Salaam-E-dostana Bab 9
Waktu menunjukkan Jam setengah sebelas malam.Indra menengok Arjun di kamarnya apakah ia masih mengerjakan tugasnya.Arjun tertidur di atas meja belajarnya.Bukunya masih terbuka dan Lampu belajarnya masih menyala.Arjun tampak kelelahan.
Indra membangunkan Arjun untuk tidur di ranjang.Badan Arjun terasa berat.Indra memapah Adiknya.Ia menidurkan Arjun dan menyelimutinya,Ia merapikan meja adiknya.Lalu Indra menemani Arjun tidur.
Indra dan Arjun tertidur pulas.Malam itu begitu tenang.Namun beberapa jam kemudian Hujan turun tiba - tiba dengan deras.Indra pun mengalami mimpi buruk.
"Tidak Ivana.Tidak Ivana,Jangan tinggalkan Aku ! Jangan !,".Indra mengigau dengan kening yang penuh keringat.
Dalam mimpinya,Indra bertemu dengan Ivana.Namun Ivana hendak meninggalkannya,Indra menahan Ivana.
"Jangan tinggalkan Aku sayang !Aku tidak bisa hidup tanpamu,Aku ingin bahagia bersamamu...".Indra memegang tangan Ivana.
"Maafkan Aku sayang,Aku harus pergi.Waktuku sudah habis....".
"Kumohon Jangan pergi Ivana,Aku ingin kau hadir lagi dalam hidupku,Aku ingin hidup bersamamu lagi...".
"Emh.Aku juga harap begitu,Aku yakin Aku akan hadir dalam hidupmu lagi...",Ivana mengusap Pipi Indra dengan tangan lembut",tidak lama lagi Kau akan mendapatkan senyumku kembali di kehidupan nyata...",
Indra pun tersadar dari Mimpinya.
"IVANAAA !.".Indra bangkit dari tidurnya dengan nafas terengah - engah.Tubuhnya penuh keringat.Arjun juga terbangun.
"Kenapa Kakak ?.".tanya Arjun setengah sadar.
"Tidak Arjun,Kakak tidak apa - apa.",Indra langsung kembali mengajak Arjun tidur."Ayo tidur lagi, sayang.Kakak tidak apa - apa".
***
Siang saat makan siang,Indra mengejutkan adiknya yang sedang makan.Ia menunjukkan baju baru sekaligus dengan dandanan yang rapi pula.Ia akan pergi menghadiri acara pernikahan temannya,Ia pun merias diri semaksimal mungkin.
"Arjun ! kamu lihat !kamu lihat baju kakak !keren nggak?keren nggak?Kakak ganteng nggak?Pasti ganteng kan ? iya kan ?".Indra terus menggoda adiknya,Arjun hanya mengenyitkan dahinya,heran melihat Kakaknya tumben bertingkah narsis.
"Kakak keren,kakak ganteng,Kakak luar biasa.dan ngomong - ngomong kakak dapat undangan kondangan ya?".tanya Arjun santai.
"Yah.Yah.Haikal merayakan pernikahannya hari ini di Hotel,Ia mengundangku dan Kakak akan pergi ke acaranya ,sama kamu !!"
"APA?!!",Arjun terkejut mendengar ajakan Kakaknya",sekarang ?!"
"Yah.Kau harus ikut karena kakak nggak punya teman untuk pergi ke acara ini".
"Tapi Aku belum mandi Kakak?" .
"Acara mulai dua jam lagi,lebih dari cukup waktumu untuk mandi.Kalau kau mau luluran bisa..."
"Ouuuwwwhhh...",desah Arjun merapikan meja makan",Acara dua jam lagi tapi kenapa kakak sudah heboh seperti ini...".
"Kakak sangat bersemangat Arjun,Kakak tidak ingin telat ke Acara ini.Haikal memintaku untuk datang paling awal,dan Kakak akan memenuhi permintaannya.Oke?Kau bisa mulai mandi sekarang...".
"Haaaaeeehhh...baiklah baiklah..".
Indra dan Arjun tiba di acara lima menit sebelum acara dimulai.Tamu belum begitu banyak.Beberapa keluarga dari pengantin sudah siap menyambut tamu.Indra dan Arjun adalah Tamu pertama mereka.Haikal,Pengantin pria,menyambut Indra dengan ramah.Ayah dan Ibu Haikal menyambut kedatangan mereka juga.
Tidak hanya menjadi seorang tamu,Indra juga membantu mempersiapkan Acara Resepsi
Pernikahan ini.Arjun juga tak ketinggalan.Indra juga membantu Haikal mengenakan pakaiannya dan membantu mendandaninya.Arjun membantu menyiapkan hidangan untuk tamu bersama Ibunya Haikal.
Acara pun di mulai.Sudah banyak tamu yang datang.Acara berlangsung dengan lancar.Tak lupa membawa kameranya untuk mengabadikan momen bahagia ini.Acara mulai terasa meriah dengan iringan musik,satu grup musik disewa untuk memberi kemeriahan Acara ini.
"Kawan selama ini,Aku menjadi sahabat baikmu belum pernah melihatmu menyanyi dan menari,tapi sekarang di acara ku ini Kumohon kau menghiburku sekali saja.Kau temanku pasti kau akan melakukannya,pasti kan?".pinta Haikal.
"Baik..Baiklah,Oke...Oke,Aku akan berusaha Kal..." jawab Indra dengan raut muka sedikit panik,
"Ayolah Kakak,Aku yakin kakak bisa.Kakak saja bisa membuat Acara di kampus kemarin meriah bagaimana tidak dengan Acara ini?".bujuk Arjun
"Iya....Iya...",Indra segera menuju panggung kecil di sudut ruangan ini"Kenapa kau sampai bicara seperti itu?kakak malu berat,Arjun..." .bisik Indra memelototi Arjun.
"Karena Kakak seorang seorang Artis...Aku suka itu..."
"Oh Tuhan.....".
Namun tiba - tiba Indra menyenggol seseorang hingga hampir jatuh.Beruntung Indra dengan sigap meraih orang itu,seorang Wanita muda seumuran dengannya.
Indra lalu membantu wanita itu berdiri.
"Terima Kasih.Maaf Aku tidak melihat jalan..."Wanita itu langsung berjalan meninggalkan Indra.Indra terus maju ke panggung.
"Aku kembali Indra...Aku sudah kembali untukmu...berbaliklah!!".bisikan Seorang Wanita membuat Indra terkesiap.
"Ivana....".Mata Indra berhalusinasi,Sosok Ivana tersenyum padanya.sejenak kemudian ia tersadar ternyata dia bukan Ivana.
Indra seperti berada di dunia mimpi tadi.Dan Sekarang Ia menyanyi untuk sahabatnya,Haikal.Indra juga mampu memberikan penampilan yang menambah kemeriahan Acara ini.
Dan di kesempatan lain,Indra berpapasan dengan Wanita tadi.Ia mengajaknya bicara.
"Aku juga minta maaf atas tadi...Aku tidak melihat jalan juga...".
"Tidak apa - apa,Itu sebuah ketidaksengajaan,kapan pun bisa terjadi." .Senyum wanita itu juga tak asing di mata Indra.padahal Mereka baru bertemu di Acara ini.
"Sepertinya kita pernah bertemu...tapi...".
"Emmh...",senyumnya makin melebar dan menawan.",Kita belum pernah bertemu sebelumnya,tapi Kenapa kita seperti pernah bersama dalam waktu yang lama?...Kau seperti tidak asing bagiku juga..".
Indra terkesiap"kau juga,kau mengingatkanku pada seseorang...".
"Siapa?".
"Ah....ada,namun dia sudah tidak ada di dunia ini..".
"Mungkin rasa rinduku agak terobati setelah melihatmu,"kata - kata Indra membuat wanita itu tersanjung",Dan Aku sangat menyayanginya....",
"Dia pasti wanita yang sangat cantik....".
"Yaaah...kau benar,Karena pertama aku melihatmu aku seperti melihat dirinya...".
"Kau pasti hanya omong kosong,hanya untuk berbasa basi padaku...",
"Kau bisa melihat kedua mataku jika itu tidak menunjukkan aku berbicara jujur,dan hanya bermain - main".kata Indra agak sedikit tersinggung.Wanita itu melihat Tatapan yang serius pada Mata Indra.
"Uff,maafkan aku...".
"Emmh...kau pandai bermain - main...boleh Aku berkenalan denganmu?",Indra mengulurkan tangannya",Namaku Indra...".
"Tentu..",Wanita itu menjabat tangan Indra",Aku Indira...Kau sangat baik."
"Awalnya semua wanita akan berkata seperti itu.Tidak tahu jika nanti kita sudah saling kenal".
"Maksudmu ?Aku hanya membuatmu kagum dengan wajahku ini? Kau bisa melihat kedua mataku jika Wajahku ini belum bisa meyakinkanmu bahwa aku belum benar - benar berpikir bahwa kau orang yang baik...".
"Emh. Aku hanya mengujimu"
Arjun melihat Kakaknya berbicara dengan seorang wanita.Ia mendekati mereka.Indra dan Indira pun mengobrol lebih lama lagi.Mereka tampak bersemangat.
"Adikmu tak kalah ganteng denganmu".Indira dan Arjun berkenalan.
"Kalo saja Kakak tidak berdandan lama tadi,Kak...dia tidak seganteng ini...",sindir Arjun berbicara pada Indira",biasanya kakakku ini malas berdandan.
"Aku bukannya tidak bisa memakainya,sebenarnya kakak sudah bisa lama.Hanya saja saat dimana Arjun mengenakanku dasi,itulah saat yang paling aku sukai.
"Oh,manis sekali,Kalian kakak adik yang saling menyayangi...".
Indra tersenyum sambil menguyek kepala Arjun.Indra terus mengobrol dengan Indira hingga acara resepsi selesai.
***
Niel tengah mengikuti rapat persiapan partisipasi parade peringatan ulang tahun kota yang akan diselenggarakan sebulan lagi.Ada tiga puluh orang anggota rapat,termasuk Nira juga.Niel duduk berjauhan dengan Nira.
Marvin segera menyalakan mesin motornya.begitupun Arjun,Arjun memboncengkan Niel.sampai di sebuah rumah makan,di dekat alun - alun,Mereka langsung memesan makanan.Arjun memesan teh hangat untuk Niel.
"Apa kau tidak puas dengan hasil rapat tadi ,Teman? Kau tampak lesu dan tidak bersemangat...".tanya Marvin duduk di samping Niel.
"Aku puas,Aku bisa menerima tugas yang diberikan padaku tapi aku ragu apa aku bisa melaksanakan tugasku...".
"Apa tugasmu Niel?".tanya Arjun.
"Menyiapkan pertunjukkan yang akan ditampilkan nanti saat parade...".Niel melihat kedua sahabatnya.
"Kurasa itu tidak begitu sulit untukmu...karena kamu dulu juga bisa memberikan pertunjukkan saat pentas seni perpisahan sekolah saat SMA,Kenapa kau tampak begitu resah seperti ini?".
"Karena dengan siapa aku bekerja marvin,aku ragu jika aku bisa bekerja sama dengan baik dengan orang ini..".
"Tapi...",Niel tidak bisa berkata apa - apa",ku harap kalian bisa membantuku,Aku tahu kalian mengerti keadaanku,Ku mohon Marvin,Arjun...".
"Iya Niel,kami akan membantumu,tenang saja..".Marvin menenangkan Niel memijiti lengan kanan Niel.
Niel melihat Arjun dengan tatapan datar.
"Ku harap kau tersenyum karena Tidak ada lagi hal yang kau ragukan...".kata Arjun
Niel tersenyum",Aku lapar Arjun...".
Saat pulang Niel mengantar Nira sampai di pintu gerbang,Dandi sudah menunggunya.Dandi cemburu saat Nira berjalan bersama Niel.
"Ku kira kalian masih bermusuhan,Kau bohong padaku Nira...".kata Dandi sinis
"Bukan begitu sayang",sanggah Nira melihat Niel",ini hanya kebetulan,Niel hanya mengantarku sampai ke gerbang,dan kau sudah datang...".
"Dan jika aku belum datang pasti anak ini akan mencarikanmu taksi dan minta cium pipi kanan kiri untuk membuatnya puas hari ini...".kata - kata Dandi membuat Niel tersinggung.
"Kalau pun kau belum datang,Aku akan mengantarnya sampai gerbang sini.Dan Aku akan meninggalkannya sendiri.tak peduli orang lain juga akan menggodanya.
Dandi terpancing emosinya,ia hendak memukul Niel.Namun Nira menahan Dandi.Nira menatap Niel.
"PLAAAKKK ....".Nira menampar pipi Niel dengan keras.Tangan Nira gemetar dan Ia gelap mata hingga menampar Niel.Mata Nira basah.Nira tak berkata apa - apa.Ia langsung mengajak Dandi pergi.
Niel masih merasakan tamparan Nira dengan perasaan yang hancur.Ia difitnah dan mendapat tamparan keras dari Nira padahal ia hanya membela diri.Ia juga merasa emosi.
Arjun meminta Niel untuk membuka pintu,Namun Niel tidak menjawab.Masih terdengar suara gaduh dalam kamar.Akhirnya Indra dan Arjun mendobrak pintu kamar Niel.
Arjun segera menahan Niel,namun Niel memberontak hingga Arjun kewalahan.Tubuh Niel penuh keringat dengan memakai kaos dalam.Indra pun membantu Arjun.Indra menahan tubuh Niel.Namun Niel berusaha kuat memberontak,Indra masih kuat menahan badan Niel.
"Tenang Niel ! Tenang Kawan".Arjun berusaha menenangkan Niel yang mengamuk.Niel tak menggubris omongan Arjun sementara Arjun terus berusaha", Apa yang terjadi?",
"Tenang Niel ! Berhenti memberontak !",Bentak Indra yang masih menahan tubuh Niel.Niel semakin kuat meronta.
"PLAAKKK".Arjun terpaksa menampar Niel sekuat tenaga.Niel mendadak berhenti meronta,seketika badannya lemas dan terengah - engah.Ia pun berlutut di hadapan Arjun.Indra masih menahan Niel.
"Aku lelah Arjun,Aku lelah dengan semua ini".Kata Niel terengah - engah. Indra keluar kamar untuk mengambil minum.
"Iya Niel. Ceritakan Apa yang baru saja kau Alami".Arjun membenahi Kaos Singlet Niel,
"Aku tidak pernah menyakiti Gadis ini,Aku tidak punya niat untuk main - main dengan Gadis ini.Aku tahu ia punya pacar,Aku selalu menuruti permintaannya untuk mennjauhinya.hingga pacarnya memfitnahku dan aku tidak terima,aku pun membela diri...
"Kakak tahu perasaanmu Niel,jika kau menyayanginya dekatilah dia,pelan - pelan.Tetaplah ramah padanya.Ia tidak komitmen pada permintaannya sendiri..."
"Iya Niel.pelan - pelan dekatilah dia.Aku tahu Nira juga menyayangimu,Ia menamparmu untuk membuat Dandi puas melihat Nira membencimu padahal dalam hati ia sangat terpaksa melakukan ini.Aku dan Marvin selalu mendukungmu.",
"Terima kasih Arjun,Kakak.Aku sangat marah pada mereka tadi,Aku meluapkannya di rumah.Aku tidak bisa marah pada Dandi di hadapan Nira.Dan Akhirnya,seperti ini.."
"Iya,Arjun maafkan Aku.Aku khilaf..".
Ia duduk di atas kursi yang ada di dekat jendela.Ia menatap ke arah luar.Daun berguguran di luar sana.Ia menunduk dan kembali merintih.
"Apa yang telah aku lakukan?kenapa aku sampai melakukan hal ini..."ujarnya lirih masih terisak - isak",Aku benar - benar tidak bermaksud melakukan ini...".Ia menarik nafas.Ia beranjak dari kursi.Ia mengambil satu figura foto yang berada di dalam lemari meja belajarnya, lalu ia membawanya di atas kembali duduk di atas kursi. Ia mengusap figura foto itu dengan tangannya yang basah.
"Aku sungguh mencintaimu Niel,Aku sungguh menyayangimu,tapi kenapa hidupku harus seperti ini?".Ia menatap Foto Niel",Aku tidak bermaksud menyakiti dirimu Niel,Aku tidak ingin melukaimu dengan tanganku ini sayang.Kenapa aku sebodoh ini?
Andai kau ada di sini,Aku ingin memelukmu dan minta maaf atas kejahatanku.Aku terpaksa melakukan ini padamu...Aku tidak punya pilihan lain,Maafkan Aku Niel".
Lalu seseorang memanggil,Dandi.Nira pun bergegas menyembunyikan figura Foto Niel di kolong tempat tidur. Ia kembali duduk dan mengabaikan panggilan Dandi.Dandi memaksa masuk.
"Nira,sayang".Dandi masuk",Kau sedang...",Dandi terdiam sejenak melihat Nira",apa yang terjadi padamu sayang?".Dandi mendekati Nira.Nira tidak menggubris Dandi",Nira,kok diam saja,cerita dong,kenapa kamu menangis,senyumlah ada aku di sini..."
"Ku mohon Dandi,Aku tidak ingin bicara padamu saat ini...".
Dandi terkesiap",Hei,ada apa denganmu sayang?ada pacarmu di sini sayang,santai saja..".
"Ku mohon Jangan menemuiku untuk saat ini,Aku tidak ingin bicara denganmu saat ini...".
"Nira,sayang,Nira,Ayolah..Ayo bi."
"PERGILAH!!!KU MOHON...AKU TIDAK INGIN BICARA PADAMU SAAT INI..".bentak Nira pada Dandi.
"Kenapa kau membentakku Nira?!!".
"KU MOHON PERGILAH DANDI...".Nira mendorong Dandi
Mendengar Nira berteriak,Pembantu Nira masuk ke kamar Nira.
"Ada apa Non?Kok teriak - teriak...".tanya Pembantu perempuan paruh baya itu.
"Tolong bawa Dandi keluar..."
"Tapi Nira...Tapi.."
"Bibi,cepat bawa Pria ini enyah dari hadapanku..."
Bibi pun menarik keluar Dandi.Dandi tak memberontak.Keduanya pun keluar.Nira langsung mengunci pintu.Dan kembali menangis,Nira begitu tampak tertekan.
***
Seseorang mengetuk pintu Rumah Arjun,Indra pun membukanya.Hujan tak bergitu deras namun udara begitu dingin.
"Nira ?!".tanya Indra.
"Iya Kak,apa Arjun ada?".tanya Nira dengan wajah pucat.
"Arjun ada,,Ayo masuk kau pasti kedinginan...".
Nira menemui Arjun.Indra dan Arjun menyambut Nira di ruang tamu.Secangkir teh hangat disajikan Arjun untuk Nira yang kedinginan.
"Apa dia baik - baik saja sekarang,Arjun?Kumohon ceritakan keadaannya.Aku benar - benar menyesal telah menamparnya,tapi Aku tidak punya pilihan lain...".pinta Nira mengiba
Arjun melihat Indra.Indra mengangguk.
"Tepatnya dua hari yang lalu,saat ia tengah rapat bersamamu.Aku dan Marvin pulang tanpa dirimya.Aku tidak menghubunginya karena aku takut mengganggumu dan dia.Aku juga menyuruh Marvin untuku tidak menelpon,SMS,atau BBM dirinya.
Setelah Aku pulang mengantar Marvin dari Distro mencarikannya celana baru.Ibu Hani menelponku untuk datang ke rumahnya,Ibu Hani panik saat itu memintaku segera pergi ke rumahnya.
Aku dan Kak Indra langsung ke rumahnya.Dan ternyata Niel mengamuk di dalam Kamarnya.Ia mengunci pintu Kamarnya.Kami mendobrak pintunya.
Ia bilang ia tidak pernah menyakiti perasaanmu,tidak pernah menghina atau pun menghina...tapi kenapa ia sampai mendapat tamparan darimu padahal ia hanya membela dirinya yang diejek pacarmu.
So,Nira....",Arjun melihat Nira,Mata Nira basah",apa yang terjadi sebenarnya padamu?
Aku sudah membaca Dua diarimu yang kamu berikan kepada Niel dulu.Kau mencintai Niel tapi Kau terpaksa mencintai Dandi karena Dandi adalah teman Ayahmu.
Maaf Nira,Apa kalian berdua dijodohkan?".
"Tidak Arjun.Ayah hanya memintaku menjalin hubungan baik dengan Dandi dan keluarganya.Namun ternyata Sifat Dandi sangat posesif dan overprotektif,lebih parahnya Pecemburu..
Awalnya,Aku nyaman berteman dengannya.Tapi Dandi memaksaku untuk menjadi pacarnya.
Tapi,Jujur Arjun,Kak Indra,saat kami hadir di suatu acara,saat menemui temannya Dandi,Ia hanya bilang pada semua orang bahwa Aku adalah temannya.Teman yang tidak mau pisah denganku.Selama Ia bersama dengan temannya atau rekannya,Ia tidak pernah sedikit pun memikirkan diriku.
"Seseorang yang mencintaiku adalah orang yang bisa membuatku nyaman saat aku bersama dirinya.Di mana pun,kapan pun,Bagaimana pun keadaannya,Arjun.Dan sadar bahwa Ia sadar bahwa ia membawaku ke mana pun.
"Dan terpaksa Kau menjadikan hal ini alasanmu untuk meminta Niel menjauhimu ?".tanya Arjun ringan.
"Ya.Kau benar Arjun.Dia seorang Egois.Aku harus berusaha bersikap manis padanya dengan wataknya yang angkuh dan keras kepala itu.Sekali pun Aku harus berusaha membelanya apa yang terjadi,contohnya kejadian kemarin.Aku terjebak dengan keadaan ini Arjun...."
"Terus Bagaimana perasaanmu sebenarnya pada Dandi,Nira?"tanya Indra.
"Kak,Aku menyukai Dandi dengan sikapnya yang suka memberiku apa saja,peduli dengan keluargaku.Namun lama kelamaan sikapnya berubah,Dulu setiap hari Ia mengunjungiku.Namun akhir- akhir ini Ia seminggu tiga kali mengunjungiku.Aku tahu ia tak punya kesibukan apa pun.
"Awalnya ia tampak sedih menerima keputusanmu.Ia tampak patah semangat.Namun Aku berhasil memberinya semangat kembali.Jika satu orang menghilang dari hadapanmu,ada seribu orang yang ada di belakangmu yang siap menghapuskan rasa kehilanganmu.
"ternyata Aku tak seberuntung Niel,Arjun.Ia memilikimu dan Marvin yang selalu menemaninya..."
"Bagaimana denganmu Nira?".
"Ku kira teman - temanku akan suka pada Dandi.Namun Saat Aku mengenalkan Dandi pada Mereka,Dandi malah bersikap acuh dan tinggi hati.Justru Sikap Dandi malah membuat teman - temanku menjauhiku.
"Niel masih tulus mencintaimu Nira...".kata Arjun berusaha menenangkan Nira
"Tapi Aku telah menyia - nyiakannya Arjun.Hingga Aku menyakitinya dengan tanganku sendiri.Aku menyesal Arjun".
"Tapi belum terlambat untuk mendapat cinta yang tulus itu Nira,dan kau tidak akan pernah terlambat untuk mendapatkan maaf dari Niel.Kau bisa mengubah keadaan..."
"Dengan diam - diam tanpa kau menampakkannya kepada Dandi.Kau bisa memanfaatkan perubahannya yang tiga kali seminggu ia mengunjungimu..."tambah Indra dengan senyum yang menenangkan.
"Iya Kak Indra,Arjun.Terima kasih sudah mendengar curhatanku dan memberiku solusi...."
"Ya Nira.Tidak hanya itu Nira,jujur aku tidak ingin melihat Niel patah hati kehilangan seseorang yang telah cintai untuk kedua kalinya,dan ia hanya mendapatkan bekas - bekas rasa kagumnya...".
"Maksudmu Kedua kalinya?Apa Niel juga pernah punya pacar..."
Arjun mengambil Hp nya dan menunjukkan sebuah foto yang ada didalamnya.Nira melihat foto itu.Seorang Cewek berfoto bersama Niel dan Marvin
"Kisahnya hampir sama denganmu dan Niel.Karena Cewek ini, Niel dan Marvin sempat bertengkar karena Mereka menyukai cewek yang sama yaitu cewek ini.Namun Akhirnya Marvin mengalah.
"Lalu,di mana Nikita sekarang Arjun?kenapa ia tidak berhubungan lagi dengan Niel?"
"Niki,panggilan Akrabnya Nikita,Ia sudah meninggal karena penyakit paru - parunya,pacarnya bersama keluarganya membawanya berobat ke luar negri.Namun sayang,penyakitnya terlalu parah menggerogoti tubuhnya...".Jelas Arjun membuat Nira tercengang.
"Kasian sekali....".
Nira melanjutkan perbincangannya dengan Arjun dan Indra.Nira bicara lebih banyak lagi tentang pengalamannya bersama Dandi.Namun ternyata,di dalam kamarnya Indra,Niel mendengar semua curahan hati Nira kepada Arjun dan Indra.
***
Arjun mencari Niel berada.Niel menelponnya dan memberitahu dirinya berada Taman di pinggir jembatan.Arjun menyusul ke situ.
Niel duduk menyendiri di satu bangku.Ia terus memandangi lalu lalang kendaraan.Arjun datang dan langsung mendapatkan posisi Niel berada.Arjun duduk di samping Niel,membawakannya makanan.
"Aku tahu kau lapar Niel...".Arjun menyerahkan makanan
"Emmh...Iya,kau tahu juga".Niel menerimanya.Arjun mengajak Niel makan."Ku harap apa yang ia ceritakan itu adalah benar,Arjun...".
Arjun berhenti mengunyah",Ku harap kau juga tahu bagaimana perasaan Nira,kawan...Kau mendengar semuanya,bukan?".
"Ya..".Niel mengangguk.
"Ia sampai meneteskan Air mata,apa itu kurang membuktikan bahwa ia berkata yang sejujurnya?".Arjun melihat Niel.
"Maafkan Aku teman...".
"Niel,kawan,Kau bisa melihat Keputusan yang Nira ambil itu ternyata tak memberikan hasil yang baik untuknya.Justru sebaliknya.Aku merasa kasihan padanya.
"Aku tak seperti teman - temannya,Arjun".
"Namun,Ia sampai menamparmu,teman...".
Niel melihat wajah Arjun",Sekali pun ia menusukku dengan pedang,Aku tidak akan merasakan sakit.Setelah tahu bagaimana keadaaan yang terjadi sebenarnya.
Ia boleh menamparku dengan tangannya tapi aku tahu hati Nira bagaikan tertusuk dengan pisau tajam yang telah dilumuri racun.yang kita tidak bisa membayangkan bagaimana sakit rasanya.saat ia melakukan hal ini.
Aku tidak marah untuk Nira yang menamparku,tapi Aku marah pada Laki - laki pecundang ini.Andai Nira tidak menamparku pasti ia akan lebih menyiksa Nira ".
"Nira mencintaimu kawan".Kata Arjun dengan tersenyum
"Aku juga mencintainya kawan...".Niel dengan berat tersenyum
"Aku akan membantumu memperbaiki keadaanmu dengannya Niel.karena saat dimana Nira merasa jenuh telah tiba...".
"Kau Gila ?! Kau ingin memerasku atau menghabiskan uangku.Kau tidak tahu seberapa mahal tempat itu,kau tidak tahu seberapa mahal aku harus memesan meja di tempat mahal ini".
Niel tertawa geli"First class,plissss"
"Oh...",Arjun menepuk Dahinya",Kau ingin membunuhku Niel ?"
"Kau sahabat terbaikku Arjun".Niel merajuk",plisss...".
Arjun menarik nafas",Okey,first class....Aku akan mengajak Kak Indra,Marvin,dan Malika untuk patungan.Kita akan memesan satu meja.bersama.Kita akan ke sama bersama...".
"Haaaaahhhh!!!"".
Arjun tertawa geli merangkul Niel.
****
Sincerely,
Salaam-E-Dostana
Fajar Adi
Indra dan Arjun tertidur pulas.Malam itu begitu tenang.Namun beberapa jam kemudian Hujan turun tiba - tiba dengan deras.Indra pun mengalami mimpi buruk.
"Tidak Ivana.Tidak Ivana,Jangan tinggalkan Aku ! Jangan !,".Indra mengigau dengan kening yang penuh keringat.
Dalam mimpinya,Indra bertemu dengan Ivana.Namun Ivana hendak meninggalkannya,Indra menahan Ivana.
"Jangan tinggalkan Aku sayang !Aku tidak bisa hidup tanpamu,Aku ingin bahagia bersamamu...".Indra memegang tangan Ivana.
"Maafkan Aku sayang,Aku harus pergi.Waktuku sudah habis....".
"Kumohon Jangan pergi Ivana,Aku ingin kau hadir lagi dalam hidupku,Aku ingin hidup bersamamu lagi...".
"Emh.Aku juga harap begitu,Aku yakin Aku akan hadir dalam hidupmu lagi...",Ivana mengusap Pipi Indra dengan tangan lembut",tidak lama lagi Kau akan mendapatkan senyumku kembali di kehidupan nyata...",
Indra hanya terdiam
"Percayalah,Sayang...tunggulah Aku....".Tubuh Ivana pun melayang meninggalkan Indra.
Indra pun tersadar dari Mimpinya.
"IVANAAA !.".Indra bangkit dari tidurnya dengan nafas terengah - engah.Tubuhnya penuh keringat.Arjun juga terbangun.
"Kenapa Kakak ?.".tanya Arjun setengah sadar.
"Tidak Arjun,Kakak tidak apa - apa.",Indra langsung kembali mengajak Arjun tidur."Ayo tidur lagi, sayang.Kakak tidak apa - apa".
***
Siang saat makan siang,Indra mengejutkan adiknya yang sedang makan.Ia menunjukkan baju baru sekaligus dengan dandanan yang rapi pula.Ia akan pergi menghadiri acara pernikahan temannya,Ia pun merias diri semaksimal mungkin.
"Arjun ! kamu lihat !kamu lihat baju kakak !keren nggak?keren nggak?Kakak ganteng nggak?Pasti ganteng kan ? iya kan ?".Indra terus menggoda adiknya,Arjun hanya mengenyitkan dahinya,heran melihat Kakaknya tumben bertingkah narsis.
"Kakak keren,kakak ganteng,Kakak luar biasa.dan ngomong - ngomong kakak dapat undangan kondangan ya?".tanya Arjun santai.
"Yah.Yah.Haikal merayakan pernikahannya hari ini di Hotel,Ia mengundangku dan Kakak akan pergi ke acaranya ,sama kamu !!"
"APA?!!",Arjun terkejut mendengar ajakan Kakaknya",sekarang ?!"
"Yah.Kau harus ikut karena kakak nggak punya teman untuk pergi ke acara ini".
"Tapi Aku belum mandi Kakak?" .
"Acara mulai dua jam lagi,lebih dari cukup waktumu untuk mandi.Kalau kau mau luluran bisa..."
"Ouuuwwwhhh...",desah Arjun merapikan meja makan",Acara dua jam lagi tapi kenapa kakak sudah heboh seperti ini...".
"Kakak sangat bersemangat Arjun,Kakak tidak ingin telat ke Acara ini.Haikal memintaku untuk datang paling awal,dan Kakak akan memenuhi permintaannya.Oke?Kau bisa mulai mandi sekarang...".
"Haaaaeeehhh...baiklah baiklah..".
Indra dan Arjun tiba di acara lima menit sebelum acara dimulai.Tamu belum begitu banyak.Beberapa keluarga dari pengantin sudah siap menyambut tamu.Indra dan Arjun adalah Tamu pertama mereka.Haikal,Pengantin pria,menyambut Indra dengan ramah.Ayah dan Ibu Haikal menyambut kedatangan mereka juga.
Tidak hanya menjadi seorang tamu,Indra juga membantu mempersiapkan Acara Resepsi
Pernikahan ini.Arjun juga tak ketinggalan.Indra juga membantu Haikal mengenakan pakaiannya dan membantu mendandaninya.Arjun membantu menyiapkan hidangan untuk tamu bersama Ibunya Haikal.
Acara pun di mulai.Sudah banyak tamu yang datang.Acara berlangsung dengan lancar.Tak lupa membawa kameranya untuk mengabadikan momen bahagia ini.Acara mulai terasa meriah dengan iringan musik,satu grup musik disewa untuk memberi kemeriahan Acara ini.
Haikal meminta Indra untuk menyanyi namun Indra malu - malu karena tidak percaya diri.Haikal terus meminta pada Indra.
"Kawan selama ini,Aku menjadi sahabat baikmu belum pernah melihatmu menyanyi dan menari,tapi sekarang di acara ku ini Kumohon kau menghiburku sekali saja.Kau temanku pasti kau akan melakukannya,pasti kan?".pinta Haikal.
"Baik..Baiklah,Oke...Oke,Aku akan berusaha Kal..." jawab Indra dengan raut muka sedikit panik,
"Ayolah Kakak,Aku yakin kakak bisa.Kakak saja bisa membuat Acara di kampus kemarin meriah bagaimana tidak dengan Acara ini?".bujuk Arjun
"Iya....Iya...",Indra segera menuju panggung kecil di sudut ruangan ini"Kenapa kau sampai bicara seperti itu?kakak malu berat,Arjun..." .bisik Indra memelototi Arjun.
"Karena Kakak seorang seorang Artis...Aku suka itu..."
"Oh Tuhan.....".
Namun tiba - tiba Indra menyenggol seseorang hingga hampir jatuh.Beruntung Indra dengan sigap meraih orang itu,seorang Wanita muda seumuran dengannya.
Indra menjaga tubuh wanita itu di tangannya.Mereka saling bertatapan sebentar.Indra merasa tidak asing dengan Tatapan ini.semua orang melihat ini termasuk Arjun.
Indra lalu membantu wanita itu berdiri.
"Terima Kasih.Maaf Aku tidak melihat jalan..."Wanita itu langsung berjalan meninggalkan Indra.Indra terus maju ke panggung.
Namun tiba - tiba,Angin halus menerpa tubuh indra,Angin yang tak tahu dari mana datangnya membawa satu bisikan ke telinga Indra.
"Aku kembali Indra...Aku sudah kembali untukmu...berbaliklah!!".bisikan Seorang Wanita membuat Indra terkesiap.
Dan Indra pun berbaliklah.Ia tercengang saat melihat Wanita yang ia tolong tadi menjelma menjadi satu sosok Wanita yang Ia cintai.
"Ivana....".Mata Indra berhalusinasi,Sosok Ivana tersenyum padanya.sejenak kemudian ia tersadar ternyata dia bukan Ivana.
Indra seperti berada di dunia mimpi tadi.Dan Sekarang Ia menyanyi untuk sahabatnya,Haikal.Indra juga mampu memberikan penampilan yang menambah kemeriahan Acara ini.
Dan di kesempatan lain,Indra berpapasan dengan Wanita tadi.Ia mengajaknya bicara.
"Aku juga minta maaf atas tadi...Aku tidak melihat jalan juga...".
"Tidak apa - apa,Itu sebuah ketidaksengajaan,kapan pun bisa terjadi." .Senyum wanita itu juga tak asing di mata Indra.padahal Mereka baru bertemu di Acara ini.
"Sepertinya kita pernah bertemu...tapi...".
"Emmh...",senyumnya makin melebar dan menawan.",Kita belum pernah bertemu sebelumnya,tapi Kenapa kita seperti pernah bersama dalam waktu yang lama?...Kau seperti tidak asing bagiku juga..".
Indra terkesiap"kau juga,kau mengingatkanku pada seseorang...".
"Siapa?".
"Ah....ada,namun dia sudah tidak ada di dunia ini..".
"Oh Maaf,Kau pasti sangat merindukannya dan menyayanginya ?.
"Mungkin rasa rinduku agak terobati setelah melihatmu,"kata - kata Indra membuat wanita itu tersanjung",Dan Aku sangat menyayanginya....",
"Dia pasti wanita yang sangat cantik....".
"Yaaah...kau benar,Karena pertama aku melihatmu aku seperti melihat dirinya...".
"Kau pasti hanya omong kosong,hanya untuk berbasa basi padaku...",
"Kau bisa melihat kedua mataku jika itu tidak menunjukkan aku berbicara jujur,dan hanya bermain - main".kata Indra agak sedikit tersinggung.Wanita itu melihat Tatapan yang serius pada Mata Indra.
"Uff,maafkan aku...".
"Emmh...kau pandai bermain - main...boleh Aku berkenalan denganmu?",Indra mengulurkan tangannya",Namaku Indra...".
"Tentu..",Wanita itu menjabat tangan Indra",Aku Indira...Kau sangat baik."
"Awalnya semua wanita akan berkata seperti itu.Tidak tahu jika nanti kita sudah saling kenal".
"Maksudmu ?Aku hanya membuatmu kagum dengan wajahku ini? Kau bisa melihat kedua mataku jika Wajahku ini belum bisa meyakinkanmu bahwa aku belum benar - benar berpikir bahwa kau orang yang baik...".
"Emh. Aku hanya mengujimu"
"Oh...Kau juga pandai bermain - main,Indra ".
Arjun melihat Kakaknya berbicara dengan seorang wanita.Ia mendekati mereka.Indra dan Indira pun mengobrol lebih lama lagi.Mereka tampak bersemangat.
"Kakak sudah makan ?..".sela Arjun.
"Oh,Arjun. Aku Belum makan ",Indra mengenalkan Arjun pada Indira",ini Adikku Arjun,Indira..."
"Oh,Arjun. Aku Belum makan ",Indra mengenalkan Arjun pada Indira",ini Adikku Arjun,Indira..."
"Adikmu tak kalah ganteng denganmu".Indira dan Arjun berkenalan.
"Kalo saja Kakak tidak berdandan lama tadi,Kak...dia tidak seganteng ini...",sindir Arjun berbicara pada Indira",biasanya kakakku ini malas berdandan.
Memakai dasi saja merengek - rengek pada Adiknya untuk minta bantuan,padahal sudah lama Aku juga mengajarinya...".Kata - Kata Arjun membuat Indira tertawa.
"Aku bukannya tidak bisa memakainya,sebenarnya kakak sudah bisa lama.Hanya saja saat dimana Arjun mengenakanku dasi,itulah saat yang paling aku sukai.
Arjun selalu menyayangi kakaknya dengan memakaikan dasi kakaknya setiap paginya sebelum aku pergi bekerja...."
"Oh,manis sekali,Kalian kakak adik yang saling menyayangi...".
Indra tersenyum sambil menguyek kepala Arjun.Indra terus mengobrol dengan Indira hingga acara resepsi selesai.
***
Niel tengah mengikuti rapat persiapan partisipasi parade peringatan ulang tahun kota yang akan diselenggarakan sebulan lagi.Ada tiga puluh orang anggota rapat,termasuk Nira juga.Niel duduk berjauhan dengan Nira.
Keputusan Rapat dibacakan,hasilnya Niel ditugaskan sebagai seksi pentas seni,bertugas menyiapkan pertunjukkan yang nantinya akan ditampilkan saat ikut parade,dan secara tidak sengaja partner kerjanya adalah Nira.
Niel tampak agak canggung saat diumumkan bahwa ia mendapat tugas ini.Niel ragu bisa memberikan tugasnya jika ia bekerja sama dengan Nira.
Setelah Rapat selesai,Niel pulang.Arjun dan Marvin menunggunya di parkiran.Niel tampak lesu.
"Bagaimana hasil rapatnya kawan?".tanya Arjun b
Niel menatap Arjun dengan lesu,"Aku lapar Arjun...".
Arjun paham keadaan Niel saat ini",Ya ya,kita makan di tempat biasa ya Niel...".
"Terserah Arjun...",
"Ok.Marvin ?Kita ke tempat biasa untuk makan siang ? Ayo ",
"Terserah Arjun...",
"Ok.Marvin ?Kita ke tempat biasa untuk makan siang ? Ayo ",
Marvin segera menyalakan mesin motornya.begitupun Arjun,Arjun memboncengkan Niel.sampai di sebuah rumah makan,di dekat alun - alun,Mereka langsung memesan makanan.Arjun memesan teh hangat untuk Niel.
"Apa kau tidak puas dengan hasil rapat tadi ,Teman? Kau tampak lesu dan tidak bersemangat...".tanya Marvin duduk di samping Niel.
"Aku puas,Aku bisa menerima tugas yang diberikan padaku tapi aku ragu apa aku bisa melaksanakan tugasku...".
"Apa tugasmu Niel?".tanya Arjun.
"Menyiapkan pertunjukkan yang akan ditampilkan nanti saat parade...".Niel melihat kedua sahabatnya.
"Kurasa itu tidak begitu sulit untukmu...karena kamu dulu juga bisa memberikan pertunjukkan saat pentas seni perpisahan sekolah saat SMA,Kenapa kau tampak begitu resah seperti ini?".
"Karena dengan siapa aku bekerja marvin,aku ragu jika aku bisa bekerja sama dengan baik dengan orang ini..".
"siapa Niel?".tanya Arjun
"Nira....".Niel langsung terdiam.
"Jadi karena dia kau resah seperti ini?Niel tugas ini tidak ada hubungannya dengan masalah yang terjadi di antara kalian,maka tidak perlu ragu untuk bekerja sama dengannya..".ujar Marvin
"Walau sikapnya tetap seperti itu padamu Niel,Kalian harus bisa profesional dalam bekerja.Abaikan sikapnya Niel,yang penting kamu jalankan tugasmu dengan baik...",
"Tapi...",Niel tidak bisa berkata apa - apa",ku harap kalian bisa membantuku,Aku tahu kalian mengerti keadaanku,Ku mohon Marvin,Arjun...".
"Iya Niel,kami akan membantumu,tenang saja..".Marvin menenangkan Niel memijiti lengan kanan Niel.
"Kau jangan khawatir kawan,kita akan membuat semua orang takjub dengan penampilan kita nanti..."tambah Arjun.
Niel melihat Arjun dengan tatapan datar.
"Ku harap kau tersenyum karena Tidak ada lagi hal yang kau ragukan...".kata Arjun
Niel tersenyum",Aku lapar Arjun...".
Mereka pun tertawa ringan
Di suatu kesempatan Niel dan Nira berdiskusi tentang tugas mereka.Awalnya Niel kira sikap Nira akan acuh tak acuh dan terkesan kaku.Namun tidak,Niel bisa nyaman bekerja sama dengan Nira.Sesekali Niel mengajak Nira bercanda.Nira bisa sedikit tertawa dan bisa akrab dengan Niel.
Di suatu kesempatan Niel dan Nira berdiskusi tentang tugas mereka.Awalnya Niel kira sikap Nira akan acuh tak acuh dan terkesan kaku.Namun tidak,Niel bisa nyaman bekerja sama dengan Nira.Sesekali Niel mengajak Nira bercanda.Nira bisa sedikit tertawa dan bisa akrab dengan Niel.
Mereka mulai mendapatkan beberapa ide dan merancang ide - ide itu.Niel merasa bahagia bisa bekerja sama dengan Nira.Seperti tidak terjadi permusuhan di antara Mereka.
Saat pulang Niel mengantar Nira sampai di pintu gerbang,Dandi sudah menunggunya.Dandi cemburu saat Nira berjalan bersama Niel.
"Ku kira kalian masih bermusuhan,Kau bohong padaku Nira...".kata Dandi sinis
"Bukan begitu sayang",sanggah Nira melihat Niel",ini hanya kebetulan,Niel hanya mengantarku sampai ke gerbang,dan kau sudah datang...".
"Dan jika aku belum datang pasti anak ini akan mencarikanmu taksi dan minta cium pipi kanan kiri untuk membuatnya puas hari ini...".kata - kata Dandi membuat Niel tersinggung.
"Kalau pun kau belum datang,Aku akan mengantarnya sampai gerbang sini.Dan Aku akan meninggalkannya sendiri.tak peduli orang lain juga akan menggodanya.
Jalan ini nggak sedikit kok premannya,makanya semua mahasiswa di sini tidak pernah berlama - lama di gerbang ini.Apalagi pacarmu secantik dia,pasti tidak lama akan diambil preman...",Balas Niel dengan nada sinis",Aku tidak akan berbuat apa - apa dengannya,jaga omongan anda Bung!!!Aku selalu menepati janji pacarmu ini...".
Dandi terpancing emosinya,ia hendak memukul Niel.Namun Nira menahan Dandi.Nira menatap Niel.
"PLAAAKKK ....".Nira menampar pipi Niel dengan keras.Tangan Nira gemetar dan Ia gelap mata hingga menampar Niel.Mata Nira basah.Nira tak berkata apa - apa.Ia langsung mengajak Dandi pergi.
Niel masih merasakan tamparan Nira dengan perasaan yang hancur.Ia difitnah dan mendapat tamparan keras dari Nira padahal ia hanya membela diri.Ia juga merasa emosi.
***
Di rumah Arjun,Arjun sedang membantu ibunya membersihkan dapur bersama Indra.lalu telepon berdering.Arjun mengangkatnya,dari ibu Hani,ibunya Niel,Ia meminta Arjun ke rumahnya Niel.Bu hani terdengar sangat panik.Arjun bergegas ke rumah Niel bersama Indra.Ia berharap tidak terjadi apa - apa.
Sampai di rumah Niel,Mereka menemui bu Hani,Bu hani menjelaskan Niel tengah mengamuk di dalam kamarnya.Niel membanting semua yang ada di kamarnya.Bu Hani ketakutan.Ia meminta Arjun untuk menenangkan Niel.
Arjun meminta Niel untuk membuka pintu,Namun Niel tidak menjawab.Masih terdengar suara gaduh dalam kamar.Akhirnya Indra dan Arjun mendobrak pintu kamar Niel.
Pintu berhasil terbuka.Arjun dan Indra kaget melihat apa yang terjadi di dalam kamar Niel.Semua benda berserakan dan berantakan.Beberapa Ada yang pecah,beberapa baju terhambur tidak karuan.Niel masih mengamuk.
Arjun segera menahan Niel,namun Niel memberontak hingga Arjun kewalahan.Tubuh Niel penuh keringat dengan memakai kaos dalam.Indra pun membantu Arjun.Indra menahan tubuh Niel.Namun Niel berusaha kuat memberontak,Indra masih kuat menahan badan Niel.
"Tenang Niel ! Tenang Kawan".Arjun berusaha menenangkan Niel yang mengamuk.Niel tak menggubris omongan Arjun sementara Arjun terus berusaha", Apa yang terjadi?",
"Tenang Niel ! Berhenti memberontak !",Bentak Indra yang masih menahan tubuh Niel.Niel semakin kuat meronta.
"PLAAKKK".Arjun terpaksa menampar Niel sekuat tenaga.Niel mendadak berhenti meronta,seketika badannya lemas dan terengah - engah.Ia pun berlutut di hadapan Arjun.Indra masih menahan Niel.
Raut muka Niel berubah menjadi merana. Arjun meminta Kakaknya melepaskan Niel. Tatapan mata Niel kosong. Arjun meraih badan Niel,Ia merangkul Badan Niel kemudian mengajaknya bersandar ke lantai.
Indra bersimpuh lantai,membiarkan Adiknya menenangkan Sahabatnya. Arjun merasakan getaran badan Niel mulai berkurang. Tarikan Nafas Niel mulai stabil. Ada Rasa menyesal dalam diri Arjun karena Ia terpaksa menampar Niel. Tapi,Ia melakukannya karena terpaksa agar Niel berhenti memberontak.
Arjun merasa Niel mulai tenang. Arjun belum tergerak mengajak Niel bicara. Niel menyadari bahwa Arjun merangkulnya untuk menenangkan dirinya. Tangan Niel memegang pergelangan Arjun. Arjun masih bergeming.
Niel memasrahkan badan lelahnya pada Arjun. Arjun merangkul Niel lebih erat,memberi rasa nyaman untuk Niel. Arjun melihat satu figura foto yang tergeletak pecah,tak jauh dari kaki kanannya. Itu adalah Figura foto Nira. Arjun mulai bisa menebak Apa yang terjadi.
" Aku seharusnya tidak melakukan hal ini. Aku seharusnya tidak melakukan hal ini. Tapi...",Niel bangkit dari badan Arjun,
"Apa yang terjadi padamu Niel?".tanya Arjun mengusap keringat yang ada di pipi Niel
"Aku lelah Arjun,Aku lelah dengan semua ini".Kata Niel terengah - engah. Indra keluar kamar untuk mengambil minum.
"Iya Niel. Ceritakan Apa yang baru saja kau Alami".Arjun membenahi Kaos Singlet Niel,
" Nira,Arjun. Aku menerima perlakuan mengejutkan darinya. Aku tak percaya Ia akan bersikap seperti tadi ", Niel berusaha mengatur Nafasnya.
Indra kembali ke kamar,Ia meminta Niel untuk minum Segelas Air putih. Niel menerima air itu,Ia meminumnya dengan rasa dahaga yang terasa luar biasa. Arjun tetap memperhatikan Niel.
Arjun meletakkan Gelas itu di sampingnya. Niel mulai terasa tenang.
"Aku tidak pernah menyakiti Gadis ini,Aku tidak punya niat untuk main - main dengan Gadis ini.Aku tahu ia punya pacar,Aku selalu menuruti permintaannya untuk mennjauhinya.hingga pacarnya memfitnahku dan aku tidak terima,aku pun membela diri...
Namun apa yang ku terima darinya...",jelas Niel masih dengan badan penuh keringat",Nira menamparku dengan keras.Aku hanya berkata pada pacarnya untuk membela diri.
Namun Nira menamparku.Aku sudah menuruti permintaannya,dan aku bisa bersabar menerima sikapnya padaku.
Aku bisa bersabar ia membohongiku bahwa ia memintaku menjauhinya karena ia ingin meluangkan waktu untuk temannya tapi ternyata ia mendekati orang lain.Aku sangat menyayanginya dan mencintainya,tapi kenapa ia sampai berbuat seperti ini padaku..."
"Kakak tahu perasaanmu Niel,jika kau menyayanginya dekatilah dia,pelan - pelan.Tetaplah ramah padanya.Ia tidak komitmen pada permintaannya sendiri..."
"Iya Niel.pelan - pelan dekatilah dia.Aku tahu Nira juga menyayangimu,Ia menamparmu untuk membuat Dandi puas melihat Nira membencimu padahal dalam hati ia sangat terpaksa melakukan ini.Aku dan Marvin selalu mendukungmu.",
"Terima kasih Arjun,Kakak.Aku sangat marah pada mereka tadi,Aku meluapkannya di rumah.Aku tidak bisa marah pada Dandi di hadapan Nira.Dan Akhirnya,seperti ini.."
"Jika itu yang bisa kau lakukan,lakukanlah Niel agar kau puas.Tapi lain kali jangan seperti ini,kasian ibumu.ia sampai panik dan memanggil kami...".
"Iya,Arjun maafkan Aku.Aku khilaf..".
" Lebih baik sekarang Kau istirahat,Teman. Aku sangat mencemaskanmu ",
"Iya Arjun,Tapi Kaki terasa agak lemas. Kumohon bantu Aku ",
" Baiklah",
Arjun membantu Niel berdiri. Ia memapah Niel berjalan menuju Ranjang. Arjun mendudukkan Niel di tepi Ranjang. Keduanya duduk berjejer.
Arjun meraih tangan Niel " Niel,Rasa Takutku membuatku berbuat Nekad. Tapi,Aku terpaksa melakukannya padamu. Maafkan Aku ,Niel ",
Niel melihat wajah Niel "Ada Apa Arjun ?"
" Aku terpaksa menamparmu tadi. Entah Apakah dirimu merasa atau tidak ? Entah Apakah dirimu dalam keadaan sadar atau tidak ,Aku mohon Maaf padamu.
Baru kali ini Aku melihatmu sangat kalut seperti barusan. Aku sangat takut,Niel. Kumohon Maafkan Aku,Kuharap Kau tidak Marah padaku ",
Niel langsung merangkulArjun " Tidak Arjun. Tidak. Semua akan baik - baik saja. Tetaplah selalu ada untukku bagaimana pun keadaanku. Terima Kasih,Arjun ", Niel melepas rangkulannya.
Arjun menyiapkan Bantal Niel untuk istirahat. Perlahan Niel merebahkan Badannya. Arjun tetap menunggu Niel hingga Ia tertidur.
Arjun dan Indra berhasil menenangkan Niel.Indra dan Arjun membantu bu Hani merapikan kamar Niel sementara Niel akhirnya tertidur.
***
Sementara itu,di sisi lain,Ia masih menatap tangan kanannya.Tetesan air mata jatuh di atas telapak tangan itu hingga membentuk genangan kecil.Ia masih meratapi tentang hal apa yang telah ia lakukan.Kedua pipi halusnya masih dialiri air mata.Ia masih terisak - isak dengan mata yang penuh air mata.Wajahnya basih.
***
Sementara itu,di sisi lain,Ia masih menatap tangan kanannya.Tetesan air mata jatuh di atas telapak tangan itu hingga membentuk genangan kecil.Ia masih meratapi tentang hal apa yang telah ia lakukan.Kedua pipi halusnya masih dialiri air mata.Ia masih terisak - isak dengan mata yang penuh air mata.Wajahnya basih.
Ia duduk di atas kursi yang ada di dekat jendela.Ia menatap ke arah luar.Daun berguguran di luar sana.Ia menunduk dan kembali merintih.
"Apa yang telah aku lakukan?kenapa aku sampai melakukan hal ini..."ujarnya lirih masih terisak - isak",Aku benar - benar tidak bermaksud melakukan ini...".Ia menarik nafas.Ia beranjak dari kursi.Ia mengambil satu figura foto yang berada di dalam lemari meja belajarnya, lalu ia membawanya di atas kembali duduk di atas kursi. Ia mengusap figura foto itu dengan tangannya yang basah.
Penyesalan menggantung dalam hatinya.Senyum dalam foto itu kian memberikan rasa sakit penyesalan dalam hatinya.Ia sangat mencintai anak laki - laki yang ada di figura foto itu,Niel.Ia mendekap figura foto itu dan merintih.
"Aku sungguh mencintaimu Niel,Aku sungguh menyayangimu,tapi kenapa hidupku harus seperti ini?".Ia menatap Foto Niel",Aku tidak bermaksud menyakiti dirimu Niel,Aku tidak ingin melukaimu dengan tanganku ini sayang.Kenapa aku sebodoh ini?
Kenapa aku harus terjebak dalam keadaan seperti ini.Aku ingin bersamamu Niel,Aku ingin bebas bersamamu Niel,Aku ingin merasakan saat bahagia bersamamu.Hanya denganmu Niel.
Andai kau ada di sini,Aku ingin memelukmu dan minta maaf atas kejahatanku.Aku terpaksa melakukan ini padamu...Aku tidak punya pilihan lain,Maafkan Aku Niel".
Lalu seseorang memanggil,Dandi.Nira pun bergegas menyembunyikan figura Foto Niel di kolong tempat tidur. Ia kembali duduk dan mengabaikan panggilan Dandi.Dandi memaksa masuk.
"Nira,sayang".Dandi masuk",Kau sedang...",Dandi terdiam sejenak melihat Nira",apa yang terjadi padamu sayang?".Dandi mendekati Nira.Nira tidak menggubris Dandi",Nira,kok diam saja,cerita dong,kenapa kamu menangis,senyumlah ada aku di sini..."
"Ku mohon Dandi,Aku tidak ingin bicara padamu saat ini...".
Dandi terkesiap",Hei,ada apa denganmu sayang?ada pacarmu di sini sayang,santai saja..".
"Ku mohon Jangan menemuiku untuk saat ini,Aku tidak ingin bicara denganmu saat ini...".
"Nira,sayang,Nira,Ayolah..Ayo bi."
"PERGILAH!!!KU MOHON...AKU TIDAK INGIN BICARA PADAMU SAAT INI..".bentak Nira pada Dandi.
"Kenapa kau membentakku Nira?!!".
"KU MOHON PERGILAH DANDI...".Nira mendorong Dandi
Mendengar Nira berteriak,Pembantu Nira masuk ke kamar Nira.
"Ada apa Non?Kok teriak - teriak...".tanya Pembantu perempuan paruh baya itu.
"Tolong bawa Dandi keluar..."
"Tapi Nira...Tapi.."
"Bibi,cepat bawa Pria ini enyah dari hadapanku..."
Bibi pun menarik keluar Dandi.Dandi tak memberontak.Keduanya pun keluar.Nira langsung mengunci pintu.Dan kembali menangis,Nira begitu tampak tertekan.
***
Seseorang mengetuk pintu Rumah Arjun,Indra pun membukanya.Hujan tak bergitu deras namun udara begitu dingin.
"Nira ?!".tanya Indra.
"Iya Kak,apa Arjun ada?".tanya Nira dengan wajah pucat.
"Arjun ada,,Ayo masuk kau pasti kedinginan...".
Nira menemui Arjun.Indra dan Arjun menyambut Nira di ruang tamu.Secangkir teh hangat disajikan Arjun untuk Nira yang kedinginan.
"Apa dia baik - baik saja sekarang,Arjun?Kumohon ceritakan keadaannya.Aku benar - benar menyesal telah menamparnya,tapi Aku tidak punya pilihan lain...".pinta Nira mengiba
Arjun melihat Indra.Indra mengangguk.
"Tepatnya dua hari yang lalu,saat ia tengah rapat bersamamu.Aku dan Marvin pulang tanpa dirimya.Aku tidak menghubunginya karena aku takut mengganggumu dan dia.Aku juga menyuruh Marvin untuku tidak menelpon,SMS,atau BBM dirinya.
Setelah Aku pulang mengantar Marvin dari Distro mencarikannya celana baru.Ibu Hani menelponku untuk datang ke rumahnya,Ibu Hani panik saat itu memintaku segera pergi ke rumahnya.
Aku dan Kak Indra langsung ke rumahnya.Dan ternyata Niel mengamuk di dalam Kamarnya.Ia mengunci pintu Kamarnya.Kami mendobrak pintunya.
Dan Aku terkejut melihat semuanya kacau di dalam kamar Niel.Baju berhamburan,Barang pecah,kertas dan buku berserakan,dan Ranjang yang berantakan
Niel kalap,Niep mengamuk seperti orang kesurupan.
Niel kalap,Niep mengamuk seperti orang kesurupan.
Aku berusaha menahannya,namun Aku tak cukup kuat.Kak Indra pun ikut menahannya.Aku berusaha menyadarkannya,Ia tak mendengarku.Terpaksa Aku menamparnya,"jelas Arjun panjang lebar,Nira tampak tercengang",Lalu badannya langsung lemas,Kaos dalamnya basah,Ia lelah.Ia mengeluh padaku.
Ia bilang ia tidak pernah menyakiti perasaanmu,tidak pernah menghina atau pun menghina...tapi kenapa ia sampai mendapat tamparan darimu padahal ia hanya membela dirinya yang diejek pacarmu.
So,Nira....",Arjun melihat Nira,Mata Nira basah",apa yang terjadi sebenarnya padamu?
Aku sudah membaca Dua diarimu yang kamu berikan kepada Niel dulu.Kau mencintai Niel tapi Kau terpaksa mencintai Dandi karena Dandi adalah teman Ayahmu.
Maaf Nira,Apa kalian berdua dijodohkan?".
"Tidak Arjun.Ayah hanya memintaku menjalin hubungan baik dengan Dandi dan keluarganya.Namun ternyata Sifat Dandi sangat posesif dan overprotektif,lebih parahnya Pecemburu..
Awalnya,Aku nyaman berteman dengannya.Tapi Dandi memaksaku untuk menjadi pacarnya.
Tapi,Jujur Arjun,Kak Indra,saat kami hadir di suatu acara,saat menemui temannya Dandi,Ia hanya bilang pada semua orang bahwa Aku adalah temannya.Teman yang tidak mau pisah denganku.Selama Ia bersama dengan temannya atau rekannya,Ia tidak pernah sedikit pun memikirkan diriku.
Ia makan pun tidak mengajakku,menikmati apapun ia sampai lupa padaku.Aku tanya mengapa alasannya selalu mengecewakanku.seolah - olah ia membawaku hanya sebagai sesosok boneka yang didandani sebagai pemanis pembawaannya...".
"Kau mencintainya?",
"Seseorang yang mencintaiku adalah orang yang bisa membuatku nyaman saat aku bersama dirinya.Di mana pun,kapan pun,Bagaimana pun keadaannya,Arjun.Dan sadar bahwa Ia sadar bahwa ia membawaku ke mana pun.
Aku terpaksa mencintainya,Arjun.Aku menyembunyikan ini dari Niel.Ada saatnya Aku menyukai dirinya,Ada saatnya Aku membenci dirinya.Terpaksa Aku bersikap baik padanya dan keluarganya..."
"Dan terpaksa Kau menjadikan hal ini alasanmu untuk meminta Niel menjauhimu ?".tanya Arjun ringan.
"Ya.Kau benar Arjun.Dia seorang Egois.Aku harus berusaha bersikap manis padanya dengan wataknya yang angkuh dan keras kepala itu.Sekali pun Aku harus berusaha membelanya apa yang terjadi,contohnya kejadian kemarin.Aku terjebak dengan keadaan ini Arjun...."
"Terus Bagaimana perasaanmu sebenarnya pada Dandi,Nira?"tanya Indra.
"Kak,Aku menyukai Dandi dengan sikapnya yang suka memberiku apa saja,peduli dengan keluargaku.Namun lama kelamaan sikapnya berubah,Dulu setiap hari Ia mengunjungiku.Namun akhir- akhir ini Ia seminggu tiga kali mengunjungiku.Aku tahu ia tak punya kesibukan apa pun.
Namun setiap datang padaku,kerapkali Ia marah padaku tanpa sebab yang jelas.seolah - olah aku menjadi pelampiasan amarahnya.Aku mulai tidak suka atas sikapnya yang mulai temperamental...Dan bagaiamana dengan Niel setelah Aku memintanya menjauhiku?".
"Awalnya ia tampak sedih menerima keputusanmu.Ia tampak patah semangat.Namun Aku berhasil memberinya semangat kembali.Jika satu orang menghilang dari hadapanmu,ada seribu orang yang ada di belakangmu yang siap menghapuskan rasa kehilanganmu.
Itulah yang aku katakan padanya Nira.Aku,Marvin,dan Kak Indra beberapa dari sekian banyak orang itu.Niel tidak begitu memikirkan apa yang telah terjadi padanya..."
"ternyata Aku tak seberuntung Niel,Arjun.Ia memilikimu dan Marvin yang selalu menemaninya..."
"Bagaimana denganmu Nira?".
"Ku kira teman - temanku akan suka pada Dandi.Namun Saat Aku mengenalkan Dandi pada Mereka,Dandi malah bersikap acuh dan tinggi hati.Justru Sikap Dandi malah membuat teman - temanku menjauhiku.
Banyak yang tidak menyukaiku.
Ada yang pernah bilang padaku 'Kenapa kau tidak bersama Niel lagi dia orangnya asik,lucu dan rendah hati.kalau aku sampai melihatmu lagi bersama laki - laki baru ini,mungkin inilah pertemuan dan pembicaraan kita yang terakhir.Karena Ia juga pernah bersikap tidak baik padaku'..Aku merasa tertekan dengan semua ini Arjun...".Nira mulai terisak - isak
Ada yang pernah bilang padaku 'Kenapa kau tidak bersama Niel lagi dia orangnya asik,lucu dan rendah hati.kalau aku sampai melihatmu lagi bersama laki - laki baru ini,mungkin inilah pertemuan dan pembicaraan kita yang terakhir.Karena Ia juga pernah bersikap tidak baik padaku'..Aku merasa tertekan dengan semua ini Arjun...".Nira mulai terisak - isak
"Niel masih tulus mencintaimu Nira...".kata Arjun berusaha menenangkan Nira
"Tapi Aku telah menyia - nyiakannya Arjun.Hingga Aku menyakitinya dengan tanganku sendiri.Aku menyesal Arjun".
"Tapi belum terlambat untuk mendapat cinta yang tulus itu Nira,dan kau tidak akan pernah terlambat untuk mendapatkan maaf dari Niel.Kau bisa mengubah keadaan..."
"Dengan diam - diam tanpa kau menampakkannya kepada Dandi.Kau bisa memanfaatkan perubahannya yang tiga kali seminggu ia mengunjungimu..."tambah Indra dengan senyum yang menenangkan.
"Iya Kak Indra,Arjun.Terima kasih sudah mendengar curhatanku dan memberiku solusi...."
"Ya Nira.Tidak hanya itu Nira,jujur aku tidak ingin melihat Niel patah hati kehilangan seseorang yang telah cintai untuk kedua kalinya,dan ia hanya mendapatkan bekas - bekas rasa kagumnya...".
"Maksudmu Kedua kalinya?Apa Niel juga pernah punya pacar..."
Arjun mengambil Hp nya dan menunjukkan sebuah foto yang ada didalamnya.Nira melihat foto itu.Seorang Cewek berfoto bersama Niel dan Marvin
"Kisahnya hampir sama denganmu dan Niel.Karena Cewek ini, Niel dan Marvin sempat bertengkar karena Mereka menyukai cewek yang sama yaitu cewek ini.Namun Akhirnya Marvin mengalah.
Dan sayangnya,Niel kecewa setelah ia tahu Cewek ini ternyata punya pacar.Niel juga pernah kecelakaan karena cewek ini gara - gara Niel habis berkelahi dengan pacar cewek ini hingga ia dibilang cowok nggak tahu diri suka ngembat pacar orang.
Niel kepikiran kata - katanya hingga ia tidak bisa konsentrasi mengendarai motornya dan Naasnya Niel jatuh terpleset dari Motornya.Namanya Nikita.."
"Lalu,di mana Nikita sekarang Arjun?kenapa ia tidak berhubungan lagi dengan Niel?"
"Niki,panggilan Akrabnya Nikita,Ia sudah meninggal karena penyakit paru - parunya,pacarnya bersama keluarganya membawanya berobat ke luar negri.Namun sayang,penyakitnya terlalu parah menggerogoti tubuhnya...".Jelas Arjun membuat Nira tercengang.
"Kasian sekali....".
Nira melanjutkan perbincangannya dengan Arjun dan Indra.Nira bicara lebih banyak lagi tentang pengalamannya bersama Dandi.Namun ternyata,di dalam kamarnya Indra,Niel mendengar semua curahan hati Nira kepada Arjun dan Indra.
Ia hanya terdiam dan menahan diri untuk keluar menemui Nira.Mendengar semua penjelasan Nira,kaki Niel terasa lemas.Ia perlahan berjalan mendekati ranjang Indra.Ia langsung duduk.Tatapannya kosong.ia tidak tahu harus merasa sedih atau senang.
***
Arjun mencari Niel berada.Niel menelponnya dan memberitahu dirinya berada Taman di pinggir jembatan.Arjun menyusul ke situ.
Niel duduk menyendiri di satu bangku.Ia terus memandangi lalu lalang kendaraan.Arjun datang dan langsung mendapatkan posisi Niel berada.Arjun duduk di samping Niel,membawakannya makanan.
"Aku tahu kau lapar Niel...".Arjun menyerahkan makanan
"Emmh...Iya,kau tahu juga".Niel menerimanya.Arjun mengajak Niel makan."Ku harap apa yang ia ceritakan itu adalah benar,Arjun...".
Arjun berhenti mengunyah",Ku harap kau juga tahu bagaimana perasaan Nira,kawan...Kau mendengar semuanya,bukan?".
"Ya..".Niel mengangguk.
"Ia sampai meneteskan Air mata,apa itu kurang membuktikan bahwa ia berkata yang sejujurnya?".Arjun melihat Niel.
"Maafkan Aku teman...".
"Niel,kawan,Kau bisa melihat Keputusan yang Nira ambil itu ternyata tak memberikan hasil yang baik untuknya.Justru sebaliknya.Aku merasa kasihan padanya.
Ia memintamu menjauhinya namun ternyata ia mendapat sikap yang buruk dari Dandi dan efek negatif dari teman - temannya.Semua orang membencinya,terlebih Dandi.Bagaimana denganmu Niel?".
"Aku tak seperti teman - temannya,Arjun".
"Namun,Ia sampai menamparmu,teman...".
Niel melihat wajah Arjun",Sekali pun ia menusukku dengan pedang,Aku tidak akan merasakan sakit.Setelah tahu bagaimana keadaaan yang terjadi sebenarnya.
Ia boleh menamparku dengan tangannya tapi aku tahu hati Nira bagaikan tertusuk dengan pisau tajam yang telah dilumuri racun.yang kita tidak bisa membayangkan bagaimana sakit rasanya.saat ia melakukan hal ini.
Ia terpaksa melakukan itu,agar ia tak mendapatkan perlakuan kasar lagi dari laki - laki egois itu",jelas Niel terbakar",Ia ingin membuat laki - laki egois itu puas menghancurkanku.Dia pria paling pecundang yang hanya bisa menggunakan Nira sebagai senjatanya untuk membalas rasa cemburunya itu Arjun...
Aku tidak marah untuk Nira yang menamparku,tapi Aku marah pada Laki - laki pecundang ini.Andai Nira tidak menamparku pasti ia akan lebih menyiksa Nira ".
"Nira mencintaimu kawan".Kata Arjun dengan tersenyum
"Aku juga mencintainya kawan...".Niel dengan berat tersenyum
"Aku akan membantumu memperbaiki keadaanmu dengannya Niel.karena saat dimana Nira merasa jenuh telah tiba...".
"Yaaa....Kau bisa memesankan satu meja di Cassino Cafe,Aku ingin mengajak Nira ke sana...".
"Kau Gila ?! Kau ingin memerasku atau menghabiskan uangku.Kau tidak tahu seberapa mahal tempat itu,kau tidak tahu seberapa mahal aku harus memesan meja di tempat mahal ini".
Niel tertawa geli"First class,plissss"
"Oh...",Arjun menepuk Dahinya",Kau ingin membunuhku Niel ?"
"Kau sahabat terbaikku Arjun".Niel merajuk",plisss...".
Arjun menarik nafas",Okey,first class....Aku akan mengajak Kak Indra,Marvin,dan Malika untuk patungan.Kita akan memesan satu meja.bersama.Kita akan ke sama bersama...".
"Haaaaahhhh!!!"".
Arjun tertawa geli merangkul Niel.
****
Sincerely,
Salaam-E-Dostana
Fajar Adi
Komentar
Posting Komentar