PAINLESS THE SERIES 3 Part 1
Seseorang masuk ke halaman sebuah rumah,seorang ibu yang tampak kebingungan.Ia tampak mencari sebuah alamat rumah.Seseorang sudah menuliskan alamat untuknya kemarin,Ia ingin mencari seseorang yang berada di alamat yang sudah dituliskan itu.
Ia melihat kertas yang bertuliskan alamat itu,Ia melihat nomor rumah itu.Jalan Permai Nomor 35,sesuai tulisan di kertas.Ia pun meyakinkan diri untuk masuk ke teras rumah itu.Pelan - pelan ia mengetuk pintu rumah itu,lalu mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum...",Ibu itu mengucakan salam.Namun,ia merasa ragu
Tidak ada jawaban.Ia kembali mengetuk pintu itu agak keras.Ia juga agak mengeraskan suaranya.Barulah Seseorang menjawab salamnya.
"Walaikumsalam...",Seseorang membuka pintu.Seorang Anak muda bertubuh agak gemuk membukakan pintu.
"Oh,syukurlah.Maaf,Nak.Saya sedang mencari alamat rumah ini...",ibu itu menunjukkan kertasnya tadi.Anak itu melihatnya.",Apa benar di sini ?",
Anak itu melihat alamat yang dituliskan"Iya buk.Benar...",
"Jadi,ini benar rumahnya Adi ?",tanya ibu itu penuh harap.
"Yah..Anda benar bu,Ada yang bisa saya bantu ?",
"Oh,apakah kamu Adi ?anak yang saya cari...",
"Maaf...bukan Bu,saya sepupunya...saya Ardhi...O ya bu, mari silahkan
masuk...",Anak itu,Ardhi mempersilakan ibu itu masuk ke ruang tamu.
Ardhi mempersilakan ibu itu duduk dan juga bertanya pada itu tentang maksudnya mencari Adi
.
"Saya Ibu Sinar,saya orang tua dari temannya Adi.Saya ingin sekali mencari Adi.Tapi ini benar rumahnya Adi kan ?",tanya Ibu itu,Bu Sinar masih setengah percaya.
"Iya Ibu,Anda sudah berada di rumah Adi.Saya Ardhi,saya Anak dari Kakak Ayah Adi.Saya berada di sini sedang liburan...Anak ibu temannya Adi?",
"Iya,Anak saya namanya Handi....Saya ingin sekali mencari Adi,karena Anak saya sedang sakit dan Handi ingin bertemu dengannya,tapi Saya tidak tahu sebelumnya Adi tinggal di mana.saya mencoba cari tahu di mana rumahnya.Adi teman SMP Handi dulu.
Dan beruntung,ada beberapa tetangga saya yang bersekolah sama dengan Handi dan Adi.Saya mendapat Alamat ini dari salah satu teman Adi yang satu kelas dulu,dia tetangga saya juga.
O ya Nak Ardhi,ngomong - ngomong Adi ke mana,apa dia tidak di rumah ?",tanya Bu Sinar melihat ke seluruh sisi rumah Adi.
"Tadi dia sedang pergi bersama Kakaknya,Aldi.Sudah lama juga,mungkin sebentar lagi Mereka pulang,Kalau ibu tidak buru - buru ibu mohon tunggu di sini,sekalian beristirahat...",
"Iya Nak,Ibu akan tunggu Adi sampai dia pulang.Ibu ingin memenuhi permintaan Anak ibu untuk mempertemukan Adi padanya...",
Bu Sinar terus menyampaikan maksud kedatangannya mencari Adi kepada Ardhi.Tak lupa Ardhi memberi suguhan kepada Tamunya itu.
Tak lama kemudian Adi dan Aldi pulang,Aldi masuk rumah dulu.Ia melihat kedatangan seseorang,Bu Sinar.Ia juga menyambut tamunya itu.Bu Sinar langsung bertanya pada Aldi di mana Adi.Adi masuk ke rumahnya,dan Ia melihat Bu Sinar.Ardhi dan Aldi belum mengenal Bu Sinar sebelumnya.Tapi Adi mengenalnya.
Adi mendekati Bu Sinar.Bu Sinar langsung berbicara panjang lebar tentang maksud menemui dirinya.Ia menceritakan sebuah kejadian yang menimpa Handi,temannya sewaktu SMP.Sebuah Kejadian menyedihkan yang membuat Bu Sinar meneteskan Air mata.Adi mengetahui semua cerita Bu Sinar.
"Adi...Ibu mohon,ibu mohon temuilah Anak saya,Handi.Saya sangat sedih melihat keadaanya terus menerus seperti itu.Ia menyesal atas perbuatannya.Dan mungkin jika kamu tersinggung atas perbuatannya,tolong maafkanlah dia...",pintaBu Sinar penuh harap.
"Ibu,Handi tak melakukan kesalahan apa pun pada saya,hanya saja ia tak mau bicara pada saya lagi setelah terjadi kesalah pahaman itu.saya tak mempermasalahkan soal ini...",
"Oh syukurlah,Tapi ku mohon temuilah dia,Kamu masih menganggap dia temanmu kan ?,dia selalu mengigaukan namamu terus setiap malam,pernah ia mengigau ketakutan dan meminta - minta tolong dengan menyebut - nyebut namamu..",Bu Sinar meraih tangan Adi.
"Hingga seperti itu ia menderita Bu?",
"Yah,mungkin karena ia merasa tertekan karena masalah yang ia hadapi...",
"Ibu,kami memang sudah lama berpisah,tapi aku tidak akan pernah melupakan Handi.hanya saja,saya selalu mengharapkan Kami bisa bertemu lagi setelah kami berpisah...",
Bu Sinar meminta Adi untuk menemui Handi besok.Ia sangat berharap Adi bisa menemui Anaknya,dan dengan begitu semoga Handi bisa memperbaiki keadaan Handi.
***
Malamnya,Ardhi merasa penasaran pada kedatangan Bu Sinar,tentang kejadian yang menimpa Handi,tentang Adi di masa sekolahnya dulu.Ia menemui Adi di kamarnya.
"Aku bisa melihat Ibu itu sangat berharap Kamu bisa menemui Anaknya,sepupuku.ia sangat sedih,Aku sudah mendengar sebagian ceritanya sendiri,dan Akhirnya aku tahu semuanya setelah Ia bisa bertemu denganmu.Ada apa dengan kalian sebenarnya, Adi ?",tanya Ardhi penasaran berdiri di samping Adi yang sedang mengerjakan tugas.
"Entahlah Saudaraku,Kami hanya bersahabat saat sekolah dulu.Saat itu kami baik - baik saja,hanya saja Handi berubah saat seorang cewek menarik perhatiannya.Setelah itu kami lulus sekolah dan saat itu juga kami berpisah...",
"Adi,Adikku,Sepupuku,sesuatu yang di luar kewajaran tidak akan terjadi jika tidak pernah terjadi sesuatu yang berkesan sebelumnya,di antara Kalian...Kau pasti menyembunyikan sesuatu ?",Ardhi menarik kursi satunya dan duduk.
"Emhh....yah aku menyembunyikan sesuatu,sebuah cerita pengalaman ku saat sekolah dulu.Sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan di masa - masa itu...",
"Ayolah,pasti terdengar menarik!Kapanlagi kamu bisa bercerita padaku jika aku tidak liburan ke sini ?kau membuatku penasaran dan ibu itu sangat berharap Aku bisa mendatangkanmu dengan cepat di hadapannya,jika aku tukang sulap aku akan memunculkanmu langsung di hadapannya hingga Ia terkejut melihat kehadiranmu,Ayo mulai ceritakan...",
"Baiklah...",
Terlihat Sebuah Papan pengumuman yang bersebelahan dengan Papan Majalah dinding.Setelah Pak Guru menempelkan selembar kertas di papan itu,seperti magnet yang menarik biji - biji besi,Sekejap Kertas itu dikerumuni banyak siswa.Banyak yang menunjuk - nunjuk kertas itu,mencari namanya di kertas itu,itu adalah daftar siswa yang terkena Remidial pelajaran Matematika kelas 2.
di sisi lain,tiga anak berjalan tanpa arah,mereka merasa bosan usai melaksanakan ujian semester pertama.Salah satu dari mereka melihat ke arah papan pengumuman.
"Oh lihat itu ! pasti soal remidi lagi...",Ia hendak berlari mendekati papan itu",Aku ingin lihat ke sana...",Ia langsung berlari mendekati Papan pengumuman.
Dua anak di sampingnya saling melihat.
"Tadinya Aku berharap itu pengumuman libur,teman...",
"Tadinya Aku berharap itu pengumuman juara umum ujian kemarin...",
"Kau berharap terlalu cepat,kau juga pasti bisa membayangkan betapa capeknya otak guru - guru kita mengoreksi dan menilai ulangan muridnya....Mungkin mereka beresiko terkena stress Hen...",
"Ya ya..lihat temanmu itu,Ia kembali dengan muka yang lesu..pasti ia ikut remidi,Ia kelihatan lucu seperti uang jajannya hilang,ia pasti akan menangis...Adi,siap - siap kau harus menenangkannya...",
Adi menggaruk - garukkan kepalanya",Atau ia akan marah padamu karena mungkin kamu salah memberikan contekan padanya sebelum ujian ?aku jengkel padamu ! kau bertingkah seperti tukang ramal zodiak saja,yang luwes membeberkan segala sesuatu tentang zodiak hari ini,ini yang akan terjadi,jangan lakukan itu bla bla bla....",
"Ah,Aku selalu benar,Aku selalu yakin apa yang aku katakan pada Sam kemarin...",
"Dan kenyataannya ?",
"Dan kenyataannya Adi,Hen..",Anak itu Sam berdiri di hadapan Handi dan Adi dengan wajah sedih",namaku tidak ada di daftar itu....",
Handi membuka tangan ke arah Sam,Sam dan Handi melakukan sebuan Tos.Handi melirik Adi",Terkadang Tukang ramal ini mendapat kenyataan dari apa yang ia ramalkan..."Aku berhasil!! kau tahu.."Handi menguyek kepala Adi
"Adi,untung kau memberitahuku kemarin sepanjang waktu ujian matematika,kita bekerja sama seperti penyelundup barang terlarang saja,kita partner yang ulung saat ujian !!Aku lupa membawa contekan yang Handi tuliskan padaku kemari.Aku merasa sial sekali,kenapa aku sampai bisa lupa,Ah..",
Handi terkesiap,Adi tersenyum pada Handi.
"Dan Bagaimana jika sebuah kelalaian terjadi wahai tukang ramal ?",Adi menepuk bahu Handi yang terbengong",Temanmu akhirnya kebingungan.Dan beruntunglah dia dengan adanya juru selamat ini...hahahaha",Adi tertawa terkekeh - kekeh.
"Eh Ada apa kalian berbicara soal tukang ramal?ini soal ujian remidi bukan soal ramalan...Kalian berdua sedang beradu ramalan..."
"Ah tidak ada apa -apa,Sam.Temanmu sedang bercanda soal ramalan,Ia sedang pusing dengan ramalan zodiaknya yang mengatakan Keuangannya akan membaik di akhir pekan.Bagaimana itu akan terjadi jika Ibunya saja memotong uang jajannya hari ini karena tidak disangka Ibu kantin datang melapor pada Ibunya dan memberitahu bahwa Handi mempunyai bon yang sudah banyak,hei....kenapa kau sampai keterlaluan seperti ini Hen ?!bagaimana bisa kau melakukan hal ini ? ",Kata - Kata Adi membuat malu Handi.Handi membuang muka,berpura - pura merasa itu tak terjadi padanya.
"Padahal Kau sudah janji padaku untuk mentraktirku makanan di kantin itu sepuasnya.bagaimana jadinya nanti Teman?apa kau juga akan membuatkan bon atas nama diriku ?aku malu jika kau akan melakukannya...",
"O tenang,Ada Adi,coba lihat dia...",Handi tak bisa berkata apa - apa.
"Adi ?memangnya Adi akan kau suruh menenangkan ibu kantin yang menjadi galak setelah mendapat bon lagi darimu?pasti Adi juga akan kena marah,tahu ?!",
"Ah tidak lihat saja dia...",Kata - kata Handi membuat Adi gemas padanya.
"Apa yang kamu lakukan dengan mukaku Sam ?",
"entahlah Handi ini...",
"Bilang saja Kau ingin aku melakukan apa yang Sam katakan itu,aku tahu maksud cerdikmu Handi...",Adi gusar menunjuk - nunjuk Handi
"Hahahahaha...",Handi tertawa merangkul Adi dan Sam.
Pagi itu Handi menghampiri ke rumah Adi.Ia agak terburu - buru.Sementara Adi sudah menyelesaikan sarapannya,Ia berpamitan pada Kakaknya.Ia memakai sweaternya lalu mengambil tasnya.
Adi membuka pintu,Ia terkejut saat Handi berdiri di depan itu.
***
Handi menunjukkan jam tangannya",Ini sudah setengah tujuh,kau baru selesai sekarang ?!",tanyanya ingin membuat Adi terburu - buru.
"seperti biasanya kan ?",Adi melihat jam di ruang tamunya.
"Lebih lima menit...Kita akan terlambat sampai sekolah,dan kita akan dapat strap dari pak guru...",
"Kurasa waktunya cukup untuk sampai sekolah ?",tanya Adi keluar dari rumah bersama Handi.
"Itu menurutmu...",Handi berjalan mengimnbangi Adi.
"bukankah kita berangkat di waktu yang sama setiap hari?kau terlalu khawatir akan beberapa menit ini teman...",.
"Ah,kenapa manusia selalu suka mengulur waktunya padahal ada banyak tugas yang penting sudah menantinya?aku mulai lelah mengulur - ngulur waktu...",
"Bilang saja kau ada tugas piket hari ini !".Adi menoleh ke wajah Handi.
"oh..ups".Handi mengangkat Alisnya.
"Kau juga sangat suka membuat orang terburu - buru...",
Keduanya bertemu Sam di halaman sekolah.Sam tampak seperti orang kebingungan.Ia membuka tasnya dan memeriksa isinya berulang - ulang.
"Ada apa Sam ?kau seperti kehilangan sesuatu...",
"Buku catatan sejarahku hilang Adi,Aku takut kalau aku tidak bisa mengerjakan tugas sejarah yang aku tulis di buku catatan itu.Padahal saat itu aku lupa membawa buku tugasnya.Adi,kau tahu bagaimana hukuman dari Pak Rusdi jika muridnya tidak mengerjakan tugasnya bukan ?",Sam merasa sedih sekali
Adi tersenyum",Kau ingat kapan terakhir kali kau meletakkannnya di mana ?",
"Aku sudah memasukkannya ke dalam tas,bersama buku lain ",jawab Sam setengah ragu.
"Seharusnya ada di dalam tasmu bukan ?kau selalu teledor merawat barangmu Sam Sam",kata Handi melihat isi tas Sam.
"Seharusnya...",keluh Sam dengan wajah memelas putus asa.
"Seharusnya ?",tanya Adi.
"Ya seharusnya...",Handi mengangguk - angguk",lalu kenapa kau masih bingung ?kau meninggalkannya di rumah ?",
"Tidak Hen!,Aku sudah mencarinya di kamarku,hingga aku mengobrak - abrik kamarku.Mamaku sampai membantuku juga mencarinya...",
"Kau tidak menanyakannya apa bukumu tidak tertinggal di dapur ?",tanya Handi ringan
"handi ?!",
"Coba ingat lagi kapan dan di mana kau menaruhnya ?",
"Sumpah demi Gajah Mada...Aku lupa beneran,aku khawatir sekali jika buku itu hilang...Aku sampai stress mencarinya,teman - teman ",
"Sumpah Adi,sumpah demi gajah mada.Kita harus membantu teman kita ini kita harus mencari buku itu ",kata Handi
"di mana ?",tanya Adi melirik Handi
"O aku juga tidak tahu...",Jawab Handir ringan.
"Oh tolonglah,teman - teman.Aku takut jika aku harus di hukum pak Rusdi.Adi kau tahu kan apa hukumannya?Berdiri di depan kelas dan menceritakan sejarah tentang bersatunya jerman barat dan jerman timur,sementara aku harus menghadap papan tulis saat dihukum.Apalagi harus disuruh menjewer telinga sendiri.Oh apa kalian tidak bisa membayangkan betapa malunya aku? apa kalian tidak kas...",Sam berhenti mengoceh saat Adi menunjukkan apa yang dicarinya",Ah!!ini dia...",Sam langsung mengambil bukunya."bagaimana kau menemukannya Adi ?akhirnya aku selamat...",Kata Sam terdengar lega.
"Bagaimana kau bisa membuat dirimu lupa pada barang sepenting ini ?",kata Handi gusar.
"Aku terburu - buru kemarin hingga Aku lupa,kupikir aku sudah memasukkannya ke dalam tas,dan...",
"Ini terjatuh di lantai,kau lupa mencarinya.Aku melihatnya dan kau tidak menyadarinya....",
"Nah,kenapa manusia suka terburu - buru padahal tindakan itu akan memperburuk keadaan?lupa dari akibat buru - buru itu salah satunya...",sela Handi.
"Oh oh,tunggu sebentar,Hen.mana yang terlihat buruk ?orang yang suka terburu - buru atau orang yang suka mengulur - ngulur waktu ?Kau membuatku bingung temanku yang bijaksana pagi ini",
"E....",Handi berpikir sejenak,ia memegang keningnya."Ah aku lupa piketku...Aku duluan teman - teman",
****
Adi tertawa melihat tingkah Handi.Handi bergegas menuju kelasnya dengan masih bingung atas pertanyaan Adi.
"Itulah awal kisah kami sepupuku,setiap hari,setiap saat,kami selalu bersama.Handi,Aku dan Sam,Persahabatan yang tidak akan pernah bisa terlupakan.Persahabatan yang membuat iri siapa saja yang melihatnya,tidak hanya di sekolah di mana pun kami berada.Kami masih SMP waktu itu.
Hingga Lulus SMP pun kami masih bersahabat,ikatan ini bahkan tetap kuat terjaga,ikatan ini bahkan tetap di warnai kebahagiaan dan gelak tawa di antara kita.Seperti Kau menggambar dengan Warna hitam putih di atas kertas,Ikatan ini di luar apa yang diumpamakan ini.Kami mewarnainya seperti menciptakan pelangi dan memperindah ikatan ini.
Senyum - senyum itu seperti Ruh yang menghidupi diri kami.Ketika kami sedang diliputi emosi dan amarah hingga terjadi sebuah perselisihan dan senyum - senyum sejenak kuncup dari bibir kami,seolah - olah kami rasakan badan kami seperti jasad yang layu dan hampir mati.Kami bangkit dan berusaha mempebaiki keadaan di setiap masalah datang pada Kami.Tapi,Yang terpikirkan dalam benakku adalah Tuhan selalu menyayangi kami seperti Dia mengkaruniakan Senyum - senyum,Wajah Cemberut itu,Antusiame ekspresi dalam setiap perdebatan,Wajah Lelah yang menggemaskan itu,terkadang Guratan - guratan Sedih dan Galau hingga mata berkaca - kaca pada wajah kami.Ini adalah Karunia Tuhan yang Sempurna....",
"Mmm....sangat menarik,lalu bagaimana selanjutnya ?Aku semakin penasaran...",tanya Ardhi mendekatkan Kursinya ke meja,dan menyangga kepalanya dengan tangannya bersandar di atas meja.
"Dan hal - hal tak terduga terjadi,kisah yang mengubah Persahabatan kami.Awalnya terjadi pada Handi.Cinta,siapa saja pasti mendapatkannya,siapa saja mempunyai kisah cintanya tersendiri,dan aku menjadi saksi dari kisah cinta sahabatku sendiri,dan ini terjadi saat kami sudah berada di awal kelas 3.
Mungkin agak berbeda dari yang lain namun inilah jalannya,bagaimana pun keadaannya aku tetap di samping mereka,aku juga menikmati kebahagiaan mereka...",Adi melihat keluar jendela.Awan - awan kelam mulai terlihat berarak menutupi bintang - bintang di langit.
***
Pagi itu Adi dan Sam duduk di taman sekolah menunggu waktu Upacara dimulai.Handi datang dengan nafas terengah - engah.Handi duduk dan menepuk paha Sam.Ia masih mengatur nafasnya.
"Dari mana saja kamu?lihat semua orang hampir memulai upacaranya....",Tanya Sam.
"Oh baguslah !,ku pikir aku akan dapat hukuman karena keterlambatanku,dan apa mereka menunggu kedatanganku hingga menunda mulainya upacara ?mereka tahu tanpa aku semuanya tidak akan berjalan lancar....",kata Handi masih mengatur Nafas.Handi duduk di antara Adi dan Sam.
"Apa kau mendapat jatah menjadi salah satu petugas upacara hingga kau yakin bahwa kedatanganmu akan membuat mereka segera memulai Upacara ini ??"tanya Adi.
"Tentu tidak...Ahahaha...",Handi menyikut lengan Adi perlahan.
Semua siswa mulai berkumpul dan Upacara pun di mulai.
"Adi...",panggil Handi mendekatkan wajahnya ke bahu Adi.
"Ya...",
"Kau tahu apa yang membuatku terlambat pagi ini tadi ?"
"Kau bertanya seperti itu kau menganggapku bisa membaca pikiranmu dan tahu apa yang kamu sembunyikan dalam hatimu...",
"Ehehe...",Handi bertepuk tangan sekali",Sesuatu terjadi padaku,pagi ini.Sebenarnya aku berangkat di jam yang biasa pagi tadi,Aku bisa mendapat bus,Aku masuk ke dalamnya,Aku kurang beruntung ternyata,Bus ini sesak.Dan sesuatu terjadi,di saat Aku berusaha mempertahankan badanku berdiri tegap di antara kesesakan,datang lagi seseorang,Wanita muda.....",
"Cantik ?",tanya Adi mengarahkan pandangannya ke Arah Ibu kepala sekolah yang tengah memberikan Pidatonya.
"Kamu pikir sesuatu yang jelek datang padaku,dapat membuatku tertarik begitu saja?tentu tidak.dia mungkin sebaya dengan kita,Ia masuk dengan susah payah.Aku merasa dia tidak akan mendapat celah di dalam,maka aku pun mendesak orang - orang yang depanku untuk memberi celah padanya.
Aku memanggilnya dan menunjukkan tempat untuknya.Ia pun berdiri di sampingku,Akhirnya.Wajahnya sangat bersih,dan matanya begitu terang.Ia membawa barang agak banyak.wanita ini tak malu - malu saat aku mengajaknya bicara dan berkenalan,hanya saja ia sangat halus dan santun setiap membalas pertanyaanku.Oh,Aku seperti bertemu bidadari pagi ini..",
"Dan selesai ?",
"jika selesai secepat ini aku akan datang lebih cepat dari saat tadi.Aku membantunya membawakan barang...",
"O o,temanku ini hendak mencari pekerjaan sampingan sebagai kuli rupanya.Apa Ibunya tidak cukup memberinya uang saku ?",sindir Adi.
"Dengarkan dulu,Adi.demi dia,aku tak ambil pusing kau menjulukiku Kuli..",
"Seperti itu ?",
"Yah seperti itu,Aku tidak perduli orang menganggapku apa...",
"Baiklah,lanjutkan...",
"Aku mengikutinya ke suatu tempat.Dan sepertinya daerah itu adalah daerah terlarang.Ia memintaku berhenti sampai di dekat lampu merah yang bersebelahan dengan tugu Adipura...."
"Betul,itu tempat terlarang.Lalu apa dia wanita yang ah kau ini bagaimana hen,kau mau - mau saja sampai di ajak ke tempat itu...",
"apa kau ingin menyalahkan aku yang tidak tahu apa - apa ?",
"Bukan begitu..."
"Ah masa bodoh,aku mengajaknya bicara tentang dirinya di jalan.Banyak hal tentang dirinya aku dapat,Aku bertanya bolehkah aku sekali - kali mengunjungi tempat tinggalnya.dia memperbolehkan aku,Ah yes yes,Aku akan ke sana malam minggu,bersamamu...",
"Tunggu,Apa ?!bersamaku?!",tanya Adi terperanjat.
"Ya...",
"Ke tempat itu ?!"
"Memangnya kenapa?ada yang salah?"
"Ku harap tempat tinggalnya tidak berada tepat di lingkungan terlarang itu.Kau tahu status kita ini sekarang apa,jangan terlalu macam - macam kawan...",
"Kuharap begitu,dan jangan terlalu khawatir Adi.Aku akan menjamin keamananmu..",
"Apa kita akan ke sana dengan mobil polisi dengan beberapa polisi yang mendampingi kita ?"tanya Adi menyindir Handi.
"Kau bercanda atau kau merasa takut ?"sindir Handi dengan tertawa ringan.
"jika kau mengajakku aku akan mengajak Sam juga."
"Tadinya aku sendiri yang juga akan mengajak Sam...",
"ku harap kau benar - benar menjamin keamanan ku dan Sam...",Adi melihat Mata Handi
"Janji !!!",Mata Handi mengisyaratkan keyakinan dan antusias.
"baiklah...dan satu hal yang kuharap tidak lupa darimu "
"Apa itu ?",
"Siapa nama tokoh utama wanita dalam cerita pagi ini ?",
"Pertanyaan bagus!namanya Nirina.Ia menyembunyikan sebagian pesonanya di dalam kerudung selendangnya yang menutupi rambutnya.Selendangnya membuat rambutnya yang sempat tak sengaja membelai tanganku dengan lembut membuatku hanya bisa merasakan kelembutan itu sedikit saja.Nirina...Nirina..Nirina..Oh Nirina..",
"Temanku mulai gila...",sela Adi di tengah suasana handi yang berbunga - bunga.
"Oh Nirina...",Handi mengalungkan tangannya ke leher.
Secerah Matahari pagi ini,senyum Handi mengisyaratkan kebahagiaan kepada Adi.
***
Di sisi lain,Hal ini belum pernah terjadi padanya.Dan akhirnya terjadi padanya.Setiap kali mengingatnya,Detak jantungnya berdebar kencang,entah begitu saja debaran sekencang ini terjadi,Ia tak berdaya ketika benaknya memutar ulang kejadian tadi pagi ini,sembari mengatur nafasnya,perlahan senyum itu terbentuk samar - samar di bibirnya.Ia berhenti dari apa yang ia kerjakan.
Ia membuka pintu,Detak jantungnya semakin kencang,perasaan ini semakin menguasainya,entah apa yang terjadi padanya,apakah ini sebuah kegilaan ?Atau ini sebuah tetesan air dalam kalbunya yang kosong,tetesan air penuh kesejukan rasa cinta ?Bagaimana itu bisa terjadi?Bagaimana seolah - olah tercipta mata air di dalan hatinya hingga ia terus merasakan tetesan air penuh kesejukan itu ?Dan bagaimana kedua bola matanya itu bertemu pandang dengan kedua bola mata milik pemuda itu ?hingga membuatnya seperti ini.
Ia melihat awan - awan halus yang berarak itu.Ia ingin menyentuh dan mengikutinya,ingin larut dalam perasaan bahagianya,ingin memberi tahukan apa yang ia rasakan ini kepada seluruh dunia lewat awan - awan itu.Namun,rasa malu - malu itu masih memberatkan langkahnya untuk menari - nari bersama angin yang hadir di teras rumahnya.
"Bagaimana aku bisa tega membiarkan seorang wanita muda kesusahan membawa barang sebanyak ini sementara diriku hanya diam menyaksikan ketidak berdayaanmu seperti orang ling lung ?apalagi di tengah - tengah kesesakan bus ini....mari,aku akan senang bisa memberikan sedikit pertolongan untukmu,ayo...",kata - kata penuh rendah hati itu terucap sembari datang uluran tangan darinya.
Ia terus mengingat - ingat saat itu.Senyum terkesima dan bahagia itu tak lekas hilang di wajahnya.Ia bersandar di tiang.Ia ingat ia sudah memberi tahukan di mana dirinya ia tinggal pada pemuda itu.Ia hanya tinggal menunggu pemuda itu datang padanya.Ia sangat berharap,Ia hanya berusaha mengelus dadanya untuk memadamkan perasaan dan gejolak jiwanya.
***
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi,semua siswa pun keluar dari kelasnya.Handi keluar dari kelasnya dengan terburu -buru,Ia langsung menghampiri Adi dan Sam di kelasnya.Adi satu kelas dengan Sam.
Adi tampak sudah keluar kelas.Handi memanggilnya dan mendekati.
"Adi...Adi...Adi...",
"Ya...",
"Ini malam minggu kan ?aku pikir ini hari sabtu",Handi berhenti di samping Adi.Adi langsung meninggalkan kelas bersama Handi.
"Ya,ini malam minggu,kau benar...",
"Oh,Akhirnya...",
"Akhirnya ?",
"Yah Akhirnya,saat yang tepat untuk...",Handi melirik Adi.
"Nirina ?!",
Mereka menuruni tangga sambil tetap mengobrol.
"biasanya anak - anak di tempat tinggalmu akan mengajakmu bermain sepak bola sampai tak tahu jam berapa di malam hari,mungkin mereka sampai kepayahan ?,..",
"Kurasa aku mulai merasa sudah bukan waktuku lagi untuk tetap bermain bersama mereka,dan kulihat mulai ada anak - anak kecil juga banyak ikut main,aku merasa paling tua diantara mereka...",
"bagaimana jika kau tidak mengenal wanita ini ?apa kau masih akan berkata merasa paling tua karena aku lihat kau tetap terlihat semangat bermain dengan anak - anak kecil itu ?",sindir Adi.
"Eh bukan begitu,maksudku ?",
"Sesuatu yang baru membuatmu merasa seperti anak kecil yang mempunyai rasa ingin tahu dan penasaran yang besar...",
"perkiraan yang benar,dan anak kecil ini perlu mencari tahu tentang sesuatu yang baru ini dan perlu mempelajarinya hingga apa yang ia dapat itu menjawab rasa penasarannya yang besar itu...",
"Ck ck...bijaksana sekali...Kau bijaksana sekali temanku,entah bagaimana bisa aku bertemu denganmu ?",Adi terus menyindir Handi.
Handi tersenyum pada Adi.
***
Malamnya,Handi bersama Adi dan Sam mendatangi tempat di mana Nirina tinggal.Mereka sudah sampai alamat yang diberikan Nirina.
Tempat ini tampak seperti kompleks perumahan yang dijadikan lokalisasi.Dan ada sebuah pintu gerbang yang diberi hiasan seperti pintu bar dengan lampu yang berkedip warna - warni.Ada sebuah Tulisan di situ Nirwana House.
Tempat ini sangat ramai.Banyak Pria - pria dewasa yang keluar masuk tempat ini,beberapa dari mereka tampak membawa botol minuman keras.Ada beberapa Pria dewasa berbadan buncit masuk dengan wanita - wanita kupu - kupu malam itu.Tak ada diantara mereka yang menunjukkan wajah sedih hati dan murung,semuanua tampak bahagia,tertawa terbahak - bahak.Ada yang kegenitan menikmati belaian wanita - wanita penghibur ini.Ada yang tampak mabuk sambil mengigau tidak karuan,ada yang menyanyi dengan suara yang loyo.
Adi merasa aneh melihat tempat ini.Handi melihat Adi.Ia mengangkat Alisnya.Lalu Adi berubah lesu.Adi dan Handi melihat Sam.di luar banyangan,Sam tampak terbelalak melihat tempat itu.Ia terus membenahi pakaiannya hingga penampilannya lebih menarik.
"aku janji akan menjamin keamananmu Adi dan...oh,kau lihat temanmu itu...",kata Handi berusaha membujuk Adi keheranan melihat ulah Sam.
"Kau yang membawanya kemari,kuharap kau tidak membuatnya sampai gila...jangan sampai ia membawa satu perempuan dari tempat ini...",Adi menepuk keningnya.
Mereka masuk tempat itu dengan hati - hati.Keramaian tempat ini menyambut mereka.Bau alkohol ini sangat menyengat hidung mereka,mereka tak memperdulikannya.Mereka mendapati sesekali Wanita - wanita di tempat itu melihat mereka dengan tatapan yang tajam dan menggoda.Wanita - wanita ini selalu menebar pesona kepada siapa saja.
Terdengar suara seorang laki - laki mengumumkan sesuatu.Sebuah Pertunjukkan akan dimulai di tempat ini.Lalu semua orang menuju rumah yang paling ujung,semua pria yang mabuk ini segera menuju rumah dengan sebuah panggung.
Seorang Wanita kira - kira berumur empat puluh tahunan tapi wanita ini sangat mahir bersolek.Wanita ini mampu menghipnotis setiap mata pria yang memandangnya.
"Oee....nyonya sudah kembali rupanya...",satu laki - laki memberikan cium jauh ke arah panggung dengan terhuyung - huyung.
"dia akan menari dan menghibur kita lagi malam ini !!",satu pria lain menyahut.
"pantatnya pasti semakin besar ?!goyangannya juga akan meruntuhkan panggung sekecil ini,panggung payah !!!",satu Pria berdiri agak jauh dari Handi menyahut.
"aih !!goyangannya juga akan meruntuhkanku juga...",satu pria lain berjalan terhuyung menerebos penonton yang memenuhi depan panggung.
Adi melihat Handi keheranan.Handi mengangkat kedua bahunya.dan Sam,Kedua matanya tertuju pada wanita itu,pengunjung memanggilnya nyonya.Pertunjukkan di mulai,dan semua pria itu bersorak antusias.sorakan semakin kerasa saat nyonya bergoyang dengan hebat dan gemulai.
Beberapa wanita yang lebih muda mendampingi nyonya menari di atas panggung.Tampak lembaran - lembaran uang itu menyembul di atas kepala pria - pria yang menikmati hiburan ini.sampai nyonya turun punggung,sesekali ia membelai pria - pria ini sekehendak hatinya.Malam minggu ini malam penuh hura - hura dan suka ria di tempat ini.
Namun Handi tak terlena dengan pertunjukkan ini,Ia mencari di mana Nirina berada.Ia terus mencari di berbagai sudut bersama Adi.Keduanya tak mendapatkan Nirina.Handi dan Adi kembali ke tempat semula.Pertunjukkan nyonya sudah selesai namun Pengunjung masih bergoyang dengan wanita - wanita penghibur ini.
Seseorang menemui mereka di sebuah sudut yang tak begitu ramai.Nyonya menemui mereka.Handi dan Adi terkesiap begitu juga Sam.Tatapan wanita ini lebih tajam dan auranya sangat kuat.Detak jantung tiga pemuda ini berdegup kencang.
"Haloo...selamat malam,dan",sambut nyonya mendapati sesuatu yang tak biasa ini,pemuda - pemuda lugu seperti mereka sampai memberanikan diri datang ke tempatnya",selamat datang ke tempat kami...",bibir merah nun menggoda itu semakin membuat mereka canggung."dan apa yang membuat tuan - tuan muda ini sampai berkenan mengunjungi tempat kami ini ?kami sangat senang kali bisa menyambut anda...",Wanita ini sangat luwes dan gemulai menyambut pemuda - pemuda ini.
"Kami sedang mencari materi untuk membuat tugas di sekolah...u u untuk pelajaran pendidikan moral...",jawab Sam berusaha menguasai dirinya.
"Ah !Bahan tugas?,maaf tuan,sayangnya kami tidak bisa menyediakan meja dan kursi sekaligus papan tulis untuk anda - anda ini...",Nyonya agak mendekat ke arah Sam.
"tidak apa - apa,aku akan mengingatnya...",Mata Sam sesekali melirik ke arah teras - teras sebelah kirinya.Banyak Pria yang bercumbu dengan wanita - wanita itu di atas sofa yang empuk dan nyaman.
"bagaimana anda bisa mengingatnya dengan baik, jika wajah - wajah manis wanita - wanita yang anda lihat ini akan mengacaukan ingatan anda ?"Nyonya memegang pinggangnya.
"Kami sedang mencari seseorang,boleh kami bertanya ?",sela Handi menghalangi badan Sam.
"Oh bertanya?silahkan,semua orang yang datang ke sini selalu bertanya...",.Nyonya memperlihatkan kegiatan yang ada di tempatnya itu.Semua wanita tampak berdandan cantik dan menarik.Namun,Penampilan Nyonya tetaplah yang paling menarik.
Seorang Pria menyahut",Amboi!!oe nyonya,ku kira ini masih sore hingga kau bersedia melayani pelanggan barumu yang tak biasa ini...",Pria ini juga mabuk
Nyonya merasa merasa terusik dengan kehadiran Pria ini"ku kira malam sudah terlalu larut hingga membuatmu berbicara seperti orang gila saja,tidak sopan kau mengganggu nyonyamu yang sedang bekerja ini...wanita mu pasti akan menyeretmu karena keterlambatanmu ini,kuharap ia tidak menyumpal mulutmu yang manis itu...",Nyonya melihat Pria konyol ini.
"Aih...",pria ini langsung beranjak dari nyonya.
"o maaf,lupakan orang bodoh tadi.sampai mana tadi ?",Nyonya kembali pada pembicaraan mereka.
"Aku mencari seorang wanita muda,nyonya...",
"semua wanita di sini semuanya muda dan belia,tuan..coba lihat",Nyonya memperlihatkan Wanita - wanita yang lalu lalang di belakangnya.Ada yang membawa nampan berisi minuman dan makanan.Ada yang membelai - belai rambutnya mendatangi seorang pria yang sedang kepayang.
"Namanya Nirina...",
"Oh Nama rupanya,Nirina nama itu.eh eh,anda sudah bertemu dengan nama yang anda maksud ?",
"tapi dia wanita yang muda seumuran dengan diriku...",
"Oh tuan... bagaimana dengan kedua mata anda ini ?apa anda tidak berpikir aku tidak terlihat sebaya dengan anda ?"Nyonya berusaha menggoda Handi.
"bukan begitu,nyonya.Aku bertemu dengannya saat ia pulang dari belanja dan aku hendak berangkat ke sekolah.Ia memberikan alamat rumahnya,ia memintaku untuk datang ke rumahnya.dan di sinilah rumahnya...",
Nyonya tersenyum",Nirina ya itu namaku....",
"Tapi...",
"tuan,bisa saja wanita ini banyak yang mempunyai nama Nirina.bahkan aku pun bisa mengubah namaku menjadi Nirina..Anda tidak tahu,di tempat ini Pria - pria ini tidak terlalu mempermasalahkan sebuah nama.Mereka mencari kepuasan untuk dirinya dari wanita - wanita ini di tempat ini",
"tapi Alamat yang diberikan olehnya di sini,aku pasti salah tempat....",Handi tampak kebingungan melihat Adi dan Sam.
"Anda tidak salah tempat tuan.Anda datang ke tempat yang tepat.Banyak Pria yang kebingungan awalnya saat mendatangi tempat ini,namun setelah tahu bagaimana rasanya berada di tempat ini,mereka lalu berkata aku sudah menemukan tempat yang aku maksud...",Nyonya berusaha membujuk Handi.
"Maaf Nyonya,yang saya cari seseorang bukan sebuah tempat...",
"aduhai,betapa malangnya tuan ini.Apa yang ia cari di tempat ini ?apa yang bisa mengakhiri kebingungannya ini ?...Wanita - wanita muda ini sama memikatnya dengan wanita yang anda maksud,"Nyonya mendekati Handi.Handi malah sedikit gemetar",dan orang yang anda cari ini pun pasti jauh kalah memikatnya dari wanita - wanita yang ada di tempat ini?anda tidak akan rugi jika anda memilih salah satu seorang dari mereka,percayalah...",Wangi Parfum Nyonya semakin membuat Handi sulit untuk lepas dari rayuan Nyonya.
Handi pun menguatkan dirinya",Maaf Nyonya,lain kali saja.Saya permisi",Handi pun langsung menarik Adi dan Sam",Terima kasih.Dan selamat Malam...",Handi langsung meninggalkan tempat itu
"Sama - sama tuan muda,semoga Kebingungan Anda tidak membuat Anda tersesat.sungguh malang anda di malam minggu ini...",Nyonya beranjak dari tempat itu.
***
Mendengar cerita Adi,Ardhi tidak berhenti tertawa.Ardhi berhenti tertawa.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya saudaraku ?",
"Lalu,Akhirnya Handi dan Nirina bertemu ketika pulang sekolah,saat di halte.Handi bertanya sebanyak mungkin pada Nirina mengenai alamat yang ia berikan,tempat tinggalnya.Kebingungan Handi pun terjawab.Dan Nirina meminta Handi datang menemui ke tempat itu lagi.
Namun,Kali ini Handi mendapati sebuah kenyataan tentang dari Nirina...",
"Apa itu ?",
"tentang siapa diri Nirina sebenarnya,dan siapa nama Nirina sebenarnya...",
"Ku rasa kisah ini agak membingungkan.Tapi aku tertarik mengikutinya Adi.Lanjutkan...",
Petang ini Hujan agak reda.Hawa sangat terasa dingin.Di kamarnya,Handi tengah bersiap - siap untuk menemui Nirina.Ia berpikir Ia tidak perlu mengajak Sam dan Adi karena khawatir akan merepotkan.Jadi Ia datang sendirian menemui Nirina di tempat yang sama.Ia memakai jaket jeans hitamnya yang tebal.
kembali di tempat itu,suasana tampak berbeda,suasana tampak lengang.Bau alkohol sama sekali tidak tercium,Keramaian tempat ini tidak begitu terasa.Ia tidak mendapati lalu lalang wanita - wanita penghibur.Ia melihat jalan yang kemarin ramai sekarang tampak sepi.ini bukan malam minggu,ini malam di hari Rabu.
Beberapa Wanita melewatinya dan memandangnya dengan tatapan yang khas.Dan seseorang mendatanginya,Nirina.Penampilan Nirina sangat cantik.Handi sangat terpana melihat kehadiran Nirina.Tempat ini juga terasa dingin,jalan - jalan juga masih tampak basah,genangan sedikit air tampak di beberapa sisi.Namun kehadiran Nirina membuat dingin itu tak terasa olehnya.
"Akhirnya kau datang,Handi...inilah rumahku...",
"Rumahmu ?"
"Yah..",
"sebelah mana ?",
"Ayo ikutlah diriku...",Nirina menarik tangan Handi perlahan.
"Baiklah...",
"Aku suka pakaianmu,kau sangat tampan.Wangimu membuatku berpikir kau adalah Pemuda yang paling tampan dan menarik yang pernah aku temui.Kau sangat Maskulin,Handi...",kata - kata Nirina membuat detak jantung Handi berdebar kencang.Nirina masih tak mau melepas tangannya.
"Iya Nirina.Apa kah pantas jika aku datang menemuimu dengan pakaian yang mungkin kedua matamu yang terang itu tergerak melihat pakaianku ?bagaimana orang menilai pilihan wangiku, aku tak mempermasalahkannya.dan pujianmu ini membuatku berpikir aku sudah memilih wangi yang tepat.kau wanita pertama yang memuji wangi yang aku pakai ini Nirina...",
"Jika ada wanita yang mendekatimu saat kau memakai wangi ini dan dia tidak memuji wangimu,dia adalah wanita yang bodoh Handi.Aku semakin tertarik padamu ",
Lalu,Seorang wanita menghampiri Nirina dan berbisik",Aduh Nirmala,Hujan barusan membuat tempat ini sepi.Namun Kau malah mendapat pelanggan yang tampan dan menarik di keadaan yang dingin ini.Aku yakin dia tidak akan menyesal jika ia membayar dengan harga yang mahal..ehehehe...",
"jangan bicara seperti itu,Karmila.dia datang bukan untuk urusan ini.dan aku anggap ini coba - coba saja untuknya.jika ia kurang puas aku akan melepasnya,jika aku membuatnya ketagihan aku akan memasang harga yang pantas untuknya,dan aku sendiri yang menentukan harga untuknya...",Nirina dan Karmila tertawa.
"Kau ingin membuat sistem baru Nirmala ?ini tentu akan membuat kita rugi nanti..",
"jika ketampanannya dapat memuaskanku lahir dan batin lalu untuk apa aku mempermasalahkan uang ?bukankah kita sesekali kita bisa memberi gratisan.",Nirina menepuk bahu Karmila dengan halus.
"Ah kau manis sekali Nirmala..",Karmila langsung beranjak dari Nirina dan Handi.
Letak tempat tinggal Nirina agak tersembunyi,berada beberapa meter dari kediaman rumah sang Nyonya sebelah kanan.Nirina memperlihatkan tempat tinggalnya.Rumah yang tidak begitu besar namun bersih dan diberi hiasan tanaman bunga di seluruh terasnya.
Merasa kedatangan seorang laki - laki yang dibawa Nirina,beberapa wanita muda di rumah lain keluar.Mereka selalu siap dengan dandanannya.Satu per satu mendekati Nirina.Handi mulai merasa grogi saat wanita - wanita ini mengerumuninya.
Seseorang mendekati ",Aduh Nirmala...siapa yang kau bawa ini ?apa kau menculik Arjuna dari istananya ?".
"Tidak,Rasmin.Arjuna datang menemui Subadranya,ia datang dengan wajah yang sangat tampan...lihatlah sejenak saja,karena aku akan mengajak masuk ke dalam Rumah...",
"rupanya Subadra ini terlalu egois,ia ingin membuat Arjuna lupa pada Srikandi,Dropadi,Supraba,dan dewi - dewi cantik lainnya yang sudah mengelilinginya ini...ia pasti sudah melihatnya,biarkan kami ikut memandang ketampannya sejenak,Nirmala...",
Handi tampak gemetar.Ia merasa canggung,malu,dan takut.Wanita - wanita ini mendekatinya.Tak sedikit tangan - tangan genit itu mengusap wajahnya.Mata - mata yang jeli itu mengarah padanya.Ia merasa semakin terdesak.
Lalu Nirina menarik tangan Handi.Ia mengajaknya masuk ke dalam rumah.Pintu dibuka,Ruangan rumah Nirina tampak gelap namun lilin yang sudah Nirmala siapkan dan atur untuk menyambut kedatangan Handi memberi nuansa lain.
Nirin mengajak Handi duduk di dipan yang berada di dekat jendela.Nirmala menyiapkan buah - buahan yang diatur di atas talam.Tak lupa,ia juga meneranginya dengan lilin.Suasana terasa hangat.Nirina sengaja membuat suasana ini agar Handi terkesan dan senang berada di kamarnya.Tirai - tirai warna jingga itu diikat di setiap tiang.
Handi terpana melihat keadaan rumah Nirina.ia merasakan ketenangan di setiap ia memandang sudut - sudut ruangan rumah Nirina.Lalu,Nirmala datang dengan nampan dengan dua gelas teh hangat yang dicampur madu untuk Handi dan dirinya.
Handi duduk di atas sofa yang terasa empuk itu.Nirina duduk di sampingnya,menjamunya dengan penuh kelembutan sikap.
"gerimis lagi Handi,kau pasti merasakan hawa dingin yang masuk ke rumah ini ?",
Handi melihat Nirina dengan jantung yang berdebar - debar"I i iya Nirina,rumahmu sangat nyaman dan indah sekali...",
"Seperti kau melihat diriku,Handi.Semua aku atur dan hias serapi mungkin...kau akan betah di sini,bukan begitu?",
"Ya...sepertinya..",
Nirina memberikan segelas teh untuk Handi"minumlah teh ini Handi,aku memberinya madu,selagi masih hangat rasa madu akan terasa lezat jika kau segera minumnya...ayo",
Handi menerima teh itu dan perlahan meminumnya" O ya,Wanita - wanita memanggilmu Nirmala...aku agak sedikit bingung...apa itu nama aslimu ?atau kalian saling bertukar nama atau kau mencari nama untuk dirimu sendiri seperti apa yang Nyonya katakan kemarin...",
"kau pernah menemui Nyonya ?...",
"Ya...aku,Adi dan Sam mencarimu malam minggu kemarin.Tapi kami bertemu nyonya,dan dia menyambut kami dengan sikap yang sangat membuat kami tegang,kami hampir lengah karena tingkahnya...",
"Oh Wanita tua itu,dia suka membuat bingung orang yang tak sengaja menemuinya,lupakan dia Handi...dan Benar,namaku Nirmala...",
"Lalu bagaimana dengan Nirina ?",
"kau tahu Handi,Arjuna saja punya nama lain Parta atau Permadi,bagaimana tidak dengan aku...bukankah kau juga bisa menggunakan nama lain untuk dirimu ?kenapa kau harus memusingkan namaku,Handi ?ayolah lupakan hal sepele ini,kita nikmati saat - saat ini,aku sangat senang kau bisa berkunjung ke rumahku...",
"Iya Nirmala...aku lebih suka memanggilmu begitu sepertinya...",
"dan panggilanmu dengan nama ini membuatku tetap merasa senang berada di sampingmu...",
Handi dan Nirmala terus menghabiskan waktu dengan mengobrol malam ini.Beberapa Jam Handi berkunjung di rumah Handi.Kepulangan Handi membuat Nirmala tidak bisa tidur,Ia sangat terkesan dengan sosok Handi.Ia terus membayangkan wajah Handi.di dinding itu,di tirai - tirai itu,di setiap api yang menyala di atas lilin - lilin itu ia seperti melihat wajah Handi.
....
Komentar
Posting Komentar