makanan sampah yang bahkan kau tidak asal usul gizinya kan ?makanan mana yang menurutmu enak ?makanan yang kau harus menggunakan rasa gengsi untuk membelinya bukan?",Karina tak mau tinggal diam dengan sikap kakaknya.
"Ah!!!kau juga pagi - pagi sudah cerewet !kalau tidak bisa masak enak,tidak usah masak!buang - buang uang saja !",
Karin benar - benar naik pitam.ia ingin memukul Kamal,namun Ayahnya mencegahnya.Kirana tampak ketakutan melihat kejadian ini.Ia pun memutuskan untuk berangkat sekolah padahal baru beberapa suap ia memakan sarapannya.
berulang kali menyaksikan kedua kakaknya bertengkar hingga Ayahnya terlibat,membuat Seorang anak kecil seperti Kirana harus meninggalkan sarapannya karena merasa tidak nyaman.Ia harus menahan laparnya di setiap pagi karena ia tidak menyelesaikan sarapannya.Ia hanya bisa memegangi perutnya selama perjalanan menuju sekolah.Tak jarang ia memutar kembali apa yang kedua kakaknya pertengkarkan.
Memang tidak ada sosok seorang ibu dalam rumahnya,Ibunya memutuskan untuk menjadi TKI semenjak ia berumur satu tahun.Rindu?tentu,ia sangat rindu pada ibunya.Karina lah yang merawat dan membesarkan Kirana.Tapi bagaimana pun,seorang kakak memang berbeda dengan seorang ibu.
Karina mulai bekerja,mulai sejak itu pula Kirana belajar untuk melakukan semuanya sendiri.Bangun pagi,Mandi,dan berdandan untuk ke sekolah ia lakukan sendiri.Andai ada ibu di sisinya,ia akan merasa bahagia.
Sampai di halte,Kirana duduk untuk mengusap - usap perutnya.Ada dua orang remaja duduk di sampingnya,Kirana menoleh pada mereka.Matanya hanya tertuju pada Roti yang dipegang oleh salah satu pemuda itu,Roti yang agak besar berisi selai coklat di dalamnya.Kirana menelan ludah berharap bisa menikmati atau meminta Roti itu,namun tidak bisa,akhirnya ia hanya terus melihat Roti itu.
Ternyata Karim dan temannya,Iqbaal yang sedang duduk menghabiskan sarapan,Roti berisi selai coklat itu.sementara Kirana terus melihat Karim yang sesekali memakan Rotinya.
"nanti kau datang ke masjid raya ya,bal?aku nanti akan mengisi acara tabligh akbar di situ",
"iya teman.Ibuku malah memintaku untuk mengantarnya pergi ke acara ini,"
"kebetulan sekali !",Karim tersenyum cerah",aku akan memberi penampilan yang terbaik untuk nanti"Karim merangkul iqbaal dan sesekali melahap Rotinya
"ya ya,aku tahu bagaimana kehebatan temanku ini,"Mata Iqbaal melihat Seorang anak kecil yang memperhatikan Karim makan.Pandangannya bukan tertuju pada Karim namun pada Roti yang Karim pegang",Karim,lihat anak itu",bisik Iqbaal
Karim menoleh",ada apa ?",Ia melihat Kirana terus terpaku pandangannya pada Roti yang ia pegang.Jarak Mereka duduk agak jauh.Karim melihat Wajah Kirana yang memelas dan lesu.
Merasa kasian,Karim pun mendekati Kirana.Tahu si pemilik Roti mendekatinya,Kirana membuang muka dan menunduk.Ia merasa ketakutan kalau ia sampai di marahi,namun ia masih merasa lapar.Kirana duduk lebih menepi dan gemetar.
Perlahan Karim membelai kepala Kirana.Ia merasa kasihan pada Kirana.Sampai Seorang anak kecil memperhatikan dirinya makan dengan muka yang penuh harap dan tentunya rasa lapar.
"Adek,mau roti ?",tanya Karim menyodorkan Roti yang ia pegang.
Kirana masih menduduk ketakutan,namun Karim terus membelai kepalanya.
"Adek,kenapa ?takut ya ?",
Iqbaal mengambil Bungkusan puding yang ia taruh dalam tasnya.Iqbaal jongkok di depan Kirana.
"Adek,kenapa ?Kakak lihat dari tadi adek lihat lihat roti milik kakak ini,"tanya Iqbaal halus
"Sayang,jangan takut,kamu pasti lapar,iya kan ?",Kata - kata Karim membuat Kirana tergerak untuk melihat dirinya dan kembali melihat Roti yang ia pegang.Ia melihat wajah Karim.
Karim tersenyum dan meraih tangan Kirana",Baiklah,Ini roti yang banyak buat kamu,yang sedikit buat kakak",Karim membelah Rotinya dan memberikannya pada Kirana.
"Aku kasian melihatnya,Karim.Mungkin ia belum sarapan dari rumahnya kah ?",
"Terima Kasih,Kak.Terima Kasih...",Kirana langsung mencium tangan Karim.Karim sangat tersentuh,Ia membelai kembali kepala Kirana.
"Iya sama - sama,Ayo dimakan rotinya,pasti kamu lapar sekali",ajak Karim memakan roti miliknya juga.
Kirana makan dengan lahap Roti pemberian Karim.Karim merasa bahagia bisa berbagi sarapan pada anak kecil yang baru menginjak kelas satu SD itu.
"Adek tinggal di mana ?",tanya Iqbal
"Di Jalan Santika Kak",jawab Kirana makan dengan lahap.
"O ya,namamu siapa ?ini kakak tambahi Puding,kalau kamu mau menyebutkan namamu",tanya Iqbaal menunjukkan pudingnya.
"namaku Kirana Aini Nur Jannah,Kak",
Iqbaal langsung memberikan Pudinnya pada Kirana",aku Iqbaal,kamu sekolah di mana ?",
"di SD 1 Tunas Harapan Kak",
"Kirana,namaku Karim",Karim memperkenalkan diri",di mana orang tuamu?kenapa kamu berangkat sekolah sendiri ?",
"mereka di rumah Kak,aku sudah biasa berangkat sendiri ke sekolah",Kirana terpaksa berbohong untuk jawaban ini
"Iqbaal,sekolahnya di seberang jalan,kita harus menyebrangkannya sekalian,gimana ?",pinta Karim.
"Bisa bisa,senang bisa menolong seseorang ya pagi ini ?",
"Iya Teman",
"Kirana,kakak antar ke sekolah sekalian ya?kakak antar sampai pintu gerbang,kamu mau ?".
"boleh boleh,kakak baik sekali,sudah memberikan roti,sama mau antar aku ke sekolah",kata Kirana kegirangan
Matahari bersinar cerah pagi ini.Seperti cerahnya hati Karim dan Iqbaal yang saling berbagi kebahagiaan.Kirana sangat bahagia pagi ini,dua orang kakak laki - laki mengantarnya sampai gerbang sekolah.Kirana berterima kasih dan mencium tangan Karim dan Iqbal.Sebelum masuk sekolah,Karim sempat membelai kepala Kirana lagi.
***
Hari ini Karina sudah menyelesaikan pekerjaannya.Jam setengah satu,Ia melihat ruangan kantor ini sudah sunyi.Semua teman kerjanya sudah pulang sejak jam dua belas tadi.Ia menarik nafas untu sedikit meredakat suntuk,penat dan emosi yang ada dalam dirinya.Seorang temannya mengirimkan sms padanya,temannya,Rani sudah menunggu di area parkir.
Rani mengajak Karina makan siang di dekat lapangan yang bersebelahan dengan rumah sakit,tak jauh dari kantornya.Rani melihat Karina tampak kelelahan dan tertekan,tertekan karena pekerjaan yang semakin padat.Karina duduk di meja yang bernaungan payung bersama Rani.Siang yang agak berangin namun panas.
"...aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tadi,Karina.Mereka seperti membicarakan seseorang.Ada yang mengatakan 'biarkan dia menjadi kesayangan bos,dengan begitu kita bisa merayu bos agar kita bisa menyerahkan pekerjaan kita untuk dia kerjakan,jadi kita bisa lebih santai bekerja,gaji kita tetap.sedangkan dia akan semakin sibuk,namun gaji masih belum seberapa...",kata Rani agak mendekatkan wajahnya.
Karina sudah menyangka dan ternyata benar",kau tahu siapa orang itu kan,Ran ?",Karina merasa tersinggung mendengar cerita Rina,bukan pada Rina namun pada senior kerjanya yang ternyata mulai bersikap tidak beres padanya
"Kau kan Karin?".tanya Rani gugup menunjuk Karina.
"Yah !",Karina menggebrak meja itu",aku sudah menduganya Ran,orang - orang ini punya niat untuk mengintimidasiku.Mentang - mentang aku orang baru di kantor ini,dan cara kerjaku selalu mendapat perhatian dari bos,mereka ingin bekerja seenaknya sendiri dengan memanfaatkan karyawan baru.Kelihatan dari tampang - tampang licik mereka.
Sepertinya Bu Reno juga seperti itu,dengan menuntut diriku untuk lebih giat meningkatkan penjualan dan orderan.Ia selalu menceremahiku dengan berkata apa yang aku sudah aku kerjakan ini belum menunjukkan keadaan pasar yang bagus.namun dia sendiri tidak pernah mengecek sendiri dengan terjun kelapangan.dia tidak pernah mengikuti naik turunnya harga barangnya di pasar,tidak pernah mengetahui sepi tidaknya di pasar atau toko - toko yang setiap hari aku kunjungi.
lama - lama aku bisa stres,Rani.Mereka selalu memojokkanku,mereka selalu meremehkanku,mereka selalu menyepelekanku",Karina mengikat rambutnya.
"padahal bos selalu memujimu Karina,kau rajin,kau pintar,semenjak kau bergabung dengan kantor ini,mulai ada peningkatan",
"ya mulai ada peningkatan!namun semuanya akan memanfaatkan diriku,dan lama kelamaan aku sendiri yang mengerjakan semuanya.Kurasa hidupku terlalu berat dengan pekerjaanku yang seperti ini,apalagi keluargaku.Kakakku yang semakin menjadi - jadi,Ayahku mulai kehabisan kesabaran juga,Ran",Karina merasa emosi
"Sabar Karina sayang,sabar",Rani ingat sesuatu",kita harus lebih berhati - hati dan lebih kritis pada senior kita,semua orang punya porsi kerjanya sendiri.sabar ya cantik,sabar.O ya,ayo ikut aku,mau tidak ?",
"Ke mana ?",tanya Karina singkat.
"Kita ikut pengajian sebentar ke masjid Raya,dua jam lagi",
"pengajian ?tidak ada acara lain ?".
"Ah karin,ayolah,sekali - kali,kamu kan lagi banyak masalah nih,siapa tahu setelah ikut pengajian,oh tabligh akbar ini,hati kita jadi adem,tenang,sejuk bagaimana ?",
Karina berpikir sejenak",kamu mengajakku pengajian dengan pakaianku seperti ini?aku harus mengganti bajuku dulu Rani di rumah,tapi nanti kelamaan",
"pakai bajuku saja,ayo,ayo pulang ke rumahku dulu,kita mandi,dandan,pakai pakaian gamis dan jilbab",Rani menarik tangan Karina sambil bangkit berdiri.
"Baiklah...",
***
Ribuan orang tampak memadati halaman Masjid Al kautsar ini.Tenda - tenda sudah dipersiapkan untuk menaungi jama'ah tabligh akbar yang sudah membentuk barisan - barisannya dalam posisi duduk.Acara pun dimulai.Panggung dan dekorasi sudah lengkap.Sang Pembawa acara mulai membacakan susunan acara.
Sementara itu,ditemani Ibu Maryamah,Karim bersiap - siap untuk memberikan penampilannya.Ibu Maryamah menyiapkan makanan kecil untuk Karim sebelum naik panggung.
"Anakku,Karim,kau sudah siap ?ibu sudah membawakanmu makanan kecil,ada kue,ada puding,dan beberapa makaroni,ayo makanlah sebentar saja Nak",Pinta Ibu Maryamah halus mengusap punggung Karim.
"Iya Ibu,mana ?aku sedikit lapar",Karim melihat ke arah tas ibunya.
Ibu Maryamah memberikan makanan untuk Karim"ini akan memberimu sedikit tenaga,"Karim menerimanya"Mari,Ibu bawakan kitabmu sebentar sayang"
Karim makan makanan dari Ibu Maryamah.Sesekali tersenyum pada Ibunya.Ibu Maryamah merasa bahagia melihat Karim,terlebih ia sampai mendapat undangan sebuah acara lagi.Tabligh Akbar peringatan Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W.
saatnya giliran Karim tampil,Bu Maryamah menyerahkan kitab suci Alqur'an pada Karim.Karim mencium tangan ibunya dulu sebelum naik ke atas ibu.
"kuharap ibu memberiku Ridho dan do'a untuk penampilanku kali ini",
"Ridho,kebahagiaan dan do'a ibu akan selalu membuat penampilan yang kau berikan diingat semua orang,Anakku",
Karim mulai membacakan ayat - ayat Alqur'an sebelum dimulainya khutbah.Seluruh jama'ah hening dan menyimak ayat - ayat yang di bacakan Karim dengan khusyuk.Setiap jiwa yang mendengar suara Karim yang melantunkan ayat Alqur'an ini terasa bergetar hatinya.Tampak dari wajah - wajah kagum mereka kepada Suara Karim.
"Wa May yuslim wajhahuu ilallahi wa huwa muhsinun faqadistamsaka bil-'urwatil-wutsqa,Wa ilaihi 'aqibatul umur(Q.S.31:22)
Di salah satu sisi,Karina dam Rani juga benar - benar menyimak ayat yang dibacakan Karim.Karina melihat wajah orang yang membacakan ayat yang benar - benar menggetarkan hatinya ini.Setiap terdengar tarikan nafas dan hembusan nafas disertai pelafalan ayat - ayat ini,Karina merasa satu per satu kegundahan,Kepenatan,ketakutan dan emosi yang bergumul di hatinya menghilang dan tak berbekas.dan diganti kesejukan yang terhembus dalam hatinya,setelah satu ayat selesai ia dengar.Ia bisa dengan ringannya tersenyum melihat wajah Karim,senyum rasa kagum dan senyum dengan suatu perasaan yang belum bisa ia tebak.
Ketika ia melihat ke meja lain,ia menyaksikan keceriaan sebuah keluarga di mana tertawa,canda dan tawa juga tercipta di situ.Hanya saja yang menyita perhatian dirinya adalah aura kebahagiaan yang terpancar dari wajah seorang Bapak merangkul putri yang berada di sebelah kirinya dan putra di sebelah kanannya,sementara sang Ibu sedang mengambil foto keadaan bahagia ini.keluarga yang berbahagia,kebahagiaan yang terlihat lengkap,kebahagiaan yang tak ia miliki dalam hidupnya,ia terus melihat keluarga ini.
Hingga ia termenung melihatnya,seorang temannya menepuk bahunya dan menyadarkannya.
"Karim !!kenapa ?apa makanannya kurang ?",tanya temannya,Andhika,teman yang berulang tahun.
"Ah,maaf",Ia,Karim terkesiap",aku tidak apa - apa Dik,makanannya sudah cukup untukku ",
"kukira kamu kenapa ?aku lihat kamu melamun dari tadi,kamu melamun apa Rim ?",
"aku tidak melamun Dik.cuma memikirkan kabar yang diberikan ibuku tadi,undangan acara tabligh akbar besok lusa.aku masih memikirkan ayat dari surat apa yang harus baca di acara nanti ",
"Wah !!kamu dapat undangan acara tabligh akbar lagi ?katakan di mana tempatnya,aku akan mengantarmu besok.aku tidak mau sampai tidak bisa dengar kamu membaca al qur'an besok,Rim.Teman - teman pasti juga akan senang jika sampai bisa mendengar kamu membaca al qur'an lagi di acara",tanya Andhika bersemangat.
"Sore ba'da Sholat 'Asar di Masjid Al Kautsar,di masjid Raya Dik,tapi apa kamu tidak repot kalau sampai mengantarku ?kamu tidak ada acara nanti ?",
"Karim,kamu selalu menasihati aku untuk berbuat baik walau sebesar biji sawi,dan itu akan mendapat pahala.Lalu,kalau untuk kebaikan kenapa aku mesti merasa repot?apalagi untukmu,teman"
ia tersenyum",Alhamdulillah,jazakumullah khairah,Dik",
"Amin,Karim.O ya,ayo kita foto - foto lagi sama teman - teman,kita nikmati waktu ulang tahunku sampai selesai di tempat ini",Andhika menarik tangan Karim.
"Ayo...",
Pulang dari Acara ulang tahun Andhika,Karim langsung Mandi.Dan selepas Sholat Isya,ia mengambil Kitab Suci al qur'an,ia membukanya dan menuju sebuah surat.Suasana kamarnya begitu tenang dan sepi.Sejalan ia membaca ayat demi ayat,waktu pun berjalan,malam pun beranjak larut.
"Wa qada robbuka alla ta'budu illaniyyahu wa bil walidaini ihsana,imma yabluganna 'indakal-kibara akhaduhuma au kilahuma fala taqul lahuma uffiw wa la tanhar wa qu lahuma qaulan karima (Q.S. 17 :23)",semakin ia mentartilkan suaranya,ia semakin menghayati ayat - ayat yang ia baca.
Tiba - tiba ia ingat kejadian di rumah makan sore tadi,kebahagiaan keluarga yang ia saksikan.Ia berhenti dan merenung,Andai ia berada di keadaan seperti yang terjadi di sebuah keluarga tadi,maka ia akan merasakan kebahagiaan setiap hari.Namun,tidak kenyataannya,ia berbaik sangka,ia berada di keluarga yang tidak seperti yang ia lihat adalah ujian dan perhatian tersendiri dari Tuhannya yang diberikan untuknya.
Ia bersyukur ia tidak sampai menjadi anak terlantar dan gelandangan,seperti yang ia lihat setiap hari,berangkat dan pergi kuliah.Ia ingat seseorang.Ia bangkit dan menuju kamar lain.Kamar dengan nyala lampu meja yang tidak begitu terang.
Ia membuka pintunya perlahan,Seorang Wanita setengah baya sedang tidur di atas ranjang.Ia sudah nyenyak.Mata Karim berkaca - kaca.Ia melihat tangan itu,tangan Ibunya.Tangan itulah yang memberi kehidupannya sampai detik ini.Wajah yang terlelap itu,wajah yang tersimpan lelah,lelah bekerja keras untuk memberi kehidupan untuknya sampai detik ini.
Seorang yang selalu ia puji,seperti ibu yang paling mulia di dunia ini.Bahkan,ia menganggapnya sama mulianya dengan Ibu Maryam,Ibu Nabi 'Isa A.S.Ia meraih tangan itu dan menciumnya perlahan.Perlahan ia menyibak rambut yang tampak keputihan di beberapa helainya.Karim mencium kening Ibunya,Ibu Maryamah,sekali lagi ibu yang sama mulianya dengan ibu Maryam.
"Robbanagfirlana wali walidayya warhamhuma kama robbayani soghiro...",Ia membisikkan dan memanjatkan do'a untuk ibunya itu.Ia berharap Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya untuk Ibunya dan dirinya.Dan,Allah Maha mendengar do'a hamba-Nya,Allah Maha mengetahui apa yang ada di hati Manusia.
***
Dan suatu pagi,di sebuah rumah,waktunya sarapan,sudah tersedia nasi dengan lauk sayu bayam kuah bening dan beberapa potong tempe.Ia menuang air di setiap gelas yang sudah ada di masing - masing tempat.Ayahnya datang untuk memulai sarapan,disusul adik perempuannya yang siap dengan seragam sekolah dasarnya.
Keduanya duduk,Adiknya duduk di sebelah Ayahnya.saat membuka tudung saji itu,uap keluar dari mangkok yang berisi sayur,menebarkan aroma segar dan sedapnya masakannya.Sanga ayah menghirup bau yang nikmat,lalu melihat ke arahnya.
"Sepertinya enak,Anakku",kata ayahnya mulai mengambil nasi.
"seperti biasanya,Ayah,"ia mengambilkan nasi untuk adiknya.
"kau tidak cepat bersiap - siap untuk berangkat kerja,Karina ?".
Ia,Karin melihat jam dinding",sebentar ayah,yang penting aku sudah mandi,aku ingin menemani ayah dan kirana sarapan,kuharap kalian menikmatinya",karina menyingkirkan tudung saji.
"kau sudah seperti ibumu,anakku.apa yang kau masak sama rasanya dengan masakn ibumu".
"benarkah ayah?meski aku belum pernah belajar memasak pada ibu,ayah bisa menikmati masakanku,itu sudah membuatku bahagia dan bangga",
Seorang laki - laki hadir,Kamal,kakak karina yang tampak baru saja bangun tidur.padahal semua orang di rumah ini sudah siap untum beraktifitas.Kamal melihat apa yang ada di atas meja makan.
"Kamal,kau baru bangun tidur ?ke mana saja kamu semalam?",
"pergi ke surga,ayah",Jawab kamal dengan loyo dan linglung
"apa maksudmu ?",Pak Rasyid agak tersinggung
"semua teman - temanku mengajakku bersenang - senang semalam".
"Mabuk ?"
"Seperti ayah tidak tahu saja kebiasaanku setiap malamnya,kenapa ayah terus bertanya hal yang sama setiap pagi",
Pak Rasyid berusaha menahan emosinya",ayo duduk makan saja,baru kau mandi setelah ini",
"apa?makan?",Kamal melongok makanan yang tersedia",makanan apa ini ?kenapa selalu saja makanan seperti ini?"Kamal menggaruk - garuk dagunya",makanan yang tidak ada rasanya sama sekali,makanan murahan,makanan murahan,makanan yang cuma bikin serak leher saja!!",kata - kata Kamal juga membuat Karina geram.
"Lalu,makanan apa yang menurutmu mahal ?makanan yang selalu dibelikan temanmu itukan,makanan mahal yang orang suka foya - foya beli saja,bukan?.Makanan apa yang bisa melewati kerongkonganmu dengan sangat lincin?makanan sampah yang bahkan kau tidak asal usul gizinya kan ?makanan mana yang menurutmu enak ?makanan yang kau harus menggunakan rasa gengsi untuk membelinya bukan?",Karina tak mau tinggal diam dengan sikap kakaknya.
"Ah!!!kau juga pagi - pagi sudah cerewet !kalau tidak bisa masak enak,tidak usah masak!buang - buang uang saja !",
Karin benar - benar naik pitam.ia ingin memukul Kamal,namun Ayahnya mencegahnya.Kirana tampak ketakutan melihat kejadian ini.Ia pun memutuskan untuk berangkat sekolah padahal baru beberapa suap ia memakan sarapannya.
berulang kali menyaksikan kedua kakaknya bertengkar hingga Ayahnya terlibat,membuat Seorang anak kecil seperti Kirana harus meninggalkan sarapannya karena merasa tidak nyaman.Ia harus menahan laparnya di setiap pagi karena ia tidak menyelesaikan sarapannya.Ia hanya bisa memegangi perutnya selama perjalanan menuju sekolah.Tak jarang ia memutar kembali apa yang kedua kakaknya pertengkarkan.
Memang tidak ada sosok seorang ibu dalam rumahnya,Ibunya memutuskan untuk menjadi TKI semenjak ia berumur satu tahun.Rindu?tentu,ia sangat rindu pada ibunya.Karina lah yang merawat dan membesarkan Kirana.Tapi bagaimana pun,seorang kakak memang berbeda dengan seorang ibu.
Karina mulai bekerja,mulai sejak itu pula Kirana belajar untuk melakukan semuanya sendiri.Bangun pagi,Mandi,dan berdandan untuk ke sekolah ia lakukan sendiri.Andai ada ibu di sisinya,ia akan merasa bahagia.
Sampai di halte,Kirana duduk untuk mengusap - usap perutnya.Ada dua orang remaja duduk di sampingnya,Kirana menoleh pada mereka.Matanya hanya tertuju pada Roti yang dipegang oleh salah satu pemuda itu,Roti yang agak besar berisi selai coklat di dalamnya.Kirana menelan ludah berharap bisa menikmati atau meminta Roti itu,namun tidak bisa,akhirnya ia hanya terus melihat Roti itu.
Ternyata Karim dan temannya,Iqbaal yang sedang duduk menghabiskan sarapan,Roti berisi selai coklat itu.sementara Kirana terus melihat Karim yang sesekali memakan Rotinya.
"nanti kau datang ke masjid raya ya,bal?aku nanti akan mengisi acara tabligh akbar di situ",
"iya teman.Ibuku malah memintaku untuk mengantarnya pergi ke acara ini,"
"kebetulan sekali !",Karim tersenyum cerah",aku akan memberi penampilan yang terbaik untuk nanti"Karim merangkul iqbaal dan sesekali melahap Rotinya
"ya ya,aku tahu bagaimana kehebatan temanku ini,"Mata Iqbaal melihat Seorang anak kecil yang memperhatikan Karim makan.Pandangannya bukan tertuju pada Karim namun pada Roti yang Karim pegang",Karim,lihat anak itu",bisik Iqbaal
Karim menoleh",ada apa ?",Ia melihat Kirana terus terpaku pandangannya pada Roti yang ia pegang.Jarak Mereka duduk agak jauh.Karim melihat Wajah Kirana yang memelas dan lesu.
Merasa kasian,Karim pun mendekati Kirana.Tahu si pemilik Roti mendekatinya,Kirana membuang muka dan menunduk.Ia merasa ketakutan kalau ia sampai di marahi,namun ia masih merasa lapar.Kirana duduk lebih menepi dan gemetar.
Perlahan Karim membelai kepala Kirana.Ia merasa kasihan pada Kirana.Sampai Seorang anak kecil memperhatikan dirinya makan dengan muka yang penuh harap dan tentunya rasa lapar.
"Adek,mau roti ?",tanya Karim menyodorkan Roti yang ia pegang.
Kirana masih menduduk ketakutan,namun Karim terus membelai kepalanya.
"Adek,kenapa ?takut ya ?",
Iqbaal mengambil Bungkusan puding yang ia taruh dalam tasnya.Iqbaal jongkok di depan Kirana.
"Adek,kenapa ?Kakak lihat dari tadi adek lihat lihat roti milik kakak ini,"tanya Iqbaal halus
"Sayang,jangan takut,kamu pasti lapar,iya kan ?",Kata - kata Karim membuat Kirana tergerak untuk melihat dirinya dan kembali melihat Roti yang ia pegang.Ia melihat wajah Karim.
Karim tersenyum dan meraih tangan Kirana",Baiklah,Ini roti yang banyak buat kamu,yang sedikit buat kakak",Karim membelah Rotinya dan memberikannya pada Kirana.
"Aku kasian melihatnya,Karim.Mungkin ia belum sarapan dari rumahnya kah ?",
"Terima Kasih,Kak.Terima Kasih...",Kirana langsung mencium tangan Karim.Karim sangat tersentuh,Ia membelai kembali kepala Kirana.
"Iya sama - sama,Ayo dimakan rotinya,pasti kamu lapar sekali",ajak Karim memakan roti miliknya juga.
Kirana makan dengan lahap Roti pemberian Karim.Karim merasa bahagia bisa berbagi sarapan pada anak kecil yang baru menginjak kelas satu SD itu.
"Adek tinggal di mana ?",tanya Iqbal
"Di Jalan Santika Kak",jawab Kirana makan dengan lahap.
"O ya,namamu siapa ?ini kakak tambahi Puding,kalau kamu mau menyebutkan namamu",tanya Iqbaal menunjukkan pudingnya.
"namaku Kirana Aini Nur Jannah,Kak",
Iqbaal langsung memberikan Pudinnya pada Kirana",aku Iqbaal,kamu sekolah di mana ?",
"di SD 1 Tunas Harapan Kak",
"Kirana,namaku Karim",Karim memperkenalkan diri",di mana orang tuamu?kenapa kamu berangkat sekolah sendiri ?",
"mereka di rumah Kak,aku sudah biasa berangkat sendiri ke sekolah",Kirana terpaksa berbohong untuk jawaban ini
"Iqbaal,sekolahnya di seberang jalan,kita harus menyebrangkannya sekalian,gimana ?",pinta Karim.
"Bisa bisa,senang bisa menolong seseorang ya pagi ini ?",
"Iya Teman",
"Kirana,kakak antar ke sekolah sekalian ya?kakak antar sampai pintu gerbang,kamu mau ?".
"boleh boleh,kakak baik sekali,sudah memberikan roti,sama mau antar aku ke sekolah",kata Kirana kegirangan
Matahari bersinar cerah pagi ini.Seperti cerahnya hati Karim dan Iqbaal yang saling berbagi kebahagiaan.Kirana sangat bahagia pagi ini,dua orang kakak laki - laki mengantarnya sampai gerbang sekolah.Kirana berterima kasih dan mencium tangan Karim dan Iqbal.Sebelum masuk sekolah,Karim sempat membelai kepala Kirana lagi.
***
Hari ini Karina sudah menyelesaikan pekerjaannya.Jam setengah satu,Ia melihat ruangan kantor ini sudah sunyi.Semua teman kerjanya sudah pulang sejak jam dua belas tadi.Ia menarik nafas untu sedikit meredakat suntuk,penat dan emosi yang ada dalam dirinya.Seorang temannya mengirimkan sms padanya,temannya,Rani sudah menunggu di area parkir.
Rani mengajak Karina makan siang di dekat lapangan yang bersebelahan dengan rumah sakit,tak jauh dari kantornya.Rani melihat Karina tampak kelelahan dan tertekan,tertekan karena pekerjaan yang semakin padat.Karina duduk di meja yang bernaungan payung bersama Rani.Siang yang agak berangin namun panas.
"...aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tadi,Karina.Mereka seperti membicarakan seseorang.Ada yang mengatakan 'biarkan dia menjadi kesayangan bos,dengan begitu kita bisa merayu bos agar kita bisa menyerahkan pekerjaan kita untuk dia kerjakan,jadi kita bisa lebih santai bekerja,gaji kita tetap.sedangkan dia akan semakin sibuk,namun gaji masih belum seberapa...",kata Rani agak mendekatkan wajahnya.
Karina sudah menyangka dan ternyata benar",kau tahu siapa orang itu kan,Ran ?",Karina merasa tersinggung mendengar cerita Rina,bukan pada Rina namun pada senior kerjanya yang ternyata mulai bersikap tidak beres padanya
"Kau kan Karin?".tanya Rani gugup menunjuk Karina.
"Yah !",Karina menggebrak meja itu",aku sudah menduganya Ran,orang - orang ini punya niat untuk mengintimidasiku.Mentang - mentang aku orang baru di kantor ini,dan cara kerjaku selalu mendapat perhatian dari bos,mereka ingin bekerja seenaknya sendiri dengan memanfaatkan karyawan baru.Kelihatan dari tampang - tampang licik mereka.
Sepertinya Bu Reno juga seperti itu,dengan menuntut diriku untuk lebih giat meningkatkan penjualan dan orderan.Ia selalu menceremahiku dengan berkata apa yang aku sudah aku kerjakan ini belum menunjukkan keadaan pasar yang bagus.namun dia sendiri tidak pernah mengecek sendiri dengan terjun kelapangan.dia tidak pernah mengikuti naik turunnya harga barangnya di pasar,tidak pernah mengetahui sepi tidaknya di pasar atau toko - toko yang setiap hari aku kunjungi.
lama - lama aku bisa stres,Rani.Mereka selalu memojokkanku,mereka selalu meremehkanku,mereka selalu menyepelekanku",Karina mengikat rambutnya.
"padahal bos selalu memujimu Karina,kau rajin,kau pintar,semenjak kau bergabung dengan kantor ini,mulai ada peningkatan",
"ya mulai ada peningkatan!namun semuanya akan memanfaatkan diriku,dan lama kelamaan aku sendiri yang mengerjakan semuanya.Kurasa hidupku terlalu berat dengan pekerjaanku yang seperti ini,apalagi keluargaku.Kakakku yang semakin menjadi - jadi,Ayahku mulai kehabisan kesabaran juga,Ran",Karina merasa emosi
"Sabar Karina sayang,sabar",Rani ingat sesuatu",kita harus lebih berhati - hati dan lebih kritis pada senior kita,semua orang punya porsi kerjanya sendiri.sabar ya cantik,sabar.O ya,ayo ikut aku,mau tidak ?",
"Ke mana ?",tanya Karina singkat.
"Kita ikut pengajian sebentar ke masjid Raya,dua jam lagi",
"pengajian ?tidak ada acara lain ?".
"Ah karin,ayolah,sekali - kali,kamu kan lagi banyak masalah nih,siapa tahu setelah ikut pengajian,oh tabligh akbar ini,hati kita jadi adem,tenang,sejuk bagaimana ?",
Karina berpikir sejenak",kamu mengajakku pengajian dengan pakaianku seperti ini?aku harus mengganti bajuku dulu Rani di rumah,tapi nanti kelamaan",
"pakai bajuku saja,ayo,ayo pulang ke rumahku dulu,kita mandi,dandan,pakai pakaian gamis dan jilbab",Rani menarik tangan Karina sambil bangkit berdiri.
"Baiklah...",
***
Ribuan orang tampak memadati halaman Masjid Al kautsar ini.Tenda - tenda sudah dipersiapkan untuk menaungi jama'ah tabligh akbar yang sudah membentuk barisan - barisannya dalam posisi duduk.Acara pun dimulai.Panggung dan dekorasi sudah lengkap.Sang Pembawa acara mulai membacakan susunan acara.
Sementara itu,ditemani Ibu Maryamah,Karim bersiap - siap untuk memberikan penampilannya.Ibu Maryamah menyiapkan makanan kecil untuk Karim sebelum naik panggung.
"Anakku,Karim,kau sudah siap ?ibu sudah membawakanmu makanan kecil,ada kue,ada puding,dan beberapa makaroni,ayo makanlah sebentar saja Nak",Pinta Ibu Maryamah halus mengusap punggung Karim.
"Iya Ibu,mana ?aku sedikit lapar",Karim melihat ke arah tas ibunya.
Ibu Maryamah memberikan makanan untuk Karim"ini akan memberimu sedikit tenaga,"Karim menerimanya"Mari,Ibu bawakan kitabmu sebentar sayang"
Karim makan makanan dari Ibu Maryamah.Sesekali tersenyum pada Ibunya.Ibu Maryamah merasa bahagia melihat Karim,terlebih ia sampai mendapat undangan sebuah acara lagi.Tabligh Akbar peringatan Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W.
saatnya giliran Karim tampil,Bu Maryamah menyerahkan kitab suci Alqur'an pada Karim.Karim mencium tangan ibunya dulu sebelum naik ke atas ibu.
"kuharap ibu memberiku Ridho dan do'a untuk penampilanku kali ini",
"Ridho,kebahagiaan dan do'a ibu akan selalu membuat penampilan yang kau berikan diingat semua orang,Anakku",
Karim mulai membacakan ayat - ayat Alqur'an sebelum dimulainya khutbah.Seluruh jama'ah hening dan menyimak ayat - ayat yang di bacakan Karim dengan khusyuk.Setiap jiwa yang mendengar suara Karim yang melantunkan ayat Alqur'an ini terasa bergetar hatinya.Tampak dari wajah - wajah kagum mereka kepada Suara Karim.
"Wa May yuslim wajhahuu ilallahi wa huwa muhsinun faqadistamsaka bil-'urwatil-wutsqa,Wa ilaihi 'aqibatul umur(Q.S.31:22)
Di salah satu sisi,Karina dam Rani juga benar - benar menyimak ayat yang dibacakan Karim.Karina melihat wajah orang yang membacakan ayat yang benar - benar menggetarkan hatinya ini.Setiap terdengar tarikan nafas dan hembusan nafas disertai pelafalan ayat - ayat ini,Karina merasa satu per satu kegundahan,Kepenatan,ketakutan dan emosi yang bergumul di hatinya menghilang dan tak berbekas.dan diganti kesejukan yang terhembus dalam hatinya,setelah satu ayat selesai ia dengar.Ia bisa dengan ringannya tersenyum melihat wajah Karim,senyum rasa kagum dan senyum dengan suatu perasaan yang belum bisa ia tebak.
Karina menepuk Bahu Rani,Rani menoleh.Karina langsung mendekap dan menaruh kepalanya di bahu Rani.Ia berbisik.
"Hatiku sudah lega,Ran.aku merasa bahagia sekali saat ini,aku suka bos selalu memujiku,dan aku sudah merasa kuat untuk melawan sikap mereka Rani",
"Iya,sayaang.Alhamdulillah...",Rani memegang pipi Karina.
"Andai saja aku bisa mendengarkan suara orang ini setiap hari membaca al qur'an,,mungkin aku bisa menghilangkan stresku dengan mudah",
"kenapa kau tidak membaca al qur'an sendiri di rumah ?bukankah sama saja rasanya ?",
"Aaah!!aku belum pintar membaca al qur'an seperti orang ini,aku ingin sekali ia membacakan ayat - ayat suci itu dihadapanku sendiri saja,atau kalau perlu aku ingin belajar Al qur'an saja padanya",Karina tertawa ringan seperti Suara Karim membuatnya terpesona.
"Mungkin setelah acara ini selesai,kita bisa menemuinya,bagaimana ?",
"Tapi aku malu Rani",
"Oh Karina,kau membuatku sedikit bingung,ah sudahlah,ayo dengarkan khutbahnya,itu khotib sudah naik mimbar",
Mata Karina mengikuti ke mana Karim pergi.Ia terus tersenyum sambil memutar ulang suara Karim di telinganya.
***
Di suatu pagi,hari itu hari Ulang tahun Kirana,Karina masuk ke kamar untuk memeriksa apakah Kirana sudah siap.Ia mengantar sarapan untuk Adiknya.Kirana berdiri di cepan cermin memakai dasinya,mengatur rambutnya.
Karina terlihat di cermin yang ada di hadapan Kirana.Kirana berbalik.
"Kakak...kenapa kakak mengantar sarapanku ke sini ?aku sudah siap..."
Karina menaruh nampan di meja,dan berlutut di hadapan Kirana",karena hari ini adalah hari yang spesialmu,sayang",Karina membelai kedua pipi Kirana",hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke tujuh.",Karina mencium kening Kirana dan membenahi dasi yang dipakai Kirana.
Benarkah ?!",tanya Kirana bersemangat
"Iya Kirana,untuk itu kakak membawakanmu sarapan ke dalam kamar",
"aku suka sekali kak,aku senang sekali kakak",Kirana memeluk Karina",Terima kasih ya Kak",
"O iya,di setiap ulang tahun yang lalu kakak selalu memberikanmu kado,mungkin sebelumnya kau tidak mengetahuinya apa maksud kakak memberimu barang - barang yang selalu dibungkus dengan kado dan dihias dengan pita yang cantik untukmu"
"Jadi,itu kado ulang tahun untukku,kakak selalu memberiku kado setiap ulang tahun,kakak sangat sayang pada Kirana",
"Ya Adikku,sayang.Dan kali ini,maafkan kakak ya Kirana,kakak belum menyiapkan kado untukmu.Katakan pada kakak,kamu ingin minta kado apa,pasti kakak berikan,kamu ingin apa Kirana?",
Kirana mendekati lemari belajarnya.Itu adalah lemari belajar milik Karina dan Kamal sejak dulu.Ia membukanya dan mengambil sesuatu,sebuah kitab suci Al qur'an.Karina berbalik melihat Kirana.
"Kakak,di sekolah teman - teman bertanya padaku apa aku sudah bisa membaca buku Iqro atau Al qur'an,aku jawab belum,lalu mereka mengejekku kak",Wajah Kirana murung dan menunduk",di sekolah juga pak guru agama juga mengajariku belajar huruf alif ba ta,jadi aku sedikit bisa membaca iqro.
Temenku Zulfa sudah bisa baca Iqro sudah Iqro empat Kak,"Karina mengerti apa yang Karina inginkan",temanku Aliya juga sudah bisa membaca Al qur'an,katanya sudah sampai juz delapan.aku ingin bisa membaca buku iqro kak,aku ingin bisa membaca Al qur'an kakak.aku ingin ikut TPA kakak,atau seperti temanku Hanif yang setiap hari diajari mengaji sama Ustadz kak."
Karina tersenyum dan mengusap kitab suci",jadi kamu ingin kakak mencarikan pak ustadz untukmu,mungkin kalau kau ikut TPA tidak ada yang bisa mengantarmu."
Kirana mengangguk penuh harap.
"Baiklah sayang.Kakak akan usahakan,kakak akan mencarikan pak ustadz untukmu supaya kamu bisa belajar iqro dan Al qur'an.Kakak janji",Karina menyodorkan janji kelingkingnya.
Kirana tersenyum cerah mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kakaknya",Janji ya kak",
Karina menyuap Kirana makan sarapan pagi ini.Kirana tampak bahagia sekali ditemani Karina.Dan lebih bahagia lagi,Ia akan bisa belajar membaca Iqro dan Al qur'an.Karina melihat matahari bersinar cerah pagi ini.
saat pulang sekolah,kebetulan Kirana bertemu dengan Karim saat hendak menyebrang.Jadi Karim menyebrangkan Kirana.Sampai di sebrang jalan,Kirana mengucapkan terima kasih pada Karim dan memberitahukan bahwa hari ini adalah hari Ulang tahun.
"Selamat ulang tahun ya Kirana.Semoga jadi anak yang sholehah ya,jadi anak yang berbakti pada orang tuamu.Amin",Karim mengajak Kirana berteduh.
"Iya kak Karim.Terima kasih ya.Kakak baik sekali",
"Sama - sama.O ya,apa orang tuamu sudah memberimu kado di rumah ?,dan kalo boleh tahu,kamu ingin apa di hari ulang tahunmu ini,kakak cuma pengen tahu saja,boleh kan ?",Tanya Karim mendekatkan wajahnya.
"aku ingin kak Karina mencarikan aku pak ustadz untuk mengajariku belajar membaca Iqro dan Al qur'an Kak",kata - kata Kirana membuat Karim terkesiap",di sekolah teman - teman mengejekku tidak bisa membaca iqro,aku malu kak Karim,aku malu",sikap Kirana yang begitu polos menggugah hati Karim.
"jadi kamu ingin jadi hafiz Qur'an Kirana ?",tanya Karim
"apa itu Hafiz Qur'an kak ?",tanya Kirana dengan polosnya
"Hafiz Qur'an itu bisa membaca dan menghafal Al qur'an dengan baik dan fasih.Mungkin kamu pernah lihat seperti yang di TV itu,tahu kan ?",
"Oh begitu.Iya kak,iya !!Kirana ingin bisa jadi Hafiz Qur'an.Kirana pengen sekali bisa jadi Hafiz Qur'an",Kirana berjingkrak kegirangan.Dalam hati Karim,ia merasakan kasihan,anak seumur Kirana belum bisa lancar membaca Iqro dan Al Qur'an padahal di luar sana sudah banyak anak - anak yang bisa membaca dan bahkan hafal ayat Al Qur'an.dan dirinya sendiri bahkan sudah tahu Al Qur'an seutuhnya,tidak hanya membaca dan hafal luar kepala.
Ia merasa terharu akan keinginan Kirana.Ekspresi gembira dan harapan Kirana mendorongnya untuk melakukan sesuatu untuk Kirana.
"Kirana...",Karim membuka tangan di hadapan Kirana.
Kirana bertanya - tanya melihat Karim",iya kak Karim",
"Kamu ingin punya pak ustadz untuk belajar Iqro kan?",tanya Karim tersenyum dan menyampaikan maksudnya.
"Iya,lalu ?",tanya Kirana memiringkan kepalanya.
"Bagaimana kalau Kak Karim mengajari Kirana belajar Iqro dan Al qur'an ?Kak Karim akan jadi Pak Ustadznya Kirana,kamu mau ?",Karim sedikit mengangguk untuk membujuk Kirana.
"Benarkah Kak ?",tanya Kirana terkejut
"Iya",Karim mengangguk mengusap lengan Kirana.
"aku mau,aku mau",Kirana langsung mengenggam tangan Karim dengan berjingkrak kegirangan",hore,aku dapat pak Ustadz,aku dapat Pak Ustadz,aku bisa belajar iqro,aku bisa membaca Al qur'an seperti teman - teman!!",
"Alhamdulillah...",
"Tapi Kak,kakak hafal Al Qur'an,kan ?,kakak bisa baca al qur'an seperti temenku Aliya,kan ?",
Karim tersenyum dan ia membacakan beberapa ayat - ayat dan bahkan ia melantunkannya di hadapan Kirana."
"Bismillahirrohman nirrohim,Iqro' bismi rabbikal-ladzi kholaq,Kholaqol Insaana min 'alaq,Iqro' wa robbukal-akrom,"Karim melihat Kirana terperangah melihatnya membaca surat Al 'alaq",Alladzii 'allama bil-qolam,'Alamal-insaana maa lam ya'lam.(Q.S.96:1-5)"
Kirana langsung meraih tangan Karim dan menciumnya.Kirana tampak berkaca - kaca.Hatinya anak kecil ini seperti mendapat cahaya dan hawa yang sejuk.dan sampai harapan ini pada Hati yang mulia,tentu Kemuliaan hati itu akan menebarkan dan membangkitkannya dengan kebaikan yang akan memenuhi harapan itu.
Ya,Kemuliaan yang ada pada Kalbunya,Muara Keagungan dan Kemuliaan yang dikaruniakan oleh Allah,Rabb Ar Rahman Ar Rahim.
Kirana memeluk Karim penuh bahagia dan harapan.Karim juga membelai rambut Kirana.Kirana pun mengajak Karim mengunjungi rumahnya.Di sepanjang jalan Kirana terus memuji Kemahiran Karim dalam melantunkan ayat Alqur'an.Karim membacakan Surat Al 'alaq untuk Kirana hingga selesai.Karim senantiasa menggandeng tangan Kirana.
***
Karim membuka lemari pakaian di kamar Ibu Maryamah,Ia hendak mencari baju gamis yang ibunya simpan untuknya.Ia membuka setiap tumpukan baju yang terlipat rapi,sampai di rak paling dasar almari.Tak sengaja,Karim melihat tas bayi yang sudah lama.Awalnya ia mengabaikan tas ini,tapi kemudian ia merasa penasaran.
Rasa penasaran yang tak biasa itu menggerakkannya untuk memeriksa tas itu.Ia mendapat firasat baik dan buruk.Ia mengambil tas itu,Ia membukanya.Ada beberapa pakaian orang dewasa dan bayi.Ia juga menemukan selembar Jilbab di situ.
Ia juga menemukan dua lembar foto.Seorang laki - laki dan perempuan berumuran dua puluhan tahun,Si perempuan tampak menggendong bayi yang berumur kira - kira tujuh bulan.dan di foto satunya,Si laki - laki menggendong bayi itu.
Ia mengamati betul - betul wajah laki - laki itu,tak sengaja ia melihat cermin yang ada di pintu Almari.Ia terkesiap,sekilas wajah laki - laki itu mirip dengan wajahnya.Ia semakin merasa penasaran.Ia membalik foto pertama,tertulis di situ sebuah nama,Muhammad Karimal Fathonah,itu adalah nama lengkapnya Karim.Ia bertanya - tanya kenapa namanya bisa sampai tertulis di foto itu.
Karim pun mengamati wajah si perempuan di foto pertama.Entah kenapa,ia merasa sedih dan datang satu rasa rindu yang ia tak tahu dari mana datangnyan.Ia mengambil foto itu,ia merasakan seseorang tengah merindukan dirinya setelah ia melihat wajah perempuan tadi.Ia juga sudah menemukan baju yang ia maksud.Ia pun bergegas bersiap - siap untuk mengisi sebuah acara.
***
Malam dengan gerimis,gerimis yang menghembuskan hawa dingin,Karina pulang terlambat malam ini.Ia mendapat masalah yang membuatnya emosi di kantor.Masalah yang mengharuskan ia pulang terlambat.Terjadi kesalahan pada kerja,padahal ia sudah mengerjakan pekerjaan dengan baik dan benar,namun entah kenapa ada masalah yang menimpa hasil pekerjaannya.Ia yakin ini adalah ulang senior kerjanya di kantor.
Ia membuka pintu dan masuk kamar,Kamal duduk kursi ruang tamu.Ia merokok dari satu jam yang lalu,melihat Karina datang ia langsung berbicara kasar pada Adiknya itu.
"Heh !!!kamu baru pulang ?!jam berapa ini ?",Kamal bangkit dari duduknya.
"jam setengah delapan malam,pekerjaanku banyak kak di kantor",
"Pekerjaanmu juga banyak di rumah Karina sekarang,aku belum makan,kirana belum makan,ayah belum makan,kalau kamu setiap hari seperti ini terus bisa - bisa kita mati kelaparan,kau tahu?!",
Karina tersinggung dengan kata - kata ini",iya aku tahu,dan ini baru pertama kali terjadi",
"Baru pertama kali katamu,kamu tidak punya otak apa ?!kalau lama - lama seperti ini bisa - bisa kita mati kelaparan hanya karena nunggu kamu pulang",
"Kenapa kakak bicara seperti itu?apa kakak bisa sabar sedikit?",tanya Karina ketus.
"sabar ?!kamu pikir aku harus makan yang namanya sabar biar perutku kenyang,kau ini kuliah kuliah kuliah,kerja tapi tidak bisa mengatur waktu",
"Ya memang aku kuliah,aku kerja dan aku melakukan itu semua sendiri,tapi setiap hari aku juga mendapat sikap dari kakakku yang tidak baik seperti ini",
"Lalu kenapa ?kamu mau marah?!MARAH,silahkan marah!ayo aku ladeni...",
"Untuk apa aku marah padamu ?Kau ini sudah tidak punya hati untuk adikmu sendiri,mana pernah kau membantuku di rumah ini,Pemabuk !!",Karina mengangkat suaranya",kerjaanmu cuma foya - foya,mabuk,main judi,Pengangguran dan....",
"Kakak...",panggil Kirana memotong pembicaraan Karina hadir dari ruang keluarga
Karina berhenti dan menoleh ke arah Kirana.Ia terkesiap melihat pemandangan tak biasa pada adik perempuannya kali ini.Kirana tampak memakai pakaian gamis berwarna pink dan jilbab berwarna putih polos.Penampilan Kirana kali ini membuat terlihat cantik di hadapan Karina.
Kirana mendekati Karina"Kakak ayo lihat,ayo lihat aku belajar Iqro",Kirana menarik tangan Karina.
"Belajar Iqro ?dengan siapa ?",Karina mengikuti Kirana
"dengan Kakak Karim,Kakak Karim sedang mengajariku belajar iqro,ayo lihat ",
"Kakak Karim siapa Kirana ?" ,
"Kakak Karim !,itu lho kak,lihat..dia sedang duduk di sana ",Kirana menunjukkan keberadaan Karim.
Karina terkejut melihat seorang pemuda yang memakai pakaian persis seperti waktu acara tabligh akbar itu.Dan dialah orangnya,dia yang Karina harapkan untuk bisa mengajarinya membaca Al qur'an namun ia merasa malu hati.Ia ternyata berada di rumahnya dan mengajari adiknya belajar iqro saat ini,di hadapannya.
Melihat kehadiran Karina,Karim berdiri dan menyambutnya.
"Assalamu'alaikum,kakaknya Kirana ?",sapa Karim tersenyum dan senyum itu seperti angin yang menghempaskan debu - debu emosi yang ada dalam hatinya
"Walaikum salam,Kamu ?kamu yang kemarin mengisi di acara tabligh akbar,kan ?kamu yang membaca ayat al qur'an kan ",
"Iya benar,itu saya",
"Oh syukurlah,aku kira orang lain",
"Ini Kak Karim bukan orang yang di tabligh akbar",sela Kirana merengek - rengek.
"Sayang,kemarin kakak ikut acara tabligh akbar,dan kakak karim ini membaca Al qur'an di acara itu,"
"Benarkah ?",tanya Kirana",Benarkah Kak Karim ?",
"Iya Kirana",Karim membelai pipi Kirana.
"Wah!hebat,jadi kak karim sudah terkenal ternyata ",Kirana takjub.
Karim tersipu malu,Ia melihat Karina.Karina juga sama tersipu malu.
"Kakak,aku bertemu dengan kak karim kemarin,aku kasih tahu kalau aku ulang tahun.Kak Karim tanya sama aku,aku minta kado apa,aku jawab aku ingin pak ustadz untuk belajar mengaji.Kak Karim ini menawariku untuk jadi ustadz,aku mau,kakak,Kak karim juga hafal al qur'an lho",Kata - kata Kirana membuat Karim bertambah malu,ia membuang muka",kak karim juga membacakan aku satu surat sampai selesai,aku sangat suka mendengarnya,suka sekali kak",
"Oh begitu,Syukurlah Kirana,jadi kakak tidak perlu lagi mencarikanmu pak ustadz",
"Tidak usah,kakak.tidak usah.Kakak karim pak ustadz yang hebat dan baik",
Karina terus memperhatikan Karim.Sesekali Karim melempar senyum pada Karina.
"Terima kasih ya,pak ustadz",
"Oh sama - sama,kakaknya Kirana,maaf siapa nama anda ?",tanya Karim grogi.
"panggil saja aku Karina,pak ustadz",Pun Karina agak grogi juga dan malu - malu.
"Baiklah,Karina.Panggil saya Karim saja,mungkin akan terdengar lebih nyaman",
"Yah.Oh ya ampun,aku belum membuatkan suguhan untukmu,aku baru saja pulang dari kerja,tunggu sebentar ya...",Karina malu - mula juga untuk tersenyum.
"Tidak usah repot - repot,terima kasih,Karina",
"Menjamu tamu adalah kewajiban kami sebagai tuan rumah,jika ayah tahu,ada tamu tapi tidak segera di beri jamuan,ayah akan marah padaku Karim,tunggu sebentar ya...",
"Oh begitu,baiklah,silahkan...",
Karim kembali mengajak Kirana untuk melanjutkan pembelajarannya.Kirana tampak bersemangat dengan wajah yang antusias.Menurut Karim,Kirana adalah anak yang cerdas,sekali ia menjelaskan sebuah pelajaran maka ia cepat mengerti.Bahkan,saat mengajar cara menulis huruf hijaiyah,tulisannya sangat rapi.Pelafalan huruf dan Ketepatan membaca huruf dengan harakat yang dilakukan Kirana sangat baik.Karim merasa Kirana akan butuh waktu sebentar untuk belajar iqro.
***
Rasa penasaran benar - benar membuatnya ingin tahu siapa sebenarnya yang ada di foto itu.Karim bertanya pada Ibu Maryamah.Awalnya,Ibu Maryamah menolak.Namun,Karim terus memintanya dengan halus.Bukannya Ibu Maryamah tidak tahu apa - apa tentang foto itu,Ia mengetahui segala sesuatunya tentang foto iyu,tapi rasa sayang pada Karimlah yang sangat besar membuatnya Ibu Maryamah selalu mengelak,ia khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak ia harapkan setelah Karim tahu semua yang sebenarnya.
Namun,ia juga sadar,ia masih menyimpan amanat seseorang untuknya,amanat ini menyangkut asal - usul Karim.Ia merasa tidak ada yang harus disembunyikan dari Karim karena Karim sudah beranjak dewasa,dan ini saatnya untuk Karim mengetahui semuanya,sebenarnya.Ketiga kali Karim meminta penjelasan foto itu,Bu Maryamah pun menjelaskan semuanya pada Karim.Semua yang terjadi di masa lalu,dan itu terjadi saat Karim masih balita berumur tujuh bulan.
Ibu Maryamah mengajak Karim duduk di atas tempat tidurnya di kamar.Karim duduk di atas ranjang.Bu Maryamah mengambil tas bayi yang ada di almarinya.Ia membawanya ke hadapan Karim.Karim melihat tas itu penuh tanya.
"Kenapa Ibu mengambil tas bayi ini ?ini milik siapa sebenarnya?",tanya Karim sementara Ibu Maryamah mengeluarkan semua isi tas itu.
Bu Maryamah mengambil satu setel pakaian bayi,Ia duduk dan meraih tangan Karim"ini milikmu semuanya anakku,Karim",Bu Maryamah menyerahkan pada Karim
"Milikku ?bukankah aku punya banyak pakaian bayi di almari ibu,tapi kenapa ada sebagian yang tertinggal tas ini,apa ibu kelupaan menaruhnya di sini ?",
"Dengarkan baik - baik anakku,Pakaian yang ada di almari ibu yang kau pakai saat kau bayi,semuanya milikmu tapi ibu yang membelikannya untukmu.Dan ini,milikmu juga tapi bukan dari Ibu",
"Lalu dari siapa ?",
"Kau masih mengantongi foto itu Karim ?",pinta Bu Maryamah dengan tenang,namun kegelisahan ia rasakan kuat dalam hatinya.
"Iya,"Karim mengambil foto itu dan menunjukkan pada Ibunya",ini ibu",
"Semua pakaian bayi ini,ya milik bayi yang ada di foto ini,coba lihatlah ",Batin Bu Maryamah mulai tidak kuasa menahan kegelisahannya.
Karim melihat foto bayi itu"Bayi ini,bayi siapa bu ?siapa bayi ini ?",
"Bayi ini punya nama anakku,coba balik foto itu,ada nama tertulis di situ,itu adalah nama bayi yang ada di foto itu,dan dua orang itu adalah Ibu dan Bapak Bayi itu",
"Muhammad Karim Fathonah,itu namaku,Masha Allah,Astaghfirullah.jadi dua orang ini Ayah dan Ibuku,ibu...",Karim melihat Bu Maryamah gemetar.
"Iya,Karim"
"Lalu,kenapa bukan ibu yang ada di foto ini ?",pertanyaan Karim membuat Bu Maryamah mulai meneteskan air mata
"Karena aku bukan ibu kandungmu,Karim",jawab Bu Maryamah membuang muka,kedua matanya mulai meneteskan air mata.Bu Maryamah mengusap Air matanya.
"Ibu,Kenapa ibu tiba - tiba menangis ?",tanya Karim langsung bersimpuh di hadapan Bu Maryamah.Bu Maryamah melihat wajah Karim yang penuh keingin tahuan",ibu mengapa tiba - tiba menangis seperti ini?",
"Karena Ibu sangat menyayangimu,sayang",Bu Maryamah terisak - isak
""Maafkan Karim,ibu.jika...",Karim menghapus air mata Bu Maryamah
"Tidak,anakku,tidak apa - apa.Ibu akan ceritakan semuanya padamu",Bu Maryamah mengambil foto yang digenggam Karim,Ia mengusap foto itu sejenak",wanita ini benar ibu kandungmu,Karim.dia ibumu,Husnul Fatimah,Ibu Husna,Karim.Nama ibumu ini",
"Lalu,laki - laki ini ?ayahku?",
"Ali Zakariya,panggilannya Zakariya",
"Ibu Husna dan Ayah Zakariya,lalu Ayah dan Ibuku di mana ?lalu ibu sendiri siapa ?",
"Anakku,aku dan Ayahmu dulu adalah teman karib selama berkuliah.Dan Kakekmu,Abdul Luqman,dia salah satu anggota organisasi kemanusiaan yang selalu mengirimkan relawan untuk menyalurkan bantuan ke negara timur tengah yang mengalami konflik,khususnya Palestina.Kakekmu banyak menampung relawan dari berbagai daerah dari negera ini.
Dan ibu sendiri selalu membantu pekerjaan kakekmu bersama ayahmu,Zakariya.Ibu sendiri melihat Kakekmu datang dan pergi dari dan ke Palestina mengantar para relawan serta bantuan bahan makanan,obat - obatan dan pakaian.Nenekmu sudah meninggal setelah ia mengalami sakit kanker rahim pada umur lima puluh lima tahun,Anakku.jadi Kakekmu berjuang sendiri tanpa bantuan nenekmu.
hingga datang seorang relawan perempuan yang ia tampak tidak yakin akan niatnya menjadi seorang relawan,ia tampak ketakutan dan ragu - ragu,perempuan ini hanya ikut teman - temannya saja,ia seperti terpaksa menjadi seorang relawan.Ayahmu mendekati perempuan ini,dia adalah ibumu Husnul Fatimah,Anakku",Bu Maryamah membelai pipi Karim",di saat berada keraguan dan ketidak siapannya itu,Ibumu akhirnya sementara membantu ayahmu di sini menyiapkan semua jenis bantuan.
Karena ibumu berasal dari daerah lain,dan tidak punya tempat tinggal,aku pun mengajaknya tinggal bersama di rumah ini.Kau tahu tidak anakku?,ibumu Husna pernah tidur di atas ranjang ini bersamaku,"Bu Maryamah mengambil selembar kain jilbab",dan ini,satu lembar jilbab milik ibumu yang tertinggal di kamar ini.
Ayahmu Zakariya selalu memberi perhatian khusus pada Ibumu Husna,anakku.Kami bertiga bisa sangat akrab.aku bisa melihat Ayahmu yang sangat perhatian pada Ibumu.Sikap lemah lembut Ayahmu untuk terus membujuk dan meyakinkan Ibumu untuk tetap bekerja membantunya.Ayahmu sempat bercerita padaku,Karim.Ayahmu menaruh hati pada ibumu,Ayahmu Zakariya diam - diam menyimpan rasa cinta pada Ibumu Husna.sesekali aku menggoda Ayahmu di hadapan Ibumu.Keduanya selalu tampak malu - malu.
akhirnya,Ayah Zakariya dan Ibu Husna menikah,karena mereka saling mencintai.Keduanya hanya mengucap ijab kabul di kantor relawan,kakekmu mendatangkan penghulu ke kantor dan Kakekmu dan aku menjadi saksinya.
Perlahan - lahan,melihat giatnya perjuangan kakek dan ayahmu,ketakutan dan keraguan ibumu mulai hilang.Ia menemukan semangat,semangat yang membuatnya bekerja lebih giat dan lebih cekatan dari sebelumnya,
ibumu berkata inilah jalan Allah,inilah salah satu bentuk perjuangan untuk menegakkan Agama Allah,Islam.Allah Maha Tahu,aku tidak mau tinggal diam melihat Ayah dan Suamiku memberikan perjuangan dan pengabdiannya di jalan yang diridhoi Allah.Ibumu berubah menjadi seorang yang tegas dan kuat,Karim.
ibumu berkata sekalipun aku mengandung anakku ini,aku tidak mau berhenti memberikan jasaku,aku menyerahkan semuanya untuk Tuhanku,Allah.Allah Maha Melihat Hamba-Nya,aku tidak mau memberatkan diriku untuk meneruskan perjuanganku hanya karena keadaanku.aku harap Allah menjadikan anakku ini seorang yang berjiwa Mujahid,jiwa pejuang",Hati Karim bergetar mendengar kata - kata ibunya sendiri lewat ibu Maryamah,Mata Karim mulai membasah,Ia kagum pada sosok ibu kandungnya,Ia merasa bangga ia mendapat doa dari ibunya sendiri,menjadi anak yang mempunyai jiwa pejuang",
Ibumu berkata aku beri nama anakku ini,Karim.aku harap anak ini selalu mendapat kebaikan di setiap langkahnya dari Allah,aku harap Allah selalu memeliharanya dalam rahmat-Nya,aku ingin hatinya selalu diliputi kebaikan dan kelak ia akan memberikan kebaikan pada siapa saja.Hati dan Jiwanya akan selalu tertanam kebaikan dan kemuliaan.
ibu membantu persalinanmu waktu itu,Karim.Ayahmu mengumandangkan azan di telingamu.
ayahmu berkata semoga Allah membimbing anakku ini menjadi seorang yang benar - benar menguasai,memahami dan mengetahui semua yang ada di dalam Al qur'an,karena itu aku tambahkan nama anakku ini,Fathonah.anakku,dengan kecerdasanmu,kau akan mendapat semua ilmu dalam Kitab Al qur'an.itu harapan ayahmmu.
Kakekmu meminta ayahmu menambahkan nama Rasulullah S.A.W di nama lengkapmu,Muhammad.Itulah dirimu anakku,Muhammad Karim Fatonah.Kau sudah menguasai Al qur'an,kau mempunyai hati yang baik dan lembut ,kau tidak pernah membuat hatiku merasa sedih dan gundah sepanjang waktu kau tumbuh dalam asuhanku."Karim tampak terperangah mendengar semua cerita ibu Maryamah tentang sejarah dirinya.
"Lalu,apa yang terjadi pada Ayah dan Ibuku,ibu ?",tanya Karim menghapus lelehan air matanya",apa yang terjadi selanjutnya pada Ayah ?bagaimana keadaan ibuku Husna,ibu ?bagaimana ?",
Ibu Maryamah tersenyum melihat reaksi dari Karim",Anakku,suatu ketika ibu,Ayahmu Zakariya,dan Ibumu Husna mendapat Kabar bahwa Kakekmu sudah berhasil mendirikan posko - posko bantuan di beberapa daerah Palestina.Yang lebih membanggakan adalah Kakekmu sudah mulai merintis pembangunan masjid - masjid kecil di setiap daerah yang terdapat posko itu.Masyarakat Palestina bergembira menerima bantuan - bantuan ini.Bersama relawan dari negara lain,Kakekmu bahu membahu memperjuangkan kesejahteraan hidup rakyat Palestina.
Ibu sempat ditawari Kakekmu untuk ikut ke sana,sekali.Namun ibu menolak karena masih membantu ibumu merawat kau saat masih bayi.Ayah dan Ibumu sangat menyayangimu Anakku,begitupun diriku.
Ibumu pernah berkata anggaplah Karim ini seperti anak kandungmu sendiri.aku yakin dengan menerima kasih sayang dari dua orang ibu sekaligus akan memberikanku rahmat dan kebaikan yang berlipat",Ibu Maryamah memegang kedua pipi Karim,wajah yang putih bersih,di luar mulai terdengar rintik hujan",
Kau pasti sudah hafal Surah Yusuf,Anakku?Surah yang selalu aku bacakan untukmu di saat kau masih dalam kandungan ibumu bersama ibumu Husna.Kami membacanya bersama untukmu,sayang.
Wa la'ajrul aakhirati khairul lil-ladzina aamaanu wa kanu yattaquun.(Q.S.12: 57)",
"Iya Ibu,ternyata Kakek juga berjuang pantang menyerah.Dan ibu dan Ibu Husna sangat menyayangiku dan selalu mendoakanku.aku bahagia ibu mendengar semua ini",Karim mengusap air mata yang ada di ujung kelopak matanya."lalu,bagaimana apa yang terjadi selanjutnya ?",
"Namun,sayangnya,tiba - tiba datang kabar tentang penyerangan di tiga posko bantuan yang berada di daerah Gaza,tentara musuh memusnahka posko - posko itu,Anakku.
Semuanya di bombardir,mereka membunuh dan membantai penduduk sipil yang berada di bawah perlindungan poskon - posko itu,bahkan para relawan.Banyak korban berjatuhan karena penyerangan dilakukan sebelum Subuh ",Bu Maryamah menunduk dan menangis",Mereka mati syahid.menerima kabar ini seolah - olah setengah nyawaku seperti dicabut,seperti dicabut.
Tidak hanya mengetahui Kabar duka ini aku merasa sedih,karena yang paling membuatku sedih dan bangga adalah dia,anakku",Ibu Maryamah menunjuk sebuah foto yang tertempel di dinding,Foto Bu Maryamah bersama seorang Laki - laki",dia anakku,salah satu dari Syuhada yang gugur waktu penyerangan itu.Syuhada yang yang sangat kucintai,Syuhada yang menjadi belahan jiwaku.Syuhada yang sudah menikahiku.
dia juga Ayahmu,Karim.Zainal Faruq,maafkan ibu baru menceritakan hal ini padamu.ayahmu Zainal berangkat dan menetap di palestina di saat kau masih dalam kandungan ibumu.Anakku,sajadah yang selalu tergelar di kamarmu,sajadah yang selalu kau pakai untuk rukuk dan sujud itu adalah oleh - oleh dari Ayahmu Zainal yang dititipkan lewat Kakekmu sebagai Hadiah darinya untuk kelahiran dirimu dari Palestina.Sajadah itu masih bagus anakku,iya kan ?",
"Subhanallah,ibu.Alhamdulillah ibu,banyak orang yang menyayangiku ternyata,banyak orang yang bergembira dengan kelahiranku saat itu.Andai Ayah Zainal masih hidup aku ingin berterima kasih padanya ibu,aku bangga menjadi anak dari orang - orang yang mulia ini.",
"sayangnya,di saat yang darurat ini,tidak banyak relawan yang ada di kantor saat itu,hanya tersisa Ayah dan Ibumu serta empat orang temannya.
Untuk membangun kembali posko yang sudah hancur dan membantu penyembuhan korban - korban penyerangan tadi,akhirnya,dengan berat hati Ayah dan Ibumu memutuskan untuk berangkat ke sana.
Ayahmu Zakariya meneruskan perjuangan Ayahmu Zainal.
Ibumu yang membujuk Ayahmu Zakariya untuk berangkat ke palestina.Keduanya sudah berkuat tekad,mereka berangkat bersama empat orang tadi.
Waktu itu,Ibumu sangat berat hati melepas dirimu,Ia berusaha ikhlas untuk berpisah denganmu,Anakku.Ikhlas untuk turut berjuang ke palestina.Sebelum berangkat,ibumu menyusuimu dulu",Bu Maryamah menunjukkan Selembar Jilbab",aku memberikan ini pada ibumu,namun ibumu memintaku untuk merawat jilbab ini.
Ibumu berpesan jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku ini dan mengambil kembali jilbab ini,atau kuberikan saja untukku.Namun,jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana,sampaikan pada Karim untuk memberikan pada wanita yang kelak menjadi pasangannya.aku akan merestui dan meridhoinya.
Jadi,Ibumu Husna menitipkanmu padaku Anakku,Ibu Husna memberiku amanat seperti apa yang aku sampaikan padamu",Bu Maryamah merasa lega setelah menceritakan semuanya pada Karim sambil menyerahkan selembar jilbab itu pada Karim.
"Ibu,terima kasih sudah menyampaikan semua cerita ini padaku",Karim meraih tangan Ibu Maryamah",Ibu,andai aku tahu caranya bagaimana membalas jasa Ibu yang sangat besar untukku selama ini,aku akan melakukannya untukmu",Karim mencium tangan Bu Maryamah dengan setets air matanya jatuh di punggung tangan itu.
"Anakku,meski aku bukan ibu kandungmu,ibumu memintaku untuk menganggapmu seperti anak kandung sendiri.Cinta,Kasih dan sayangku dariku untukmu,aku ikhlas.Mungkin ini salah satu bentuk jihadku untuk jalan Allah dengan membesarkan anak dari sahabatku yang dititipkan untukku,membesarkan anak yang sudah memenuhi harapan ibunya sendiri.andai ibumu tahu dan bisa melihatmu saat ini,kami pasti akan merasa bangga dan merasa diberkahi oleh Allah.",Bu Maryamah melihat Karim,lalu tersenyum",Ibu menyayangimu anakku.Balaslah jasa ibumu ini dengan tetap menyayangi Ibumu ini,anakku."
Karim bernafas lega dan memeluk Ibu Maryamah,Ibu Asuhnya.Bahkan malam ini,Ibu Maryamah tetap mengusap Rambut Karim untuk mengantarkannya tidur.Ia lakukan hal ini semenjak Karim ditinggal Ibunya Husna dan Ayahnya berangkat ke Palestina.
***
Dan di suatu malam,Karim teringat pada kedua orang tuanya,Ia menempatkan dua foto itu dalam sebuah bingkai.Ia mengambil foto pertama.Senyum Ibu kandungnya,senyum yang membawa ketenangan pada hatinya,senyum yang menghembuskan isyarat dialah seseorang yang merindukanmu.
Ia teringat pesan ibunya.Ia duduk memandang foto ibu Husna.
"Jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku...Namun jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana,"Jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku...Namun jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana,sampakan pada Karim untuk memberikan jilbab ini pada wanita yang kelak menjadi pasangannya.aku akan merestui dan meridhoinya...
atau takdirku menjadi salah satu syahidah di sana...syahidah di sana...",Airmata Karim menetes di atas foto Ibunya.Seperti ia belum merasa ikhlas jika memang ibunya menjadi salah satu Syahidah di Palestina.Ia sangat ingin bertemu ibu kandungnya,Husnul Fatimah.Surga di bawah telapak Kaki Ibu.
"Robbanaghfirlana waliwaalidayya war hamhuma kama robbayani shogiiro...",Bibir Karim bergetar dan terbata - bata memanjatkan do'a itu untuk Ayahnya Zakariya dan Ibunya Husna.Ia mengusap Foto Ibunya.
***
Langkahnya terasa berat saat ini,seperti keadaan hatinya saat ini.Hati dan diri yang sudah seperti kehilangan daya dan semangat hidup lagi.Perjalanan menuju pulang dari kantor tempatnya bekerja.Di sepanjang perjalanan,ia terus menahan gejolak emosinya.Marah,Sedih,Khawatir dan takut,semua ia rasakan saat melihat sebuah amplop yang ada di genggaman tangannya saat ini.
Amplop berisi surat pemecatan untuk dirinya,ia dipecat dari tempatnya bekerja secara mendadak.Tanpa tahu alasan yang tepat,ia mendadak mendapatkan pemecatan.Namun,firasatnya mengatakan tindakan ini pasti karena terjadi sebuah kecemburuan dari teman - teman kerja di kantor,terlebih seniornya yang bekerja.Berada di lingkungan kerja yang tidak kooperatif seperti tempat itu membuatnya harus melatih kesabarannya dengan ekstra.
Sebuah kekompakan untuk membuat rekayasa agar dirinya terjerumus dalam sebuah masalah hingga mencapai tujuan dan maksud mereka yakni tersingkirnya dirinya dari tempat itu.Ia sungguh tak menyangka mereka sejahat dan selicik itu.Sementara ia tak pernah merasa membuat dirinya paling unggul di antara teman - temannya yang sejunior dan di antara seniornya,Ia selalu bekerja semampunya dengan tulus,ikhlas dan tuntas.
Mendapat pujian dan perhatian dari Atasannya karena kerajinan dan kedisiplinannya mungkin menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri baginya.namun tidak untuk rekan kerja,justru itu adalah menjadi sebab muncul sebuah kecemburuan yang mengarah padanya.Tidak ada yang salah pada dirinya selama bekerja,hanya saja pada rekan kerjanya.
Ia duduk di sebuah halte saat ia merasakan tidak kuat lagi untuk lebih lama menahan emosinya.Cuaca yang mendung dengan titik air hujan yang lembut mulai turun.Ia menumpahkan semuanya dengan sebuah tangisan.Ia hanya mengkhawatirkan bagaimana jadinya nanti dengan hidup keluarganya jika ia sudah tak bisa membantu ayahnya memberikan nafkahnya ?sementara penghasilan ayahnya belum tentu cukup untuk hidup keluarganya setelah ia tak bekerja,mengingat keadaan kakaknya yang masih belum sadar akan perbuatan buruknya setiap hari.Kirana dan sekolahnya,turut memberatkan pikirannya.
Amplop itu ia buka dan ia ambil isinya,ia membaca isinya.Ia kembali merasakan kesedihannya.ia berusaha ikhlas namun belum kunjung juga bisa.Karina terus menumpahkan kesedihannya.
Tak lama kemudian,sebuah bis berhenti dan turun seseorang dari dalam bis,Ia melihat keberadaan Karina.Ia melihat Karina menangis di situ,ia mendekati Karina,dia adalah Karim
"Assalamu'alaikum,Karina",sapa Karim merasa penasaran.
"Wa'alaikumsalam,Karim",jawab Karina dengan berat.
Karim duduk di samping Karina",ada apa Karina ?kok kamu menangis di sini ?",tanya Karim
Karina membuang muka tak menjawab pertanyaan Karim.Melihat seorang wanita menangis tentu membuatnya merasa kasihan.
"Maaf Karina,boleh aku tahu kenapa kamu menangis ?",tanya Karim memperhalus kata - katanya.
Karina merasa ia sudah tak mempunyai teman - teman lagi setelah ia dipecat bekerja.Sebenarnya ia membutuhkan seseorang untuk tempat mencurahkan dan berbagi kesedihannya,mungkin sebuah kebetulan dengan kehadiran Karim.Hati kecilnya menggerakkan dirinya untuk bercerita pada Karim.
"aku dipecat dari tempatku bekerja,Karim.aku tidak menyangka ini akan terjadi tiba - tiba.aku belum bisa menerima keputusan ini,aku belum bisa...",Karina menangis di hadapan Karim.
"La haula wala quwata ila billah.Sabar ya Karin,sabar...",
"aku mungkin bisa sabar namun aku belum bisa merasa ikhlas untuk hal ini.Semuanya pasti menjebakku dan tidak menyukaiku",Sesekali Karina menghapus air matanya.",aku belum bisa Ikhlas Karim,aku merasa khawatir dan takut ",
"apa yang kau takutkan ?",
"Kirana...",
"Kirana ?",
"Ya.Bagaimana aku bisa membantu ayahku menyekolahkan Kirana sementara aku sudah pengangguran sekarang ?,aku takut ayah akan merasa sedih dan membawa hal ini pada pikirannya.aku takut kalau ini sampai terjadi",
Karim tersenyum.Karina melihat senyum itu,seperti terjadi sesuatu pada dirinya.Sebuah hentakan kecil dalam hatinya terasa mulai meruntuhkan kesedihan yang sedang ia rasakan dan setelah hentakan itu terhembus hawa yang sejuk menggantikan runtuhan - runtuhan itu.
"O ya,ini sudah waktunya Sholat 'Asar.Karin,kau sudah sholat 'Asar belum ?",
Karina menggeleng dengan gerakan yang berat.
"Ayo kita sholat di mesjid itu,"ajak Karim bangkit berdiri.
Emosi Karina masih memberatkan dirinya untuk mengikuti Karim.Ia hanya melihat Karim dengan terisak - isak.
"Karin,ayo,kau baik - baik saja kan ?",Kali ini Karim mengulurkan tangannya.Hujan embun masih turun,hawa dingin masih terasa.
Karina meraih tangan Karim.Emosi yang menguasai dirinya itu seolah - olah sirna saat Ia menggenggam tangan Karim.Karim mengajak Karina melaksanakan Sholat 'Asar di mesjid yang bersebelahan dengan kantor Pos,di seberang jalan.
Karim menjadi Imam untuk Karina dan beberapa orang makmum lainnya.Seperti batu yang keras dan panas membara,keadaan hati Karina sebelumnya.Ia selalu dengan mudahnya dikuasai hawa nafsu dan amarahnya.Hingga ia mendapat sesuatu hal yang benar membuat keadaan hatinya bergejolak,kesedihan,keresahan dan kekhawatiran itu selalu ia rasakan.Dan Air matanya yang menjadi media pelampiasaannya.Terkadang ia memukul atau merusak sebuah barang untuk melampiaskan amarahnya.
Namun,kali ini tidak,batu yang keras dan panas itu,terasa pecah dan seperti ditumpahi air dingin secara terus menerus,pecah hingga melebur dan luluh,itu terjadi karena adanya Karim.Ya,Karim.
Mata Karina dan hatinya basah saat duduk tasyahud akhir.Tahiyat,syahadat,dan Sholawat.yang terjadi,Air mata dengan perasaan lain keluar dari matanya ketika ia menoleh mengucap Salam.Hatinya,hatinya benar - benar sudah tak seperti batu keras dan panas tadi.
Mengamini doa yang dipanjatkan Karim,ia merasa benar - benar dilihat Tuhannya sendiri.Takut,ia sadar akan ketakutannya,dan dihadapan Tuhannya ia sadar Ketakutannya tak sebesar yang ia rasakan.Khawatir,ia yakin kekhawatirannya akan menyurutkan langkahnya,namun di hadapan Tuhannya,ia sadar kekhawatirannya tidak menjadi sebab untuk Tuhan berhenti memberikan Rahmat padanya.Ia menghadap Tuhannya,ia berserah diri dengan sujud dan rukuk berjamaah baru saja ia lakukan.
Air mata itu terus meleleh dari kedua mata Karina.Meleleh seperti kesedihannya yang luluh.Matanya seperti melihat cahaya yang terang.Cahaya itu mendatanginya dan berada di kedua tangannya.
"Amin.Amin...",Karina mengusap wajahnya dan dadanya.Cahaya itu seperti menyusup dalam dadanya.Cahaya yang mengganti kesedihan itu dengan kesejukan dan kedamaian dalam hatinya
Karim berbalik dan melihat Karina.Ia merasa Karina sudah tampak membaik.Karim mengantar Karina pulang.
***
Malam ini,seperti biasa,Karim datang untuk mengajari Kirana mengaji.Kali ini,Kirana mulai membaca Al Qur'an.Berada di bawah bimbingan Karim,Kirana mengalami perkembangan yang pesat bersamaan dengan minat belajarnya yang tinggi.Kirana selalu bersemangat belajar bersama Karim.Ia tidak merasa bosan belajar pada Karim,karena Karim selalu menceritakan kisah - kisah Nabi dan Para Sahabat Rasulullah setelah mengaji.
Kirana sangat menyukai kisah Nabi Ibrahim A.S. dan Ismail A.S.,terlebih ketika turunnya perintah untuk menyembelih nabi Ismail.Kirana belajar sebuah kesabaran dari kisah ini.Ia terkesan saat sampai kisah pembangunan Ka'bah oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Kisah mengenai sepupu Rasulullah S.A.W yang menjadi salah satu Syuhada di sebuah peperangan,kisah Ja'far Bin Abi Thalib.Kirana sangat menyukai kisah ini dan menjadi Favoritnya.
Dan yang tak ketinggalan kisah dari seorang Uwais Al Qorni,seorang yang rindu ingin bertemu dengan Rasulullah S.A.W dan baktinya yang luar biasa pada Ibunya.
Kirana sempat bertanya "Kak Karim,Ibu tidak ada di rumah saat ini,aku ingin menjadi anak seperti Uwais itu,ia sangat menyayangi ibunya,apa yang bisa kulakukan untuk Ibuku ?",
Karim tersenyum"berdoalah untuk Ibumu,Kirana.setiap hari.Allah akan menyampaikan doamu pada Ibumu.Allah akan menyayangimu,Allah mencintai anak - anak yang selalu mendoakan ibu bapaknya ",
"Tapi,aku belum tahu doa itu kakak.Bagaimana doanya ?",
"Baiklah,mari belajar doa ini,doa untuk kedua orang tua",
Sementara itu,Karina tampak sedih duduk di sebelah tempat tidur Kakaknya.Ia merasa sedih atas apa yang terjadi pada keluarganya.Ia yang dipecat dari pekerjaannya.Kakaknya yang sedang terbaring sakit setelah berkelahi dengan temannya.
Dan itu terjadi kemarin,ketika Karim mengajari Kirana mengaji.Tiba - tiba,terdengar benturan di pintu.Keduanya terkejut.Beberapa kali benturan terjadi lagi,saat itu Pak Rasyid tengah pergi bersama Karina.
Karim memeriksa Apa yang terjadi di luar sana dengan menyingkap tirai jendela.Karim meminta Kirana untuk tetap tenang.Kiran atengah belajar menghafal surat An naas,Al falaq,dan Al Ikhlas.Karim terkejut melihat Kamal dihajar oleh dua orang.Kamal tampak tak berdaya.sepertinya ia sudah dihajar dari tadi dan dari suatu tempat.
Wajah dan lengan Kamal berdarah.Karim pun langsung menolong Kamal.Tahu kedatangan Karim,Dua orang itu langsung kabur.Karim langsung membawa masuk Kamal ke rumah.Tubuh Kamal tampak kacau.Wajah penuh luka,bibir yang cukup banyak mengeluarkan darah,badan dengan bau alkohol.
Masuk di ruanng tamu,dan dalam keadaan yang remuk redam itu,Kamal merasakan sebuah keanehan.Ia merasa seperti mulai kehilangan nafas.Ia hendak roboh dan pingsan.Namun,telinganya menangkap lantunan - lantunan Ayat Al Qur'an.
"Qul a'udzu birobbin-nas,Malikin-nas,Ilahin-nas,Min syarril was wasil khonnas,Alladzi yuwaswisu fi sudurin-nas,Minal jinnati wan-nas...",Kirana yang mengulangi Surat An naas tiga kali atas perintah Karim.
Kamal termenung sejenak,matanya berhalusinasi.Seperti Cahaya yang terang berasal dari tempat Kirana berada.Cahaya itu membuat seluruh ruangan ini terang.Ruangan terasa hangat.Nafas yang mulai hilang itu terasa kembali dalam paru - parunya.Kamal terus mendengar lantunan surat yang dibacakan Adiknya.
Karim membawa Kamal ke dalam kamarnya.Tubuh Kamal yang besar itu terasa ringan oleh Karim.Sementara Kamal terus terpana melihat terangnya ruangan dalam rumah ini,kehangatan itu,dan nafas yang terus mengalir di paru - parunya,mengalir dan memberikan tenaga di setiap sel - selnya.
Kamal melihat Adiknya,Kirana.Cahaya terang itu berasal dari hadapan Kirana,Sesuatu yang dibaca Kirana.Sebuah Kitab Al Qur'an beserta tafsirnya,itu adalah Hadiah dari Karim untuk Kirana karena sudah bisa menyelesaikan Iqro.
Kirana terkejut melihat Karim memapah Kakaknya Kamal.
"Kakak,kakak.Kakak Kenapa ?",Kirana langsung mendekati Kamal.
"Kakakmu terluka Kirana,dia baru saja di keroyok sama penjahat di luar tadi ",
"Apa ?!",
Kamal langsung jatuh pingsan di pintu Kamarnya.Kirana membantu Karim membawa Kamal ke atas ranjangnya.Bersama Kirana,Karim membersihkan badan dan wajah Kamal.Kirana tampak sedih dan bertanya - tanya.Karim tahu itu.
"Kirana,hafalannya sudah selesai ?",
"sudah kak Karim,aku ingin di sini saja,besok lagi ya,aku ingin menolong Kak Kamal",
"Iya.tapi rapikan dan simpan dulu bukumu di meja,Kirana.Ayo..",pinta Karim dengan lirih.
"Baiklah Kak Karim".
Kembali pada Karina,sayup - sayup terdengar suara Karim membaca ayat Al Qur'an di tengah ia mengajari Kirana mengaji.Banyak hal yang berkecamuk di pikiran Karina saat ini,Pemecatan dirinya yang ia belum merasa Ikhlas,Kesedihan atas Apa yang menimpa pada Kakaknya sekarang ini,Ayahnya,dan hidup keluarga selanjutnya setelah ia tidak bekerja.Ia merasa ketakutan dan kekhawatiran itu datang lagi,semakin menguasainya.Ia terus mengusap lelehan Air matanya di tengah konflik batinnya saat ini.
Kamal masih belum sadarkan diri.Karina seperti melihat sesuatu yang lain tampak dari wajah kakaknya.Kali ini wajah Kakaknya tampak sedikit bersih,padahal masih ada luka di bawah bibirnya dan bawah dagunya.Seperti biasa,ia tak mau melihat wajah Kakaknya karena kebiasaan buruknya yang ia lakukan setiap hati.Mabuk dan Merokok membuat Wajah Kamal tampak kotor dan lusuh.
Namun,kali ini tidak,wajah Kamal tampak bersih,seakan - akan membuat Karina ingin terus memandang wajah Kakaknya itu.Ia ingat cerita Kirana malam itu,Ia bersama Karim mencuci dan membersihkan badan dan wajah Karim.
Karina bangkit dan melangkah keluar kamar untuk melihat Karim dan Kirana.Keduanya masih tampak Khusyuk mengaji,suara Kirana terdengar tartil dan fasih mengaji kali ini.Melihat Bayangan dirinya di cermin lemari kakaknya,Karina merasakan sesuatu.Wajah sedih dan sembab yang tidak membuatnya merasa pantas melihat dirinya.
Sebuah bisikan terdengar di telinga kanannya,sekejap ia bagaikan orang yang terhipnotis.Ia mengikuti bisikan itu,Ia melangkah ke kamarnya sendiri.Ia membuka Lemari pakaiannya.
"Alhamdulillah,kau sudah selesai juz pertama Kirana,Aku senang sekali kau mulai bisa membaca dengan lancar",Kata Karim tersenyum.
"Iya Kak Karim,ini semua kan berkat Kakak,Terima Kasih Kak Karim",Kirana menutup Kitabnya.
"Kamu istirahat dulu dan...",Karim berhenti bicara saat ia melihat Karina keluar dari Kamarnya.Karina yang mengenakan jilbabnya.Karina dengan suasana yang lain.
Perlahan Karina duduk di samping Kirana.Karina memandang Karim,begitu juga Karim.Karim merasa canggung saat Karina memandangnya.Mata Karina basah melihat Kitab yang ada di hadapannya.
"katakan padaku Karim,katakan padaku.Kenapa kau sampai mau melakukan hal ini untuk adikku ?",ia menarik nafas",kenapa kau melakukan hal ini dengan mudahnya tanpa ada rasa keberatan dalan dirimu untuk Adikku? dan untuk keluarga Kami",Mata Karina membasah.
Dengan jelas,keadaan hati Karina bisa terbaca oleh Karim lewat ekspresi mukanya.Karim kembali tersenyum untuk meredakan gejolak perasaan Karina.
" ada satu ayat Al Qur'an yang memotivasiku untuk melakukan semua ini,terutama untuk Kirana.'Ya bunayya innaha in taku mitsqola khabbatim min khordalin fatakun fii sakhrotin au fis-samawati au fil-ardi ya'ti bihallah,Innallaha latifun khobir',ini adalah ayat surat Al Luqman ke enam belas.
yang artinya,Wahai anakku !!sungguh,jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi,dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi,niscaya Allah akan memberinya balasan.Sesungguhnya Allah Maha Luas,Maha Teliti.
mungkin apa yang sudah kulakukan untuk Kirana ini belum seberapa di hadapan Allah,namun Allah Maha Mensyukuri dan Maha Penyayang.jika apa yang kulakukan ini belum mendapat balasan dari Allah di dunia,aku yakin Allah akan menyimpannya untukku di Akhirat kelak",Penjelasan Karim membuat Hati Karina luluh.Setetes Air mata turun dari ujung mata Karina",Tidak hanya itu,jika Allah menghendaki kebaikan suatu kaum atau seseoorang,maka Allah akan menurunkan hidayah dan Rahmat-Nya untuk kaum atau orang itu langsung.Allah Ar Rahman,Ar Rahim,Karin.atau Hidayah dan Rahmat itu bisa diturunkan lewat seseorang untuk orang itu.Seperti apa yang dilakukan Nabi dan Rasul kita dulu,bukan begitu ?",
"Ya ya..aku mengerti",Karina mengangguk,ia merasakan ketenangan setelah mendengar kata - kata Karim di hadapannya sendiri",Karim,boleh aku meminta sesuatu ?",
"minta ?sesuatu ?apa itu ?apa aku kira - kira bisa memberikannya untukmu ?",
"Ya,aku yakin.Begini ceritanya,jujur,kau ingat,saat acara pengajian di masjid Raya dulu,saat kau mengisi acara itu?",
"Ya ya,aku ingat.ada apa ?",
"waktu itu,aku menyaksikanmu membacakan ayat al qur'an.dan aku berada dalam masalah dan emosi waktu itu,namun setelah mendengar kau membaca ayat - ayat itu,aku merasakan ketenangan dan kedamaian di hatiku.dan,aku bicara pada temanku,andai aku bisa mendengarkan orang ini,kamu,membaca al qur'an setiap hari,maka aku akan merasakan kebahagiaan setiap hari dan mudah menghilangkan stressku dengan mudah.
temanku bilang,kenapa kau tidak membaca al qur'an sendiri di rumah.aku jawab,aku belum sepandai dia,kamu,andai saja aku bisa belajar padanya,atau ia membacakannya untukku sendiri di hadapanku.temanku menyarankan untuk mengajakku menemuimu namun aku tidak mau,aku malu padamu.
Karim,apa kau bisa melakukan apa yang kuinginkan setelah mendengar ceritaku ini ?",tanya Karina memandang Karim penuh harap.
"Emhhn...Bukankah kau sudah mendapat apa yang kau inginkan Karina ?,Bukankah kau sudah mendengar aku membaca al qur'an setiap hari di rumahmu,Karina?.hanya saja,andai kau tahu,aku selalu menunggumu untuk bisa belajar membaca al qur'an bersama Kirana,tapi kau sibuk bekerja.aku selalu menunggu di meja ini dan setiap hari,bersama Kirana",jelas Karim halus.
Kata - kata Karim seperti air yang tertuang dalam gelas yang kosong,seperti Hujan yang turun di tanah tandus dan gersang.Seperti angin yang bertiup menerpa bukit - bukit gurun pasir, menghempaskan hawa panas sejenak.seperti satu koin uang yang diterima oleh tangan - tangan pengemis jalanan itu.Pertanyaan dan Permintaan Karina sudah terjawab oleh Karim.Sudah tidak ada yang perlu diragukan lagi,Karim ikhlas memberikan jawaban ini.
Karina mengungkapkan kelegaan hatinya lewat senyumannya.Dalam hatinya,Karim merasakan suatu perasaan yang lain.entahlah,belum bisa ia tebak,namun ketika ia melihat Karina kali ini,Karina yang berjilbab.Ia mulai bisa menebaknya.
dalam hatinya bertanya - tanya ",apakah dia ?wanita yang pantas kelak kupercayakan jilbab ibuku ?",pertanyaan itu timbul saat ia melihat wajah Karina lebih lama.
***
Ia sudah selesai melaksanakan sholat Maghrib lalu ia membaca Al Qur'an beberapa halaman di kamarnya.Ibu Maryamah tampak membereskan meja makan setelah makan bersama Karim.Suasana petang ini begitu sunyi,hanya suara Karim terdengar masih mengaji di kamarnya.Ibu Maryamah selalu mendengarkan apa yang Karim baca.
Lalu,terdengar suara pintu diketuk dan seseorang mengucapkan salam.Bu Maryamah segera membukakan pintu dan membalas salam orang itu.Seorang laki - laki berumur empat puluh tahun memakai baju gamis putih dan memakai songkok hitam.
Pintu di buka,Ibu Maryamah sangat terkejut melihat seorang yang mengunjungi petang ini.
"Subhanallah,Allahuakbar,Alhamdulillah",Bu Maryamah tampak terbelalak.Ia tak menyangka dan tak menduga kedatangan orang ini.Matanya melihat ke arah luar,ada sebuah mobil.
"Assalamu'alaikum,Maryamah...",
"Wa'alikumsalam wa rahmatullah...",Bu Maryamah masih tak percaya melihat seseorang yang di hadapannya.
mendengar ibunya berteriak,Karim berhenti membaca al qur'an dan merapikan sajadah dan kitab al qur'annya.Ia langsung keluar kamar.Perlahan Karim melihat apa yang terjadi di luar.
Di ruang tamu,tampak Ibu Maryamah dan seorang laki - laki berbaju gamis putih dan memakai songkok putih.Jantungnya tiba - tiba berdegup kencang.
"...yaa,sesekali aku datang ke kantor untuk meninjau mereka.aku harap keadaan di sana baik - baik saja.pasti semakin baik,insya allah ",
"Iya...iya,untuk sekarang,jaminan keamanan lebih baik,sudah banyak bantuan yang diberikan dari negara lain.namun,keadaan akan tetap seperti itu,Maryamah,mungkin nanti hingga akhir jaman",
"Ini sudah takdir Allah...",
"O ya,di mana dia,Maryamah ?sudah dua puluh tahun,aku ingin menemuinya",
"baiklah,tunggu sebentar,dia sedang mengaji di kamarnya",Bu Maryamah berdiri dan berbalik.Namun,ia melihat Karim sudah berdiri di tengah pintu.
Bu Maryamah mendekati Karim,Matanya membasah.Ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya.Bu Maryamah meraih tangan Karim,sementara Karim terus melihat pria itu penuh tanya.
"Anakku,mari ada yang ingin bertemu denganmu",Bu Maryamah mengajak Karim mendekat Pria itu.
"dia siapa ibu ?",
Karim berhenti,Pria itu melihat Bu Maryamah,Bu Maryamah mengangguk.Jantung Karim semakin berdegup kencang dengan rasa penasarannya.
"Coba lihat dia lebih lama lagi,Karim",Mata Bu Maryamah masih membasah karena Keharuannya.
"dia..dia..",Karim terus mengamati wajah pria itu.Seperti ia melihat wajah itu setiap saat di kamarnya,wajah yang putih bersih,namun wajah yang dihadapannya tampak guratan - guratan penuaan.Ya !!!wajah yang ada di foto itu.
Mata Karim membasah seiring keyakinannya siapa yang ada di hadapannya.
"Ayah ?",Air mata Karim tak bisa dibendung lagi.
"Anakku...",
"Ayah ?",
"Ali Zakariya....Ayahmu",Air mata yang sama di muka Pria itu.
"Subhanallah,Alhamdulillah...",Karim langsung memeluk pria itu,Ali Zakariya.Begitu juga,Pak Zakariya,Ia terisak - isak menumpahkan kerinduannya pada Karim.ia menciumi kepala Karim.
Pak Zakariya melepas dekapannya lalu memandang anaknya",Maafkan,Ayah,anakku.Maafkan Ayah,Karim.Maafkan...",kata Pak Zakariya penuh sesal
"Tidak ada kesalahan yang ayah perbuat padaku?",,
"Palestina,Anakku",
"Bagaimana bisa seorang bayi hendak menahan tangan ayahnya yang ingin memberikan perjuangannya di jalan Tuhannya,Ayah ?bagaimana bisa ?,"Wajah Karim basah,Air matanya masih meleleh.
Pak Zakariya kagum pada jawaban Anaknya itu",Oh,Astaghfirullah,Subhanallah...",Ia mencium kening Karim.
Lalu,seorang anak seumuran anak kelas enam masuk ke ruang tamu,seorang anak laki - laki.
"Assalamu'alaikum",Anak itu mengucapkan salam dan membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam",jawab Karim,Bu Maryamah,dan Pak Zakariya.
"Maaf,Abi.Apa Abi sudah selesai ?",
"tunggu,Sayang.Ayah sudah menemuinya",
Pintu di buka,mata Karim tertuju pada seseorang yang ada di depan pintu.Seorang wanita seumuran ibu Maryamah,memakai jilbab dan duduk di kursi roda.Seorang mendorong masuk kursi roda itu,hingga tampak jelas wanita itu.
Mata Karim tetap terpaku pada wanita itu,Perlahan ia mendekatinya.Sebuah bisikan terdengar di telinga Karim.
"Jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku...Namun jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana....syahidah di sana",kata - kata itu kuat terngiang di telinga Karim.Karim berdiri di hadapan Wanita itu.
Wanita itu melihat kedatangan Karim.Karim melihat sekujur badan wanita itu.
"Assalamu'alaikum",Wanita itu mengucap salam pada Karim dan memberikan senyuman
"Wa'alaikumsalam",jawab Karim penasaran dan masih mengingat - ingat siapa wanita yang di hadapannya ini.
Wanita itu melihat Bu Maryamah,Bu Maryamah mendekat.Tangan Karim dan Tangan wanita itu diraih Bu Maryamah,Bu Maryamah melihat Karim.
"Husnul Fatimah,Anakku",Kata Bu Maryamah menyatukan tangan mereka.
Karim melihat wajah wanita itu.Lalu,ia berlutut dan langsung mencium kaki wanita itu,Ibu Kandung Karim,Husnul Fatimah.Surga di telapak kaki ibu.Allah sudah menjawab harapan Karim.Karim sudah mendapatkan surganya sendiri.
Ibu Husna membelai kepala anaknya itu,Kerinduan yang sama.Ibu Husna menengadahkan kepala dan memegang kedua pipi Karim.kembali,terlihat lelehan airmata,air mata haru dan bahagia,di wajah ibu dan anak itu.
"Anakku",Ibu Husna mencium Kening Karim.
"Ibu...",Karim langsung memeluk badan Ibunya.Karim menumpahkan kerinduannya pada ibunya itu.Ibu Husna mencium kepala Karim.Bu Maryamah larut dalam suasana ini.
Anak laki - laki tadi mendekati ibu Husna.
"ibu apa dia kakakku?",
"Iya,sayang.dia Kakakmu,Karim",Ibu Husna membelai Kepala Karim yang masih berlutut",Anakku,dia adikmu,adik kandungmu,Malik.",
"Oh,Alhamdulillah...",Karim memeluk Adiknya itu.
"Kakak,ibu selalu membuatku rindu pada Kakak,ibu selalu menceritakan kakak setiap hari,"
"Iya,Malik,aku tidak menyangka,aku punya seorang adik",
Ibu Husna meraih tangan Karim dan Malik.Ibu Husna merasa sangat bahagia bisa menyatukan kedua anak laki - lakinya.
"Kakak Maryamah,"Ibu Husna meraih tangan Bu Maryamah",aku sudah kembali,aku sudah kembali,kembali untuk Karimku.aku mohon,maafkan aku,kak.aku yakin kakak sangat menyayangi Karim seperti anak kandungmu sendiri kak.aku sudah kembali,aku mohon ijinkan aku untuk mengambil anakku,kakak.ijinkan aku",
Bu Maryamah memeluk Ibu Husna",Iya,adikku,Iya...",
Karim menyela dua ibunya,Karim meraih tangan Bu Maryamah dan Ibunya",Kedua ibuku,tidak akan ada yang diambil di rumah ini,aku anak kalian,"Karim menyatukan tangan keduanya",aku ingin membacakan surat Yusuf di hadapan kalian,ibu.aku ingin sekali.Kalian sangat menyayangiku.
bukankah mendapat kasih sayang dari dua ibu sekaligus akan mendapat Rahmat yang berlipat dari Allah juga ?bukan begitu,ibu?",Kata - kata Karim membuat Ibu Husna terkesima.
"Iya Anakku,"Bu Husna tampak bahagia.
"sama halnya dengan Malik",Bu Maryamah membelai Kepala Malik.
Suatu sore,di rumah Ayahnya,Karim duduk bersama Ibu Husna.Ibu Husna memanjatkan puji syukur dalam hatinya.Anaknya sudah tumbuh menjadi pemuda yang sholeh dan tampan.
"Ibu...",
"Iya Karim",
"Kalau boleh tahu,apa yang membuat ibu sampai seperti ini ?",
"Sebuah ledakan yang menimpa sebuah gedung,anakku",
"Bagaimana ceritanya ibu?",
"Waktu itu,saat adikmu Malik berumur tiga tahun,Ibu mengantar bahan makanan ke suatu daerah di sekitar Jalur Gaza.Keadaannya saat itu Masha Allah,semua sudah luluh lantah,masih ada beberapa gedung yang berdiri,dan tempat yang ibu tuju adalah gedung sekolah dasar,bersama Kakekmu",
"Kakek ?",
"Yaa,ibu menyerahkan bantuan itu dan berusaha menghibur mereka dengan menari - nari,mereka menikmati kebahagiaan sesaat ini,anakku.Kakekmu juga ikut menghibur mereka,ikut menari - menari bersama mereka.Ibu dan Kakek bisa membuat mereka lupa akan keadaan mereka sejenak.
Namun,sayangnya,saat ibu hendak mengambil kamera ke mobil",Ibu Husna menunduk dan menarik nafas",Sebuah bom jatuh dan meledak di gedung itu,Inalillahi Wa inna ilaihi roji'un,Insya Allah mereka Mati Syahid,Anakku.Kakekmu menjadi syuhada bersama anak - anak itu dan teman relawan itu",Ibu Husna menghapus air matanya,Karim mengambil tisyu untuk ibunya",terima kasih,Karim.Lalu,Ibu hendak melihat keadaan Kakekmu,namun sayangnya,sebuah tembok runtuh dan menimpa ibu,dan beruntung ada seseorang menarik ibu,akhirnya,kedua kaki ibu yang tertimpa reruntuhan tembok itu.
Ibu ikhlas mendapat keadaan ini,Karim.Anakku,apa yang kau rasakan melihat keadaan ibumu seperti ini ?aku kau sedih,menyesal atau...",
"Tidak,ibu...tidak.Menyesal akan membuatku menolak ibu,menolak ibu akan menjadikanku seorang durhaka.Bukankah berbakti pada orang tua adalah kunci pintu surga yang paling tengah ?
Ibu,aku selalu berfikir,aku bersyukur aku mempunyai orang tua seperti ibu Maryamah,sebagai ibu asuhku,daripada anak jalanan yang terlantar itu,anak yang mengemis yang mungkin sebatang kara.Dan sekarang,Ayah dan Ibu sudah kembali untukku.Ibu masih hidup dan kembali padaku,Nikmat Allah mana yang hendak aku dustakan ibu?",
"Subhanallah,inilah yang ibu harapkan,kata - kata inilah yang ibu cita - citakan untuk aku dengar darimu,Karim",
"tapi,andai saja aku bisa melihat foto kakek ibu",
"Iya,bisa.bisa.Ibu punya banyak foto kakekmu,ayo antar ibu ke kamar",
Karim mendudukkan ibunya di ranjang.Karim menaruh koper ibunya di sebelah Ibunya.Ibu Husna membuka koper itu dan mengambil sebuah amplop coklat.Karim duduk di samping koper.
Ibu Husna menyerahkan foto - foto kakeknya.Karim merasa bahagia dan kagum pada sosok kakeknya itu.Ibu Husna mengeluarkan sebuah tasbih dan peci.
"Karim,lihat,apa yang ibu tunjukkan ",Ibu Husna meraih tangan Karim
"Tasbih ?peci?ini milik siapa ibu ?",
"Kakekmu Karim,ia berpesan untuk memberikan ini pada cucunya,kau.Kau tahu,Karim.Tasbih dan Peci ini pemberian salah satu teman kakekmu,dan dia salah satu imam di Masjidil Aqsa,Anakku.Kakekmu mempunyai banyak teman di setiap penjuru daerah Palestina, di Makkah,Madinah,bahkan Iran.",
Karim bahagia sekali menerima pemberian ini",Alhamdulillah,Ibu.O ya,bagaimana kita membacakan doa untuk Kakek nanti setelah Sholat Isya",
"Ide yang bagus,ajak Ayahmu dan Malik.Kau tahu,Adikmu setiap hari mengajak ibu untuk membacakan doa untuk kakekmu,bahkan nenekmu",
"Iya Ibu.Lalu,bagaimana dengan Malik ?dia sudah bisa membaca Al qur'an ?",
"Alhamdulillah,saat perjalanan pulang ke indonesia,adikmu sudah hafalan sampai juz 23,Ayahmu yang menjadi guru mengajinya dan penguji Hafalannya",
"subhanallah,hebat.Insya Allah,kedua anak ibu Hafiz Qur'an",
"Amien,Amien ya robbal'alamin,Karim",
***
Sore ini di stasiun,Karim datang untuk mengunjungi temannya yang bekerja di situ.Stasiun tampak padat sekali,banyak orang yang hendak menjemput sanak saudaranya dari perantauan.Karim membawakan makanan takjil untuk mereka buka bersama nanti.
Inilah puncak arus mudik kali ini.Akhirnya,kereta sudah tiba di peron pertama.Orang - orang mulai bergerak mendekati kereta.Pintu gerbong di buka.Banyak orang berjejalan keluar,mereka tak sabar untuk keluar.Mereka harus kepayahan untuk keluar gerbong dengan berdesak - desakan.
Banyak anak kecil dan orang tua di antara desak - desakan.Para Pegawai dan portir stasiun mulai bekerja,mengawasi orang - orang ini.Dan di satu sisi,tampak wanita setengah baya berjalan dengan gontai,seperti kelelahan.Barang yang ia lumayan banyak,dua buah tas jinjing besar dan dua karton kecil.
Dilihat dari caranya berpakaian,Wanita ini bukan mudik berasal dari luar kota,namun dia seperti dari negara lain.Tubuhnya mulai kehilangan tenaga karena ia masih menjalankan puasa,Keringatnya terus keluar seiring terkuras kekuatannya untuk berjalan.Jilbabnya juga tampak basah sebagian.
Tiba - tiba Wanita itu jatuh,ia sudah kepayahan.Seorang petugas mendekati dan menolongnya.Ia membantu wanita itu berdiri,ia mengajaknya untuk duduk sebentar.
"Ibu tidak apa - apa,ibu sepertinya kelelahan?.Ya ampun,ramai sekali saat ini",Ia duduk di samping wanita itu.
"Alhamdulillah,mungkin dengan duduk sebentar di sini aku bisa istirahat sebentar.Terima kasih,Ya Nak",Kata Wanita itu mengusap keringatnya.
"Iya Ibu.Sama - sama.Sudah menjadi tugas saya untuk melayani pengunjung dan penumpang dengan baik",
Karim lewat di depan mereka dan berhenti untuk melihat petugas tadi.dia lah teman Karim,Andre.Karim mendekati Mereka.
"Andre,ternyata kau di sini",
"Iya Rim.Aku sedang menolong ibu ini,tadi ia terjatuh,kasihan ibu ini kelelahan",
Melihat keadaan Wanita itu,ibu itu,Karim merasa iba.Suara Adzan terdengar di telinga Karim,waktunya untuk berbuka puasa.
"Alhamdulillah,Ndre.Sudah waktunya buka puasa,ini aku membawakanmu Es dan kue.aku ingin mengajakmu buka puasa",Karim duduk di samping Andre.
"Yah.Kebetulan sekali,terima kasih Karim",Andre melihat Ibu itu,dan bertanya",Ibu,Maaf,Apa ibu puasa saat ini ?",
"Iya Nak,ibu akan mengambil air putih untuk membatalkan puasa",
Karim mendengar kata - kata ibu itu,Ia mengeluarkan dua gelas es buah.Ia melihat ibu itu,ia merasa sangat kasihan.Ia menaruh satu gelas esnya dan mengambil beberapa kue.
Karim mendekati ibu itu",Ibu,ini saya ada es buah dan kue untuk ibu.Mari Ibu,Kita buka bersama",
Ibu itu melihat hanya ada dua buah gelas",tampaknya kamu membawa dua es saja,pasti untuk temanmu dan dirimu.kau memberikan satu untukku,lalu bagaimana denganmu nanti ?",
"kami akan berbagi Ibu",sela Andre.
"Iya,ibu.Mari ibu,silahkan...",Karim menyerahkan es dan kue.
"Oh,Alhamdulillah,kau baik sekali,Nak.Semoga Allah membalas kebaikanmu ini",Kata Ibu itu menerima pemberian Karim.
Karim tersenyum",Amin,ibu."
Mereka pun berbuka puasa sejenak.Karim melihat Ibu itu makan dengan lahap.Hatinya sangat bahagia,kali ini ia bisa menolong seorang ibu.Ada kebanggaan tersendiri ketika ia bisa menolong seorang ibu.Ia bersyukur apa yang sudah Allah berikan untuk hidupnya,sosok yang yang sangat ia rindukan dan harapkan,Ya,dialah seorang Ibu.
"Ibu,maaf,kalau saya boleh tahu,apa ibu tinggal di daerah sini ?",
"Iya Nak,rumahku di Jalan Santika",
Karim heran mendengar kata ibu itu",Jalan Santika ?,lalu ibu datang dari kota mana ?"
"aku bukan dari kota mana,Nak ?tapi aku baru tiba dari Arab setelah beberapa tahun merantau di sini.aku sudah rindu sekali dengan anak - anakku dan suamiku,ku harap mereka sehat - sehat saja",
"Amin.Ibu,sepertinya saya tahu tempat di mana keluarga ibu tinggal "?
"Benarkah ?",Ibu itu mengambil sesuatu dari dalam tas kopernya,sebuah foto",Ini Nak,ini foto Suami dan kedua anakku,dan anakku yang satunya di masih balita",
Karim terkejut melihat foto itu,siapa saja yang ada di foto itu",Ibu,saya tahu di mana keluarga ibu tinggal.Mari saya antar ibu pulang",
"Oh,terima kasih,Nak.Semoga Allah melimpahkan pahala untuk kebaikanmu di bulan Ramadhan ini",
"Amin.Amin",
***
Sementara itu di Rumah Karina,Karina menyiapkan makanan untuk makan malam.Ia merasa bahagia di Ramadhan kali ini.Semuanya sudah membaik,Adiknya Kirana yang sudah bisa membaca Al Qur'an,Ayahnya yang mendapat pemberitahuan akan naik jabatan,dan Kakaknya Kamal jauh lebih baik.
Kamal hadir di ruang makan.Ia memakai pakaian gamis jingga berpeci putih,dia baru saja mengimami Ayah dan Adik bungsunya Sholat Maghrib.Karina terharu melihat keadaan Kakaknya.
"Apa ini,Karin ?",tanya Kamal menunjuk ke arah satu piring saji.
"Ini Ayam goreng bumbu lengkuas,kesukaan kakak,bukan ?sudah lama sekali sepertinya,kakak tidak pernah menikmatinya",
"Wah !!sepertinya enak dan masih hangat",Kamal duduk.Karina memberikan piring dengan nasi sudah di atas piring.
"ini semua untuk Kakak",Karina tak sedetik pun menguncupkan senyumnya.Kini,Kakaknya berubah menjadi pemuda yang tampan dan bersih.Tidak ada kesan buruk pada dirinya.Karina merasa bangga melihat kakaknya makan dengan lahap.
Pak Rasyid dan Kirana hadir.Mereka langsung bergabung.Saat Karina mengambil Kirana nasi,Kirana bertanya pada Karina.
"Kakak,di mana Kak Karim ?jam segini kok belum datang",
"Mungkin dia sedang acara,sayang.Mungkin ia diundang untuk acara pengajian,kamu tahu Kak Karim itu kan sering membaca Al Qur'an di acara - acara pengajian ?",
"Oh,begitu.kakak bisa menelponkan dia nanti ?",
"Iya,nanti Kakak coba,ya,sekarang kita makan dulu"?
Lalu,terdengar seseorang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.Kamal menyambutnya.Kamal membuka pintu,ia melihat Karim mempersilahkan masuk.Namun,Ia terkejut saat tahu dengan siapa Karim datang.
Seorang ibu tadi,Kamal melihat wanita ini dari atas sampai bawah.Ibu itu tersenyum perlahan,rindu yang tak tertahankan saat ia melihat Kamal.sama halnya dengan Kamal.
"Assalamu'alaikum,"
"Wa'alikumsalam....Alhamdulillah,kau akhirnya pulang,Bunda ",Kamal langsung memeluk Ibu itu,Ibu Aisyah,Ibu Kandung Kamal,Karina,dan Kirana.
Kamal mengajak mereka masuk,lalu bergegas menuju ruang makan.
"Ayah,Karin,kalian tahu siapa yang datang ?",wajah basah Kamal membuat Karina dan Pak Rasyid bertanya - tanya.
"Siapa yang datang,Kamal ?",
Kamal menunjukkan orang yang hadir bersama Karim.
"Alhamdulillah,Ya Allah...",Pak Rasyid berdiri dan langsung menyambut kedatangan istrinya.Kedua orang tua ini langsung melepas kerinduannya.
Karina mengajak Kirana mendekati Ibu Aisyah.Karim akhirnya tahu siapa sebenarnya orang yang sudah ia tolong.Karim merasa terharu juga.
Kedua putrinya menghadapnya.Karina langsung mencium tangan ibunya dan memeluk rindu ibunya",bunda...",
"Putriku...",
Kirana bertanya - tanya siapa wanita yang datang ini.Ia bertanya pada Kamal.
"Kakak,ibu ini siapa ?kok kakak dan ayah memeluk dia dari tadi ",
Kamal meraih tangan adiknya"Bunda,ada yang ingin bertemu dengan Bunda ",
Bu Aisyah melihat putri Bungsunya yang kini sudah besar.Merasa sangat penasaran,Kirana dengan polosnya bertanya pada Karina.
"Kakak,ibu ini siapa ?aku belum tahu siapa dia ?kok dari tadi kalian berpelukan ??",
Karina,Kamal dan Pak Rasyid tertawa bahagia.Karim menjongkok di hadapan Kirana.
"Kiran,kamu ingat Uwais Al Qorni yang kamu tanyakan pada Kakak beberapa waktu yang lalu kan ?",
"Iya Kak Karim",
"apa yang kau inginkan ?kau ingin berbakti seperti Uwais kan ?",
"Iya",
"Kau sudah berdoa untuk Ibumu kan ?",
"Iya kak Karim,aku sudah hafal doanya kak",
Bu Aisyah terharu melihat percakapan Karim dan Kirana.
"Baiklah,dan lihatlah,Orang yang kau doakan,orang yang selalu kau kirimkan doa itu sudah ada di hadapanmu,"
Bu Aisyah berlutut di hadapan Kirana.Kirana melihat Ibunya.
"Allahumaghfirli waliwalidaya war hamhuma kamma robayani soghiro,Bunda sudah menerima doamu,anakku ",Bu Aisyah membelai pipi Kirana.Kirana mencium kedua pipi ibunya dan tangan ibunya.
Kirana tersenyum menyambut kehadiran Ibunya.
"Aku bahagia bunda akhirnya pulang,Kirana bahagia,Bunda.kita akan sholat bareng nanti kan Bunda ?",
"Iya Iya,Kiran",
Satu lagi keluarga yang kembali berkumpul dan di bulan Ramadhan ini.Keluarganya kembali lengkap,Karina merasa bahagia,akhirnya Kirana bisa bertemu dengan ibunya.
Karina melihat Karim.Ada yang lain dengan Karina yang sekarang.Dalam pandangan Karim,dia mulai berubah,lebih lembut dan feminim.Karina memutuskan untuk berjilbab sekarang.Kehadiran Karim membawa perubahan baik pada keluarganya,membawa kebahagiaan.
Kehadiran Karim mulai membawa satu perasaan untuk hatinya.Ia tidak menyangka dia akan bertemu dan bisa membuat satu hubungan dengan Karim.Melebihi dari rasa damai dalam hatinya,Karim membawa semangat dan cahaya dalam hatinya.Semangat dan Cahaya itu mulai menumbuhkan sebuah perasaan.
***
Takbir kemenangan itu sudah bergema,Hari Raya pun sudah tiba.Seluruh Umat Muslim melaksanakan Sholat Idul Fitri di pagi yang cerah ini.begitu juga Karim,Ia mendorong Kursi roda ibunya berjalan menuju Masjid bersama Ayah,Adik dan Ibu Maryamah.Wajah bahagia dan bersinar itu pertanda Karim sangat berbahagia.
Di sisi lain,Karina sekeluarga melaksanakan Sholat Ied.Kirana tak mau lepas dari Ibu Aisyah.Karina,Kirana,dan Bu Aisyah duduk dalam satu Saff.Kamal menjadi panitia pelaksana Sholat ied bersama Pak Rasyid.
"Minal Aidzin wal faidzin,Ibu.Mohon Maaf Lahir dan Batin",Karim mencium tangan Ibunya,bersimpuh di depan ibunya.
"Iya Kakak Karim,Taqobalallahu minna wa minkum,Barokallah,Insya Allah",Ibu Husna mengusap bahu Karim.
"Amin,Ibu.Amin",
Tak lupa,Karim mengucapkan selamat kepada Ibu Maryamah bersama Malik.Pak Zakariya mengajak keluarganya berdoa untuk arwah Kakek Luqman,Pak Zainal Faruq,dan orang - orang yang telah mendahului mereka.
***
Siang ini akan diselenggarakan acara Halal Bihalal bersama seratus anak yatim piatu dari sebuah yayasan anak yatim di halaman kantor relawan,tempat Pak Zakariya dan Kakek Lukman bekerja dulu.Atas gagasan Pak Zakariya acara ini diadakan.Tidak hanya itu,Ibu Husna meminta Pak Zakariya untuk mengisi acara itu dengan membacakan doa untuk Para Relawan yang sudah syahid di Bumi Timur Tengah,tidak hanya di Palestina.
Bu Maryamah yang mengkoordinir semuanya.Banyak bantuan dan sumbangan yang datang untuk terselenggaranya acara ini.Karim bersama Iqbal dan Andhika membantu mengumpulkan Sumbangan.Tak ketinggalan,Karina juga membantu Karim.
Karim mengajak Karina ke rumahnya.Sebelumnya,Karim sudah memperkenalkan Karina pada Ayah dan ibunya.Karina bisa akrab dengan keluarga Karim.Kali ini,Ibu Husna melihat ada sesuatu yang kurang dengan pakaian Karina.Memakai celana Jeans,Kemaja berwarna biru,memakai jilbab yang cukup minim.Ibu Husna seperti kurang nyaman melihat penampilan Karina.
Namun,Ia merasakan firasat baik saat Karim dan Karina berdiri bersandingan.Hanya penampilan Karina saja yang kurang nyaman dipandang mata.Ibu Husna meminta Ibu Maryamah untuk mengajak Karina masuk ke kamarnya.Karina menuruti ajakan Bu Maryamah.
Di Kamar Ibu Husna,Ia mengganti pakaian Karina dengan pakaian yang lebih pantas.Ibu Husna juga merias wajah Karina.Karina pasrah saja didandani Ibu Husna,namun dalam hatinya,ia sangat merasa bahagia dan tidak menyangka akan didandani oleh ibu dari orang yang ia kagumi.
"ini baju pemberian dari teman ibu dari Turki,Karin.Warnanya hijau tua,aku sangat suka pakaian ini.Dan kau tampak cantik,sangat cantik memakai baju ini",Kata Bu Husna mengusap lengan Karina
"Iya ibu,kainnya dingin dan nyaman di pakai",
"Kau menyukainya,Karin ?",
"Tapi,ini milik ibu,aku harus mengembalikannya pada...",
"Tidak perlu,Ibu merasa kau lah yang lebih pantas memakai baju gamis asli turki ini,ibu ikhlas memberikannya untukmu",
"Benarkah Ibu Husna ?",tanya Karina tak percaya",Terima kasih ibu,terima kasih,ini akan menjadi hadiah paling berkesan buatku dari ibu.aku sangat menyukainya",Karina mencium tangan Ibu Husna dengan penuh kegemberiaan.
Karim masuk ke kamar Ibunya",Ibu,ini jilbab milik ibu yang...",Karim terperangah melihat penampilan Karina kali ini.Jauh lebih baik dan cantik dalam pakaian gamis hijau tua,kulit Karina yang putih mempercantik penampilannya.Karim terpana sejenak.
Ibu Husna melihat ekspresi Karim",Mari Karim...",
"Iya ibu,"Jantung Karim kembali berdegup kencang.
Ibu Husna memakaikan Karina jilbab",Karin,jilbab yang ibu pakaikan padamu ini",Karina duduk di samping Bu Husna",adalah jilbab yang ibu tinggalkan untuk Ibu Maryamah saat aku hendak berangkat Palestina pertama kali dulu,saat Karim masih berumur tujuh bulan",
Karim berdiri terdiam dengan jantung yang berdebar kencang.Ia melihat Ibunya memakaikan jilbab yang diamanahkan ke Bu Maryamah.
"Jilbab ini pasti penuh nilai sejarah ibu ?",tanya Karina memejamkan matanya
"Tentu,Ibu pertama kali datang menjadi relawan dengan jilbab ini,Ibu melewati proses akad nikah bersama ayahnya Karim memakai jilbab ini.bahkan saat melahirkan Karim,aku masih mengenakan jilbab ini",jelas Ibu Husna melirik Karim.
Mengetahui satu lagi sejarah hidup ibunya,Karim bangga.dan saat ibunya meliriknya,ia tampak tersipu malu.
"Masha Allah,luar biasa ibu",Karina perlahan membuka matanya.
"dan,jilbab ini ibu ?ini jilbab milik ibu yang paling berharga,aku perlu mengembalikannya nanti",
"Lama atau pun baru,sama saja bagiku,Karina.aku mempunyai banyak jilbab di sini",
"Lalu ?",
Ibu Husna selesai dengan jilbab Karina",Kau tampak sangat cantik,dengan jilbab dan pakaian ini.Andai saja ibu bisa mengintip surga dan bisa melihat bidadari - bidadari yang Allah siapkan untuk ahli surga nanti,aku yakin salah satu dari mereka akan mempunyai wajah secantik wajahmu.jika memang begitu,ibu sangat beruntung bisa mendandani dan memakaikan pakaian yang bagus untuk salah satu bidadari surga seperti ini,Masha Allah",Ibu Husna bernafas lega membelai pipi Karina.
Kata - kata Ibu Husna membuat Karim tak bisa berkata apa - apa.Ia tak menyangka ibunya akan berkata seperti itu.Dan Karina,Ia merasa terharu dan sangat bahagia mendapat pujian dari Ibu Husna,ini pujian pertama dan paling berkesan untuk Karina.
"Baju dari turki ini,dan jilbab ini,Ibu Ikhlas memberikannya untukmu,Karina",Ibu Husna menggenggam tangan Karina",Ibu ridho untuk ini,Allah Maha Melihat,aku yakin Allah akan ridho dengan apa yang ibu berikan untukmu,dan ridho ini akan mendatangkan berkah dan Rahmat dari Allah,insya Allah",
Karina langsung memeluk Ibu Husna sebagai ungkapan kegembiraan dan terima kasih,begitu juga Ibu Husna.Dan Karim masih terdiam melihat dua wanita ini berpelukan.Karim merasa pertanyaannya sudah terjawab,ya,pertanyaan siapa yang akan memiliki jilbab milik ibunya ?.
ia sudah tahu dan menyaksikan langsung penyerahannya.Perasaann itu semakin kuat terasa di hati Karim.Ia mengingat bagaimana Karina pertama kali bertemu dengannya hingga sekarang berubah menjadi wanita yang diam - diam sudah mencuri perhatian dan perasaannya,terlebih saat karina didandani ibunya.
Jilbab itu,jilbab milik ibunya,jilbab yang dipercayakan untuk seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti.Untuk Karina,Ibu Husna memberikan Jilbab itu.Disertai sebuah bisikan yang mulai terdengar di kedua telinga Karim,'jilbab itu sudah dipakai oleh orang yang tepat,jilbab itu sudah dipakai oleh orang yang tepat'.
Karim dan sekeluarga berangkat menggunakan mobil milik Paman Karim menuju Kantor.Setibanya di Kantor Relawan,Seratus anak Yatim dan Orang - orang sudah berkumpul.Mereka turun dari mobil.
Pak Zakariya bersama Bu Maryamah berjalan di depan karena masih membicarakan susunan acara.Karim berjalan sendiri.Karina mendorong Kursi roda Bu Husna.Dia benar - benar tampak cantik dan lebih baik kali ini.Paman Karim berjalan di paling belakang.
"Karin...",
"Iya Ibu",
"Berjalanlah bersama Karim,temani Karim di sampingnya",
Karina terdiam dan merasa grogi mendengar kata Bu Husna.
"aku akan meminta Paman Karim untuk mendorongku,tidak apa - apa,ayolah...",pinta Bu Husna dengan lembut.
"Ba..Baiklah ibu",
Karina meninggalkan Bu Husna dan menyusul Karim.Bu Husna memanggil Anaknya.Karim berbalik melihat Ibunya,Ia melihat Karina mendekatinya.Bu Husna memberikan Isyarat kepada Karim lewat tatapan mata dan anggukan.Karim tahu maksud Isyarat itu.Ibu Husna menggenggam kedua tangannya dan menunjukkan ke Karim,sambil memandang ke arah Karim.Karim mengangguk dan tersenyum.
Karim berhenti dan membuka tangan kepada Karina.Dalam hati Karim bergema sebuah teriakan,'Ibumu sudah merestuimu".Karina dengan wajah yang bersinar langsung menggenggam tangan Karim.Kedua senyum yang bertemu itu semakin menumbuhkan perasaan itu.Dan Karim sudah bisa menebak perasaan apa yang selalu timbul saat ia melihat wajah Karina,Ya,Cinta.
Karim dan Karina berjalan beriringan.Karina merasakan kedamaian dan kebahagiaan saat berjalan di samping Karim.Dan bersatunya genggaman tangan mereka adalah pertanda sampailah perasaan itu pada Muara kebaikan dan kedamaian,cinta yang berlabuh pada Hati yang mulia,Hati yang penuh kemuliaan.
Di atas jalan Kebaikan yang mengubah semuanya dengan cahaya Kemuliaan di sepanjang sisinya,cinta dan bersatu dalam naungan Rahmat Allah,Tuhan Maha Pengasih,Tuhan Maha Penyayang.
Karam-E-Qolb
"Hatiku sudah lega,Ran.aku merasa bahagia sekali saat ini,aku suka bos selalu memujiku,dan aku sudah merasa kuat untuk melawan sikap mereka Rani",
"Iya,sayaang.Alhamdulillah...",Rani memegang pipi Karina.
"Andai saja aku bisa mendengarkan suara orang ini setiap hari membaca al qur'an,,mungkin aku bisa menghilangkan stresku dengan mudah",
"kenapa kau tidak membaca al qur'an sendiri di rumah ?bukankah sama saja rasanya ?",
"Aaah!!aku belum pintar membaca al qur'an seperti orang ini,aku ingin sekali ia membacakan ayat - ayat suci itu dihadapanku sendiri saja,atau kalau perlu aku ingin belajar Al qur'an saja padanya",Karina tertawa ringan seperti Suara Karim membuatnya terpesona.
"Mungkin setelah acara ini selesai,kita bisa menemuinya,bagaimana ?",
"Tapi aku malu Rani",
"Oh Karina,kau membuatku sedikit bingung,ah sudahlah,ayo dengarkan khutbahnya,itu khotib sudah naik mimbar",
Mata Karina mengikuti ke mana Karim pergi.Ia terus tersenyum sambil memutar ulang suara Karim di telinganya.
***
Di suatu pagi,hari itu hari Ulang tahun Kirana,Karina masuk ke kamar untuk memeriksa apakah Kirana sudah siap.Ia mengantar sarapan untuk Adiknya.Kirana berdiri di cepan cermin memakai dasinya,mengatur rambutnya.
Karina terlihat di cermin yang ada di hadapan Kirana.Kirana berbalik.
"Kakak...kenapa kakak mengantar sarapanku ke sini ?aku sudah siap..."
Karina menaruh nampan di meja,dan berlutut di hadapan Kirana",karena hari ini adalah hari yang spesialmu,sayang",Karina membelai kedua pipi Kirana",hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke tujuh.",Karina mencium kening Kirana dan membenahi dasi yang dipakai Kirana.
Benarkah ?!",tanya Kirana bersemangat
"Iya Kirana,untuk itu kakak membawakanmu sarapan ke dalam kamar",
"aku suka sekali kak,aku senang sekali kakak",Kirana memeluk Karina",Terima kasih ya Kak",
"O iya,di setiap ulang tahun yang lalu kakak selalu memberikanmu kado,mungkin sebelumnya kau tidak mengetahuinya apa maksud kakak memberimu barang - barang yang selalu dibungkus dengan kado dan dihias dengan pita yang cantik untukmu"
"Jadi,itu kado ulang tahun untukku,kakak selalu memberiku kado setiap ulang tahun,kakak sangat sayang pada Kirana",
"Ya Adikku,sayang.Dan kali ini,maafkan kakak ya Kirana,kakak belum menyiapkan kado untukmu.Katakan pada kakak,kamu ingin minta kado apa,pasti kakak berikan,kamu ingin apa Kirana?",
Kirana mendekati lemari belajarnya.Itu adalah lemari belajar milik Karina dan Kamal sejak dulu.Ia membukanya dan mengambil sesuatu,sebuah kitab suci Al qur'an.Karina berbalik melihat Kirana.
"Kakak,di sekolah teman - teman bertanya padaku apa aku sudah bisa membaca buku Iqro atau Al qur'an,aku jawab belum,lalu mereka mengejekku kak",Wajah Kirana murung dan menunduk",di sekolah juga pak guru agama juga mengajariku belajar huruf alif ba ta,jadi aku sedikit bisa membaca iqro.
Temenku Zulfa sudah bisa baca Iqro sudah Iqro empat Kak,"Karina mengerti apa yang Karina inginkan",temanku Aliya juga sudah bisa membaca Al qur'an,katanya sudah sampai juz delapan.aku ingin bisa membaca buku iqro kak,aku ingin bisa membaca Al qur'an kakak.aku ingin ikut TPA kakak,atau seperti temanku Hanif yang setiap hari diajari mengaji sama Ustadz kak."
Karina tersenyum dan mengusap kitab suci",jadi kamu ingin kakak mencarikan pak ustadz untukmu,mungkin kalau kau ikut TPA tidak ada yang bisa mengantarmu."
Kirana mengangguk penuh harap.
"Baiklah sayang.Kakak akan usahakan,kakak akan mencarikan pak ustadz untukmu supaya kamu bisa belajar iqro dan Al qur'an.Kakak janji",Karina menyodorkan janji kelingkingnya.
Kirana tersenyum cerah mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kakaknya",Janji ya kak",
Karina menyuap Kirana makan sarapan pagi ini.Kirana tampak bahagia sekali ditemani Karina.Dan lebih bahagia lagi,Ia akan bisa belajar membaca Iqro dan Al qur'an.Karina melihat matahari bersinar cerah pagi ini.
saat pulang sekolah,kebetulan Kirana bertemu dengan Karim saat hendak menyebrang.Jadi Karim menyebrangkan Kirana.Sampai di sebrang jalan,Kirana mengucapkan terima kasih pada Karim dan memberitahukan bahwa hari ini adalah hari Ulang tahun.
"Selamat ulang tahun ya Kirana.Semoga jadi anak yang sholehah ya,jadi anak yang berbakti pada orang tuamu.Amin",Karim mengajak Kirana berteduh.
"Iya kak Karim.Terima kasih ya.Kakak baik sekali",
"Sama - sama.O ya,apa orang tuamu sudah memberimu kado di rumah ?,dan kalo boleh tahu,kamu ingin apa di hari ulang tahunmu ini,kakak cuma pengen tahu saja,boleh kan ?",Tanya Karim mendekatkan wajahnya.
"aku ingin kak Karina mencarikan aku pak ustadz untuk mengajariku belajar membaca Iqro dan Al qur'an Kak",kata - kata Kirana membuat Karim terkesiap",di sekolah teman - teman mengejekku tidak bisa membaca iqro,aku malu kak Karim,aku malu",sikap Kirana yang begitu polos menggugah hati Karim.
"jadi kamu ingin jadi hafiz Qur'an Kirana ?",tanya Karim
"apa itu Hafiz Qur'an kak ?",tanya Kirana dengan polosnya
"Hafiz Qur'an itu bisa membaca dan menghafal Al qur'an dengan baik dan fasih.Mungkin kamu pernah lihat seperti yang di TV itu,tahu kan ?",
"Oh begitu.Iya kak,iya !!Kirana ingin bisa jadi Hafiz Qur'an.Kirana pengen sekali bisa jadi Hafiz Qur'an",Kirana berjingkrak kegirangan.Dalam hati Karim,ia merasakan kasihan,anak seumur Kirana belum bisa lancar membaca Iqro dan Al Qur'an padahal di luar sana sudah banyak anak - anak yang bisa membaca dan bahkan hafal ayat Al Qur'an.dan dirinya sendiri bahkan sudah tahu Al Qur'an seutuhnya,tidak hanya membaca dan hafal luar kepala.
Ia merasa terharu akan keinginan Kirana.Ekspresi gembira dan harapan Kirana mendorongnya untuk melakukan sesuatu untuk Kirana.
"Kirana...",Karim membuka tangan di hadapan Kirana.
Kirana bertanya - tanya melihat Karim",iya kak Karim",
"Kamu ingin punya pak ustadz untuk belajar Iqro kan?",tanya Karim tersenyum dan menyampaikan maksudnya.
"Iya,lalu ?",tanya Kirana memiringkan kepalanya.
"Bagaimana kalau Kak Karim mengajari Kirana belajar Iqro dan Al qur'an ?Kak Karim akan jadi Pak Ustadznya Kirana,kamu mau ?",Karim sedikit mengangguk untuk membujuk Kirana.
"Benarkah Kak ?",tanya Kirana terkejut
"Iya",Karim mengangguk mengusap lengan Kirana.
"aku mau,aku mau",Kirana langsung mengenggam tangan Karim dengan berjingkrak kegirangan",hore,aku dapat pak Ustadz,aku dapat Pak Ustadz,aku bisa belajar iqro,aku bisa membaca Al qur'an seperti teman - teman!!",
"Alhamdulillah...",
"Tapi Kak,kakak hafal Al Qur'an,kan ?,kakak bisa baca al qur'an seperti temenku Aliya,kan ?",
Karim tersenyum dan ia membacakan beberapa ayat - ayat dan bahkan ia melantunkannya di hadapan Kirana."
"Bismillahirrohman nirrohim,Iqro' bismi rabbikal-ladzi kholaq,Kholaqol Insaana min 'alaq,Iqro' wa robbukal-akrom,"Karim melihat Kirana terperangah melihatnya membaca surat Al 'alaq",Alladzii 'allama bil-qolam,'Alamal-insaana maa lam ya'lam.(Q.S.96:1-5)"
Kirana langsung meraih tangan Karim dan menciumnya.Kirana tampak berkaca - kaca.Hatinya anak kecil ini seperti mendapat cahaya dan hawa yang sejuk.dan sampai harapan ini pada Hati yang mulia,tentu Kemuliaan hati itu akan menebarkan dan membangkitkannya dengan kebaikan yang akan memenuhi harapan itu.
Ya,Kemuliaan yang ada pada Kalbunya,Muara Keagungan dan Kemuliaan yang dikaruniakan oleh Allah,Rabb Ar Rahman Ar Rahim.
Kirana memeluk Karim penuh bahagia dan harapan.Karim juga membelai rambut Kirana.Kirana pun mengajak Karim mengunjungi rumahnya.Di sepanjang jalan Kirana terus memuji Kemahiran Karim dalam melantunkan ayat Alqur'an.Karim membacakan Surat Al 'alaq untuk Kirana hingga selesai.Karim senantiasa menggandeng tangan Kirana.
***
Karim membuka lemari pakaian di kamar Ibu Maryamah,Ia hendak mencari baju gamis yang ibunya simpan untuknya.Ia membuka setiap tumpukan baju yang terlipat rapi,sampai di rak paling dasar almari.Tak sengaja,Karim melihat tas bayi yang sudah lama.Awalnya ia mengabaikan tas ini,tapi kemudian ia merasa penasaran.
Rasa penasaran yang tak biasa itu menggerakkannya untuk memeriksa tas itu.Ia mendapat firasat baik dan buruk.Ia mengambil tas itu,Ia membukanya.Ada beberapa pakaian orang dewasa dan bayi.Ia juga menemukan selembar Jilbab di situ.
Ia juga menemukan dua lembar foto.Seorang laki - laki dan perempuan berumuran dua puluhan tahun,Si perempuan tampak menggendong bayi yang berumur kira - kira tujuh bulan.dan di foto satunya,Si laki - laki menggendong bayi itu.
Ia mengamati betul - betul wajah laki - laki itu,tak sengaja ia melihat cermin yang ada di pintu Almari.Ia terkesiap,sekilas wajah laki - laki itu mirip dengan wajahnya.Ia semakin merasa penasaran.Ia membalik foto pertama,tertulis di situ sebuah nama,Muhammad Karimal Fathonah,itu adalah nama lengkapnya Karim.Ia bertanya - tanya kenapa namanya bisa sampai tertulis di foto itu.
Karim pun mengamati wajah si perempuan di foto pertama.Entah kenapa,ia merasa sedih dan datang satu rasa rindu yang ia tak tahu dari mana datangnyan.Ia mengambil foto itu,ia merasakan seseorang tengah merindukan dirinya setelah ia melihat wajah perempuan tadi.Ia juga sudah menemukan baju yang ia maksud.Ia pun bergegas bersiap - siap untuk mengisi sebuah acara.
***
Malam dengan gerimis,gerimis yang menghembuskan hawa dingin,Karina pulang terlambat malam ini.Ia mendapat masalah yang membuatnya emosi di kantor.Masalah yang mengharuskan ia pulang terlambat.Terjadi kesalahan pada kerja,padahal ia sudah mengerjakan pekerjaan dengan baik dan benar,namun entah kenapa ada masalah yang menimpa hasil pekerjaannya.Ia yakin ini adalah ulang senior kerjanya di kantor.
Ia membuka pintu dan masuk kamar,Kamal duduk kursi ruang tamu.Ia merokok dari satu jam yang lalu,melihat Karina datang ia langsung berbicara kasar pada Adiknya itu.
"Heh !!!kamu baru pulang ?!jam berapa ini ?",Kamal bangkit dari duduknya.
"jam setengah delapan malam,pekerjaanku banyak kak di kantor",
"Pekerjaanmu juga banyak di rumah Karina sekarang,aku belum makan,kirana belum makan,ayah belum makan,kalau kamu setiap hari seperti ini terus bisa - bisa kita mati kelaparan,kau tahu?!",
Karina tersinggung dengan kata - kata ini",iya aku tahu,dan ini baru pertama kali terjadi",
"Baru pertama kali katamu,kamu tidak punya otak apa ?!kalau lama - lama seperti ini bisa - bisa kita mati kelaparan hanya karena nunggu kamu pulang",
"Kenapa kakak bicara seperti itu?apa kakak bisa sabar sedikit?",tanya Karina ketus.
"sabar ?!kamu pikir aku harus makan yang namanya sabar biar perutku kenyang,kau ini kuliah kuliah kuliah,kerja tapi tidak bisa mengatur waktu",
"Ya memang aku kuliah,aku kerja dan aku melakukan itu semua sendiri,tapi setiap hari aku juga mendapat sikap dari kakakku yang tidak baik seperti ini",
"Lalu kenapa ?kamu mau marah?!MARAH,silahkan marah!ayo aku ladeni...",
"Untuk apa aku marah padamu ?Kau ini sudah tidak punya hati untuk adikmu sendiri,mana pernah kau membantuku di rumah ini,Pemabuk !!",Karina mengangkat suaranya",kerjaanmu cuma foya - foya,mabuk,main judi,Pengangguran dan....",
"Kakak...",panggil Kirana memotong pembicaraan Karina hadir dari ruang keluarga
Karina berhenti dan menoleh ke arah Kirana.Ia terkesiap melihat pemandangan tak biasa pada adik perempuannya kali ini.Kirana tampak memakai pakaian gamis berwarna pink dan jilbab berwarna putih polos.Penampilan Kirana kali ini membuat terlihat cantik di hadapan Karina.
Kirana mendekati Karina"Kakak ayo lihat,ayo lihat aku belajar Iqro",Kirana menarik tangan Karina.
"Belajar Iqro ?dengan siapa ?",Karina mengikuti Kirana
"dengan Kakak Karim,Kakak Karim sedang mengajariku belajar iqro,ayo lihat ",
"Kakak Karim siapa Kirana ?" ,
"Kakak Karim !,itu lho kak,lihat..dia sedang duduk di sana ",Kirana menunjukkan keberadaan Karim.
Karina terkejut melihat seorang pemuda yang memakai pakaian persis seperti waktu acara tabligh akbar itu.Dan dialah orangnya,dia yang Karina harapkan untuk bisa mengajarinya membaca Al qur'an namun ia merasa malu hati.Ia ternyata berada di rumahnya dan mengajari adiknya belajar iqro saat ini,di hadapannya.
Melihat kehadiran Karina,Karim berdiri dan menyambutnya.
"Assalamu'alaikum,kakaknya Kirana ?",sapa Karim tersenyum dan senyum itu seperti angin yang menghempaskan debu - debu emosi yang ada dalam hatinya
"Walaikum salam,Kamu ?kamu yang kemarin mengisi di acara tabligh akbar,kan ?kamu yang membaca ayat al qur'an kan ",
"Iya benar,itu saya",
"Oh syukurlah,aku kira orang lain",
"Ini Kak Karim bukan orang yang di tabligh akbar",sela Kirana merengek - rengek.
"Sayang,kemarin kakak ikut acara tabligh akbar,dan kakak karim ini membaca Al qur'an di acara itu,"
"Benarkah ?",tanya Kirana",Benarkah Kak Karim ?",
"Iya Kirana",Karim membelai pipi Kirana.
"Wah!hebat,jadi kak karim sudah terkenal ternyata ",Kirana takjub.
Karim tersipu malu,Ia melihat Karina.Karina juga sama tersipu malu.
"Kakak,aku bertemu dengan kak karim kemarin,aku kasih tahu kalau aku ulang tahun.Kak Karim tanya sama aku,aku minta kado apa,aku jawab aku ingin pak ustadz untuk belajar mengaji.Kak Karim ini menawariku untuk jadi ustadz,aku mau,kakak,Kak karim juga hafal al qur'an lho",Kata - kata Kirana membuat Karim bertambah malu,ia membuang muka",kak karim juga membacakan aku satu surat sampai selesai,aku sangat suka mendengarnya,suka sekali kak",
"Oh begitu,Syukurlah Kirana,jadi kakak tidak perlu lagi mencarikanmu pak ustadz",
"Tidak usah,kakak.tidak usah.Kakak karim pak ustadz yang hebat dan baik",
Karina terus memperhatikan Karim.Sesekali Karim melempar senyum pada Karina.
"Terima kasih ya,pak ustadz",
"Oh sama - sama,kakaknya Kirana,maaf siapa nama anda ?",tanya Karim grogi.
"panggil saja aku Karina,pak ustadz",Pun Karina agak grogi juga dan malu - malu.
"Baiklah,Karina.Panggil saya Karim saja,mungkin akan terdengar lebih nyaman",
"Yah.Oh ya ampun,aku belum membuatkan suguhan untukmu,aku baru saja pulang dari kerja,tunggu sebentar ya...",Karina malu - mula juga untuk tersenyum.
"Tidak usah repot - repot,terima kasih,Karina",
"Menjamu tamu adalah kewajiban kami sebagai tuan rumah,jika ayah tahu,ada tamu tapi tidak segera di beri jamuan,ayah akan marah padaku Karim,tunggu sebentar ya...",
"Oh begitu,baiklah,silahkan...",
Karim kembali mengajak Kirana untuk melanjutkan pembelajarannya.Kirana tampak bersemangat dengan wajah yang antusias.Menurut Karim,Kirana adalah anak yang cerdas,sekali ia menjelaskan sebuah pelajaran maka ia cepat mengerti.Bahkan,saat mengajar cara menulis huruf hijaiyah,tulisannya sangat rapi.Pelafalan huruf dan Ketepatan membaca huruf dengan harakat yang dilakukan Kirana sangat baik.Karim merasa Kirana akan butuh waktu sebentar untuk belajar iqro.
***
Rasa penasaran benar - benar membuatnya ingin tahu siapa sebenarnya yang ada di foto itu.Karim bertanya pada Ibu Maryamah.Awalnya,Ibu Maryamah menolak.Namun,Karim terus memintanya dengan halus.Bukannya Ibu Maryamah tidak tahu apa - apa tentang foto itu,Ia mengetahui segala sesuatunya tentang foto iyu,tapi rasa sayang pada Karimlah yang sangat besar membuatnya Ibu Maryamah selalu mengelak,ia khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak ia harapkan setelah Karim tahu semua yang sebenarnya.
Namun,ia juga sadar,ia masih menyimpan amanat seseorang untuknya,amanat ini menyangkut asal - usul Karim.Ia merasa tidak ada yang harus disembunyikan dari Karim karena Karim sudah beranjak dewasa,dan ini saatnya untuk Karim mengetahui semuanya,sebenarnya.Ketiga kali Karim meminta penjelasan foto itu,Bu Maryamah pun menjelaskan semuanya pada Karim.Semua yang terjadi di masa lalu,dan itu terjadi saat Karim masih balita berumur tujuh bulan.
Ibu Maryamah mengajak Karim duduk di atas tempat tidurnya di kamar.Karim duduk di atas ranjang.Bu Maryamah mengambil tas bayi yang ada di almarinya.Ia membawanya ke hadapan Karim.Karim melihat tas itu penuh tanya.
"Kenapa Ibu mengambil tas bayi ini ?ini milik siapa sebenarnya?",tanya Karim sementara Ibu Maryamah mengeluarkan semua isi tas itu.
Bu Maryamah mengambil satu setel pakaian bayi,Ia duduk dan meraih tangan Karim"ini milikmu semuanya anakku,Karim",Bu Maryamah menyerahkan pada Karim
"Milikku ?bukankah aku punya banyak pakaian bayi di almari ibu,tapi kenapa ada sebagian yang tertinggal tas ini,apa ibu kelupaan menaruhnya di sini ?",
"Dengarkan baik - baik anakku,Pakaian yang ada di almari ibu yang kau pakai saat kau bayi,semuanya milikmu tapi ibu yang membelikannya untukmu.Dan ini,milikmu juga tapi bukan dari Ibu",
"Lalu dari siapa ?",
"Kau masih mengantongi foto itu Karim ?",pinta Bu Maryamah dengan tenang,namun kegelisahan ia rasakan kuat dalam hatinya.
"Iya,"Karim mengambil foto itu dan menunjukkan pada Ibunya",ini ibu",
"Semua pakaian bayi ini,ya milik bayi yang ada di foto ini,coba lihatlah ",Batin Bu Maryamah mulai tidak kuasa menahan kegelisahannya.
Karim melihat foto bayi itu"Bayi ini,bayi siapa bu ?siapa bayi ini ?",
"Bayi ini punya nama anakku,coba balik foto itu,ada nama tertulis di situ,itu adalah nama bayi yang ada di foto itu,dan dua orang itu adalah Ibu dan Bapak Bayi itu",
"Muhammad Karim Fathonah,itu namaku,Masha Allah,Astaghfirullah.jadi dua orang ini Ayah dan Ibuku,ibu...",Karim melihat Bu Maryamah gemetar.
"Iya,Karim"
"Lalu,kenapa bukan ibu yang ada di foto ini ?",pertanyaan Karim membuat Bu Maryamah mulai meneteskan air mata
"Karena aku bukan ibu kandungmu,Karim",jawab Bu Maryamah membuang muka,kedua matanya mulai meneteskan air mata.Bu Maryamah mengusap Air matanya.
"Ibu,Kenapa ibu tiba - tiba menangis ?",tanya Karim langsung bersimpuh di hadapan Bu Maryamah.Bu Maryamah melihat wajah Karim yang penuh keingin tahuan",ibu mengapa tiba - tiba menangis seperti ini?",
"Karena Ibu sangat menyayangimu,sayang",Bu Maryamah terisak - isak
""Maafkan Karim,ibu.jika...",Karim menghapus air mata Bu Maryamah
"Tidak,anakku,tidak apa - apa.Ibu akan ceritakan semuanya padamu",Bu Maryamah mengambil foto yang digenggam Karim,Ia mengusap foto itu sejenak",wanita ini benar ibu kandungmu,Karim.dia ibumu,Husnul Fatimah,Ibu Husna,Karim.Nama ibumu ini",
"Lalu,laki - laki ini ?ayahku?",
"Ali Zakariya,panggilannya Zakariya",
"Ibu Husna dan Ayah Zakariya,lalu Ayah dan Ibuku di mana ?lalu ibu sendiri siapa ?",
"Anakku,aku dan Ayahmu dulu adalah teman karib selama berkuliah.Dan Kakekmu,Abdul Luqman,dia salah satu anggota organisasi kemanusiaan yang selalu mengirimkan relawan untuk menyalurkan bantuan ke negara timur tengah yang mengalami konflik,khususnya Palestina.Kakekmu banyak menampung relawan dari berbagai daerah dari negera ini.
Dan ibu sendiri selalu membantu pekerjaan kakekmu bersama ayahmu,Zakariya.Ibu sendiri melihat Kakekmu datang dan pergi dari dan ke Palestina mengantar para relawan serta bantuan bahan makanan,obat - obatan dan pakaian.Nenekmu sudah meninggal setelah ia mengalami sakit kanker rahim pada umur lima puluh lima tahun,Anakku.jadi Kakekmu berjuang sendiri tanpa bantuan nenekmu.
hingga datang seorang relawan perempuan yang ia tampak tidak yakin akan niatnya menjadi seorang relawan,ia tampak ketakutan dan ragu - ragu,perempuan ini hanya ikut teman - temannya saja,ia seperti terpaksa menjadi seorang relawan.Ayahmu mendekati perempuan ini,dia adalah ibumu Husnul Fatimah,Anakku",Bu Maryamah membelai pipi Karim",di saat berada keraguan dan ketidak siapannya itu,Ibumu akhirnya sementara membantu ayahmu di sini menyiapkan semua jenis bantuan.
Karena ibumu berasal dari daerah lain,dan tidak punya tempat tinggal,aku pun mengajaknya tinggal bersama di rumah ini.Kau tahu tidak anakku?,ibumu Husna pernah tidur di atas ranjang ini bersamaku,"Bu Maryamah mengambil selembar kain jilbab",dan ini,satu lembar jilbab milik ibumu yang tertinggal di kamar ini.
Ayahmu Zakariya selalu memberi perhatian khusus pada Ibumu Husna,anakku.Kami bertiga bisa sangat akrab.aku bisa melihat Ayahmu yang sangat perhatian pada Ibumu.Sikap lemah lembut Ayahmu untuk terus membujuk dan meyakinkan Ibumu untuk tetap bekerja membantunya.Ayahmu sempat bercerita padaku,Karim.Ayahmu menaruh hati pada ibumu,Ayahmu Zakariya diam - diam menyimpan rasa cinta pada Ibumu Husna.sesekali aku menggoda Ayahmu di hadapan Ibumu.Keduanya selalu tampak malu - malu.
akhirnya,Ayah Zakariya dan Ibu Husna menikah,karena mereka saling mencintai.Keduanya hanya mengucap ijab kabul di kantor relawan,kakekmu mendatangkan penghulu ke kantor dan Kakekmu dan aku menjadi saksinya.
Perlahan - lahan,melihat giatnya perjuangan kakek dan ayahmu,ketakutan dan keraguan ibumu mulai hilang.Ia menemukan semangat,semangat yang membuatnya bekerja lebih giat dan lebih cekatan dari sebelumnya,
ibumu berkata inilah jalan Allah,inilah salah satu bentuk perjuangan untuk menegakkan Agama Allah,Islam.Allah Maha Tahu,aku tidak mau tinggal diam melihat Ayah dan Suamiku memberikan perjuangan dan pengabdiannya di jalan yang diridhoi Allah.Ibumu berubah menjadi seorang yang tegas dan kuat,Karim.
ibumu berkata sekalipun aku mengandung anakku ini,aku tidak mau berhenti memberikan jasaku,aku menyerahkan semuanya untuk Tuhanku,Allah.Allah Maha Melihat Hamba-Nya,aku tidak mau memberatkan diriku untuk meneruskan perjuanganku hanya karena keadaanku.aku harap Allah menjadikan anakku ini seorang yang berjiwa Mujahid,jiwa pejuang",Hati Karim bergetar mendengar kata - kata ibunya sendiri lewat ibu Maryamah,Mata Karim mulai membasah,Ia kagum pada sosok ibu kandungnya,Ia merasa bangga ia mendapat doa dari ibunya sendiri,menjadi anak yang mempunyai jiwa pejuang",
Ibumu berkata aku beri nama anakku ini,Karim.aku harap anak ini selalu mendapat kebaikan di setiap langkahnya dari Allah,aku harap Allah selalu memeliharanya dalam rahmat-Nya,aku ingin hatinya selalu diliputi kebaikan dan kelak ia akan memberikan kebaikan pada siapa saja.Hati dan Jiwanya akan selalu tertanam kebaikan dan kemuliaan.
ibu membantu persalinanmu waktu itu,Karim.Ayahmu mengumandangkan azan di telingamu.
ayahmu berkata semoga Allah membimbing anakku ini menjadi seorang yang benar - benar menguasai,memahami dan mengetahui semua yang ada di dalam Al qur'an,karena itu aku tambahkan nama anakku ini,Fathonah.anakku,dengan kecerdasanmu,kau akan mendapat semua ilmu dalam Kitab Al qur'an.itu harapan ayahmmu.
Kakekmu meminta ayahmu menambahkan nama Rasulullah S.A.W di nama lengkapmu,Muhammad.Itulah dirimu anakku,Muhammad Karim Fatonah.Kau sudah menguasai Al qur'an,kau mempunyai hati yang baik dan lembut ,kau tidak pernah membuat hatiku merasa sedih dan gundah sepanjang waktu kau tumbuh dalam asuhanku."Karim tampak terperangah mendengar semua cerita ibu Maryamah tentang sejarah dirinya.
"Lalu,apa yang terjadi pada Ayah dan Ibuku,ibu ?",tanya Karim menghapus lelehan air matanya",apa yang terjadi selanjutnya pada Ayah ?bagaimana keadaan ibuku Husna,ibu ?bagaimana ?",
Ibu Maryamah tersenyum melihat reaksi dari Karim",Anakku,suatu ketika ibu,Ayahmu Zakariya,dan Ibumu Husna mendapat Kabar bahwa Kakekmu sudah berhasil mendirikan posko - posko bantuan di beberapa daerah Palestina.Yang lebih membanggakan adalah Kakekmu sudah mulai merintis pembangunan masjid - masjid kecil di setiap daerah yang terdapat posko itu.Masyarakat Palestina bergembira menerima bantuan - bantuan ini.Bersama relawan dari negara lain,Kakekmu bahu membahu memperjuangkan kesejahteraan hidup rakyat Palestina.
Ibu sempat ditawari Kakekmu untuk ikut ke sana,sekali.Namun ibu menolak karena masih membantu ibumu merawat kau saat masih bayi.Ayah dan Ibumu sangat menyayangimu Anakku,begitupun diriku.
Ibumu pernah berkata anggaplah Karim ini seperti anak kandungmu sendiri.aku yakin dengan menerima kasih sayang dari dua orang ibu sekaligus akan memberikanku rahmat dan kebaikan yang berlipat",Ibu Maryamah memegang kedua pipi Karim,wajah yang putih bersih,di luar mulai terdengar rintik hujan",
Kau pasti sudah hafal Surah Yusuf,Anakku?Surah yang selalu aku bacakan untukmu di saat kau masih dalam kandungan ibumu bersama ibumu Husna.Kami membacanya bersama untukmu,sayang.
Wa la'ajrul aakhirati khairul lil-ladzina aamaanu wa kanu yattaquun.(Q.S.12: 57)",
"Iya Ibu,ternyata Kakek juga berjuang pantang menyerah.Dan ibu dan Ibu Husna sangat menyayangiku dan selalu mendoakanku.aku bahagia ibu mendengar semua ini",Karim mengusap air mata yang ada di ujung kelopak matanya."lalu,bagaimana apa yang terjadi selanjutnya ?",
"Namun,sayangnya,tiba - tiba datang kabar tentang penyerangan di tiga posko bantuan yang berada di daerah Gaza,tentara musuh memusnahka posko - posko itu,Anakku.
Semuanya di bombardir,mereka membunuh dan membantai penduduk sipil yang berada di bawah perlindungan poskon - posko itu,bahkan para relawan.Banyak korban berjatuhan karena penyerangan dilakukan sebelum Subuh ",Bu Maryamah menunduk dan menangis",Mereka mati syahid.menerima kabar ini seolah - olah setengah nyawaku seperti dicabut,seperti dicabut.
Tidak hanya mengetahui Kabar duka ini aku merasa sedih,karena yang paling membuatku sedih dan bangga adalah dia,anakku",Ibu Maryamah menunjuk sebuah foto yang tertempel di dinding,Foto Bu Maryamah bersama seorang Laki - laki",dia anakku,salah satu dari Syuhada yang gugur waktu penyerangan itu.Syuhada yang yang sangat kucintai,Syuhada yang menjadi belahan jiwaku.Syuhada yang sudah menikahiku.
dia juga Ayahmu,Karim.Zainal Faruq,maafkan ibu baru menceritakan hal ini padamu.ayahmu Zainal berangkat dan menetap di palestina di saat kau masih dalam kandungan ibumu.Anakku,sajadah yang selalu tergelar di kamarmu,sajadah yang selalu kau pakai untuk rukuk dan sujud itu adalah oleh - oleh dari Ayahmu Zainal yang dititipkan lewat Kakekmu sebagai Hadiah darinya untuk kelahiran dirimu dari Palestina.Sajadah itu masih bagus anakku,iya kan ?",
"Subhanallah,ibu.Alhamdulillah ibu,banyak orang yang menyayangiku ternyata,banyak orang yang bergembira dengan kelahiranku saat itu.Andai Ayah Zainal masih hidup aku ingin berterima kasih padanya ibu,aku bangga menjadi anak dari orang - orang yang mulia ini.",
"sayangnya,di saat yang darurat ini,tidak banyak relawan yang ada di kantor saat itu,hanya tersisa Ayah dan Ibumu serta empat orang temannya.
Untuk membangun kembali posko yang sudah hancur dan membantu penyembuhan korban - korban penyerangan tadi,akhirnya,dengan berat hati Ayah dan Ibumu memutuskan untuk berangkat ke sana.
Ayahmu Zakariya meneruskan perjuangan Ayahmu Zainal.
Ibumu yang membujuk Ayahmu Zakariya untuk berangkat ke palestina.Keduanya sudah berkuat tekad,mereka berangkat bersama empat orang tadi.
Waktu itu,Ibumu sangat berat hati melepas dirimu,Ia berusaha ikhlas untuk berpisah denganmu,Anakku.Ikhlas untuk turut berjuang ke palestina.Sebelum berangkat,ibumu menyusuimu dulu",Bu Maryamah menunjukkan Selembar Jilbab",aku memberikan ini pada ibumu,namun ibumu memintaku untuk merawat jilbab ini.
Ibumu berpesan jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku ini dan mengambil kembali jilbab ini,atau kuberikan saja untukku.Namun,jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana,sampaikan pada Karim untuk memberikan pada wanita yang kelak menjadi pasangannya.aku akan merestui dan meridhoinya.
Jadi,Ibumu Husna menitipkanmu padaku Anakku,Ibu Husna memberiku amanat seperti apa yang aku sampaikan padamu",Bu Maryamah merasa lega setelah menceritakan semuanya pada Karim sambil menyerahkan selembar jilbab itu pada Karim.
"Ibu,terima kasih sudah menyampaikan semua cerita ini padaku",Karim meraih tangan Ibu Maryamah",Ibu,andai aku tahu caranya bagaimana membalas jasa Ibu yang sangat besar untukku selama ini,aku akan melakukannya untukmu",Karim mencium tangan Bu Maryamah dengan setets air matanya jatuh di punggung tangan itu.
"Anakku,meski aku bukan ibu kandungmu,ibumu memintaku untuk menganggapmu seperti anak kandung sendiri.Cinta,Kasih dan sayangku dariku untukmu,aku ikhlas.Mungkin ini salah satu bentuk jihadku untuk jalan Allah dengan membesarkan anak dari sahabatku yang dititipkan untukku,membesarkan anak yang sudah memenuhi harapan ibunya sendiri.andai ibumu tahu dan bisa melihatmu saat ini,kami pasti akan merasa bangga dan merasa diberkahi oleh Allah.",Bu Maryamah melihat Karim,lalu tersenyum",Ibu menyayangimu anakku.Balaslah jasa ibumu ini dengan tetap menyayangi Ibumu ini,anakku."
Karim bernafas lega dan memeluk Ibu Maryamah,Ibu Asuhnya.Bahkan malam ini,Ibu Maryamah tetap mengusap Rambut Karim untuk mengantarkannya tidur.Ia lakukan hal ini semenjak Karim ditinggal Ibunya Husna dan Ayahnya berangkat ke Palestina.
***
Dan di suatu malam,Karim teringat pada kedua orang tuanya,Ia menempatkan dua foto itu dalam sebuah bingkai.Ia mengambil foto pertama.Senyum Ibu kandungnya,senyum yang membawa ketenangan pada hatinya,senyum yang menghembuskan isyarat dialah seseorang yang merindukanmu.
Ia teringat pesan ibunya.Ia duduk memandang foto ibu Husna.
"Jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku...Namun jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana,"Jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku...Namun jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana,sampakan pada Karim untuk memberikan jilbab ini pada wanita yang kelak menjadi pasangannya.aku akan merestui dan meridhoinya...
atau takdirku menjadi salah satu syahidah di sana...syahidah di sana...",Airmata Karim menetes di atas foto Ibunya.Seperti ia belum merasa ikhlas jika memang ibunya menjadi salah satu Syahidah di Palestina.Ia sangat ingin bertemu ibu kandungnya,Husnul Fatimah.Surga di bawah telapak Kaki Ibu.
"Robbanaghfirlana waliwaalidayya war hamhuma kama robbayani shogiiro...",Bibir Karim bergetar dan terbata - bata memanjatkan do'a itu untuk Ayahnya Zakariya dan Ibunya Husna.Ia mengusap Foto Ibunya.
***
Langkahnya terasa berat saat ini,seperti keadaan hatinya saat ini.Hati dan diri yang sudah seperti kehilangan daya dan semangat hidup lagi.Perjalanan menuju pulang dari kantor tempatnya bekerja.Di sepanjang perjalanan,ia terus menahan gejolak emosinya.Marah,Sedih,Khawatir dan takut,semua ia rasakan saat melihat sebuah amplop yang ada di genggaman tangannya saat ini.
Amplop berisi surat pemecatan untuk dirinya,ia dipecat dari tempatnya bekerja secara mendadak.Tanpa tahu alasan yang tepat,ia mendadak mendapatkan pemecatan.Namun,firasatnya mengatakan tindakan ini pasti karena terjadi sebuah kecemburuan dari teman - teman kerja di kantor,terlebih seniornya yang bekerja.Berada di lingkungan kerja yang tidak kooperatif seperti tempat itu membuatnya harus melatih kesabarannya dengan ekstra.
Sebuah kekompakan untuk membuat rekayasa agar dirinya terjerumus dalam sebuah masalah hingga mencapai tujuan dan maksud mereka yakni tersingkirnya dirinya dari tempat itu.Ia sungguh tak menyangka mereka sejahat dan selicik itu.Sementara ia tak pernah merasa membuat dirinya paling unggul di antara teman - temannya yang sejunior dan di antara seniornya,Ia selalu bekerja semampunya dengan tulus,ikhlas dan tuntas.
Mendapat pujian dan perhatian dari Atasannya karena kerajinan dan kedisiplinannya mungkin menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri baginya.namun tidak untuk rekan kerja,justru itu adalah menjadi sebab muncul sebuah kecemburuan yang mengarah padanya.Tidak ada yang salah pada dirinya selama bekerja,hanya saja pada rekan kerjanya.
Ia duduk di sebuah halte saat ia merasakan tidak kuat lagi untuk lebih lama menahan emosinya.Cuaca yang mendung dengan titik air hujan yang lembut mulai turun.Ia menumpahkan semuanya dengan sebuah tangisan.Ia hanya mengkhawatirkan bagaimana jadinya nanti dengan hidup keluarganya jika ia sudah tak bisa membantu ayahnya memberikan nafkahnya ?sementara penghasilan ayahnya belum tentu cukup untuk hidup keluarganya setelah ia tak bekerja,mengingat keadaan kakaknya yang masih belum sadar akan perbuatan buruknya setiap hari.Kirana dan sekolahnya,turut memberatkan pikirannya.
Amplop itu ia buka dan ia ambil isinya,ia membaca isinya.Ia kembali merasakan kesedihannya.ia berusaha ikhlas namun belum kunjung juga bisa.Karina terus menumpahkan kesedihannya.
Tak lama kemudian,sebuah bis berhenti dan turun seseorang dari dalam bis,Ia melihat keberadaan Karina.Ia melihat Karina menangis di situ,ia mendekati Karina,dia adalah Karim
"Assalamu'alaikum,Karina",sapa Karim merasa penasaran.
"Wa'alaikumsalam,Karim",jawab Karina dengan berat.
Karim duduk di samping Karina",ada apa Karina ?kok kamu menangis di sini ?",tanya Karim
Karina membuang muka tak menjawab pertanyaan Karim.Melihat seorang wanita menangis tentu membuatnya merasa kasihan.
"Maaf Karina,boleh aku tahu kenapa kamu menangis ?",tanya Karim memperhalus kata - katanya.
Karina merasa ia sudah tak mempunyai teman - teman lagi setelah ia dipecat bekerja.Sebenarnya ia membutuhkan seseorang untuk tempat mencurahkan dan berbagi kesedihannya,mungkin sebuah kebetulan dengan kehadiran Karim.Hati kecilnya menggerakkan dirinya untuk bercerita pada Karim.
"aku dipecat dari tempatku bekerja,Karim.aku tidak menyangka ini akan terjadi tiba - tiba.aku belum bisa menerima keputusan ini,aku belum bisa...",Karina menangis di hadapan Karim.
"La haula wala quwata ila billah.Sabar ya Karin,sabar...",
"aku mungkin bisa sabar namun aku belum bisa merasa ikhlas untuk hal ini.Semuanya pasti menjebakku dan tidak menyukaiku",Sesekali Karina menghapus air matanya.",aku belum bisa Ikhlas Karim,aku merasa khawatir dan takut ",
"apa yang kau takutkan ?",
"Kirana...",
"Kirana ?",
"Ya.Bagaimana aku bisa membantu ayahku menyekolahkan Kirana sementara aku sudah pengangguran sekarang ?,aku takut ayah akan merasa sedih dan membawa hal ini pada pikirannya.aku takut kalau ini sampai terjadi",
Karim tersenyum.Karina melihat senyum itu,seperti terjadi sesuatu pada dirinya.Sebuah hentakan kecil dalam hatinya terasa mulai meruntuhkan kesedihan yang sedang ia rasakan dan setelah hentakan itu terhembus hawa yang sejuk menggantikan runtuhan - runtuhan itu.
"O ya,ini sudah waktunya Sholat 'Asar.Karin,kau sudah sholat 'Asar belum ?",
Karina menggeleng dengan gerakan yang berat.
"Ayo kita sholat di mesjid itu,"ajak Karim bangkit berdiri.
Emosi Karina masih memberatkan dirinya untuk mengikuti Karim.Ia hanya melihat Karim dengan terisak - isak.
"Karin,ayo,kau baik - baik saja kan ?",Kali ini Karim mengulurkan tangannya.Hujan embun masih turun,hawa dingin masih terasa.
Karina meraih tangan Karim.Emosi yang menguasai dirinya itu seolah - olah sirna saat Ia menggenggam tangan Karim.Karim mengajak Karina melaksanakan Sholat 'Asar di mesjid yang bersebelahan dengan kantor Pos,di seberang jalan.
Karim menjadi Imam untuk Karina dan beberapa orang makmum lainnya.Seperti batu yang keras dan panas membara,keadaan hati Karina sebelumnya.Ia selalu dengan mudahnya dikuasai hawa nafsu dan amarahnya.Hingga ia mendapat sesuatu hal yang benar membuat keadaan hatinya bergejolak,kesedihan,keresahan dan kekhawatiran itu selalu ia rasakan.Dan Air matanya yang menjadi media pelampiasaannya.Terkadang ia memukul atau merusak sebuah barang untuk melampiaskan amarahnya.
Namun,kali ini tidak,batu yang keras dan panas itu,terasa pecah dan seperti ditumpahi air dingin secara terus menerus,pecah hingga melebur dan luluh,itu terjadi karena adanya Karim.Ya,Karim.
Mata Karina dan hatinya basah saat duduk tasyahud akhir.Tahiyat,syahadat,dan Sholawat.yang terjadi,Air mata dengan perasaan lain keluar dari matanya ketika ia menoleh mengucap Salam.Hatinya,hatinya benar - benar sudah tak seperti batu keras dan panas tadi.
Mengamini doa yang dipanjatkan Karim,ia merasa benar - benar dilihat Tuhannya sendiri.Takut,ia sadar akan ketakutannya,dan dihadapan Tuhannya ia sadar Ketakutannya tak sebesar yang ia rasakan.Khawatir,ia yakin kekhawatirannya akan menyurutkan langkahnya,namun di hadapan Tuhannya,ia sadar kekhawatirannya tidak menjadi sebab untuk Tuhan berhenti memberikan Rahmat padanya.Ia menghadap Tuhannya,ia berserah diri dengan sujud dan rukuk berjamaah baru saja ia lakukan.
Air mata itu terus meleleh dari kedua mata Karina.Meleleh seperti kesedihannya yang luluh.Matanya seperti melihat cahaya yang terang.Cahaya itu mendatanginya dan berada di kedua tangannya.
"Amin.Amin...",Karina mengusap wajahnya dan dadanya.Cahaya itu seperti menyusup dalam dadanya.Cahaya yang mengganti kesedihan itu dengan kesejukan dan kedamaian dalam hatinya
Karim berbalik dan melihat Karina.Ia merasa Karina sudah tampak membaik.Karim mengantar Karina pulang.
***
Malam ini,seperti biasa,Karim datang untuk mengajari Kirana mengaji.Kali ini,Kirana mulai membaca Al Qur'an.Berada di bawah bimbingan Karim,Kirana mengalami perkembangan yang pesat bersamaan dengan minat belajarnya yang tinggi.Kirana selalu bersemangat belajar bersama Karim.Ia tidak merasa bosan belajar pada Karim,karena Karim selalu menceritakan kisah - kisah Nabi dan Para Sahabat Rasulullah setelah mengaji.
Kirana sangat menyukai kisah Nabi Ibrahim A.S. dan Ismail A.S.,terlebih ketika turunnya perintah untuk menyembelih nabi Ismail.Kirana belajar sebuah kesabaran dari kisah ini.Ia terkesan saat sampai kisah pembangunan Ka'bah oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Kisah mengenai sepupu Rasulullah S.A.W yang menjadi salah satu Syuhada di sebuah peperangan,kisah Ja'far Bin Abi Thalib.Kirana sangat menyukai kisah ini dan menjadi Favoritnya.
Dan yang tak ketinggalan kisah dari seorang Uwais Al Qorni,seorang yang rindu ingin bertemu dengan Rasulullah S.A.W dan baktinya yang luar biasa pada Ibunya.
Kirana sempat bertanya "Kak Karim,Ibu tidak ada di rumah saat ini,aku ingin menjadi anak seperti Uwais itu,ia sangat menyayangi ibunya,apa yang bisa kulakukan untuk Ibuku ?",
Karim tersenyum"berdoalah untuk Ibumu,Kirana.setiap hari.Allah akan menyampaikan doamu pada Ibumu.Allah akan menyayangimu,Allah mencintai anak - anak yang selalu mendoakan ibu bapaknya ",
"Tapi,aku belum tahu doa itu kakak.Bagaimana doanya ?",
"Baiklah,mari belajar doa ini,doa untuk kedua orang tua",
Sementara itu,Karina tampak sedih duduk di sebelah tempat tidur Kakaknya.Ia merasa sedih atas apa yang terjadi pada keluarganya.Ia yang dipecat dari pekerjaannya.Kakaknya yang sedang terbaring sakit setelah berkelahi dengan temannya.
Dan itu terjadi kemarin,ketika Karim mengajari Kirana mengaji.Tiba - tiba,terdengar benturan di pintu.Keduanya terkejut.Beberapa kali benturan terjadi lagi,saat itu Pak Rasyid tengah pergi bersama Karina.
Karim memeriksa Apa yang terjadi di luar sana dengan menyingkap tirai jendela.Karim meminta Kirana untuk tetap tenang.Kiran atengah belajar menghafal surat An naas,Al falaq,dan Al Ikhlas.Karim terkejut melihat Kamal dihajar oleh dua orang.Kamal tampak tak berdaya.sepertinya ia sudah dihajar dari tadi dan dari suatu tempat.
Wajah dan lengan Kamal berdarah.Karim pun langsung menolong Kamal.Tahu kedatangan Karim,Dua orang itu langsung kabur.Karim langsung membawa masuk Kamal ke rumah.Tubuh Kamal tampak kacau.Wajah penuh luka,bibir yang cukup banyak mengeluarkan darah,badan dengan bau alkohol.
Masuk di ruanng tamu,dan dalam keadaan yang remuk redam itu,Kamal merasakan sebuah keanehan.Ia merasa seperti mulai kehilangan nafas.Ia hendak roboh dan pingsan.Namun,telinganya menangkap lantunan - lantunan Ayat Al Qur'an.
"Qul a'udzu birobbin-nas,Malikin-nas,Ilahin-nas,Min syarril was wasil khonnas,Alladzi yuwaswisu fi sudurin-nas,Minal jinnati wan-nas...",Kirana yang mengulangi Surat An naas tiga kali atas perintah Karim.
Kamal termenung sejenak,matanya berhalusinasi.Seperti Cahaya yang terang berasal dari tempat Kirana berada.Cahaya itu membuat seluruh ruangan ini terang.Ruangan terasa hangat.Nafas yang mulai hilang itu terasa kembali dalam paru - parunya.Kamal terus mendengar lantunan surat yang dibacakan Adiknya.
Karim membawa Kamal ke dalam kamarnya.Tubuh Kamal yang besar itu terasa ringan oleh Karim.Sementara Kamal terus terpana melihat terangnya ruangan dalam rumah ini,kehangatan itu,dan nafas yang terus mengalir di paru - parunya,mengalir dan memberikan tenaga di setiap sel - selnya.
Kamal melihat Adiknya,Kirana.Cahaya terang itu berasal dari hadapan Kirana,Sesuatu yang dibaca Kirana.Sebuah Kitab Al Qur'an beserta tafsirnya,itu adalah Hadiah dari Karim untuk Kirana karena sudah bisa menyelesaikan Iqro.
Kirana terkejut melihat Karim memapah Kakaknya Kamal.
"Kakak,kakak.Kakak Kenapa ?",Kirana langsung mendekati Kamal.
"Kakakmu terluka Kirana,dia baru saja di keroyok sama penjahat di luar tadi ",
"Apa ?!",
Kamal langsung jatuh pingsan di pintu Kamarnya.Kirana membantu Karim membawa Kamal ke atas ranjangnya.Bersama Kirana,Karim membersihkan badan dan wajah Kamal.Kirana tampak sedih dan bertanya - tanya.Karim tahu itu.
"Kirana,hafalannya sudah selesai ?",
"sudah kak Karim,aku ingin di sini saja,besok lagi ya,aku ingin menolong Kak Kamal",
"Iya.tapi rapikan dan simpan dulu bukumu di meja,Kirana.Ayo..",pinta Karim dengan lirih.
"Baiklah Kak Karim".
Kembali pada Karina,sayup - sayup terdengar suara Karim membaca ayat Al Qur'an di tengah ia mengajari Kirana mengaji.Banyak hal yang berkecamuk di pikiran Karina saat ini,Pemecatan dirinya yang ia belum merasa Ikhlas,Kesedihan atas Apa yang menimpa pada Kakaknya sekarang ini,Ayahnya,dan hidup keluarga selanjutnya setelah ia tidak bekerja.Ia merasa ketakutan dan kekhawatiran itu datang lagi,semakin menguasainya.Ia terus mengusap lelehan Air matanya di tengah konflik batinnya saat ini.
Kamal masih belum sadarkan diri.Karina seperti melihat sesuatu yang lain tampak dari wajah kakaknya.Kali ini wajah Kakaknya tampak sedikit bersih,padahal masih ada luka di bawah bibirnya dan bawah dagunya.Seperti biasa,ia tak mau melihat wajah Kakaknya karena kebiasaan buruknya yang ia lakukan setiap hati.Mabuk dan Merokok membuat Wajah Kamal tampak kotor dan lusuh.
Namun,kali ini tidak,wajah Kamal tampak bersih,seakan - akan membuat Karina ingin terus memandang wajah Kakaknya itu.Ia ingat cerita Kirana malam itu,Ia bersama Karim mencuci dan membersihkan badan dan wajah Karim.
Karina bangkit dan melangkah keluar kamar untuk melihat Karim dan Kirana.Keduanya masih tampak Khusyuk mengaji,suara Kirana terdengar tartil dan fasih mengaji kali ini.Melihat Bayangan dirinya di cermin lemari kakaknya,Karina merasakan sesuatu.Wajah sedih dan sembab yang tidak membuatnya merasa pantas melihat dirinya.
Sebuah bisikan terdengar di telinga kanannya,sekejap ia bagaikan orang yang terhipnotis.Ia mengikuti bisikan itu,Ia melangkah ke kamarnya sendiri.Ia membuka Lemari pakaiannya.
"Alhamdulillah,kau sudah selesai juz pertama Kirana,Aku senang sekali kau mulai bisa membaca dengan lancar",Kata Karim tersenyum.
"Iya Kak Karim,ini semua kan berkat Kakak,Terima Kasih Kak Karim",Kirana menutup Kitabnya.
"Kamu istirahat dulu dan...",Karim berhenti bicara saat ia melihat Karina keluar dari Kamarnya.Karina yang mengenakan jilbabnya.Karina dengan suasana yang lain.
Perlahan Karina duduk di samping Kirana.Karina memandang Karim,begitu juga Karim.Karim merasa canggung saat Karina memandangnya.Mata Karina basah melihat Kitab yang ada di hadapannya.
"katakan padaku Karim,katakan padaku.Kenapa kau sampai mau melakukan hal ini untuk adikku ?",ia menarik nafas",kenapa kau melakukan hal ini dengan mudahnya tanpa ada rasa keberatan dalan dirimu untuk Adikku? dan untuk keluarga Kami",Mata Karina membasah.
Dengan jelas,keadaan hati Karina bisa terbaca oleh Karim lewat ekspresi mukanya.Karim kembali tersenyum untuk meredakan gejolak perasaan Karina.
" ada satu ayat Al Qur'an yang memotivasiku untuk melakukan semua ini,terutama untuk Kirana.'Ya bunayya innaha in taku mitsqola khabbatim min khordalin fatakun fii sakhrotin au fis-samawati au fil-ardi ya'ti bihallah,Innallaha latifun khobir',ini adalah ayat surat Al Luqman ke enam belas.
yang artinya,Wahai anakku !!sungguh,jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi,dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi,niscaya Allah akan memberinya balasan.Sesungguhnya Allah Maha Luas,Maha Teliti.
mungkin apa yang sudah kulakukan untuk Kirana ini belum seberapa di hadapan Allah,namun Allah Maha Mensyukuri dan Maha Penyayang.jika apa yang kulakukan ini belum mendapat balasan dari Allah di dunia,aku yakin Allah akan menyimpannya untukku di Akhirat kelak",Penjelasan Karim membuat Hati Karina luluh.Setetes Air mata turun dari ujung mata Karina",Tidak hanya itu,jika Allah menghendaki kebaikan suatu kaum atau seseoorang,maka Allah akan menurunkan hidayah dan Rahmat-Nya untuk kaum atau orang itu langsung.Allah Ar Rahman,Ar Rahim,Karin.atau Hidayah dan Rahmat itu bisa diturunkan lewat seseorang untuk orang itu.Seperti apa yang dilakukan Nabi dan Rasul kita dulu,bukan begitu ?",
"Ya ya..aku mengerti",Karina mengangguk,ia merasakan ketenangan setelah mendengar kata - kata Karim di hadapannya sendiri",Karim,boleh aku meminta sesuatu ?",
"minta ?sesuatu ?apa itu ?apa aku kira - kira bisa memberikannya untukmu ?",
"Ya,aku yakin.Begini ceritanya,jujur,kau ingat,saat acara pengajian di masjid Raya dulu,saat kau mengisi acara itu?",
"Ya ya,aku ingat.ada apa ?",
"waktu itu,aku menyaksikanmu membacakan ayat al qur'an.dan aku berada dalam masalah dan emosi waktu itu,namun setelah mendengar kau membaca ayat - ayat itu,aku merasakan ketenangan dan kedamaian di hatiku.dan,aku bicara pada temanku,andai aku bisa mendengarkan orang ini,kamu,membaca al qur'an setiap hari,maka aku akan merasakan kebahagiaan setiap hari dan mudah menghilangkan stressku dengan mudah.
temanku bilang,kenapa kau tidak membaca al qur'an sendiri di rumah.aku jawab,aku belum sepandai dia,kamu,andai saja aku bisa belajar padanya,atau ia membacakannya untukku sendiri di hadapanku.temanku menyarankan untuk mengajakku menemuimu namun aku tidak mau,aku malu padamu.
Karim,apa kau bisa melakukan apa yang kuinginkan setelah mendengar ceritaku ini ?",tanya Karina memandang Karim penuh harap.
"Emhhn...Bukankah kau sudah mendapat apa yang kau inginkan Karina ?,Bukankah kau sudah mendengar aku membaca al qur'an setiap hari di rumahmu,Karina?.hanya saja,andai kau tahu,aku selalu menunggumu untuk bisa belajar membaca al qur'an bersama Kirana,tapi kau sibuk bekerja.aku selalu menunggu di meja ini dan setiap hari,bersama Kirana",jelas Karim halus.
Kata - kata Karim seperti air yang tertuang dalam gelas yang kosong,seperti Hujan yang turun di tanah tandus dan gersang.Seperti angin yang bertiup menerpa bukit - bukit gurun pasir, menghempaskan hawa panas sejenak.seperti satu koin uang yang diterima oleh tangan - tangan pengemis jalanan itu.Pertanyaan dan Permintaan Karina sudah terjawab oleh Karim.Sudah tidak ada yang perlu diragukan lagi,Karim ikhlas memberikan jawaban ini.
Karina mengungkapkan kelegaan hatinya lewat senyumannya.Dalam hatinya,Karim merasakan suatu perasaan yang lain.entahlah,belum bisa ia tebak,namun ketika ia melihat Karina kali ini,Karina yang berjilbab.Ia mulai bisa menebaknya.
dalam hatinya bertanya - tanya ",apakah dia ?wanita yang pantas kelak kupercayakan jilbab ibuku ?",pertanyaan itu timbul saat ia melihat wajah Karina lebih lama.
***
Ia sudah selesai melaksanakan sholat Maghrib lalu ia membaca Al Qur'an beberapa halaman di kamarnya.Ibu Maryamah tampak membereskan meja makan setelah makan bersama Karim.Suasana petang ini begitu sunyi,hanya suara Karim terdengar masih mengaji di kamarnya.Ibu Maryamah selalu mendengarkan apa yang Karim baca.
Lalu,terdengar suara pintu diketuk dan seseorang mengucapkan salam.Bu Maryamah segera membukakan pintu dan membalas salam orang itu.Seorang laki - laki berumur empat puluh tahun memakai baju gamis putih dan memakai songkok hitam.
Pintu di buka,Ibu Maryamah sangat terkejut melihat seorang yang mengunjungi petang ini.
"Subhanallah,Allahuakbar,Alhamdulillah",Bu Maryamah tampak terbelalak.Ia tak menyangka dan tak menduga kedatangan orang ini.Matanya melihat ke arah luar,ada sebuah mobil.
"Assalamu'alaikum,Maryamah...",
"Wa'alikumsalam wa rahmatullah...",Bu Maryamah masih tak percaya melihat seseorang yang di hadapannya.
mendengar ibunya berteriak,Karim berhenti membaca al qur'an dan merapikan sajadah dan kitab al qur'annya.Ia langsung keluar kamar.Perlahan Karim melihat apa yang terjadi di luar.
Di ruang tamu,tampak Ibu Maryamah dan seorang laki - laki berbaju gamis putih dan memakai songkok putih.Jantungnya tiba - tiba berdegup kencang.
"...yaa,sesekali aku datang ke kantor untuk meninjau mereka.aku harap keadaan di sana baik - baik saja.pasti semakin baik,insya allah ",
"Iya...iya,untuk sekarang,jaminan keamanan lebih baik,sudah banyak bantuan yang diberikan dari negara lain.namun,keadaan akan tetap seperti itu,Maryamah,mungkin nanti hingga akhir jaman",
"Ini sudah takdir Allah...",
"O ya,di mana dia,Maryamah ?sudah dua puluh tahun,aku ingin menemuinya",
"baiklah,tunggu sebentar,dia sedang mengaji di kamarnya",Bu Maryamah berdiri dan berbalik.Namun,ia melihat Karim sudah berdiri di tengah pintu.
Bu Maryamah mendekati Karim,Matanya membasah.Ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya.Bu Maryamah meraih tangan Karim,sementara Karim terus melihat pria itu penuh tanya.
"Anakku,mari ada yang ingin bertemu denganmu",Bu Maryamah mengajak Karim mendekat Pria itu.
"dia siapa ibu ?",
Karim berhenti,Pria itu melihat Bu Maryamah,Bu Maryamah mengangguk.Jantung Karim semakin berdegup kencang dengan rasa penasarannya.
"Coba lihat dia lebih lama lagi,Karim",Mata Bu Maryamah masih membasah karena Keharuannya.
"dia..dia..",Karim terus mengamati wajah pria itu.Seperti ia melihat wajah itu setiap saat di kamarnya,wajah yang putih bersih,namun wajah yang dihadapannya tampak guratan - guratan penuaan.Ya !!!wajah yang ada di foto itu.
Mata Karim membasah seiring keyakinannya siapa yang ada di hadapannya.
"Ayah ?",Air mata Karim tak bisa dibendung lagi.
"Anakku...",
"Ayah ?",
"Ali Zakariya....Ayahmu",Air mata yang sama di muka Pria itu.
"Subhanallah,Alhamdulillah...",Karim langsung memeluk pria itu,Ali Zakariya.Begitu juga,Pak Zakariya,Ia terisak - isak menumpahkan kerinduannya pada Karim.ia menciumi kepala Karim.
Pak Zakariya melepas dekapannya lalu memandang anaknya",Maafkan,Ayah,anakku.Maafkan Ayah,Karim.Maafkan...",kata Pak Zakariya penuh sesal
"Tidak ada kesalahan yang ayah perbuat padaku?",,
"Palestina,Anakku",
"Bagaimana bisa seorang bayi hendak menahan tangan ayahnya yang ingin memberikan perjuangannya di jalan Tuhannya,Ayah ?bagaimana bisa ?,"Wajah Karim basah,Air matanya masih meleleh.
Pak Zakariya kagum pada jawaban Anaknya itu",Oh,Astaghfirullah,Subhanallah...",Ia mencium kening Karim.
Lalu,seorang anak seumuran anak kelas enam masuk ke ruang tamu,seorang anak laki - laki.
"Assalamu'alaikum",Anak itu mengucapkan salam dan membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam",jawab Karim,Bu Maryamah,dan Pak Zakariya.
"Maaf,Abi.Apa Abi sudah selesai ?",
"tunggu,Sayang.Ayah sudah menemuinya",
Pintu di buka,mata Karim tertuju pada seseorang yang ada di depan pintu.Seorang wanita seumuran ibu Maryamah,memakai jilbab dan duduk di kursi roda.Seorang mendorong masuk kursi roda itu,hingga tampak jelas wanita itu.
Mata Karim tetap terpaku pada wanita itu,Perlahan ia mendekatinya.Sebuah bisikan terdengar di telinga Karim.
"Jika suatu saat nanti aku kembali,aku akan menjemput anakku...Namun jikalau aku tak bisa kembali atau takdirku menjadi salah satu Syahidah di sana....syahidah di sana",kata - kata itu kuat terngiang di telinga Karim.Karim berdiri di hadapan Wanita itu.
Wanita itu melihat kedatangan Karim.Karim melihat sekujur badan wanita itu.
"Assalamu'alaikum",Wanita itu mengucap salam pada Karim dan memberikan senyuman
"Wa'alaikumsalam",jawab Karim penasaran dan masih mengingat - ingat siapa wanita yang di hadapannya ini.
Wanita itu melihat Bu Maryamah,Bu Maryamah mendekat.Tangan Karim dan Tangan wanita itu diraih Bu Maryamah,Bu Maryamah melihat Karim.
"Husnul Fatimah,Anakku",Kata Bu Maryamah menyatukan tangan mereka.
Karim melihat wajah wanita itu.Lalu,ia berlutut dan langsung mencium kaki wanita itu,Ibu Kandung Karim,Husnul Fatimah.Surga di telapak kaki ibu.Allah sudah menjawab harapan Karim.Karim sudah mendapatkan surganya sendiri.
Ibu Husna membelai kepala anaknya itu,Kerinduan yang sama.Ibu Husna menengadahkan kepala dan memegang kedua pipi Karim.kembali,terlihat lelehan airmata,air mata haru dan bahagia,di wajah ibu dan anak itu.
"Anakku",Ibu Husna mencium Kening Karim.
"Ibu...",Karim langsung memeluk badan Ibunya.Karim menumpahkan kerinduannya pada ibunya itu.Ibu Husna mencium kepala Karim.Bu Maryamah larut dalam suasana ini.
Anak laki - laki tadi mendekati ibu Husna.
"ibu apa dia kakakku?",
"Iya,sayang.dia Kakakmu,Karim",Ibu Husna membelai Kepala Karim yang masih berlutut",Anakku,dia adikmu,adik kandungmu,Malik.",
"Oh,Alhamdulillah...",Karim memeluk Adiknya itu.
"Kakak,ibu selalu membuatku rindu pada Kakak,ibu selalu menceritakan kakak setiap hari,"
"Iya,Malik,aku tidak menyangka,aku punya seorang adik",
Ibu Husna meraih tangan Karim dan Malik.Ibu Husna merasa sangat bahagia bisa menyatukan kedua anak laki - lakinya.
"Kakak Maryamah,"Ibu Husna meraih tangan Bu Maryamah",aku sudah kembali,aku sudah kembali,kembali untuk Karimku.aku mohon,maafkan aku,kak.aku yakin kakak sangat menyayangi Karim seperti anak kandungmu sendiri kak.aku sudah kembali,aku mohon ijinkan aku untuk mengambil anakku,kakak.ijinkan aku",
Bu Maryamah memeluk Ibu Husna",Iya,adikku,Iya...",
Karim menyela dua ibunya,Karim meraih tangan Bu Maryamah dan Ibunya",Kedua ibuku,tidak akan ada yang diambil di rumah ini,aku anak kalian,"Karim menyatukan tangan keduanya",aku ingin membacakan surat Yusuf di hadapan kalian,ibu.aku ingin sekali.Kalian sangat menyayangiku.
bukankah mendapat kasih sayang dari dua ibu sekaligus akan mendapat Rahmat yang berlipat dari Allah juga ?bukan begitu,ibu?",Kata - kata Karim membuat Ibu Husna terkesima.
"Iya Anakku,"Bu Husna tampak bahagia.
"sama halnya dengan Malik",Bu Maryamah membelai Kepala Malik.
Suatu sore,di rumah Ayahnya,Karim duduk bersama Ibu Husna.Ibu Husna memanjatkan puji syukur dalam hatinya.Anaknya sudah tumbuh menjadi pemuda yang sholeh dan tampan.
"Ibu...",
"Iya Karim",
"Kalau boleh tahu,apa yang membuat ibu sampai seperti ini ?",
"Sebuah ledakan yang menimpa sebuah gedung,anakku",
"Bagaimana ceritanya ibu?",
"Waktu itu,saat adikmu Malik berumur tiga tahun,Ibu mengantar bahan makanan ke suatu daerah di sekitar Jalur Gaza.Keadaannya saat itu Masha Allah,semua sudah luluh lantah,masih ada beberapa gedung yang berdiri,dan tempat yang ibu tuju adalah gedung sekolah dasar,bersama Kakekmu",
"Kakek ?",
"Yaa,ibu menyerahkan bantuan itu dan berusaha menghibur mereka dengan menari - nari,mereka menikmati kebahagiaan sesaat ini,anakku.Kakekmu juga ikut menghibur mereka,ikut menari - menari bersama mereka.Ibu dan Kakek bisa membuat mereka lupa akan keadaan mereka sejenak.
Namun,sayangnya,saat ibu hendak mengambil kamera ke mobil",Ibu Husna menunduk dan menarik nafas",Sebuah bom jatuh dan meledak di gedung itu,Inalillahi Wa inna ilaihi roji'un,Insya Allah mereka Mati Syahid,Anakku.Kakekmu menjadi syuhada bersama anak - anak itu dan teman relawan itu",Ibu Husna menghapus air matanya,Karim mengambil tisyu untuk ibunya",terima kasih,Karim.Lalu,Ibu hendak melihat keadaan Kakekmu,namun sayangnya,sebuah tembok runtuh dan menimpa ibu,dan beruntung ada seseorang menarik ibu,akhirnya,kedua kaki ibu yang tertimpa reruntuhan tembok itu.
Ibu ikhlas mendapat keadaan ini,Karim.Anakku,apa yang kau rasakan melihat keadaan ibumu seperti ini ?aku kau sedih,menyesal atau...",
"Tidak,ibu...tidak.Menyesal akan membuatku menolak ibu,menolak ibu akan menjadikanku seorang durhaka.Bukankah berbakti pada orang tua adalah kunci pintu surga yang paling tengah ?
Ibu,aku selalu berfikir,aku bersyukur aku mempunyai orang tua seperti ibu Maryamah,sebagai ibu asuhku,daripada anak jalanan yang terlantar itu,anak yang mengemis yang mungkin sebatang kara.Dan sekarang,Ayah dan Ibu sudah kembali untukku.Ibu masih hidup dan kembali padaku,Nikmat Allah mana yang hendak aku dustakan ibu?",
"Subhanallah,inilah yang ibu harapkan,kata - kata inilah yang ibu cita - citakan untuk aku dengar darimu,Karim",
"tapi,andai saja aku bisa melihat foto kakek ibu",
"Iya,bisa.bisa.Ibu punya banyak foto kakekmu,ayo antar ibu ke kamar",
Karim mendudukkan ibunya di ranjang.Karim menaruh koper ibunya di sebelah Ibunya.Ibu Husna membuka koper itu dan mengambil sebuah amplop coklat.Karim duduk di samping koper.
Ibu Husna menyerahkan foto - foto kakeknya.Karim merasa bahagia dan kagum pada sosok kakeknya itu.Ibu Husna mengeluarkan sebuah tasbih dan peci.
"Karim,lihat,apa yang ibu tunjukkan ",Ibu Husna meraih tangan Karim
"Tasbih ?peci?ini milik siapa ibu ?",
"Kakekmu Karim,ia berpesan untuk memberikan ini pada cucunya,kau.Kau tahu,Karim.Tasbih dan Peci ini pemberian salah satu teman kakekmu,dan dia salah satu imam di Masjidil Aqsa,Anakku.Kakekmu mempunyai banyak teman di setiap penjuru daerah Palestina, di Makkah,Madinah,bahkan Iran.",
Karim bahagia sekali menerima pemberian ini",Alhamdulillah,Ibu.O ya,bagaimana kita membacakan doa untuk Kakek nanti setelah Sholat Isya",
"Ide yang bagus,ajak Ayahmu dan Malik.Kau tahu,Adikmu setiap hari mengajak ibu untuk membacakan doa untuk kakekmu,bahkan nenekmu",
"Iya Ibu.Lalu,bagaimana dengan Malik ?dia sudah bisa membaca Al qur'an ?",
"Alhamdulillah,saat perjalanan pulang ke indonesia,adikmu sudah hafalan sampai juz 23,Ayahmu yang menjadi guru mengajinya dan penguji Hafalannya",
"subhanallah,hebat.Insya Allah,kedua anak ibu Hafiz Qur'an",
"Amien,Amien ya robbal'alamin,Karim",
***
Sore ini di stasiun,Karim datang untuk mengunjungi temannya yang bekerja di situ.Stasiun tampak padat sekali,banyak orang yang hendak menjemput sanak saudaranya dari perantauan.Karim membawakan makanan takjil untuk mereka buka bersama nanti.
Inilah puncak arus mudik kali ini.Akhirnya,kereta sudah tiba di peron pertama.Orang - orang mulai bergerak mendekati kereta.Pintu gerbong di buka.Banyak orang berjejalan keluar,mereka tak sabar untuk keluar.Mereka harus kepayahan untuk keluar gerbong dengan berdesak - desakan.
Banyak anak kecil dan orang tua di antara desak - desakan.Para Pegawai dan portir stasiun mulai bekerja,mengawasi orang - orang ini.Dan di satu sisi,tampak wanita setengah baya berjalan dengan gontai,seperti kelelahan.Barang yang ia lumayan banyak,dua buah tas jinjing besar dan dua karton kecil.
Dilihat dari caranya berpakaian,Wanita ini bukan mudik berasal dari luar kota,namun dia seperti dari negara lain.Tubuhnya mulai kehilangan tenaga karena ia masih menjalankan puasa,Keringatnya terus keluar seiring terkuras kekuatannya untuk berjalan.Jilbabnya juga tampak basah sebagian.
Tiba - tiba Wanita itu jatuh,ia sudah kepayahan.Seorang petugas mendekati dan menolongnya.Ia membantu wanita itu berdiri,ia mengajaknya untuk duduk sebentar.
"Ibu tidak apa - apa,ibu sepertinya kelelahan?.Ya ampun,ramai sekali saat ini",Ia duduk di samping wanita itu.
"Alhamdulillah,mungkin dengan duduk sebentar di sini aku bisa istirahat sebentar.Terima kasih,Ya Nak",Kata Wanita itu mengusap keringatnya.
"Iya Ibu.Sama - sama.Sudah menjadi tugas saya untuk melayani pengunjung dan penumpang dengan baik",
Karim lewat di depan mereka dan berhenti untuk melihat petugas tadi.dia lah teman Karim,Andre.Karim mendekati Mereka.
"Andre,ternyata kau di sini",
"Iya Rim.Aku sedang menolong ibu ini,tadi ia terjatuh,kasihan ibu ini kelelahan",
Melihat keadaan Wanita itu,ibu itu,Karim merasa iba.Suara Adzan terdengar di telinga Karim,waktunya untuk berbuka puasa.
"Alhamdulillah,Ndre.Sudah waktunya buka puasa,ini aku membawakanmu Es dan kue.aku ingin mengajakmu buka puasa",Karim duduk di samping Andre.
"Yah.Kebetulan sekali,terima kasih Karim",Andre melihat Ibu itu,dan bertanya",Ibu,Maaf,Apa ibu puasa saat ini ?",
"Iya Nak,ibu akan mengambil air putih untuk membatalkan puasa",
Karim mendengar kata - kata ibu itu,Ia mengeluarkan dua gelas es buah.Ia melihat ibu itu,ia merasa sangat kasihan.Ia menaruh satu gelas esnya dan mengambil beberapa kue.
Karim mendekati ibu itu",Ibu,ini saya ada es buah dan kue untuk ibu.Mari Ibu,Kita buka bersama",
Ibu itu melihat hanya ada dua buah gelas",tampaknya kamu membawa dua es saja,pasti untuk temanmu dan dirimu.kau memberikan satu untukku,lalu bagaimana denganmu nanti ?",
"kami akan berbagi Ibu",sela Andre.
"Iya,ibu.Mari ibu,silahkan...",Karim menyerahkan es dan kue.
"Oh,Alhamdulillah,kau baik sekali,Nak.Semoga Allah membalas kebaikanmu ini",Kata Ibu itu menerima pemberian Karim.
Karim tersenyum",Amin,ibu."
Mereka pun berbuka puasa sejenak.Karim melihat Ibu itu makan dengan lahap.Hatinya sangat bahagia,kali ini ia bisa menolong seorang ibu.Ada kebanggaan tersendiri ketika ia bisa menolong seorang ibu.Ia bersyukur apa yang sudah Allah berikan untuk hidupnya,sosok yang yang sangat ia rindukan dan harapkan,Ya,dialah seorang Ibu.
"Ibu,maaf,kalau saya boleh tahu,apa ibu tinggal di daerah sini ?",
"Iya Nak,rumahku di Jalan Santika",
Karim heran mendengar kata ibu itu",Jalan Santika ?,lalu ibu datang dari kota mana ?"
"aku bukan dari kota mana,Nak ?tapi aku baru tiba dari Arab setelah beberapa tahun merantau di sini.aku sudah rindu sekali dengan anak - anakku dan suamiku,ku harap mereka sehat - sehat saja",
"Amin.Ibu,sepertinya saya tahu tempat di mana keluarga ibu tinggal "?
"Benarkah ?",Ibu itu mengambil sesuatu dari dalam tas kopernya,sebuah foto",Ini Nak,ini foto Suami dan kedua anakku,dan anakku yang satunya di masih balita",
Karim terkejut melihat foto itu,siapa saja yang ada di foto itu",Ibu,saya tahu di mana keluarga ibu tinggal.Mari saya antar ibu pulang",
"Oh,terima kasih,Nak.Semoga Allah melimpahkan pahala untuk kebaikanmu di bulan Ramadhan ini",
"Amin.Amin",
***
Sementara itu di Rumah Karina,Karina menyiapkan makanan untuk makan malam.Ia merasa bahagia di Ramadhan kali ini.Semuanya sudah membaik,Adiknya Kirana yang sudah bisa membaca Al Qur'an,Ayahnya yang mendapat pemberitahuan akan naik jabatan,dan Kakaknya Kamal jauh lebih baik.
Kamal hadir di ruang makan.Ia memakai pakaian gamis jingga berpeci putih,dia baru saja mengimami Ayah dan Adik bungsunya Sholat Maghrib.Karina terharu melihat keadaan Kakaknya.
"Apa ini,Karin ?",tanya Kamal menunjuk ke arah satu piring saji.
"Ini Ayam goreng bumbu lengkuas,kesukaan kakak,bukan ?sudah lama sekali sepertinya,kakak tidak pernah menikmatinya",
"Wah !!sepertinya enak dan masih hangat",Kamal duduk.Karina memberikan piring dengan nasi sudah di atas piring.
"ini semua untuk Kakak",Karina tak sedetik pun menguncupkan senyumnya.Kini,Kakaknya berubah menjadi pemuda yang tampan dan bersih.Tidak ada kesan buruk pada dirinya.Karina merasa bangga melihat kakaknya makan dengan lahap.
Pak Rasyid dan Kirana hadir.Mereka langsung bergabung.Saat Karina mengambil Kirana nasi,Kirana bertanya pada Karina.
"Kakak,di mana Kak Karim ?jam segini kok belum datang",
"Mungkin dia sedang acara,sayang.Mungkin ia diundang untuk acara pengajian,kamu tahu Kak Karim itu kan sering membaca Al Qur'an di acara - acara pengajian ?",
"Oh,begitu.kakak bisa menelponkan dia nanti ?",
"Iya,nanti Kakak coba,ya,sekarang kita makan dulu"?
Lalu,terdengar seseorang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.Kamal menyambutnya.Kamal membuka pintu,ia melihat Karim mempersilahkan masuk.Namun,Ia terkejut saat tahu dengan siapa Karim datang.
Seorang ibu tadi,Kamal melihat wanita ini dari atas sampai bawah.Ibu itu tersenyum perlahan,rindu yang tak tertahankan saat ia melihat Kamal.sama halnya dengan Kamal.
"Assalamu'alaikum,"
"Wa'alikumsalam....Alhamdulillah,kau akhirnya pulang,Bunda ",Kamal langsung memeluk Ibu itu,Ibu Aisyah,Ibu Kandung Kamal,Karina,dan Kirana.
Kamal mengajak mereka masuk,lalu bergegas menuju ruang makan.
"Ayah,Karin,kalian tahu siapa yang datang ?",wajah basah Kamal membuat Karina dan Pak Rasyid bertanya - tanya.
"Siapa yang datang,Kamal ?",
Kamal menunjukkan orang yang hadir bersama Karim.
"Alhamdulillah,Ya Allah...",Pak Rasyid berdiri dan langsung menyambut kedatangan istrinya.Kedua orang tua ini langsung melepas kerinduannya.
Karina mengajak Kirana mendekati Ibu Aisyah.Karim akhirnya tahu siapa sebenarnya orang yang sudah ia tolong.Karim merasa terharu juga.
Kedua putrinya menghadapnya.Karina langsung mencium tangan ibunya dan memeluk rindu ibunya",bunda...",
"Putriku...",
Kirana bertanya - tanya siapa wanita yang datang ini.Ia bertanya pada Kamal.
"Kakak,ibu ini siapa ?kok kakak dan ayah memeluk dia dari tadi ",
Kamal meraih tangan adiknya"Bunda,ada yang ingin bertemu dengan Bunda ",
Bu Aisyah melihat putri Bungsunya yang kini sudah besar.Merasa sangat penasaran,Kirana dengan polosnya bertanya pada Karina.
"Kakak,ibu ini siapa ?aku belum tahu siapa dia ?kok dari tadi kalian berpelukan ??",
Karina,Kamal dan Pak Rasyid tertawa bahagia.Karim menjongkok di hadapan Kirana.
"Kiran,kamu ingat Uwais Al Qorni yang kamu tanyakan pada Kakak beberapa waktu yang lalu kan ?",
"Iya Kak Karim",
"apa yang kau inginkan ?kau ingin berbakti seperti Uwais kan ?",
"Iya",
"Kau sudah berdoa untuk Ibumu kan ?",
"Iya kak Karim,aku sudah hafal doanya kak",
Bu Aisyah terharu melihat percakapan Karim dan Kirana.
"Baiklah,dan lihatlah,Orang yang kau doakan,orang yang selalu kau kirimkan doa itu sudah ada di hadapanmu,"
Bu Aisyah berlutut di hadapan Kirana.Kirana melihat Ibunya.
"Allahumaghfirli waliwalidaya war hamhuma kamma robayani soghiro,Bunda sudah menerima doamu,anakku ",Bu Aisyah membelai pipi Kirana.Kirana mencium kedua pipi ibunya dan tangan ibunya.
Kirana tersenyum menyambut kehadiran Ibunya.
"Aku bahagia bunda akhirnya pulang,Kirana bahagia,Bunda.kita akan sholat bareng nanti kan Bunda ?",
"Iya Iya,Kiran",
Satu lagi keluarga yang kembali berkumpul dan di bulan Ramadhan ini.Keluarganya kembali lengkap,Karina merasa bahagia,akhirnya Kirana bisa bertemu dengan ibunya.
Karina melihat Karim.Ada yang lain dengan Karina yang sekarang.Dalam pandangan Karim,dia mulai berubah,lebih lembut dan feminim.Karina memutuskan untuk berjilbab sekarang.Kehadiran Karim membawa perubahan baik pada keluarganya,membawa kebahagiaan.
Kehadiran Karim mulai membawa satu perasaan untuk hatinya.Ia tidak menyangka dia akan bertemu dan bisa membuat satu hubungan dengan Karim.Melebihi dari rasa damai dalam hatinya,Karim membawa semangat dan cahaya dalam hatinya.Semangat dan Cahaya itu mulai menumbuhkan sebuah perasaan.
***
Takbir kemenangan itu sudah bergema,Hari Raya pun sudah tiba.Seluruh Umat Muslim melaksanakan Sholat Idul Fitri di pagi yang cerah ini.begitu juga Karim,Ia mendorong Kursi roda ibunya berjalan menuju Masjid bersama Ayah,Adik dan Ibu Maryamah.Wajah bahagia dan bersinar itu pertanda Karim sangat berbahagia.
Di sisi lain,Karina sekeluarga melaksanakan Sholat Ied.Kirana tak mau lepas dari Ibu Aisyah.Karina,Kirana,dan Bu Aisyah duduk dalam satu Saff.Kamal menjadi panitia pelaksana Sholat ied bersama Pak Rasyid.
"Minal Aidzin wal faidzin,Ibu.Mohon Maaf Lahir dan Batin",Karim mencium tangan Ibunya,bersimpuh di depan ibunya.
"Iya Kakak Karim,Taqobalallahu minna wa minkum,Barokallah,Insya Allah",Ibu Husna mengusap bahu Karim.
"Amin,Ibu.Amin",
Tak lupa,Karim mengucapkan selamat kepada Ibu Maryamah bersama Malik.Pak Zakariya mengajak keluarganya berdoa untuk arwah Kakek Luqman,Pak Zainal Faruq,dan orang - orang yang telah mendahului mereka.
***
Siang ini akan diselenggarakan acara Halal Bihalal bersama seratus anak yatim piatu dari sebuah yayasan anak yatim di halaman kantor relawan,tempat Pak Zakariya dan Kakek Lukman bekerja dulu.Atas gagasan Pak Zakariya acara ini diadakan.Tidak hanya itu,Ibu Husna meminta Pak Zakariya untuk mengisi acara itu dengan membacakan doa untuk Para Relawan yang sudah syahid di Bumi Timur Tengah,tidak hanya di Palestina.
Bu Maryamah yang mengkoordinir semuanya.Banyak bantuan dan sumbangan yang datang untuk terselenggaranya acara ini.Karim bersama Iqbal dan Andhika membantu mengumpulkan Sumbangan.Tak ketinggalan,Karina juga membantu Karim.
Karim mengajak Karina ke rumahnya.Sebelumnya,Karim sudah memperkenalkan Karina pada Ayah dan ibunya.Karina bisa akrab dengan keluarga Karim.Kali ini,Ibu Husna melihat ada sesuatu yang kurang dengan pakaian Karina.Memakai celana Jeans,Kemaja berwarna biru,memakai jilbab yang cukup minim.Ibu Husna seperti kurang nyaman melihat penampilan Karina.
Namun,Ia merasakan firasat baik saat Karim dan Karina berdiri bersandingan.Hanya penampilan Karina saja yang kurang nyaman dipandang mata.Ibu Husna meminta Ibu Maryamah untuk mengajak Karina masuk ke kamarnya.Karina menuruti ajakan Bu Maryamah.
Di Kamar Ibu Husna,Ia mengganti pakaian Karina dengan pakaian yang lebih pantas.Ibu Husna juga merias wajah Karina.Karina pasrah saja didandani Ibu Husna,namun dalam hatinya,ia sangat merasa bahagia dan tidak menyangka akan didandani oleh ibu dari orang yang ia kagumi.
"ini baju pemberian dari teman ibu dari Turki,Karin.Warnanya hijau tua,aku sangat suka pakaian ini.Dan kau tampak cantik,sangat cantik memakai baju ini",Kata Bu Husna mengusap lengan Karina
"Iya ibu,kainnya dingin dan nyaman di pakai",
"Kau menyukainya,Karin ?",
"Tapi,ini milik ibu,aku harus mengembalikannya pada...",
"Tidak perlu,Ibu merasa kau lah yang lebih pantas memakai baju gamis asli turki ini,ibu ikhlas memberikannya untukmu",
"Benarkah Ibu Husna ?",tanya Karina tak percaya",Terima kasih ibu,terima kasih,ini akan menjadi hadiah paling berkesan buatku dari ibu.aku sangat menyukainya",Karina mencium tangan Ibu Husna dengan penuh kegemberiaan.
Karim masuk ke kamar Ibunya",Ibu,ini jilbab milik ibu yang...",Karim terperangah melihat penampilan Karina kali ini.Jauh lebih baik dan cantik dalam pakaian gamis hijau tua,kulit Karina yang putih mempercantik penampilannya.Karim terpana sejenak.
Ibu Husna melihat ekspresi Karim",Mari Karim...",
"Iya ibu,"Jantung Karim kembali berdegup kencang.
Ibu Husna memakaikan Karina jilbab",Karin,jilbab yang ibu pakaikan padamu ini",Karina duduk di samping Bu Husna",adalah jilbab yang ibu tinggalkan untuk Ibu Maryamah saat aku hendak berangkat Palestina pertama kali dulu,saat Karim masih berumur tujuh bulan",
Karim berdiri terdiam dengan jantung yang berdebar kencang.Ia melihat Ibunya memakaikan jilbab yang diamanahkan ke Bu Maryamah.
"Jilbab ini pasti penuh nilai sejarah ibu ?",tanya Karina memejamkan matanya
"Tentu,Ibu pertama kali datang menjadi relawan dengan jilbab ini,Ibu melewati proses akad nikah bersama ayahnya Karim memakai jilbab ini.bahkan saat melahirkan Karim,aku masih mengenakan jilbab ini",jelas Ibu Husna melirik Karim.
Mengetahui satu lagi sejarah hidup ibunya,Karim bangga.dan saat ibunya meliriknya,ia tampak tersipu malu.
"Masha Allah,luar biasa ibu",Karina perlahan membuka matanya.
"dan,jilbab ini ibu ?ini jilbab milik ibu yang paling berharga,aku perlu mengembalikannya nanti",
"Lama atau pun baru,sama saja bagiku,Karina.aku mempunyai banyak jilbab di sini",
"Lalu ?",
Ibu Husna selesai dengan jilbab Karina",Kau tampak sangat cantik,dengan jilbab dan pakaian ini.Andai saja ibu bisa mengintip surga dan bisa melihat bidadari - bidadari yang Allah siapkan untuk ahli surga nanti,aku yakin salah satu dari mereka akan mempunyai wajah secantik wajahmu.jika memang begitu,ibu sangat beruntung bisa mendandani dan memakaikan pakaian yang bagus untuk salah satu bidadari surga seperti ini,Masha Allah",Ibu Husna bernafas lega membelai pipi Karina.
Kata - kata Ibu Husna membuat Karim tak bisa berkata apa - apa.Ia tak menyangka ibunya akan berkata seperti itu.Dan Karina,Ia merasa terharu dan sangat bahagia mendapat pujian dari Ibu Husna,ini pujian pertama dan paling berkesan untuk Karina.
"Baju dari turki ini,dan jilbab ini,Ibu Ikhlas memberikannya untukmu,Karina",Ibu Husna menggenggam tangan Karina",Ibu ridho untuk ini,Allah Maha Melihat,aku yakin Allah akan ridho dengan apa yang ibu berikan untukmu,dan ridho ini akan mendatangkan berkah dan Rahmat dari Allah,insya Allah",
Karina langsung memeluk Ibu Husna sebagai ungkapan kegembiraan dan terima kasih,begitu juga Ibu Husna.Dan Karim masih terdiam melihat dua wanita ini berpelukan.Karim merasa pertanyaannya sudah terjawab,ya,pertanyaan siapa yang akan memiliki jilbab milik ibunya ?.
ia sudah tahu dan menyaksikan langsung penyerahannya.Perasaann itu semakin kuat terasa di hati Karim.Ia mengingat bagaimana Karina pertama kali bertemu dengannya hingga sekarang berubah menjadi wanita yang diam - diam sudah mencuri perhatian dan perasaannya,terlebih saat karina didandani ibunya.
Jilbab itu,jilbab milik ibunya,jilbab yang dipercayakan untuk seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti.Untuk Karina,Ibu Husna memberikan Jilbab itu.Disertai sebuah bisikan yang mulai terdengar di kedua telinga Karim,'jilbab itu sudah dipakai oleh orang yang tepat,jilbab itu sudah dipakai oleh orang yang tepat'.
Karim dan sekeluarga berangkat menggunakan mobil milik Paman Karim menuju Kantor.Setibanya di Kantor Relawan,Seratus anak Yatim dan Orang - orang sudah berkumpul.Mereka turun dari mobil.
Pak Zakariya bersama Bu Maryamah berjalan di depan karena masih membicarakan susunan acara.Karim berjalan sendiri.Karina mendorong Kursi roda Bu Husna.Dia benar - benar tampak cantik dan lebih baik kali ini.Paman Karim berjalan di paling belakang.
"Karin...",
"Iya Ibu",
"Berjalanlah bersama Karim,temani Karim di sampingnya",
Karina terdiam dan merasa grogi mendengar kata Bu Husna.
"aku akan meminta Paman Karim untuk mendorongku,tidak apa - apa,ayolah...",pinta Bu Husna dengan lembut.
"Ba..Baiklah ibu",
Karina meninggalkan Bu Husna dan menyusul Karim.Bu Husna memanggil Anaknya.Karim berbalik melihat Ibunya,Ia melihat Karina mendekatinya.Bu Husna memberikan Isyarat kepada Karim lewat tatapan mata dan anggukan.Karim tahu maksud Isyarat itu.Ibu Husna menggenggam kedua tangannya dan menunjukkan ke Karim,sambil memandang ke arah Karim.Karim mengangguk dan tersenyum.
Karim berhenti dan membuka tangan kepada Karina.Dalam hati Karim bergema sebuah teriakan,'Ibumu sudah merestuimu".Karina dengan wajah yang bersinar langsung menggenggam tangan Karim.Kedua senyum yang bertemu itu semakin menumbuhkan perasaan itu.Dan Karim sudah bisa menebak perasaan apa yang selalu timbul saat ia melihat wajah Karina,Ya,Cinta.
Karim dan Karina berjalan beriringan.Karina merasakan kedamaian dan kebahagiaan saat berjalan di samping Karim.Dan bersatunya genggaman tangan mereka adalah pertanda sampailah perasaan itu pada Muara kebaikan dan kedamaian,cinta yang berlabuh pada Hati yang mulia,Hati yang penuh kemuliaan.
Di atas jalan Kebaikan yang mengubah semuanya dengan cahaya Kemuliaan di sepanjang sisinya,cinta dan bersatu dalam naungan Rahmat Allah,Tuhan Maha Pengasih,Tuhan Maha Penyayang.
Karam-E-Qolb
Tulisan kamu keren Gan, dapat inspirasi jadinya. salam Kaya Raya :
BalasHapusPORTMAN
Portir Arrahman
Mohon Maaf sekali, Baru bisa membalas Komentar Anda. Terima Kasih Atas Pujian yang diberikan. Ini juga menajdi semangat untuk saya tetap berkarya.
Hapus