KASIH/AFANDI BAB 2
Di rumah Neneknya,Raka bertanya pada Neneknya tentang keberadaan Kakaknya Rasya.Awalnya Nenek Nani tidak ingin memberitahu Raka,karena ia tidak ingin merasa sedih setelah tahu apa yang terjadi pada keluarganya yang sebenarnya.Namun Ia tidak tega melihat cucu bungsunya itu kebingungan dan penasaran tentang apa yang terjadi pada kakaknya.
Sebagai Orang tua ia tidak bisa berbohong,Ia akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada Raka.Apa yang terjadi semuanya di keluarga ini adalah tentang kemurkaan dan kemarahan Raja kepada Rasya,yang membuat Rasya harus mengalah dan menyingkir dari keluarga ini.
dan semuanya berawal dari saat acara Ulang tahun Perkawinan Orang tua mereka.
***
Waktu itu...
Keluarga besar ini tengah mempersiapkan acara besar,Ini acara ulang tahun pernikahan Pak Hadi Afandi dan Ibu Maya Afandi,Orang tua Reza,Raja,Rasya,dan Raka.Pintu rumah besar itu terbuka lebar,banyak orang bekerja di rumah itu.Ruangan utama yang sangat luas itu dihiasi dengan tirai - tirai,dekorasi yang mewah dan rangkaian bunga.Banyak orang juga yang tengah bekerja di dapur.Suasana begitu ramai saat ini.
Seorang pemuda mendatangi rumah Nenek Nani dengan wajah yang bahagia.Ia membuka pintu rumah itu lebih lebar,dan memanggil - manggil Nenek Nani.
"Nenek..Nenek..Nenek di mana?".panggil Anak itu masih memakai seragam putih abu - abunya.Ia tampak begitu bersemangat.Nenek Nani muncul dari dapur,ia juga tengah mempersiapkan satu masakan bersama saudara - saudara lain di dapur.
"Iya,Sayang,cucuku.Kau sudah pulang...".
"Yaaa,coba tebak apa yang aku tunjukkan ini pada Nenek ?".tanya Anak itu menyodorkan sebuah buku,sebuah buku Raport.Nenek Nani membukanya.
"Pasti kau dapat nilai jelek...",Nenek Nani membaca daftar nilainya.
"Ah Nenek baca dulu,O ya semuanya tampak sibuk,aku ingin membantu...".Anak itu melepas tasnya dan hendak membantu memasak.
"Eh tunggu dulu,sayang...".Nenek Nani menahan Cucunya itu,Anak itu melihatnya.
"Kenapa Nek?".
Nenek Nani menatap cucunya itu dengan tersenyum bangga.Ia mengusap kepala hingga dagunya,dagu terbelah itu.
"Rasya,cucuku,Nenek bangga padamu,tidak ada angka 7 di raportmu semuanya 8 dan 9,Nenek sangat bangga padamu...".
"Iya Nek,Aku juga bangga pada Nenek....".
"Nani,Nani....ambilkan air,aku haus ini...haaaah siang ini sangat panas sekali...".sela Kakek Hilman meminta minum.
"Tolong Ambilkan Air teh yang ada di meja makan itu ya Rasya...untuk kakekmu..".
"Iya Nek...".
"Nenek kembali memasak...".
Rasya pun menemui kakeknya di luar,Ia menyuguhkan air teh untuk kakeknya.
"Oh Rasya...".
"Kakek ini minum untuk kakek...".Rasya menyerahkan air minum untuk kakek hilman.Perlahan kakek meminumnya.Lalu seorang pemuda lain datang.
"kakek...".panggil Pemuda itu.
"Iya cucuku...".
"Kakek memanggilku ?".
"Iya Raja,Aku lupa memberitahu Pamanmu untuk mengundang keluarganya untuk datang ke acara kita besok,dia masih membantu di dalam sana?".
"Ya,nanti aku akan sampaikan".Raja melihat Rasya."Rasya,kau masih memakai seragammu,ayo ganti baju...".
"Iya kak,tunggu,aku ambil tas dulu...".
Raja dan Rasya kembali ke rumah utama.
"Rasya....".panggil Raja mengalungkan tangannya di leher adiknya.
"Ya kak".
"Kau tahu Raisya ?".
"Tentu Kak,Dia masuk nominasi di penghargaan penyanyi wanita terbaik kemarin,dan dia juga mendapatkan penghargaan itu,bukan ?".
"Ya,kau tahu ?".Raja melirik adiknya."Entah kenapa aku merasa aneh dan salah tingkah saat aku melihatnya...Setiap aku melihatnya,Aku selalu senang dan aku seperti menemukan seseuatu yang paling indah di dunia ini...".Mereka berdua masuk rumah.
"Mungkin kakak jatuh cinta padanya...".
Raja dan Rasya berhenti.Raja melihat mata adiknya dalam - dalam,dan meremas lengan adiknya.Rasya gemetar.
"Andai kau Raisya,Aku akan menciummu sekarang juga...".Raja langsung berlari ke dalam rumah dengan tertawa."Kau kena...".
"Eh Kakak!!!".Rasya mengejar Kakaknya.Mereka menyela keramaian orang yang bekerja itu.Mereka naik ke lantai dua.Tiba - tiba Rasya menabrak Seseorang.
"Au...Rasya,jangan berlari di rumah...".
"Kak Raja mengajakku bercanda,masak di mau menciumku...".rengek Rasya pada kakaknya yang lain.
"Hahaha...Andai kau Raisya,Aku akan menciummu..wekkkk!!!".sela Raja
"Kakak!!!".
"Raja sudahlah....kau selalu membuat Rasya kesal,"
"Iya Iya Maaf...".
"Kakak akan pergi ?".tanya Rasya pada Kakaknya yang satu.
"Kak Reza akan menemui orang itu,Rasya...".seloroh Raja mengajak bercanda.
"Bukan...".
"Kakak akan di rumah seharian untuk mempersiapkan acara ini..."
"Ya..kakak akan belajar jadi pembawa acara di bawah,untuk acara besok...".
"APA ?!!".Raja dan Rasya melihat Reza.
Reza tertawa.
***
Seorang Pria masuk ke kamar Rasya.Rasya tengah menelpon seseorang.Ia sudah mengganti pakaiannya.Kamarnya lumayan luas.
"Aku ingin kau pulang adek..namun sayang tidak bisa,sangat sulit untuk meminta ijin pada kepala sekolah ya...Apalagi kau Ujian semester ini...".
"Iya Kak,Nggak papa lah...yang penting acara papa dan mama berjalan dengan lancar...".
"Ok...Sudah dulu dek,Kakak ingin membantu mempersiapkan acara ini...".
"Salam untuk Papa,Mama,Kak Reza,Kak Raja..dan semuanya...".
"Iya...".Rasya pun mematikan telfon.
Ia berbalik dan Seorang Pria telah berdiri di hadapannya.Ia menggembalikan telepon pada tempatnya.
"Sayangnya,Raka tidak bisa pulang untuk merayakan ulang tahun pernikahan papa dan mama...Padahal Aku pengen banget kita bisa berkumpul...".
"Tidak apa - apa,Rasya...Itu konsekuensinya jika bersekolah disekolah seperti sekolah adekmu...".
"Emmhhh....Rasya bahagia papa tidak kecewa..."
"Papa juga bahagia...".
***
Acara ulang tahun Pernikahan Keluarga Afandi pun di mulai siang ini.Rumah besar itu mulai tampak ramai,banyak tamu yang datang.Kakek Hilman dan Nenek Nani menjadi rtamu bersama paman dan bibi Rasya.Pak Hadi dan Bu Maya juga menjamu tamu di dalam rumah.
Hidangan mulai disiapkan di sudut ruangan.Rasya masih tampak sibuk membantu kerabat yang memasak untuk acara ini.Nenek Nani mendatangi Rasya.
"Rasya,kenapa kau masih membantu mereka ?kau tuan rumah acara ini sayang,ayo mandi dan ganti baju...".
"Iya Nek,tinggal sedikit lagi...".Jawab Rasya mengatur posisi hidangan
"Mana Kakakmu semuanya ?kenapa mereka belum turun?".
"Mungkin mereka juga masih berdandan ".Rasya langsung mandi.
Reza masuk ke kamar Rasya,memeriksa adiknya sudah siap atau belum.Rasya sudah berganti baju dan merias wajahnya sedikit.
"Rasya,sebentar lagi acara dimulai,kamu sudah siap kan?".tanya Reza masuk membuka pintu.
"Yaah...Aku sudah siap kak,"Rasya berbalik badan.Wajahnya tampak putih bersih"Bagaimana dengan Kak Raja?".
"Ia baru kerepotan memakai dasi...".Reza membenahi kacamata.Dan memandang Rasya dengan tersenyum",Aku tidak menyangka Adikku yang Aku gendong dan aku ajari berjalan dulu ini sekarang akan mengalahkan kakaknya,karena ketampanannya..".
Rasya telah siap"ehm...aku sampai lupa sama Kebiasaan Kak Raja",Rasya berjalan",sebenarnya kakak yang mengajariku berdandan sebagaimana kakak berdandan hingga kakak banyak dikagumi banyak orang,tapi sayangnya...tidak ada yang mengagumi adek kak..".Rasya hendak ke kamar Raja.
Reza menahan tangan Rasya",Kau iri pada Kakakmu ini adikku?karena Kakakmu seorang artis yang membuat gila banyak orang...".tanya Reza halus tanpa menghilangkan senyumnya.
"Bukan iri kak...Rasya sangat kagum pada Kakaknya sendiri,dan rasa kagum itu melebihi kegilaan para fans kakak itu...".Rasya menatap kedua mata Reza.
Di kamar Raja,Raja masih bingung memakai dasi.Ini kebiasaan buruk Raja,tidak bisa memakai dasi sendiri.Rasya datang.
"Ah Rasya...ke mana saja kau,sudah satu jam Aku kebingungan memakai dasi ini ?".tanya Raja menunjukkan dasinya.
"Aku barusan mandi Kak,Maaf...aku juga membantu bibi menata hidangan..".Rasya langsung mengambil alih dasi kakaknya.Tangan Rasya tampak terbiasa membuat simpul dasi untuk kakaknya.
"Wajahmu sangat bersih Rasya...".puji Raja menatap wajah Rasya.
"Kakak juga,tapi..kayaknya Rasya lihat kakak keliatan tambah gemuk...".Kata Rasya dengan senyum cerah
"APA?!!aku tambah gemuk".Raja agak kaget",padahal aku masih berusaha mengurangi makanku,agar lebih kurus..."
"Bagaimana Kakak bisa kurus kalau kakak selalu memintaku menemani kakak makan malam habis pulang syuting ?".
"Hehehe...Kadang itu hal yang aku tidak bisa hindari...".
"Masih berapa episode lagi sinetron kakak?".
"Masih banyak lagi,Kau melihat akting kakakmu tiap hari kan ?".
"Yaa...Akting kakak sempurna saat kakak di suruh marah.Namun,bagaimana jika kakak di suruh akting menangis atau memelas karena kelaparan ?".
"Eh!!!...kamu ada - ada saja.."
"Tidak Kak...".Rasya tertawa ringan.
Reza,Raja dan Rasya sudah siap.Mereka pun turun ke lantai bawah untuk menyambut tamu.Reza juga bersiap - siap untukk jadi pembawa acara.Ia tampak gugup.
Banyak keluarga yang hadir di lantai dua.Mereka juga menyambut kedatangan mereka.Banyak yang kagum melihat penampilan Kakak beradik ini.
"Kakak nerves?".
"Ya Rasya,Tapi kakak berusaha untuk mengatasinya...".
Raja merangkul Reza"tapi kalau menyanyi kakak tidak nerves...".
"Menyanyi dengan membawakan acara berbeda Raja...".
Reza,Raja dan Rasya turun melewati tangga.Ayah dan Ibunya memandangi mereka.Ketiga anak itu memberikan senyum mereka.Pak Hadi dan Ibu Maya sangat bahagia.Kakek Hilman sampai tertegun melihat ketiga cucunya hadir menuruni tangga.
Nenek Nani juga sampai terpukau melihat penampilan Cucunya.Terlebih saat ia melihat Rasya,Ia terbiasa melihat Raja dan Reza memakai busana yang rapi karena tuntutan profesi mereka sebagai Artis.Namun Rasya,Ia masih bersekolah,Waktu ujiannya akan segera tiba,Penampilannya juga tak kalah mengagumkan dari kedua kakaknya.Ia berjalan pelan mendekati Cucunya,menyela tamu - tamu yang terkagum melihat kehadiran anak dari keluarga Afandi itu.
Nenek Nani tersenyum pada mereka.Reza,Raja dan Rasya berdiri di hadapan Neneknya.Ia memegang kepala Reza,Reza membalas senyuman Neneknya.Nenek Nani mengusap kepala Reza.
"Kau Cucu Nenek yang pertama,Nenek berdoa untukmu semoga kau diberi Kesehatan,Kau sebagai Kakak pertama,Nenek yakin kau bisa adil dan bijaksana pada Adik - adikmu serta keluargamu...".Nenek Nani mencium kening Reza.
"Amin"
kepada Raja,Nenek Nani tetap tersenyum.Ia memegang kedua pundak Raja dengan sedikit menekan dan mengusapnya.Kesukaan Nenek Nani pada Raja adalah memegang kedua Pipi Raja,ia pun melakukannya.
"cucu kedua Nenek,Kau yang paling manja,Tapi Kau yang paling kuat dan gagah.Semoga kau diberi kesehatan,Kau sebagai Kakak kedua yang kuat,Nenek yakin kau bisa melindungi Kakak,Adik dan keluargamu...".Nenek Nani mencium kening Raja.
"Terima Kasih Nenek,Amin".
Lalu Rasya,Nenek Nani meraih tangan Kanan Rasya.Ia menggenggamnya,Ia selalu merasakan kehangatan saat memegang tangan cucunya itu.Kesukaan Nenek Nani pada Rasya adalah pada dagu terbelah Rasya.Nenek Nani memegang dagu Rasya dan mengusap dagu itu dengan ibu jari nan lembut itu.
"Sayang,cucu Nenek yang ketiga.Kau selalu memperhatikan Kakek dan Nenekmu,Kau sangat sayang pada Nenekmu.Kau menyayangi keluarga ini melebihi dirimu sendiri.Semoga kau di beri kesehatan,Nenek yakin kau bisa menyayangi dan mengayomi semua orang di keluarga ini".Nenek mencium kening Rasya.
"Iya Nenek,Amin...".
"Seandainya Raka ada di sini,Nenek juga akan mendoakannya.Tapi nenek selalu berdoa untuknya setiap hari.Nenek yakin Raka bisa menjaga kesatuan dan keutuhan keluarga ini.
Reza,Raja,Rasya dan Raka,kalian harta yang tak ternilai di keluarga ini...".
Acara pun dimulai,Reza bertindak sebagai pembawa Acara.Ia tampak tak menunjukkan kegugupannya.Ia membacakan susunan acara ini dengan lancar dan selalu mengagumkan.Apalagi dengan senyum disertai lesung pipinya.Tak seorang pun yang melepaskan pandangannya ke arah Reza.
Dan bersama sepupu - sepupunya,Rasya membawakan Kue ulang tahun pernikahan Orang tuanya.Ulang tahun yang cukup besar.dilapisi coklat putih dan dihiasi pernak - pernak berwarna merah dan emas.Pak Hadi dan Bu Maya menyambut kue itu.Mereka tersenyum bahagia,Bu Maya sempat terharu.
Reza mengajak para tamu bernyanyi lagu selamat ulang tahun.Dan mereka bertepuk tangan untuk meminta Pak Hadi dan Bu Maya meniup lilin dan memotong kuenya.Bersama,Pak Hadi dan Bu Maya memotong kue itu di sambut tepuk tangan yang meriah dari seluruh tamu.
Reza,Raja,dan Rasya mendekati Orang Tua mereka.Mereka memberikan selamat pada Keduanya.Bu Maya mencium anak - anaknya dengan bangga dan bahagia,begitu pun Pak Hadi.
"Semoga Papa dan Mama selalu sehat dan saling menyayangi hingga maut memisahkan...".Kata Reza memberikan sesuatu.Bu Maya membukanya,sebuah Cincin emas putih dengan mutiara diatasnya.
"Mama,Papa,Kami bahagia bisa membuat acara ini untuk papa dan mama.Raja sangat bahagia.Terima kasih untuk pengorbanan dan perjuangan papa dan mama untuk kami...".Kata Raja juga memberikan sesuatu.Bu Maya menerimanya,kali ini sepasang cincin emas dengan ukiran nama orang tua mereka.
Rasya menatap kedua orang tuanya",Mama,Papa,Rasya belum bisa memberikan apa - apa...".Mata Rasya berkaca - kaca,Ia meraih tangan Kanan Pak Hadi dan Bu Maya dan menyatukan sambil menggenggamnya",Rasya hanya bisa memberikan doa,Semoga kedua tangan ini selalu menggenggam satu sama lain.Aku harap Papa Mama selalu sehat,bahagia dan semoga diberi umur panjang.Tuhan akan memberi pahala untuk perjuangan papa dan mama demi keluarga ini".Rasya mencium kedua tangan Orang tuanya.
Pak Hadi dan Bu Maya mendekap Rasya.sejenak kemudian melepasnya.Selanjutnya Acara hiburan.
Mata Raja menangkap kehadiran seseorang.Seorang Wanita muda yang sangat cantik jelita,Raisya.Dia seorang penyanyi wanita yang berbakat dan sedang naik daun.Ia datang memakai gaun putih mutiara.
Raja pun mengendap - endap untuk menggodanya.Namun Raisya tahu hal itu,Ia pun bersembunyi.Raisya tampak malu - malu.ke mana pun Raisya bersembunyi Raja selalu menemukannya tapi Raisya terus malu - malu.
Tatapan Mata itu selalu membuat jantung Raja berdegup kencang.Kemana pun mata itu hilang dari tatapannya.Maka Mata Raja akan menemukan tatapang mata Raisya itu.Sejuta pesona dan kecantikan yang ia temukan saat ia menatap Raisya.
"Tatapan Mata itu seperti memiliki sentuhan selembut sutra.
Dari bawah garis mata itu,Tatapan ini bisa mengubah
dunia.Ketika Mata itu tersipu malu atau basah akan air
mata,Dunia seakan berhenti.
Kedua mata itu adalah hadiah dari Tuhan.Dimana
terdapat Berkatnya.
Siapa yang bisa menahan kekuatan Tatapan itu seperti
milikmu...".Raja menggoda Raisya dengan membaca puisi itu.Dan Akhirnya Raja bisa mendapatkan Tangan Raisya,Ia pun mengajak Raisya bernyanyi dan berdansa.
Semua tamu sangat menikmati Acara ini.Seluruh keluarga Afandi sangat merasakan kegembiraan dan Kebahagiaan itu.
***
Hujan masih turun dengan deras semenjak sore tadi.Hujan yang disertai Angin.Ia berjalan pelan menuju Teras samping.Ia membuka pintu seketika Angin dari hujan itu menerpa tubuhnya.Ia berjalan ke pinggir teras.
Ia menatap tetesan air hujan nun deras sambil merasakan kencang terpaan Angin dingin ini.Ia termenung dan kembali merasakan kesedihannya.Ia menengadah.
"Papa...maafkan Aku pa,".Ia terisak - isak",Aku tidak melakukannya.Aku tidak tahu apa - apa,Aku benar - benar tidak tahu apa - apa...Kenapa ini bisa terjadi ?".
Seseorang yang lewat mendapati Rasya termenung di teras,Dimas.Ia berhenti dan mengamati apa yang dilakukan Rasya.
"Tolong Aku,Papa.Aku sakit kak Raja melakukan hal ini padaku,Apa yang terjadi Papa ?,Aku tidak bersalah...".Mata Rasya dipenuhi lelehan Air mata.Tiba - tiba Angin hangat menerpa tubuhnya.Terasa seseorang menepuk bahunya,Seorang Pria berpakaian serba putih.
"Anakku...".Panggil orang itu,Pak Hadi.Badannya tampak bercahaya terang.
"Papa,Maafkan Rasya...Papa...".Rasya menatap Pak Hadi.
"Tenanglah Anakku,Kau tidak bersalah.Kau anak yang paling Papa sayang,Kau selalu merawat papa...Kau tidak usah sedih lagi....Papa akan selalu bersamamu,Papa akan hadir jika kau membutuhkan...".Pak Hadi tersenyum pada Rasya.
"Tapi Pa...".Rasya mengedipkan Matanya seketika Pak Hadi,bayangan tubuh Pak Hadi menghilang",Jangan pergi Papa...".Rasya belum bisa menerima kehilangan bayangan Ayahnya.
Rasya mengetahui Dimas yang mengamatinya sedari tadi.Dimas mendekatinya.Rasya masih terisak - isak dikuasai kesedihannya.
Dimas merangkul Rasya",Kenapa Sya?".
"Papa datang padaku Dim...".
"Kau tampak sedih...".
"Aku belum bisa menerima kepergian papa dan kenyataan hidup yang aku alami..."
"Bersabarlah Kawanku...Aku turut prihatin padamu.Kita berdoa saja untuk Papamu...".
"Iya Dim,Terima kasih...".
Kehadiran Dimas selalu mampu mengusir kesedihan Rasya.Hanya Dimas dan Jimi yang sekarang ia miliki.Ia tetap merasa nyaman tinggal di rumah ini,walau bukan rumahnya sendiri.
With Thousands Love
Afandi
Fajar Adi
Sebagai Orang tua ia tidak bisa berbohong,Ia akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada Raka.Apa yang terjadi semuanya di keluarga ini adalah tentang kemurkaan dan kemarahan Raja kepada Rasya,yang membuat Rasya harus mengalah dan menyingkir dari keluarga ini.
dan semuanya berawal dari saat acara Ulang tahun Perkawinan Orang tua mereka.
***
Waktu itu...
Keluarga besar ini tengah mempersiapkan acara besar,Ini acara ulang tahun pernikahan Pak Hadi Afandi dan Ibu Maya Afandi,Orang tua Reza,Raja,Rasya,dan Raka.Pintu rumah besar itu terbuka lebar,banyak orang bekerja di rumah itu.Ruangan utama yang sangat luas itu dihiasi dengan tirai - tirai,dekorasi yang mewah dan rangkaian bunga.Banyak orang juga yang tengah bekerja di dapur.Suasana begitu ramai saat ini.
Seorang pemuda mendatangi rumah Nenek Nani dengan wajah yang bahagia.Ia membuka pintu rumah itu lebih lebar,dan memanggil - manggil Nenek Nani.
"Nenek..Nenek..Nenek di mana?".panggil Anak itu masih memakai seragam putih abu - abunya.Ia tampak begitu bersemangat.Nenek Nani muncul dari dapur,ia juga tengah mempersiapkan satu masakan bersama saudara - saudara lain di dapur.
"Iya,Sayang,cucuku.Kau sudah pulang...".
"Yaaa,coba tebak apa yang aku tunjukkan ini pada Nenek ?".tanya Anak itu menyodorkan sebuah buku,sebuah buku Raport.Nenek Nani membukanya.
"Pasti kau dapat nilai jelek...",Nenek Nani membaca daftar nilainya.
"Ah Nenek baca dulu,O ya semuanya tampak sibuk,aku ingin membantu...".Anak itu melepas tasnya dan hendak membantu memasak.
"Eh tunggu dulu,sayang...".Nenek Nani menahan Cucunya itu,Anak itu melihatnya.
"Kenapa Nek?".
Nenek Nani menatap cucunya itu dengan tersenyum bangga.Ia mengusap kepala hingga dagunya,dagu terbelah itu.
"Rasya,cucuku,Nenek bangga padamu,tidak ada angka 7 di raportmu semuanya 8 dan 9,Nenek sangat bangga padamu...".
"Iya Nek,Aku juga bangga pada Nenek....".
"Nani,Nani....ambilkan air,aku haus ini...haaaah siang ini sangat panas sekali...".sela Kakek Hilman meminta minum.
"Tolong Ambilkan Air teh yang ada di meja makan itu ya Rasya...untuk kakekmu..".
"Iya Nek...".
"Nenek kembali memasak...".
Rasya pun menemui kakeknya di luar,Ia menyuguhkan air teh untuk kakeknya.
"Oh Rasya...".
"Kakek ini minum untuk kakek...".Rasya menyerahkan air minum untuk kakek hilman.Perlahan kakek meminumnya.Lalu seorang pemuda lain datang.
"kakek...".panggil Pemuda itu.
"Iya cucuku...".
"Kakek memanggilku ?".
"Iya Raja,Aku lupa memberitahu Pamanmu untuk mengundang keluarganya untuk datang ke acara kita besok,dia masih membantu di dalam sana?".
"Ya,nanti aku akan sampaikan".Raja melihat Rasya."Rasya,kau masih memakai seragammu,ayo ganti baju...".
"Iya kak,tunggu,aku ambil tas dulu...".
Raja dan Rasya kembali ke rumah utama.
"Rasya....".panggil Raja mengalungkan tangannya di leher adiknya.
"Ya kak".
"Kau tahu Raisya ?".
"Tentu Kak,Dia masuk nominasi di penghargaan penyanyi wanita terbaik kemarin,dan dia juga mendapatkan penghargaan itu,bukan ?".
"Ya,kau tahu ?".Raja melirik adiknya."Entah kenapa aku merasa aneh dan salah tingkah saat aku melihatnya...Setiap aku melihatnya,Aku selalu senang dan aku seperti menemukan seseuatu yang paling indah di dunia ini...".Mereka berdua masuk rumah.
"Mungkin kakak jatuh cinta padanya...".
Raja dan Rasya berhenti.Raja melihat mata adiknya dalam - dalam,dan meremas lengan adiknya.Rasya gemetar.
"Andai kau Raisya,Aku akan menciummu sekarang juga...".Raja langsung berlari ke dalam rumah dengan tertawa."Kau kena...".
"Eh Kakak!!!".Rasya mengejar Kakaknya.Mereka menyela keramaian orang yang bekerja itu.Mereka naik ke lantai dua.Tiba - tiba Rasya menabrak Seseorang.
"Au...Rasya,jangan berlari di rumah...".
"Kak Raja mengajakku bercanda,masak di mau menciumku...".rengek Rasya pada kakaknya yang lain.
"Hahaha...Andai kau Raisya,Aku akan menciummu..wekkkk!!!".sela Raja
"Kakak!!!".
"Raja sudahlah....kau selalu membuat Rasya kesal,"
"Iya Iya Maaf...".
"Kakak akan pergi ?".tanya Rasya pada Kakaknya yang satu.
"Kak Reza akan menemui orang itu,Rasya...".seloroh Raja mengajak bercanda.
"Bukan...".
"Kakak akan di rumah seharian untuk mempersiapkan acara ini..."
"Ya..kakak akan belajar jadi pembawa acara di bawah,untuk acara besok...".
"APA ?!!".Raja dan Rasya melihat Reza.
Reza tertawa.
***
Seorang Pria masuk ke kamar Rasya.Rasya tengah menelpon seseorang.Ia sudah mengganti pakaiannya.Kamarnya lumayan luas.
"Aku ingin kau pulang adek..namun sayang tidak bisa,sangat sulit untuk meminta ijin pada kepala sekolah ya...Apalagi kau Ujian semester ini...".
"Iya Kak,Nggak papa lah...yang penting acara papa dan mama berjalan dengan lancar...".
"Ok...Sudah dulu dek,Kakak ingin membantu mempersiapkan acara ini...".
"Salam untuk Papa,Mama,Kak Reza,Kak Raja..dan semuanya...".
"Iya...".Rasya pun mematikan telfon.
Ia berbalik dan Seorang Pria telah berdiri di hadapannya.Ia menggembalikan telepon pada tempatnya.
"Sayangnya,Raka tidak bisa pulang untuk merayakan ulang tahun pernikahan papa dan mama...Padahal Aku pengen banget kita bisa berkumpul...".
"Tidak apa - apa,Rasya...Itu konsekuensinya jika bersekolah disekolah seperti sekolah adekmu...".
"Emmhhh....Rasya bahagia papa tidak kecewa..."
"Papa juga bahagia...".
***
Acara ulang tahun Pernikahan Keluarga Afandi pun di mulai siang ini.Rumah besar itu mulai tampak ramai,banyak tamu yang datang.Kakek Hilman dan Nenek Nani menjadi rtamu bersama paman dan bibi Rasya.Pak Hadi dan Bu Maya juga menjamu tamu di dalam rumah.
Hidangan mulai disiapkan di sudut ruangan.Rasya masih tampak sibuk membantu kerabat yang memasak untuk acara ini.Nenek Nani mendatangi Rasya.
"Rasya,kenapa kau masih membantu mereka ?kau tuan rumah acara ini sayang,ayo mandi dan ganti baju...".
"Iya Nek,tinggal sedikit lagi...".Jawab Rasya mengatur posisi hidangan
"Mana Kakakmu semuanya ?kenapa mereka belum turun?".
"Mungkin mereka juga masih berdandan ".Rasya langsung mandi.
Reza masuk ke kamar Rasya,memeriksa adiknya sudah siap atau belum.Rasya sudah berganti baju dan merias wajahnya sedikit.
"Rasya,sebentar lagi acara dimulai,kamu sudah siap kan?".tanya Reza masuk membuka pintu.
"Yaah...Aku sudah siap kak,"Rasya berbalik badan.Wajahnya tampak putih bersih"Bagaimana dengan Kak Raja?".
"Ia baru kerepotan memakai dasi...".Reza membenahi kacamata.Dan memandang Rasya dengan tersenyum",Aku tidak menyangka Adikku yang Aku gendong dan aku ajari berjalan dulu ini sekarang akan mengalahkan kakaknya,karena ketampanannya..".
Rasya telah siap"ehm...aku sampai lupa sama Kebiasaan Kak Raja",Rasya berjalan",sebenarnya kakak yang mengajariku berdandan sebagaimana kakak berdandan hingga kakak banyak dikagumi banyak orang,tapi sayangnya...tidak ada yang mengagumi adek kak..".Rasya hendak ke kamar Raja.
Reza menahan tangan Rasya",Kau iri pada Kakakmu ini adikku?karena Kakakmu seorang artis yang membuat gila banyak orang...".tanya Reza halus tanpa menghilangkan senyumnya.
"Bukan iri kak...Rasya sangat kagum pada Kakaknya sendiri,dan rasa kagum itu melebihi kegilaan para fans kakak itu...".Rasya menatap kedua mata Reza.
Di kamar Raja,Raja masih bingung memakai dasi.Ini kebiasaan buruk Raja,tidak bisa memakai dasi sendiri.Rasya datang.
"Ah Rasya...ke mana saja kau,sudah satu jam Aku kebingungan memakai dasi ini ?".tanya Raja menunjukkan dasinya.
"Aku barusan mandi Kak,Maaf...aku juga membantu bibi menata hidangan..".Rasya langsung mengambil alih dasi kakaknya.Tangan Rasya tampak terbiasa membuat simpul dasi untuk kakaknya.
"Wajahmu sangat bersih Rasya...".puji Raja menatap wajah Rasya.
"Kakak juga,tapi..kayaknya Rasya lihat kakak keliatan tambah gemuk...".Kata Rasya dengan senyum cerah
"APA?!!aku tambah gemuk".Raja agak kaget",padahal aku masih berusaha mengurangi makanku,agar lebih kurus..."
"Bagaimana Kakak bisa kurus kalau kakak selalu memintaku menemani kakak makan malam habis pulang syuting ?".
"Hehehe...Kadang itu hal yang aku tidak bisa hindari...".
"Masih berapa episode lagi sinetron kakak?".
"Masih banyak lagi,Kau melihat akting kakakmu tiap hari kan ?".
"Yaa...Akting kakak sempurna saat kakak di suruh marah.Namun,bagaimana jika kakak di suruh akting menangis atau memelas karena kelaparan ?".
"Eh!!!...kamu ada - ada saja.."
"Tidak Kak...".Rasya tertawa ringan.
Reza,Raja dan Rasya sudah siap.Mereka pun turun ke lantai bawah untuk menyambut tamu.Reza juga bersiap - siap untukk jadi pembawa acara.Ia tampak gugup.
Banyak keluarga yang hadir di lantai dua.Mereka juga menyambut kedatangan mereka.Banyak yang kagum melihat penampilan Kakak beradik ini.
"Kakak nerves?".
"Ya Rasya,Tapi kakak berusaha untuk mengatasinya...".
Raja merangkul Reza"tapi kalau menyanyi kakak tidak nerves...".
"Menyanyi dengan membawakan acara berbeda Raja...".
Reza,Raja dan Rasya turun melewati tangga.Ayah dan Ibunya memandangi mereka.Ketiga anak itu memberikan senyum mereka.Pak Hadi dan Ibu Maya sangat bahagia.Kakek Hilman sampai tertegun melihat ketiga cucunya hadir menuruni tangga.
Nenek Nani juga sampai terpukau melihat penampilan Cucunya.Terlebih saat ia melihat Rasya,Ia terbiasa melihat Raja dan Reza memakai busana yang rapi karena tuntutan profesi mereka sebagai Artis.Namun Rasya,Ia masih bersekolah,Waktu ujiannya akan segera tiba,Penampilannya juga tak kalah mengagumkan dari kedua kakaknya.Ia berjalan pelan mendekati Cucunya,menyela tamu - tamu yang terkagum melihat kehadiran anak dari keluarga Afandi itu.
Nenek Nani tersenyum pada mereka.Reza,Raja dan Rasya berdiri di hadapan Neneknya.Ia memegang kepala Reza,Reza membalas senyuman Neneknya.Nenek Nani mengusap kepala Reza.
"Kau Cucu Nenek yang pertama,Nenek berdoa untukmu semoga kau diberi Kesehatan,Kau sebagai Kakak pertama,Nenek yakin kau bisa adil dan bijaksana pada Adik - adikmu serta keluargamu...".Nenek Nani mencium kening Reza.
"Amin"
kepada Raja,Nenek Nani tetap tersenyum.Ia memegang kedua pundak Raja dengan sedikit menekan dan mengusapnya.Kesukaan Nenek Nani pada Raja adalah memegang kedua Pipi Raja,ia pun melakukannya.
"cucu kedua Nenek,Kau yang paling manja,Tapi Kau yang paling kuat dan gagah.Semoga kau diberi kesehatan,Kau sebagai Kakak kedua yang kuat,Nenek yakin kau bisa melindungi Kakak,Adik dan keluargamu...".Nenek Nani mencium kening Raja.
"Terima Kasih Nenek,Amin".
Lalu Rasya,Nenek Nani meraih tangan Kanan Rasya.Ia menggenggamnya,Ia selalu merasakan kehangatan saat memegang tangan cucunya itu.Kesukaan Nenek Nani pada Rasya adalah pada dagu terbelah Rasya.Nenek Nani memegang dagu Rasya dan mengusap dagu itu dengan ibu jari nan lembut itu.
"Sayang,cucu Nenek yang ketiga.Kau selalu memperhatikan Kakek dan Nenekmu,Kau sangat sayang pada Nenekmu.Kau menyayangi keluarga ini melebihi dirimu sendiri.Semoga kau di beri kesehatan,Nenek yakin kau bisa menyayangi dan mengayomi semua orang di keluarga ini".Nenek mencium kening Rasya.
"Iya Nenek,Amin...".
"Seandainya Raka ada di sini,Nenek juga akan mendoakannya.Tapi nenek selalu berdoa untuknya setiap hari.Nenek yakin Raka bisa menjaga kesatuan dan keutuhan keluarga ini.
Reza,Raja,Rasya dan Raka,kalian harta yang tak ternilai di keluarga ini...".
Acara pun dimulai,Reza bertindak sebagai pembawa Acara.Ia tampak tak menunjukkan kegugupannya.Ia membacakan susunan acara ini dengan lancar dan selalu mengagumkan.Apalagi dengan senyum disertai lesung pipinya.Tak seorang pun yang melepaskan pandangannya ke arah Reza.
Dan bersama sepupu - sepupunya,Rasya membawakan Kue ulang tahun pernikahan Orang tuanya.Ulang tahun yang cukup besar.dilapisi coklat putih dan dihiasi pernak - pernak berwarna merah dan emas.Pak Hadi dan Bu Maya menyambut kue itu.Mereka tersenyum bahagia,Bu Maya sempat terharu.
Reza mengajak para tamu bernyanyi lagu selamat ulang tahun.Dan mereka bertepuk tangan untuk meminta Pak Hadi dan Bu Maya meniup lilin dan memotong kuenya.Bersama,Pak Hadi dan Bu Maya memotong kue itu di sambut tepuk tangan yang meriah dari seluruh tamu.
Reza,Raja,dan Rasya mendekati Orang Tua mereka.Mereka memberikan selamat pada Keduanya.Bu Maya mencium anak - anaknya dengan bangga dan bahagia,begitu pun Pak Hadi.
"Semoga Papa dan Mama selalu sehat dan saling menyayangi hingga maut memisahkan...".Kata Reza memberikan sesuatu.Bu Maya membukanya,sebuah Cincin emas putih dengan mutiara diatasnya.
"Mama,Papa,Kami bahagia bisa membuat acara ini untuk papa dan mama.Raja sangat bahagia.Terima kasih untuk pengorbanan dan perjuangan papa dan mama untuk kami...".Kata Raja juga memberikan sesuatu.Bu Maya menerimanya,kali ini sepasang cincin emas dengan ukiran nama orang tua mereka.
Rasya menatap kedua orang tuanya",Mama,Papa,Rasya belum bisa memberikan apa - apa...".Mata Rasya berkaca - kaca,Ia meraih tangan Kanan Pak Hadi dan Bu Maya dan menyatukan sambil menggenggamnya",Rasya hanya bisa memberikan doa,Semoga kedua tangan ini selalu menggenggam satu sama lain.Aku harap Papa Mama selalu sehat,bahagia dan semoga diberi umur panjang.Tuhan akan memberi pahala untuk perjuangan papa dan mama demi keluarga ini".Rasya mencium kedua tangan Orang tuanya.
Pak Hadi dan Bu Maya mendekap Rasya.sejenak kemudian melepasnya.Selanjutnya Acara hiburan.
Mata Raja menangkap kehadiran seseorang.Seorang Wanita muda yang sangat cantik jelita,Raisya.Dia seorang penyanyi wanita yang berbakat dan sedang naik daun.Ia datang memakai gaun putih mutiara.
Raja pun mengendap - endap untuk menggodanya.Namun Raisya tahu hal itu,Ia pun bersembunyi.Raisya tampak malu - malu.ke mana pun Raisya bersembunyi Raja selalu menemukannya tapi Raisya terus malu - malu.
Tatapan Mata itu selalu membuat jantung Raja berdegup kencang.Kemana pun mata itu hilang dari tatapannya.Maka Mata Raja akan menemukan tatapang mata Raisya itu.Sejuta pesona dan kecantikan yang ia temukan saat ia menatap Raisya.
"Tatapan Mata itu seperti memiliki sentuhan selembut sutra.
Dari bawah garis mata itu,Tatapan ini bisa mengubah
dunia.Ketika Mata itu tersipu malu atau basah akan air
mata,Dunia seakan berhenti.
Kedua mata itu adalah hadiah dari Tuhan.Dimana
terdapat Berkatnya.
Siapa yang bisa menahan kekuatan Tatapan itu seperti
milikmu...".Raja menggoda Raisya dengan membaca puisi itu.Dan Akhirnya Raja bisa mendapatkan Tangan Raisya,Ia pun mengajak Raisya bernyanyi dan berdansa.
Semua tamu sangat menikmati Acara ini.Seluruh keluarga Afandi sangat merasakan kegembiraan dan Kebahagiaan itu.
***
Hujan masih turun dengan deras semenjak sore tadi.Hujan yang disertai Angin.Ia berjalan pelan menuju Teras samping.Ia membuka pintu seketika Angin dari hujan itu menerpa tubuhnya.Ia berjalan ke pinggir teras.
Ia menatap tetesan air hujan nun deras sambil merasakan kencang terpaan Angin dingin ini.Ia termenung dan kembali merasakan kesedihannya.Ia menengadah.
"Papa...maafkan Aku pa,".Ia terisak - isak",Aku tidak melakukannya.Aku tidak tahu apa - apa,Aku benar - benar tidak tahu apa - apa...Kenapa ini bisa terjadi ?".
Seseorang yang lewat mendapati Rasya termenung di teras,Dimas.Ia berhenti dan mengamati apa yang dilakukan Rasya.
"Tolong Aku,Papa.Aku sakit kak Raja melakukan hal ini padaku,Apa yang terjadi Papa ?,Aku tidak bersalah...".Mata Rasya dipenuhi lelehan Air mata.Tiba - tiba Angin hangat menerpa tubuhnya.Terasa seseorang menepuk bahunya,Seorang Pria berpakaian serba putih.
"Anakku...".Panggil orang itu,Pak Hadi.Badannya tampak bercahaya terang.
"Papa,Maafkan Rasya...Papa...".Rasya menatap Pak Hadi.
"Tenanglah Anakku,Kau tidak bersalah.Kau anak yang paling Papa sayang,Kau selalu merawat papa...Kau tidak usah sedih lagi....Papa akan selalu bersamamu,Papa akan hadir jika kau membutuhkan...".Pak Hadi tersenyum pada Rasya.
"Tapi Pa...".Rasya mengedipkan Matanya seketika Pak Hadi,bayangan tubuh Pak Hadi menghilang",Jangan pergi Papa...".Rasya belum bisa menerima kehilangan bayangan Ayahnya.
Rasya mengetahui Dimas yang mengamatinya sedari tadi.Dimas mendekatinya.Rasya masih terisak - isak dikuasai kesedihannya.
Dimas merangkul Rasya",Kenapa Sya?".
"Papa datang padaku Dim...".
"Kau tampak sedih...".
"Aku belum bisa menerima kepergian papa dan kenyataan hidup yang aku alami..."
"Bersabarlah Kawanku...Aku turut prihatin padamu.Kita berdoa saja untuk Papamu...".
"Iya Dim,Terima kasih...".
Kehadiran Dimas selalu mampu mengusir kesedihan Rasya.Hanya Dimas dan Jimi yang sekarang ia miliki.Ia tetap merasa nyaman tinggal di rumah ini,walau bukan rumahnya sendiri.
With Thousands Love
Afandi
Fajar Adi
Komentar
Posting Komentar