SEBATAS RASA Bag. 2


Malam ini,Zarina mengajak Zayn pergi keluar dari Rumah.Sedikit mencari Hiburan untuk mengurangi stress yang masih Ia rasakan.Alun - alun Keraton Jogjakarta menjadi tempat tujuan Zarina.Suasana cukup ramai di situ.

Zayn melihat Beberapa Orang di salah satu Sudut Alun - alun,Seperti Kelompok Penari Tayub beserta Pengiring Musik Gamelan.Merasa tertarik,Zayn langsung menarik tangan Zarina untuk mendekat ke sana.Beberapa Orang mengerumuni Penari Tayub ini.

Ada beberapa Bapak - bapak tua yang ikut menari bersama Penarinya.Zayn tampak kagum melihat pertunjukkan ini.Zarina melihat Ekspresi Kagum Zayn.Seperti Bayang - bayang Wajah Julian dan Rasa patah hatinya memudar saat Zarina terus memperhatikan Gelak tawa dan Kebungahan Wajah Zayn.

Zayn maju ke depan dan tanpa canggung langsung ikut menari bersama Dua Wanita Penari berumur kira - kira tiga puluh tahunan.Zayn bergabung bersama Bapak - bapak yang menari ini.Zarina tertawa terbahak - bahak melihat tingkah Zayn.

Zarina mengambil Handphonenya dan merekam Zayn yang sedang menari saat ini.Sesekali Zayn meraih tangan Zarina untuk menari,namun Zarina tampak malu - malu ikut menari. Sesekali Zarina mengajak Zayn untuk berfoto bersama.

Setidaknya dengan hiburan seperti ini,Perhatian Zarina bisa teralihkan.Rasa sedih dan Gundah bisa Ia lupakan sejenak.Satu peristiwa yang tidak akan pernah Ia lupakan.Seseorang yang Ia cintai sudah mempermainkan perasaan dan Cintanya.

Bersama Zayn,Zarina mendapatkan suasana yang baru.Zarina berusaha untuk melupakan sejenak Kenangan - kenangan buruk waktu kemarin dan menikmati suasana baru,suasana Persahabatannya bersama Zayn.

Suatu ketika,Zarina mengajak Zayn ke sanggar tempatnya berlatih.Di ruangan ini,Zayn memperhatikan Zarina dan teman - temannya bermain Biola.Zarina yang memimpin teman - temannya.Wajah Zarina yang serius pertanda Ia sangat menjiwai satu rangkaian melodi yang Ia bawakan.

Wajah yang sedari tadi Zayn perhatikan,Semakin lama Zayn menatap wajah Zarina,tanpa sadar Zayn tersenyum dengan sendirinya.
Dalam hatinya,Zayn kagum pada Zarina.Gadis juara Menyanyi di SMP nya dulu,dia yang dulu selalu memakai seragam dengan penampilan yang cupu dan lugu,kini sudah berubah menjadi Gadis muda dengan wajah yang sangat mempesona dan kali ini Gadis ini sudah mahir dalam bermain Biola.Tak disangka !

Sementara itu,Seorang Pria tua memakai Jas hitam tak sengaja memergoki keberadaan Seorang Pemuda Asing di dalam ruangan ini.Wajahnya menampakkan kecurigaan,Ia memandang Pemuda itu,Zayn,sejenak lalu bergegas menuju Kantornya.

Setelah selesai latihan,Zarina mengajak Zayn bermain bersama teman - temannya.Zarina meminta Zayn untuk bermain Biola,namun Zayn menolak.Zarina merayu Zayn,namun Zayn malah malu - malu.Salah satu teman Zarina langsung memegangkan Biolanya ke tangan Zayn dan memaksa Zayn harus bisa memainkan beberapa Gesek dawai Biola saja.Zayn berusaha mencoba,namun hasilnya malah membuat Zarina dan teman - teman tertawa.

Tiba - tiba Nona Liliana dan Pria tua tadi masuk ke dalam Ruangan.Ya,Seorang Pria yang berpakaian Jas hitam rapi,berkacamata dengan perawakan tinggi.Zarina terkejut dan berusaha meredakan canda dan tawanya bersama teman - teman saat Ia melihat Pria tua tadi mendekati Mereka.

Dialah Tuan Farhat Haidar,Pemilik sanggar dan Pemimpin dari Orkes Musik Symphoni Cinta,kali ini wajahnya tampak serius dan tegang.Ia mendekati Zarina dan kawan - kawan dengan langkah cepat.Ia berhenti dan memandang setiap orang yang ada di hadapannya dengan tatapan yang tajam,bahkan Zarina yang langsung kepanikan saat Tuan Farhat menatapnya.

"Aku sudah bertanya kepada Semua orang tentang Seseorang yang baru saja aku lihat di ruangan ini saat aku lewat beberapa saat tadi...",Tuan Farhat tetap memandang Setiap Wajah anak - anak ini dengan wajah yang tegang,Zarina menyangka Tuan Farhat akan marah Jika nanti Ia ketahuan dialah yang mengajak Zayn ke sanggarnya",Aku pikir dia...",Tuan Farhat memandang tajam wajah Zayn",Seorang Personil baru di Sanggar kita,aku menanyakan hal ini kepada setiap orang,dan semuanya mengatakan tidak ada personil baru di sanggar ini.

Lalu,Siapa Pemuda asing yang berani datang dan masuk ke dalam ruangan ini ?sudahkah dia menapat ijin masuk dari Pemilik atau pimpinan sanggar ini ?atau setidaknya kedatangannya diketahui oleh salah satu pengurus sanggar ini ?Semua orang benar - benar tidak mengetahui siapa pemuda yang berani bermain - main ke tempat ini.

Mungkin dia pikir,tempat ini tak ada bedanya dengan Arena Bermain di Plaza - plaza luar sana. tapi setidaknya dia tahu,setiap tempat mempunyai satu hal penting yaitu Izin dan identitas siapa dirinya.Jadi,nantinya tidak akan timbul kecurigaan pada hal - hal yang tidak diinginkan,meski sebenarnya Ia tidak punya maksud ke arah itu....",

Zarina mulai gemetar dan menelan ludahnya.Zayn merasa sedikit tersinggung sebenarnya,namun Ia bersabar.Zayn bisa menebak siapa yang sedang bicara dengan nada dingin di hadapannya ini ?

Orang besar dan hebat ini sangat memperhatikan keamanan di tempat miliknya ini.Zayn merasa bersalah.Zayn berusaha mendekati Tuan Farhat dengan tenang.Zarina melihat Zayn melangkah,Kekhawatirannya pun bertambah kuat.

"Assalamu'alaikum...Tuan",Zayn menundukkan pandangannya",Saya Zayn,Tuan.Teman saya,Zarina,yang mengajak saya ke sini.Saya mohon maaf yang sebesar - besarnya pada Tuan.

Kedatangan saya kemari bukannya tanpa atau tidak ada pihak pengurus Sanggar yang mengetahuinya.Tadi,teman - teman mengatakan Manajer  Sanggar ini akan datang terlambat karena satu kepentingan pribadi,seorang manajer ini bernama Lilian kata teman - teman.dan,saya memohonkan maaf teman saya,Zarina

Pada awalnya,Niat Zarina meminta saya untuk mengantarnya kemari.Namun sampai di gerbang,semua teman - temannya melihat saya dan Zarina.Semua merajuk pada Zarina untuk mengajak saya masuk.dan,maaf,teman saya,Zarina juga lupa untuk memberi tahukan keberadaan saya kepada Nona Lilian yang sudah datang.....",

"Lalu,apa yang ingin kau lakukan di tempat ini anak muda?aku harap kau tidak menganggap tempat ini tak ubahnya tempat bermain...dan alat - alat musik itu tidak kau anggap sama halnya wahana permainan yang seenak hatimu kau bisa memainkannya seperti anak bayi yang belum mengerti apa - apa ...",

"Saya hanya melihat dan menunggu teman saya,Zarina bermain,dan tidak melakukan hal yang seperti anda sangkakan ini...",Mata Zayn menangkap satu Kamera CCTV yang terpasang di sudut kiri ruangan ini",anda bisa memutar rekaman dari kamera CCTV yang anda pasang untuk ruangan ini,sekiranya anda kurang yakin dan percaya dengan apa yang saya katakan kepada Anda....",

Zarina dan teman - teman masih terdiam melihat percakapan Zayn dan Tuan Farhat.Zarina tak menyangka Zayn akan berani menghadapi Tuan Farhat.Karena Semua orang di sanggar sangat takut,segan dan menghormati Tuan Farhat sebagai Pemilik Sanggar ini sekaligus Konduktor Utama dari Orkes Symphoni Cinta.

Zayn mengambil langkah ",Sekali lagi,saya mohon maaf pada anda Tuan atas Kelancangan saya ini.Saya harap anda tidak tergerak untuk memberikan Sanksi pada teman saya,Zarina.Assalamu'alaikum...Tuan...",Zayn meninggalkan ruangan ini.Zarina dan teman - teman serta Tuan Farhat dan Nona Lilian.

Tuan Farhat tak tergerak untuk membalas Salam dari Zayn.dia hanya membisu tanpa menghiraukan Zayn.Zayn berjalan tanpa menyapa Zarina dulu.

Keanehan terjadi saat Zayn sudah keluar melewati Pintu Ruangan ini,seperti terdengar Panggilan Seorang Wanita menuju Ke arah Tuan Farhat.

"Ayaah....",lewat tiupan angin halus yang menghampiri daun telinga Tuan Farhat.Suara yang tidak asing bagi Orang tua ini.Suara dari Putri Sulungnya.Sadar akan hal ini,Tuan Farhat segera berbalik dan mencari - cari asal suara ini.

Tuan Farhat tampak kebingungan.Ia bergegas keluar.Ia berhenti dan melihat seluruh koridor ruangan ini.Hatinya bertanya - tanya,Apakah Putri Sulungnya berada di sekitar sini ?.Namun,Ia sadar dan hatinya berkata Putri sulung sudah lama meninggal.

Tak mendapatkan hasil,Tuan Farhat kembali masuk.Namun,saat melangkah kembali,Satu tiupan angin halus kembali datang membawa Panggilan itu.Tuan Farhat kembali kebingungan dan kembali keluar dengan cepat.

Kembali,Ia tak menemukan apapun.Ia hanya melihat Zayn yang berjalan keluar.kali ini panggilan itu tak berhenti,Tuan Farhat merasa panggilan ini berasal dari arah Zayn.Hatinya menggerakkannya untuk memanggil Zayn.

"Pemuda !!Berhentilah !!",Teriak Tuan Farhat mendekati Zayn.

Zayn mendengar jelas teriakan ini.Ia berhenti dan berbalik dengan rasa takut dan cemas.Zayn melihat Wajah Tuan Farhat tampak kebingungan.Semakin mendekati Zayn,Tak sengaja Mata Tuan Farhat menangkap satu benda yang ada di leher Zayn.

"Maaf,Tuan.Ada apa lagi ?",

Mata Tuan Farhat hanya tertuju pada Kalung yang ada di leher Zayn.Kalung emas putih dengan Liontin Huruf F dengan satu titik permata putih di atasnya.Zayn berubah keheranan melihat Ekspresi Wajah Orang tua ini.

Tuan Farhat memeriksa kalung milik Zayn ini.Zayn melihat apa yang dilakukan Tuan Farhat.Tuan Farhat mengusap Liontin Kalung ini dengan telunjuknya.

"Bagaimana bisa benda ini ada padamu,Anak Muda ?",
"Benda ini,ini kalung milik saya...",
"Dari mana kau mendapatkannya ?",Tanya Tuan Farhat dengan wajah setengah tak percaya.
"Ibu saya yang memberikannya pada saya,Tuan.ada apa ?",
Tuan Farhat terhenyak dan memandang Wajah Zayn"Ibu ?!Lalu,Ibumu di mana sekarang ?",
"Ibu ?Ibu saya berada di rumah tuan.Beliau sedang menyiapkan acara Pengajian di rumah.Astaghfirullah,aku sampai lupa untuk membersihkan Masjid,apalagi sedang dilakukan persiapan pengajian...",
"Pengajian ?Masjid ?...Apa kau tinggal di Masjid ?",
"Tidak,Tuan.rumah saya bersebelahan dengan Masjid.Maaf tuan,saya sedang buru - buru untuk kembali pulang",

Zayn segera berlari meninggalkan tuan Farhat.sementara Tuan Farhat terpaku di tempatnya berdiri.Matanya melihat Zayn berlari hingga keluar gerbang.Namun,Hatinya terus berteriak "Itu adalah kalung Milik Farida,putriku.Aku tidak salah dengan apa yang aku lihat.itu adalah Milik Farida....",

***

Dan hingga pada suatu malam,Zarina datang ke rumah Pak Hasan.Ia mengantar Tuan Farhat dan dua orang anggota keluarganya.Menyambut kedatangan Tuan Farhat,Ibu Isna tampak kebingungan dan sedikit panik.Ada keperluan apa orang seperti Tuan Farhat mengunjungi rumahnya ini ?

Mereka  duduk di ruang tamu,Tuan Farhat langsung menjelaskan Maksud dan Tujuan kedatangannya.Ya, tak lain tujuannya adalah Ingin mengetahui asal usul kalung yang dipakai Zayn.Tuan Farhat bertanya pada Ibu Isna,pernahkah ada seorang Wanita muda yang sempat singgah atau sampai ke tempat ini?.Tuan Farhat menjelaskan Asal usul kalung yang dipakai Zayn,kalung milik Putri Pertamanya,Farida Haidar.

Ibu Isna mulai bercerita"Benar pak,pernah ada seorang wanita yang saya temukan dalam keadaan yang kurang baik di teras Masjid dua puluh tahun lalu....",

"Keadaan yang kurang baik ?Maksud anda bagaimana Bu Isna?",tanya Tuan Farhat
"Dia dalam keadaan hamil tua,Bajunya lusuh dan kotor,rambut acak - acakan. maaf pak, saya tidak bisa menjelaskan lebih banyak lagi,sangat menyedihkan bagi saya untuk mengingat keadaannya waktu itu.
Kemudian Saya mengajaknya tinggal di rumah ini,dia mau menerima ajakan saya.

Dan sejak itu,saya merawat wanita itu.Memberikannya pakaian yang pantas,Memberinya makan makanan yang baik dan bergizi karena ia sedang hamil.

Ternyata dia seorang muslim,jadi saya membujuknya untuk memakai Jilbab.Ia mau melakukannya.Dan,Alhamdulillah,dia tampak jauh lebih baik dan cantik setelah memakai jilbab.Wajahnya bersih.

Saya membujuknya untuk ikut Sholat dan membaca Kitab Al Qur'an.dia tidak menolak.Suatu ketika dia bertanya pada saya,Apakah Allah mau memaafkan dan menerima taubat dari Wanita seperti dirinya mengingat apa yang sudah Ia lakukan selama ini ?Ia juga berkata 'Aku sangat menyayangi Ayahku,namun Aku juga mencintai seseorang yang mungkin Ayahku tidak akan menyukainya. bahkan merestui hubungan kami.Aku benar - benar mencintai laki - laki ini'..."

Tuan  Farhat terperangah mendengar penjelasan Ibu Isna.

"Tiba saatnya untuk melahirkan. Alhamdulillah,dia sudah melahirkan bayi laki - laki.Bayi laki - laki berwajah bersih dan tampan.Namun sayang,Saya selalu melihat Wajah Ibu Bayi ini tidak berwajah bahagia.dia seperti memendam sesuatu dalam hatinya.Sepertinya sebuah masalah,namun dia tidak pernah menceritakan pada saya,Pak.

Saya sangat terkejut dan sedih ketika mendapati Ibu Bayi tidak di kamarnya di suatu malam menjelang waktu subuh.Sementara,Si Bayi menangis dengan keras menginginkan Ibunya.Sepucuk surat saya temukan di atas Bantal bayi.Saya menangis membaca surat ini.dia pergi meninggalkan Bayinya di rumah ini.

Ia menyerahkan bayinya pada saya lewat surat itu.Saya pun merawat dan mengangkat bayi itu sebagai Anak saya.Suami saya memberinya Nama Zainal,tapi kami selalu memanggil bayi itu dengan nama Zayn...",Ibu Isna mengusap Air matanya.

Zarina terkesiap mendengar kata - kata Ibu Isna.Di situ,Zarina tahu sejarah hidup Zayn.Mata Tuan Farhat berkaca - kaca.

"ketika Ibu Zayn pergi,saya mendapati Zayn sudah memakai kalung dengan Liontin dengan huruf F.Saya mengangkatnya sebagai Anak,saya sangat menyayangi Zayn seperti Anak Kandung saya sendiri.Saya tidak pernah membedakan antara Zayn dan Jafar,Anak kandung saya. begitulah pak,apa yang terjadi selengkapnya,...",

"Ya,terima kasih,Ibu Isna.Terima kasih untuk semua penjelasan ini.Saya ingin bertanya lagi,apa wajah ibu Zayn ini sama seperti wanita yang ada di Foto ini ?",Tuan Farhat menyalakan Handphonenya dan menunjukkan Foto Seorang Wanita.

Mata Ibu Isna terbelalak",Masha Allah,Ya Ya,inilah Ibu Zayn itu,Pak.wajahnya sama dengan Ibu Zayn.Bagaimana Tuan bisa mempunyai foto Ibu Zayn ini ?",

Mata Tuan Farhat berlinang Air Mata"Karena aku adalah dari Ayah dari Ibu Zayn ini,Ibu Isna....",

Zarina,pak Hasan dan Ibu Isna terkejut mendengar hal ini.

"Masha Allah,Pak.Jadi,jadi,Anda adalah Ayah dari Ibu Zayn.Dan,Kakek dari Zayn...",Bibir Bu Isna bergetar.
"Ya.dia adalah Putri sulung saya,Ibu Isna.Farida Haidar...",
"Subhanallah,ternyata ibu Zayn itu namanya Farida,anak dari Pemilik Sanggar Musik Symphoni Cinta yang terkenal itu..",
Tuan Farhat tampak mencari - cari Keberadaan seseorang",Ibu Isna,lalu di mana Zayn sekarang ?",
"Oh,Zayn ?dia sedang mengaji bersama Anak saya Jafar di Masjid.Mari kita temui dia tuan...",

Sementara itu di dalam masjid,Zayn dan Jafar sudah selesai mengaji.Jafar memberi tahu sesuatu pada Zayn.

"Lusa akan diadakan Tabligh Akbar di Masjid Raya,Zayn.akan ada Syekh dari Jakarta yang mengisi Khutbahnya...",
"Benarkah ?aku ingin ikut,Mas.Aku ingin ikut,jangan pergi tanpa diriku ya..",
"Ya,tentu aku akan mengajakmu jika kau tidak pergi bersama Zarina nanti.Kau sekarang selalu pergi bersama Zarina tidak tahu ke mana ",Jafar tertawa.
"Ah !!Mamas ini bicara apa ?tidak mungkin....",

Ibu Isna hadir menyela perbincangan Jafar dan Zayn.Ibu Isna menunjukkan kehadiran Tuan Farhat.Zayn terperanjat melihat kehadiran Tuan Farhat.Langsung saja Tuan Farhat masuk menemui Zayn,cucunya yang selama ini Ia cari.

Tuan Farhat melihat seisi masjid ini",Alhamdulillah,Ya Rabb.Anakku sampai tempat ini,sampai di rumah ibadahmu ini..",Pandangan Tuan Farhat beralih ke Wajah Zayn",Alhamdulillah,Ya Rabb.Cucuku tumbuh di tempat yang mulia ini,bersama orang - orang yang baik ini....",

Akhirnya tiba di hadapan Cucunya.Tangan Tuan Farhat menjamah kalung milik Zayn.Perlahan kedua tangan Orang tua ini mengusap wajah Zayn yang bersih.
"Assalamu'alaikum,Pemuda...",Tuan Farhat mengucap salam pada Zayn.
"Wa'alaikumsalam,Tuan.Maaf,ada apa anda datang menemui saya ?",jawab Zayn tampak kebingungan melihat apa yang dilakukan Orang tua ini.
"Aku ingin menemui Cucuku...",
"Cucu anda di tempat ini ?siapa ?",
"dia adalah pemuda yang sudah aku usir dari tempatku kemarin...",bulir bulir Air mata haru ini langsung keluar.Zayn terkesiap mendengar perkataan Tuan Farhat.Tuan Farhat menunjukkan Kalung dengan liontin yang sama",Kau lihat pemuda.Aku juga punya Kalung yang sama dengan milikmu.Aku dan seluruh anggotaku mempunyai kalung yang sama.

Aku,Istriku,dan ketiga Putriku mempunyai Kalung yang sama.dan kalung yang kau pakai adalah Kalung milik Putri Sulungkku,Kalung berliontin huruf F dengan satu titik Batu Saphire Putih.milikku sama dengan milik Putriku,yang kau pakai ini...",

"Jadi...",Zayn melihat Ibu Isna.Ibu Isna menangis terharu mengusap lengan Zayn",Kalung ini milik Putri Tuan ?.tapi aku tidak mengambil ini darinya Tuan.dari kecil aku memakainya Tuan,aku tidak tahu kenapa ?",jelas Zayn tampak panik
"Karena Ibumu yang memberikannya untukmu,Cucuku...",Tuan Farhat langsung memeluk Zayn",itu milik Ibumu,Farida,Zayn...",
Zayn melihat Ibu Isna.Ibu Isna mengangguk meyakinkan Zayn.Tuan Farhat melepas dekapannya.Zayn masih merasa bingung.
"Zayn,kau selalu bertanya kenapa Wajahmu tidak mirip dengan Bapak Hasan,bukan ?",
"Ya Ibu..",
"lalu sekarang coba amati,wajah Tuan Farhat ini apakah wajahmu mirip dengannya ?',
"Dan,apa kau merasa wajahmu mirip dengan wanita ini ?",Tanya Tuan Farhat menunjukkan Foto Tuan Farhat bersama Farida,Ibu Kandung Zayn.

Zayn mengamati foto di Handphone itu dan wajah Tuan Farhat.Mata Zayn bergetar saat melihat Senyum Wanita yang ada di Handphone.Benar !Ia merasa Wajah Wanita ini mirip dengannya",Wajah ini,wajah wanita ini yang mirip denganku..",Zayn memandang Tuan Farhat.

"Karena dia ibumu,Zayn.dia ibu kandungmu,dia putri sulungku...",Tuan Farhat memegang kedua lengan Zayn.

Zayn langsung meraih tangan Tuan Farhat dan menciumnya"Kakek...",

Zarina juga meneteskan air mata harunya melihat pertemuan Cucu dan Kakek ini.Zayn langsung memeluk Tuan Farhat Haidar.Malam dengan taburan bintang ini menjadi saksi bertemunya Kakek dan Cucu ini.

****
Di suatu pagi,saat waktunya sarapan,Zayn datang ke ruang makan.Kali Zayn sudah tinggal bersama Kakeknya,Tuan Farhat.Zayn menyapa dan duduk di sebelah kiri Kakeknya.Seorang Pelayan lalu datang menyiapkan Sarapan Zayn.

"Kau tampak segar pagi ini,Zayn...",Kakek Farhat memandang wajah Zayn.

Zayn tersenyum"Tiada hal yang bisa membuat Wajah dan diriku lebih segar selain Air Wudhu dan dua rakaat Qiyamu Fardhu Subuh,Kakek...",

"Subhanallah,Luar Biasa,Cucuku.Jadi,kedepannya,kakek harap kau bisa menjadi Imam Waktu subuh di rumah ini bersama Kakek,Zayn ?",
"Tentu Kakek,Aku sering menjadi Imam di Masjid tempatku tinggal dulu",
"Oh,Pemuda yang Hebat.Ngomong - ngomong,Kakek ingin memintamu sesuatu...",
"Apa itu Kakek ?",Tanya Zayn memberi sela untuk pelayan yang sedang menyajikan makanannya"aku akan melakukannya,jika aku bisa",
"Baiklah...Begini,Pemuda.Beberapa hari lagi,Kakek akan memimpin Satu Konser di salah satu tempat di Berlin,Jerman.Dan,Sepertinya Lilian tidak akan bisa menemaniku untuk Even ini,dia selalu menemaniku kapan dan ke mana saja sebagai Asistenku.Karena Lilian akan melakukan Proses Lamaran.

Jadi,Kakek meminta kau,Pemuda,untuk menggantikan Lilian.Bagaimana ?apa kau mau ?",

Zayn menyenduk makanannya",Insya Allah,Kakek.Tapi,aku tidak bisa membiarkan Kakek seorang diri pergi ke negeri orang sendirian,Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di sana jika aku membiarkan kakekku berjalan sendirian  ?

Andaikata,tiba - tiba Musim dingin datang dan Kakekku harus menghadapi Badai salju sendirian,Sampai berapa lama dia akan bertahan menghadapinya sendirian ?tidak ada yang tahu,dan tidak akan ada yang menjaganya",

Kakek Farhat tersenyum bahagia",sebenarnya,Kakekmu ini sudah terbiasa dengan Musim di Eropa yang Ekstrim,hanya saja Aku akan merasa bosan jika tidak ada seseorang yang aku ajak untuk berkeliling Kota Berlin dan mungkin Kota - Kota besar lain di Jerman...",ada maksud menarik Minat Zayn di kata - kata ini.

"Aku tahu Apa yang Kakek mau.Baiklah,aku bersedia Kakek...",
"Oh,ya Zayn.aku akan mengajak Gadis Biola milik Symphoni Cinta itu,kau tahu ?andai aku memberi tahu hal ini terlebih dahulu,tentu kau tidak akan berkompromi untuk ajakan ini ?",
"Gadis Biola Symphoni Cinta ?siapa itu Kakek ?",
"Siapa lagi,Pemuda,kalau bukan sahabatmu yang selalu membawa Koper Biolanya ke mana saja ?",
"Zarina maksud Kakek ?",
"kau sudah bisa menebaknya.dia belum lama bergabung,namun Keahliannya bermain Biola sangat jauh apik dari Senior - Seniornya. 

Mungkin kakek tidak berlebihan jika menyebutnya Jenius. untuk itu kakek menjulukinya Gadis Biola Symphoni Cinta,Kakek sangat kagum saat Ia bisa memainkan Melodi yang rumit dalam tempo yang sangat cepat.dia akan masuk dalam Tim inti Orkes Musik Symphoni Cinta...",

"Kakek sangat mengagumi Zarina rupanya...",
"Begitu juga dirimu,Pemuda.Oh ya,ada satu lagi...",Kakek Farhat memanggil salah satu Asistennya.Ia memberi sebuah Isyarat.Lalu,seseorang datang menyodorkan sebuah kotak ke hadapan Zayn.

Zayn tampak heran melihat benda ini"Apa ini Kakek ?",
"Kau tahu,Pemuda. Dunia dengan Perkembangan Zaman yang luar biasa,Siapa saja tidak akan bisa melewatkannya termasuk Cucuku sendiri",Kakek Farhet membuka Pembungkus Kotak itu",Aku mengira Keadaan di Rumah Pak Hasan jauh dari bisa untuk kau bisa tahu tentang Perkembangan Dunia saat ini.Aku mengira kau hanya tahu Membersihkan setiap Ubin di Masjid itu.Bahkan,kau hanya tau seberapa cepat kau bisa menghafal satu Juz Kitab Al Qur'an,Bukan begitu ?Tidak mengapa,Aku bangga denganmu,Pemuda.

Mendapat Seorang Cucu Pemuda yang sholeh itu tidak sembarang orang bisa ",Sebuah Kotak Handphone ditunjukkan oleh Kakek Farhat ",Ini untukmu,Zayn.Terimalah...",

Zayn terperanjat melihat apa yang Kakeknya berikan,Sebuah Handphone yang Ia perhitungkan jika Ia menabung dengan uang recehan selama beberapa tahun pun dia tidak akan mendapatkannya.Zayn menerima Pemberian Kakeknya.

"Wow !!ini sesuatu yang  pasti sangat Mahal Kakek...",
"Tidak sebanding Mahalnya dengan Kasih Sayangku padamu,Pemuda..."
"Terima Kasih,Kakek.Terima Kasih,Alhamdulillah...",
Kakek Farhat mengangguk",Oh,jangan lupa dengan Konser,Zayn.aku harap kau mau ikut serta dalam mengurus persiapannya..."
"Tentu Kakek,Kita akan bekerja bersama.dan aku akan mendapat pengalaman baru".
"ya,kau akan menemukan dunia baru bersamaku nanti",Kakek Farhat dan Zayn meneruskan acara sarapan paginya.

Suatu ketika,Zayn bertemu Zarina di suatu jalan.Zayn memberitahukan sesuatu pada Zarina.

"apa ?! ke jerman,untuk konser di gedung Philharmoni ?!.....",Zarina terkejut mendengar kabar ini.
"ya,benar.Kakek memberitahuku kemarin pagi saat sarapan.Kakek sangat mengagumi kemampuanmu,Zarina.untuk itu kau akan diikutkan bersama tim utama Symphoni cinta Orkestra.Bagaimana menurutmu ?',

Zarina seakan tak percaya mendengar apa yang dikatakan Zayn"Benarkah ?!Tuan Farhat 
memasukkan aku ke personil utama Orkestra ?!ini sebuah kejutan untukku,zayn.Nona Liliana belum memberitahuku soal ini...",
"dia tidak akan ikut bersama kakek nanti,apa dia tak memberitahumu sebelumnya ?.dia akan melangsungkan acara lamaran.dan aku yang akan menggantikan posisinya nanti,aku akan menemani kakek dan kau juga ke Berlin nanti...",

"kau ?! ikut bersama tim orkestra ?! pasti akan sangat menyenangkan.ini adalah kesempatan pertamaku ikut konser ke luar negeri,apalagi Jerman.luar biasa !',
"Kita akan membuat satu momen yang berkesan nantinya,aku yakin penampilan Biolamu nanti akan memukau Pemirsa di sana,apalagi Pemirsa yang datang dari beragai penjuru Eropa dan sebagian timur tengah....",
"fantastis !!  aku tidak akan mengecewakan pemirsa konser dan Tuan Farhat nanti,Zayn.percayalah !",tatapan Zarina dengan rona bahagia
"Yah ! aku percaya dengan kemampuanmu,Zarina.Lalu,hari ini kau akan ke mana ?",Zayn melihat Zarina menjinjing koper Biolanya
"Oh,Biolaku,Zayn.Sudah hampir empat tahun aku pakai,aku melihat beberapa goresan di beberapa bagiannya karena entah sudah berapa kali jatuh.Dawai - dawainya juga terasa kendur,suara yang dihasilkan kurang maksimal.Jadi,aku akan memperbaikinya ke tempat perbaikan langgananku....",
"Lumayan lama juga.Bagaimana dengan Biola baru Zarina ?apa kau tidak sampai berpikir untuk hal ini ?",
'tentu Zayn.sudah sejak lama.Hanya saja uang yang aku kumpulkan belum cukup untuk membeli satu yang baru.jadi,sementara aku hanya bisa memperbaiki kerusakan yang ada saja....",
"oh....",tiba - tiba terlintas sebuah ide di kepala Zayn",baiklah.aku akan mengantammu,Zarina.Boleh ?',
"ya...terima kasih Zayn.ngomong - ngomong",Zarina melihat Zayn dari atas ke bawah aku suka bajumu hari ini,kau tampil beda sekarang...",Zarina mengusap lengan Zayn

Zayn tersipu malu mendapat pujian dari Zarina"ya...kakek yang menyuruhku untuk merubah semua ini.dan ternyata kau suka...",
"bagaimana pun penampilanmu Zayn aku suka....",kalimat ini membuat Zayn semakin tersipu malu dan dalam haitinya mulai tumbuh satu rasa yang melebihi indahnya rasa bahagia mendapat pujian dari Zarina.Melihat senyum Zarina memberi dorongan tersendiri bagi Zayn untuk ikut tersenyum pada Zarina dan berpikir setiap harinya kini adalah hari yang baik dan bahagia.Zayn dan Zarina bergegas ke halte yang berada di depannya.

Setelah mengantar Zarina memperbaiki Biolanya,Zayn mengajak Zarina ke satu toko alat musik.Zarina menebak  - nebak untuk apa Zayn mengajaknya  ke alat musik ?.Zayn melihat seisi ruangan toko ini,Ia mencari bagian di mana alat msuik Biola terdapat.
Akhirnya dapat,Zayn langsung mengajak Zarina ke tempat yang Ia maksud.

"Zarina,kau tentu tahu Bagaimana kriteria Biola yang bagus kan ?",Zayn menoleh ke Zarina.Zarina merasa penasaran kenapa Zayn bertanya hal ini.
"tentu Zayn,aku sudah memegang Biola hampir empat tahun,jadi aku tahu apa yang kau maksud...",
"baiklah,ayo Zarina,kumohon tolong pilihkan satu buah biola yang terbaik untukku,Zarina",Zayn mempersilakan Zarina mendekati etalase di mana Biola - biola dipajang.
"baik,Zayn.O ya,kira - kira untuk siapa biola ini kau belikan ?",
"aku tidak tahu karena kakek menyuruhku untuk membeli satu Biola,siapa pemilik Biola ini nantinya kakek tidak memberitahuku sebelumnya...",
"oh begitu....",Zarina maju ke depan etalase dan melihat - lihat.matanya tertuju pada satu Biola berwarna coklat mengkilat",menurutku,yang berwarna coklat ini yang terbaik Zayn....",

Zayn melihat Biola yang Zarina maksud" ya bagus,bagus....",
"tapi Zayn,coba lihat harganya,paling mahal diantara yang lain...",
"harga tak terlalu penting Zarina,yang terpenting ialah Seberapa Bagus permainan yang dihasilkan dari Biola itu dan seberapa handal si pemain Biola itu...",

Zarina tersenyum",aku tahu....",mata Zarina melirik satu biola putih yang berada di sebelah kanan biola coklat",kau tahu,Zayn.Biola coklat itu memang mahal dan paling baik,tapi Biola putih yang ada di sebelahnya itulah yang aku idam - idamkan...",kata - kata Zarina ini mencuri perhatian Zayn",harganya memang sedikit lebih murah dari Biola coklat,tapi entah kenapa aku merasa cocok dengan biola ini.
ah,sudahlah,Zayn.sayangnya uangku belum cukup untuk membelinya,lain kali saja....",

Zayn memperhatikan Biola putih itu",lalu apa Biola putih itu sama bagusnya dengan yang coklat,Zarina ?",
"ya,pasti....",

Zayn langsung memanggil karyawan untuk mengambil Biola putih.Zarina heran melihat tindakan Zayn.
"pilihanmu pasti yang terbaik,Zarina.aku harap dia nanti senang menerima biola ini,dan kakek akan senang juga...",Zayn mengajak Zarina beralih ke kasir.
"kuharap begitu,Zayn....",Zarina dengan nada sedikit cemas.Hati Zarina berkata Biola itu pasti untuk dirinya.

Setelah Zayn membayar biola itu,Ia mengajak Zarina pulang.Namun Zarina tampak murung karena Biola idamannya sudah menjadi milik orang lain.dia ingin merayu Zayn untuk mengembalikan biola itu tidak berani.namun Zarina memberanikan diri.
"maaf Zayn,boleh aku bicara padamu ?",tanya Zarina saat keduanya keluar dari toko.
"ya,ada apa Zarina ?",

"sebenarnya,aku berniat membeli biola itu,aku sudah mendambakannya dari dulu,aku sangat ingin memiliki biola itu.Kalau tidak keberatan,bisa kau mengembalikan biola ke dalam dan....",
Zayn berhenti dan melihat Zarina.Zarina terkesiap diam dan tampak gugup.Lalu,Zayn tersenyum pada Zarina.Zarina  bertambah bingung.

"kenapa kau harus menyuruhku untuk mengembalikan biola ini dan kau hendak membelinya suatu saat nanti...",Zayn meraih tangan Zarina",sedangkan kau bisa mendapatkannya sekarang ?",Zarina langsung menyerahkan Biola itu ke tangan Zarina.

Zarina terperanjat"apa maksudmu Zayn ?",

"emh....Biola ini milikmu sekarang Zarina,orang yang kakek maksud adalah kau...",
"Apa ?!aku?!dan biola ini sungguh untukku ?",
"Ini sebagai tanda terima kasih dari kakek untukmu ",Zayn mendekatkan wajahnya",karena kau sudah mengantar kakek menemuiku,dan akulah yang seharusnya berterima kasih padamu....",

Zarina merasa terharu hingga Ia langsung memeluk Zayn", Oh,Alhamdulillah Zayn,terima kasih,terima kasih untuk Tuan Farhat.Kalian baik sekali...",sadar akan hal ini Zarina langsung melepas dekapannya.Zarina tampak malu - malu
"Ya sama - sama Zarina.yang terpenting ialah Seberapa Bagus permainan yang dihasilkan dari Biola itu dan seberapa handal si pemain Biola itu.Iya kan Zarina ?",
"Aku tahu,Zayn",Zarina tertawa malu - malu",percayalah padaku....",
"Kau akan memakai Biola ini untuk di Jerman besok.dan penampilanmu pasti sempurna.....",
"kau akan mendapatkan apa yang kau harapkan ini Zayn....",
"Emh...",Zayn tersenyum lalu mengajak Zarina pulang.di sepanjang jalan,Zarina tak berhenti tersenyum.

Sekali melihat Biola barunya,Ia bahagia.Lalu melirik wajah Zayn yang tenang berjalan,ia merasakan perasaan yang melebihi rasa  bahagia.
kagum ?jelas,Seorang Pemuda yang lugu ini ternyata cucu dari seorang pemilik Orkestra terkenal,dan kini Ia berubah menjadi sosok yang lebih baik.tertarik ?sepertinya pelan - pelan mulai terjadi pada Hati Zarina.Jatuh hati ?sepertinya belum bisa ditebak.Mungkin Zarina masih merasa trauma karena pengalamannya dengan Julian,namun keberadaan Zayn seolah - olah menghapus trauma dan rasa sakit itu.

Hubungan ini,baru sebatas Persahabatan.Namun,dengan berjalannya waktu,mungkin batas itu akan terlampaui.Perasaan Seseorang siapa yang tahu ?sulit ditebak.ya,Perasaan seseorang,terlampaui pada Sebatas Rasa.

***

Pandangan Matanya hanya tertuju pada Menara - menara yang ada di sekeliling Masjid Biru itu.Terang menyala berdiri dengan kokohnya.Pemandangan  malam terindah yang selalu ia lihat,Pemandangan Kubah Masjid Biru,Sultan Ahmed dan Menara - menaranya.

Matanya memang tertuju pada Kubah masjid,Namun pikirannya melayang ke tempat lain dan seseorang yang tidak berada dekat dengannya.Ia terus memutar kembali peristiwa - peristiwa yang terjadi selama di Indonesia kemarin.Hatinya masih belum bisa tenang karena kejadian beberapa Waktu lalu.

Ia merasa seperti orang yang tak berdaya menghadapi masalah ini.Hatinya terus merana dan bertanya ' Bagaimana ini bisa terjadi padaku ?apa salah yang aku lakukan hingga keadaan seperti ini menimpaku ?'.Waktu berjalan,Perubahan banyak terjadi di hidupnya hingga membuatnya lupa.

Seorang Gadis juga hadir di hidupnya di tempat ini.Gadis yang memberikan suasana dan hidup baru baginya.Bahkan Sosoknya membuat lupa.Ya,Lupa,lupa pada Seseorang di tempat lain yang mengisi hidupnya di masa - masa sebelumnya,menunggu kepergiannya dari perantauan,dan tetap menjaga perasaan cinta.

Seseorang masuk ke kamarnya,Ibu Asriana.Ia melihat Putranya sedang termenung di Jendela.Wajahnya tampak galau dan berat,seperti ada beban di pikirannya.Ibu Asri mendekat.

"Tadi ada beberapa orang yang mengaku pennggemarmu memberikan semua barang ini",Ibu Asri menunjukkan barang yang dibawanya milik Julian.Beberapa kartu ucapan dan bingkisan kecil seperti kado.
Julian menghentikan renungannya sejenak.Ia menoleh ke ibunya.

"banyak sekali ibu....",

"aku kira pasti semua gadis di kota ini yang memberikannya.mereka sangat menyukaimu,mereka selalu bertanya kapankah Julian akan bernyanyi lagi,di mana  Julian akan tampil bernyanyi lagi,dan pertanyaan lain yang menyerbu ibu.kau sudah membuat mereka tergila - gila padamu...",Ibu Asriana menghela nafas",tidak kusangka,Anakku menjadi idola di negeri orang lain.Tapi,tidak mengapa,selama ia masih menyayangi ibunya dan tidak lupa siapa dirinya,itu membuatku cukup bangga..."

Julian berusaha tersenyum.

Ibu Asriana menatap kedua mata Julian,Julian tidak bisa lepas dari pandangan Ibunya.inilah saat - saat Ibunya mengamati keadaan dan isi hatinya lewat matanya.

''Julian,apa makan malam tadi kurang menyenangkan hingga kau tampak tidak bahagia seperti ini ?apa yang ibu hidangkan tadi kurang membuatmu puas atau....",

"tidak ibu,masakan ibu yang terbaik,Julian sangat puas",kata Julian menenangkan Ibunya.

"padahal ibu memasak daging untuk dolma tadi buru - buru dan kurang matang",

Julian tersenyum dan menggeleng.

"Mm...sepertinya Yunia sudah lama tidak mengunjungimu,Julian.apa hal ini yang membuatmu tidak semangat...",

"bukan Ibu,bukan...",Julian menghaluskan suaranya,Ia mengira pasti ibu Asri mencemaskan dirinya atau Ibu Asri memang tahu apa yang ia pikirkan",Aku barusan menelponnya,dia sedang mendapatkan banyak tugas.dia bercerita dia membantu Pak Halim menyambut tamu yang datang dari Indonesia,Beberapa menteri dari Indonesia mengunjungi KBRI,dia juga ikut menyambut tamu Ayahnya....",

"O begitu...lalu apa yang membuatmu menjadi seperti ini,anakku ?kau tampak berbeda semenjak kembali dari Indonesia.....",

"tidak ada apa - apa,Ibu....tidak apa - apa...",julian perlahan berbalik dan mendekati jendela.

"Zarina ?",

Julian terkesiap saat Ibu Asri menanyakan hal tentang Zarina.Julian sekejap berbalik,ia berpikir ternyata ibunya sudah bisa menebak yang Ia pikirkan.

"tentunya Zarina,bukan begitu,Julian ?",tanya ibu Asri melihat Julian menunduk.

"Iya,Ibu.kami....kami...",

"Bibimu Asti sudah menceritakan semuanya padaku,Julian.Yunia juga sudah tahu semuanya tentang Zarina dan hubunganmu.Ibu tahu bagaimana sebenarnya terjadi,Ia sempat memarahi Zarina ketika bertemu di Malioboro",

Julian terbelalak.Ibu Asri mendekat.

"Ibu tahu anakku,ibu tahu.Ibu tahu bagaimana seorang Zarina,ibu tahu bagaimana perasaanmu kepada Zarina,Ibu tahu kebimbanganmu menghadapi dua gadis ini...",

Julian mengangguk"aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ?aku selalu bertanya pada diriku sendiri,tapi aku malah mendapat pertengkaran batin yang perlahan - lahan menekan pikiranku ibu....",

"Kata hatimu,Anakku.dengar kata hatimu,tenangkan dirimu dan dengar apa yang hatimu katakan,itu jawaban terbaik atau setidaknya jadikan satu nasihat yang bisa kau pertimbangkan untuk menghadapi keadaan ini.Ibu tahu kau pasti bisa melakukannya...",Ibu Asriana membelai pipi Julian sejenak dan berbalik meninggalkan Julian.

"Tapi ini masalah hati, Ibu....",

Ibu Asri berhenti"hati ?",

'Ya,hati dan perasaan.keduanya saling berkaitan.kedua gadis ini menjadi pilihan sangat sulit",Julian menggeleng perlahan",aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika aku mengambil pilihan yang salah.

Menjadi seorang laki - laki Penghianat atau seorang yang tidak tahu terima kasih dan balas budi ?sebenarnya,aku masih mencintai Zarina,Bu.namun Kebaikan dan kelembutan hati Yunia perlahan meluluhkanku dan berhasil menaklukkanku,Ibu.bagaimana aku bisa menentukan pilihan di keadaan seperti ini ?",

Kembali Bu Asriana mendekati Putranya",Sakit hati,salah satu dari mereka akan merasa sakit hati dan merasa kehilangan. Cinta,terkadang menjelma menjadi sesuatu yang paling Indah,terkadang berubah menjadi sesuatu yang paling mengerikan.

Bukankah sudah terjadi apa yang ibu bicarakan ini? perubahan sikapmu yang berbeda dan terkesan sedih menunjukkan pasti sudah terjadi hal yang tidak kau inginkan.Bukan begitu ?'",

Julian menunduk",Iya Ibu.Aku rasa aku sudah membuat kedua gadis ini sakit hati.dulu aku pernah berkata pada Zarina,semoga waktu tidak banyak memberi perubahan.

Namun,apa daya anakmu ini,waktu berlalu sudah memberi perubahan.kali ini,waktu berlalu memberiku pelajaran.Perasaan adalah sesuatu yang sangat sensitif dan riskan.jika kau bermain - main dengannya dia akan mempermainkanmu pula.

sama halnya dengan waktu,waktu dan perasaan,ujian terberat,manusia harus berhati - hati menjaganya...",Mata Julian tampak basah.

Ibu Asriana tersenyum menenangkan Julian",salah satunya berasal dari keadaan seperti inilah Sakit hati itu berasal,Manusia tidak bisa begitu saja menerima dan menghadapi kenyataan.

 Ikhlas ?mungkin tidak setiap manusia bisa melakukannya dengan mudah. tapi, itu akan memperbaiki keadaan,atau setidaknya membuat manusia berpikir untuk mencari solusi yang lebih baik. 

Maaf ?hal terpenting yang tidak bisa dilewatkan. Semua masalah akan selesai jika semuanya saling memaafkan.melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru...",

"andaikata Zarina sampai berpikir seperti ini,mencari solusi yang lebih baik,pastinya dia akan mencari orang lain,yang dia anggap lebih baik dariku",

"inilah yang harus kau hadapi,Anakku. kau seperti enggan melepas Zarina,tapi kau takut mengambil pilihan yang salah....",Ibu Asri menepuk bahu Julian", waktu memaksamu untuk membuat Pengorbanan,Julian.Ibu tidak memaksamu membuat pengorbanan,tapi waktu,Julian. ibu yakin kau bisa ",

"Boleh aku bertanya sesuatu padamu,Bu ?",

"mengapa tidak boleh ?",Bu Asriana kembali membelai pipi Julian.
Julian tersenyum ringan"baiklah.Bu,apa Ibu mencintai Ayah ?",

"Kenapa kau bertanya seperti ini ?',

"aku ingin tahu tentang perasaan ibu",

"Emh...seandainya ibu tidak mencintai Ayahmu, bagaimana bisa kau hadir di dunia ini,Pemuda ?bagaimana ibu bisa menolak untuk ikut hidup di Istanbul ?

Kami saling mencintai,dan kau,pemuda,harapan dan bukti cinta kami. berada jauh dari keluarga sendiri untuk ikut Ayahmu ke sini,banyak yang harus Ibu korbankan. kau tahu,Julian.

Ibu harus tega hati melihat Nenekmu menangis karena Ia tidak rela aku ikut bersama Ayahmu. tapi,ibu berjanji,suatu saat ibu akan kembali dengan keadaan yang lebih baik.

Sabar,Ikhlas,pantang menyerah dan Positive thinking,ibu tidak akan berhasil tanpa menerapkan semua hal itu dengan benar di tempat ini. dan perasaanmu ?',Bu Asriana melirik Kitab Suci Al Qur'an di atas ranjang Julian.

Bu Asriana menuntun Julian ke ranjangnya.Keduanya duduk.Bu Asriana menggenggamkan kitab itu ke tangan Julian,

" Seberapa besar daya manusia bisa diukur,tapi seberapa besar kasih dari Tuhanmu,apa kau bisa mengukurnya ? sejauh mana batas kesabaran manusia pasti bisa diketahui,tapi sejauh mana Tuhanmu membimbingmu tetap di jalan-Nya,kau tidak akan tahu,mungkin Malaikat Izraillah yang akan berada dan berdiri di ujung batas ini ?

Kau tidak akan pernah tahu seberapa berat dan sedihnya Hati Ibu Yukabad yang sekuat tenaga mendorong Keranjang bayi Nabi Musa ke tengah sungai Nil. 

Kau tidak akan pernah tahu apakah Nabi ismail akan sedih jika tahu sebab apa Ia ditinggalkan bersama Ibu Siti hajar sendirian di tengah gurun yang panas. 

Kau tidak akan tahu seberapa sedihnya Nabi Ya'kub yang menangis dan mendekap Baju Nabi Yusuf yang berlumuran darah setelah tahu Nabi Yusuf dikatakan telah dimakan Serigala oleh saudaranya.

Kau tidak akan tahu seberapa sedih dan beratnya",Mata ibu Asri membasah", Hati Baginda Rasulullah ketika menghadapi Wafatnya Paman Abu Thalib dan Ibu Khadijah,Anakku.

Semuanya pasti tawakal pada Allah,semuanya pasti memasrahkan diri pada Allah.  kau tahu maksud ibu,Julian ?

Semuanya Sebatas Rasa,Anakku. bila kau tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya Zarina kehilangan dirimu maka berdoalah,berdoa semoga dia mendapatkan kehidupan dan orang yang lebih baik. 

Begitu juga dirimu,bila kau sulit melepas Zarina di hatimu,berdoalah. berdoa,semoga keadaanmu akan lebih baik bersama Yunia.kekuatan Manusia hanya pada doa...",

Julian menunduk terharu " Mencintai tapi tidak bisa memiliki,namun menjaga perasaan cinta untuknya,tidak ada salahnya kan Ibu ?',

"tentu anakku,tentu. itu akan membuat hubungan kalian terjaga dengan baik, dan Maaf yang harus kau lakukan terlebih dahulu...kau pasti belum minta maaf pada Zarina ? ",

"iya bu,aku rasa Zarina masih sakti hati padaku...",
"ya....",
" minggu depan aku akan berangkat ke jerman,Ibu",

Ibu Asriana menghela Nafas" Alhamdulilah,siapa yang menyangka kau akan mendapat rejeki ini,Julian. buat ibu bangga,sayang. suaramu akan menjadi kebanggaan tanah airmu dan akan menambah kebanggaan bagi Masyarakat Istanbul ini...",

"Insya Allah ibu...", Julian tersenyum.Hatinya terasa sedikit lega setelah mencurahkan semua isinya pada Ibunya.

Ibu Asriana menutup Korden jendela kamar Julian.Julian sudah terlelap tidur. Lalu,ia keluar setelah memastikan semuanya baik - baik saja.

***

Menjelang malam,Tuan Farhat beserta rombongan dari Indonesia tiba di Bandara Internasional Jerman,Schonefeld.

Mereka disambut oleh Orang - orang dari Pihak Penyelenggara konser. Mereka langsung membawa Tamu dari Indonesia ini menggunakan satu Unit Bus yang cukup besar menuju Suatu Hotel yang tak jauh dari Letak Gedung konser.

Zayn dan Zarina tampak kelelahan setelah melalui perjalanan yang panjang.dan Tuan Farhat,meski sama lelahnya,tampak bercengkrama dengan Nona Elsa,salah satu Asistan Pimpinan Penyelenggara Konser,di kursi paling depan.

Tiba di Hotel,Tuan Ballard,Pemimpin panitia penyelenggara konser bersama salah satu Manajer Hotel menyambut Rombongan dari Indonesia ini.

"Selamat Malam dan Selamat datang di Berlin,Tuan Farhat.Suatu kehormatan bisa menyambut salah satu sosok dan seniman hebat dari negara yang kaya akan kebudayaan,indonesia...",Tuan Ballard membuka tangan ke arah Tuan Farhat

"Selamat Malam ,Tuan Ballard...",Tuan Farhat langsung menjabat tangan Tuan Ballard",Selamat Malam.Terima Kasih,Terima Kasih.Berlin yang Luar Biasa,Orang - orang yang luar biasa",Tuan Farhat melihat seluruh sisi Lobi Hotel ini",dan Anda,Tuan Ballard,juga Luar Biasa.

Saya bukanlah  siapa - siapa,saya hanya melakukan apa yang menjadi kesenangan saya.Saya bukanlah seseorang yang pandai mencari perhatian seluruh dunia,atau sedikitnya seluruh orang di Negara saya...",

"Tapi kesenangan ini membuat Anda menjadi seseorang yang diluar bayangan Anda.Bukan Begitu ?",Tanya Tuan Ballard menaikkan alis kanannya.

"Siapa yang mengira,Tuan Ballard ?",
Keduanya memecah tawa.Sementara Tuan Farhat berbincang - bincang dengan Tuan Ballard.Zayn mengajak Zarina duduk di kursi - kursi yang ada di lobi ini.Mereka menarik nafas dan melepas lelahnya.

Seseorang menyela Perbincangan Tuan Farhat dan Tuan Ballard. Asisten Tuan Ballard memberi tahukan Tamu dari Turki beberapa Jam lagi akan tiba di Bandara.Tuan Ballard meminta dia untuk menjemputnyaTamunya yang lain ini,dari Turki,bersama Nona Elsa.

Tuan Ballard mengantar Tuan Farhat dan rombongan menuju Kamar yang sudah disediakan.Zayn melihat Zarina kepayahan menjinjing kopernya.Matanya memang tampa sayu tapi Ia tergerak untuk menolong Zarina,membawakan Koper.Zarina tampak canggung melihat tindakan Zayn ini.

Sementara itu...

Dia sudah masuk di mobil jemputan ini.Lalu,Mobil pun segera meluncur menuju Hotel.Matanya terus memperhatikan sepanjang jalan.Lampu yang menyala terang di kiri dan kanan.Keramaian di Kota Berlin.

Hingga Mobilnya melintasi jalan di dekat Gerbang Brandenburg,Matanya tampak berbinar - binar melihat suasana Gerbang ini.Ia masih ingat saat pertama kali ia mengunjungi tempat ini beberapa waktu lalu bersama Ayah dan Ibunya.

"Kota dengan Rasa Seni yang begitu tinggi,Berlin,bukan begitu Pemuda ?",Seorang Pria, yang duduk di sebelahnya,menepuk pahanya.
"Iya Pak,Iya.Kota yang penuh dengan kenangan ...",
"Bukankah Kau sudah mengunjungi tempat ini bersama Yunia ?",
"Ya,itu kunjungan yang kedua kalinya,setelah bersama Ayah dan Ibu...",
dia dan Pria yang duduk di sebelahnya ialah Julian dan Pak Halim,Ayah Yunia.Mobil pun tiba di Hotel yang dituju.

***







Setelah melakukan latihan selama dua hari,tiba waktunya bagi Julia untuk tampil. Tiba waktu malam,Suasana Gedung Konser Philharmoni Berlin sudah mulai ramai. Mobil - mobil yang terjejer api di area parkir. Orang - orang yang berlalu lalang di Pintu masuk. Pengunjung yang menunggu di lobi gedung.

Panggung dengan instrumen musik lengkap yang sudah disiapkan. Beberapa orang yang mempersiapkan dan memeriksa sound sistem. Zarina mempersiapkan biolanya di ruang tunggu. Zayn mendekati Zarina.

Zayn tersenyum "sudah siap ?",tanya Zayn dengan melihat cermin yang ada di depan Zarina.

"percayalah,aku tidak akan mengecewakan pemirsa dan kau dengan Biola ini...",Zarina menunjukkan Biola pemberian Zayn", penampilanku akan tercatat sebagai Penampilan yang terbaik di panggung Philharmoni ini...",Zarina dan Zayn lalu berdiri berhadapan.

Zayn menghela nafas tanpa menguncupkan senyumnya",aku tahu....",melihat mata Zarina,Zayn seperti terhipnotis,membuat dirinya begitu saja memegang tangan Zarina. Zarina melihat hal ini,namun Zarina tak mencegahnya",aku tahu karena kaulah Gadis Biola Symphoni Cinta...bersemangatlah!!!",

Julian sudah berdiri di atas panggung ini. Tepuk tangan yang tercipta membahana ini menjadi sambutan baik baginya. inilah Bintang baru dari Istanbul. Wajah - wajah pemirsa dari berbagai penjuru Eropa dan sebagian Timur tengah ini mengisyaratkan pada Julian bahwa Mereka menunggu apa yang akan dipersembahkan oleh Pemuda Indonesia yang menjadi Bintang Baru di Istanbul ini.

Tepuk tangan ini berakhir dan iringan musik pun dimulai. Julian berdiri dengan wajah yang tenang dan menghayati musk yang dimaiinkan. Ia mulai menunjukkan suaranya. Suara sendu yang mulai membuat setiap pasang mata pemirsa ini mengarah padanya.

Sesekali terdengar selingan suara Biola yang secara tunggal dimainkan oleh seseorang. lalu disambut Permainan biola yang bersamaan. Tak sengaja Julian menoleh ke belakang,ke arah barisan Pemain instrumen. 

Matanya terbelalak saat melihat seseorang di barisan Pemain Biola.
Gadis yang sedang menunjukkan kemahirannya bermain biola. Gadis yang tak asing bagi dirinya. Gadis yang pernah mengisi hidupnya. Julian merasakan bagaimana permainan Biolanya.Luar Biasa ! 

Kekagumannya dalam hati. Gadis yang tak Ia sangka,ia akan bertemu dengannya kembali. Di atas panggung Berliner Philharmoni ini,di penampilannya ini. Ia menjadi pemain biola mengiringinya bernyanyi. Gadis dengan Gaun putih dengan rambut panjang yang tidak akan pernah berubah penampilannya,Zarina.

Hampir Ia kehilangan konsentrasi karena melihat Zariina,Julian kembali ke hadapan pemirsa. Ia menuntaskan penampilanya. pertunjukkan yang sempurna. Suara sendu dengan penjiwaan yang bagus. Mata Julian berkaca - kaca.

"Bulan sudah berlalu,mungkin seperti berlalunya perasaannya  padaku,apalah dayaku ?",kalimat yang Ia ucapkan dalam hati untuk Zarina",Kisah kami,kisah cinta yang dunia tidak mungkin mengetahui. Kisah kami,kisah yang akan menjadi Balada  yang tak siapa pun mengetahui. Kisah kami,Kisah yang tidak sempurna di antara kami. Cinta? menjadi sesuatu yang tak berarti....",

Julian membungkuk sebentar,memberi salam pada pemirsa. stand applause seluruh pemirsa untuk Julian. julian turun panggung,ia menyempatkan waktu untuk melirik Wajah Zarina sejenak. Namun,Zarina berpura - pura  tidak tahu keberadaan Julian.

Sebenarnya Zarina tahu,Ia hanya berusaha menguasai dirinya dari emosi yang membuatnya terguncang semenjak pertama kali melihat Julian naik ke atas panggung. Kembali,Kejadian pahit itu terputar ulang di benaknya. seoalh - olah menghantuinya. Gadis biola symphoni cinta ini tetap menunjukkan kemahirannya bermain biolanya.

Ia ingin menunjukkan pada Dunia bahwa Negara dengan sejuta Budaya,Indonesia,juga mempunyai satu gadis muda pemain Biola yang kemampuannya patut diperhitungkan. ini untuk Zayn dan kakek Farhat yang sedari tadi menjadi konduktor orkestra ini. Ia melihat Kakek Farhat. Kakek Farhat mengangguk dan tersenyum. Zarina yakin Kakek farhat puas dengan penampilan perdananya di luar negeri ini.

Kakek farhat mengajak Zarina dan kawan - kawan kembali ke hotel. Namun,saat sampai lobi,Zarina ingat ada sesuatu yang tertinggal,headset miliknya. Ia pun kembali ke ruang tunggu.

Langkahnya terhenti saat ia melihat Julian berjalan berlawanan arah. Julian tak sengaja melihat keberadaan Zarina. pertemuan ini pun tak bisa dihindari. Julian menemui Zarina.

Zarina tak bisa berbuat apa - apa. Ia hanya diam saat Julian tiba di hadapannya.

"Selamat malam...",sapa Julian lirih tak meninggalkan senyumnya untuk Zarina. Mata Zarina hendak mengelak dari Julian,namun tidak bisa. sesekali ia membuang tatapannya. Julian bisa menebak apa yang masih terjadi pada Zarina .
"selamat malam...",sapa Julian lagi.
"se...se..selamat malam..", Zarina tampak gugup. pandangannya tetap lari ke arah yang tak tentu.
Lalu,Zayn hadir di sela - sela pertemuan ini. Zarina bisa sedikit merasa lega dengan kehadiran Zayn ini.

"Zarina,apa kau sudah menemukan headsetmu yang tertinggal ?',tanya Zayn melihat siapa yang menemui Zarina",siapa ini Zarina ?',

"E....dia..dialah Julian,Zayn...",

Zayn tersenyum menyapa Julian.Julian membalas senyuman Zayn.
"hai,aku Zayn...",Zayn mengajak Julian berkenalan.

"hai,selamat malam,aku Julian...senang berkenalan denganmu,Zayn..",

"senang dengan berkenalan dengan julian,julian yang selalu diceritakan Zarina padaku...",kata Zayn membuat Zarina terkesiap.Julian melihat Zarina seolah - olah tak percaya.

"yah,inilah diriku. pemuda yang dikagumi oleh gadis cantik ini. Zarina sudah banyak bercerita tentang diriku kepadamu bukan ?",Julian melirik Zarina,sekilas",kau tahu Zayn,aku juga dari Jogjakarta...",

"benarkah ?! Wow,aku baru pertama kali bertemu dengan orang Indonesia yang merantau di luar negeri...",

"ya,aku ikut orang tuaku merantau ke Turki,tepatnya di Istanbul. Ibuku membuka restoran di sana...percaya atau tidak ?ibuku membuat gudheg di sana,Zayn.",Mata Julian tetap saja memperhatikan Zarina,sesekali. Zarina mengabaikan Julian.

"Gudheg ?benarkah ?apa orang - orang istanbul bisa tahu tentang gudheg atau menikmati Gudheg kita ini ?",

"tentu,hanya di tempatku saja yang menyediakan Gudheg.dan ada yang lebih spesial lagi Zayn...",

"apa itu ?",

"kau tidak akan percaya kalau musik keroncong menjadi ciri khas restoranku '',sekali lagi Julian melirik Zarina. namun,Zarina tetap saja enggan menanggapi Julian.

"bagaimana itu bisa terjadi ?',

"Ibuku,Zayn.ibuku juga gemar menyanyi.beliau sering menyanyi dan memanjakan orang - orang istanbul dengan musik keroncong saat akhir pekan. semua orang suka dengan suara ibu,hingga mereka menjuluki Ibu dengan Lady keroncong of Istanbul...",

"Luar biasa !kau dan Ibumu menjadi orang sukses di Turki",

"Alhamdulilah,Zayn. andai saja kau mau berkunjung ke Istanbul untuk makan malam di tempatku,aku akan bilang pada ibu untuk membuatkan Gudheg spesial untuk temanku ini,dan tak ketinggalan sate telur puyuh yang sangat terkenal dari jogjakarta itu,spesial untukmu dan...",Julian menunjuk Zarina",Zarina.O ya,ibu tidak akan keberatan jika aku memintanya untuk membuatkan bakmi godhog jawa,kesukaan Zarina ini..",

"benarkah ?',Zayn melihat Zarina",Julian ternyata tahu makanan kesukaan Zarina,menarik sekali..",

"bagaiman Zayn ?kumohon kau mau singgah ke Istanbul untuk makan malam di tempat ibuku,dan Zarina tentunya...",

"tunggu Julian,aku bicara pada kakekku dulu...",

"kakek ?kau bersama kakekmu ke sini ?',

"ya,kakekku,dia yang menjadi konduktor konser malam ini...kakek Farhat...",

"kuharap beliau mau menerima tawaran ini,Zayn. aku akan merasa bangga bisa menjamu kakekmu dan kalian,ini akan menjadi satu kehormatan bagi kami...",

Zarina hanya diam menyaksikan percakapan Julian dan Zayn. Julian tahu bahwa ternyata Zarina dan Zayn menginap di hotel yang sama. Mereka pun berpisah.Julian menyusul pak Halim yang sudah menunggunya.Zayn kembali ke rombongan kakeknya setelah mengantar Zarina mengambil headset yang tertinggal.

***







Seseorang Pelayan Kamar menyampaikan sebuah Pesan ke kamar Zarina. Lewat Selembar kertas,seseorang mengajaknya keluar untuk pergi makan malam. Zarina yakin orang ini pasti Julian.

Zarina pun bersiap - siap. Ia menata rambutnya,membiarkannya terurai. mengenakan Jaket kulit tanpa membawa tas. Ia keluar kamar,Ia terdiam dan bertanya - tanya dalam hati. Apa yang akan terjadi nanti ?Apa peristiwa yang sama akan terulang kembali ? prasangka buruknya seperti memberatkan langkahnya.

Namun,Ia tetap pergi,memenuhi ajakan Julian untuk makan malam. Ia bergegas tanpa berpamitan pada Kakek Farhat dan Zayn terlebih dahulu. Julian duduk di kursi yang ada di Lobi Hotel. Ia menunggu Zarina. Ia berharap Zarina mau meluangkan waktunya.

Zarina sudah tampak hadir di lobi. Julian bangkit dan langsung menghampiri Zarina. Julian memberitahu ke mana Ia akan membawa Zarina pergi,Zarina hanya mengangguk dan menuruti Kemauan Julian,tanpa berkata sepatah kata pun.

Sudah tersaji makan malam di hadapan masing - masing. Julian mulai menyantap makanannya. Ia melihat Zarina hanya terdiam tanpa menyentuh makanannya sedikit pun. Zarina hanya memandangi makanan yang di hadapannya.

Perlahan Jemari Julian menjamah jemari Zarina. Zarina melihat Wajah Julian. Julian tersenyum untuk sedikit mengubah keadaan Zarina. Zarina tak bereaksi sedikit pun.

"Dunia ternyata begitu sempit, sehingga kita tanpa sengaja bertemu kembali dan di tempat ini...",Kata Julian berusaha menghangatkan suasana.

"Waktu ternyata berlalu dengan cepat dan tidak terduga sehingga aku tidak bisa membuat penolakan untuk pertemuan ini...", Kata Zarina membuang muka,dengan sikap yang masih dingin. Zarina manrik tangannya dengan sedikit sentakan.

"tapi,waktu yang berlalu dengan cepat tak membuatku lupa sama sekali pada apa yang sudah terjadi diantara kita,seperti saat itu terjadi kemarin....",

"bagaimana pun waktu berjalan aku sudah melupakan apa yang terjadi pada saat itu....",

"jadi,kau sudah ?',tanya Julian mengangkat alisnya

"begitu juga dengan apa yang sudah terjadi pada kita,semuanya. entah kenapa waktu memaksaku untuk melupakan dan menghapus semua itu di ingatanku dengan cepat,aku sudah berhasil melakukannya...",kata - kata yang seakan - akan menjelaskan tidak akan ada harapan lagi untuk Julian

"begitu juga perasaanmu padaku ?...",

Mata Zarina terbuka lebar dan terdiam. Ia berdiri dan hendak meninggalkan Julian. Perasaannya kembali bergejolak,kenangan - kenangan pahit waktu itu mengacaukan pikirannya sejak tadi. Untuk itu Zarina berusah meredamnya dengan meninggalkan Julian.

Namun,Julian dengan sigap menahan tangan Zarina " Maafkan aku,Zarina. Maafkan aku....",

Zarina mengurungkan niatnya. Ia berbalik dan duduk kembali. Zarina menatap Julian dengan Mata basah.
" Maafkan aku,Zarina. Semua di luar dugaanku. Waktu ternyata memberi perubahan pada diriku dan kau...",

"Maaf tidak akan bisa membuat waktu mengembalikan keadaan seperti semula,kau tahu ?", potong Zarina merendahkan suaranya. Ia berusaha menahan emosinya.

"lalu,apa Maaf tidak akan membuat perasaanmu lebih baik ? apa memaafkanku akan memperburuk keadaanmu ke depannya ?",

"jika Maaf dariku tak bisa mengubah posisi dan keadaanmu sekarang ini,untuk apa ? Jika maaf dariku tak bisa mengubah perasaanmu untuk tetap sejalan dengan perasaanku,untuk apa aku memaafkanmu ?",

"aku masih mencintaimu,Zarina....",

Zarina terdiam dan kembali membuang Muka.

"aku tahu luka dan perasaanmu,Zarina. Maafkan aku,aku yakin kau masih mencintaiku...",

"Lalu,bagaimana perasaanmu terhadapnya ?",Zarina langsung memotong kata - kata Julian,lagi,"apa dengan Maaf bisa membuat dirimu perlahan melepasnya untuk tetap bersamaku ?",

"ternyata kau masih mencintaiku...",

"tapi kau telah berani mempermainkan diriku. empat tahun waktu yang terlalu lama,kau tahu ? 

empat tahun itu adalah selama kau membuat perubahan pada dirimu dan membuat hati yang baru hingga kau bisa mengukir nama baru di hati yang baru milikmu itu. 

dan untuk hati yang sudah tertulis namaku di situ,mungkin kau sudah mencampakkannya atau bahkan kau  sudah membuangnya . Kau masih mencintaiku,lalu bagaimana bisa kau tega melakukan itu padaku ?",tanya Zarina mengangkat suaranya

"aku tahu sekarang,baiklah. aku menyerah. kau tidak bisa memaafkanku,baiklah. aku terima ,keputusan ini", Julian menunduk sambil menggelengkan kepalanya,"aku tahu seberapa menyakitkan bayang - bayang kehilangan pada dirimu. aku memang Manusia yang paling jahat dan kejam di hadapanmu. 

Mungkin tidak seperti Tuhanmu,tidak seperti Tuhanmu yang mau menerima maaf,pengakuan salah dan taubat dari Hamba-Nya.

Ini adalah kesalahan terbesar bagiku,andai saja ini  setara dengan melakukan satu bentuk tindakan syirik sekalipun,maka aku akan menyesal seumur hidupku. namun,andai diriku seorang Musyrik dan aku hendak insyaf dan bertaubat di hadapan Tuhanku,pasti Dia akan menunjukkan jalan dan petunjuk-Nya padaku.


Namun,apa yang aku lakukan ini,padamu,seolah - olah melebihi apa yang aku khawatirkan ini. Menyakiti hati seorang wanita tak lebih baik dari menjadi seorang Musyrik",Kata Julian dengan nada pelan,namun sangat mengena di Hati Zarina. Julian mengangkat kepalanya,Ia melihat setetes air mata mengalir dari mata kanan Zarina.

Zarina tak bisa berkata apa - apa.Ia benar terlanjur sakit hati pada Julian. Kesalahan Julian waktu itu,seperti membuat hatinya sudah menjadi batu. Bayang - bayang kehilangan seorang yang dicintainya menjadi hal yang lebih menakutkan dari pada bayang - bayang datangnya ajal. Zarina hanya terus terdiam di tepat duduknya. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Julian berdiri dan beralih ke hadapan Zarina. Ia berlutut,seperti waktu itu. Mata Julian berkaca - kaca. Rasa menyesal yang terasa mulai menguasai dirinya Ia lawan dengan sekuat mungkin dalam hati. Jari Julian menahan laju tetesan air mata yang ada di pipi Zarina itu dan menghapus bekas - bekasnya.

"bila sulit memaafkan diriku malam ini atau bahkan selamanya,itu terserah padamu. yang terpenting aku sudah meminta maaf pada dirimu. itu yang ibu nasihatkan padaku kemarin...",Julian meraih kedua tangan Zarina. Zarina tak bergeming", tapi,kumohon padamu,aku minta waktu sebentar saja untuk malam ini,di Kota ini. aku minta padamu untuk malam ini saja. bagaimana ? apa kau bersedia?",

Zarina mengangguk perlahan.

Suasana Gerbang Bradenburg malam ini. Bangunan yang menjadi saksi sejarah bersatunya Jerman Barat dan Jerman Timur saat Perang Dunia ke 2. Pilar - pilar dengan cahaya terang.

Julian membawa Zarina ke Gerbang Bradenburg ini. Zarina melihat suasana tempat ini. Zarina bertanya - tanya apa yang akan Julian lakukan di tempat ini. suasana begitu tenang dengan suhu udara yang sangat dingin. Tak banyak lalu lalang kendaraan. beberapa orang tampak lalu lalang melewati tempat ini.

Julian membawa Zarina ke lorong gerbang yang paling tengah.

"tahun pertama aku di Turki,ayah mengajakku ke Tempat ini. aku merasa ada sesuatu yang kurang padaku saat itu. di tempat terbaik di Berlin ini,aku merasa ada yang kurang saat itu....",
 Julian meraba pilar yang berada di sebelah kanannya", aku tahu,sesuatu itu adalah seseorang yang selalu bersamaku. 

Aku berharap suatu saat bisa bersamanya menginjakkan tempat ini,berdua. aku berharap bisa bersama dirinya.
aku ingin menunjukkan inilah tempat yang paling mengagumkan,tempat yang luar biasa. 

Ayah menjelaskan semuanya tentang tempat ini padaku. dia mengatakan Malam yang paling baik dan berkesan adalah ketika kau bisa berada di Brandenburg bersama orang yang kau sayangi. 

Untuk itu,aku berharap suatu saat bisa datang ke tempat ini bersama dirinya",Julian meraih tangan Zarina. Ia merabakan tangan Zarina ke tempat di mana Ia meraba sebelumnya. 

Zarina melihat Julian,Julian tersenyum. emosi dalam dirinya mulai berubah menjadi rasa haru mendengar penjelasan Julian ini", dan sekarang,kau tahu,aku sudah mendapat malam yang terbaik itu. Malam terbaik di Bradenburg.

Sama romantisnya ketika berada di Paris,Bradenburg punya nuansa dan romantisme sendiri. sekali lagi",Julian memelankan suaranya:", malam yang terbaik adalah Malam di mana kau bisa berada di gerbang ini dalam suasana yang romantis. tentu saja,Malam romantis di Bradenburg. dan akhirnya.....",

Tiba - tiba seluruh lampu mati,Zarina kebingungan sambil mencari Handphonenya. ia merasakan Julian tak ada di sampingnya. Ia mencari Julian pelan - pelan. Zarina tampak ketakutan.

Sebuah lilin menyala diikuti lilin - lilin lain yang menyala,sekumpulan anak - anak yang menyalakannya. Mereka mendekati Zarina. 

Semuanya tersenyum pada Zarina,mereka seperti menyambut Zarina. 
Mereka sampai di hadapan Zarina. salah seorang dari mereka menyodorkan Handphone beserta Headset. Ia meminta Zarina untuk mendengarkan sebuah lagu lewat headset itu.

Zarina melakukannya. Zarina memasang Headset ke telinganya. anak pemegang Handpnone tadi memutar satu lagu lewat handphone itu. ia terbelalak ketika tahu lagu apa yang sedang dengarkan ini. Ia benar - benar terharu. berada di antara Lilin yang menyala ini.

Suasana tenang dan romantis,sebuah kejutan datang padanya lewat lagu ini,lagu persembahan Julian semasa SMA dulu. Zarina melihat semua anak pemegang Lilin ini. Ia menghaturkan terima kasih. Julian hadir di antara anak - anak ini. Ia melihat Zarina menangis terharu.

" Gerbang Brandenburg,saksi bisu bersatunya Jerman barat dan Jerman timur waktu itu. dan Gerbang Brandenburg,saksi bisu apa yang terjadi di antara kita malam ini...",Julian berdiri di hadapan Zarina.

"yah,Night Romance of Brandenburg...",Zarina langsung memeluk Julian. Julian pun memeluk Zarina. bersamaan dengan itu,lampu pun serentak menyala. menjadi sebuah kejutan. Kejutan besar untuk Zarina malam ini di Kota Berlin.

Night Romance Of Brandenburg.

***

Suatu ketika,Zayn menghubungi kakak angkatnya yang berada di Jogja,Ja'far. Sudah lam,Ia tidak menelponnya. Kali ini,Ia melakukan panggilan Video bersama Ja'far.

"Assalamu'alaikum...",sapa Zayn setelah gambar Ja'far muncul di layar handphonenya.

"wa'alaikumsalam,Zayn....apa kabar ?".

"Alhdamdulillah,baik mas. hei,mamas tahu aku sedang berada di mana ?",tanya Zayn mendekatkan wajahnya.

"mana mamasmu tahu Zayn,aku saja hanya bisa melihat wajahmu di layar handphone,bagaimana aku bisa melihat tempat kau berada ?",

"ehehe...aku sedang ikut kakek di Berlin sekarang",

"wah,Berlin,Jerman ?!",

"betul sekali. aku sedang mendampingi kakek yang sedang konser di sini,Mas. Wow,ini pengalamanku pertama kali ke luar negeri. dan pertama kali melihat konser secara langsung di salah satu Gedung di Berlin !",jelas Zayn bersemangat.

"apa Zarina juga ikut di situ ?",

Zayn membuang muka malu - malu",Iya mas. seperti yang mamas biasa bilang kan? aku selalu ke mana saja bersama Zarina",

Jafar tersenyum "aku tahu,Zayn...",

"O ya,mamas. ada yang aku tanyakan pada Mamas? aku harap Mamas bisa menjawabnya...",

"pertanyaan ?tentang apa ?",

"E....",Zayn sempat merasa ragu dan malu",apa mamas pernah merasa jatuh cinta pada seseorang ?",

"Oh,ya ampun,Zayn kau tahu kan ?kau dan aku dari kecil tumbuh dan besar bersama,kau selalu bersamaku sejak kecil. sekarang aku bertanya padamu,apa aku pernah datang menemuimu ke rumah dengang menggandeng seorang Gadis atau pulang dengan wajah tergila - gila pada seseorang ?",

Zayn tertawa",tidak...tidak...tidak pernah. tapi siapa tahu Mamas melakukannya di luar sana tanpa sepengetahuanku ? ayo,katakan padaku...",

"Zayn...", Jafar memandang Zayn heran",aku hanya tahu berangkat dan pulang kerja,dan jam terbangku sangat tinggi. setelah kerja kau sendiri bisa melihat,kau selalu merajuk diriku untuk menemanimu mengaji di masjid,karena kau yang terlalu penakut. jadi,coba pikir,bagaimana aku bisa pernah berhubungan dengan seorang gadis bahkan sampai menjatuhkan perasaan cintaku pada seorang gadis ?",

Zayn terus terkekeh - kekeh di hadapan Mamasnya. Zayn terus menggoda Jafar.

"atau jangan - jangan,kau malah yang sedang jatuh cinta?",

Zayn mendekatkan wajahnya ke Layar handphonenya dan berbisik", untuk itu aku bertanya hal ini kepada Mamas. aku sedang bingung dengan apa yang aku rasakan ini,apakah ini hanya rasa kagum dan tertarik yang menggebu - gebu dalam diriku pada seseorang atau ini rasa Cinta yang sebenarnya ?"'

"begitu rupanya ?,lalu jelaskan apa yang sedang kau rasakan ? dan sejak kapan hal ini mulai terjadi ? kau sampai sebingung ini...",Jafar menyangga dagunya.

''kami kembali bertemu ketika waktu itu,ketika ia singgah ke masjid,tempat tinggal kita,untuk shalat 'asar. aku pernah mengintipnya saat sholat,dan mulai sejak itu aku merasa beruntung,akhirnya aku bisa berada dekatnya. aku sempat mengatakan dia seperti bidadari surga yang singgah ke masjid untuk rukuk dan sujud ke masjid kita itu.
kami sempat mngobrol setelah Ia menunaikan shalat. dan semenjak itu,Ia sering singgah ke masjid untuk shalat. 

Sering kali setelah shalat,kami mengobrol dan bercanda. kami bisa berteman baik,kembali",Zayn merasakan jantungnya berdebar dengan kencang", sering menatap matanya,menyaksikan senyumnya,rasa kagum itu semakin membangkitkan ketertarikanku kepadanya.

Aku tahu ternyata dia seorang Pemain Biola,dia sering bermain biola untukku di hadapan masjid. dia bermain biola dengan semangat dan penghayatannya. setiap suara gesekan dawai biolanya seperti membuat desiran kuat dalam jantungku,aliran darahku semakin deras dan jantungku berdebar semakin kencang,inilah saat pertama kali aku terpana dan terpesona padanya....",

Jafar menyela"sepertinya aku mulai bisa menebak siapa gadis yang bisa membuatmu menjadi seperti ini..",

Zayn selalu membuang muka saat Jafar menyindirnya",emh...kurasa aku tidak perlu menyebutkan namanya nanti. dan,waktu itu,aku memberinya hadiah biola baru sebagai tanda terima kasih dari kakek. 

Dia sempat memelukku dengan spontan,dan saat itulah aku baru tahu bagaimana seseorang dimabuk kepayang karena sentuhan seorang wanita. Oh,Masha Allah,hal itu terjadi begitu saja,aku tidak bisa mengelaknya.

Mulai dari menatapnya,menyaksikan senyumnya,mendapatkan pelukannya dan sekali lagi,aku menyaksikan sendiri,dia ternyata Violis yang berhasil menenggelamkan diriku dalam permainan biolanya yang dramatis. 

Aku sempat berpikir,ternyata inilah cinta,rasa yang membuat orang menjadi tergila - tergila. aku sempat berangan - angan,jika memang demikian,aku sedang jatuh cinta pada seseorang,aku ingin apa yang kurasakan ini tak hanya menjadi sebatas rasa,aku ingin menyatakannya,padanya.

Semua orang tahu dengan akal warasnya,Mas. Cinta tak hanya Sebatas Rasa,menyatakan perasaan dan mendapatkan dirinya itulah yang dinamakan keberhasilan....",Zayn terus mengangkat alisnya berulang kali setelah memberikan penjelasan panjang lebar.

"kau sudah mengerti apa yang sedang kau rasakan,adikku. kau sudah menjawab sendiri pertanyaanmu. buka matamu,dan lihat,kau perlu melaksanakan apa yang telah kau katakan padaku baru saja...",

"Ya. tapi,aku belum berani Mamas..",

"kenapa kau begitu ? Semua orang tahu dengan akal warasnya cinta tak hanya sebatas rasa,apa kau merasa dirimu sudah waras untuk melakukan ini sementara kau masih berada dalam ketakutan dan keraguanmu ?",kata - kata Jafar membuat Zayn berpikir dan memberi dorongan padanya.

"kurasa ini belum saatnya,Mas",

"belum saatnya akal warasmu membuatmu berani untuk menyatakan perasaanmu padanya,bukan begitu ?",

"Ahahaha....aku bisa saja menjadi pemberani kapanpun.tapi,sayangnya sementara dia masih dalam keadaan yang belum pasti",Zayn mengangkat bahunya dan menggeleng",dia sedang dalam masalah masa lalunya,Mamas. aku pernah menceritakannya pada Mamas...",

"Jika demikian,Zayn,jagalah hatinya. jagalah hati dan kondisinya agar tetap baik - baik saja. dia selalu mencurahkan semua masalahnya padamu. perlahan - lahan buatlah hatinya mulai condong padamu. dia akan sadar dan mengerti pada perasaanmu. 

Pada akhirnya dia akan tahu bahwa ternyata masih ada pemuda di dunia ini yang mencintai dirinya secara diam - diam. bersabarlah Zayn,tunggulah saatnya,Cinta akan datang padamu...",

Zayn tersenyum dengan nafas lega setelah mendengar kata - kata ini."terima kasih,Mamas. aku akan melakukan nasihat mamas ini. O ya,setelah dari Berlin,Kakek akan mengajakku ke Madinah. kakek akan mempertemukan aku dengn bibiku. tapi,sebelumnya,aku akan singgah ke Istanbul,Turki. teman baruku,orang jogja yang merantau di sana mengundangku,kakek dan rombongan untuk makan malam di restoran milik ibunya...",

"Yaah..ini namanya Liburan ala Eropa dan Timur tengah,Luar biasa ! andai saja aku bisa ikut bersamamu,Zayn..",

"Mmm...nanti suatu  saat Insya Allah. aku akan mengajak Mamas dan Ibu Tour keliling Eropa...",

"O ya,ngomong - ngomong soal Ibu. Zayn,ibu sudah rindu padamu. kau tahu,sekarang Ibu selalu tidur memeluk sajadah yang setiap hari kau pakai untuk Shalat. Masha Allah,betapa rindunya ibu padamu,betapa Ibu menyayangimu,adikku....",

"Benarkah ? aku juga rindu pada Ibu,Mas. sudah lama ternyata aku tak menjenguk Ibu. Nanti setelah aku kembali dari Madinah,aku akan langsung menjenguk bapak,Ibu dan Mamas...",

"jangan datang dengan tangan kosong ke rumah,Zayn. bawa sesuatu untukku,bisa ?",

"bagaimana dengan seekor Unta Arab ?aku akan memintakan pada kakek khusus untuk Mamas....",Zayn memecah tawa.

"Apa ?!....",

Zayn terus mengajak Jafar bercanda. Mereka terus mengobrol hingga Kantuk melanda Zayn. Malam yang bahagia. Malam dengan penuh rasa bahagia di hati Zayn. kebahagiaan yang sudah Ia ceritakan pada Kakak Angkatnya,Jafar.

 ***

Malam ini di Restoran Asri...

Seluruh ruangan,meja dan kursi ini sudah dihias dan diatur sedemikian rupa. Semuanya disiapkan untuk Perjamuan Tamu dari Indonesia. Khusus malam ini,Pak Halim meminta Ibu Asri untuk menyiapkan tempat.

 Pak Halim akan menjamu tamunya dari indonesia. Tuan Farhat beserta rombongan yang baru saja dari Jerman.

Julian tampak termenung di depan Pianonya kali ini. Ia memikirkan sesuatu. Pak Halim akan mengumumkan satu kabar kepada semua orang nanti saat acara makan malam dimulai. Matanya berkaca - kaca,seperti apa yang diberitahukan Pak Halim ini sangat membebaninya.

Para Tamu dari Indonesia mulai hadir dan menempati meja yang sudah ditunjukan para penerima tamu. Para staf KBRI Indonesia untuk Turki juga sudah datang. Satu orang yang menyita perhatian Julian. Mata Julian mengikuti ke mana pun orang ini berada.

Gadis dengan gaun yang sama saat Konser di Berlin kemarin,Zarina. Ia  Seperti tak berdaya memikirkan keadaan yang terjadi saat ini. Ia baru saja menikmati saat - saat bahagia bersama Zarina. tapi,nanti,apa yang tidak ia ingin harapkan akan terjadi,akan merubah hidupnya.

Julian memandang Zarina sekali lagi,seakan - akan hatinya hancur. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Zarina nanti jika Ia sampai mendengar kabar yang disampaikan Pak Halim nanti. karena ini menyangkut dirinya juga,menyangkut nasib hubungan Julian dan Zarina.

Julian mulai memainkan Pianonya. Ia menyanyi dengan hati yang berat. Zarina mendengar alunan suara Julian. Zarina terus memerhatikan Julian. seperti Julian ingin menyampaikan keadaan hatinya kepada Zarina. 

Tak sengaja Julian dan Zarina bertemu pandang. Mata Julian tampak berkaca - kaca. Sepertinya Julian sedang memendam masalah. Zarina tersenyum pada Julian dari kejauhan. Namun,Julian seakan merasa sulit untuk membalas senyuman Zarina.

"Menjadi seorang laki - laki Penghianat atau seorang yang tidak tahu terima kasih dan balas budi ?sebenarnya,aku masih mencintai Zarina,Bu.namun Kebaikan dan kelembutan hati Yunia perlahan meluluhkanku dan berhasil menaklukkanku,Ibu.bagaimana aku bisa menentukan pilihan di keadaan seperti ini ?",kata - kata inilah yang terus berputar di otaknya,menjadi pertanyaan yang mulai menghantuinya. Keadaan yang sangat sulit,seperti mustahil bagi dirinya untuk menemukan jawabannya.

Ia menarik nafas dan berbisik " Astaghfirullah hal 'adzim...",Julian berusaha menenangkan dirinya. 

Kemudian datang seorang Gadis dengan gaun warna merah berjalan perlahan masuk. ia menyapa siapa saja yang ia temui. berjalan dengan tenang tanpa menghilangkan wajah ramahnya. Tatapan mata yang teduh. Wajah yang sama cantiknya dengan Zarina,wajah yang mempesona milk Yunia.

Yunia duduk di samping Pak Junaid,ayah Julian. Tuan farhat,Pak Halim,Pak Junaid,Zarina dan Zayn yang duduk bersebelahan. Mereka menempati meja makan yang persis di depan panggung,tempat Julian menyanyi. Yunia menyapa siapa saja yang ada di meja ini,tak terkecuali Zarina.

Zarina tak terlalu canggung saat Yunia menyapanya. Zarina menoleh ke Zayn. Zayn selelu tersenyum padanya. Zarina mengalihkan pandangnnya. Namun,perlahan jemari Zayn menggerayami tangan Zarina. Zarina merasakannya. Ia kembali menoleh.

Zayn berbisik pada Zarina "semoga mereka benar - benar membuat bakmi godhog untukmu seperti apa yang Julian katakan waktu itu", Zarina mengangkat alisnya dan seidikit tertawa. Zarina menepuk punggung tangan Zayn perlahan.

Julian bergabung ke meja utama. ia duduk di samping Yunia. Wajah yang berat dan hati yang masih galau. Julian enggan memandang siapapun. Tak sengaja Julian memandang Zarina. Zarina sedikit tersenyum pada Julian dan mengangguk. Julian tersenyum tapi membuang muka.

Yunia menyaksikan apa yang mereka lakukan ini,namun Ia tetap tenang dan mengacuhkannya. Yunia mengajak Pak Junaid mengobrol. Hidangan pembuka makan malam ini mulai disajikan.                                                                        
Pak Halim berdiri dan langsung naik ke panggung. Ia menyalakan Michrophone. Ia meminta perhatian pada semua tamu. Saatnya telah tiba,saat yang dinanti - nanti,Julian mulai sangat cemas. Ia tampak kebingungan. Ia memandang Wajah Yunia dan Zarina bergiliran.

Wajah Zarina yang cerah dengan cahaya lilin yang terang. Wajah Yunia yang dari sudut mana pun dan dalam keadaan apa pun selalu membuatnya takluk. melihat wajah dua gadis ini sama halnya dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Julian menghela nafas.

Pak Halim mengumumkan Acara Lamaran yang akan dilakukan untuk Yunia dan Julian. Mendengar kabar ini,Zarina sangat terkejut. Air mukanya langsung berubah. Matanya mulai gemetar. Rasa takut itu datang lagi,kali ini diperparah dengan kabar yang disampaikan Pak 
Halim. Keluarga Yunia akan melamar Julian.

Seperti dibawa terbang dan membumbung tinggi,lalu dihempaskan dengan sekeras - kerasnya kembali ke bawah,hancur lebur menjadi kepingan yang menyisakan rasa sakit. Suatu keadaan hati yang membuat Zarina berpikir bahwa sudah tidak ada harapan lagi untuk dirinya,untuk perasaannya,dan untuk Cintanya.

Zayn menyeka bibir Zarina yang terdapat sedikit noda puding. Perlahan,Ia melihat keadaan Zarina. Zarina terhenyak dan menoleh. Zayn memandangnya penuh tanya. Julian juga melihat  apa yang dilakukan Zayn. ada rasa cemburu sedikit yang menyusup dalam hatinya. Namun,rasa ini tidak akan berarti dibandingkan dengan rasa patah hati yang sedang dirasakannya saat ini.

Ia terpaksa mengalah,Ia harus rela melepas Zarina dan membiarkannya tenggelam dalam bayang - bayang kehilangan Cinta darinya. Apa yang Ia khawatirkan benar terjadi,Zarina akan terkejut mendengar kabar ini. tampak dari perubahan air muka dan ekspresi wajahnya. Wajah mempesona itu seperti redup meski lilin itu terus saja menyala.

Yunia meraih tangan Julian dan berbisik " Aku mencintaimu,ku yakin kau begitu,sama seperti diriku. Kita akan selangkah lebih maju,dalam ikatan yang membuat kita akan bersatu...selamanya...",kali ini tatapan mata Yunia tidak bisa membuat Julian lepas darinya.

Setelah turun panggung,Pak Halim kembali ke mejanya. Ia kembali menikmati hidangan pembuka ini. Zarina berusaha menyembunyikan Ketakutannya,setidaknya Ia merasa beruntung ada seorang Pemuda di sampingnya,Zayn. Zarina yakin bahwa Zayn tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya.

"Bagaimana menurut anda Tuan Farhat ? Hidangan ini,tempat ini dan suasana saat ini...",tanya Pak Halim membuka percakapan.

"pertama - tama saya haturkan terima kasih untuk anda Pak Halim untuk Jamuan yang luar biasa ini,yang kedua",Kakek Farhat menunjuk Pak Junaid,Pak Junaid merespon Kakek Farhat dengan mengangguk",

saya haturkan selamat dan ungkapan rasa bangga saya kepada Pak Junaid dan Istri. menjadi seorang yang berhasil dan sukses di negeri orang tidaklah mudah. Banyak tantangan dan ujian harus dilalui,kerja keras dan pantang menyerah,selalu yakin pada Tuhan Kita,Allah Subhana wa ta'ala.

Man jadda wa jadda,and we believe that there is A will so there is A way,Pak Junaid sudah membuktikan hasil kerja kerasnya. Saya haturkan rasa salut saya untuk Anda..."

"Terima kasih Tuan Farhat. Julian memberikan kejutan untuk saya kemarin,kabar bahwa salah satu Orang hebat dari Indonesia akan menghadiri undangan makan malam di tempat kami ini. 

Dan saya mohon maaf,sekiranya ada beberapa hal yang kurang menurut anda dari semua yang ada di malam ini. Ini menjadi kehormatan bagi saya bisa menjamu anda dan rombongan dari Indonesia...",

"Jamuan yang sangat baik,Pak Junaid. saya sangat menikmati tempat ini,Makanan,suasana,orang - orang yang luar biasa ini. kesempatan yang langka  bisa berkumpul dan bertemu dengan para staf KBRI di sini,dan satu hal lagi yang tidak bleh dilupakan",Kakek Farhat melirik Julian yang berada di ujung ",adalah Suara emas dari Pemuda yang menjadi Pujaan baru semua orang di Istanbul,Puitra Pak Junaid,Julian.

Saya sangat memperhatikan betul bagaimana Ia memberikan penampilan di atas panggung Philharmoni kemarin. Orang Indonesia akan bangga ada satu lagi  Pemuda yang mempunayi bakat dan kemampuan luar biasa dalam menyanyi",

Julian mengangguk dan merasa bahagia mendengar Pujian dari Kakek Farhat ini.

"Yah,anda benar Tuan Farhat. Satu pemuda tanah air kita yang berhasil menyita perhatian seluruh masyarakat Istanbul,bahkal seluruh negara Turki ini dengan bakat dan kemampuannnya yang dimilikinya.", jelas 
Pak Halim terus menyanjung Julian",tidak hanya itu,Pemuda ini juga terlebih dahulu sudah menyita perhatian Putri saya,Yunia.

Saya sangat memperhatikan hubungan Putri saya dengan siapa pun yang Ia buat. Pemuda dari berbagai bangsa,ras dan negara., Eropa,Timur tengah,asia timur,hingga pemuda yang berasal dari negaranya sendiri.

Dan untuk kali ini,saya seperti menemukan sosok Pemuda yang pas dan ideal untuk Yunia,akhirnya. saya yakin dengan pemuda yang bersama Yunia saat ini. untuk itu,tidak perlu membuat perbandingan padanya dengan figur pemuda bangsa lain. Yunia sudah merasa nyaman dan cocok dengan Putra Pak Junaid ini,So,akan lebih jika kita sebagai orang tua membawa keduanya pada hubungan yang lebih serius,ini akan membuat semuanya menjadi lebih baik. Kedua keluarga sudah saling mengenal dengan baik sejak lama...",

Sementara itu,di sisi Julian dan Yunia...

"Banyak pujian yang datang untuknya di malam ini,Ayahku mengatakan tidak ada sosok pemuda lain lagi yang lebih baik dari sosoknya. 

Aku setuju dengan apa yang ayah katakan tentang dirinya. tapi menurutku,dia adalah pemuda yang paling bisa memperlakukan seorang gadis dengan baik. dia sangat menghargai dan menghormati siapa saja yang menjalani hubungan dengannya.

Dia pemuda yang romantis dan pandai merayu dengan bahasa - bahasanya yang membuat siapa pun mendengarnya pasti akan kagum padanya. dia tidak seperti pemuda pada umumnya,yang berani bermain hati dengan sembarang gadis,apalagi gadis - gadis di Istanbul ini. 

Dia hanya pandai mencuri perhatian semua gadis di sini dengan suara dan wajahnya,bukan begitu Zarina ?",tanya Yunia membuka percakapan di antara empat pemuda ini", ini yang kutahu sejak bertemu dengannya di tempat ini,selebihnya hanya kau yang tahu semuanya tentang dirinya,terlebih sebelum dia datang ke tempat ini,karen kau teman sekolahnya dahulu...',

Zarina mengangkat alis dan melihat Julian",Wow,sampai ada seorang gadis yang mengatakan dia",Zarina melirik Julian", seorang yang romantis bahkan pandai merayu dengan bahasa - bahasanya. sejak kapan ini terjadinya ?aku belum tahu tentang hal ini ?

Seorang yang romantis dan tidak berani dalam bermain hati dengan sembarang gadis,seperti inilah potret seorang Julian di mata Semua gadis Istanbul ini. 

Prestasi yang luar biasa,dia tidak hanya sukses dalam bernyanyi di negeri ini,bahkan Ia berhasil menaklukkan semua gadis di Istanbul ini,aku yakin tak cukup dengan suaranya saja keadaan ini bisa terjadi,wajah yang tampan dan membuat siapa pun tidak dapat menolaknya,terlebih tatapan mata sendu yang Ia miliki,seakan - akan matanya itu menyampaikan pertanyaan pada orang yang menatapnya,adakah sosok pemuda lain yang lebih baik dan memikat selain diriku di dunia ini ? Luar biasa ! kau benar Yunia

Tapi di mataku dia seorang pemuda yang berani datang pada gadis mana pun,dan melontarkan kata - kata yang puitis dari bibir manisnya hingga siapa saja terlena dibuatnya,kapan pun dan di mana pun.

Dia seorang yang pantang menyerah,berkali - kali mengalami penolakan dari sekian gadis tak mematahkan semangat. Itu yang sebaiknya kau perlu tahu bagaimana dia sebelumnya,sebelum datang ke tempat ini.

Bahkan aku sempat memarahinya karena ulah konyolnya yang menangis dan meraung - raung di sepanjang jalan setelah ia ditolak oleh gadis tercantik di sekolah kami,dia kakak kelas kami waktu itu. 

Dia selalu menyibukkan diri dengan menyusun sajak - sajak dan puisi selama perjalanan berangkat dan pulang sekolah. pernah ia menguji salah satu puisinya padaku,namun aku mengatakan Puisi dan sajak - sajak buah dari angan - angan itu tak akan berarti jika dibandingkan dengan sikap dan keberanian yang kau tunjukkan pada siapa pun,karena seorang penyair bisa saja menjadi seorang pengecut yang bersembunyi di balik rangkaian bahasa - bahasa kiasan dan puitisnya. 

Seorang pecinta seharusnya bisa menunjukkan sikap dan keberaniannya yang nyata karena Ia sadar bahwa Cinta tak hanya Sebatas Rasa.

Aku tahu apa yang ia inginkan saat itu,tapi aku merasa lucu juga melihat ulahnya,ibarat Seekor ayam jantan hendak berkokok namun suaranya tak cukup keras untuk menggetarkan gendeng telinga siapa saja yang mendengar suaranya....",Zarina tersenyum ringan pada Yunia.

Yunia menyenggol lengan Julian dengan halus. Julian tersipu malu.

"Tapi,selama ini dia tidak pernah menunjukkan keberanian dan semangatnya untuk mendekati semua gadis dan menyusun satu baris puisi untuk membuat satu rayuan. padahal di luar sana ada lebih banyak gadis yang mungkin lebih bisa mempesona dirinya dan membangkitkan kekagumannya dari pada diriku.

Apa dia sudah berubah dari sifat aslinya yang dulu ?atau karena suasana,tempat dan keadaan yang berbeda sudah memberikan perubahan padanya ?bukan begitu,Zarina ?",

"Tentu,Yunia. berjalannya waktu tentu saja memberinya bermacam - macam perubahan padanya. terlebih bersama dirimu",seperti ada sedikit sindiran di dalam perkataan Zarina ini untuk Julian",dia yang sekarang jauh lebih baik saat terakhir kali aku melihatnya memakai seragam putih abu - abu. 

Kau pasti juga ikut memberi andil  dalam gayanya berpakaian,karena kau yang lebih lama tinggal di negara ini,dan lebih paham menempatkan seseorang dalam gaya berpakaian yang tepat,khususnya dia. dia seperti bukan Julian yang ku kenal lagi...",senyum manis yang Julian lihat itu benar - benar menyindirnya dengan halus.

"sedikit saja,Zarina. tapi kenyataannya,aku selalu memaksanya pergi ke salon dan pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian yang sesuai dengan badannya agar penampilannya membaik dari hari ke hari. 

Dia orang yang susah untuk diajak dalam berpakaian,namun aku selalu berusaha membujuknya,hingga akhirnya,dia terlihat lebih baik,seperti yang kita lihat ini,bukan begitu Julian ?",Yunia menggamit tangan Julian. Zarina melihat hal ini,mulai rasa cemburunya bangkit dalam hati.

"sebenarnya,aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. aku tidak ingin orang lain membuat potret bagaimana pun tentang diriku,bahkan seorang yang sempurna sekali pun", Julian tersenyum pada Yunia,Yunia semakin mempererat tangannya", menjadi seorang yang puitis jauh lebih baik dari pada seorang yang lebih kritis dan menyakitkan dengan cacian,hujatan bahkan makian yang datang dari bibir yang tak pernah tahu perhitungan dosa mereka.

Semua orang juga tahu,manusia tidak akan selamanya berpijak di tempat yang sama. terus melangkah maju dan menjadi lebih baik,waktu berjalan selalu memberi pelajaran dari pengalaman hidupku. bagaimana dan apa pun yang terjadi aku akan tetap sama saja...", Julian menebar pandangan.

"termasuk perasaanmu,Julian ?",satu pertanyaan dari Yunia mulai 
membangkitkan sedikit ketegangan. Zarina terhenyak dan membuka matanya lebih lebar,Julian langsung menoleh ke Yunia. Zayn membuang mukanya", 

maksudku,kau seorang yang terkenal sekarang,tentunya kau akan segera mempunyai banyak penggemar,aku khawatir banyaknya gadis yang menjadi penggemarmu akan sedikit mengubah perasaanmu. 

Karena siapa yang bisa menebak apa yang terjadi nanti seiring berjalannya waktu ?",

Julian menggenggam tangan Yunia dan menciumnya" aku sudah berkata padamu...",Julian memandang mata Yunia dalam - dalam,dan Zarina melihat ini dengan mata yang bergetar dan hati yang mulai goyah",bagaimana pun dan apa pun yang terjadi pada diriku aku akan tetap sama saja,jangan ragukan tentang perasaanku padamu...",

"dan aku tidak sabar menunggu untuk hari itu,Julian...",Yunia tersenyum lega",andai aku bisa minta pada Ayah,aku ingin semuanya dipercepat,Julian",

Zarina membuang muka dan guratan - guratan cemburunya. tak sengaja Zayn menatapnya,Zayn menggeleng. Zarina menunduk.

"jangan memaksakan jalannya waktu,Yunia. semuanya sudah diatur sebaik mungkin...",

Makan malam terus berlanjut. Julian dan Yunia terus menunjukkan kemesraannya sepanjang waktu. Zarina hanya menjadi pemirsa yang menyaksikan pertunjukkan ini,sementara dalam hatinya terus berkobar rasa cemburu. tidak ada rasa nikmat yang ia temukan di setiap kunyahan mulutnya pada makanan ini selama Ia menyaksikan kemesraan ini.

dan,saat ini,Zayn belum bisa berbuat banyak untuk Zarina. Ia hanya bisa menikmati apa yang tersaji di hadapannya sekaligus mengamati keadaan Zarina.

***

Hari berikutnya,masih di Istanbul,Tuan farhat dan rombongan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Istana Topkapi. Pak Junaid,Yunia dan Julian menyertai mereka. Julian meras dirinya sudah lama tidak mengunjungi Istana yang menjadi tempat tinggal Para raja dan Keluarga Kesultanan Turki Usmani.

Istana seluas tujuh ratus ribu meter persegi dengan benteng sepanjang lima kliometer yang mengelilinginya. Istana yang menjadi tempat untuk menyimpan benda - benda peninggalan Rasulullah S.A.W dan Para Khalifah. Istana dengan pemandangan langsung yang mengarah ke Selat Bosporus.

Mereka membagi dua rombongan. Pak junaid bersama Tuan Farhat 
dan Beberapa Asistennya. Sementara Julian dan Yunia bersama rombongan personil Symphoni Cinta Orkestra,termasuk Zayn dan Zarina. Mereka berkeliling melihat suasana Istana Topkapi. Mereka menikmati taman - taman yang hijau dan asri.

Yunia menjelaskan setiap benda dan tempat yang mereka jumpai kepada rombongan dari Indonesia ini. Kali ini terasa lebih menyenangkan karena adanya Julian. Julian juga sesekali ikut memberi penjelasan. Yunia selalu berada di samping Julian.
itulah yang selalu dilihat Zarina. 

Kemesraan dua pasangan pemuda Istanbul ini. Rasa cemburu,sesuatu yang selalu Ia lawan dalam dirinya. Sedih,mungkin ia sudah tidak tahu apa yang harus ia lakukan,ia selalu bertanya dalam hati,bagaimana dengan diriku ?bagaimana dengan diriku ?. Putus asa,Zarina merasa belum saatnya,namun ia selalu pesimis bahwa bagaimana bisa akan datang untuk mengubah keadaan. putus harapan,ini adalah mimpi buruk yang selalu menghantui Zarina.

Seperti susah untuk menjauh dari Yunia. Julian ingin sekali saja bisa mencuri waktu dari Yunia agar Ia bisa mendekati Zarina. Julian merasa tidak nyaman melihat Zarina. Tatapan Mata Zarina,tatapan yang menyampaikan satu maksud. 

Seperti sebuah pertanyaan dan permintaan. Mata yang bergetar,jantungnya yang berdegup kencang,dan perasaan yang tidak menunjukkan pada keadaan yang baik.

"Masihkah ada seberkas ingatan untuk diriku darimu ?Masihkah ada seberkas ingatan darimu untuk perasaan ini ?masih adakah saat untuk membuat apa yang aku tanyakan ini menjadi nyata ? 

Setiap saat penuh cinta sudah berlalu,aku merasa bahagia,kau pun pasti begitu ?perasaan dan cinta menjadi hal terpenting bagi kita,semua sudah ada dalam diri kita. 

Jika waktu menempatkan dirimu pada keadaan khilaf,maka tolong sebentar saja,datang padaku,tunjukkan kebahagiaan akan selalu berlanjut dan ada. Namun,andai saja,waktu terlanjur menguasaimu,maka aku menjadi insan yang sangat kehilangan daya,apalagi cinta....",

Julian tidak tahu ada yang harus Ia lakukan. Julian hanya berpura - pura tidak peduli pada Zarina,selalu mengelak saat keduanya saling memandang. Keadaan hati Zarina semakin buruk dan mulai terbakar cemburu.

Sebuah kejutan terjadi,Zayn tiba - tiba merangkul Zarina dari belakang 
dan langsung mengajak foto bersama. Zarina tak sempat siap saat Zayn sudah mengambil foto. Zayn mengajak Zarina berfoto berkali - kali di tempat berbeda. Zayn seolah - olah ingin mengalihkan perhatian Zarina. 

Zayn mulai mendapatkan hasilnya,Zarina selalu tertawa melihat hasil foto bersama mereka. sesekali Zarina menguyek kepala Zayn.
setengah jam lagi waktu berkunjung mereka akan habis,Pak Junaid menelpon Yunia untuk mengajak rombongan kembali berkumpul ke gerbang. Yunia pun mengajak rombongan kembali ke tempat semula mereka berpisah.

Namun,Yunia tak melihat keberadaan Julian. Yunia memeriksa setiap anggota rombongannya. Zayn mengajak seluruh orang ini berfoto bersama. Banyak yang menyukai Zayn dan berebut untuk berfoto bersama Cucu Tuan Farhat ini. Yunia juga melihat ada seseorang yang hilang dari sisi Zayn,Zarina.

Sementara itu...

Seseorang membekap Zarina dan menariknya ke suatu tempat. Zarina memberontak  untuk melepaskan diri. mata dan mulutnya dibekap oleh seseorang tiba- tiba. Orang itu menyeretnya ke suatu tempat,meninggalkan rombongan.

Hingga Zarina mengumpulkan tenaganya sebanyak mungkin lalu Ia menghujamkan sikunya ke perut orang yang menyeretnya ini. 

Akhirnya Ia berhasil lepas,Ia berbalik dan melihat siapa yang sudah menyeretnya. Ia sengat terkejut melihat siapa yang sudah berani melakukan hal ini padanya.

Yunia meminta pertolongan pada petugas penjaga untuk mencari keberadaan Julian dan Zarina. Rasa cemasnya juga menggerakkan dirinya untuk ikut mencari Julian, Ia berpikir,tidak mungkin ada orang yang sengaja menculik mereka karena ia tahu seberapa ketat penjagaan di tempat ini. namun untuk alasan lain,ia belum sempat berpikirnya.

Sayup - sayup suara orang bertengkar terdengar oleh Yunia. Suara itu berasal dari Arah kirinya. Ia segera mencari sumber suara itu dan berharap semoga Julian di situ. dan Alangkah terkejutnya Yunia saat Ia sudah mendapat keberadaan asal keributan yang ia dengar tadi. Apa yang mereka lakukan di tempat seperti ini ? apa yang membuat mereka nekad melakukan hal seperti ini ?

Sebuah pemandangan yang benar - benar tidak ingin Ia lihat. Seorang pemuda yang hendak memeluk seorang gadis,namun si gadis menolak dan membuat pergolakan. Tangan pemuda itu tak melepaskan tangan si gadis,namun si gadis selalu memukul - mukul tangan pemuda agar bisa terlepas. Mereka pun berpelukan.

Seperti keberadaannya diketahui,si pemuda melihat seseorang yang mungkin sampai mengetahui keberadaan mereka. Ia terkejut melihat Yunia berdiri melihat dirinya. Si pemuda melepas si gadis. Si gadis juga melihat keberadaan Yunia. Ia lalu menampar Si pemuda dengan keras sebelum melarikan diri dengan tangisnya. Sepasang Pemuda yang melakukan satu hubungan cinta di lorong dinding Istana Topkapi ini,Keduanya ialah Julian dan Zarina.

Zayn terus melihat - lihat ke arah dalam Istana,berharap Zarina berhasil ditemukan oleh penjaga istana. Zayn terus saja menghubungi handphone Zarina,,namun tak perna diangkat. Beberapa saat kemudian,Zarina muncul dengan ekspresi muka yang lain. Muka yang tampak tegang dan basah. sepertinya Ia baru saja menangis,tapi apa yang membuatnya sampai menangis,Zayn bertanya - tanya dalam hati.

Zarina menemui Zayn dan langsung menarik tangan Zayn. Zarina mengajak Zayn bergegas kembali ke Hotel. Zarina tampak ketakutan. Zarina tak berkata sedikit pun. Ia tampak syok. Zayn pun segera mengajak Zarina ke Hotel bersama Kakeknya.

***


Pintu Hotel dibuka dengan keras,Zayn sempat terhenyak. Zarina langsung mengemasi barang - barangnya. Badannya gemetaran. Ia mengambil barang yang berserakan. Sesekali berjalan ke sana ke mari seperti orang bingung. Ia bercerita apa pun pada Zayn.

Zayn mencoba mendekati Zarina.
"Zarina,kau tidak apa - apa ?"

"Ya,seperti yang kau lihat ",Zarina melihat bajunya dengan asal - asalan

"Kau baik - baik saja,bukan ?", Zayn bertanya lagi. Ia mencemaskan Zarina.

Zarina memasukkan barang tanpa mengaturnya,yang ia pikirkan adalah segera pergi dari tempat ini.

"aku baik - baik saja,"Zarina memperkeras suaranya.

Zayn berusaha menyentuh lengan Zarina,Namun Zarina dengan spontan bereaksi,Ia menampik tangan Zayn.

"Okey,Zayn. aku tidak apa - apa,aku baik - baik saja",Zarina membentak Zayn,Ia mencegah Zayn mendekatinya",kau bisa melihat keadaanku sendiri. kau tidak usah bertanya lagi,aku baik - baik saja...",Mata Zarina penuh dengn air mata. Ia tampak emosi.

Zarina menutup koper biolnya dengan keras. Ia ingin mengangkat koper pakaiannya namun terasa berat,ia mencobanya namun bayang - bayang kejadian yang barusan terjadi di istana muncul dan membuatnya kalap. 

Ia membanting Kopernya dengan keras,dan duduk di atas kasur membelakangi Zayn. Zayn terdiam menyaksikan semua ini. Zarina langsung memecah tangis.

Zarina meluapkan emosinya dengan tangis. Kluminasi dari ketidak berdayaan Manusia mengatasi emosi yang menderanya hanya dengan menangis. Perlahan tangan Zayn meraih kedua lengan Zarina. Zayn duduk di belakang Zarina.

Zayn menghapus air mata yang ada di wajah Zarina. Ia menyelipkan rambut Zarina ke telinga. Zarina menunduk,Zayn tanpa basa basi mendekap Zarina serta mengusap lengan Zarina.

"kenapa hidup sekejam ini ?kenapa cinta sekejam ini ?kenapa ini terjadi ?",Zarina menggenggam tangan Zayn.

"Astaghfirullah hal 'adzim",Zayn membisikkan kalimat Istighfar berkali - kali ke telinga Zarina. Zarina pun berusaha mengikuti Zayn.
perlahan emosi Zarina mereda. 

Zayn mendudukkan Zarina di kursi yang menghadap balkon hotel. Tampak pemandangan Bulan Purnama di atas menara - menara Masjid Biru. 

Zarina tampak tak berdaya dengan tatapan mata yang kosong.
Zayn berlutut di hadapan. Zarina melihatnya. Zayn mengambil sesuatu dari sakunya,kemudian meraih tangan Zarina. Zayn menyerahkan sebuah tasbih ke tangan Zarina. Zarina menatap wajah Zayn dengan lemah.

"Emh....", Zayn tersenyum. Ia menunjukkan Bulan purnama dengan langit yang bertabur bintang. Sayup - sayup terdengar Murotal Ayat - ayat Al Qur'an dari arah Kubah Masjid Biru", 

Kau berpikir hidup ini kejam,coba lihat,para Malaikat memikul Arsy,singgasana milik Tuhan kita,jauh di langit sana,mereka selalu bertasbih untuk Tuhan kita. Malaikat yang mengelilingi Arsy-Nya pun bertasbih memuji-Nya. Dia meniupkan Ruh dengan Kuasa-Nya pada jasad kita dengan penuh Rahim-Nya,kasih sayang-Nya.

Semua sudah diperhitungkan oleh-Nya. sampai atau tidak kita pada keadaan yang kurang beruntung,tidak ada yang salah dengan Ketetapan dari-Nya untuk kita,anggap saja itu sebuah bentuk Ujian dari-Nya untuk mengetahui seberapa baik kita dihadapannya", 
Seperti tetesan air sejuk yang menetes di dalam hatinya,setiap tetesan yang menyusupkan energi dan tenaga dalam hati Zarina",

Kau berpikir Cinta ini kejam,Coba ingat,Rasulullah yang berada di sisi-Nya selalu memintakan kita ampunan pada Tuhan kita,kita adalah Umat  Rasulullah S.A.W.  bahkan Umat yang terdahulu semua akan mendapat pembelaannya kelak. Subhanallah,Betapa cintanya beliau pada kita,Umatnya.

Inallaha Turja'ul Umr,semua urusan kembali pada Tuhan kita,Allah Al 'Aziz. Dia yang membolak - balikkan hati kita. Awalnya kita suka,lain waktu kita merasa tidak suka. Cinta dan Benci,Dia yang menciptakan dan mengaturnya untuk kita. ini salah satu bentuk Ujian untuk kita.Bisa jadi ini adalah petunjuk-Nya yang membuatmu sadar,kau berhadapan pada pilihan yang salah.

Kenapa ini terjadi ? Rukun Iman yang kelima,Percaya pada Qodo' dan Qodr. semuanya sudah ditetapkan. Baik dan Buruk semua yang terjadi pada diri kita,semua atas Izin dan Kuasa Tuhan kita.

Menurutku,sebaik - baik Hamba ialah Ia selalu kembali pada Rabbnya ketika ia kehilangan daya untuk menghadapi Ujian yang diberikan,berserah diri dan yakin hanya Kuasa Allahlah yang mampu memperbaiki hidupnya...",Zayn mengambil handphonenya,Ia mencari foto seseorang.

Zayn menunjukkan foto Bu Isna pada Zarina. Zarina melihat foto Bu Isna sejenak,Ia kembali melihat Zayn", La tahzan,Innallaha Ma anta,Innallaha Ma anna...Allahu Akbar,Subhanallah,La ilaha ilallah,Walhamdulillah...",senyum Zayn di wajahnya yang tersorot sinar Bulan yang menembus tirai jendela ini. Zarina menggenggam tasbih milik Zayn.

Zarina memandang Zayn", ini malam terakhir kita di Istanbul. kuharap kau bersedia menjadi Imamku di Shalat 'Isyaku nanti. aku akan merasa malam ini akan menjadi malam yang spesial,jika kita berdua bisa berjamaan dalam empat rakaat 'isya nanti. aku harap kau bersedia....",

"Tentu saja,semoga Allah melimpahkan barokah dan nikmat-Nya pada kita",

Zayn segera menuntun Zarina mengambil air wudhu. Sajadah yang tergelar. Saf yang sudah terbentuk. Takbir bergema di kamar Zarina,takbir jamaah 'isya  malam Terakhir di Istanbul ini. Mereka memulai rukuk dan sujud mereka,tunduk di hadapan Tuhan mereka,Allah Subhana wa ta'ala.

***
Julian akhirnya tahu keberadaan Yunia saat ini. Sudah dua hari Yunia susah untuk dihubungi. Julian selalu mencoba untuk menelpon Yunia tapi tidak pernah ada jawaban. sudah berapa ratus kali Julian mengirim pesan kepada Yunia,namun tidak ada balasan satu pun dari Yunia.

Setelah mendatangi rumah teman Yunia,di mana Yunia selalu tinggal saat di Istanbul,Julian tahu di mana Yunia sekarang. Ia tahu untuk tujuan apa Yunia mendatangi tempat itu. Julian bergegas menuju tempat yang dimaksud.

Malam hari di Masjid Ortakoy,ke tempat ini Yunia datang menemui temannya,seorang Gadis Turki yang sebaya dengannya,Salma. Yunia merasa sudah lama tidak menengok temannya ini,teman yang membimbing Yunia mempelajari Al Qur'an dan Agama Islam di kawasan Timur Tengah,khususnya Turki.

Setelah Yunia mengajak Salma membaca Al Qur'an di Masjid,Ia mengajak Salma untuk beristirahat di pinggiran selat Bosporus,tak jauh dari Masjid Ortakoy berada. Yunia menceritakan pengalamannya semua,tentang apa yang terjadi pada Julian dan Zarina. Salma selalu menghibur dan menenangkan Hati Yunia.

Tak lama kemudian,Salma melihat Kehadiran Julian. Ia memberi tahukan pada Yunia,namun sikap Yunia malah terkesan dinginn dan sedikit acuh menyambut kedatangan Julian. Yunia berjalan ke tepi hingga tampaklah permukaan air selat Bosporus yang tenang.

Lampu - lampu yang bersinar terang di sepanjang Jembatan Bosporus. Salma meminta pamit pada Yunia,meninggalkannya bersama Julian. Salma membisikkan sesuatu pada Yunia. Ia mengangguk dan membiarkan Salma meninggalkannya.

Tinggalah Julian yang berdiri tak jauh darinya. Yunia mendekati kursi hitam yang ada di samping kanan Julian. Ia duduk di situ,tanpa memandang wajah Julian sedikit pun. Sedih yang tersimpan rapat dalam hati. Julian kemudian duduk di samping Yunia.

Julain melirik Yunia dengan rasa khawatir yang menggantung berat dalam hatinya. Yunia tak sedikit pun menghiraukannya. Yunia berbalik menghadap Julian,perlahan memandang Julian lalu tersenyum perlahan. Senyum yang menyimpan berbagai macam maksud.

"akhirnya aku menemukanmu di sini..",Julian menatap wajah Yunia",aku...aku...ingin meminta maaf padamu. aku....tidak bisa menahan diri saat itu..",

Yunia menggelengkan kepalanya.

"sekarang semua terserah padamu,aku hanya ingin kau tahu tentang diriku,dan perasaan yang masih ada di sini...",kata - kata Julian yang terdengar berat,Ia menunjuk dadanya.

"jangan memaksakan dirimu. jangan berusaha untuk mengubah keadaan. berada di persimpangan jalan yang membingungkan dan kau tak mendapatkan petunjuk arah. semua sudah jelas sekarang,tidak akan ada satu bentuk tabir lagi yang bisa menutupi semua ini...", Yunia menengadah.

Julian mendekati Yunia dan hendak memeluknya. Namun,Yunia dengan sigap mencegahnya. Yunia menahan bahu kiri Julian dan menatap kedua mata Julian jauh ke dalam.

" jangan memaksakan dirimu untuk mengubah keadaan,berpikirlah untuk mengambil arah yang tepat ....",

"Tapi,"

"dengarkan baik - baik Julian", Yunia menarik tangannya", menunjukkan perasaanmu pada seseorang,menaruh perasaanmu ke dalam hati seseorang,hingga kau mencintai orang itu,bagaikan turun ke jalan yang penuh tantangan. Perlu usaha dan kegigihan untuk membawa dan mempertahankan perasaan dan cinta yang kau bawa itu.

dan perlu kau tahu,aku telah turun di berbagai jalan yang berbeda,berjalan di lorong - lorong Hati dengan berbagai tantangan yang berbeda. Aku tahu aku harus berusaha untuk hati - hati dan waspada,jika aku lengah sedikit saja,maka aku akan jatuh dan tergelincir hingga mendapat rasa sakit dan kecewa yang mungkin membekas.

aku sudah pernah jatuh dan tergelincir berulang kali di jalan yang berbeda - beda. aku mulai berpikir aku mulai merasa jera untuk ini. hingga aku jatuh untuk yang kesekian kali,itu membuatku benar - benar menyerah dan putus asa. Menyimpan Perasaan dan Cintaku,kembali dan tetap berdiri di tempatku berada semula.

hingga waktu mempertemukanku denganmu pertama kali. waktu itu,aku sempat berkompromi dengan diriku sendiri. aku ingin mengatakan satu hal padamu saat itu,masih dalam keadaan jera dan putus asa. dan perlu kau tahu,Julian,Mencintai seseorang,kembali,sama halnya menaruh kembali diriku untuk turun ke jalan,ruang hati seseorang,

dalam hatiku berkata,andai saja aku benar - benar ingin melakukannya padamu,maka aku akan melakukannya padamu. dan,apabila aku sudah melakukannya ,maka aku pastikan diriku mungkin akan jatuh,sekali lagi. kau tahu,Julian,jatuh sekali lagi.

dan itu sudah terjadi lagi pada diriku sekarang ini,Julian",Air mata yang mulai memenuhi kelopak mata Yunia,Julian menunduk dan membuang muka",kau tahu apa yang lebih aku takutkan daripada mengalami berkali - kali jatuh dan tergelincir ?",

Julian mengangkat wajahnya. kedua mata Yunia yang benar - benar menunjukkan kesedihannya yang mendalam pada Julian. Julian memadang Yunia penuh tanya.

" tersesat pada jalan yang salah,"satu tetes air mata yang menjejal kelopak mata kanan Yunia",tersesat pada jalan yang salah Julian hingga aku tak mendapatkan jalan untuk kembali. 

aku tak berharap terlalu banyak padamu kali ini,aku tidak ingin terlalu berharap banyak. hanya aku ingin kau tahu,"Yunia meraih tangan Julian kembali,sorot mata yang berubah,"

Jika keadaan ini sampai membuatku berpikir Cintaku akan bertepuk sebelah tangan,maka aku akan melepaskan tanganku ini dari tanganmu. namun,jika keadaan ini membuatku berpikir Cintaku akan terbalaskan,maka ijinkan aku menggenggam lebih erat tanganmu dan menghapus bayang - bayang rasa kehilangan untuk yang kesekian kalinya...",

Julian lalu menggenggam tangan Yunia. Ia menciumnya. Julian lebih mendekat.

" aku pastikan kau akan tetap berjalan di jalan yang aman dan baik - baik saja,hingga kau akan menemukan tujuanmu. Cinta.
dan,aku ingin mengatakan satu hal padamu,satu hal yang menempatkanku dalam keadaan yang sangat sulit,sebagai seorang laki - laki menghadapi keadaan seperti ini aku tidak ingin menjadi seorang penghianat cinta  dan tidak ingin menjadi seseorang yang tidak tahu balas budi,tidak tahu makna mencintai yang sesungguhnya.
kau pasti tahu maksudku,kau sudah terlibat dalam semua hal yang terjadi pada hidupku. jadi,bantulah diriku untuk keluar dari pilihan dan keadaan yang sulit ini...",

Yunia memandang kubah Masjid Ortakoy sejenak,dan menarik nafas.

" aku sudah banyak memberikan segalanya untukmu. semuanya sehingga kau berubah menjadi seperti ini. mungkin jika waktu tidak mempertemukanku denganmu,dan aku tidak memberikan campur tangan untuk dirimu,mungkin seorang julian tidak akan terlihat jauh lebih baik seperti ini.

Menunjukkan perasaanmu kepada seseorang,Menaruh perasaanmu pada hati seseorang,memberikan segenap jiwa dan raga dengan ketulusan padanya,berharap hal yang sama akan kau dapatkan. Mencintai seseorang tidak hanya hanyut dalam perasaan yang membuatmu berangan - angan dan berkhayal,Menembus batas dan menyatakannya,karena Perasaan Cinta tak hanya Sebatas Rasa....",

" dan tanpa mengharapkan sebuah keajaiban,aku sudah mendapat petunjuk arah dari dirimu,aku akan mengikutinya bersama dirimu",Julian menghapus air mata Yunia",dalam satu tujuan,Cinta....",
Mata Yunia yang bergetar,kegelisahan yang berakhir,pertanyaan yang terjawab,dan Perasaan Cinta yang terbalaskan dan nyata adanya,Cinta tak hanya Sebatas Rasa.

julian mengajak Yunia kembali pulang. Besok hari,keduanya akan berangkat ke Ankara. Mereka akan menemui Pak Halim,Ayah Yunia. Dalam Hati yang mantab,mereka berjalan dalam jalan dengan tujuan yang sama,Cinta.

.....

Komentar

Postingan Populer