Lost In Love 1



Jujur,sebenarnya aku sendiri belum tahu apa itu Cinta,belum mengenal apa itu Cinta,belum merasakan bagaimana rasanya jatuh ke dalam Perasaan Cinta. 

Apakah sama halnya kita terjun ke dalam lautan yang begitu luas ? Apakah sama Halnya dengan masuk ke dalam sebuah kota yang baru atau asing ?

Sehingga kita harus mengetahui seluk beluk kota itu terlebih dahulu,mengetahui bagaimana keadaan hidup Orang - orang yang tinggal di dalamnya,bahkan mempelajari Gaya Hidup Mereka terlebih dahulu,mengetahui setiap tempat dan alamat di kota itu terlebih dahulu,sepertinya bila seperti ini akan terasa rumit.

Atau,Jatuh Cinta itu sama halnya dengan kita mencoba untuk mengambil jalan dengan tujuan yang jelas namun kita belum tahu dan paham bagaimana keadaan sepanjang jalan yang akan kita lewati ?

Kita hidup di bumi ini,mengalami jatuh cinta,tentu akan mengalami perubahan - perubahan yang terjadi pada Bumi ini,Musim,Iklim,dan Cuaca yang saat ini berubah tidak menetu,mungkin hal ini berlaku juga pada perasaan dan hati kita saat menempuh setiap jengkal jalan yang kita lalui untuk mencapai tujuan kita dengan berbagai ujian dan rintangan ?

Ini yang selama ini membuatku penasaran,Bagaimana jadinya nanti jika aku jatuh cinta ?menempuh jalan tujuan cinta untuk hidup bersama dengan seseorang dengan menghadapi Ujian dan rintangan sepanjang jalan yang mungkin menggoyahkan tekad,kekuatan dan Iman kita. 

Andai saja aku tak bermantap niat,tak kuat tekad serta mempertebal iman untuk menempuh jalan untuk tujuan cinta dengan tetap berada jalur yang tepat,bisa saja aku kehilangan arah dan tersesat. 

Bila aku tak berkonsisten dengan apa yang ingin aku lakukan,maka biasa saja aku benar - benar tersesat dan tahu jalan untuk kembali pulang.

Namun yang menjadi pertanyaan,bagaimana dengan Perasaan dan Hatiku yang sudah terikat pada tujuan dan misi semula untuk Cinta ?

Mungkinkah aku harus mengabaikannya dengan keadaan terpaksa ?membiarkannya mengambang tanpa kejelasan,terombang - ambing seperti Perahu yang mengarungi besarnya gelombang hingga hampir 
karam.

Ya,hampir karam,karena bisa saja suatu ketika ada setitik harapan untuk selamat dari keadaan sulit demikian. Kemudian berjalan tenang di atas luas samudra tanpa arah yang jelas,berpasrah pada arah angin yang tak memberikan kejelasan.

Aku belajar dari Kisah kehidupan Sahabatku,Sahabat sekamarku,Sahabat terbaik,Sahabat di saat tangis maupun tawa. dia selalu memberiku nasihat dan pengalaman. 

Kami tinggal di Kota ini sudah beberapa tahun,aku bertemu dengannya saat kami berhasil diterima menjadi Pelayan di Kafe ini.

London,Luar Biasa,aku tidak menyangka aku akan bisa merasakan bagaimana rasanya tinggal di kota yang luar biasa ini. Ini musim Gugur yang ke empat aku temui,tidak terasa. 

Akan ada cerita yang akan ia katakan padaku,setiap hari,setiap malam sebelum kami tidur dia selalu bercerita tentang apa yang terjadi padanya hari ini.
Seperti pagi ini,Kami sudah siap dengan seragam dan celemek kebanggaan kami. 

Salah satu pelanggan setia kami datang menyapa kami. Wanita berumur empat puluh tahunan,dengan badan subur rambut blonde dan sangat ramah pada kami,bahkan pada siapa pun. dia mendekati kami.

"Good Morning,Nyonya Alberta...",kami menyapa Wanita itu

"Good Morning,Kalian semua. Wow,seragam yang bagus dan kompak,Awesome,I always like this place...",

"even with Us,Nyonya Alberta 
?",Tanya Regina,teman Barista Wanitaku,dia perantau dari Irlandia.

"Of Course,darling. Don't ask me this thing again with me...",Senyum Nyonya Alberta di wajah gemuknya.

"Oh...Seperti biasa,Nyonya Alberta ?",Tanya Tania,teman Barista wanitaku yang lain.

"Yes...apa sudah kalian siapkan ?",

Lalu,seseorang muncul dengan membawa segelas Kopi Susu hangat dengan bau yang menggoda bahkan sampai tercium oleh Nyonya Alberta. yah,dialah sahabatku,dia mendekati Nyonya Alberta dan menyerahkan Kopi itu.

"Ease the Sugar like What You ordered yesterday...",Sapanya dengan ramah dengan wajah yang cerah,secerah pagi ini.

"Oh...Of Course,Boy...thank You...You notice what I said to you last time...",

"For the Best Service,Nyonya Alberta...",Ia mengangguk
Nyonya Alberta langsung menyerahkan uang untuk membayar kopi ini,kemudian meminum perlahan.

"Always Fantastic taste...The Best !!!...",

"Tentu Nyonya Albert...for Best Service...",

"You do the best Always,Rey. Oh ya,coba lihat apa yang aku lihat di British News tadi pagi...",Nyonya Alberta mengeluarkan handphonenya dan menunjukkannya pada sahabatku itu",Coba lihat,Gadis ini,kau pasti mengenalnya ?,tanya Nyonya alberta menggoda Reynald.

Reynald tersenyum sambil melirik Nyonya Alberta.

"dia tampak lebih dari cantik,bukan begitu Rey ?",

"This is become my lucky to have look his beautyfull face,everyday,Nyonya Alberta...",

"All right,lalu aku dengar kabarnya dia akan tampil di London Fashion week yang akan datang. 

Wow !!!dia gadis yang luar biasa dan aku yakin karirnya akan bagus di sini...",nyonya Alberta berbisik",aku pikir Nyonya Victoria Beckham perlu memilikinya sebagai salah satu modelnya,dia patut diperhitungkan...",

Nyonya Alberta dan Reynald tertawa terbahak - bahak.

***

"TING !!!",mereka bersulang gelas untuk merayakan keberhasilan.

"This is for DESIRE Magazine...",

"Of Course,And this is specially presented for Our Next Top Model,Anna. you do great job dear,I feel gratefull...",

"No,Ms Charlotte,this is presented for Us...it is not about me,but it is about Us and our effort....",Wanita yang bernama Anna berkata dengan nada rendah hati,

"At least we need to celebrate for it. aku tahu kau sangat antusias untuk membawa majalah DESIRE ke kancah persaingan mode dan media massa di London...",satu wanita lain bernama Lin

"Lin berkata benar,Anna. kaulah yang selalu menyemangati kita dan menghapus rasa pesimis kita,kau tahu aku sangat cemas jika DESIRE sampai gagal bersaing,dan pada akhirnya...",Nona Charlotte 
menunjukkan sebuah amplop.

"Oh My God...",Lin terbelalak melihat apa yang ditunjukkan Nona Charlotte,begitun juga Anna.

"London Fashion Week !!Unbelieveble !!!",Gadis bernama Patricia.

"i am not believe,i think i am dreaming,i need my spectacles to ensure this is real...",Wanita lain menyela mengambil kacamatanya.

"this is not dream,i still not believe i received this yesterday. just speechless,and this really this is our first great Achievement...",

"Dreams come true,thanks Ms. charlotte,you always lead us as well",Anna mengangguk sedkit.

"Thank you,My dear. and,i well trust you to participate this greatest event in London. I trust you are professional,you won't dissapoint us...",

Anna tersenyum bangga kembali mengangguk.

"Thanks for this,Ms. Charlotte. i wish we can make one step forward...",

"I wish and we wish. then,don't forget to tell Reynald about it. he will be so surprized...",

Anna tertawa sedikit mengelus rambut panjangnya,ia mengibaskannya sedikit,dan semua temannya di dalam satu ruangan ini tertawa.

***

Di suatu pagi,saat berkunjung ke Kampus Universitas Cambridge,Ia hendak menemui salah satu dosennya untuk memberikan Hadiah kenang - kenangan. dia baru saja menyelesaikan kuliahnya di kampus ini. dia berkunjung ke kampus ini bersama kedua orang tua.

Ibunya meminta untuk tidak berlama - lama. Dosennya sangat senang dan bangga menerima hadiah kenang - kenangan ini. ia juga tampak bahagia,senyum yang tidak kunjung hilamng pada wajahnya. 

Ibu Dosen ini mengajaknya berkeliling kampus untuk sebentar bernostalgia. Ketika ia dan dosennya sampai di halaman utama,ibunya mendatanginya.

"Audrey,maafkan ibu mengganggu waktumu bersama ibu Dosen,sudah waktunya kita berangkat ke London,semua orang mulai...",panggil Ibunya tampak segan,Ia,Audrey menghilangkan wajah cerianya",mempersiapkan acaranya dan mungkin Andrew sudah tiba di rumahnya,"

"Iya Ibu,aku akan berbicara pada Ibu Fransisca sedikit lagi",

"Maaf,Audrey,Nyonya Johnson ada apa ?kalau saya boleh tahu ada acara apa untuk Audrey ?",tanya Ibu Fransisca denan nada yang sangat halus,

"Audrey akan segera dilamar oleh 
Pemuda pilihannya yang tinggal di Westminster,Ibu Fransisca. saya sangat bahagia sekali,akhirnya,bukan begitu Audrey ?",tanya Nyonya Johnson menengok wajah Audrey.

Audrey tersenyum samar,kemudian membuang muka dengan raut muka yang berubah. Wajah Murung yang menyembunyikan sesuatu. Halaman Kampus dengan rumput hijau yang masih basah.

"saya turut berbahagia mendapat kabar bahagia ini,Nyonya,Audrey",Ibu Fransisca menjabat tangan Audrey",I wish you have a happy engagement moment,and happy married,My dear....",Audrey mendapat pelukan selamat dari Ibu Fransisca.

Tak lama kemudian,Audrey dan Ibunya meninggalkan Ibu Fransisca. Audrey melambaikan tangan agak lama,begitu pun Ibu Dosen tercintanya itu. 

Senyum pada wajah yang cantik dan menawan. Audrey melihat mobil yang ada di hadapannya,raut mukanya kembali berubah,seperti ia memendam satu masalah. Hati yang terasa berat.

Ia melihat Ayahnya berada di jok belakang. Mereka pun berangkat menuju kota London.

***
Sementara itu di salah satu tempat di Los Angeles. Keputusan sudah dibuat untuk program acara yang akan dibuat untuk waktu mendatang. Seorang Pemuda yang memimpin rapat ini,ia mengakhiri rapat.

"Aku berharap banyak untuk talk show yang akan kita buat nanti. Studio,menunggu beberapa hari lagi siap. Tim kreatif sudah siap dengan semuanya. 

dan,untuk siapa yang akan menjadi Host untuk acara ini,aku sudah mendapat beberapa kandidatnya,aku akan melakukan presentasi untuk ini setelah aku kembali dari London.

So,I think this is enough for today,Wish A Luck for Us. Thanks for All Your good job....",Pemuda ini mengangguk. Tatapan yang tenang namun mantap.

Semua kru yang mengikuti rapat ini pun meninggalkan ruangan. Lalu,Seseorang datang.

"You work very Well,dude...Trust me Mr. Darmawan will proud of you..."

"I Just do what i want to do,so,jam berapa pesawatku ke London malam ini ?aku harap semuanya tepat waktu,dan Audrey tidak akan menunggu lama diriku...",

"20.55 ,aku harap semuanya telah siap,tanpa terkecuali. Aku akan mengantarmu setelah kau menghubungiku saat kau sudah siap...",

"Okey,Bro. Thanks,I'll ready soon...",Pemuda itu memakai jas hitam kemudian menepuk halus rekannya. Ia berjalan dahulu.

Namun,temannya memanggil sekali lagi.

"Andrew...",

"Ya,ada apa lagi ?",Pemuda berjas bernama Andrew itu berbalik.

"I wish you trully ready...",

"I am ready whenever,i hope you don't find doubtness in my eyes,Darren...",

"For Audrey...just for her",
Andrew terdiam sejenak memikirkan sesuatu.

"emh...",Andrew menyamarkan senyum",everything will be fine,soon,i'll send you our picture at that moment,trust me...",senyum dan tatapan khas Andrew selalu meyakinkan Darren.

"Allright,Allright...",
Andrew beranjak dan langsung kembali ke apartemennya.

***



Sore itu,saat hari libur,Reynald mendapat telfon dari Anna. Anna meminta Reynald untuk menemaninya mencari pakaian baru sekaligus hadir ke suatu acara peragaan busana. 

Awalnya,Reynald menolak dengan alasan tidak enak badan,Namun Anna merayunya. Gadis dengan Nama Anna,Gadis model Majalah yang mulai naik daun di Kota London ini,DESIRE,adalah Gadis yang piawai menaklukkan seorang pemuda keras kepala seperti Reynald dengan mudahnya.

Muka cemberut dan tak bersemangat saat berdandan di depan cermin. Aku mendekati Reynald dan berkata padanya.

"kau mencintainya bukan ?",

"Ya...",Reynald melepas nafas beratnya dan melirikku",tunggu,kau tahu kan Dev,aku selalu berkata padamu tentang kenapa aku tidak mau sering sering pergi ke setiap tempat di Westminster ini ?",

"tidak apa apa Rey,Kau adalah 
Barista terbaik di kafe. Semua orang suka dengan keramahanmu,service attitudemu apalagi...",aku menunjuk wajah Reynald di cermin",I haven't seen A Barista Boy who has A good looking and so much fresh face like you yet. 

Tidak ada yang salahnya jika banyak yang menyukaimu dan mengingat wajahmu. Why must there an ashame inside yourself that will you show towards People ? ",

"its mean i'll become A populer Guy soon,right ?i can catch what you think about me...",Reynald meraih jaket abu abunya kemudian memakainya.

"Apa salahnya jika ini benar terjadi,selama kau bisa menjaga attitudemu dan menyembunyikan rasa mindermu di hadapan orang lain,semuanya akan baik baik saja...",aku merangkul Reynald dan berusaha menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Reynald kembali menghembuskan nafas berat hatinya,sepertinya dia tidak sepihak dengan kata kataku. Ia melirik sejenak dan meninggalkanku dengan langkah yang berat.

"Have Nice moment,bro. She will love you so much...",mungkin kata kata penyemangatku tak akan bisa menggoyahkan rasa mindernya.

"Oh,damn !!she always ties me with her much love...",Reynald menutup pintu.

Aku cekikikan dan mengambil salad buah yang baru saja kusimpan di Kulkas.



Carnaby Street di siang hari ini. 

Anna mendapat undangan dari Ms. Jennifer,salah satu pemilik Distro yang cukup terkenal di barisan outlet pakaian di Jalan 
Carnaby,untuk menjadi salah satu Model Pakaian terbarunya,sekaligus meliris model gaya berpakaian yang baru ciptaannya.

Ms. Jennifer tahu bahwa Anna adalah Gadis yang mampu membuat Majalah DESIRE meraih popularitas sebagai Majalah dan Media massa mode baru di London. 

Anna menemui Ms. Jennifer,Reynald tampak lesu,mata sayunya mengarah pada orang yang mulai berbaris di sepanjang sisi jalan.

Panitia Penyelenggara Acara  Pengenalan Mode Tahunan di Jalan Carnaby ini sudah membuat walkway untuk para model berlenggak lenggok memamerkan busana.

Ms. Jennifer sangat bahagia Anna bisa memenuhi permintaannya. Ia menjelaskan bahwa Anna akan memamerkan empat macam mode busana untuk setiap musim di Eropa. Akan ada 8 model,empat model Wanita  dan empat model Pria.

Mata Anna sesekali melirik Reynald yang kebosanan di sudut ruangan ini. Berdiri kaku tak ubahnya manekin milik Ms. Jennifer. 

Sebenarnya hal ini agak mengganggu Anna karena orang yang ia ajak ini tak begitu bersemangat.

Salah satu asisten Ms. Jennifer hadir dan memberitahukan bahwa salah satu Model Prianya gagal datang karena sesuatu hal. Ms Jennifer sangat menyayangkan hal ini,begitu juga Anna. 

Padahal Model model lainnya sudah berdatangan dan siap duduk untuk Make Up
Ms Jennifer tampak kebingungan,ia menelpon ke semua orang,bertanya apakah masih ada satu orang pria yang bisa segera menolongnya untuk acaranya.

Nihil ! Ms. Jennifer tak mendapatkan seorang pun. Ia semakin panik hingga meminta bantuan pada Anna
Anna mencoba  menghubungi teman teman model laki lakinya,namun jawaban yang sama. 

Semuanya sudah dikontrak outlet lain untuk even ini. Ms jennifer pun lemas. Tak sengaja,Anna melirik Reynald yang keadaan wajahnya berubah. Ia mendapat ide. Ia berbisik pada Ms. Jennifer.

"Oh,tidak tidak,aku tidak mau..." Reynald keluar dan mencoba menerobos kerumunan orang ini",aku tidak mau untuk ini,semua orang akan melihatku,memotretku,memajang fotoku di beberapa lembar halaman majalah,merekamku di handphone mereka,dan aku harap wajahku tidak akan jadi Trending Topik dalam even ini..."

"Come on,Baby,tolong aku,please. Aku tidak ingin berjalan di depan mereka sendirian,"Anna berusaha mengimbangi langkah Reynald di sebelah Kiri",ini even penting bagiku,

kau tahu Megan Clarke,Louis Newman,Natasha Ling,Sui Lu,mereka akan datang ke acara ini dan mereka akan menyapa orang orang di tempat ini dan aku ingin bertemu dengan mereka serta menunjukkan diri pada mereka..",

"So,You damnly wanna be famous", Reynald tak sedikit pun  menengok Anna. 

Anna mengernyitkan dahinya",but you will throw much ashame to my face,oh shit !!!",

"apa kau bilang ?! Famous ? How Could you say that,i just wanna make one step forward,aku hanya ingin mencari ilmu dari mereka,orang orang yang telah berpengalaman dalam bidang ini....", Anna tak mau kalah,

"then,what you get if you get so long step after pass long time ?",

"Maybe i can be one of Victoria Beckham's Supermodel at one time,"

"Apa peduliku dengan mereka dan acara ini?kau hanya memintaku untuk mengantarmu saja...",

"tapi,aku berpikir bahwa kau bukan sekedar sopir atau BodyGuardku,aku tahu seorang Barista dengan jam kerja yang padat setiap hari pasti mempunyai banyak rasa suntuk yang membebani kepalanya....",

"Ooh,aku selalu menikmati apapun pekerjaanku,dan aku selalu merasa nyaman dengan apa yang aku kerjakan,right ?",

"No !kali ini aku tidak merasa nyaman berada bersama seorang Barista yang merasa nyaman dengan apa yang ia kerjakan. Dia bukan orang lain bagiku sebenarnya,

tapi saat ini entah kenapa dia terasa seperti orang lain,"Anna mempercepat langkah agar bisa berada sedikit di depan Reynald.

Ms Jennifer tidak mengerti apa yang Anna dan Reynald bicarakan karena keduanya memakai bahasa indonesia,namun demi kepentingannya kali ini,ia memberanikan diri untuk berbicara pada Reynald. Ms jennifer menyela Anna dan Reynald.

",Please Reynald,let me having you,Please help me,dear, i really really...",Ms Jennifer juga tidak mau kalah untuk membujuk Reynald",need you, come with me and make a deal,i will give you more reward,please...",

"No..no..no,Ms jennifer. Forgive me,before",Reynald mulai kesal",i won't do that. I don't want how many you will pay as your model,i can't fill this request",

Anna dan Ms Jennifer pantang menyerah membujuk Reynald. Anna melihat Kaca salah satu distro di sampingnya. Ia berusaha menarik tangan Kiri Reynald dan 
menghentikan.

"Stop it, You,StoneHead Guy !!",Kali ini Anna mengambil tindakan terhadap Reynald. Ia sedikit menarik tangan Reynald",Listen to me !",Anna sedikit berteriak.

Reynald terkesiap dan berhenti. Anna berdiri di hadapan Reynald yang ketakutan. 

Ya,ketakutan,bersikap sedikit Galak adalah cara Anna untuk menaklukkan Reynald. Anna menatap tajam kedua mata Reynald hingga Reynald tak bergeming
Reynald berusaha menghindari tatapan Anna namun Anna malah membalikkan badanhya ke arah Kaca di sebelahnya. 

Reynald menunduk namun Anna segera mengangkat dagunya membuat ia melihat sekujut badannya di kaca.

"Ada apa,Rey ?kenapa kau tidak mau menolongku ?kenapa kau menolak tawaran Ms jennifer ?",Kali ini Anna berakting kemayu",

Ooh,Coba lihat,apa yang salah dengan wajah ini ?",Anna mengusap dagu Reynald di hadapan kaca",Apa yang dia fikirkan pada wajah yang ia miliki ini ?,

Andai Ia tahu,aku sudah berkeliling London,Manchaster,Liverpool,dan tempat tempat lain,aku belum pernah menemukan Wajah yang segar dan tampan seperti ini...",

"So,bahkan dari sekian Pria berkulit Putih di seluruh negara Inggris ini tidak ada satu pun yang mencuri perhatianmu ?",kata Reynald ringan

Anna sedikit terbelalak"menjadi Model tak memberiku banyak waktu untuk melakukan penjajakan Pria pria di setiap tempat dengan iklim Subtropis ini. 

London,Paris,Roma,bahkan Madrid semuanya sama. Wajah mereka tak sesegar Pria Pria tropis seperti salah contohnya dirimu",Anna menaruh daguhya di bahu kiri Reynald,

Ada sedikit desiran cukup kuat terasa dalam Dada Reynald mendengar perkataan Anna.

"Kupikir tidak ada kaitannya dengan bagaimana wajahku dan ketertarikan hatimu padaku,aku tidak tahu bagaimana caranya membuat wajahku agar bisa mempesona setiap orang dengan begitu saja,terlebih membuat orang hilang ingatan tentang keadaan sekitarnya. 

Aku jauh kurang dari memiliki sebuah Self Point...",

"Memang tidak ada kaitannya karena Seorang Barista seperti dirimu selalu berusaha nyaman dengan apa yang ia kerjakan,termasuk melayani siapa pun. 

Attitude,Behaviour and Kindness are behind this Good Looking Face",Anna mengusap Wajah Reynald dengan ujung telunjuknya",You have whole point...",
Tiba tiba Anna ingat sesuatu",Ooh,forgetting these all nonsense,tidak peduli bagaimana dirimu,keras kepalamu,tidak terlalu penting tentang Self point,dan yang terpenting adalah kita saling mencintai dan menyayangi serta tetap ingat bahwa tepat hari ini adalah hari Aniversi aku dan kau yang ke dua tahun. Aku yakin kau meningatnya,Rey. Bukan begitu ?",

Reynald terkejut dan menepuk kepalanya",Oh My God. I'm totally forget it. How could I...",Reynald melihat Anna",ooh...i am so...sorry...I just realize that i damnly forget it..",

"Of Course,You are. Setiap hal hampir kau lupakan karena sikap keras kepalamu,dan sekarang ",Anna berubah menggebu gebu",hari ini,mungkin sedetik kemudian kau akan lupakan untuk memberikan sesuatu padaku agar aku terkesan di setiap Anniversary day kita ini...",

"No No No,No No. Sorry,Sorry,Don't Worry...okey,fine,aku beri yang kau mau ,apa yang kau minta ?",Reynald merayu Anna agar tidak marah.

Anna hanya melirik ke Arah Ms Jennifer. Ia memainkan Alisnya seolah olah memberi Isyarat. Anna mau Reynald menerima Tawaran Ms Jennifer. 

Reynald akhirnya menyerah. Anna dan Ms Jennifer mengajak Reynald kembali untuk make up dan ganti kostum.

Saat giliran Team Ms Jennifer tiba untuk tampil. Anna muncul di tengah walkway bersama Reynald. 

Anna mengenakan outfit kaos berwarna peach dan jaket jeans dipadu rok yang sewarna dengan Bajunya. 

Sementars Reynald,oleh Ms Jennifer dipakaikan outfit Kemeja lengan pendek warna peachh dan kaos warna putih untuk dalamannya celana pendek putih.

Kulit keduanya putih dan segar membuat semua orang memperhatikannya. Mereka mulai mengambil foto sepasang kekasih ini. 

Mereka mulai berjalan,Reynald tampak sedikit grogi karena lensa lensa kamera itu mengarah padanya.

Anna melirik Reynald. Perlahan ia menggenggam tangan Reynald. Reynald menoleh sambil menjaga langkahnya. 

Anna tersenyum bahagia padanya sekaligus menyampaikan tatapan yan seolah olah berkata "I Love You,We Are Good Couple,We get this moment...",

Senyum yang sekejap membangun percaya diri Reynald. Ia pun berjalan dengan tegap,masih menggenggam tangan Anna. 

Penonton terus mengambil gambar dan merekam Pasangan serasi yang sedang berjalan ini. Berbahagia di hari jadi mereka.

Sepasang kekasih yang berjalan. Walk Of Jodi. Carnaby street.

****

Malam dengan suhu udara yang sangat dingin. Sedingin Hati Audrey,Ruangan kamar yang senyap. Namun di ruang keluarga,semua orang sudah berkumpul,Keluarga Darmawan dan Keluarga Smith. 

Mereka melangsungkan Acara Pertunangan Andrew dan Audrey.
Semuanya telah hampir siap. 

Kembali pada Audrey,Tatapan Mata terpaku pada bayangan wajahnya di cermin. Di meja rias ini ada satu kotak kecil,tampak seperti kado,kado telah terbongkar isinya.

Sebuah Kalung Emas putih dan satu figura foto berisi selembar kolase foto Audrey dan Seorang Pemuda,namun bukan Andrew. 

Hawa yang dingin ini menyadarkan Audrey dari lamunannya. Ia menemukan surat yang terlipat hingga lipatan kecil.

Ia membukanya,
"Sorry for dissapointing You.  I can't life any longer time for You...Jordan...",kalimat terakhir yang tertulis sebagai penutup surat.

Mata Audrey terbelalak,perlahan selembar foto itu ia ambil. Tangan yang tampak gemetar,ia mengusap foto itu,usapan yang meninggalkan bekas - bekas air,air mata. 

Audrey akhirnya tahu bahwa Jordan telah tiada di kehidupannya.
Ia ingin memecah tangis karena rasa hancur hatinya,baru saja mendapati kenyataan yang ada. 

Orang yang ia cintai,dulu,pergi dari dirinya,untuk karir dan pekerjaan namun ternyata ia telah tiada selamanya,tidak bisa,ia tidak ingin membuat kekacauan kecil di saat - saat spesial baginya ini.


Audrey membiarkan air matanya terus mengalir. sementara batinnya terus menjerit dan meratap. Ia hanya terisak - isak,tatapan mata yang tak lepas dari fotonya dan Jordan. ia bisu dengan jeritan batin yang semakin menggebu.

terdengar ibunya memanggil. ia masih hanyut dalam tangisnya. seperti kenangan kenangannya bersama Jordan di masa lalu terputar ulang di cermin. 

Setiap nafas yang mengalir dalam dirinya terasa semakin meluluh lantahkan perasaannya. segenap daya bagai hilang dari jiwanya.

Ibu Audrey membuka pintu kamar dan mendapati Audrey sedang menangis. ini membuatnya keheranan. apa yang sedang terjadi pada putrinya ini ?

"Audrey,What's happened ?",

Audrey berbalik dan berdiri,ia menggenggam selembar kertas. ia melihat wajah ibunya. Ia mendakti ibunya,perlahan ia menyerahkan surat itu pada ibunya.

Ibu Audrey membacanya sejenak,tiba - tiba ia ingat sesuatu,ingatan ini menyangkut Jordan,Matanya berkaca - kaca karena ini. 

Ia melihat Audrey,Air mata yang masih meleleh dari kedua mata itu,Jeritan Batin yang tak bisa terdengar oleh siapa pun.

Namun,rasa itu bisa terasa jelas ibunya,Ibunya memeluk dirinya,

",Honestly,At first,I have time to wish that he has to be Your Spouse,i trully Love him too...",

Mata Audrey terbelalak  mendengar apa yang dikatakan ibunya barusan,ia tidak menyangka ibunya diam - diam mendukung hubungannya dengannya dengan Jordan. 

Namun,waktu membuat semuanya terlanjur terjadi,menyisakan kesedihan dan pupus harapan dalam diri.

Ibu Sisilia,ibu Audrey,menenangkan Audrey. ia membelai rambut Audrey,ia juga berusaha mempersiapkan diri Audrey untuk bertemu dengan Andrew,Pria yang akan melamar Audrey. 

Tak perlu butuh waktu lama untuk menenangkan Audrey,Ibu Sisilia menuntun Audrey keluar kamar.

Di ruang tamu,Semuanya,kedua pihak keluarga telah  berkumpul,saat Audrey hadir,Mereka berdiri untuk menyambut sosok yang telah ditunggu,Gadis yang dengan wajah menawan dan penampilan yang menyita perhatian.

Satu wajah yang telah berubah cerah dengan suasana hati yang bahagia,ia bisa mengatasi rasa groginya untuk pertemuan ini. 

Andrew bersiap diri,Ia memegang kotak yang berisi sepasang cincin.
Mata Audrey melihat Wajah Andrew,kali ini batinnya bertanya - tanya,

"akan bagaimana jadinya jika aku bersamanya ? jika aku hidup dengan dia ? menerima kenyataan hal paling sulit untuk dihadapi saat ini,tapi aku akan berusaha....",

Rasa ragu menyusup dalam Hati Audrey saat melihat Andrew yang telah mantap bersama kehadiran keluarganya. 

Senyum dan wajah bahagia masih belum kunjung terlihat di wajah Audrey,karena baru saja mendapati Surat dari Jordan.

Hatinya bergejolak beserta keraguannya,ia tidak ingin ini memperkeruh keadaan,Audrey berusaha mengabaikan kekacauan dalam hatinya. 

Ia menggenggam tangan ibunya lebih erat,Ibu Sisilia menolah dan tersenyum,senyum yang meyakinkan dan menguatkan diri Audrey.

Audrey tak ingin memperkuat bias kesedihannya dirasakan oleh Ibunya,dengan berusaha tersenyum pada ibunya,ia berharap semuanya akan baik - baik saja. 

Akhirnya,Audrey dan Andrew berhadapan.

Prosesi Lamaran mulai dilakukan. Keduanya tampak menyematkan cincin di masing - masing Jari. 

Andrew semakin memperlebar dan memperkuat senyumnya. perlahan,tangannya membelai rambut Audrey. Audrey berusaha tersenyum,ia menunduk.

Gejolak dalam hatinya tak kunjung berakhir.

****



Awal - awal saat  musim dingin tiba,
Siang itu,setelah menjenguk temannya yang tengah  dirawat di Rumah Sakit St. Thomas,Reynald menyempat waktu untuk berjalan - jalan di Jembatan Westminster. 

Udara sangat dingin hari ini,
Semuanya terselimuti oleh Salju,Mendung tampak di seluruh penjuru langit London,Sungai Thames masih mengalir dengan tenang. 

Reynald memfoto suasana musim dingin di jembatan ini. Tak lupa ia meminum Kopinya yang ia bawa dari rumah sakit tadi,perlahan demi perlahan,di tengah hawa dingin ini.

Tiupan angin yang mengencang menjadi pertanda bahwa sebentar lagi akan ada badai salju. Ia melihat orang - orang berjalan cepat untuk segera pulang. Badai salju mungkin akan besar. Ia segera bergegas.

Semua orang tampak terburu - buru untuk pulang di jaluir kanan dan kiri Jembatan Westminster ini,namun ada satu orang wanita yang berdiri tenang di sisi kiri Jembatan,tak jauh dari arah reynald berjalan.

Tentu saja dia menjadi perhatian Reynald di saat menjelang badai salju ini. wanita itu tetap berdiri dengan tatapan lurus ke ujung langit,tanpa sesekali memberikan perhatian ke sekelilingnya.

"permisi...permisi...Badai sebentar lagi akan datang...",

Wanita itu tak menggubris Reynald,namun Reynald pantang menyerah.

"permisi,Nona...permisi,Badai sebentar lagi akan datang,sebaiknya anda...",Reynald dengan bahasa yang pelan dan halus,Wanita itu tergerak untuk sedikit menoleh",bergegas pulang,jembatan ini mulai sepi,angin juga mulai semakin kencang",

Wanita ini sejenak melirik Reynald,kemudian pandangan beralih ke arah permukaan Sungai Thames. 

Tiupan angin semakin kencang. Reynald lebih mendekat.

"Maaf Nona,apa Anda mendengar saya?",Reynald sedikit mengeraskan suaranya,ia khawatir gemuruh angin ini akan mengalahkan suaranya",sebentar lagi badai akan datang...",

Merasa terusik,Wanita ini pun melihat Reynald,namun matanya menangkap wajah lain dalam imajinasinyas,ia sejenak terdiam" suara anda terdengar sangat jelas,bahkan lebih jelas dari riuh tiupan angin yang mengganggu ini ",

Reynald tersenyum karena Wanita itu akhirnya bicara padanya"Sekali lagi,nona,saya beritahukan badai akan datang,sebaiknya anda mencari tempat berteduh atau pulang...",

"Anda tidak usah khawatir pada saya,saya tahu apa yang harus saya lakukan",

"Yah,anda benar,lalu kalau boleh tahu apa yang anda lakukan di tempat ini sementara badai akan datang sebentar lagi ? Saya yakin keluarga anda mencemaskan anda di rumah,karena anda tak bersama mereka saat ini...",

"Mereka tak pernah mencemaskan saya,justru orang lain,seperti anda,yang merasa cemas",jelas terasa sindiran pada perkataan ini.

"Karena tidak semua orang punya 
hati dengan kebaikan ,dan saya lewat rasa cemas saya pada anda ingin menunjukkan kebaikan saya pada anda. 

Secuil rasa peduli dan cemas pada orang lain akan lebih berarti jika dihadapankan dengan kesedihan keluarga anda jika sampai anda mengalami hal buruk...",

Wanita ini terdiam"Terima kasih,untuk rasa cemas anda dan sebaiknya anda beranjak dari tempat ini,karena bagi saya menyambut Badai lebih baik daripada membuang buang waktu untuk kecemasan seseorang terhadap saya",

"Jangan melakukan hal yang mustahil,anda tidak akan mendapatkan apa - apa dari Badai ini",

"bukan untuk mendapatkan apa  saya menyambut badai,namun saya hanya ingin mengetahui seberapa kuat diri ini di kala Badai tiba di hadapan saya,hingga menerpa saya...",

"Jangan mengukur kekuatan diri anda,manusia,terhadap kekuatan alam,anda tidak akan ada apa - apanya...",

"Untuk itu lah,apa salahnya jika saya mencoba ?",

"Kekuatan Tuhan lewat alam tidak akan sebanding dengan kekuatan manusia,karena Dia telah mengaturnya pada masing - masing",Reynald tak mau kalah",maaf,sepertinya anda sedang dalam masalah",

"Anda juga dalam masalah sepertinya ?",

"dan Badai ini akan menjadi masalah yang terbesar bagi kita jika tidak segera menghindarinya...",
Suasana wajah wanita ini mulai berubah. Ia mulai memutarkan badannya menghadap Reynald. 

Pikirannya terus bergejolak,Kata - kata Reynald membuatnya berpikir. Hatinya menimbang benar salahnya kata - kata Reynald. Dinding Kokoh keacuhan ini mulai goyah.

Mata Wanita itu membasah,Dingin hawa saat ini mulai merasuk dalam dirinya,Dingin ini mulai bercampur dengan suasana pilu dalam dirinya. 

Tiupan angin membuat beberapa helai rambutnya melambai.

"tapi,masalah hati tetap tidak akan bisa dihindarkan...", bibir wanita ini bergetar",bahkan sedetik saja tidak bisa untuk dielakkan...",

"Maafkan saya nona,jika saya lancang,saya tidak bermaksud mengganggu anda dan..",

"Kecemasan anda membuat saya berpikir,"wanita ini menunduk,Rasa tak tega pada diri Reynald melihat reaksi wanita ini",memang benar,masih ada seseorang dengan hati yang baik,

tapi ketika kita mempunyai orang yang kita sayangi pada akhirnya tidak memberikan hal baik pada kita,inilah yang menjadi masalah terbesar...",

"Ketulusan setiap orang mungkin berbeda,Nona. Hal ini berpengaruh pada seberapa besar kasih sayang dan ikhlas dia pada kita...",

"itu bukan sebuah kemungkinan lagi,tapi saya telah mendapatkan bukti. 

Ketika kita menyayangi seseorang namun kita pada akhirnya tak mendapatkan apa yang kita inginkan bersama orang itu,barulah kita sadar,penyesalan menjadi masalah terbesar bahkan melebihi Badai yang besar",

"Badai pasti berlalu semua akan reda oleh waktu,Nona",Reynald memperhalus suaranya

"Tapi tidak dengan bekas - bekasnya yang ada di dalam hati,Badai pasti berlalu apa anda tahu sesegera kapan awan mendung kan berlalu juga?",

Reynald terdiam"seberapa cepat awan mendung akan beranjak atau berlalu itu hanya kuasa Tuhan yang mengaturnya,

tapi kegelapan dan keresahan dalam hati seberapa cepat berlalu hanya kita yang bisa mengaturnya,waktu tak akan sementara berhenti hanya untuk keresahan hati,

Waktu tak akan cepat berlalu jika kita benar benar bisa menguasai hati",

Kata - kata Reynald masih membuat 
Wanita ini berpikir. Butir - butir salju mulai turun,Hawa berangsur semakin dingin. 

Akhirnya Reynald berhasil membujuk wanita ini beranjak darj Jembatan Westminster.

Wanita ini beranjak menuju Tempat saudaranya terdekat di sekitar Menara Big Ben. Reynald kembali ke tempat tinggalnya. Hati yang lega dan bahagia karena bisa berbuat baik pada seseorang.

***


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Komentar

Postingan Populer