PAINLESS THE SERIES (PAINLESS 2)



"Kau masih ingat kan ?...kau pernah mendengar apa yang aku katakan padamu,Aku ingin kau selalu ada untukku.Baik saat bahagia maupun sedih.Kau akan selalu menghiburku di saat aku sedih dan terpuruk.


Kau juga sanggup berjanji untukku.Kau berjanji untuk menjadi sahabat terbaikku.Kau masih ingat kan ?Kau masih ingat semuanya kan ?,Sahabatku....".kata - kata itu membuatnya tersadar dari lamunannya.Ia pun beranjak dari tempatnya dan pergi ke suatu tempat.

***
Ia berbaring di ranjang ruang donor darah ini.Dokter langsung mengambil sebagian darahnya.Ia melihat kantung darah yang kosong itu mulai dipenuhi tetesan - tetesan darahnya.Ia menarik nafas dan memejamkan mata sejenak.Ruangan itu sangat tenang.Ia menutup matanya dengan tangannya.Perasaannya berkecamuk.Sedih,Marah,khawatir dan takut bercampur jadi satu.
Setelah selesai proses pengambilan darahnya.Ia langsung keluar dari ruangan itu.Tak sengaja Ia melihat seorang wanita duduk di dekat ruang operasi.Wanita muda itu menangis dan merintih di temani seorang wanita tua.Ia memandanginya agak lama.Lalu ia pergi meninggalkan tempat itu.entah perasaan apa yang harus ia rasakan saat ini.Perasaannya tengah kacau.
Ia pergi ke suatu tempat.Daun - daun itu tampak berguguran,Daun - daun yang telah gugur itu tersapu oleh angin yang lewat.Di depannya ada kursi panjang.Ia berjalan menyusuri jalan pinggir taman kota ini.Di sebelah kiri tampak gedung - gedung tinggi berdiri kokoh dengan geliat kehidupannya di siang ini.
Ia menuju kursi ini.Memang itu adalah sebuah kursi biasa namun itu adalah saksi bisu kisah persahabaatannya.Ia mendekati kursi itu.Dan khayalannya pun bermain di hadapannya.Tampak dua orang anak laki - laki remaja duduku di situ.Ia berhenti.
"Kau harus makan Ki,Aku tanya padamu tadi kau bilang belum sarapan...Ayo makanlah ini",Satu orang remaja memberikan sebuah bungkus makanan.Satu lagi hanya melihatnya.
Ia melihat anak yang diberi makanan tadi,ia adalah dirinya.
"Tidak Rel,Kau yang seharusnya makan....".Ia menolak makanan itu.
"Tidak Rifki,Kau yang makan...".Anak itu menyerahkan makanan itu lagi.
"Tidak Farel,ini milikmu...kau juga belum makan...".
"Oh kita sama - sama belum makan,Apa aku perlu menyuapmu duluan ?".tanya Farel membuka bungkusan makanan itu.wajahnya tampak berseri
"Kau sampai repot - repot mau menyuapku ?,tidak Farel aku malu,semua orang akan melihat kita...Aku malu,apa kau juga tidak merasa malu ?".Rifki berusaha menolak lagi.
"Kau tinggal pilih Rifki,Kau merasa malu,atau kau harus merasakan sakit karena kelaparan ?".
Farel menaruh bungkusan itu di antara mereka.
"Apa yang kau lakukan Farel ?".
"Biar lebih enak,Aku yang makan duluan.Baru setelah itu kau yang makan.Kurasa ini adil...".
Rifki tersenyum",Yah...kau benar.Ini akan terasa lebih nyaman bila kita makan bersama....".
Farel dan Rifki pun makan bersama.
"Farel,Kau bawa minum juga kan ?".
Farel terkesiap",Ah...aku lupa !!!",Ia menepuk dahinya.
Mereka malah tertawa.
Kembali kepada dirinya saat ini.Setelah Ia mengedipkan matanya.Momen bahagia itu pun sirna dari hadapannya.Ia pun duduk di kursi itu.Matahari hari bersinar cerah saat ini.Matanya basah melihat ke arah kota.Matanya tertuju ke arah pagar taman itu.Kembali khayalannya muncul di hadapannya.
Farel dan Rifki saling mengejar.Farel berhasil mendapatkan Rifki.
"Hahaha...ini fotomu saat kapan teman ?...pipimu tembem sekali,Aku sampai geli melihatnya...".Rifki berusaha menyembunyikan foto masa kecil Farel.
"Tolong berikan padaku,Rifki.Aku sangat malu,tahu ?!...".Farel berusaha mengambil foto itu.
"Kau harus menjelaskannya dulu padaku,teman...Barulah aku akan memberikannya padamu...".
Farel langsung merangkul Leher Rifki dan langsung mengambil fotonya.
"Ini waktu ulang tahunku yang ke enam...Aku mendapat kado kue ulang tahun yang sangat besar dari Ayahku..."


Saat Ia mengedipkan matanya.Khayalan itu hilang lagi.Ia melihat ke sisi lain.Lagi Farel dan Rifki hadir di hadapannya.kali ini mereka berdiri di dekat Pagar.

Farel menepuk bahu Rifki.Rifki membuang muka dengan wajah sedih.Farel memutar badan Rifki.Rifki masih menunduk.
"Kau tidak bangga dengan apa yang telah aku capai teman ?".tanya Farel halus pada Rifki.Rifki mengangguk.
"Kau marah pada temanmu ini Rifki ?".tanya Farel lagi.Kali ini Rifki tak bergeming.
"Ada yang salah padaku,teman.Ku mohon bicaralah...".
Rifki mengangkat kepalanya",Apa kau akan marah padaku jika aku tidak suka kau jadi ketua OSIS di sekolah seperti yang mereka tuduhkan padaku di depan sekolah ?...apa kau tidak tahu itu Farel ?".
"jadi masalah itu...".
"Aku bangga pada kau bisa menjadi ketua Osis...",Rifki merogoh sakunya dan menunjukkan Farel sebuah jam.Ia meraih tangan Farel dan mengenakan jam itu ke tangan Farel",Jika jam ini tidak bisa membuktikan rasa banggaku padamu,dan kau sampai menganggapku tidak senang atas prestasimu karena omongan mereka yang sangat menjelekkanku.Ku harap kau mau menerimanya,Farel...."kata Rifki dengan berat",Aku bangga bisa menjadi sahabatmu...Aku bangga pada semua yang telah kau dapat....",Rifki tersenyum dengan mata yang basah",...Aku tidak pernah merasa iri padamu,Aku tidak pernah merasa iri pada sahabatku sendiri.Bagiku Kebahagiaan temanku adalah kebahagiaan milikku juga...."
Angin bertiup menerpa mereka.Farel memegang kedua pundak Rifki.
"Jika memang kau merasakan kebahagiaan temanmu ini.Kumohon kau hapuskan anggapan - anggapan buruk dari mereka tentangmu.Aku tahu,Ada yang tidak senang atas kemenanganku.Aku baru tahu,ternyata mereka semua pengecut.Ya pengecut temanku.Mereka hanya bisa memojokkan temanku ini.Mereka menunjukkan betapa besarnya rasa iri mereka padaku sendiri secara langsung....",Farel mengibur Rifki",bahkan teman sekelasku ada yang tidak senang padaku,aku sangat kecewa pada mereka.
Aku akan sangat marah padamu jika kau menjadi salah satu dari pengecut itu temanku.Namun....",Farel menunjukkan jam pemberian Rifki",kau ternyata memberi kejutan ini untukku.Rifki,Aku selalu mengingat berapa kali kau menunjukkan dukunganmu padaku.Aku hampir tidak bisa menghitungnya.Dan ini adalah bukti kemenanganku darimu....",Farel langsung memeluk Rifki",Sahabat sejati tidak akan menghianati Sahabatnya sendiri.Tidak ada orang lain yang sebaik dirimu,Rif...".
Matanya kembali berkedip.Kembali khayalannya menghilang.Lagi,Khayalan Farel dan Rifki hadir dihadapannya.Rifki tampak mengejar Farel yang tengah marah.Rifki meraih lengan Farel.Namun spontan Farel hendak memberi sebuah pukulan,Ia menahan tangannya saat tahu itu Rifki.
Rifki menggelengkan kepala pada Farel.Ia berusaha menenangkan Farel.
"Tidak Farel.Tidak...Kau jangan marah begini,Kumohon...Kumohon terimalah kekalahan ini...",pinta Rifki mengiba",Kuharap kau mau bersikap sportif..."
"Hah !!,Aku tidak sudi mengalah,kalau cara main mereka sangat curang sedangkan wasit tak bisa berbuat apa - apa.Kau tahu kan Rif,mereka sampai menjegal Arman hingga ia tidak bisa melanjutkan pertandingan tadi.Dan Akhirnya kami kalah...SIAL !!!".Farel masih merasa emosi.
"Sayangnya mereka menjadi tuan rumah kali ini,teman.Aku curiga dengan sikap wasit yang tidak memberi mereka peringatan pelanggaran....".
"Itu karena wasitnya bodoh dan matanya buta,kau tahu !!".
"Atau jangan sampai mereka membuat konspirasi Farel...",
"Bisa jadi ?apa alasanmu menyangka mereka membuat sebuah konspirasi kali ini ?".
"Aku tahu siapa pelatih sekaligus guru olah raga mereka.Aku sempat melihat pak guru itu dan si wasit melakukan sebuah kompromi.Aku berusaha menguping.Dan ternyata benar,Mereka melakukan sebuah konspirasi...Andai Pertandingan ini dilaksanakan di stadion kota,Pasti tidak akan seperti ini jadinya.Apalagi Wasit disiapkan khusus tanpa pemberitahuan dulu,jadi mereka tidak akan pernah bisa membuat sebuah konspirasi..."
"Yah kau benar...".
"Aku juga tidak rela kemenangan mereka karena konspirasi ini.Aku siap menjadi saksi jika nanti ada tindakan atas keganjalan ini Farel...",Rifki berhasil meluluhkan Emosi Farel.
"Terima kasih teman...Aku akan membahasnya bersama panitia nanti...".
***
Rifal,adik Rifki meminta Rifki untuk menjadi wakil orang tuanya mengambil raport di sekolah.Rifki menyanggupi permintaan Adiknya.Rifki dan Rifal pergi ke sekolah untuk mengambil Rifal.
Rifki juga adalah Alumni dari sekolah Rifal.Farel juga alumni sekolah itu.Namun Rifki dan Farel berbeda kelas.Saat Rifki berjalan menuju ruang kelas Rifal.Ia memutar kembali kenangannya bersama Farel saat di sekolah.
Terdengar gelak tawa berasal dari arah gerbang.Farep dan Rifki masuk ke halaman sekolah dengan tergopoh - gopoh.Mereka tampak terengah - engah.Rifki berbalik melihat mereka.
"Kau terlalu gila untuk melakukan ini Rel...",kata Rifki masih mengatur nafasnya",kau sekali menjahili cewek - cewek genit itu.hingga mereka marah padamu....".
"oh tidak tidak Rif,mereka tidak akan marah padaku.mereka suka padaku...",
"Aku tahu....semua cewek di sekolah ini hampir menyukaimu karena kau orang nomor satu di sekolah ini..."
"Yah itu alasan kesekian mereka menyukaiku...Dan alasan utama mereka menyukaiku adalah kekaguman mereka padaku,entahlah ada apa dengan diriku hingga mereka memperbincangkanku setiap hari...Mereka seolah - olah tidak kehabisan topik untuk membicarakan aku setiap hari....".
"Kau sangat berkarisma Temanku...".
"Kurasa aku merasa biasa saja..."
"Tapi di mata mereka kau sangat spesial...".
"Yah seperti itulah perempuan...Tapi ada satu cewek yang sangat menarik perhatianku...",
"Benarkah ?,sejak kapan hal ini terjadi ?"
"sudah beberapa bulan yang lalu..."
"Oh kau selalu diam - diam menyimpan rasa cintamu pada seseorang...Dan siapa Cewek yang luar biasa ini,teman ?".
Farel menunjuk Seorang Anak cewek yang duduk di bawah pohon Kamboja.Seorang Cewek berkulit putih berwajah sayu dengan rambut lurus hitam legam.Satu hal yang menarik perhatian Farel adalah Kecantikan yang murni dari wajah anak itu.Dia sangat kalem dan Anggun.Farel mulai mendekatinya.Luna namanya.
Berada dengan Farel,Luna agak malu - malu.Entah Apa ia mempunyai perasaan yang sama terhadap Farel atau tidak,susah ditebak.Luna hanya bersikap ramah dan berusaha nyaman berada di dekat Farel.
"Luna sangat cantik kan Rif,Apa pilihanku salah ?".tanya Farel saat duduk istirahat di depan pintu kelas Farel.
"Kau sangat beruntung Farel.Aku selalu setuju denganmu..."n
"Tapi....".
"Tapi ?"
"Apa kau tahu Kalau Luna juga menyukaiku Teman ?".
"Kurasa iya,dia tidak pernah malu - malu padamu...",Rifki agak ragu - ragu",kau bertanya padaku apa kau tidak yakin pada dirimu sendiri ?apa kau juga tidak yakin pada Luna ?"
"Yaah...Aku belum merasakan isyarat bahwa Luna juga menyukaiku..."
"Kau benar - benar menyukai Luna,Farel ?"
Farel tampak Malu - malu",Tapi Aku belum mendapat isyarat itu dari Luna teman...Bagaimana aku harus mengambil hati Luna jika dengan memberi perhatian padanya belum cukup ?".
"Pelan - pelan Farel....Rasa cinta tidak tumbuh begitu saja,jika perhatianmu belum cukup untuk mendapat hati dan perasaan Luna,maka berdoalah setiap kali kau mendekati Luna.Allah menciptakan dan menghilangkan Rasa Cinta dan sayang pada diri kita.Tidak ada yang tidak mungkin dengan doa...".
"Nasihatmu selalu membuatku semangat Teman..."
"Yah,Percayalah Pelan - pelan doamu untuk rasa cinta itu akan terkabul,temanku...Bersabarlah dan tetap percaya diri...".
Farel tersenyum lebar pada Rifki.
Rifki mengalihkan pandangannya ke arah tiang bendera.Ada cerita menarik yang terjadi di situ kali itu.Tampak Farel bersama beberapa anak lain dihukum di bawah tiang bendera.Karena Kemalasan mereka untuk memotong rambut mereka.Dengan berat hati Farel dipotong rambutnya dengann asal - asal oleh guru konselingnya.
Dari jauh Rifki melihat peristiwa itu.Ia merasa sedih.Ia berusaha meminta perhatian Farel.Farel melihat Rifki yang melambaikan tangannya.Rifki tersenyum pada Farel,Farel tahu maksud isyarat Rifki.Rifki mengedipkan mata Kirinya ke Farel,sambil jarinya memotong - motong rambutnya lalu menunjukkan ke suatu arah.


Rifki mengajak Farel ke salon milik Bibinya.Rifki meminta Pegawai Salon Bibinya memotong Rambut Farel sesuai Arahannya.Farel hanya diam saja mengikuti kemauan Rifki,ia masih merasa sangat malu atas kejadian di sekolah tadi.

Rifki menhadapkan Farel kecermin setelah Selesai memotong dan Rambut Farel 
"Itu lihat...",Kata Rifki menunjuk Cermin",
"Wahhh...".Farel kagum melihat gaya rambut barunya.
"Jujur aku tidak terima guru itu memotong rambutmu acak - acakan,dia hanya bisa menghukum muridnya dengan sembarang memotong rambut muridnya tapi Ia sangat lupa untuk memberikan pembinaan pada muridnya cara berpenampilan yang baik ke sekolah.Bukan begitu ?"
"Yah yah...Kadang ia membuatku sebal..."
"Apa jadinya pada cewek - cewek yang selalu membicarakanmu itu jika aku tidak membuatmu seperti ini ?mereka tidak akan tertarik padamu lagi dan mereka akan mencari cowok lain untuk diperbincangkan...",
"Tapi Rifki,Mereka akan semakin ganas dan panas membicarakanku nanti,apalagi dengan rambut baruku ini,Aku saja sangat kagum apalagi dengan mereka ?,pasti mereka akan langsung pingsan di tempat saat pertama kali melihat perubahaanku..",
"Oh Kau benar Farel,Maafkan aku...Tapi ini membuatmu jauh terlihat lebih baik bukan ?",
"Yah...Aku sangat menyukainya dan Luna akan semakin tertarik padaku,iya kan Rif?",
"Yakin dan tetaplah berdoa Farel...Aku selalu mendukungmu...",
"Yes..kau memang teman terbaikku...".


Rifki terus memutar ingatannya tentang kisah persahabatannya.Kali ini terjadi saat - saat pulang sekolah,Mereka melewati jalan dengan pohon - pohon yang rindang di sepanjang sisi jalan.Farel sudah bisa lebih dekat dengan Luna.

"...Aku sangat senang Luna sampai memuji penampilan baruku,Rifki...".kata Farel bahagia.
"Sudah bisa ditebak....Siapa yang tidak akan terpana melihat penampilan Sang Ketua Osis ini ?,Kau boleh tak terpilih sebagai murid terfavorit di sekolah karena Kriteria Ketampanan parasmu,dan Damar lah yang menjadi Murid Terfavorit itu.Banyak yang memilih dia karena Wajahnya paling ganteng sesekolahan.Namun,Aku lebih bangga  Kau menjadi Ketua Osis di sekolah kita.Karena tanggung jawabmu lebih besar,dan penampilan sehabis make over...",Rifki merangkul Farel dan mendekatkan wajahnya",Mungkin Semua orang akan sedikit menyesal menjatuhkan pilihan untuk Damar.Karena bisa saja Kau bisa menyabet dua gelar itu sekaligus.Iya kan ?",
"Ya ya...namun semakin banyak gelar dan pujian yang aku dapat,yang aku khawatirkan adalah akan orang semakin banyak mempunyai rasa irinya terhadapku...",
"Namun,Rasa iri itu sebenarnya kedok mereka untuk menutupi rasa kekalahan mereka Farel.Aku bersyukur bisa menjadi sahabatmu dengan keadaanmu yang sekarang ini....",
"Aku tidak sabar menunggu besok untuk menemui Luna lagi...Dia pasti memujiku lagi dan semakin menyukaiku lagi...".
"Tentu,semakin sering kalian bertemu semakin cepat perasaan Luna bisa berubah padamu...jangan menyerah Farel...",
"Yah...",


Rifki mengarahkan ke tempat lain.Ke arah Pohon Kamboja yang sudah terlihat lebih rindang,Ada peristiwa yang tidak akan ia lupakan di situ.Pertemuan Farep dan Luna.Saat Itu Rifki keluar kelas untuk melihat Acara lomba Klasmeeting,Ia hendak mengajak Farel.Ia mendapati Farel menemui Luna di bawah Pohon Kamboja.Rifki tak mendekati Farel karena Ia tak mau mengganggunya bersama Luna.

Farel tampak bahagia dan bersemangat melihat Luna pagi ini.Luna juga menyambutnya ramah.Farel meraih tangan Luna.
"Aku menyukaimu Luna...Aku sangat menyukaimu,Aku memendam perasaanku ini sejak lama untukmu...Aku mencintaimu Luna...".Farel agak merendahkan tutur katanya.
"Yah..Yah...seperti itulah Farel...",
"Yesss...Aku yakin kau akan...",
"Yah seperti itulah Farel aku akan mengatakannya pada Adrian,Kalimat - kalimat seperti itulah yang akan aku sampaikan pada Adrian...Kau sudah mengajariku kata - kata itu teman...",.
Farel sangat terkejut mendengar perkataan Luna.Luna tak memberi reaksi apa - apa untuk ungkapan hatinya.
"Tapi Aku menyukaimu Luna,Aku mencintaimu Luna...".
"Aku juga menyukai Farel,Aku mencintaimu sebagai temanku...Berkat dirimu Aku bisa tahu bagaimana caranya berinteraksi dengan Cowok,berkat dirimu Aku bisa lebih mengerti perasaan cowok seperti Adrian...",
"Ta..Ta..pi",Farel tergagap dengan perasaan cinta yang gugur.
"Oh,Adrian akan bertanding Final di Klasmeting sepakbola nanti Farel.Ku harap Kau juga mau melihat pertandingannya.Aku yakin dia akan menang,dan Aku akan mengatakan apa yang kau katakan tadi padanya...Aku sangat bahagia...",Luna pun bergegas meninggalkan Farel.
Farel hanya terdiam dengan merasakan patah hatinya.Rifki melihat kejadian itu dari awal sampai akhir.Mata Farel mulai tergenang Air mata.Ia duduk di bawah Pohon Kamboja itu.Ia masih diam memutar kata - kata Luna.Perasaan cinta Luna bukan untuknya namun untuk orang lain.
Seseorang mengulurkan tangannya.Farel melihat orang itu,Rifki.Farel hanya diam.Rifki jongkok melihat keadaan Farel.Ia menggeleng dan tersenyum.Ia kembali mengulurkan tangannya untuk Farel.Farel meraih tangan Rifki dan Mereka berdiri.Rifki memungut beberapa Bunga kamboja yang sudah gugur.
Rifki mengajak Farel ke taman kota sebentar.Ia mengajak duduk di kursi panjang yang biasa mereka kunjungi.Farel terduduk lesu melihat suasana kota.Ia menghela nafas.
Rifki menaruh bunga kamboja di telapak tangan Farel.
"Akan ada saatnya datang seorang cewek untukmu yang benar - benar menyayangi dan mencintaimu...Allah bukan tidak mengabulkan doamu...Allah hanya ingin memintamu menunggu untuk cewek pilihan-Nya yang terbaik untukmu,bukan sekarang dan di tempat yang sama...Aku selalu percaya itu dan selalu percaya padamu...Kekecewaanmu hari ini tidak akan berarti apa - apa jika dibandingkan Kebahagiaanmu nanti dengan cewek yang tepat...Bersabarlah...",Rifki membuat Farel menggenggam bunga Kamboja itu.Dan Farel pun langsung mendekap Rifki dengan menumpahkan kesedihannya.
***
Siang itu Rifki diajak teman - temannya beristirahat di sebuah Kafe.Kafe yang dulu selalu ia kunjungi bersama Farel.Ia melihat suasana Kafe ini tak banyak berubah semenjak kedatangan terakhirnya bersama Farel.
Teman - temannya sudah memesan meja dan kebetulan meja itu berada di sebelahnya tepat dengan meja yang ia gunakan terakhir kali dengan Farel.Ia mendekati meja itu.Ingatannya kembali terputar di hadapannya.
Farel datang dengan wajah ceria.Mereka sudah kelas 2 SMA kala itu.Ia meminta Rifki untuk menemuinya di Kafe ini.Rifki sudah ada di kafe ini lima belas menit yang lalu.
"Kau pasti bertanya apa yang membuatku bahagia dan bersemangat hari ini ?",Tanya Farel duduk melepas tasnya.
"Tentu,Farel.Kau ingin membuatku penasaran...".
Farel menunjukkan sesuatu",Ini seragam sepakbola sekolah kita.Aku terpilih menjadi salah satu anggota tim sepak bola sekolah kita.Aku suka ini.Aku juga sudah mendaftarkan diri ikut seleksi pemain sepakbola di kota ini.Aku harap aku berhasil,berdoalah untukku teman,Aku sangat berharap bisa lolos seleksi...",
"Ya..Aku selalu memberikan doa dan semangat untukmu...",


Rifki mengusap meja itu.Wajahnya berubah sedih.Ia menunduk.Ia ingat saat itu,Saat - saat yang tak terduga olehnya.

Waktu itu ia kembali menunggu Farel.Cukup lama ia menunggu.Lalu Farel datang dengan Ekspresi yang berbeda,Ia tampak begitu marah dengan membawa Kaos Tim sepak bolanya.
Farel langsung melempar Kaos itu ke muka Rifki.Ia langsung menumpahkan Amarahnya pada Rifki.
"Apa ini maksudnya Rifki ?!!!,Kau tidak suka ya,jika Aku bisa terpilih tim sepakbola kota ini,lalu kau berniat untuk membuatku keluar dari tim sepakbola sekolah.Kau jahat sekali....",Farel menggebrak Meja,Sontak Semua orang memandang ke Arah Farel dan Rifki.",Aku tahu Kau orang baik ternyata kau menyimpan rasa sirik dan benci yang besar dalam hatimu!,"
Rifki terkesiap menggenggam seragam Farel",Apa maksudmu tiba - tiba marah begini Farel?,tidak seperti biasanya kau seperti ini,mari kita bicarakan baik - baik...",
"Tidak usah pura - pura tidak tahu,Aku juga tidak mau berbasa - basi...",
Rifki pun berdiri",Kau baru memberitahuku kalau kau bisa masuk tim sepakbola kota...",Rifki melihat seragam Farel yang terkoyak",dan siapa yang berani membuat hal ini padamu Farel ?",
"Kau tidak usah lempar batu sembunyi tangan,Jika kau tidak suka aku masuk tim kota lalu aku tidak bisa punya waktu untukmu lebih banyak lagi bicara saja....",
"Aku tidak melakukan ini Farel,Aku benar - benar tidak tahu.Kalau pun nanti kau akan sibuk aku bisa menemuimu...",
"Tidak usah repot - repot menemuiku...Aku sudah muak padamu,beruntung Vina memberitahuku tentang hal ini,Kau ternyata orang Munafik,Aku sangat kecewa padamu.....",
Farel pun langsung meninggalkan Rifki sendiri.Rifki hanya diam dengan rasa sedih dan penasarannya.
***
Sementara itu,di rumah Sakit di mana Farel dirawat.Dokter memberitahu Vina.
"Kecelakaan yang dialami oleh Saudara Farel membuatnya kehilangan banyak darah.Kami awalnya sempat kebingungan mencari stok darah dengan golongan yang sama dimiliki Farel karena di ruang penyimpana dan PMI tidak ada lagi.Saya juga sempat sangat khawatir jika Farel tidak bisa diselamatkan.
Namun Suatu keberuntungan untuk Farel,Akhirnya ada seseorang yang datang mendonorkan darahnya,dengan golongan yang sama,berkat dia lah Farel bisa selamat.Saya merasa lega pemuda itu mendonorkan darahnya untuk Farel....",
"Kira - kira Siapa pemuda ini Pak Dokter ?",tanya Vina penasaran
"Dia tidak ingin menceritakan siapa dirinya.Setelah ia memberikan darahnya,ia hanya berpesan untuk memberikan darahnya ini untuk Farel.Ia sempat bertanya tentang keadaan Farel.Ia pun langsung pergi...",
"Sepertinya saya tahu siapa Pemuda ini...",


Ia membuka almari pakaiannya.Ia mencari sesuatu.Ia mengambil sebuah seragam sepakbola berwarna biru dan merah.Seragam itu tampak ada beberapa bekas jahitan di sisi - sisinya.Seragam itu dibungkus plastik tergantung di hanger.

Ia pun mengeluarkannya dari Almari.Ia memeriksanya.Sudah tiga tahun berlalu dan seragam ini masih tampak baik - baik saja.Tampak jauh lebih baik dari saat seragam ini dilemparkan ke mukanya oleh Farel.
"Masih belum bisa melupakan dia Adikku ?",Tanya Seseorang,Rifan,Kakak Rifki.
"Bagaimana Aku bisa melupakan Orang yang sangat baik padaku selama ini Kak ?",Rifki melepas plastik dan hangernya.
"Tapi dia marah padamu gara - gara baju ini...",
"Tanpa sebab yang jelas,dan Aku juga tidak melakukan apa pun padanya Kak...",
"Tidak mungkin sesuatu tidak terjadi jika kalian sampai bersitegang seperti ini...Sebuah Api tidak akan menyala jika tidak ada yang menyalakan pematiknya...",
"Emhh...Aku lupa bercerita pada Kakak tentang Kami",
"Sepertinya masalah dan rasa penasaranmu dengan Farel membuatmu terbawa - bawa hingga kau lupa menceritakannya padaku...Baiklah ceritakan semua...",
Rifki dan Rifan duduk.
"Saat itu Farel menemuiku dan langsung memarahiku dengan melempar baju ini.Entah apa yang terjadi padanya hingga ia berubah seperti itu ?.Aku tahu ternyata Ia sudah punya pacar,Namanya Vina.
Tak tahu apa yang Vina lakukan hingga semenjak Farel bersamanya,Ia berubah dengan cepat.Setelah Kemarahan Farel itu,Ia langsung memutuskan hubungan pertemanan kami.Aku mencoba untuk mendatangi Farel.Namun Vina selalu berusaha menghalangiku.sayangnya setelah berhadapan dengan Farel,Ia langsung bersikap kasar padaku dan ia selalu memarahiku dengan alasan aku menghianatinya.Aku berusaha minta maaf dan mencoba untuk memperbaiki hubungan kami.Nasi sudah menjadi bubur,Semua sudah terlanjur kak.Farel tidak memaafkanku,ditambah Vina dengan sikap sinisnya padaku.
Ia juga membujuk Farel untuk membenciku,Ia juga memutuskan kontak kami.Ia menghapus nomorku dari handphone Farel,ia juga mengganti nomor telfon Farel.Ia bahkan juga membuat orang tua Farel berubah.
semua usahaku sia - sia untuk menemui dan berbaikan dengan Farel.Dan sekarang Aku hanya mempunyai baju ini dari Farel.Aku berusaha memperbaiki baju ini seperti mengobati sakit hatiku karena perlakuan Farel dan Vina.Aku hanya berharap Farel mau mengingatku sedikit saja.
Andai aku diberi kesempatan lagi untuk berteman dengan Farel,Aku tidak akan mengecewakan Farel lagi.Aku akan berusaha membuat Farel bangga...",
"Tapi Kau sudah sangat baik menjadi sahabat Farel,Kakak sampai Iri padamu melihat kalian sangat Akrab.Kau tidak bersalah Rifki,bersabarlah.
Kau selalu cerita padaku semuanya tentang kalian.Jika Langkahmu terhenti sampai di sini dan rasa menyerahmu membuat mustahil akan persahabatanmu,berdoalah...Allah yang bisa memusnahkan kebencian pada diri Farel.Allah bisa membuat kalian bersahabat dengan Akrab dan membuat kalian seolah - olah seperti musuh.Allah juga bisa membuat tipu muslihat pada orang yang sudah membuat sebuah tipuan untukmu membuat Farel membencimu.Berdoalah Adikku...Rasa benci tidak bisa begitu hilang begitu saja,namun Ketika Allah sudah menegur mereka dan membuka Mata hati Farel,di situlah Harapan muncul untukmu...",Rifan menunjuk Dada Rifki",Ini sama seperti yang kau lakukan pada Farel dulu bukan ?",
Mata Rifki berkaca - kaca",Iya Kak.Kakak membuatku ingat masa - masa itu.Kakak sangat menyayangiku...",
"Tidak.Kakak sangat menyayangi kalian...",
***
Vina menemui Farel di ruang perawatan siang ini.Keadaan Farel sudah membaik.Ia merasa khawatir terhadap apa yang terjadi di antara mereka.Ia ketahuan membuat satu hubungan dengan salah satu manajer tim sepak bola lain.Terlebih,Farel akhirnya tahu tentang rencana yang sudah mereka buat.Mereka membuat sebuah konspirasi untuk menggagalkan tim sepakbola Farel melanjutkan pertandingan seperempat final.
Rencana Vina dan sang manajer,Renold berhasil dengan terjadinya kecelakaan yang menimpa Farel.Di jalan raya Farel diserang dua pengendara motor yang tidak dikenal di suatu malam setelah memergoki Vina dan Renold bertemu di sebuah apartemen.
Vina masuk ke ruangan.Ia melihat Farel duduk makan ditemani seorang suster.Farel tahu kedatangan Vina.Farel meminta suster membereskan makanannya.
Vina mendekati Farel.Ia hanya berdiri di samping Farel.Vina tak mendapat muka dari Farel.Ia merasa menyesal dan bersalah.Vina mengusap tangan Farel perlahan,sontak Farel langsung menghempas tangan Vina dengan keras.Vina terkesiap.
"Kau berhasil !!!",Ujar Farel mulai emosi tanpa memandang wajah Vina",selamat Kau berhasil,Kau,Kalian berhasil melaksanakan rencana kalian !",
Vina terisak - isak.
"Aku tidak menyangka kau sampai berbuat sebusuk dan sejahat ini padaku dan mereka.Aku tidak menyangka perempuan yang selalu aku cintai ternyata pelan - pelan menyusupkan racun pada tubuhku ini.Aku benar - benar kecewa...",
"Maafkan Aku sayang...Maafkan Aku....Maaf aku sudah...",Vina melangkahkan kakinya mendekat Farel.
"Sayang ?,kau masih sudi memanggilku sayang?!,Kau masih memberiku kata sayang tapi kau sudah menyakiti hati,jiwa dan ragaku,Apa itu sebuah Rasa sayang ?!coba pikirkan itu baik - baik...",
"Tapi...Farel,Aku khilaf,Aku khilaf....Aku mencintaimu,Aku mencintaimu...Maafkan Aku Farel...",
"Kau mencintaiku tapi segera kau akan membunuhku dengan tangan laki - laki itu,Itu Tindakan seorang Pecundang !!!,Kau perempuan jahat dan pecundang...",Farel menatap nanar Vina
"Tidak Farel...tidak,itu tidak akan terjadi,Tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya...",
"Tapi semua orang sudah tahu siapa kau sebenarnya ?,Jika aku masih membiarkanmu di sisiku semua orang juga akan menganggapku penghianat...apa kau tidak berpikir sampai seperti itu ?",
Vina hanya diam masih terisak - isak.Kata - Kata Farel membuatnya tak berkutik.
"Dengar !!Jika laki - laki itu lebih baik daripada diriku,silahkan kau berpaling dariku dan pergilah padanya,Karena keadaanmu akan lebih baik bersama dia.Kau sudah menghancurkan perasaanku...Kau sudah merusak segalanya dengan penghianatanmu...Dengarkan baik - baik,Kau tinggal memilih Kau meninggalkanku dan pergi pada laki - laki itu serta membiarkanmu,atau Aku bawa kejadian ini ke polisi sekaligus ke pengadilan,karena semua orang sudah tahu siapa orang suruhanmu yang sudah mencelakaiku malam itu,Aku sudah memberitahu semua orang setelah Aku memergokimu,
Vina sangat terkejut.Ia tidak menyangka Farel akan berkata seperti itu.
"Cepat Beri keputusanmu !!",
"Baiklah...Pertama,Maafkan Aku Farel.Aku sudah melakukan semua kejahatan ini.Kedua,Maafkan Aku sudah hadir dalam hidupmu dan akhirnya merusak hubungan cinta ini.Ketiga,Maafkan Aku sudah merusak hubungan kalian...",
"Kalian ?!...Maksudmu ?",
"Maafkan Aku atas keegoisanku hingga Aku merusak hubunganmu dengan temanmu.Aku sampai menjauhkanmu dari dia....",
"Ri...Rif..Rifki ?",tanya Farel terkesiap dengan terbata - bata.
Vina mengangguk,dan langsung keluar meninggalkan Farel,Ia menguraikan Airmatanya dengan menerima berakhirnya hubungannya dengan Farel.
Farel terkesiap dan berpikir tentang pengakuan Vina.Ia tidak menyangka Vina sampai membuat hubungannya dengan Rifki bermasalah hingga Farel menjauhi Rifki.


Beberapa Hari setelah keadaannya membaik,Farel pulang dari Rumah Sakit.saat masuk ke kamarnya,Farel membuka laci mejanya.Ia mengambil sebuah Bingkai Foto.Bingkai foton yang sudah tidak ada kacanya lagi,di dalamnya ada selembar Foto yang tersobek menjadi beberapa keping.

Farel mencoba merangkai foto itu ke bentuknya semula.Matanya berkaca - kaca.Foto Farel dan Rifki memegang piala kejuaraan turnamen sepakbola antar sekolah menengah atas.Itu adalah piala pertama yang ia tunjukkan pada Rifki.Ia ingat sesuatu,Ia melihat lacinya lagi.
Ia menemukan sebuah jam.Ini adalah Jam pemberian Rifki beberapa tahun lalu.Ia letakkan jam itu di samping Foto tadi.Perasaanya bergejolak.
"....Sahabat sejati tidak akan pernah menghianati Sahabatnya sendiri...tidak ada orang lain lagi sebaik dirimu,Rif...",Kata - katanya yang ia ucapkan pada Rifki waktu itu terus terngiang - ngiang di telinganya,dan membuatnya semakin menyesal dan bersalah.
***
Siang ini,Rifki akan pergi ke suatu tempat.Ia mengambil tasnya dan bergegas menuju tempat itu.Beberapa tahun sudah berlalu,dan tempat ini tidak banyak berubah,masih dengan daun - daun yang berguguran,sesekali angin menghempaskan daun - daun kering.Taman Kota,Rifki merasa rindu tempat itu,sudah lama ia tidak mengunjungi tempat itu.
Ia menyusuri jalan pinggir taman kota ini.Sekali lagi,Ia tetap mengunjungi Kursi panjang itu,Ia yakin tidak akan pernah berubah,meski terjadi perubahan pada hidupnya di kursi itu.Dan Ia merasa sedih,keadaannya akan sama saja seperti setelah Farel memutuskan persahabatannya.
Sampai di dekat Kursi itu,Rifki berhenti.Ia melihat seseorang duduk di kursi itu.Perkiraan Rifki salah,Kali ini akan terjadi perubahan pada hidupnya sekali lagi.Rifki tahu siapa Orang itu,Ia melihat orang itu membawa bungkus makanan,Farel.
Rifki merasa takut.Namun hati nuraninya mendorongnya untuk mendekati Farel.Ia perlahan duduk di samping Farel.Farel melirik kehadiran Rifki di sampingnya.Sama seperti waktu itu.
Farel meletakkan Bungkus makanan di antara Mereka.Kali ini Farel membawa dua botol air mineral.Rifki melihat apa yang Farel lakukan.Namun ia hanya diam saja.
Perlahan Farel meraih tangan Rifki.Rifki tahu maksud Farel.Rifki merasa terharu Farel melakukan hal ini.Tanpa canggung Mereka makan bersama.Rifki melihat Mata Farel basah.
Farel menunjukkan Botol minuman pada Rifki.Mereka pun tertawa.Sebuah Airmata menetes dari mata Farel.Rifki menerima Minuman dari Farel.Mereka minum bersama.
Di tengah Farel membersihkan tangannya,Rifki menyodorkan sesuatu kepada Farel.Farel tak menyangka Rifki akan menunjukkan benda ini.Seragam Sepakbolanya dulu yang ternyata Vina robek dan menuduh Rifki yang menyobeknya,Farel sempat melempar nya ke muka Rifki.Baju itu sudah tampak jauh lebih baik.
Farel menerima Baju itu.Ia melihat Rifki.Rifki selalu tersenyum padanya.
"Pasti Kau berusaha memperbaiki Bajuku yang robek ini,seperti kau memperbaiki hatimu yang sudah Aku robek dengan kejahatanku selama ini?",
"Tidak.Aku hanya berusaha memperbaiki persahabatanku yang rusak seperti bajumu ini....",
"Bagaimana bisa kau tidak merasakan apa pun setelah kau menerima sakit hati akibat perbuatanku padamu ?",
"Sahabat sejati tidak akan pernah menghianati sahabatnya sendiri.Meski itu dengan mencoba merasa sakit hati pada sahabatnya sendiri...",
Seketika Farel langsung memeluk Rifki.Ia menumpahkan Kesedihan,Penyesalan,dan Rasa bersalahnya.Ia sudah diperalatan oleh Vina.Angin menerpa mereka.
Rifki melihat Kehadiran seseorang Cewek.Ia merasa tak asing dengan Cewek ini.Rifki melepas pelukan Farel.
"Farel...lihat...",Rifki menunjukkan kehadiran cewek tadi,Farel memutar badannya.Seperti keajaiban terjadi,Luna datang mendekati mereka.Ia mendekati Farel.
Farel berdiri.Wajah Luna tampak sedih.
"Farel...",
"Ya...",
"Kau mengajariku bagaimana mendekati seorang cowok.Kau mengajariku bagaimana caranya bergaul dengan cowok.Kau mengajariku Cara untuk mengungkapkan perasaan pada seorang cowok,waktu itu...",Mata Luna basah,Wajah Luna tetap putih bersih.Dengan Rambut masih panjang dan hitam.Kali ini ia tampak semakin cantik karena bertambah dewasa",...Namun,Semua itu sia - sia Farel,Aku sudah menjadi orang yang bodoh dan tak tahu diri,Cinta memang buta Farel,Adrian hanya mempermainkan Cintaku...Tapi,Aku sangat bodoh sudah meninggalkan seseorang yang menyimpan perasaan cintanya yang dalam padaku,Seseorang yang selalu mendekatiku tanpa menghilangkan kegembiraannya padaku...Maafkan Aku Farel,Aku merasa bersalah padamu,Farel...Ku mohon...",
"Tidak apa - apa Luna,itu sudah terjadi sudah sekian lama...",
"Tapi apa perasaan yang kau simpan padaku masih ada setelah sekian lama ?".
Farel terdiam.Ia menoleh ke arah Rifki.Rifki seperti datang dari suatu tempat.Ia seperti sempat pergi ke suatu tempat
"Bagaimana Farel ?...",
Rifki mendekati Farel dan Luna.Ia meraih tangan Farel,lalu Ia meraih tangan Luna juga.Rifki meletakkan Telapak tangan Luna di atas Tangan Farel.Lalu Ia mengambil sesuatu dari sakunya dan menaruhnya di atas telapak tangan Farel dan Luna.Rifki langsung menggenggamkan tangan keduanya.
Farel dan Luna bertanya - tanya.Mereka membuka genggaman tangan Mereka.Sebuah Bunga Kamboja Putih.
"Inilah saatnya Farel,Allah sudah mengabulkan doamu,Allah sudah memberi isyarat berakhirnya masa penantianmu lewat Luna...Inilah buah kesabaranmu selama ini...",Rifki menggenggam tangan Farel dan Luna serta Bunga Kamboja putih itu,"Bagiku Kebahagiaan Sahabatku adalah Kebahagiaan milikku juga...Aku sedang merasakan kebahagiaan ini...",
Farel kembali mendekap Rifki.Ia melihat Luna.Tanpa berkata - kata Ia memeluk Luna juga.Kembali Kursi itu menjadi saksi perubahan hidup mereka.Sebuah kehidupan baru.Persahabatan sejati dan Cinta yang suci itu.Farel mendapatkan keduanya.Rifki mendapatkan kembali sahabatnya dan menyatukan Farel dan Luna.Dan Akhirnya,Luna sudah menemukan siapa orang yang benar - benar mencintainya,Farel.
Mereka bertiga meninggalkan tempat itu.Farel merangkul Rifki,Lalu menggandeng tangan Luna.Dan Bunga Kamboja itu tertinggal di atas kursi panjang itu.




heart become Painless

Proudly,



Fajar Adi


Komentar

Postingan Populer