Walk Of Memori



Sepanjang Jalan yang berada di sebelah Barat Desa. Ia kembali di persimpangan jalan ini,di pagi hari. Dingin masih terasa menggigit  meski cahaya matahari sudah tampak.
Memulas Hamparan sawah ini dengan warna kekuningan,Memulas Gunung - gunung yang mulai gersang dengan warna kekuningan,Jalan setapak dengan jejeran pohon kanan kirinya mulai terseka kehangatan Matahari pagi ini.
Sepanjang Jalan mulai Ramai karena Lalu lalang Anak anak sekolah dan Warga Desa yang memulai aktifitas.
dia tidak menunggu seseorang di situ,dia tidak datang untuk seseorang yang tinggaal di tempat itu. dia datang hanya untuk mengulang dan mengenang kembali Segala hal yang telah terjadi di tempat ini,persimpangan yang berada di  sebelah barat Desa.
Mata tak terasa jemu memandang Rangkaian  Gunung ini. Kira Kira sudah tiga tahun waktu berlalu,namun Suasana ini tak membuatnya jemu.
Pandangan mata beralih pada seseorang yang keluar dari Rumah yang berada di sudut jalan. Tak sengaja mereka bertemu pandang.  ia menghela nafas dan perlahan rasa yang lama ia redakan dalam hati bergejolak kembali.
Keduanya bertolak pandang kemudian. Entah apa yang terjadi pada kedua orang ini. mungkin hal yang sama mereka rasakan. Kenangan di Masa Lalu terulang kembali di benak mereka.
Angin halus nun dingin bertiup menerpa setiap helai rambutnya,beserta setiap detik yang terjadi momen saat itu. Ia berusaha mengatasi keadaan ini dengan pemandangan Gunung itu.
SMP,tepatnya berada di awal awal kelas Satu. Rasa itu muncul ketika keduanya berkenalan di satu bangku.
"Aditya...",
"Adinda...",Keduanya tersenyum meski dalam rasa canggung.
Perkenalan itu  dan hubungan yang semakin erat terjalin. Namun tiada dalam lama waktu. Kesalah pahaman terjadi dan memupuskan segalanya.
Adinda menyukai  Aditya namun belum tepat saatnya. Mungkin bagai menanam Bibit hendak mengharap  satu buah yang ranum. Semua butuh waktu untuk berproses.
***
Beberapa tahun berlalu,Rasa pada diri  Adinda masih ada untuk Aditya. Hingga Adinda berhasil menemukan di mana tempat tinggal Aditya.
Namun,setibanya di persimpangan jalan yang berada di depan rumah Aditya,Adinda hanya menunjukkan Nyali hanya sampai di sini,tiada berani mengetuk pintu rumah dan bertemu dengan Aditya.
***
Anak anak SMA yang berlalu ini mengingatkan pada masa masa indah dulu. Kenangan Kebahagiaan bersama teman temannya saat melakukan kegiatan sekolah melewati persimpangan jalan ini.
Ia kembali untuk mengenang Keceriaan bersama teman temannya dulu melewati jalan ini. setidaknya ia bisa tersenyum bahagia sejenak,namun ketika seseorang yang telah bertolak pandang dengannya itu hadir,membuat hatinya sedikit goyah.
Ia menguatkan diri dengan pemandangan ini dan kenangan masa masa SMAnya. Ia menarik nafas dan berusaha mengatur dirinya.
Sepertinya Rasa pada Aditya sudah hilang untuknya,namun tidak dengan Adinda,meski belum sempat mengungkapkan rasa sukanya pada Aditya. Adinda berusaha membiarkan kenangan kenangan bersama Aditya berlalu begitu saja.
Sementara Ia tetap menikmati Pemandangan ini dan mengenang peristiwa yang terjadi di Persimpangan ini semasa SMAnya. Matanya melirik ke arah rumaj Aditya,Aditya telah berpaling dan masuk ke rumah.
Rasa yang masih menjadi Teka Teki,Namun Adinda membiarkannya tetap seperti ini. Entah apa yang akan terjadi nanti ?ia tidak terlalu peduli.
Ia meninggalkan tempat ini dan Memori yang baru saja terulang kembali. Ia menatap Pemandangan ini sekali lagi,,Senyum yang terkembang pasti,Ia melangkah ke depan dan memantapkan diri

Komentar

Postingan Populer