Salaam-E-dostana Bab 7




Kedua hati itu telah terisi oleh bayang -bayang sosok cewek yang sangat mempesona yaitu Nikita.Nikita yang ramah,ceria dan bersahabat membuat mereka bersemangat untuk saling menyayangi.Mereka bersahabat Namun Apa yang mereka lakukan melebihi dari Persahabatan.

Niel menyayangi dan sangat perhatian pada Nikita,begitu juga Marvin.Namun berjalannya waktu,hati Nikita condong kepada Niel.Nikita mempunyai perasaan tersendiri pada Niel.Nikita senang bersahabat dengan Marvin,namun Nikita memendam perasaan tersendiri terhadap Niel.

Perlahan Nikita menunjukkan sikapnya yang berbeda pada Niel.Ia selalu senang berada dekat Niel,namun ketika Marvin mendekati Nikita,Nikita selalu berusaha menghindari Marvin dengan halus.Keadaan mulai terasa kontras di antara Mereka.

Dan hingga suatu ketika,Marvin menemui Niel di sebuah kedai yang berada di pinggir suatu jalan.Niel mengajaknya berbicara.tanpa kehadiran Arjun.

"Ada apa kawan?".Tanya Marvin duduk di hadapan Niel.

"Ah...nggak apa - apa,buatlah dudukmu nyaman Marvin...".Niel mempersilakan Marvin sambil memainkan hp nya.

 "Ya,Ya....O ya Mana Arjun?ku kira dia sudah sampai di sini...",

 "Dia masih di jalan,Aku sudah memesankan minum untukmu,kau tunggu saja....".

"O terima kasih.Lalu kau ingin ngomong apa Niel?tumben sekali..."

"Intinya tentang Nikita,temanku....".Niel menaruh hp nya,

"Nikita?Maksudnya?ada apa?".

 "Dia bilang,Dia mulai merasa tidak enak denganmu.Maksudku Dia mulai merasa tidak nyaman denganmu.Ia selalu menghindar darimu...".jelas Niel dengan nada berat.

Marvin terdiam.Ia agak terkejut mendengar apa yang Niel katakan.

"Ia tidak berani berkata di hadapanmu,dan Ia memintaku untuk mengatakan ini padamu...tolong jauhi Nikita,Marvin...",

"Apa?!Apa maksudmu?!".Marvin kaget

"Ia tidak nyaman saat kau berada di dekatmu.Ia ingin kau jaga jarak dengannya...."

"Nikita ingin aku menjauhinya,tapi Aku menyayanginya Niel.Aku tidak bisa jauh darinya,Ia selalu memberiku semangat.Namun kenapa?".Marvin tidak bisa menerima apa yang Niel katakan.

 "Aku juga begitu Marvin,Namun Nikita lebih menyayangiku...".

"Karena itu ??.".

"Yah!!".

 "Tidak,tidak...Aku tidak bisa...".Marvin mulai gemetar.

 "Kumohon Marvin,ini permintaan Niki...kau harus menyanggupinya..".

"Tidak Niel,Tidak Niel...Aku juga lebih menyayanginya...".Marvin membuang muka.

"Tidak bisa Marvin,dia lebih memilihku..daripada dirimu,dia lebih menyayangiku",Niel berdiri dengan mengeraskan suaranya",Dia lebih nyaman bersamaku,dia lebih suka berada di dekatku tanpa kehadiranmu Marvin...Kau harus menerima itu Marvin,Aku tidak bisa membantah permintaan Niki...".

"Namun Aku tidak bisa menghilangkan perasaanku pada Niki,Niel..."

 "Kau harus berusaha menghilangkannya,Marvin".

"Kau memaksaku?!".tanya Marvin juga berdiri dan menatap Niel tajam

"tidak..aku hanya memintamu,Kau harus bisa menjauhi Niki dan menghilangkan rasa itu pada Niki...".Niel pun tak mau kalah

 "Dan bagaimana jika Aku tidak bisa ?Aku juga akan berusaha merubah perasaan Niki...".Jelas Marvin dengan tatapan yang nanar.

Emosi Niel pun memuncak,Niel menatap Marvin dengan penuh Amarah.Ia hendak menampar Marvin namun seseorang sontak menahan tangan Niel.

"hanya Karena Cewek ini,kalian sampai bertengkar???".Tanya Indra masih menahan Tangan Niel",hanya karena cewek ini kalian saling membesarkan rasa cemburu kalian..."Indra menghempaskan tangan Niel.Arjun berdiri di belakang Indra.

"Baiklah Niel,Aku mengalah!!!".Kata Marvin dengan Mata yang basah",Aku tahu maksudmu,sejak awal.Nikmati Nikita sepuas hatimu!!Aku tidak akan mengganggunya,begitu pun dirimu!!!".Marvin langsung beranjak dari Meja itu.Ia berjalan dengan cepat.Arjun pun mengikutinya.

Merasa diikuti,Marvin pun berlari dengan rasa sakit di hatinya.Arjun pun berlari mengikuti Marvin.Marvin berlari ke alun -alun kota.Di situ Ia selalu menumpahkan kesedihannya.Ia merasa bahwa Sahabat tidak bisa memberinya apa - apa lagi,karena Ia telah memperolah perlakuan seperti ini,dari Niel.Ia tidak tahu sebabnya,dan Ia tak ingin berburuk sangka pada Niel.

Di alun - alun ada sebuah telaga,Ia lelah berlari dan Ia pun berjalan.Ia lalu duduk di sebuah Kursi di bawah pohon yang rindang.Ia melihat suasana telaga itu.Matanya masih basah.Badannya pun lesu.Ia termenung sangat lama.Meratapi apa yang telah terjadi padanya.



Akhirnya Arjun bisa menyusul Marvin.Ia mengatur nafasnya sambil mendekati Marvin.Arjun tahu apa yang terjadi saat ini.Dan Apa yang ia khawatirkan pun terjadi.Ia khawatir kalau sampai Mereka bertengkar karena Nikita,karena beradu ego masing - masing.

Angin menerpa wajah Marvin yang masih termenung.Arjun mengusap pundak kanan Marvin dengan halus.Ia duduk di samping Marvin.Arjun tahu jurus apa yang harus Ia lakukan untuk menguasai keadaan Sahabatnya,termasuk Marvin.

Ia melihat wajah Marvin,begitu pun Marvin.Arjun menggeleng dan tersenyum.Ia merangkul Marvin.Marvin memasrahkan kepalanya di bahu Arjun.Ia menumpahkan kegundahannya pada Arjun.Ia masih mempunyai Arjun di saat Ia sedih.

"Aku tidak pernah menyakitinya,Arjun.Aku tidak pernah membuatnya tidak nyaman,Arjun.Aku tidak pernah berkata buruk padanya Arjun....",Marvin agak terguncang",dan Aku..tidak pernah berniat untuk merusak hubungan Mereka...Aku hanya ingin berteman pada Niki,Namun Aku juga menyukai Niki,Arjun.Apa itu salah Arjun?"

 "tidak ada yang salah padamu,Teman"

Arjun melihat telaga",perasaanmu terhadap Niki itu wajar Marvin,Perasaanmu berada di tempat yang tepat,Namun orang lain berusaha untuk memaksa menghilangkan rasa itu Marvin,Orang lain berusaha merebut tempat untuk dirinya.."

"Tapi Niel bilang,Niki memintaku untuk menjauhinya...".

 "Marvin,itu kata Niel,tapi kita tak tahu apa yang terjadi di antara Mereka.Niki lebih menyayangi dan menyukai Niel.Niki tidak membencimu Marvin,hanya Ia tak tahu bagaimana caranya mendapat kelonggaran dari dirimu yang selalu mendekatinya,Ia pun meminta tolong Niel untuk bicara padamu.Itu yang bisa Aku jelaskan,walau Aku tak mengerti sebenarnya..".

"Keadaan telah memberi bukti,Arjun".Marvin mengangkat kepalanya,ia juga melihat telaga.Angin membuat gelombang kecil di permukaan air telaga itu.

"Yaaah...Perasaan Niki kita juga tidak tahu".Arjun melihat Marvin.

"Aku tidak bisa menerima sikap Niel,Arjun.Ia sampai mau menggamparku....". Marvin menoleh ke Arjun dengan mata yang basah.

"Itulah Niel,Marvin...Ia agak mudah terpancing emosinya.. ".Kata Arjun tersenyum berusaha meredakan kegundahan Marvin.

 "Aku tidak akan mengganggunya besok,dan Aku tidak akan bicara dengannya.Ia memintaku untuk menjauhi Nikita.Dan Aku akan menjauhi Niel juga...".

"Kumohon Kau jangan dendam padanya,Marvin...".

"Kau selalu mengajarkan padaku untuk tidak menanam dendam di dalam hatiku...".

Arjun pun mengajak Marvin beranjak dari tempat itu dengan Perasaan Marvin yang mulai membaik.

Namun Marvin tetap akan memperhatikan Nikita dari jauh tanpa menghilangkan perasaanya terhadapnya.

***

Suatu ketika saat pulang sekolah,Nikita mengejar Niel.Mereka saling bercanda.Mereka berlari di sepanjang trotoar.Membelah lalu lintas orang yang berjalan di situ.

Tiba - tiba,Nikita merasakan sakit di bagian dadanya.Ia pun berhenti dan mengerang kesakitan.Niel berhenti,Ia berbalik dan terkejut melihat apa yang terjadi pada Nikita.Ia segera menolongnya.

"Apa yang terjadi Niki?".tanya Niel panik

"penyakitku kambuh..".

"Penyakit?kau sakit apa?kau tidak pernah menceritakannya padaku..."

"tolong bawa aku ke rumah Niel...cepat...".pinta Niki kesakitan.

Dengan sigap Niel mencegat taksi dan membawa Niki pulang.Ia sangat khawatir terhadap keadaan Niki.Niki terus mengerang.

Bersama Pembantu rumah Niki dan Tukang kebun Niki,Niel memasukkan Niki ke kamarnya.Baru pertama kali ini Niel masuk ke kamar Niki.Pembantu Niki langsung memanggil dokter.Sesekali Niel melihat keadaan Kamar Niki sambil menolong Niki.

Dan mata Niel tertuju pada sebuah foto.Foto Niki yang berpelukan dengan seorang cowok,dan foto cowok yang sama terpasang di dinding kamar Niki lumayan banyak.Namun bukan foto Niel.

Beberapa hari kemudian,Niki akhirnya membaik dan masuk sekolah.Saat istirahat siang,Niel pun mengajak Niki makan siang di kantin.

"Kau sangat suka makanannya Niki??"

 "Iya,Niel.Terima kasih..."

"O ya ngomong - ngomong,kemarin pas aku di dalam kamarmu,Aku melihat fotomu dengan seorang cowok,kalo boleh tahu itu siapa Niki?",tanya Niel polos.Niki pun berhenti mengunyah.Ada sesuatu yang disembunyikan oleh Niki

"Oh,itu temenku.Kami juga berteman akrab,saking akrabnya Ia sudah kuanggap seperti kakakku sendiri...memang kenapa Niel?".jelas Niki

"Nggak apa - apa Niki,aku hanya ingin tahu saja..."
 
"Ya,ya...".

Niel masih penasaran dengan sosok cowok itu,Mereka begitu mesra di foto.Niel ingin tahu siapa sebenarnya cowok itu.

Di suatu sore,saat Niel bermain ke rumah Niki.Akhirnya Cowok dalam Foto itu hadir di hadapan Niel dan Niki.Niki terlihat tampak lain sikapnya,tampak gugup.

"Hai Niki,sayang...".sapa cowok itu,Nanda namanya.
"Hai juga sayang...".Niki tampak kurang nyaman menghadapi keadaan ini.
"dia temanmu?". Niki melihat Niel dengan grogi.
"I...i..iya....sayang..kamu nggak kuliah sore ini?",Niki berbasa - basi mengatasi gugupnya.Ia sesekali melirik Niel.
"Oh ini yang ada di foto itu,Dia temanmu juga kan Niki...".kata Niel menunjuk Nanda

Nanda kaget mendengar kata Niel. "Sayang,kau menganggapku teman?padahal kita...".
 "Tunggu sebentar ya,sayang...".Niki berdiri berusaha menenangkan Nanda.
 "Maksudmu?Aku kan pacarmu,apa kau...".

Niki mengajak Nanda menghindar dari Niel.Niki berusaha menjelaskan semuanya pada Nanda.Niel tampak penasaran apa yang terjadi pada kekasihnya,Niel pun menguntit Niki dan Nanda.

Terjadi sedikit pertengkaran di antara Niki dan Nanda.Niel mendengar semua yang dipertengkarkan mereka.Nanda meminta Niki untuk jujur,Nanda sudah berpacaran dengan Niki semenjak kelas 3 SMP semester awal.Nanda sangat mencintai Niki,Nanda pernah meminta syarat pada Niki untuk tidak menjalin satu hubungan spesial dengan seorang cowok.Namun Niki melanggarnya,Niki mencintai Niel.

Nanda mengetahui Niel sedang mengintipnya,Ia pun mendatangi Niel dan mengusirnya.Niel tidak terima atas sikap Nanda.Mereka hampir berkelahi namun Niki melerainya.Niki meminta Niel pulang.



Niel pun merasa sakit hati atas kejadian itu,Ia pun pergi ke rumah Arjun.Di tengah perjalanan Gerimis pun turun,barulah hujan turun saat Niel masuk ke rumah Arjun.

Niel duduk terdiam di ruang Makan Arjun.Arjun duduk di sebelah Kanan Niel.Niel masih tidak menyangka atas sikap yang telah ia terima dari Niki dan Nanda.

"Hujan sangat deras Niel,Kau kedinginan tidak ?".tanya Arjun memecah keheningan
 "Tidak...".Jawab Niel singkat dan berat
"Yaaa...Ku harap kau baik - baik saja...".
"Kau tidak usah berharap pun Aku baik -baik saja,Arjun...".

Arjun lalu membuatkan teh untuk Niel.Niel masih terdiam dengan tatapan kosong.

"Dari awal aku kagum padanya,Dan sejak saat itu pula Aku menyayanginya dan mencintainya.Aku selalu memberikan waktu untuknya,Aku selalu memperhatikannya.Aku selalu membuatnya bahagia,Aku tidak pernah menguncupkan senyumannya.Aku tidak pernah mengubah Wajah Ceria itu menjadi wajah yang muram...Dan,Aku...".Niel melihat Arjun.Arjun pun begitu",Aku selalu mencurahkan semua kebahagiaanku untuknya,dengan harapan Ia juga mencintaiku juga,Ia hanya mencintaiku juga.Aku selalu tulus melakukan itu semua...".

Arjun menyajikan secangkir teh hangat di hadapan Niel.Arjun duduk dan mendengarkan semua keluhan Niel. "Aku harap Ia juga tulus mencintaiku seorang.Namun,Apa yang telah kulakukan dan kuberikan padanya,seperti tak ada artinya,semua itu terbukti hari ini...Dia membohongiku sekali,Aku sangat merasakan sakit hati,Arjun...".Niel menoleh ke Arjun.
"Apa yang terjadi Niel?". tanya Arjun merendahkan nadanya.
"Aku melihat fotonya bersama cowok lain,Aku tanya siapa dia Niki menjawab dia adalah Teman akrabnya yang sudah ia anggap seperti Kakaknya sendiri.Namun itu bohong,dia adalah Pacarnya.Tadi kami bertemu,dan Mereka bertengkar,Aku juga bertengkar dengannya hingga Ia mengusirku dan memintaku untuk menjauhi Niki....Namun Niki tak berbuat apa - apa,Ia hanya diam dan memintaku pulang...".Mata Niel basah,"Andai Marvin ada di sini,Aku ingin memeluknya dan meminta Maaf padanya.Aku sangat bersalah padanya,Apa yang Aku lakukan pada Marvin sekarang Aku mengalaminya juga,Mungkin waktu itu aku tidak tahu seberapa hancurnya Hati Marvin saat aku memaksanya menjauhi Niki,dan sekarang Aku merasakan apa yang Marvin rasakan...Ku harap dia tidak Marah padaku,Arjun".
"Yang berlalu biarkan berlalu Niel.Marvin ada acara keluarga di luar kota untuk beberapa hari,Mungkin dia sangat sibuk karena Ia juga ikut mempersiapkan acara ini...".
 "Dan kuharap dia tidak dendam padaku,Arjun atas sikapku waktu itu...".
"Tidak Niel,dia tidak seperti itu.Ia hanya syok saja saat itu...Aku sudah menenangkannya...".
"Dia pasti tidak mau berbicara denganku lagi...".kata Niel lesu menunduk.
 "Tidak,jika kau yang mengajaknya bicara dan kau meminta maaf padanya.Kalian bersahabat,Kita bersahabat,ini adalah cobaan persahabatan kita teman...Aku akan membantumu,Niel.Dan dengan siapa lagi nanti dia akan belajar Matematika jika tidak dengan dirimu..Kau selalu menyukai wajahnya yang kebingungan kan saat ia belum paham soal - soal...."
 "Kau benar.Aku sangat merindukan Marvin,Arjun...". Niel menengadah mengedipkan matanya.
"Dengan meminum teh mu akan membuatmu lebih baik,Niel..".Arjun mengajak Niel meminum tehnya.
"Emmh...Kau selalu begitu,Arjun".Niel tersenyum pucat dan meminum tehnya.Hujan masih gerimis di luar sana.

***

Semenjak itu Niel mulai menjauhi dan menghindari Niki.Namun Niki terus mencarinya dan mendekatinya.Niki terus bertanya padanya tentang sikapnya yang berubah namun ia selalu mengalihkan pembicaraan.

Rasa kagum itu menjadi rasa sakit yang Niel rasakan karena Kebohongan Niki.Semangat itu pun padam karena Kebohongan Niki.Dan semenjak itu Niki selalu diantar dan dijemput oleh Nanda.Namun Niki merasa tidak nyaman karena Niel masih bersikap lain padanya.Niki terus mengejar Niel karena rasa penasaran akan perasaan Niel terhadapnya sekarang.Keadaan pun berbalik sekarang.

Pagi ini Marvin berangkat ke sekolah sendiri.Marvin telah menghapus perasaannya terhadap Niki.Dan sampai di depan Pintu kelas,Ia bertemu Niel dan Arjun.Marvin melihat Niel.Marvin telah berhasil menyembuhkan sakit hatinya.

Niel memperhatikan betul wajah Marvin.Penyesalan yang besar menggantung di hatinya.Ia serasa ingin memeluk Sahabat yang telah ia lukai perasaannya itu.

Marvin melihat Arjun.Arjun tersenyum dan mengangguk.Bola mata Arjun beralih tertuju pada Niel.

"Aku masih belum paham tentang Trigonometri...Aku masih bingung tentang Sin,Cos,Tangen dan Cotangen...Maukah kau mengajariku materi ini?".tanya Marvin dengan nada polos kepada Niel.Dan Penyesalan itu pun sirna di hati Niel,karena sikap Marvin.Niel langsung memeluk Marvin.Ia tidak menyangka Marvin akan berbicara dan tidak marah padanya.Arjun mengusap punggung Marvin dan Niel.Ujian persahabatannya kali ini telah selesai.

Niel melepas pelukannya.Mulai banyak siswa yang lalu lalang di lobi kelas.Arjun melihat kedua sahabatnya.
"Kalian hebat,Kalian hebat,Kalian sahabatku...".

Sore di rumah Arjun,Niel menceritakan semuanya pada Marvin tentang apa yang Ia alami bersama Niki.Mereka berkumpul di teras depan.

"Aku menyesal Marvin,Aku menyakiti hatimu hanya untuk mendapatkan Niki,Namun Akhirnya juga Aku mendapat rasa sakit melihat kenyataan yang terjadi...".Niel berdiri di sebelah kanan tiang dan memandang langit biru sore ini",Kawan,Bukan untuk luka ini Aku membakar Ego dan Amarah ini.Bukan untuk rasa sakit ku dapatkan ini Aku membuatmu sakit hati karena sikapku...".
 "Emmmhhh...".Marvin tersenyum",Dan bukan untuk kebohongan itu Aku membesarkan Ambisiku yang Aku tunjukkan padamu.Bukan untuk mendapat senyum palsu itu Aku menunjukkan kebohongan padamu tentang Ambisiku...".Marvin berdiri di samping Niel.
 "Bukan untuk kegilaan ini Aku merusak kekuatan kita,Persahabatan kita....".tambah Niel.
 "Dan Bukan untuk Mengetahui Api amarah mana yang lebih besar Aku menenangkan Kalian...Bukan untuk menciptakan kelemahan ini Aku mengambil tindakan Untuk Persahabatan kita...".Arjun hadir di samping Marvin.
 "Dan besok akan ada Karnaval di pusat Kota,Aku akan ke sana....".Niel merusak Suasana yang begitu tenang itu.
 "NIEEEEELLL ?!!!".Arjun dan Marvin melihat Niel.
 "Jangan pergi sendiri tanpa Aku !!".tambah Marvin
 "Kalian pasti tidak akan melewatkan momen istimewa kalian tanpa Aku...".tambah Arjun.

Mereka pun tertawa.

Mereka membelah kerumunan orang yang memadati jalan protokol kota ini,saat ini.Suasana karnaval begitu ramai,ribuan Manusia berkumpul di sepanjang jalan itu.Berbagai Macam Atraksi ditunjukkan.

Niel mengajak Marvin dan Arjun berdiri di sebuah Pohon.Karnaval masih berjalan,Mereka larut dalam kemeriahannya.Mereka menikmati jalannya Acara itu.Tak sengajal Niel melihat Niki bersama Nanda di seberang Jalan,Niel memberitahu Arjun dan Marvin.Niel berbisik pada Arjun dan Marvin.

"Mungkin Rasa cintaku telah pergi,dan Aku masih mencari tujuannya untuk siapa...Tapi Cinta akan menemukan Jalannya Teman".
 "Tak perlu menunggu kapan kan tiba saatnya,Cinta akan menemukan jalannya,Di mana pun dan kapan pun...".Arjun menambah.
"Ketika Hatimu hendak mengatakan sesuatu,Meski kau merasakan kegundahan,ungkapkan Karena kau tidak akan pernah bisa menyembunyikannya sampai kapan pun...".Marvin mengakhiri momen bisik - bisik itu.

Mereka menyaksikan Karnaval sampai selesai.Arjun pulang duluan karena Pamannya datang mencarinya.Lalu Marvin,Ia ada acara ulang tahun Sepupunya.Dan Akhirnya Niel.

Di rumah Arjun,Arjun menyambut kedatangan Paman dan keponakannya.Indra mengajak mereka makan.Arjun menyambut mereka dengan meriah.

"Kalian melihat karnaval tadi?".tanya Indra memberi Arjun minum.
"Yaaah,Ramai sekali...".Arjun menerima dan meminumnya.
 "Mereka baik - baik saja Kan?".
 "Ya,mereka...".Tiba - tiba Telfon Arjun berdering.Ia mengangkatnya.Marvin menelpon",Apa?!!!....tidak mungkin?!!,"Arjun tampak terkejut",Iya Aku akan ke sana sekarang...".
 "Kenapa Dek?".
"Niel Kak?!...Niel..Dia...".Arjun berubah panik.
 "Iya kenapa?".
Arjun langsung mengambil jaket dan mengajak Indra ke rumah sakit yang di maksud Marvin.

"Bagaimana dengan Paman dan Mereka Kak?".tanya Arjun di dekat tamunya.Ibu dan Ayah Arjun di situ.
"Ada apa Nak?,Kau mau ke mana?Kau tampak panik?".tanya Ibu Nawang,Ibu Arjun pada Arjun.Indra membisiki ibunya",Astaga,Ku harap dia baik - baik saja...Pamanmu Akan menginap untuk beberapa hari di sini Arjun,Indra".
"Jadi,kami boleh pergi bu?".
"Iya sayang,Ibu Hani akan sangat membutuhkan kalian...".

Arjun dan Indra bergegas ke rumah Sakit.Tiba di rumah sakit.Arjun langsung mencari Marvin di ruang UGD.

"Awalnya kami bersama,Kak.Lalu Ayah menelfon karena Paman datang,Aku pulang.setelah itu Aku nggak tahu,Marvin sms padaku Ia mengundangku datang ke ulang tahun sepupunya tapi Aku tolak.Dan Niel...".jelas Arjun saat berjalan di sepanjang Lobi dengan perasaan was was
"Iya Iya dek,Tenang tenang...".

Marvin telah menunggu di kursi tunggu di samping pintu ruang UGD. Arjun dan Indra sampai.

"Tiba - tiba Niel menelfonku,Aku jawab namun orang lain yang menjawab.Ia menjelaskan Bahwa Orang yang punya Nomer ini kecelakaan dan terluka parah.untung orang ini baik,ia membantuku membawa Niel ke sini dengan beberapa Orang...".jelas Marvin gemetar
"Bagaimana keadaannya?".tanya Arjun penasaran",ku harap di baik - baik saja".

Lalu Dokter keluar dari Ruang UGD,Mereka bertanya pada dokter tentang keadaan Niel.Dokter mempersilahkan Mereka melihat Niel.Dan di ruang UGD,Arjun mendapati Kaos putih milik Niel yang tergantung dengan penuh darah.Mata Arjun basah,Ia syok melihat apa yang terjadi pada Niel.Indra tak tahan melihat keadaan Niel.Marvin hanya berdiri dan terdiam melihat tubuh Niel yang penuh luka dan perban.Kelopak Mata kirinya mendapat beberapa jahitan.Niel masih mengenakan Kaos dalam dan penuh merahnya darah.

Arjun mendekati Niel yang tak sadarkan diri.Niel bernapas dibantu selang pernafasan.Arjun melihat Marvin yang berwajah basah.Arjun menggenggam tangan lemah Niel.Ia memejamkan mata,Air matanya menetes di atas tangan Niel.

"Allah tahu yang aku rasakan,Allah akan menyembuhkanmu segera,Temanku...".Arjun menengadah sambil menggenggam tangan Niel.Tangan Marvin pun menggenggam Tangan Arjun dan Niel.

"Allah tahu yang kita rasakan,Allah akan menyembuhkan sahabatku ini dengan segera,dan Allah akan mengembalikan keceriaan kami segera...",Marvin merangkul Arjun,untuk sedikit menenangkan Arjun.

Indra juga menggenggam tangan ketiga Adiknya itu. 
"Allah akan menyembuhkan Adikku ini segera,Allah akan membuat segalanya lebih baik...".

"AMIEN....".

Keluaraga Niel pun syok setelah tahu Niel mendapat Kecelakaan yang membuatnya terluka parah.Terutama Ibunya,Beliau sangat terpukul.Arjun dan Marvin selalu berusaha menghibur Keluarga Niel.

Arjun selalu menjaga Niel di rumah sakit,begitu pun Marvin.Malam ini Arjun menjaga Niel.Dan tak sengaja Niel pun mengigau menyebut - nyebut nama Nikita,Arjun pun terbangun.Ia berusaha menenangkan Niel.


Siangnya Arjun menceritakan Niel yang mengigau.Kecelakaan yang menimpa dirinya mungkin ada sangkut pautnya dengan Nikita.Malam berikutnya Niel juga mengigau dan menyebut nama Nikita,sambil menangis - nangis tanpa sadar.Dan Arjun meminta Marvin untuk menemui Nikita,untuk membujuk Nikita menjenguk Niel.Karena dengan Nikita menjenguk Niel siapa tahu keadaannya akan membaik.

Akhirnya Marvin mencoba menemui Nikita,Namun Ia harus melalui perdebatan dengan Nanda.Marvin bisa bicara dengan Nikita.

Dan suatu ketika Arjun dan Marvin menunggu Niel di Rumah Sakit.
"...berbicara dengannya memang susah,Arjun.Aku sempat berdebat dengan pacarnya juga untuk bisa menemuinya.setelah Aku bicara bahwa kedatanganku untuk menolong Niel karena Keadaannya,Nikita langsung mengajakku bicara.

Penyakit  Nikita tengah kambuh,dan memburuk keadaannya.Tubuhnya pun berubah menjadi lebih kurus,Wajahnya pucat.Ia akan berobat keluar negeri,dan Pacarnya juga akan ikut mengantarnya.

Ia juga memberi tahuku tentang umurnya yang tidak akan lama lagi di dunia ini...".

"Maaf Marvin,Aku memotong,Nikita kan hendak berobat ke luar negeri,tapi kenapa ia berkata seperti itu?...".potong Arjun

"Entahlah Arjun,mungkin karena penyakitnya sudah parah dan tidak ada dokter spesialis yang bisa mengobatinya,Nikita pun menyerah pada keadaan.Kepergiannya ke luar negeri untuk mengobati penyakitnya yang kambuh saat ini....".Marvin menengok Niel.

"Kau sudah memintanya untuk menjenguk Niel,Marvin?",

"ini masalahnya,Kedatanganku ke Nikita sudah terlambat.Aku sudah berkali - kali memohonnya untuk menengok Niel,namun Ia tidak bisa,Pacarnya juga mempertegasnya padaku.Aku memohon lagi tetap tidak bisa,Nikita akan berangkat besok dan sudah membuat persiapan yang lengkap...".

"Kasian Niel,Marvin...".Arjun menoleh ke Niel yang masih terbujur lemah.

"Aku sempat bertanya tentang perasaannya pada Niel,Ia menjawab,Semenjak Niel hadir di hidupnya,Perasaan Nikita berubah,Niki sangat mencintai Niel,dan hendak memutuskan hubungannya dengan Nanda,Namun karena Nanda terlalu melindunginya dan takut kehilangan Niki,Niki pun hanya menyimpan perasaannya terhadap....".Marvin terdiam melihat Niel yang telah memperhatikannya sejak tadi.Marvin tak meneruskan penjelasannya.

Marvin menunduk,Arjun tahu keadaan ini.Niel berusaha meraih lengan Marvin.Badannya terasa remuk.Ia berusaha untuk bangkit.Marvin membuang muka,Ia tidak bisa membayangkan perasaan Niel yang mungkin telah mendengar apa yang Ia jelaskan di depan Arjun.Marvin tetap diam.

"Kau ingin duduk teman?",tanya Arjun membantu Niel duduk.Arjun menopang badan Niel.Niel sudah tidak memakai selang pembantu pernafasannya.

Niel meraih tangan Marvin.Marvin pun menoleh ke arah Niel.Wajahnya basah.Niel dan Marvin saling menatap,agak lama.Marvin menggenggam tangan kanan Niel dengan terisak - isak.Ia menggeleng.Niel meraih bahu Marvin dan mengusapnya.Arjun melebur dalam suasana sedih ini.

Niel menghapus air mata Marvin.
"Terima...Kasih,Mar..vin...".kata Niel terbata - bata.
"Maafkan aku teman,Aku hanya bisa berusaha sampai di sini.Aku terlambat...".Kata Marvin terisak - isak.
"Aku..mera..sa lega.Aku bisa melepaskannya,Aku merasa bebanku sudah hilang...".
"Tapi Kau mencintainya,Niel.dan dia.....".
"Emmmhhh...",Niel tersenyum pucat",Perasaannya memang berubah untukku.Tapi cintanya yang sebenarnya bukan untukku...Aku baik - baik saja,Marvin...".
"Dia tidak akan ada lagi untuk kita Niel...".Marvin masih menggenggam tangan kanan Niel
"Tapi Kalian akan selalu ada untukku Marvin,Maafkan Aku jika Aku pernah menyakiti perasaanmu Marvin dan aku telah hampir melupakan persahabatan kita...".Niel juga menggenggam tangan Arjun,Ia menoleh dengan senyum pucatnya ke arah Arjun.Arjun terharu melihat Niel.
"Iya,Niel....".
Senyum Niel yang menunjukkan rasa bangganya itu ia curahkan untuk kedua sahabatnya.


Salaam-E-Dostana
sincerely,


Fajar Adi
U

Komentar

Postingan Populer