Salaam E dostana Bab 1
Malam ini Mereka sudah membuat janji untuk pergi sebuah kafe,di situ mereka akan merayakan pesta ulang tahun salah satu teman mereka.Yang berulang tahun seorang cewek,namun Ia tidak membedakan cewek atau cowok.Ia mengundang semua temannya satu kelas.
Mereka tiba di depan kafe itu,dari luar tampak suasana begitu meriah.Yang berulang tahun mengontrak kafe itu untuk satu malam baik indoor ataupun outdoor untuk merayakan pesta ulang tahunnya.
"Owh,Kau begitu sempurna Sahabatku...".Salah seorang dari mereka memuji sahabatnya,"lihat dirimu,begitu tampan...".
"Iya,demi sang pujaan hati,dia harus berpenampilan sempurna...betul kan Bro...,"teman yang lain ikut menyanjungnya.
"Tentu kawan - kawan,Kalian sudah tahu sendiri.Aku harus membuat penampilan terbaik untuk Nira...Aku ingin membuat dirinya terpukau saat melihatku...,"Mereka berhenti,"Arjun...Marvin...Aku akan mengacaukan pesta ini",Ia mengambil langkah dulu.
"Eh eh...tunggu dulu,Niel,Niel...apa maksudmu dengan mengacaukan pesta ini?Kau seperti orang aneh saja...".Marvin menyusul Niel yang bersemangat.
"Iya Niel,Kau juga lupa satu hal penting...kau lupa kau lupa kawan...",Arjun juga menyusul Niel.
Niel terhenti saat berada di depan pintu kafe itu.Gemerlap lampu di dalam kafe membangkitkan kemeriahan pesta.
"tenang Marvin..tenang,Aku ingin membuat pesta ini meriah dengan caraku sendiri...pasti teman - teman tidak akan pernah melupakan hal ini..mereka akan terkesan,apalagi Nira.Dia akan terkagum - kagum melihat apa yang akan kulakukan nanti...".Niel meyakinkan Marvin.
"Ku harap kau tidak akan merusak kue ulang tahun Nira,sobat.Atau membuat gadis - gadis itu ketakutan atau Bad mood melihat tingkahmu,atau atau bahkan aksimu tidak akan memberi apa - apa pada pesta ini...".ujar Marvin pesimis.
"Ooh..Marvin,kau lihat mukaku..Apa aku tampak seperti orang putus asa,galau atau orang yang laporan tugasnya ditolak oleh dozen?tidak kan?".Niel begitu percaya diri,Marvin pun mengangguk setuju,"O ya Arjun,Apa satu hal ini yang sangat aku lupakan?".
"Kawan,coba lihat dirimu.Kau tidak akan datang ke pesta ini dengan tangan kosong kan?...Bagaimana kau memberi kesan pada Nira di awal kedatanganmu kalau kau datang dengan tangan hampa?Ahahaha...".
"O iya,Ya ampun...Aku lupa mengambil kado yang ada di motor.Aku sudah mempersiapkannya spesial untuk Nira.kenapa aku sampai lupa ya ?..Arjun,kawanku,tolong ambilkan kado itu dulu kah....tolong ya tolong,kau memang teman terbaik yang aku miliki ....".pinta Niel.Arjun langsung berbalik arah ke area parkir.
"Bagaimana dengan aku Niel?Apa aku bukan Teman terbaikmu juga?".
"Oh oh,tentu kawan.Kau juga sahabat terbaikku,jangan marah,jangan marah ya...anak baik..".
Mereka pun masuk ke dalam kafe itu,dan langsung membaur dengan teman - teman mereka.Niel melihat seluruh ruangan ini,Ya tentunya mencari empunya acara ini,Nira.Dan Acara pun dimulai,
"Terima kasih buat teman - teman yang udah datang ke acara ulang tahunku sekarang ini.Dan untuk memeriahkan acaraku ini,Aku ingin teman - teman mempertunjukkan kreatifitas kalian buat menari...Okey??!!".Sambut Nira dengan bersemangat,dengan gaun warna merah yang membuat penampilannya sempurna,di belakangnya teman - teman Nira berjejer dengan anggun.
"E Nira sayang,kayaknya acara untuk dance ini nggak ada di undangan deh?!!...tuh liat teman- teman pada panik belum punya persiapan".Satu teman Nira,Arini menyela pengumuman Nira dengan pelan.
"emh,tenang beib.Aku ingin teman - teman memberikan spontanitasnya aja,gak perlu bagus ini bukan lomba dance kok,ini Acaraku jadi siapa pun bisa ikut memberikan kemeriahan ya dengan spontanitas dancenya itu,gimana?".Jawab Nira santai.
"Betul banget itu Nira,bakalan seru acaranya...".teman Nira yang lain,Nita setuju dengan ide Nira",Arin kamu mesti ikut dance karena kamu jago dance di sekolah,iya kan temen - temen...?",tanya Nita pada teman lainnya.Mereka pun menyetujuinya.
Dan tiba - tiba lampu mati,lalu di salah satu sudut seseorang tampak tersorot oleh lampu sorot.Orang itu Niel,Ia akan menunjukkan kreatifitasnya dalam menari.
"Oh liat Marv anak satu ini,dia memang bersemangat untuk hadir di pesta ini,sampai Ia berani unjuk gigi buat dance pula....".Kata Arjun takjub.
"yah begitulah,Ar.yang penting acara ini nggak kacau aja sudah syukur kok karena ulah Niel".Tambah Marvin santai sambil sesekali meneguk minumannya.
"Dia mau bikin medley dance,tapi cuma dua ronde lagu saja...".
"Oh begitu,kita harus siap - siap nanti..".
"siap- siap untuk apa ?".
"yah siap - siap buat bawa Niel yang kecapekan...".
"Ya ya...Aku takjub dengan Manusia satu ini,dia begitu bersemangat untuk merayu Nira dengan segala upayanya,dia sangat tertarik semenjak pertama kali dia melihat Nira.tepatnya mereka akan menghadiri jam kuliah.
Niel selalu berusaha menarik hatinya Nira,namun reaksi Nira biasa saja,hebatnya Niel tidak pernah menyerah".
"tunggu Arjun,apa Niel sudah pernah menembak Nira ?".sela Marvin.
"belum Marv,selama ini ia hanya berusaha menarik hati Nira,namun ia belum berani menyatakan perasaannya pada Nira".
"kenapa begitu ?".
"Niel pernah bilang padaku bahwa sebelum ia hendak menembak Nira,Nira bilang pada Niel dulu bahwa Ia ingin berteman dengan Niel saja.Saat itu Ia keliatan kasihan sekali dengan wajahnya yang galau".
"dan di saat ini,dance yg ia lakukan saat ini adalah usaha Niel yang ke sekian kali untuk merayu Nira,Niel berharap Nira bisa menerima Niel
dengan status yang melebihi seorang teman atau sahabat...".
"Owh,begitu ceritanya semuanya.Kasian Sahabatku yang satu ini...".
"Apa kamu ingin membantunya Marv?".
"Membantu apa ?".
"Yah membantu Niel merayu Nira,dengan menambah hebatnya penampilan Niel di dance yang kedua ini....".
"Apa ?Dance?...".
"Ayolah kawan....".Arjun menarik tangan Marvin untuk bergabung dengan Niel.
Mereka bertiga menggebrak panggung acara yang lumayan luas itu dengan penampilan mereka,Acara berlangsung meriah.
***
Masih jam setengah delapan malam,Marvin berada di alun - alun kota sendiri tanpa Arjun dan Niel.Ia mengistirahatkan otaknya sejenak setelah ia menyelesaikan tugasnya yang banyak.Beruntung malam ini berlangit cerah bulan purnama berada di langit timur,tak ada awan sedikit pun di sekitarnya.
Lalu Ia melihat seorang cewek berjalan sendirian dengan menangis,Marvin tergerak hatinya untuk mendekati cewek itu.Karena lelah cewek itu duduk di sebuah kursi di bawah pohon sambil tetap menangis.
"maaf Kamu kenapa?",tanya Marvin dengan halus pada cewek itu.
"nggak apa - apa",cewek itu menyembunyikan rasa sedihnya dengan mengusap air matanya.
"boleh aku duduk di sampingmu?",
"Ya silahkan...".
"tenanglah aku bukan orang jahat,dan jujur aku hanya ingin tahu saja ada apa denganmu?",
"bagaimana aku yakin bahwa kau bukan orang jahat atau cowok yang suka menyakiti hati seorang cewek?".
"karena Aku belum tahu caranya menyakiti hati seorang cewek,dan Aku belum tahu atas tujuan apa orang menjadi jahat".
Cewek itu terdiam sejenak.
"Lalu apa kamu belum punya cewek sebelumnya?",
"Belum,mungkin aku belum bisa untuk laku jadi cowok seorang cewek...heheh",celoteh Marvin dengan tertawa halus,
"tapi kenapa tidak mencari seorang cewek saja agar kamu tidak sendirian?".
"Aku masih berusaha mencarinya,tapi karena banyaknya tugas kuliah belum bisa memberiku waktu untuk mencari seorang cewek".
Perlahan keadaan cewek itu pun berubah"Kau bisa saja",
"O ya,kenapa juga kamu sendirian di sini?mana cowokmu?Apa juga belum punya cowok?",tanya Marvin dengan senyum ringannya.
"itulah masalahnya,Eh kita belum saling tahu nama kita",Cewek itu mengajak Marvin berkenalan,"Kau orangnya lumayan asyik juga,kau bisa sedikit menghilangkan sedihku,Namaku Malika,kamu?".
"Aku Marvin,Malika.Namamu seperti Ratu tapi kenapa Seorang Ratu bisa sedih seperti ini?",
"Masalahnya begini Vin,Sebenarnya Aku punya cowok,sudah 6 bulan kami berpacaran dan berjalan baik - baik saja,sayangnya hari ini tidak lagi,semuanya berubah dan sudah berakhir karena aku tahu bahwa Cowokku,Rino namanya,hanya memanfaatkan aku.ternyata aku dijadikan pacarnya hanya untuk membuat panas mantan ceweknya yang sudah punya pacar,Ia ingin menunjukkan bahwa ia juga bisa mempunyai pasangan sepertinya,Rino sangat mencintai mantanny,namun Ia dipermainkan cewek itu dan Ia pun kecewa berat.
Rino memilihku sebagai pengganti Mantannya.Namun kemarin Ia mengecewakanku dengan berkata bahwa Ia sudah bosan denganku.Aku berusaha memaksa Rino untuk menjelaskan sebabnya,dan ternyata Mantan cewek Rino akhirnya Menikah,karena Rino pikir Mantannya hanya bermain - main.
Okey,Aku bisa menerima keputusannya.Sakit hati?Aku sangat Sakit hati Vin,Aku tadi menamparnya sebagai pertanda berakhirnya hubungan kami".
"Kasian sekali kamu,Malika",
"Terima kasih Marvin...",
"Aku berpikir bahwa semua cowok sejahat itu,mempermainkan hati seorang cewek",
"lalu aku juga cowok,jadi aku juga jahat dong?",tanya Marvin polos.
Malika melihat Marvin"Mungkin aku bisa membuat pengecualian untukmu.Karena Kau baik",
Malam semakin larut,Marvin dan Malika terus mengobrol.Mereka mulai akrab.keadaan Malika mulai membaik karena Marvin yang berusaha menghiburnya.Perlahan Marvin menaruh hati pada Malika.Bahkan Marvin pun mengantar Malika pulang.
Sesampainya di depan Rumah Malika.
"Terima kasih banget ya Vin,sudah mengantarku sampai rumah...Kau ternyata Orang baik".
"Sama - sama,Lika.O ya Aku langsung pulang ya,Aku takut ibuku mengancing pintu rumahku,Aku duluan ya",Marvin pun hendak tancap gas.Namun Malika menahannya.
"Marvin,Kau sangat bersimpati padaku.Kau baik sekali padaku.Aku ingin kita bersahabat,"Malika mengajak Marvin berjabat tangan",Bagaimana?".
"Yah yah,bisa...Mulai sekarang kita bersahabat",Marvin menjabat tangan Malika.Marvin langsung pulang dengan hati yang berbunga - bunga bisa mendapat seorang cewek cantik seperti Malika.
****
Salaam-E-Dostana....
Sincerely...
Fajar Adi
Komentar
Posting Komentar