KASIH/Afandi

Bab 1



Pintu Gerbang di rumah besar itu pun terbuka,sebuah bangunan rumah yang besar dan megah.Tampak seperti istana,seluruh dinding berwarna putih dengan pintu utama yang sangat besar berwarna hitam legam dengan ukir - ukiran yang indah.Tiang - tiang penyangga teras itu berdiri dengan kokoh dan tegap.
Di depan rumah itu ada Kolam air mancur yang menambah keindahan suasan rumah ini.Tiga air mancur utama itu di keliling delapan air mancur kecil yang semakin menambah keindahan pemandangan.Di sisi kanan dan kiri jalan menuju rumah itu terdapat taman - taman yang indah dan rapi.Banyak bunga di tanam di situ,suasana tampak begitu rindang dan asri.
Kupu - kupu yang hinggap di setangkai bunga itu menyambut terbitnya matahari yang memancarkan sinarnya.Angin bertiup halus ke taman - taman itu menghembuskan hawa kesejukan.
Seorang Anak muda tampak berjalan masuk ke halaman rumah besar itu.Ia memandang seluruh pemandangan rumah ini.Seperti tidak ada yang berubah saat ia terakhir kali meninggalkan tempat ini.Ia menarik kopernya terus berjalan masuk ke rumah itu.Melewati Air mancur,Ia langsung tiba di teras.Ia mengetuk pintu dan mengucapkam salam.Tidak seorang pun menjawab.Ia mengulanginya sampai tiga kali,namun tetap tidak ada balasan.
Seorang Wanita paruh baya tampak berjalan keluar dari rumah besar itu,sadar akan kedatangan seseorang.Ia mencari di mana orang itu.Anak muda tadi yang ia dapat.Wajahnya berubah ceria dan bahagia.

"Raka....".panggilnya halus pada Anak muda itu.
"Nenek Rahmi ?".tanya Anak muda itu
"Oh,kau masih ingat pada nenek yang dulu merawatmu ini cucuku".Wanita itu,Nenek Rahmi memeluknya dengan penuh kasih sayang",Kau sudah besar sekarang dan gagah...".
"Iyaa...Sudah lama sekali ya Nek".
Nenek Rahmi melepas dekapannya.Ia mengusap kepala hingga lengan Raka
"Semua orang di rumah ini ke mana Nek ?....Mama,Kak Reza,Kak Raja,apa mereka lagi ada acara atau undangan?...".
"Emh...Mamamu ada undangan ke luar kota,Kakakmu Reza tengah menghadiri konser di luar kota juga.Kakakmu Raja masih ada jadwal syuting...Mereka masih sibuk...O ya kau baru datang ?...".
"Iya,Lalu mana Kak Rasya biasanya ia selalu ada di rumah ?...dia ada acara juga?".tanya Raka.kali ini Nenek Rahmi terdiam saat menanyakan kakaknya Rasya.Wajahnya tuanya berubah sedih.Ia membuang muka.
"Nek,nenek kenapa?kenapa nenek tampak sedih ada apa?Kak Rasya ke mana ?...".tanya Raka penasaran.
"Kakakmu Rasya,dia...".jawab Nenek Rahmi berat.Ia kembali diam
"Kak Rasya kenapa Nek ?Apa yang terjadi pada Kakakku ?".Raka semakin penasaran
"Sebaiknya kita temui Nenek dan Kakekmu di rumah,Pasti mereka sangat senang kau datang menemuinya...Mereka sangat rindu padamu,Cucuku...".Nenek Rahmi mengajak Raka menuju Rumah Kakek dan Neneknya.Nenek Rahmi adalah Adik dari Nenek kandung Raka.Ibu dari Ayah Raka.Keduanya tinggal di rumah sebelah rumah utama,rumah itu cukup luas juga tapi masih satu halaman dengan rumah utama.
"Iya Nek,ayo kita ke sana...".
Raka dan Nenek Rahmi menuju Rumah Neneknya Raka.Pintu rumah itu selalu terbuka.Nenek Rahmi masuk untuk memberitahu kedatangan cucunya.Sementara Raka masih berdiri di depan pintu,sementara kopernya ia taruh di dekat kursi.
Nenek Rahmi membuka pintu itu lebih lebar,barulah tampak seorang wanita tua satu lagi,Nenek Nani,Nenek kandung Raka.Nenek Rahmi mengajak Nenek Nani mendekati cucunya,Raka.
Mata tua nan sayu itu tetap tertuju pada bola matanya.Perlahan Air mata timbul di kedua bola matanya.Seorang Anak muda berdiri di hadapannya,anak bayi yang ia timang - timang dan ia suapi dengan penuh kasih sayang itu kini telah tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah.
Kedua tangan itu mengusap kedua pipi Raka.Rindu yang sangat berat jelas sekali terbaca oleh Raka lewat tatapan Neneknya.Raka menggenggam tangan kanan Nenek Nani dan menciumnya.
"Nenek....".Sapa Raka dengan wajah ceria.Nenek Nani pun langsung memeluk tubuh cucu bungsunya itu.Ia menumpahkan rindu dan sedihnya.
"Cucuku...".Kata Nenek Nani dengan linangan air mata di kedua pipinya.qxz
Raka memapah Neneknya masuk ke rumah.Sebuah foto besar terpasang di sebuah dinding.Raka melihat foto itu.Di foto itu,Pemuda yang tersenyum dengan lesung pipinya yang menambah ketampanan pemuda itu dengan memakai kacamata hitam,itulah Kakak Pertamanya,Reza.Lalu,Pemuda tampan dengan kulit putih dengan wajah agak gemuk namun memiliki senyum yang sama indahnya dengan foto pertama,pipinya tampak berisi,Itu kakak Keduanya,Raja.Dan Pemuda berkaca mata tersenyum manis dengan dagu terbelahnya yang menambah ketampanannya,Senyum itu selalu membuat hati Raka terasa sejuk,itulah kakak ketiga Raka,Rasya.Dan terakhir Ia melihat foto dirinya.
"Raka,kau sudah makan Nak ?Nenek masak makanan kesukaanmu...kau makan sekarang".Tanya Nenek Nani menghapus air matanya.
"Aku masih kenyang Nek...di mana Kakek?".
"Kakekmu ada ruang keluarga sedang istirahat,tadi kakekmu habis membantu Nenek membersihkan rumah ini...".
"Raka pengen ketemu kakek Nek...".
"Iya...".Nenek Nani mengajak Raka menuju ruang keluarga.Nenek Nani memanggil kakek Raka.
"Kakek...ini cucumu pulang...".panggil Nenek Nani pada Kakek Hilman yang tengah berdiri menatap fotonya bersama Nenek Nani.
"Cucuku?cucuku yang mana ?...".tanya Kakek Hilman tanpa melihat Nenek Nani.
"Ini Raka datang Kakek...Pasti kakek sudah kangen sama Raka?".Raka muncul mendekati Kakeknya.Kakek Hilman berbalik.
"Kau meninggalkan kakekmu ini sangat lama sendirian,cucuku..".Kakek Hilman menyambut Raka.Raka mencium tangan Kakeknya.Mereka saling berpelukan.
"Maafkan Raka,Kakek...aku tahu pasti kakek dan Nenek kesepian...".
"Iya Raka...Kami sangat senang cucu kami masih menengok kami..."
"Maksud Kakek ?...Bukankah cucu kakek bukan aku saja,ada kakakku yang lain...".
"Kakakmu Reza dan Raja terlalu sibuk dengan karirnya,mereka jarang menengok kami,walau rumah kita hanya beberapa langkah saja...".
"Tapi kak Rasya kan ada ?...O ya Kak Rasya ke mana?...tadi Aku tanya Nenek Rahmi tidak dijawab.".
Kakek dan Nenek Raka langsung diam.Nenek Nani melihat Kakek Hilman dengan mata yang basah.Sebagai orang tua mereka tidak bisa berbohong.
"Kakek,Nenek,kumohon jawab pertanyaan Raka,di mana kak Rasya ?...Aku juga rindu sama Kak Rasya...".
"Raka,cucuku,...".Nenek Nani mengajak Raka duduk",kau juga perlu tentang di mana Kakakmu Rasya berada...nenek tidak bisa melihat kau terus penasaran seperti ini...Ku harap kau bisa mengerti apa yang terjadi di keluarga ini...".Raka membelai rambut Raka.
"Ada apa dengan Kakakku Rasya Nek?dan apa yang terjadi dengan keluarga ini?".
"Baiklah cucuku,semua yang terjadi sekarang adalah tentang Kakakmu Raja dan Rasya.Kemarahan dan Kemurkaan Kakakmu Raja membuat...".Nenek Nani mulai meneteskan air mata",Kakakmu Rasya tersisih dari Keluarga ini...dan semuanya itu bermula dari....."
***
Di sisi lain,di sebuah Konser terlihat seorang pemuda tengah bernyanyi menghibur semua orang yang hadir di tempat ini.Penonton sangat antusias dan menikmati penampilannya yang membawakan lagu sendu.Lagu ini tengah digandrungi semua anak muda,terutama para wanita.
Penampilannya selalu membuat takjub penonton.Ia menebarkan pandangannya ke seluruh penonton.Dan Sedetik kemudian,Ia melihat seseorang melambai padanya,seorang anak laki - laki.Wajah itu selalu memberinya semangat.setelah matanya berkedip,sosok anak laki - laki itu hilang dari pandangannya.
Setelah memberikan penampilannya,Ia turun dan panggung untuk istirahat,Ia langsung kembali ke hotel.Malam pun tiba,handphonenya berdering,ia angkat.
"Iya...".
"Kakak sudah selesai konser disitu ?".tanya seorang laki -laki di seberang telepon.
"Sudah,Adikku.Bagaimana dengan syutingmu?Jangan lupa minum vitamin,Raja....Kakak tidak ingin kau sakit lagi...Mama memberi kabar besok beliau akan pulang".
"Aku sangat capek hari ini Kak,Besok kakak pulang kan?".
"Iya...kau pasti menuntut oleh - oleh ?".
"Itu harus dong Kak...Kalau kakak masih menyayangi adiknya,pasti akan pulang tidak dengan tangan kosong...".
"Pasti,pasti Raja...".
sejenak kemudian,ia mematikan telepon.Ia terkesiap ingat sesuatu.Ia keluar menuju Balkon,Ia duduk di kursi dan memandangi pemandangan malam kota ini sejenak.
Ia membuka galeri yang ada di Handphonenya.Ia mencari foto seseorang.Seorang pemuda yang lebih muda darinya.Ia memandangi foto adiknya.Matanya pun berkaca - kaca,timbul satu perasaan dalam hatinya,Ia menengadah melihat langit malam yang bertaburan bintang
Ia kembali melihat foto adiknya.Ia merasa menyesal saat melihat foto adiknya.Ia berkeluh kesah pada foto itu.
"Maafkan,Kakak Adek...Maafkan Kakak,Kakak tidak menolongmu,kakak memang pengecut,kakak memang penakut,Kakak malah juga membiarkanmu...Maafkan Kakak,Sayang.
Rasya....di mana kamu sekarang?kakak lelah dengan hidup ini,kau di mana?Kenapa kau tidak ada saat ini??, saat ini kakak sangat lelah,
Rasya...Jika kau marah pada Kakak,kuharap kau mau memaafkan kakak,Kakak tersiksa kau tidak ada di samping kakak,siapa yang akan merawat kakak,Adikku?siapa lagi?
Rasya...jika kau masih terluka,ku harap kakak bisa menemukanmu dan mengobati lukamu,
Rasya...Ayah dan Kakak menyayangimu,Andai aku,kakak dan Ayah bisa berkumpul lagi,Kakak tidak akan merasakan sakitnya siksaan ini..
Rasya....".Katanya panjang lebar.Angin malam ini bertiup agak kencang dan membawa keluh kesah itu ke sebuah tempat.

Jendela kamarnya masih terbuka,Angin membuat tirai itu melambai.Ia masih duduk di pinggir jendela.Malam pun kian larut.Lalu Angin tiba - tiba membawa bisikan ke telinganya,terdengar keluh kesah seseorang yang tak asing di telinganya.Ia tahu dari siapa bisikan itu.ia merasa rindu pada orang itu.lalu ada orang masuk kamar.
"Aihhh...pasti anak ini tiap malam kerjaannya melamun di pinggir jendela...".seorang anak laki - laki mendekatinya.Ia duduk."Rasya,Aku sudah membuat lagu yang melodinya kau buat tadi,kau pasti akan suka mendengarnya besok...".
"ya ya,setidaknya tidak seperti lagu nina bobok yang tiap malam kau nyanyi kan untuk anak - anak itu...Aku selalu membuat sesuatu yang berkualitas,Temanku...".
Seseorang lain masuk kamar,Ia tampak mengantuk berat.
"Dimas,Rasya,ini sudah malam kalian harus tidur...",Langkahnya agak terseok - seok,Ia pun akan terjatuh,Lalu seorang dengan sigap menahannya.
"Iya kak Jimi,Kakak sudah membuat mereka tidur ?".
"Aku sangat amat capek sekali Rasya,Mereka ingin aku menari hingga kepayahan malam ini...".
"Bawa Jimi ke sini Sya....kasian dia..".Rasya membawa Jimi ke ranjangnya,Dimas merapikan tempat tidur Jimi.Jimi langsung tertidur pulas di ranjangnya.
"Kau perlu nyanyi nina bobok untuk jimi,Dim...agar ia bisa langsung mendengkur....".
"Eh...kau selalu bercanda,Rasya...".
Dimas dan Rasya tertawa pelan melihat Jimi yang tertidur pulas.

With Thousands Loves
Afandi

Fajar Adi.







Komentar

Postingan Populer