Suhaana ( A Peace of Love )



Hujan belum lama reda,titik air gerimis nun lembut yang turun ini masih membawa hawa dingin yang sama. langit dengan awan kelam dan menggumpal,sesekali terdengar gemuruh yang menggelegar. setiap helai daun yang tertunduk kuyu,rumput - rumput basah yang masih membisu,dan angin lalu sesekali bertiup menambah dinginnya hawa,seolah mengabarkan hujan dan keadaan seperti ini masih akan berlangsung lebih lama lagi,mungkin satu malam lagi.

Bercak - bercak cat yang tampak di seluruh meja kecil ini. botol - botol yang berisi cat dengan setiap warnanya. gelas yang terisi beberapa kuas masih bersih. palet dengan cat yang warna telah tercampur.

Kedua mata yang masih tertuju pada bentangan kanvas di hadapannya. ia belum berhenti untuk lukisannya kali ini. dia masih diam dengan tangan yang terus menggerakkan kuas untuk memadukan warna,membuat sebuah lukisan. warna - warna yang dipadukan membuat gambar seorang pemuda.

Ia berhenti sejenak untuk memeriksa sudah seberapa baik lukisan yang ia buat ini. kedua matanya tertuju pada kedua mata wajah pemuda ini. telunjuknya mengusap kedua ujung mata ini untuk sedikit memudarkan warnanya. sementara hujan kembali turun dengan deras. hanya ada dirinya dan kanvas segenap perlengkapan melukisnya.

Ia menarik nafas dalam - dalam. hawa dingin terhirup dan mengisi dadanya. ia memejamkan matanya sejenak. wajah pemuda itu terlukis dalam kelopak matanya yang tertutup. ia membuka mata dan kembali menatap wajah lukisan ini. mata nya sedikit berhalusinasi,seolah - olah bibir itu tersenyum padanya. ia kembali memoleskan kuasnya dan menyelesaikan lukisan ini.

Lalu,seseorang datang menemuinya. Seorang Gadis yang menyela keheningan suasana teras belakang ini.

"Hana !!!",panggil gadis ini,Reva,temannya. Ia,Hana,menoleh ke arah Reva. wajah yang tak biasa dilihat oleh Reva. Ia segera mendekati Hana yang duduk melukis sendiri.

Reva memandang wajah Hana dan apa yang Hana lakukan. Ia seolah tak percaya pada apa yang ia lihat,pada apa yang sudah ia dengar mengenai apa yang terjadi pada Hana.

Reva segera memeluk Hana"Oh,My dear...I'm so sorry,I'm so sorry...",Mata Reva basah. Reva adalah sahabat Hana,Ia datang ke rumah Hana setelah menyelesaikan urusannya di luar negeri beberapa bulan kemarin.

"Everything's fine...",bisik Hana menenangkan Reva.

Reva melepas pelukannya. Matanya menangkap lukisan yang dibuat Hana. Ia terheran melihat apa yang dibuat Hana. ini di luar kebiasaan Hana. Ia menarik kursi dan duduk di sebelah Hana.

Reva menggenggam tangan Hana",I'm so sorry, Hana....aku bener - bener kaget denger kabar ini. awalnya aku pikir cuma omong kosong,hoax,tapi nggak tahunya ini beneran...",

"Don't worry about me...", Hana mengusap punggung tangan Reva,terasa berat untuk tersenyum dan memastikan Reva melihat dirinya dalam keadaan baik - baik saja.

"I am worrying about your heart ,Hana. gimana itu  bisa terjadi?ayo ceritain semuanya ke aku. aku yakin kamu sakit banget nerima semua ini. aku gak nyangka dia cowok yang jahat,cowok penghianat,aku gak terima kamu diginiin sama Haris,aku gak terima...",

"Ussshhh....",Hana berusaha menghentikan Reva",kamu lihat aku aja,Reva,aku baik - baik aja. kalo aku sampai kenapa - napa,baru kamu boleh gak terima sama dia...",

"Hana,sayang,perasaan ,hati sama kepercayaan cewek itu kayak selembar kertas,sekali kamu meremasnya sekeras mungkin ,dia nggak akan bisa balik lagi seperti sedia kala,kumel. kayak kaca,sekali kamu pecahin gak bakalin bisa disatuin lagi menjadi utuh,jadi selama ini diam - diam jahat sama kamu !",

"Reva,plis dengerin aku,hati tetep jadi gimana hati,kertas tetep jadi gimana kertas,kaca ttep jadi gimana kaca. jangan ibaratkan hati kita itu kayak benda mati. kamu pasti tahu bedanya bagaimana benda mati sama benda hidup ?",kata Hana berusaha untuk tetap tenang.

"tapi...",

"kalo kamu sekali aja mecahin kaca,kamu pasti bakalan pergi buat beli kaca yang baru. kalo kamu nyobek kertas,kamu pasti bakalan pergi cari kertas baru. so,gimana dengan hati kita ?",

Reva menggeleng tidak tahu. Hana tersenyum.

"We get pain before,We create another Happiness,then. kita bisa ciptain kebahagiaan dari hal lain buat pelan - pelan ngehapus rasa sakit hati kita itu...",
Reva melirik Kain kanvas yang terlukis gambar seorang pemuda,Haris.

"so,you just painting,don't you ?painting for erase pains in your heart,what do you mean about it?",tanya Reva sejenak melihat wajah Hana,kemudian mengamati lukisan Haris ini

"do you see word pain in word painting 
?",tanya Hana dengan menghaluskan perkataannya.

"I get it. painting,a happiness that you create to erase your pain ?",

"At least, i use it to ease my pain through color in every paint,then i mash them to create a new ilustration,just A new happiness alike...",

"I can't say anything about this...",

"don't say anything,just enjoy what i make,look....",Hana menunjukkan lukisan yang ia buat.

"tapi,apa kamu nggak ngrasa sakit hati kalo kamu liat wajahnya Haris,Hana ?",

"aku cuma ngrasa tenang aja kalo liat wajahnya...",

"tapi dia udah nyakitin kamu,dia udah ninggalin kamu...",

"cinta sejati nggak bisa dibohongin,Reva. dia pasti bakalan kembali sama aku,trust me...",Hana kembali tersenyum untuk meredakan kekhawatiran.

"Haris seharusnya ngeliat ini,dia pasti bakalan nyesel udah ninggalin kamu...",

"Haris dengan hati kayak kemarin,aku nggak yakin bisa bikin dia berubah cuma dengan lukisan kayak gini...",

"tapi,kamu tuluskan buat lukisan ini ?",
Hana tersenyum mengangguk pelan. Hujan berangsru mereda. Reva masih menemani Hana menyelesaikan lukisannya.

***

Hana mengajak Reva ke rumah Orang tuanya yang berada di luar kota. Jauh dari keramaian kota,jauh dari perkampungan,melewati hutan hingga hampir mencapai pantai. Reva bertanya untuk apa Hana mengajaknya ke rumah itu,Hana menjawab untuk mencari ketenangan dan kedamaian yang mungkin bisa sedikit mengurangi rasa sakit hatinya setelah Haris memutuskan hubungan keduanya.

Mereka tiba dan langsung masuk ke rumah itu. satu tempat yang Hana tuju adalah Sebuah Ayunan yang tergantung di Pohon,berada di halaman belakang rumahnya. bisa terlihat pemandangan lembah luas nun hijau di sebelah kiri,dan Pantai dengan pantai pasir putih dan air yang biru jernih di sebelah kanan.

Hana mendekati ayunan itu. ini adalah ayunan yang selalu dipakai Hana dan Haris bermain,sejak kecil setiap Hana  mengajak Haris pergi ke rumah ini. tentunya sudah banyak kenangan yang tercipta pada ayunan ini. Canda tawa,tangis,haru dan amarah.

Hana ingin mencari kedamaian hatinya dengan mengingat kembali kenangan - kenangan yang ada di ayunan ini. ia selalu mengingat setiap kebahagiaan dan keceriaan masa lalunya bersama Haris. 

Bersama mulainya ingatan masa lalu momen - momen suka cita di ayunan ini,Hana mulai berhalusinasi.

"Hana !!!",seorang anak kecil seperti memanggilnya,ia berbalik dan melihat siapa. Seorang Anak laki - laki berlari mendekatinya,dia adalah Haris kecil dengan membawa buku gambar dan setangkai bungan krisan kuning.

Hana menyambutnya,Ia jongkok dan Haris kecil ini menyerahkan buku gambar dengan lukisan pemandan lembah hijau dan sungai yang indah. Haris kecil yang berumur enam tahun,persis seperti pertama kali Ia menginjak masa Taman Kanak - kanak.

"Aku gambar ini buat kamu....",Haris kecil mengusap keringatnya,dan masih menggenggam setangkai bunga krisan",bagus nggak ?",

Hana tersenyum menerima buku gambar itu dan menggangguk pelan. Wajah Hana yang tampak cerah secerah matahari hari ini.

"dan ini buat kamu...",setangkai bunga itu diserahkan oleh Haris. Hana menerimanya dan memandang wajah lugu Haris dengan penuh tanya.

"aku sayang kamu Hana,ini bunga kesukaan kamu,kalo kamu suka berarti kamu suka sama aku....",kata - kata yang membangkitkan desiran halus dalam hatinya,desiran rasa haru dan bahagia. Ia masih mengingat momen ini.  Mata Hana berkaca - kaca,kemudian Haris kecil itu pergi meninggalkan Hana dan menghilang.

Hana berdiri dan berbalik. Matanya menangkap dipan bambu yang berada di sebelah kanan Pohon. Guguran daun kering dan debu yang menutupi dipan itu. Ia melihat Seorang Gadis yang duduk sendiri di sana,itu adalah Hana ketika baru masuk masa - masa SMA,kemudian datang Pemuda membawa buku sketsa dan duduk di samping Hana.

Pemuda ini adalah Haris,Ia menunjukkan buku sketsa dengan pemandangan yang sama seperti yang ditunjukkan Haris kecil barusan. Hana melihat gambaran pemandangan yang sama namun Haris menaruh pelangi di atas lembah itu,Hana heran kenapa Haris menaruh pelangi padahal tidak ada Pelangi dan tidak ada hujan saat itu.

"Pelangi ?kok ada pelangi di sini,padahal aku nggak liat barusan di langit sana...",

"Emh...",Haris tersenyum",nggak sengaja aku liat mata kamu sebentar,trus kamu senyum ke aku,so aku kasih aja pelangi di situ..",

"Maksudnya apa coba ?",

"Nyanyi Pelangi - pelangi yuk.,masih hafal kan lagunya ?..",

Hana tertawa menepuk pipi Haris. kedua mata Hana dan Haris bertemu dalam tatapan. Hana berhenti tertawa dan takluk pada tatapan Haris.

"Pelangi,Pelangi,pelukismu Agung siapa gerangan ?Pelangi,Pelangi ciptaan Tuhan...kayak Senyum sama tatapan mata kamu,Alangkah indamu,sama - sama ciptaan Tuhan. so,aku pikir gak lengkap rasanya kalo aku naruh pelangi di situ,apalagi sketsa ini bakalan aku kasih ke kamu...",

Hana tersenyum dengan hati serasa meleleh. Haris meraih tangan Hana dan menyerahkan sketsa. Haris memandang Wajah Hana dengan tatapan yang dalam.

"This belongs to you....",Haris berbisik ke telinga Hana",and take my heart with you...",

Hana memecah tawa hingga meneteskan air mata. Halusinasinya pun hilang,seiring kegalauannya yang hilang. berkat kenangan - kenangan indah barusan. Hana bermainan ayunan itu sebentar,menikmati hawa udara lembah yang segar,hingga pada akhirnya ia dapatkan Ketenangan dan kedamaian dalam hatinya,kembali.

***

Suatu ketika Hana bersama teman - temannya pergi sebuah festival di kota. Ada beberapa stand pameran karya seni di situ. ada seni merangkai bunga,lomba menyanyi,senui memahat dan membuat ukiran kayu,dan tak ketinggalan,seni lukis.
Acha,salah satu teman Hana mengajaknya untuk melihat - lihat stand pameran lukisan. awalnya Hana enggan untuk ikut Acha,namun Acha memaksa. Acha membelikan minuman untuk Hana sebelum masuk galeri lukisan ini. lumayan banyak orang yang melihat - lihat. ada beberapa anak kecil yang bermain di lorong - lorong etalase lukisan ini.

Tak sengaja Sesorang Anak Kecil menyenggol siku Hana hingga Ia hampir menumpahkan air minumannya pada salah satu lukisan yang ada di hadapannya. tak sengaja terlintas ingatan di kepalanya momen - momen bersama Haris saat melukis.

Saat itu,Hana datang membawa dua gelas jus. Ia berjalan terburu - buru karena takut Haris akan kehausan. Haris berada di teras rumahnya,ia sedang membuat lukisan. kedatangan Hana yang tergesa - gesa tak sengaja membuat kakinya menyeggol meja dengan botol - botol cat serta palet di atasnya. Singgungan itu membuat beberapa botol terguling dan menumpahkan catnya di atas palet yang catnya sudah Haris campurkan untuk membuat lukisan.

"Aww....",teriak Hana hampir saja terjatuh. Haris terkejut,matanya sekilas melihat tumpahan cat yang ada di mejanya.

"Sayang,kamu kenapa ?",

"kaki aku kesandung meja sakit banget..."Hana melihat meja yang berantakan dengan tumpahan",Oh my gosh,Sayang,liat,cat kamu tumpah semua gara - gara aku...",

Haris mengambil Gelas jus dari tangan Hana,kemudian menaruhnya di kursi.

"Gak apa - apa,tinggalin aja. biar nanti bibi aku suruh bersihin...",

"tapi lukisan kamu belum selesai tuh ?", Hana melihat lukisan Haris yang tampak belum sempurna.

"Ah,biarin aja,aku bisa bikin baru lagi...",

"tapi...",

"udah...never mind..",Haris mengajak Hana pergi dari tempat ini.

Hana merasa bersalah sudah mengacaukan waktu Haris melukis,Ia yakin dalam hati Haris pasti kecewa,kesel dan jengkel dengan dirinya karena kecerobohannya. Hana pun mengajak Haris ke pantai yang berada tak jauh dari rumahnya berada di dekat lembah.

Hana mengajak Hari bermain di pantai selama satu hari. Haris tak menampakkan roman - roman kecewanya. dan di sepanjang hari itu,Haris sangat menikmati liburan sehari ini. Hana mengajak Haris menyusuri garis pantai hingga senja tiba.

"Sayang...kamu gak marah kan soal lukisan kemarin ?",

Haris tersenyum dan menggeleng" gak apa - apa...o ya,aku boleh minta sesuatu gak sama kamu itu ?",

"Apa itu ?",

"senyum dong ke aku...",

"senyum ?", tanya Hana heran

"please...",pinta Haris merendahkan kepalanya.

"okey....",Hana pun tersenyum. Langit dengan warna jingga dengan matahari yang siap tenggelam di ufuk barat. Sinar pucat memulas warna Hana yang putih bersih menjadi kekuningan. Angin sore pantai ini menerpa keduanya. Rambut Hana tertiup hingga menutupi wajahnya.

Dengan ujung jemarinya,Haris menyingkirkan helai - helai rambut yang menghalangi wajah Hana. Tatapan Mata Haris yang sendu seperti suasana pantai sore ini.

"Tahu nggak? lukisan apa yang nggak bisa  buat tapi aku dengan gampang dapetinnya ?kayak saat ini,kamu tahu nggak ?",

"Apa itu sayang ?Langit sore ini sama pemandangan laut yang tenang itu ?",

"Emh...", Haris mengusap pipi kanan Hana", Wajah kamu sama senyum kamu yang kena cahaya matahari sore ini,apalagi di tambah angin seger pantai kayak saat ini....I see this so Beautyfull and Give me Peace along this afternoon",

Angin pantai yang sejuk ini terasa merasuk dalam dirinya dan menciptakan hawa segar dalam hatinya,seperti kata - kata Haris yang baru saja ia dengar. Haris mencium kening untuk menutup liburan satu hari ini.

Lamunan Hana berakhir saat Salah satu temannya mengajak pulang karena cuaca mendadak berubah mendung. Angin mulai bertiup dengan kencang. Hana dan teman - teman pun kembali pulang.

Di tengah perjalanan,Hujan begitu saja turun dengan deras. Hana dan teman - teman pulang menggunakan mobil,dan di saat - saat itu Hana teingat momen - momen kuang menyenangkan bersama Haris.

dan saat itu menjadi awal - awal merenggangnya hubungan Haris dan Hana. saat itu muka Haris tampak lain. Ia melkukis dengan asal dan tanpa maksud yang jelas. Hatinya dalam keadaan yang kacau,Ia baru saja bertengkar dengan seseorang,namun bukan dengan Hana.

Hana muncul dengan membawa kue,kue ulang tahun untuk Haris. Hana tampak bersemangat dan membuatnya terburu - buru. dan momen yang sama pun kembali terulang.

"Happy Birthday,Sayang...",teriak Hana menunjukkan kue ulang tahunnya,ia belum terlalu dekat  Haris,tiba - tiba Ia terpeleset hingga kuenya terjatuh dan menimpa Kain kanvas Haris",Ahh...!!!",Hana jatuh di samping Kain Kanvas Haris.

"Apa - apaan ini", Hasri benar - benar terkejut melihat kejadian ini.

"Hah,Tidak,Tidak...',Hana terkejut melihat kue ulang tahun Haris dan Lukisan Haris hancur.",Oh,sayang,Sorry banget,sorry...Auh..",Hana hendak berdiri namun kakinya terasa terkilir.

Bukannya menolong Hana,Haris malah memarahi Hana.

"Eh,kenapa sih tiap kali aku nglukis kamu selalu ngrecokin aku,gangguin aku ?",
"sorry sayang,abis aku bahagia banget mau kasih surprize  buat kamu,kan kamu hari ini...",

Haris menukas"surprize ?!kasih surprize kalo akhirnya jadi kayak gini buat apa ?!gak penting tau nggak....bikin kacau..", Haris terus mengomel

"Kok kamu ngomong gitu sih ?! marah ?kenapa kamu sekarang marah sih sama aku ?",

"aku capek sama nggak suka sama cewek yang ceroboh kayak kamu,ngeselin tahu nggak ?!",kata - kata Haris membuat Hana tersinggung,untuk pertama kali.

"sayang,'Hana berusaha bangkit",kamu tahu kan,kalo lagi semangat aku gak bisa kontrol sampe - sampe gak merhatiin sekitar aku,yang penting aku sayang sama kamu,suka sama kamu...",

"You just ruins everything....You begin make me crazy and bothered...",

"Apa ?! kok kamu sampe tega ngomong kayak gitu sama aku? maafin aku sayang,plis,maafin...",

"Stop bicara !!kalo kamu udah posisi kayak gini kamu bikin jengkel,so kalo kamu terus - terusan kayak gini,lebih baik kamu jauhin aku...",Haris pun meninggalkan Hana. Namun Hana menahan tangan Haris,sekuat tenaga Haris menolak tangan Hana.

"kamu jahat banget sih ?!kok kamu mulai berubah ke aku,ada apa Haris ?ada yang salah sama aku ?cerita dong,cerita...",Hana terisak - isak bertanya pada Haris yang meninggalkan.

"kamu nggak  bisa ngerubah sifat ceroboh kamu itu,so kenapa nggak aku berubah di hadapan kamu ?", tatapan Haris yang membuat Hati Hana takut dan seketika merasa sedih dan kecewa.

Setelah itu Hana masih bertanya - tanya tentang sebab apa Haris berubah sikap padanya. Ia mencoba mencari tahu dengan bertanya pada Haris,namun Haris selalu menghindari Hana. Haris mulai meninggalkan Hana,tanpa sebab yang jelas.

Hingga suatu ketika Hana berada di sebuah Kafe bersama teman - temannya,Ia memergoki Haris sedang bersama Gadis lain. Mereka duduk berdua berada tak jauh dari posisi Hana berada. seketika Hana pun merasa sangat kecewa dan sakit hati melihat Haris berfoto bersama Gadis itu dengan mesra.

Patah Hati,menjadi hal terpahit yang harus ia dapatkan setelah tahu ternyata Haris meninggalkan dirinya hanya untuk mendekati Gadis lain. Ia ingin menangis saat itu,namun ia tahan sekuat mungkin. ia juga ingin meluapkan kekecewaan dan amarah pada keduanya,namun ia berusaha tidak melakukannya,karena waktu dan keadaan yang ia rasa kurang tepat.

"kenapa sih kamu setega ini sama aku ?", tanya Hana menahan tangan Haris saat ia bertemu Haris,sekali lagi,di suatu jalan"ternyata kamu ninggalin kamu,cuma buat cewek ini,cuma buat berpaling sama dia...",Hana menunjuk - nunjuk gadis itu,Tissa.

Tissa tersinggung dan merasa jengkel dengan sikap Hana ini,ia pun meladeni Hana "Eh,kenapa sih berisik sama Haris ?kamu lupa ya kalo Haris nggak suka Cewek berisik,ceroboh,manja kayak kamu ?",

Hana terkesiap dengan kedua mata penuh lelehan air mata.

"kamu siapa ?kamu...",Hana diam saat Haris menyodorkan telapak tangannya ke arah mukanya.

"Jauhin aku,stop gangguin aku lagi..."tanpa pikir Panjang Haris mengajak Tissa meninggalkan Hana.

Hati Hana hancur menerima sikap jahat Tissa dan Haris ini. saat itu pun sudah jelas Haris memutuskan hubungannya dengan Hana. dan semenjak itu,Hana tahu apa yang membuat Haris membenci dirinya. Hana tahu apa kekurangan pada dirinya.
sejak itu,Hana pun mulai merubah dirinya. Hana mulai belajar memperbaiki sifatnya. Namun,Hati kecilnya selalu merengek,Ia merasa tidak perlu mengubah sikap dan sifatnya,karena ini dirinya,seperti inilah dirinya. bagaimana pun Ia sangat mencintai Haris.

Sampai di rumahnya,hujan sudah reda,Hana pun menuju teras belakangnya,teras yang sudah Ia sulap menjadi Galeri yang sudah terpajang beberapa lukisan. Lukisan yang sudah Ia buat,lukisan yang beberapa di antaranya Lukisan Wajah dan Badan Haris.

Mata Hana basah tertuju pada Lukisan Haris yang kemarin Ia buat. patah hati itu terasa lagi,sakit hati terasa lagi,kesedihan kembali melanda dirinya. Jemarinya meraba lukisan wajah Haris,tak kuasa ia menahan isakan tangisnya. Ia pun bersimpuh di hadapan Lukisan Haris.

Ia menumpahkan kesedihan dan penyesalannya. Ia kembali melihat Lukisan itu,ia hanya lukisan namun dalam hatinya berharap mata Haris yang Ia pandang itu melirik ke arahnya.

"aku udah berusaha buat berubah,tapi aku nggak bisa,aku nggak bisa",Hana tertunduk meratap",kalo aku udah bisa berubah,itu nggak bakalan bisa buat kamu kembali sama aku, kamu udah benci sama aku,kamu udah nggak cinta sama aku.
aku ngerti apa salah aku,kalo aku memperbaiki kesalahan aku,apa kamu bakalan balikan lagi sama aku. kali aja kamu tahu...",Jemari Hana meraba lukisan wajah Haris",aku selama ini udah diam dan sabar ngadepin sama kamu....aku pengen kamu tahu aku masih dan akan tetep cinta sama kamu,meski kamu nggak ada di sisi aku...",Hana mengusap lelehan air matanya.

Ia berbalik dan melihat keberadaan seseorang,Haris. Hana terkesiap. Haris mendekatinya,ia mulai mengulurkan tangannya. Haris hendak mengusap air mata Hana. Hana menutup matanya dan membiarkan tangan Haris menghapus air matanya,namun sayang,itu hanya halusinasinya,hanya angin lalu yang membawa rasa dingin menerpa wajahnya.

Hana membuka matanya,dan hanya melihat lukisan wajah Haris yang terlihat bisu.

***
Saat ini,Hana bersama kedua temannya,Reva dan Acha sedang makan malam di restoran. keduanya hampir selesai,mereka tak lupa untuk berfoto bersama dan menunjukkannya pada semua orang lewat media sosial.

setelah selesai makan malam,Mereka bertiga jalan - jalan ke pusat kota. Acha melihat kerumunan orang di depan sana. Acha merasa penasaran apa yang terjadi di sana,Ia pun meninggalkan Hana dan Reva sejenak.

terjadi kecelakaan yang dialami oleh dua orang remaja pengendara motor. Acha kembali ke Hana dan Reva dengan raut muka yang takut dan syok. Ia segera mengajak Hana dan Reva untuk melihat siapa yang sedang mengalami kecelakaan.

Darah segar yang mengalir di sela - sela kaki orang ini. Mata Hana melihat Moto yang roboh dan hancur ini,Ia teringat motor milik siapa ini,namun ia tak percaya hal ini akan terjadi pada orang ini.

kemudian,Mata Hana menangkap tangan yang berlumuran darah,tangan yang terikat oleh gelang tali. Hana terkejut melihat gelang itu,ia ingat gelang itu adalah gelang yang ia berikan pada orang ini. Rasa takut dan cemas yang luar biasa membuatnya menerobos kerumunan orang ini.

Hana benar  - benar terkejut melihat siapa yang mengalami kecelakaan ini.

"Nggak !!! Nggak mungkin  !!! Nggak....",Hana berteriak melihat Haris tergeletak tak sadarkan diri. Kepala yang berlumuran darah,Mulut dan Hidung yang mengeluarkan darah. Hana segera meraih kepala Haris dan memeluknya. Hana menangis sejadi - jadinya.

Hana segera meminta Reva menghubungi rumah sakit terdekat,Ia melihat gadis yang tergeletak di samping Haris,Tissa.

"Haris,Haris,bertahanlah,bertahanlah,kumohon...",Hana langsung membersihkan darah yang ada di mulut dan hidung Haris. Hana tak berhenti menangis. ia sangat takut jika ia harus kehilangan Haris untuk selamanya.

sampai di rumah sakit,Haris dan Tissa langsung di bawa ke ruang unit gawat darurat. Reva dan Acha menahan Hana di luar ruangan. Hana langsung memeluk Reva. Acha tak ketinggalan menenangkan Hana.

Acha menunjukkan Handhphone milik Haris dan Tissa yang Ia pungut sebelum orang - orang tak bertanggung jawab mengambilnya. Hana menerimanya. Ia membuka Handphone Haris. Ia memeriksa Handphone Haris apakah baik - baik saja.

beberapa lecet kecil dan retak pada lapisan layar handphone milik Haris. Hana membuka aplikasi percakapan,dan berada di paling atas atau yang terbaru. Hana melihat percakapan yang terjadi di sini. Ia membaca pertengkaran Haris dan Tissa.

Tissa memarahi Haris di sini,Tissa mengejek Haris cowok kere,cowok gak punya modal. kata - kata Tissa merendahkan Haris. Tissa tidak suka dengan kesibukan Haris,yakni melukis. padahal Haris menjadi anggota grup Seniman lukis di beberapa media sosial. Haris selalu memamerkan karyanya lewat media sosial.

Haris selalu mendapatkan penghargaan atas karyanya. Hana sangat sedih mengetahui Haris mendapat perlakuan seperti ini dari seorang gadis,padahal dia tidak pernah melakukan hal ini sekali pun pada Haris. Hana bersama Acha dan Reva berdoa untuk keselamatan keduanya,khususnya Haris.

***
Sore dengan sinar matahari yang masih hangat kali ini,Angin yang bertiup pelan membawa udara hangat ke teras ini. Hana kembali menyelesaikan lukisannya. lukisan dua ekor merpati yang terbang beriringan.
Ia sudah mulai tenang setelah menerima Kabar Haris sudah baik - baik saja. Ia menuangkan cat - cat itu ke atas palet dengan perlahan dan hati - hati. Ia mencampurnya sejenak,kemudian ia kembali memulaskannya ke kanvas.

Lukisannya mulai tampak bagus dan hampir selesai. terlintas sebuah firasat dan membuat tangannya berhenti memoleskan cat. Ia merasakan keberadaan orang lain  di sekitar teras ini. Seperti seseorang datang ke teras ini.

ia melihat ke arah halaman. Matanya terbuka lebar saat melihat kehadiran seseorang. Seseorang berjalan tertatih - tatih dengan tongkat berjalannya. Ia tidak percaya bahwa pemuda ini akan mendatanginya.

Hana segera mendekatinya. Pemuda itu melihat Hana. Ia berusaha berjalan meski kakinya masih terasa sakit. Pemuda ini adalah Haris. Mata Hana berkaca - kaca melihat sekujur badan Haris.

wajah Hana yang bersih terpulas warna jingga cahaya matahari sore ini. Wajah Hari tampak berat. Angin hangat menyela pertemuan mereka. Haris tersenyum pada Hana. Mata Hana membasah.

"aku ke sini cuma pengen kasih tahu ke kamu apa kesalahan terbesar yang sudah aku lakuin...",Haris melihat Hana masih terdiam",kemarin,aku selalu marah,jengkel sama illfeel sama kamu karen kamu selalu ngrecokin aku,ngerusak lukisan aku,bahkan sampe...",Haris menghela nafas",nyakitin hati kamu. kamu selalu aja bikin lukisan aku gagal atau rusak,trus gitu aja aku marah sampe nyakitin kamu,namun sekarang aku sadar dan tahu aku udah nglakuin kesalahan besar,kamu tahu nggak ?",

Hana menggeleng tak berkata - kata. setetes air matanya menjejal di ujung mata kirinya. kemudian,Haris menahan air mata itu.

"kesalahan terbesar aku adalah aku udah ngerusak lukisan yang paling indah,yang aku milikin,padahal aku nggak bikin lukisan namun aku dengan gampang ngedapetinnya. kamu ingat kan ?",

Hana mengangguk dengan rasa haru.

"aku udah ngerusak lukisan wajah paling indah ini,tapi jujur ,aku pengen ngedapetin lukisan itu lagi,dan aku berharap aku bisa,soalnya cuma lukisan itu yang bisa kasih aku ketenangan,kedamaian,sama kebahagiaan. gak ada yang lain. andai aku bisa,aku pengen mohon sama kamu,bisa nggak aku dapet lukisan itu lagi dari kamu ?",

Hana tahu maksud Haris,Ia pun menghapus air matanya kemudian tersenyum,seperti pada waktu di pantai saat itu. kembali,wajah dengan senyuman terindah yang dipulas warna jingga cahaya matahari adalah lukisan yang dianggap paling indah oleh Haris tercipta.

Haris mengusap Wajah Hana. Hana mengenggam tangan kanan Haris.

"This belongs to you...",Hana menatap Mata Haris",and,May You will take my heart too ?",

Haris mendekatkan wajahnya ke wajah Hana. Ia mencium kening Hana. Hana merasakan kebahagiaan dan ketenangan mendapatkan momen bahagia sekali lagi,ini yang terbaik.

"I will take it and keep it in my heart...forever,You always give me peace and joyness with your smile and beautyfull face..Thank You,I love You....",bisik Haris seraya membangkitkan bunga - bunga kebahagiaan dalam hati Hana. Haris kembali pada Hana akhirnya,Hana pun menerima kembalinya Haris dengan penuh suka cita.

Hana pun menunjukkan Lukisan yang Ia buat di galeri miliknya. Haris tampak kagum melihat semua hasil karya Hana. Haris merasa bangga dan bahagia,Gadis yang Ia cintai ternyata memiliki bakat yang sama. Hana mengatakan karena rasa cinta dan sayangnya pada Haris,ia selalu bersemangat dan sungguh - sungguh berlatih dan membuat sebuah karya.
Haris semakin mencintai Gadis yang selalu memberikan ketenangan dan kedamaian padanya ini.


Wish You feel peace and Happy,
Suhaana...A peace of Love...
Dunia Di Kala Fajar


Fajar Adi

*Suhaana adalah salah satu kata dari Bahasa hindi yang berarti keindahan,ketenangan atau kedamaian. Suhaana di kisah ini juga menunjuk pada karakter utama wanitanya,ialah Hana.

Komentar

Postingan Populer